cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Journal of Primary Education
ISSN : 25992821     EISSN : 25974866     DOI : -
Core Subject : Education,
Indonesian Journal of Primary Education adalah jurnal berkala ilmiah yang diterbitkan dua kali setahun (Juni-Desember) yang mempublikasikan hasil penelitian orisinal tentang pendidikan dasar dan pendidikan guru sekolah dasar. Jurnal ini bertujuan untuk mengembangkan konsep, teori, perspektif, paradigma, dan metodologi dalam ruang lingkup pendidikan dasar dan pendidikan guru sekolah dasar meliputi kurikulum, bahan ajar, media, metode, dan evaluasi pembelajaran sekolah dasar.
Arjuna Subject : -
Articles 216 Documents
Nilai-Nilai Kearifan Lokal sebagai Garis Haluan dalam Membentuk Karakter Siswa Dara Alya Zakiyah; Dwi Rahmayanti
Indonesian Journal of Primary Education Vol 2, No 2 (2018): Indonesian Journal of Primary Education: December 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v2i2.15101

Abstract

Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memaparkan penanaman nilai-nilai kearifan lokal sebagai garis haluan atau dasar dalam membentuk karakter yang sesungguhnya pada diri siswa. Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, banyak budaya asing yang masuk ke Indonesia seolah-olah tidak ada batasan yang mengaturnya. Kelemahan yang dimiliki oleh kebanyakan warga Indonesia ialah seperti ”menerima” begitu saja dan kurang mampu untuk menyaringnya. Banyak budaya asing yang masuk, ada beberapa aspek yang ditiru oleh kebanyakan anak muda Indonesia dari misalnya mengenakan pakaian dengan gaya ke barat-baratan hingga pergaulan bebas dan seks menyimpang. Pada saat ini sungguh menjadi ironi yang dihadapi oleh bangsa Indonesia . Diperlukan dukungan dari berbagai pihak, khususnya kesadaran dalam diri kita untuk menyelesaikan pekerjaan rumah yang besar ini dan jangan sampai merusak moral anak muda NKRI terlalu jauh. Dalam rangka membangun kembali bangsa yang bermartabat maka diperlukan proses pendidikan karakter dengan menanamkan nilai-nilai kearifan lokal atau nilai-nilai budaya setempat. Seperti yang ditegaskan oleh presiden RI ke-7, bahwa kebudayaan harus dijadikan nafas kelangsungan hidup bangsa dan menjadi darah kepribadian di dalam sistem pendidikan. Betapa penting dunia pendidikan sebagai media atau perantara dalam memajukan kebudayaan bangsa. Kebudayaan bangsa yang merupakan cerminan dari nilai-nilai luhur hasil pencapaian rasa, karsa dan karya manusia Indonesia.
Pembelajaran Menulis Berbasis “Brainstorming” Dian Indihadi
Indonesian Journal of Primary Education Vol 2, No 2 (2018): Indonesian Journal of Primary Education: December 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v2i2.15172

Abstract

Dilatarbelakangi oleh temuan hasil penelitian bahwa penerapan “Brainstorming” sebagai strategi dalam proses menulis dapat mengatasi hambatan belajar peserta didik dalam memilih, memilah dan menyusun topik tulisan sesuai dengan tema, maksud serta tujuan penulisan. Hal itu dibuktikan melalui hasil perbandingan antara sebelum dengan sesudah strategi “Brainstorming” diimplementasikan dalam pembelajaran menulis di kelas V sekolah dasar. Terdapat perbedaan signifikan pada hasil tulisan peserta didik sesudah pembelajaran mengimplementasikan strategi “Brainstorming”. Oleh karena itu, strategi “Brainstorming” memiliki peluang dijadikan solusi aternatif mengatasi hambatan belajar menulis peserta didik di sekolah dasar.
Pengembangan Alat Peraga IPA dari Barang Bekas untuk Meningkatkan Motivasi Belajar dan Pemahaman Siswa Sekolah Dasar Bayu Pambudi; Riza Bahtiar Efendi; Lia Ayu Novianti; Dwi Novitasari; Nur Ngazizah
Indonesian Journal of Primary Education Vol 2, No 2 (2018): Indonesian Journal of Primary Education: December 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v2i2.15097

Abstract

Pengembangan alat peraga berupa model sistem peredaran darah ini dilatar belakangi oleh minimnya alat peraga yang tersedia di sekolah – sekolah dasar. Pembelajaran yang abstrak dengan menggunakan alat peraga yang berupa gambar visual sehingga membuat siswa kesulitan dalam memahami materi pelajaran yang disampaiakan, karena tidak adanya motivasi belajar, sehingga berdampak pada hasil belajar siswa yang rendah. Siswa memiliki gaya belajar yang berbeda, seperti: visual, audio, dan kinestetik. Oleh karena itu guru berupaya membuat sebuah inovasi alat peraga berupa model sistem peredaran darah yang dapat digunakan dalam pembelajaran menggunakan model demonstrasi. Tujuan dari pembuatan alat peraga ini adalah agar siswa lebih memahami secara nyata dan detail tentang proses perdaran darah pada tubuh manusia yang selama ini siswa hanya menggunakan gambar sebagai media visual, serta siswa dapat termotivasi dan pembelajaran tidak absrak, sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat. Tujuan pembuatan model sistem peredaran darah terhadap motivasi belajar anak untuk memberikan gambaran konkret terhadap informasi maupun ide – ide baru dan menyatukan materi yang akan guru sampaikan terhadap pengetahuan yang akan diberikan kepada anak, sehingga materi yang disampaikan guru dapat diterima baik oleh siswa. Model sistem peredaran darah sendiri dapat dibuat dari barang bekas maupun baru. Alat peraga ini merupakan pengembangan baru dari alat peraga sebelumnya, serta dapat membantu guru dengan adanya teknologi, sehingga pembelajaran dapat berjalan dengan efektif, dan siswa pun dapat memahami materi dengan baik.
Penerapan Pedekatan Sosial untuk Meningkatkan Kecerdasan Interpersonal Siswa Sekolah Dasar Nana Sutarna
Indonesian Journal of Primary Education Vol 2, No 2 (2018): Indonesian Journal of Primary Education: December 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v2i2.15102

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kecerdasan interpersonal anak dengan menerapkan pendekatan sosial. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 1 Winduhaji dengan jumlah siswa kelas sebanyak 21 anak. Obyek penelitian  ini yaitu kecerdasan interpersonal anak yang meliputi 3 dimensi kepekaan sosial, pemahaman sosial dan komunikasi sosial. Data dikumpulkan melalui observasi, angket dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada peningkatan kecerdasan interpersonal anak melalui pendekatan sosial, yakni kecerdasan interpersonal anak sebelum diterapkannya pendekatan sosial diperoleh nilai terendah 37, nilai tertinggi 67 dan memperoleh nilai rata-rata 53,67 dengan standar deviasi 9,04. Dan mengalami peningkatan setelah diterapkannya pendekatan sosial diperoleh nilai terendah 54, nilai tertinggi 82 dan memperoleh nilai rata-rata 69,67 dengan standar deviasi 9,35. Hal ini telah meningkat setelah mendapatkan perlakuan, hasilnya dengan tingkat signifikasi 0,05 tercatat bahwa nilai thitung = 5,16 ttabel = 1,68385. Jadi, hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima. Langkah-langkah yang ditempuh sehingga kecerdasan interpersonal anak meningkat: kegiatan diskusi kelompok, kegiatan S3 (Sedekah Sehari Sesukamu). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pendekatan sosial dapat meningkatkan kecerdasan interpersonal anak.
Pemikiran Kritis dapat dibentuk melalui Discovery Learning Galih Yansaputra; Rintis Rizkia Pangestika
Indonesian Journal of Primary Education Vol 2, No 2 (2018): Indonesian Journal of Primary Education: December 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v2i2.15098

Abstract

Berfikir kritis merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh setiap orang. Di era sekarang ini setiap orang dituntut untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritisnya. Kemampuan mengorganisir terhadap suatu ide gagasan sebagian kecil dari kemampuan berfikir kritis. Dewasa ini sebagian siswa belajar IPS hanya untuk mendapatkan nilai yang bagus sehingga tak sedikit dari mereka mengambil jalan pintas yaitu meniru atau mencontek pekerjaan teman. Mereka hanya berpikir bagaimana caranya mendapatkan nilai yang bagus tanpa ada rasa senang atau bermakna. Hal ini juga dialami siswa-siswi SD. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dimana menggambarkan sebuah fenomena global dengan penyelesaian masalah secara mendalam. Masalah yang dihadapi oleh guru ketika dalam pembelajaran yaitu sebagian besar siswa kurang bersemangat mengikuti ceramah dan perintah guru, di sesi tanya jawab sedikit siswa yang aktif menjawab pertanyaan guru. Penelitian ini memaparkan seberapa penting peran guru dan keefektifan model belajar Discovery Learning guru. Hasil dari penelitian model belajar ini siswa dapat melakukan berbagai kegiatan menghimpun informasi, membandingkan, mengkategorikan, menganalisis, mengintegrasikan, mereorganisasikan bahan serta membuat simpulan. Dalam studi ini guru tidak hanya informatif, namun juga sebagai motivatif dan guru dapat menjadi fasilitator yang mengarahkan siswa agar terlibat secara aktif dalam seluruh proses pembelajaran dengan diawali pada masalah yang berkaitan dengan konsep yang dipelajari.   
Penggunaan Metode Servqual dalam Pengukuran Kualitas Layanan Pendidikan Suhendra Suhendra; Raden Roro Suci Nurdianti
Indonesian Journal of Primary Education Vol 2, No 2 (2018): Indonesian Journal of Primary Education: December 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v2i2.15103

Abstract

Keberhasilan suatu lembaga pendidikan salah satunya dapat terlihat dari jumlah pendaftar atau jumlah siswa pada lembaga tersebut. Semakin baik citra lembaga di masyarakat, akan berdampak pada meningkatnya jumlah pendaftar untuk mengecap pendidikan di lembaga tersebut. Dalam Industri jasa Pendidikan, promosi yang paling efektif adalah rekomendasi dari pengguna atas kepuasan dari layanan yang diterima pada saat bertransaksi maupun layanan setelah transaksi dilakukan. Oleh karena itu, layanan akademik yang diberikan memegang peranan penting dalam keberlangsungan suatu lembaga pendidikan.Model kualitas pelayanan yang hingga kini banyak dijadikan sebagai acuan dalam riset pemasaran jasa adalah model servqual (service quality) yang dikembangkan oleh Parasuraman, Zeithaml, dan Berry. Servqual yang dijadikan acuan untuk mengukur kualitas  pelayanan adalah dengan 5 dimensi : (1) kehandalan (reliability), (2) jaminan (assurance), (3) daya tanggap (responsiveness), (4) empati (empathy) dan (5) bukti langsung (tangibles). Model ini dapat diterapkan di berbagai aspek yang terdapat pada pelayanan/jasa yang disediakan oleh lembaga masing-masing. Kajian ini bertujuan untuk membahas bagaimana penggunaan metode Servqual ini diterapkan dalam pengukuran kualitas layanan pendidikan
Evaluasi Program Gerakan Literasi Sekolah di SDN Rorotan 05 Kota Jakarta Utara Viktor Tanda Vanbela; Nurhattati Fuad; Arita Marini
Indonesian Journal of Primary Education Vol 2, No 2 (2018): Indonesian Journal of Primary Education: December 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v2i2.11963

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas program  Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang dilaksanakan di SDN Rorotan 05 Jakarta Utara.Penelitian ini merupakan jenis penelitian evaluative dengan menggunakan model CIPP (context, input, procces, product) yang dikembangkan oleh Stuffebeam.Sehingga efektivitas program GLS ditinjau dari konteks, masukan, proses dan hasilnya. Data diperoleh melalui wawancara, studi dokumen, observasi serta angket. Hasil penelitian tingkat ketercapaian program GLS disekolah tersebut sebesar 90,01% yang berada pada kategori A. Hal tersebut bermakna bahwa siswa telah melaksanakan program GLS dengan sangat baik yang sesuai dengan rencana dan harapan guru-guru. Rekomendasi untuk pemerintah sebaiknya memperbaiki regulasi pemerataan program GLS dan pihak sekolah supaya dapat mempertahankan serta meningkatkan program GLS di sekolah tersebut.
Desain Didaktis Keliling Persegi Dan Persegi Panjang Berbasis Permainan Oray-orayan Sri Maryati; Epon Nur’aeni L; Oyon Haki Pranata
Indonesian Journal of Primary Education Vol 3, No 1 (2019): Indonesian Journal of Primary Education: June 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v3i1.17982

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya temuan learning obstacle yang dialami siswa dari hasil studi pendahuluan terkait konsep keliling persegi dan persegi panjang. Learning obstacle menyebabkan pemahaman siswa terhadap keliling persegi dan persegi panjang akan mengalami hambatan. Untuk mengatasi learning obstacle, guru harus mampu merancang pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa terutama karakteristik siswa usia sekolah dasar. Oleh karena itu, desain didaktis berbasis permainan tradisional oray-orayan dapat digunakan untuk memudahkan siswa dalam memahami materi keliling persegi dan persegi panjang, serta merupakan suatu upaya untuk melestarikan kebudayaan Indonesia yang semakin punah. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan: learning obstacle siswa pada materi keliling persegi dan persegi panjang, desain didaktis konsep keliling persegi dan persegi panjang berbasis permainan oray-orayan, implementasi desain didaktis konsep keliling persegi dan persegi panjang berbasis permainan oray-orayan, respon siswa terhadap desain didaktis konsep keliling persegi dan persegi panjang berbasis permainan oray-orayan. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif model DDR (Didactical Design Research), terdiri dari tiga tahap: prospective analysis, analisis metapedadidaktik, dan retrospective analysis. Penelitian ini dilakukan di kelas IV SD yaitu kelas IV-C SDN Gunungpereng 1, dan kelas IV-C SDN Mangkubumi. Hasil akhir penelitian merupakan bahan ajar dalam bentuk LAS (Lembar Aktivitas Siswa) dan RPP yang dikembangkan sebagai alternatif yang dapat digunakan dalam pembelajaran di sekolah dasar dan untuk mengatasi learning obstacle pada pembelajaran matematika di kelas  IV Sekolah Dasar.
Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran dalam Dunia Pendidikan Maklonia Meling Moto
Indonesian Journal of Primary Education Vol 3, No 1 (2019): Indonesian Journal of Primary Education: June 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v3i1.16060

Abstract

Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran dalam dunia pendidikan. Media pembelajaran adalah suatu alat yang digunakan pengajar untuk menyampaikan pesan kepada pembelajar agar pesan itu sampai kepada pembelajar dengan baik. Penggunaan media pembelajaran juga sangat berpengaruh kepada pembelajar, pembelajar lebih mudah untuk memahami tujuan dan maksud dari materi pembelajaran, serta pembelajar juga bisa dapat mengembangkan rasa ingin tahu, dan mendapatkan pengetahuan yang lebih nyata dengan kondisi saat pelajaran dilaksanakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu mendeskripsikan dan menguraikan tentang pengaruh penggunaan media pembelajaran dalam dunia pendidikan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan (Library Research) dimana studi kepustakaan adalah kegiatan mengumpulkan bahan-bahan  yang berkaitan dengan penelitian yang berasal dari buku, jurnal-jurnal ilmiah, literatur-literatur dan publikasi-publikasi lain yang layak dijadikan sumber untuk penelitian yang akan di teliti penulis, dengan cara mendeskripsikan dan menguraikan data tersebut adalah melalui beberapa pendapat para ahli. Variabel penelitian adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut kemudian ditarik kesimpulannya. Variabel yang digunakan dalam penelitian adalah Variabel Bebas (Independent Variable) dan Variabel Terikat (Dependent Variable). Maka dengan menggunakan pendekatan kualitatif penelitian ini diharapkan bisa memberikan fakta-fakta secara komprehensif tentang pengaruh penggunaan media pembelajaran dalam dunia pendidikan. Manfaat dari penulisan ini adalah untuk menambah wawasan bagi para pembaca mengenai pentingnya media pembelajaran dalam dunia pendidikan.
Pengaruh Media Cerita Bergambar terhadap Membaca Pemahaman pada Teks Dongeng Neng Wulan Marisa; Hodidjah Hodidjah; Oyon Haki Pranata
Indonesian Journal of Primary Education Vol 3, No 1 (2019): Indonesian Journal of Primary Education: June 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v3i1.17983

Abstract

      Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya minat dan antusias siswa dalam kegiatan membaca cerita sehingga tidak bisa memahami isi dari cerita tersebut. Untuk mengatasi masalah tersebut, peneliti memilih media konkret cerita bergambar terhadap peningkatan membaca pemahaman siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Rumusan masalah dalam penelitian ini secara umum yaitu bagaimana pengaruh media cerita bergambar  terhadap membaca pemahaman pada teks dongeng di kelas III SD Negeri Mancogeh Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya. Tujuan dari penelitian ini secara umum untuk mengetahui pengaruh media cerita bergambar  terhadap membaca pemahaman pada teks dongeng, siswa kelas III SD Negeri Mancogeh Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Eksperimental Design dengan bentuk Nonequivalent Control Group Design. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan teknik tes, observasi dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini  adalah siswa kelas III SD Negeri Mancogeh, dengan teknik pengambilan sampel berupa sampel jenuh. Adapun instrumen yang digunakan adalah soal tes berupa soal uraian. Analisis data kuantitatif menggunakan Microsoft Excel 2010 dan program SPSS versi 16.0. Setelah penelitian ini dilakukan, diperoleh data kemudian data tersebut diolah dan dianalisis, sehingga temuan yang diperoleh membuktikan bahwa kenaikan nilai rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Pada kelas kontrol kenaikan nilai rata-ratanya dari 41,36 menjadi 70. Sedangkan pada kelas eksperimen kenaikan rata-ratanya adalah 48,64 menjadi 79,54. Berdasarkan hasil analisis data tersebut diperoleh informasi bahwa peningkatan pemahaman siswa pada teks dongeng di kelas yang menggunakan media cerita bergambar lebih baik dari pada peningkatan siswa di kelas yang tidak menggunakan media cerita bergambar. Maka dari itu, disimpulkan bahwa media cerita bergambar mempunyai pengaruh terhadap membaca pemahaman siswa pada teks dongeng di Sekolah Dasar. 

Page 6 of 22 | Total Record : 216


Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2025): Indonesian Journal of Primary Education : June 2025 (In Press) Vol 9, No 1 (2025): Indonesian Journal of Primary Education : June 2025 Vol 8, No 2 (2024): Indonesian Journal of Primary Education : December 2024 (In Press) Vol 8, No 2 (2024): Indonesian Journal of Primary Education : December 2024 Vol 8, No 1 (2024): Indonesian Journal of Primary Education : June 2024 Vol 7, No 2 (2023): Indonesian Journal of Primary Education : December 2023 Vol 7, No 1 (2023): Indonesian Journal of Primary Education : June 2023 Vol 6, No 2 (2022): Indonesian Journal of Primary Education: December 2022 Vol 6, No 1 (2022): Indonesian Journal of Primary Education: June 2022 Vol 5, No 2 (2021): Indonesian Journal of Primary Education: December 2021 Vol 5, No 1 (2021): Indonesian Journal of Primary Education: June 2021 Vol 4, No 2 (2020): Indonesian Journal of Primary Education: December 2020 Vol 4, No 1 (2020): Indonesian Journal of Primary Education: June 2020 Vol 3, No 2 (2019): Indonesian Journal of Primary Education: December 2019 Vol 3, No 1 (2019): Indonesian Journal of Primary Education: June 2019 Vol 2, No 2 (2018): Indonesian Journal of Primary Education: December 2018 Vol 2, No 1 (2018): Indonesian Journal of Primary Education: June 2018 Vol 2, No 1 (2018): Indonesian Journal of Primary Education Vol 1, No 2 (2017): Indonesian Journal of Primary Education: December 2017 Vol 1, No 1 (2017): Indonesian Journal of Primary Education: June 2017 More Issue