cover
Contact Name
Priyanto
Contact Email
priyanto@unja.ac.id
Phone
+6285266113072
Journal Mail Official
dikbastra@unja.ac.id
Editorial Address
Jl. Raden Mattaher No.16, Ps. Jambi, Kota Jambi, Jambi 36123
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
DIKBASTRA : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
Published by Universitas Jambi
ISSN : -     EISSN : 26211424     DOI : https://doi.org/10.22437/dikbastra
Core Subject : Education,
DIKBASTRA: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra is published by Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Jambi. DIKBASTRA: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra is registered with E-ISSN: 2621-1424. DIKBASTRA: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra is published 2 (two) times a year in March and November, contains articles/articles of thought and research written by experts, scientists, practitioners, and reviewers/reviewers on research results, conceptual ideas, studies and application of theory, literature reviews, and book reviews in the fields of language and literature teaching, language, and literature.
Articles 78 Documents
Fungsi dan Makna Pantun Upacara Sekujang Masyarakat Serawai di Desa Tapak Gedung Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu Saputra, Ade Bayu; Manjato, Ajat
DIKBASTRA: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 8 No. 1 (2025): DIKBASTRA: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
Publisher : Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/dikbastra.v8i1.44165

Abstract

This research aims to describe the function and meaning of pantun in sekujang ceremony of Serawai community in Tapak Gedung Village, Kepahiang Regency. The sekujang ceremony is held on the second or third day of Eid as a form of supplication and expression of gratitude through rhymes. This research used descriptive qualitative method with data collection techniques through semi-structured interviews, participatory observation, and documentation. Data analysis was conducted using an interactive approach consisting of data reduction, data presentation in the form of narratives and pantun quotations, and conclusion drawing through interpretation of the socio-cultural context. Data validity was strengthened through source triangulation, peer discussion, and member checking. The results showed that pantun in sekujang ceremony functions as a symbolic communication medium that conveys messages implicitly and politely, strengthens social interaction, and becomes a vehicle for preserving local cultural values. The functions of pantun include aesthetic aspects (beauty of sound and rhyme), phatic (maintaining social communication), conative (directing listener response), and emotive-referential (conveying emotions and cultural information). Apart from being entertainment, pantun also plays an educative role in teaching manners and strengthening solidarity through the egalitarian practice of meradai. The meaning of pantun reflects respect for ancestors, the value of politeness, and social solidarity that maintains harmony in the life of the Serawai people. This research recommends the preservation of pantun values to encourage the sustainability of traditions and awareness of the younger generation towards local culture.
Analisis Kebutuhan Pengembangan Materi Ajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Tingkat Dasar pada Topik Transportasi Umum Safitri, Nur Anita Syamsi; Shafariana, Shafariana; Asdah, Atikah Nurul
DIKBASTRA: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 8 No. 1 (2025): DIKBASTRA: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
Publisher : Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/dikbastra.v8i1.44512

Abstract

This research aims to analyze the need for teaching materials on the topic of public transportation for beginner level Indonesian Language Learners for Foreign Speakers (BIPA). The background of this research is based on the importance of the theme of public transportation as part of the basic communicative competence that foreign speakers need in everyday life in Indonesia. The method used is descriptive qualitative with a needs analysis approach, through data collection in the form of questionnaires, interviews, and reviewing existing teaching material documents. The research results show that basic level BIPA students need teaching materials that contain thematic vocabulary and functional expressions which are equipped with socio-cultural contexts such as price negotiation systems and typical South Sulawesi modes of transportation. In addition, students stated the need for visual and audio media, as well as dialogue-based exercises and role simulations to improve communicative skills in an integrative manner. These findings indicate that BIPA teaching materials need to be prepared contextually, communicatively, and based on learner needs. The implications of this research emphasize the importance of developing teaching materials that are thematically relevant, based on local cultural context, and supported by a needs-based learning approach in the BIPA program.
Praanggapan dalam Tuturan Humor Stand Up Comedy Indonesia Simbolon, Hardi Opes
DIKBASTRA: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 3 No. 2 (2020): DIKBASTRA Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
Publisher : Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/dikbastra.v3i2.8982

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis praanggapan dalam pernyataan humor stand up comedy Indonesia serta kontribusinya dalam menciptakan humor. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif yang mengkaji fenomena praanggapan dengan pendekatan pragmatik. Data berupa berupa tuturan komika raditya dika yang ditranskrip dari tayangan Youtube. Data dikumpulkan menggunakan metode unduh, simak, dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praanggapan yang terdapat dalam tuturan stand up comedy terdiri atas praanggapan eksistensial, praanggapan faktual, praanggapan leksikal praanggapan struktural, praanggapan nonfaktual, dan praanggapan konterfaktual. Hasil menunjukkan bahwa praanggapan eksistensial dan praanggapan leksikal muncul paling banyak dibanding praanggapan jenis lain. Praanggapan leksikal menjadi praanggapan yang memiliki kontribusi penting dalam proses penciptaan humor, baik dari segi kognitif, mekanisme semantis, maupun kontekstual.
Prinsip Sopan Santun Berbahasa dalam Acara Kick Andy di Metro TV: Talk Show bersama Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama Oktaviani, Yanti
DIKBASTRA: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 3 No. 2 (2020): DIKBASTRA Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
Publisher : Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan prinsip sopan santun berbahasa yang dituturkan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dalam talk show Kick Andy di Metro TV. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Data penelitian ini berupa tuturan dari Gubernur DKI Jakarta yang terekam dalam program talk show Kick Andy di Metro TV. Sumber data penelitian ini adalah video rekaman Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang berjudul Episode Ahok pada tahun 2016 dalam program talk show Kick Andy yang terdapat di youtube, dengan durasi video 1 jam, 3 menit, 18 detik. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri sebagai pengumpul data, penafsir, dan penganalisis data. Teknik pengumpulan data dari penelitian ini dengan menggunakan teknik simak dan catat. Teknik simak digunakan dengan cara menyimak penggunaan bahasa gubernur DKI Jakarta, teknik catat digunakan untuk mentranskripkan tuturan gubernur DKI Jakarta dalam program talk show Kick Andy di Metro TV yang terdapat di youtube. Data yang terkumpul dianalisis dengan mentraskripkan data, mengidentifikasi, mengklarifikasikan tuturan, mendeskripsikan analisis dan membuat kesimpulan. Hasil penelitian maksim-maksim prinsip sopan santun (PS) dalam talk show Kick Andy di Metro TV bersama Basuki Tjahaja Purnama ini berupa deskripsi pelanggaran maksim PS yang terdiri atas (a) maksim kerendahan hati, (b) maksim kedermawanaan, (c) maksim pujian, (d) maksim kesepakatan, (e) maksim simpati.
Penerapan Prinsip Kesantunan dalam Percakapan antara Pegawai Bank dengan Nasabah: Kajian Analisis Pragmatik Junika, Selviani
DIKBASTRA: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 3 No. 2 (2020): DIKBASTRA Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
Publisher : Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/dikbastra.v3i2.9118

Abstract

Penelitian ini mengkaji penerapan prinsip kesantunan dalam percakapan antara pegawaibank dengan nasabah. Fokus penelitian adalah penerapan maksim-maksim kesantunan yangdilihat dari adanya ketaklangsungan, pilihan, untung rugi, status sosial, jarak sosial, dan basabasi dalam percakapan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknikrekam, simak, dan catat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa maksim kearifanditerapkan dalam tuturan impositif atau direktif dan komisif. maksim kedermawananditerapkan dalam tuturan komisif, maksim pujian dan kerendahan hati diterapkandalam tuturan ekspresif, maksim kesepakatan diterapkan dalam tuturan asertif, danmaksim simpati diterapkan dalam tuturan asertif dan ekspresif. Wujud penerapanmaksim-maksim kesantunan dilatarbelakangi oleh ketaklangsungan, pilihan, untung-rugi, status sosial, jarak sosial, dan basa-basi sebagai indikator penerapan maksim kesantunan.
Pelanggaran prinsip kesantunan dalam film Lara Ati serta implikasinya terhadap penonton Hidayanti, Fitri
DIKBASTRA: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 1 (2022): DIKBASTRA Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
Publisher : Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/dikbastra.v5i1.25399

Abstract

Regional languages ​​do need to be preserved, but if in a general or national context, regional languages ​​must be set aside so as not to cause misunderstandings between speakers and speech partners. That is the case in the film Lara Ati by Bayu Skak which is September 2022. In this film 90% uses the regional language, namely Javanese, and several of the dialogues that are spoken are a violation of the principle of courtesy which has implications for the audience. In this study, researchers used a qualitative descriptive method with note-taking techniques. From the results of the study, six violations of the principle of politeness were obtained, including three violations of the maxim of sympathy, two violations of the maxim of wisdom, and one violation of the maxim of humility. The implication of violating the principle of courtesy is that the audience will be carried away and compelled to use speech or dialogue which turns out to contain a violation of the principle of courtesy.
Analisis nilai-nilai pendidikan karakter akhlak dilingkungan sekitar menurut "Buya Hamka” Dara tista
DIKBASTRA: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 1 (2022): DIKBASTRA Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
Publisher : Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/dikbastra.v5i1.25986

Abstract

Artikel ini peneliti buat untuk mengkaji tentang pemikiran Pendidikan karakter akhlak dari salah satu tokoh terkemuka di Indonesia yaitu Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau yang dikenal orang sebagai Buya Hamka. Artikel ini merupakan hasil penelitian analisis yang mencoba meneliti pendidikan karakter akhlak yang ada disekitar lingkungan yang menggunakan metode analisis data deskriptif kualiatatif, Pendidikan menurut Hamka tidak terlepas dari fungsi dan tujuannya yang melekat untuk mendidik karakter atau akhlak seseorang. Pemikiran Hamka mengenai Pendidikan, khususnya berkaitan dengan pendidikan karakter memiliki relevansi dengan pendidikan nasional pada saat ini. Pendidikan karakter holistik berbasis agama dan budaya menjadi satu solusi menjadikan pendidikan yang bermutu sehingga dapat menunjang pembangunan disegala bidang karakter yang kuat, berani, dan tidak mudah menyerah akan sangat membantu siapapun dan menjalani hidup. Tujuannya agar tersampainya pemikiran karakter buya hamka untuk menunjang karakteristik dunia pendidikan. Kata kunci: Pemikiran Buya Hamka,Pendidikan,Karakter,Islam  
Analisis Makna Konotatif dalam Seloko Adat Perkawinan Masyarakat Dusun Kebun Tanjung Jabung Barat Febriyanti, Dilva; Karim, Maizar; Nurfadilah, Nurfadilah
DIKBASTRA: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2025): DIKBASTRA: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
Publisher : Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seloko as an oral tradition in Jambi Malay traditional weddings in Kebun Hamlet not only functions as a language aesthetic, but also as a medium for transmitting cultural values. This study aims to uncover the connotative meanings contained in the traditional wedding seloko, which have not been widely explored in cultural linguistic studies. This study uses a qualitative approach with a hermeneutic method. Data in the form of seloko texts were collected through non-participant observation, video documentation of the wedding process on December 8, 2024, and semi-structured interviews with traditional leaders. Data were analyzed through reduction, presentation, and interpretive conclusion techniques, with data validity tested through triangulation of sources and methods. This study reveals complex connotative meanings in four main processions. (1) Ulur Antar Serah Terimo Adat and Lembago mean responsibility and commitment; (2) Ulur Antar Serah Terimo Pengantin means resilience and togetherness in the household; (3) Buka Lanse means sacredness, learning, and openness; (4) Tunjuk Ajar Tegur Sapo means advice and trust. The natural and cultural symbols in the seloko represent the integration of spiritual, social, and ecological values ​​of the Jambi Malay community. In traditional marriages, the seloko serves as a multidimensional cultural communication system, serving not only as a guideline for married life but also as a mechanism for preserving local wisdom. This research emphasizes the importance of a hermeneutic approach to understanding the flexibility and dynamics of meaning in oral traditions amidst social change.