cover
Contact Name
Devid Frastiawan Amir Sup
Contact Email
aliktisab@unida.gontor.ac.id
Phone
+6285234190637
Journal Mail Official
aliktisab@unida.gontor.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Siman Ponorogo, Telp. (0352) 483762, Fax. (0352) 488182, Ponorogo, Jawa Timur, Indonesia
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Al-Iktisab: Journal of Islamic Economic Law
ISSN : 25804251     EISSN : 2615661X     DOI : -
Core Subject : Economy, Social,
Al-Iktisab: Journal of Islamic Economic law is a peer reviewed journal published by University of Darussalam (UNIDA) Gontor. The journal is semi-annual journal issued on May and November. The aims of the journal is to explore and develop economics related to Islamic laws that cover issues both from Indonesia and overseas. Moreover, the editor accepts final manuscripts that have not been sent to other journal for publication. Those interested in subscribing to the Journal, advertising in the Journal, submitting manuscripts to the Journal, or otherwise communicating with the Journal, should contact at aliktisab@unida.gontor.ac.id.
Articles 153 Documents
Theory of Rights in Islamic Economic Law and Its Relation to Intellectual Property Rights Aang Asari; Theo Aditya Pradhana; Muhammad Faruq Averro; Muhammad Irkham Firdaus
AL- IKTISAB Journal of Islamic Economic Law Vol 6, No 2 (2022): Al-Iktisab: Journal of Islamic Economic Law
Publisher : University of Darusssalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/al-iktisab.v6i2.8384

Abstract

The study of the theory of rights in Islamic economic law and its relation to intellectual property rights is an outpouring of ideas from the author. That in this research, although the term Intellectual Property Rights (IPR) is not known in the turats books, basically this is part of the theory of rights in fiqh muamalah, namely haq al-ibtikar. Haq al-ibtikar is an extraordinary privilege for a creation that was first created by a scientist through his way of thinking or his analysis as outlined in a work. For example, such as writing, books, videos, or other media. The research method used in this article is a qualitative approach, which is done by researching library materials which are secondary data and then described based on the analysis of the data. The results of this research are that copyright is legally protected from an Islamic point of view, and copyright infringement is seen as a violation of property or assets, so the legal sanctions are the same as sanctions for theft of property or property belonging to others. However, it should be emphasized that in Islam only recognizes and protects copyrighted works that are in harmony with the norms and values contained in them. If the copyrighted work is contrary to Islamic values, then it is not recognized as a copyrighted work, even protection for copyrighted works does not even exist and is not legal to protect. In Indonesia, the rules regarding haq al-ibtikar are regulated in UU No. 28/2014 concerning Copyright.Kajian tentang teori hak dalam hukum ekonomi syariah serta kaitannya dengan hak kekayaan intelektual merupakan sebuah curahan dan gagasan pemikiran dari penulis. Bahwasannya dalam kajian ini, walaupun istilah Hak Kekayaan Intelektual (HKI) tidak dikenal dalam kitab-kitab turats, pada dasarnya ini merupakan bagian dari teori hak yang ada dalam fiqh muamalah, yaitu haq al-ibtikar. Haq al-ibtikar adalah  suatu keistimewaan yang luar biasa atas suatu ciptaan yang pertama kali dibuat yang dihasilkan oleh seorang ilmuan melalui jalan pemikirannya atau analisisinya yang dituangkan dalam suatu karya. Misalnya seperti tulisan, buku, video, atau media lainnya. Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah dengan pendekatan kualitatif, yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka yang merupakan data sekunder lalu kemudian dideskripsikan berdasarkan analisis data tersebut. Hasil dari kajian ini adalah secara hukum hak cipta dalam sudut pandang Islam dilindungi keberadaannya, dan pelanggaran terhadap hak cipta dipandang sebagai pelanggaran terhadap properti atau harta kekayaan, sehingga sanksi hukumnya sama seperti halnya sanksi terhdap pencurian  harta atau benda milik orang lain. Namun perlu dipertegas bahwasannya dalam Islam hanya mengakui dan melindungi karya cipta yang selaras dengan norma dan nilai yang ada di dalamnya. Jika karya cipta tersebut bertentangan dengan nilai-nilai Islam, maka ia tidak diakui sebagai karya cipta, bahkan perlindungan terhadap karya cipta pun tidak ada bahkan tidak sah untuk dilindungi. Di Indoensia aturan tentang haq al-ibtikar di atur dalam UU No. 28/2014 tentang Hak Cipta.
Rethinking the Paradigm of Islamic Banking: Integrated of Commercial and Social Oriented Siti Aisyah; Nurizal Ismail; Ibrahim Fahad Sulaiman; Eko Nur Cahyo; Devid Frastiawan Amir Sup
AL- IKTISAB Journal of Islamic Economic Law Vol 6, No 2 (2022): Al-Iktisab: Journal of Islamic Economic Law
Publisher : University of Darusssalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/al-iktisab.v6i2.8844

Abstract

The recent appraisal of Islamic Banking and Finance (IBF) development has focused on the interest based banking system. Banks role and function have been retained to create sharia compliant instruments to replace conventional banks interest based instruments. Another issue is the objective of Islamic banking to contribute to social obligation despite profit maximization. In this context, IBF institutions have been involved in debt financing oriented transactions such as murabahah instead of musyarakah and mudharabah, as they are more profitable. This research attempts to clarify Islamic banking's objective derived from Muslim scholars views and how it complies with sharia. Thus, it is necessary to rethink the paradigm of IBF that is in line with pure Islamic economics, whereas conventional banking has been shifting toward social banking. The methodology used is qualitative-descriptive-literature. The result is, several applied integrated models in IBFs, such as Social Islamic Bank Limited (SIBL), have offered Mudaraba Waqf Cash Deposit Account (MWCDA). Then sadaqa house is provided by Bank Islam Malaysia Berhad (BIMB), an integrated institution model in which Islamic banking can cooperate with other Islamic social finance such as waqf institutions in Indonesia. Finally, the research finding argues that Islamic banking's paradigm is to promote the ummah's maslahat by integrating commercial and social aspects into its operational and objective.Penilaian perkembangan Islamic Banking and Finance (IBF) baru-baru ini berfokus pada sistem perbankan berbasis bunga. Peran dan fungsi bank tetap dipertahankan untuk menciptakan instrumen yang sesuai dengan syariah untuk menggantikan instrumen berbasis bunga bank konvensional. Isu lain adalah tujuan perbankan syariah untuk berkontribusi pada kewajiban sosial selain juga keuntungan maksimal. Dalam konteks ini, lembaga IBF telah terlibat dalam transaksi yang berorientasi pembiayaan hutang seperti murabahah daripada musyarakah dan mudharabah, karena lebih menguntungkan. Penelitian ini mencoba mengklarifikasi tujuan perbankan syariah yang berasal dari pandangan cendekiawan Muslim dan bagaimana kepatuhannya terhadap syariah. Dengan demikian, perlu dipikirkan kembali paradigma IBF yang sejalan dengan ekonomi Islam murni, padahal perbankan konvensional sudah bergeser ke arah social banking. Metodologi yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif-literatur. Hasilnya, beberapa model terintegrasi yang diterapkan di IBF, seperti Social Islamic Bank Limited (SIBL), telah menawarkan Mudharabah Waqf Cash Deposit Account (MWCDA). Kemudian, rumah sedekah disediakan oleh Bank Islam Malaysia Berhad (BIMB), sebuah model lembaga terpadu dimana perbankan syariah dapat bekerja sama dengan keuangan sosial Islam lainnya seperti lembaga wakaf di Indonesia. Akhirnya, temuan penelitian ini berpendapat bahwa paradigma perbankan syariah adalah mempromosikan kemaslahatan umat dengan mengintegrasikan aspek komersial dan sosial ke dalam operasional dan tujuannya.
Tourism in the Perspective of Islamic Fiqh Arnoldy Arnoldy; Aa Hubur; Ahmad Muqorobin
AL- IKTISAB Journal of Islamic Economic Law Vol 6, No 2 (2022): Al-Iktisab: Journal of Islamic Economic Law
Publisher : University of Darusssalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/al-iktisab.v6i2.8631

Abstract

Nowadays, halal tourism and tourism trends are increasingly in demand in the world. Seeing this potential, countries, both non-Muslim and Muslim countries, have relatively developed halal tourism. In the development of halal tourism, there is relatively no uniformity and consensus regarding halal tourism both in the world and in Indonesia, so that sometimes it confuses the actors in the tourism industry. This research aims to describe halal tourism activities in Islamic fiqh which is a conceptual review that uses qualitative research methods through literature study. This research results is, halal tourism is a segment of the world tourism market whose growth is good in line with the continued growth of the world's Muslim population, the number of a middle class in countries where the population is predominantly Muslim, and the number of world Muslim tourists. This potential causes many countries in the world to focus on serving this tourism segment, both Muslim and non-Muslim countries. Unfortunately, until now there is no uniformity and consensus regarding terms, terminology, content, and requirements for halal tourism both in the world and in Indonesia. Halal tourism standards adopted and used by Indonesia and several other countries in the world today relatively refer to the standards made by the Global Muslim Travel Index (GMTI), while the basic principles of fiqh in halal tourism in Indonesia are adopted from the Fatwa DSN-MUI No: 108/DSN-MUI/X/2016 concerning Guidelines for the Implementation of Tourism Based on Sharia Principles.Saat ini wisata dan trend wisata halal semakin diminati di dunia. Melihat potensi itu membuat negara-negara baik negara non-Muslim maupun negara Muslim relatif sudah mengembangkan wisata halal. Dalam perkembangan wisata halal relatif belum terdapat keseragaman dan konsensus mengenai wisata halal baik di dunia maupun di Indonesia sehingga kadang membingungkan para pelaku dalam industri pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kegiatan wisata halal dalam fiqh Islam yang merupakan tinjauan konseptual yang menggunakan metode penelitian kualitatif melalui studi pustaka. Hasil penelitian ini adalah, wisata halal merupakan segmen pasar pariwisata dunia yang pertumbuhannya baik sejalan dengan terus tumbuhnya populasi Muslim dunia, jumlah kelas menengah di negara-negara yang penduduknya mayoritas Muslim, dan jumlah wisatawan Muslim dunia. Potensi tersebut menyebabkan banyak negara di dunia fokus melayani segmen wisata ini, baik negara Muslim maupun non-Muslim. Sayangnya, sampai saat ini belum ada keseragaman dan kesepakatan mengenai istilah, terminologi, isi, dan persyaratan wisata halal baik di dunia maupun di Indonesia. Standar pariwisata halal yang dianut dan digunakan oleh Indonesia dan beberapa negara lain di dunia saat ini relatif mengacu pada standar yang dibuat oleh Global Muslim Travel Index (GMTI), sedangkan prinsip dasar fiqh dalam pariwisata halal di Indonesia diadopsi dari Fatwa DSN-MUI No: 108/DSN-MUI/X/2016 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pariwisata Berdasarkan Prinsip Syariah.
The Overview of Sharia Principles on BSI Mobile Banking Muhammad Abdul Aziz; Eko Nur Cahyo; Sultan Nanta Setia Dien Labolo
AL- IKTISAB Journal of Islamic Economic Law Vol 6, No 2 (2022): Al-Iktisab: Journal of Islamic Economic Law
Publisher : University of Darusssalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/al-iktisab.v6i2.8683

Abstract

Information technology that has developed so rapidly in recent years has directed the focus of large banks to digital services, including mobile banking. The internet's rapid growth is changing how companies connect with their customers, and the banking business is no exception. Of course, the concept of blessing must be prioritized by every Muslim, especially in banking institutions. This research aims to analyse the BSI Mobile application's existing mobile banking service system. In 2021, Bank Syariah Indonesia (BSI) started to merge 3 (three) Islamic commercial banks in Indonesia, at the same time, to support the development of information technology (especially in banking), BSI has also created a BSI Mobile application to facilitate transactions. This research is qualitative research with a grounded research approach and uses a qualitative descriptive analysis method. However, even though the service system in the BSI Mobile application has met customer needs and is under the basic principles of sharia, many customers or the Muslim community who have not used it do not even know the system and application. Ultimately, it will impact applications that cannot be utilized optimally. Based on the results of research that the researcher have done, the BSI mobile banking service system should emphasize the publication and socialization of BSI Mobile products with various methods, including approaches that use sharia principles because legal regulations will be applied due to threats and legal causes that occur.Teknologi informasi yang berkembang begitu pesat dalam beberapa tahun terakhir telah mengarahkan fokus bank-bank besar ke layanan digital, termasuk mobile banking. Pesatnya pertumbuhan internet mengubah cara perusahaan terhubung dengan pelanggan mereka, dan bisnis perbankan tidak terkecuali. Tentunya konsep berkah harus diprioritaskan oleh setiap Muslim khususnya di lembaga perbankan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem layanan mobile banking yang ada pada aplikasi BSI Mobile. Pada tahun 2021, Bank Syariah Indonesia (BSI) sudah mulai menggabungkan 3 (tiga) bank umum syariah di Indonesia, sekaligus untuk mendukung perkembangan teknologi informasi khususnya di bidang perbankan, BSI juga telah membuat aplikasi BSI Mobile untuk mempermudah transaksi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan grounded research, dan juga menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Namun, meskipun sistem layanan pada aplikasi BSI Mobile telah memenuhi kebutuhan nasabah dan sesuai dengan prinsip dasar syariah, namun banyak dari nasabah atau masyarakat Muslim yang belum menggunakannya bahkan belum mengetahui sistem dan aplikasi tersebut. Pada akhirnya akan berdampak pada penggunaan aplikasi yang tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal. Berdasarkan hasil penelitian yang telah peneliti lakukan, sistem layanan BSI mobile banking dapat meningkatkan publikasi dan sosialisasi produk BSI Mobile dengan berbagai metode termasuk pendekatan yang menggunakan dalil prinsil syariah, karena secara hukum peraturan akan diterapkan karena adanya ancaman dan sebab hukum yang terjadi.
The Overview of Sharia Principles on BSI Mobile Banking Aziz, Muhammad Abdul; Cahyo, Eko Nur; Labolo, Sultan Nanta Setia Dien
AL- IKTISAB Journal of Islamic Economic Law Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : University of Darusssalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/al-iktisab.v6i2.8683

Abstract

••• English ••• Information technology that has developed so rapidly in recent years has directed the focus of large banks to digital services, including mobile banking. The internet's rapid growth is changing how companies connect with their customers, and the banking business is no exception. Of course, the concept of blessing must be prioritized by every Muslim, especially in banking institutions. This research aims to analyse the BSI Mobile application's existing mobile banking service system. In 2021, Bank Syariah Indonesia (BSI) started to merge 3 (three) Islamic commercial banks in Indonesia, at the same time, to support the development of information technology (especially in banking), BSI has also created a BSI Mobile application to facilitate transactions. This research is qualitative research with a grounded research approach and uses a qualitative descriptive analysis method. However, even though the service system in the BSI Mobile application has met customer needs and is under the basic principles of sharia, many customers or the Muslim community who have not used it do not even know the system and application. Ultimately, it will impact applications that cannot be utilized optimally. Based on the results of research that the researcher have done, the BSI mobile banking service system should emphasize the publication and socialization of BSI Mobile products with various methods, including approaches that use sharia principles because legal regulations will be applied due to threats and legal causes that occur. ••• Indonesian ••• Teknologi informasi yang berkembang begitu pesat dalam beberapa tahun terakhir telah mengarahkan fokus bank-bank besar ke layanan digital, termasuk mobile banking. Pesatnya pertumbuhan internet mengubah cara perusahaan terhubung dengan pelanggan mereka, dan bisnis perbankan tidak terkecuali. Tentunya konsep berkah harus diprioritaskan oleh setiap Muslim khususnya di lembaga perbankan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem layanan mobile banking yang ada pada aplikasi BSI Mobile. Pada tahun 2021, Bank Syariah Indonesia (BSI) sudah mulai menggabungkan 3 (tiga) bank umum syariah di Indonesia, sekaligus untuk mendukung perkembangan teknologi informasi khususnya di bidang perbankan, BSI juga telah membuat aplikasi BSI Mobile untuk mempermudah transaksi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan grounded research, dan juga menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Namun, meskipun sistem layanan pada aplikasi BSI Mobile telah memenuhi kebutuhan nasabah dan sesuai dengan prinsip dasar syariah, namun banyak dari nasabah atau masyarakat Muslim yang belum menggunakannya bahkan belum mengetahui sistem dan aplikasi tersebut. Pada akhirnya akan berdampak pada penggunaan aplikasi yang tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal. Berdasarkan hasil penelitian yang telah peneliti lakukan, sistem layanan BSI mobile banking dapat meningkatkan publikasi dan sosialisasi produk BSI Mobile dengan berbagai metode termasuk pendekatan yang menggunakan dalil prinsil syariah, karena secara hukum peraturan akan diterapkan karena adanya ancaman dan sebab hukum yang terjadi.
Theory of Rights in Islamic Economic Law and Its Relation to Intellectual Property Rights Asari, Aang; Pradhana, Theo Aditya; Averro, Muhammad Faruq; Firdaus, Muhammad Irkham
AL- IKTISAB Journal of Islamic Economic Law Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : University of Darusssalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/al-iktisab.v6i2.8384

Abstract

••• English ••• The study of the theory of rights in Islamic economic law and its relation to intellectual property rights is an outpouring of ideas from the author. That in this research, although the term Intellectual Property Rights (IPR) is not known in the turats books, basically this is part of the theory of rights in fiqh muamalah, namely haq al-ibtikar. Haq al-ibtikar is an extraordinary privilege for a creation that was first created by a scientist through his way of thinking or his analysis as outlined in a work. For example, such as writing, books, videos, or other media. The research method used in this article is a qualitative approach, which is done by researching library materials which are secondary data and then described based on the analysis of the data. The results of this research are that copyright is legally protected from an Islamic point of view, and copyright infringement is seen as a violation of property or assets, so the legal sanctions are the same as sanctions for theft of property or property belonging to others. However, it should be emphasized that in Islam only recognizes and protects copyrighted works that are in harmony with the norms and values contained in them. If the copyrighted work is contrary to Islamic values, then it is not recognized as a copyrighted work, even protection for copyrighted works does not even exist and is not legal to protect. In Indonesia, the rules regarding haq al-ibtikar are regulated in UU No. 28/2014 concerning Copyright. ••• Indonesian ••• Kajian tentang teori hak dalam hukum ekonomi syariah serta kaitannya dengan hak kekayaan intelektual merupakan sebuah curahan dan gagasan pemikiran dari penulis. Bahwasannya dalam kajian ini, walaupun istilah Hak Kekayaan Intelektual (HKI) tidak dikenal dalam kitab-kitab turats, pada dasarnya ini merupakan bagian dari teori hak yang ada dalam fiqh muamalah, yaitu haq al-ibtikar. Haq al-ibtikar adalah  suatu keistimewaan yang luar biasa atas suatu ciptaan yang pertama kali dibuat yang dihasilkan oleh seorang ilmuan melalui jalan pemikirannya atau analisisinya yang dituangkan dalam suatu karya. Misalnya seperti tulisan, buku, video, atau media lainnya. Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah dengan pendekatan kualitatif, yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka yang merupakan data sekunder lalu kemudian dideskripsikan berdasarkan analisis data tersebut. Hasil dari kajian ini adalah secara hukum hak cipta dalam sudut pandang Islam dilindungi keberadaannya, dan pelanggaran terhadap hak cipta dipandang sebagai pelanggaran terhadap properti atau harta kekayaan, sehingga sanksi hukumnya sama seperti halnya sanksi terhdap pencurian  harta atau benda milik orang lain. Namun perlu dipertegas bahwasannya dalam Islam hanya mengakui dan melindungi karya cipta yang selaras dengan norma dan nilai yang ada di dalamnya. Jika karya cipta tersebut bertentangan dengan nilai-nilai Islam, maka ia tidak diakui sebagai karya cipta, bahkan perlindungan terhadap karya cipta pun tidak ada bahkan tidak sah untuk dilindungi. Di Indoensia aturan tentang haq al-ibtikar di atur dalam UU No. 28/2014 tentang Hak Cipta.
Rethinking the Paradigm of Islamic Banking: Integrated of Commercial and Social Oriented Aisyah, Siti; Ismail, Nurizal; Sulaiman, Ibrahim Fahad; Cahyo, Eko Nur; Sup, Devid Frastiawan Amir
AL- IKTISAB Journal of Islamic Economic Law Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : University of Darusssalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/al-iktisab.v6i2.8844

Abstract

••• English ••• The recent appraisal of Islamic Banking and Finance (IBF) development has focused on the interest based banking system. Banks role and function have been retained to create sharia compliant instruments to replace conventional banks interest based instruments. Another issue is the objective of Islamic banking to contribute to social obligation despite profit maximization. In this context, IBF institutions have been involved in debt financing oriented transactions such as murabahah instead of musyarakah and mudharabah, as they are more profitable. This research attempts to clarify Islamic banking's objective derived from Muslim scholars views and how it complies with sharia. Thus, it is necessary to rethink the paradigm of IBF that is in line with pure Islamic economics, whereas conventional banking has been shifting toward social banking. The methodology used is qualitative-descriptive-literature. The result is, several applied integrated models in IBFs, such as Social Islamic Bank Limited (SIBL), have offered Mudaraba Waqf Cash Deposit Account (MWCDA). Then sadaqa house is provided by Bank Islam Malaysia Berhad (BIMB), an integrated institution model in which Islamic banking can cooperate with other Islamic social finance such as waqf institutions in Indonesia. Finally, the research finding argues that Islamic banking's paradigm is to promote the ummah's maslahat by integrating commercial and social aspects into its operational and objective. ••• Indonesian ••• Penilaian perkembangan Islamic Banking and Finance (IBF) baru-baru ini berfokus pada sistem perbankan berbasis bunga. Peran dan fungsi bank tetap dipertahankan untuk menciptakan instrumen yang sesuai dengan syariah untuk menggantikan instrumen berbasis bunga bank konvensional. Isu lain adalah tujuan perbankan syariah untuk berkontribusi pada kewajiban sosial selain juga keuntungan maksimal. Dalam konteks ini, lembaga IBF telah terlibat dalam transaksi yang berorientasi pembiayaan hutang seperti murabahah daripada musyarakah dan mudharabah, karena lebih menguntungkan. Penelitian ini mencoba mengklarifikasi tujuan perbankan syariah yang berasal dari pandangan cendekiawan Muslim dan bagaimana kepatuhannya terhadap syariah. Dengan demikian, perlu dipikirkan kembali paradigma IBF yang sejalan dengan ekonomi Islam murni, padahal perbankan konvensional sudah bergeser ke arah social banking. Metodologi yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif-literatur. Hasilnya, beberapa model terintegrasi yang diterapkan di IBF, seperti Social Islamic Bank Limited (SIBL), telah menawarkan Mudharabah Waqf Cash Deposit Account (MWCDA). Kemudian, rumah sedekah disediakan oleh Bank Islam Malaysia Berhad (BIMB), sebuah model lembaga terpadu dimana perbankan syariah dapat bekerja sama dengan keuangan sosial Islam lainnya seperti lembaga wakaf di Indonesia. Akhirnya, temuan penelitian ini berpendapat bahwa paradigma perbankan syariah adalah mempromosikan kemaslahatan umat dengan mengintegrasikan aspek komersial dan sosial ke dalam operasional dan tujuannya.
Stock Investment with Scalping Trading Method in Islamic Law Perspective Apriantoro, Muhammad Subhi; Anuraga, Bagas; Akbar, Hawanda Choirunnisa; Rosyadhi, Rozi Irfan
AL- IKTISAB Journal of Islamic Economic Law Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : University of Darusssalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/al-iktisab.v6i2.8269

Abstract

••• English ••• This research is helpful to provide knowledge and reference sources on how to invest in stocks with a scalping trading strategy based on Islamic law, and investors can use it as the basis of Islamic law when investing in stocks with a scalping trading system. This research aims to determine how to invest in stocks using the scalping trading method and how to review Islamic law regarding scalping trading stock investment practices. This research used qualitative method, combines a deductive strategy with a descriptive approach to comprehensively represent the transaction process based on Islamic law. The supporting source for this research is derived from books, journals, and previous research. According to the findings of this research, the practice of investing in stocks using the scalping trading method is prohibited if stock transactions do not involve Islamic stocks. The stock transactions are based on an individual's advice and do not utilize the Sharia Online Trading System (SOTS). However, it is acceptable if the scalper analyses the stock transaction beforehand. This research suggests that people who wish to invest in stocks using the scalping method should use an account or system based on the Sharia Online Trading System (SOTS) and classify their stocks as Islamic stocks to avoid engaging in prohibited practices under Islamic law. ••• Indonesian ••• Penelitian ini bermanfaat untuk memberikan pengetahuan dan sumber referensi tentang cara berinvestasi saham dengan strategi perdagangan scalping berdasarkan hukum Islam, dan investor dapat menggunakannya sebagai dasar hukum Islam ketika berinvestasi pada saham dengan sistem perdagangan scalping. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana praktik investasi saham dengan metode perdagangan scalping dan bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap praktik investasi saham dengan metode perdagangan scalping. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan pendekatan deduktif-deskriptif untuk memberikan representasi secara utuh sehingga proses transaksi berdasarkan hukum Islam dapat direpresentasi secara integral. Sumber referensi dari penelitian ini bersumber dari buku, jurnal, dan penelitian terdahulu sebagai pendukung penelitian. Hasil dalam penelitian ini adalah praktik investasi saham dengan metode perdagangan scalping dilarang jika transaksi saham tidak termasuk dalam saham syariah. Transaksi saham yang dilakukan mengikuti rekomendasi dari pihak tertentu dan tidak menggunakan Syariah Online Trading System (SOTS). Namun, diperbolehkan jika scalper terlebih dahulu melakukan analisa terhadap transaksi saham. Penelitian ini menyarankan agar masyarakat yang ingin berinvestasi saham dengan metode perdagangan scalping hendaknya menggunakan akun atau sistem yang berdasarkan Syariah Online Trading System (SOTS) serta mengklasifikasikan saham kedalam kategori saham syariah agar terhindar dari praktik yang dilarang oleh syariat Islam.
Tourism in the Perspective of Islamic Fiqh Arnoldy, Arnoldy; Hubur, Aa; Muqorobin, Ahmad
AL- IKTISAB Journal of Islamic Economic Law Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : University of Darusssalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/al-iktisab.v6i2.8631

Abstract

••• English ••• Nowadays, halal tourism and tourism trends are increasingly in demand in the world. Seeing this potential, countries, both non-Muslim and Muslim countries, have relatively developed halal tourism. In the development of halal tourism, there is relatively no uniformity and consensus regarding halal tourism both in the world and in Indonesia, so that sometimes it confuses the actors in the tourism industry. This research aims to describe halal tourism activities in Islamic fiqh which is a conceptual review that uses qualitative research methods through literature study. This research results is, halal tourism is a segment of the world tourism market whose growth is good in line with the continued growth of the world's Muslim population, the number of a middle class in countries where the population is predominantly Muslim, and the number of world Muslim tourists. This potential causes many countries in the world to focus on serving this tourism segment, both Muslim and non-Muslim countries. Unfortunately, until now there is no uniformity and consensus regarding terms, terminology, content, and requirements for halal tourism both in the world and in Indonesia. Halal tourism standards adopted and used by Indonesia and several other countries in the world today relatively refer to the standards made by the Global Muslim Travel Index (GMTI), while the basic principles of fiqh in halal tourism in Indonesia are adopted from the Fatwa DSN-MUI No: 108/DSN-MUI/X/2016 concerning Guidelines for the Implementation of Tourism Based on Sharia Principles. ••• Indonesian ••• Saat ini wisata dan trend wisata halal semakin diminati di dunia. Melihat potensi itu membuat negara-negara baik negara non-Muslim maupun negara Muslim relatif sudah mengembangkan wisata halal. Dalam perkembangan wisata halal relatif belum terdapat keseragaman dan konsensus mengenai wisata halal baik di dunia maupun di Indonesia sehingga kadang membingungkan para pelaku dalam industri pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kegiatan wisata halal dalam fiqh Islam yang merupakan tinjauan konseptual yang menggunakan metode penelitian kualitatif melalui studi pustaka. Hasil penelitian ini adalah, wisata halal merupakan segmen pasar pariwisata dunia yang pertumbuhannya baik sejalan dengan terus tumbuhnya populasi Muslim dunia, jumlah kelas menengah di negara-negara yang penduduknya mayoritas Muslim, dan jumlah wisatawan Muslim dunia. Potensi tersebut menyebabkan banyak negara di dunia fokus melayani segmen wisata ini, baik negara Muslim maupun non-Muslim. Sayangnya, sampai saat ini belum ada keseragaman dan kesepakatan mengenai istilah, terminologi, isi, dan persyaratan wisata halal baik di dunia maupun di Indonesia. Standar pariwisata halal yang dianut dan digunakan oleh Indonesia dan beberapa negara lain di dunia saat ini relatif mengacu pada standar yang dibuat oleh Global Muslim Travel Index (GMTI), sedangkan prinsip dasar fiqh dalam pariwisata halal di Indonesia diadopsi dari Fatwa DSN-MUI No: 108/DSN-MUI/X/2016 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pariwisata Berdasarkan Prinsip Syariah.
The Role of Sharia Ta'awun Cooperative in Empowering the Community Economy (Case Study of Sharia Ta'awun Cooperative Klaten Regency) Rizki, Darlin; Athief, Fauzul Hanif Noor; Agustina, Ricka; Putri, Arum Brawijaya
AL- IKTISAB Journal of Islamic Economic Law Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : University of Darusssalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/al-iktisab.v6i2.8400

Abstract

••• English ••• This research aims to determine the role of sharia ta'awun cooperatives in community economic empowerment and to find out the opportunities and challenges that exist in sharia ta'awun cooperatives. This type of research is field research, which is carried out using qualitative research. This research method obtains data by means of interviews, documentation, and voice recordings. This research was conducted at the Sharia Ta'awun Cooperative, Klaten Regency. Sources of data used are primary data and secondary data. The data analysis technique used is descriptive qualitative type using a deductive mindset, namely by comparing theory with case studies from the field. The result of this research is the role of sharia ta'awun cooperatives in empowering the community's economy, namely by lending business capital to people in need in order to meet the needs of people's lives and achieve community welfare. While the opportunity in sharia ta'awun cooperative is to provide capital loans and also provide SHU for members who have long been established. In addition, the challenges faced by sharia ta'awun cooperatives are the lack of understanding of the sharia system applied by these cooperatives and the large number of conventional banks that now offer capital loans at low-interest rates. ••• Indonesian ••• Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran koperasi syariah ta'awun dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat serta untuk mengetahui peluang dan tantangan yang ada pada koperasi syariah ta'awun. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan, yang dilakukan dengan menggunakan penelitian kualitatif. Metode penelitian ini memperoleh data dengan cara wawancara, dokumentasi, dan rekaman suara. Penelitian ini dilakukan di Koperasi Syariah Ta'awun Kabupaten Klaten. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik analisis data yang digunakan adalah tipe deskriptif kualitatif dengan menggunakan pola pikir deduktif, yaitu dengan membandingkan teori dengan studi kasus dari lapangan. Hasil dari penelitian ini adalah peran koperasi syariah ta'awun dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat yaitu dengan meminjamkan modal usaha kepada masyarakat yang membutuhkan guna memenuhi kebutuhan hidup masyarakat dan mencapai kesejahteraan masyarakat. Sedangkan peluang dalam koperasi syariah ta'awun adalah memberikan pinjaman modal dan juga memberikan SHU bagi anggota yang telah lama berdiri. Selain itu, tantangan yang dihadapi oleh koperasi syariah ta'awun adalah kurangnya pemahaman tentang sistem syariah yang diterapkan oleh koperasi tersebut dan banyaknya bank konvensional yang sekarang menawarkan pinjaman modal dengan suku bunga rendah.

Page 7 of 16 | Total Record : 153