cover
Contact Name
Irma Antasionasti
Contact Email
irmaantasionasti07@unsrat.ac.id
Phone
+6282197285302
Journal Mail Official
irmaantasionasti07@unsrat.ac.id
Editorial Address
PS. Farmasi FMIPA Universitas Sam Ratulangi
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Farmasi Medica (Pharmacy Medical Journal) PMJ
ISSN : 26229463     EISSN : 2654640X     DOI : https://doi.org/10.35799/pmj.v4i1
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Farmasi Medika merupakan jurnal yang diterbitkan oleh PS. Farmasi FMIPA Universitas Sam Ratulangi dengan frekuensi terbit 2 kali dalam setahun di bulan Juni dan Desember. Tujuan pernebitan jurnal ini adalah untuk memberikan sarana bagi para akademisi, peneliti maupun praktisi untuk mempublikasikan artikel penelitian atau telaah artikel. Jurnal ini menyediakan isi yang dapat diakses secara bebas dan terbuka untuk umum sehingga dapat mendukung pertukaran pengetahuan
Articles 95 Documents
The Effect of taro tuber (colocasia esculenta L) infusion formulation on reducing cholesterol levels in female mice (mus musculus): Effect of taro tuber (colocasia esculenta L) infusion formulation on reducing cholesterol levels in female mice (mus musculus) khoiriyah, intan; agni hutahaen, titi; zuhriyah, ainu
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol. 6 No. 2 (2023): Vol. 6, No.2, 2023
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pmj.v6i2.50557

Abstract

Cholesterol is an essential building material for the body for the synthesis of important substances such as cell membranes and insulating materials around nerve fibers, as well as sex hormones, and kidney children, vitamin D, and bile acids. This study aims to determine which group of phytochemical compounds contained in liquid extract of taro tuber (Colocasia esculenta L.) has activity as a lowering of cholesterol levels and to determine whether taro tuber infusion (Colocasia esculenta L.) can reduce cholesterol levels in female mice. The dose used was the F1 dose of 0.3 ml/30 gram BW/day, the F2 dose was 0.6 ml/30 gram BW/day and the F3 dose was 0.9 ml/30 gram BW/day, in the K+ group using simvastatin 10 mg and K- using aqua injection. The results showed that at a dose of 0.3 ml/30 grams BW/day there was a relatively high reduction in cholesterol levels, namely 61 mg/dL, at a dose of 0.6 ml/30 grams BW/day it decreased by 48.8 mg/dL and at a dose of 0.9 ml /30 gram BW/day decreased with a low average of 19.4 mg/dL. However, a dose of 0.9 ml/30 gram BW/day is the best dose because it can reduce cholesterol levels quickly
FORMULASI SEDIAAN SIRUP OBAT BATUK MUKOLITIK EKSTRAK SERAI DAPUR (Cymbopogon citratus) DAN KEMANGI (Ocimum basilicum) Rahayu, Yuni Puji; Februyani, Nawafila; Ilmi, Moh. Mu'alliful
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol. 6 No. 2 (2023): Vol. 6, No.2, 2023
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pmj.v6i2.50789

Abstract

Salah satu penyakit yang paling sering dialami oleh masyarakat Indonesia adalah batuk sebanyak 9.975 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah serai dapur dan kemangi dapat diformulasikan menjadi sediaan sirup obat batuk mukolitik dan mengetahui konsentrasi terbaik dari formulasi sirup tersebut. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan desain true experimental dan RAL. Berdasarkan hasil penelitian serai dapur dan kemangi dapat diformulasikan menjadi sirup obat batuk mukolitik dengan tekstur kental, bau khas dengan warna kuning dan sudah homogen. Konsentrasi terbaik sediaan sirup obat pada pH 4 yaitu konsentrasi 1% sedangkan efektivitas mukolitik tertinggi dimiliki oleh sirup dengan konsentrasi 2% sebesar 81,03%.   Kata kunci: Saponin, Serai dapur, Kemangi, Mukolitik      
UJI KANDUNGAN DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN LEILEM (Clerodendrum minahassae) SEBAGAI KANDIDAT ZAT AKTIF SUNSCREEN Pongsapan, Abdul David; Prayoga, Deshanda Kurniawan; Hisan, Annisa Khoirotun; Rambi, Salfa Efata Glory; Edy, Hosea Jaya; Abdullah, Surya Sumantri
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7, No 1, Tahun 2024
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pmj.v7i1.45700

Abstract

Tanaman Leilem (Clerodendrum minahassae) merupakan tanaman endemik di Sulawesi Utara dan telah lama digunakan oleh masyarakat adat Minahasa sebagai sayur dan ramuan kuliner berbagai jenis resep daging. Hal ini dikarenakan selain dapat memberi rasa yang enak, daun leilem dipercaya mengandung antioksidan alami mampu menangkal efek buruk lemak hewani bagi kesehatan. Pada umumnya genus Clerodendrum mengandung senyawa antioksidan seperti senyawa-senyawa fenol dan flavonoid. Penelitian ini bertujuan mengindentifikasi senyawa metabolit sekunder secara kualitatif dan mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak daun leilem (C. minahassae) yang diduga dapat berperan sebagai agen fotoprotektif. Penelitian yang dilakukan meliputi ekstraksi, skrining fitokimia, dan uji aktivitas antioksidan. Hasil skrining fitokimia menunjukkan ekstrak daun leilem mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, dan steroid. Nilai IC50 ekstrak sebesar 54,75 ppm dikategorikan aktivitas antioksidan kuat. Oleh karena kandungan senyawa flavonoid dan polifenol yang terkandung serta aktivitas antioksidan kuat sehingga ekstrak etanol daun lelem dapat dijadikan zat aktif produk tabir surya alami.
Studi In Silico Senyawa Aktif Minyak Ikan Tindarung Sebagai Penurun Kolesterol Melalui Inhibitor HMG-KoA RUMALUTUR, CHRISTHALIA IEWANDA; PANI, PUTRI MARGARETHA GLAUDY; PRAYOGA, DESHANDA KURNIAWAN; LAPIAN, ALDA JULISTY GABRIELA; GONI, BRIGITA CHRISTANIA AURORA; FATIMAWALI; ANTASIONASTI, IRMA
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7, No 1, Tahun 2024
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pmj.v7i1.46260

Abstract

Tindarung fish oil contains omega-3 fatty acids, namely DHA (Docosahexaenoic acid) and EPA (Eicosapentaenoic acid). Therefore, tindarung fish oil has the potential to be developed as a cholesterol drug. This study aims to determine the activity of HMG-CoA reductase from fatty acids of tindarung fish oil using an in silico study with molecular docking. The receptor used was the enzyme HMG-CoA reductase (PDB ID: 1HW9) with the native ligand simvastatin prepared using YASARA. The fatty acid compounds were drawn using MarvinSketch at pH 7.4 with 10 confirmations. In the molecular anchoring process, the PLANTS program was used and visualized in 2D with Discovery Studio Visualizer and in 3D with Pymol. The native ligand showed a docking value of -76.4052. Compounds 1,2,3,8,11, and 12 had relative values for simvastatin of more than 95%. These compounds have molecular anchoring activity similar to simvastatin so it is predicted to be able to reduce cholesterol levels by inhibiting the HMG-CoA reductase enzyme.
A PENGUJIAN KADAR SENYAWA FLAVONOID EKSTRAK TERPURIFIKASI KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Sukmasnastiti, Messty; Suyono Saputri, Alip desi; Sa'ad, Muhammad
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7, No 1, Tahun 2024
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pmj.v7i1.48144

Abstract

Masyarakat Indonesi banyak yang mengonsumsi buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) karena rasanya yang enak dan bermanfaat untuk kesehatan serta harganya yang ekonomis. Kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhiz) memiliki banyak khasiat antara lain sebagai antioksidan dan imunomodulator. Salah satu kandungan senyawa sekunder yang terdapat pada kulit buah naga adalah flavonoid. Tujuan penelitian ini yaitu mempurifikasi ekstrak kental etanol 96% dan melakukan penetapan kadar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode maserasi dengan etanol 96% yang dilakukan selama 5 hari, purifikasi ekstrak kental hasil dari maserasi dengan pelarut etil asetat. Kemuadian dilakukan analisis kuantitatif dengan spektrofotometri UV-Vis. Analisis kuantitatif penetapan kadar flavonoid total ekstrak terpurifikasi menggunakan spektrofotometri UV-Vis diperoleh panjang gelombang 430 nm dan Operating Time 27 menit dengan menggunakan baku kuersetin. Berdasarkan hasil penelitian penetapan kadar flavonoid total ekstrak terpurifikasi kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhiz) yaitu sebesar 69,164 ± 0,0403 mgQE/g ekstrak (6,92 ± 0,01%). Kata kunci: Kulit buah naga merah, ekstrak purifikasi, spektrofotometri UV-Vis, kadar flavonoid
GAMBARAN DAN EVALUASI PENGUNAAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS PADA PASIEN OPERASI SESAR DI RSKIA “X” DI YOGYAKARTA TAHUN 2021: GAMBARAN DAN EVALUASI PENGUNAAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS PADA PASIEN OPERASI SESAR DI RSKIA “X” DI YOGYAKARTA TAHUN 2021 Rahmawati N., Anis; Fa'izah, Nurul; Hasanudin, Muhamad N.
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7, No 1, Tahun 2024
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pmj.v7i1.48410

Abstract

Sectio Caesarea (SC) adalah suatu pembedahan guna melahirkan anak lewat insisi pada dinding abdomen dan uterus. Antibiotik profilaksis adalah antibiotik yang diberikan sebelum insisi kulit yang bertujuan untuk mengurangi resiko infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter pasien (umur dan penyebab operasi sesar) dan mengevaluasi penggunaan antibiotik profilaksis (tepat waktu, tepat rute, dan tepat jenis antibiotik). Rancangan dalam penelitian ini adalah deskriptif observasional dengan menggunakan data retrospektif berupa rekam medik pasien sesar. Hasil penelitian dari 77 pasien didapat karakteristik pasien sesar terbanyak adalah umur 26-35 (47 pasien) dengan penyebab APS. Pemilihan antibiotik di RSKIA “X” Yogyakarta adalah 100% menggunakan seftriaksone. Hasil evaluasi berdasarkan tepat rute dan tepat waktu didapatkan 100% sesuai dengan pedoman sedangkan untuk pemilihan jenis pemberian belum dikatakan sesuai dengan pedoman Permenkes RI 2021 dan ASHP 2013 namun sesuai dengan Formularium RSKIA “X” Yogyakarta 2021.
Formulasi dan evaluasi sediaan sabun cair ekstrak etanol daun kersen Muhamad Harja, Harja
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol. 6 No. 2 (2023): Vol. 6, No.2, 2023
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pmj.v6i2.50160

Abstract

Daun kersen memiliki kandungan bermacam senyawa bioaktif misalnya flavonoid, saponin, dan tanin. Satudiantara bahan alami yang mempunyai nilai potensi untuk dikembangkan sebagai kosmetik adalah kersen(Muntingia calabura L.). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memformulasikan daun kersen (Muntingia calabura L.) sebagai sabun cair. Serbuk daun kersen dimeserasi menggunakan pelarut etanol 96%, kemudian dilanjutkan dengan skrining fitokimia. Hasil yang didapatkan menunjukan bahwa daun kersen mengandung senyawa flavonoid, saponin, dan tanin. Selanjutnya dilakukan pembuatan formulasi sediaan sabun cair. Sediaan sabun cair yang telah dibuat dievaluasi mutu sediaan (organoleptik, homogenitas, ph, dan tinggi busa). Hasil dari evaluasi sediaan ekstrak etanol daun kersen dengan konsentrasi 6%, 8%, dan 10%menunjukan telah memenuhisyarat sesuai standar SNI.
The Skrining dan Uji Penggolongan Fitokimia dengan Metode KLT pada Ekstrak Etanol Kemangi (Ocium basilicum L) dan Sereh Dapur (Cymbopogon ciratus) Ajeng pratiwi, Shoffi; Februyani, Nawafila; Basith, Abdul
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol. 6 No. 2 (2023): Vol. 6, No.2, 2023
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pmj.v6i2.50782

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan golongon senyawa fitokimia yang terkandung didalam ekstrak etanol kemangi (Ocimum basilicum L) dan sereh dapur (Cymbopogon ciratus) dan Untuk mengetahui hasil dari skrining dan uji penggolongan fitokimia dengan metode kromatografi KLT pada ekstrak etanol kemangi dan sereh dapur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen laboratorium. Dengan jenis penelitian RAL (rancangan acak lengkap). Ocimum basilicum L dan Cymbopogon ciratus diekstraksi dengan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Selanjutnya di uji skrining fitokimia meliputi flavonoid, alkoloid, tanin, saponin dan steroid dan di uji KLT meliputi jumlah noda, warna noda dan nilai Rf pada plat KLT. Hasil uji skrining fitokimia pada ekstrak etanol daun kemangi menunjukan hasil positif flavonoid, alkoloid tanin dan steroid sedangkan pada ekstrak etanol rimpang sereh dapur menunjukan positif flavonoid, alkoloid dan steroid. Hasil dari metode KLT ekstrak etanol kemangi adalah jenis senyawa flavonoid yang terikat yaitu flavonon tanpa 5-OH bebas dan flavonon dengan 3-OH bebas dan memiliki atau tidak memiliki 5-OH bebas, dan alkaloid jenis nikotin, dan jenis tanin terkondensasi dan memiliki kadar steroid 1,246%. Sedangkan pada ekstrak etanol sereh dapur mengandung flavonoid yang terikat yaitu flavonon tanpa 5-OH bebas dan flavonon dengan 3-OH bebas dan memiliki atau tidak memiliki 5-OH bebas, dan alkaloid jenis nikotin, dan dengan kadar steroid 1,024%
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN SABUN PADAT EKSTRAK ETANOL KULIT JERUK BALI (Citrus maxima) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus DAN Pseudomonas aeruginosa Putra, Teguh Adiyas; Ulfah, Mariam; Ayu Syarifah, Nyimas
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7, No 1, Tahun 2024
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pmj.v7i1.51127

Abstract

Grapefruit (Citrus maxima) has antibacterial activity mostly located in the peel. Compounds that are antibacterial in grapefruit peel (Citrus maxima) are flavonoids. The purpose of this study was to determine the best concentration of solid soap preparations of ethanol extract of grapefruit peel (Citrus maxima) that can inhibit the growth of Staphylococcus aureus and Pseudomonas aeruginosa bacteria. The method used is maceration by soaking simplisia in 96% ethanol for 1x24 hours then concentrated with a rotary evaporator and then evaporated with a watter bath. The finished extract was tested for phytochemical compounds of alkaloids, flavonoids, saponins and tannins. Then thin layer chromatography was carried out to emphasize flavonoid compounds. Then solid soap preparations were made with extract concentrations F1 5%, F2 7%, and F3 9%, then preparation evaluations were carried out such as organoleptic tests, homogeneity, pH, foam stability and cleaning power. After that, the antibacterial test was carried out using the disc method. The results of the diameter of the inhibition zone of the best Staphylococcus aureus antibacterial test were F3 9% concentration, which was 2.6 cm. While for Pseudomonas aeruginosa bacteria with 9% F3 concentration is also the best with an inhibition zone diameter of 1.3cm.
POTENSI INTERAKSI OBAT PADA PERESEPAN DI POLIKLINIK DIABETES RAWAT JALAN DI RS X SURABAYA Zulfa, Ilil Maidatuz; Hapsari, Badrahini Tri; Anastasia, Laurin
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7, No 1, Tahun 2024
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pmj.v7i1.51274

Abstract

Diabetes mellitus (DM) adalah penyakit metabolik kronis yang meningkatkan kadar glukosa darah sebagai akibat kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Seringkali, pengobatan farmakologis DM membutuhkan polifarmasi yang mengarah pada peningkatan potensi interaksi obat. Interaksi obat adalah efek suatu obat akibat obat lain yang diberikan lebih awal atau diberikan secara bersamaan atau ketika dua atau lebih obat berinteraksi. Akibatnya, efektivitas atau toksisitas obat mungkin terpengaruh. Penelitian ini bertujuan untuk mengobservasi interaksi obat yang berpotensi terjadi pada resep DM. Data dikumpulkan secara retrospektif dari catatan resep pada bulan Januari hingga September 2021. Analisis potensi interaksi obat dilakukan menggunakan aplikasi medscape dan halaman web drugs.com. Sebanyak 73 resep dianalisis dalam penelitian ini, Dari jumlah tersebut, 48 interaksi obat potensial ditemukan menggunakan aplikasi medscape dan 80 interaksi obat potensial diperoleh dari drug.com. Potensi interaksi obat yang paling sering berdasarkan mekanismenya adalah interaksi farmakodinamik sebanyak 68,75% (medscape) dan 70,00% (drugs.com) dengan tingkat keparahan paling banyak adalah interaksi yang membutuhkan monitoring lebih dekat (medscape) dan kategori sedang (drugs.com) sebanyak masing-masing 100,00% dan 92,75%. Interaksi obat potensial yang paling banyak diobservasi adalah antara metformin dan glimepiride sebanyak 31,17% yang dapat menyebabkan risiko hipoglikemia. Oleh karena itu, untuk meningkatkan keberhasilan pengobatan, disarankan untuk memperkuat kerjasama antara dokter dan staf farmasi untuk meminimalkan interaksi obat selama pengobatan dan pasien disarankan untuk rutin memeriksakan gula darahnya minimal 3 bulan sekali.

Page 7 of 10 | Total Record : 95