cover
Contact Name
Wiryawan Permadi
Contact Email
obgyniajurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
obgyniajurnal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science
ISSN : 2615496X     EISSN : 2615496X     DOI : -
Core Subject : Health,
OBGYNIA (Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science ) adalah jurnal dalam bidang ilmu Obstetri & Ginekologi yang diterbitkan resmi oleh Departemen Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. OBGYNIA menerbitkan artikel penelitian tentang kemajuan ilmiah, manajemen klinis pasien, teknik bedah, kemajuan pengobatan dan evaluasi pelayanan, manajemen serta pengobatan dalam bidang obstetri & ginekologi.
Arjuna Subject : -
Articles 372 Documents
Gambaran Klinis dan Histopatologi Kanker Ovarium di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung Tahun 2019-2020 Salfa Aqilla; Ali Budi Harsono; Hasrayati Agustina
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 5 Nomor 1 Maret 2022
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia/v5n1.363

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran klinis dan histopatologi pasien kanker ovarium di RSHS tahun 2019-2020. Metode: Penelitian deskriptif ini dilaksanakan di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung dengan menggunakan data rekam medis pasien kanker ovarium yang didiagnosis secara histopatologi tahun 2019-2020. Sampel dipilih menggunakan metode total sampling. Hasil: Penelitian ini menunjukan dari 140 pasien, mayoritas berusia 46-55 tahun (31,4%), multipara (60,7%), dan IMT normal (57,1%). Pasien mayoritas mengeluhkan adanya benjolan pada abdomen (100%) dengan karakteristik kistik sebagian padat (51,4%), berbenjol (57,1%), unilateral (87,4%), dan immobile (35,0%). Kebanyakan pasien memiliki nilai haemoglobin (75,3%) dan albumin (20,7%) rendah. Tumor marker yang paling sering ditemukan adalah CA 125 (37,9%). Mayoritas pasien didiagnosis pada stadium III (47,1%), tipe histopatologi mucinous carcinoma (20,0%) dan dilakukan operasi complete surgical staging (46,8%).Kesimpulan: Pasien kanker ovarium tahun 2019-2020 terbanyak adalah pada usia 46-55, multipara, IMT normal, mengeluhkan massa pada abdomen dengan karakteristik kistik sebagian padat, berbenjol, unilateral. Umumnya pasien mengalami penurunan nilai haemoglobin dan albumin serta berada pada stadium III dengan tipe histopatologi mucinous carcinoma dan dilakukan operasi complete surgical staging.Clinical Features and Histopathology of Ovarian Cancer at RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung 2019-2020AbstractObjective: This study aimed to determine the clinical and histopathological features of ovarian cancer patients at Hasan Sadikin General Hospital Bandung 2019-2020.Method: This descriptive research was conducted at Hasan Sadikin General Hospital Bandung using medical record data for ovarian cancer patients diagnosed histopathologically in 2019-2020. The sample was selected using the total sampling method. Results: This study showed that from 140 patients, the majority were aged 46-55 years (31.4%), multiparous (60.7%), and normal BMI (57.1%). The majority of patients complained of a lump in the abdomen (100%) with the characteristics of a cyst with partially solid (51.4%), uneven surface (57.1%), unilateral (87.4%), and immobile (35.0%). Most patients had low hemoglobin (75.3%) and albumin (20.7%) values. The most common tumor marker found was CA 125 (37.9%). The majority of patients were in stage III (47.1%), the histopathological type of mucinous carcinoma (20.0%), and underwent complete surgical staging (46.8%).Conclusion: Most ovarian cancer patients in 2019-2020 were aged 46-55, multiparous, normal BMI, complained of a mass in the abdomen with the characteristics of a cyst with partially solid,uneven surface, unilateral. Generally, patients have decreased hemoglobin and albumin values were diagnosed as stage III, the histopathological type of mucinous carcinoma and underwent complete surgical staging.Key words: ovarian cancer, clinical features, histopathology
Pola Kuman dan Kepekaan Antibiotik pada Kasus Infeksi Luka Operasi Obstetri Iwan Irawan; M. Rizkar Arev Sukarsa; M. Alamsyah Aziz
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 5 Nomor 1 Maret 2022
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia/v5n1.343

Abstract

Tujuan: Mengetahui karakteristik pasien infeksi luka operasi (ILO) bidang Obstetri dan mendeskripsikan gambaran pola kuman serta kepekaan antibiotiknya di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Hasan Sadikin BandungMetode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional yang bersifat retrospektif dari rekam medis pasien obstetri yang terdiagnosis infeksi luka operasi di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung selama periode Juli 2020 - Juni 2021. Karakteristik subjek meliputi usia, berat badan, tinggi badan, body mass index (BMI),  dan paritas. Dalam penelitian ini digunakan tingkat ketelitian (α) 5%, tingkat kepercayaan 95% sehingga diperoleh nilai Z = 1,96. Deskripsi karakteristik dan status pasien ditampilkan dalam bentuk tabel. Data kategorik dideskripsikan dengan jumlah (n) dan persentase (%).Hasil: Hasil penelusuran rekam medis didapatkan sebanyak 20 pasien yang didiagnosis dengan ILO. Seluruh pasien yang mengalami ILO merupakan pasien pasca  seksio sesarea. Tidak didapatkan perbedaan yang bermakna pada rerata umur, berat badan, tinggi badan, BMI, dan sebaran paritas. Kesimpulan: ILO pada bidang obstetri seluruhnya terjadi pasca seksio sesarea. Tidak didapatkan perbedaan bermakna pada karakteristik pasien yang mengalami ILO. Pola kuman yang paling sering dijumpai adalah Escherichia coli dan Acinetobacter baumannii. Antibiotik yang sensitif terhadap mayoritas sampel adalah tigecycline dan meropenem.Antibiotic Susceptibility and Microbial Pattern in Obstetric Surgrical Wound InfectionAbstractObjective: To know the characteristics of surgical site infection (SSI) patients  in obstetrics field and describing the microbial pattern and their antibiotic sensitivity at the Hasan Sadikin General HospitalMethod: This study was a descriptive observational study with a retrospective cross sectional approach from the medical records of obstetric patients diagnosed with surgical wound infections at Dr. Hasan Sadikin Bandung during the period July 2020 - June 2021. Subject characteristics include age, weight, height, body mass index (BMI), and parity. In this study, the level of accuracy (α) 5%, 95% confidence level, so that the value of Z = 1.96 is obtained. Results: The results gained from tracing medical records and obtained as many as 20 patients diagnosed with SSI. All patients who experienced SSI were post-cesarean section patients. There were no significant differences in the mean age, weight, height, BMI, and parity distribution. Conclusion: There was a high prevalence of female sexual dysfunction among health practitioners at Hasan Sadikin General Hospital, accounting to 41.8%. There was no statistically significant difference between various demographic aspects and female sexual dysfunction. Key words: Microbial pattern, antibiotic, sensitivity, surgical site infection
Korelasi Indeks Massa Tubuh dengan Pertambahan Berat Badan Menurut The Institute of Medicine (IOM) selama Kehamilan terhadap Kejadian Persalinan Ekstraksi Vakum dan Persalinan Normal Yeni Komala; Tita Husnitawati Madjid; Hartanto Bayuaji
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 5 Nomor 1 Maret 2022
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia/v5n1.310

Abstract

Tujuan: Mengetahui korelasi indeks massa tubuh (IMT) dan penambahan berat badan menurut The Institute of Medicine (IOM) beserta besaran risiko terjadinya persalinan dengan ekstraksi vakum.Metode: Desain penelitian menggunakan metode case control dengan menggunakan data sekunder dari rekam medis pasien yang bersalin dengan bantuan ekstraksi vakum dan spontan pada empat rumah sakit di Kota Bandung tahun 2016–2020 secara random sampling sebanyak 460 responden.Hasil: Karakteristik pada persalinan ekstraksi vakum maupun persalinan spontan tidak berbeda. Rerata usia ibu saat bersalin pada kelompok persalinan ekstraksi vakum lebih tinggi dibandingkan dengan persalinan spontan (29 tahun vs 27 tahun). Pada kelompok persalinan ekstraksi vakum, proporsi primigravida lebih tinggi dibandingkan persalinan spontan, namun tidak bermakna secara statistik (p=0,217). Skor APGAR <7 pada menit pertama lebih banyak didapatkan dari bayi yang lahir dengan bantuan ekstraksi vakum (28,1%). Terdapat 3% bayi pada kelompok ekstraksi vakum dengan berat lahir di atas 4000 gram, kondisi ini bermakna secara statistik. Kesimpulan: IMT gemuk saat awal kehamilan bersifat protektif 0,27 kali terhadap persalinan ekstraksi vakum, sedangkan penambahan berat badan diatas rekomendasi IOM selama kehamilan meningkatkan risiko 9,76 kali untuk terjadinya persalinan dengan bantuan ekstraksi vakum.Relationship between Body Mass Index and Gestational Weight Gajn According to the Institute of Medicine on the Incidence of Vacuum ExtractionAbstractObjective: To determine the correlation between body mass index (BMI) and pregnancy weight gain according to the Institute of Medicine (IOM) and the magnitude of the risk of delivery by vacuum extraction.Methods: This was a case control study using secondary data from medical records of 460 patients who gave birth with vacuum extraction and spontaneous delivery at four hospitals in Bandung West Java in 2016–2020.Results: The characteristic were similar in both groups. The mean maternal age at delivery in the vacuum extraction group was higher than in the spontaneous delivery group (29 years vs. 27 years). In the vacuum extraction group, the proportion of primigravida was higher than that of spontaneous labor, but it was not statistically significant (p=0.217). The APGAR score <7 in the first minute was obtained more from babies born with vacuum extraction (28.1%). There were 3% of babies in the vacuum extraction group with birth weight above 4000 grams, this condition was statistically significant. Conclusion: Mothers with obese BMI during early pregnancy are 0.27 times protective against vacuum extraction deliveries, while mothers whose weight gain is above the IOM recommendation during pregnancy have a 9.76 times risk of having vacuum extraction deliveries.      Key words : Body mass index, pregnancy weight gain, the institute of medicine, vacuum extraction delivery
Ekspresi Enzim 1 Alfa-Hidroksilase Plasenta yang Rendah sebagai Faktor Risiko Terjadinya Preeklamsia Berat Florencia Desiree; I Wayan Artana Putra; I Wayan Megadhana; Anak Agung Ngurah Anantasika; Made Darmayasa; I Gde Sastra Winata
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 5 Nomor 2 September 2022
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia/v5n2.399

Abstract

Abstrak Tujuan: Untuk mengetahui ekspresi enzim 1-alfa-hidroksilase (CYP27B1) pada plasenta yang rendah sebagai faktor risiko terjadinya preeklamsia (PE) berat.Metode: Penelitian ini merupakan studi kasus-kontrol yang tak berpasangan, dengan total sampel 44 kasus dan kontrol. Sampel berupa plasenta yang diproses secara imunohistokimia, untuk melihat ekspresi enzim berdasarkan histoscore kumulatif (H-score) sebagai ekspresi rendah (H-score <200) atau ekspresi tinggi (H-score >200). Regresi logistik ganda digunakan untuk memperkirakan rasio odds yang disesuaikan (OR) dengan interval kepercayaan 95% (95% CI).Hasil: Ekspresi enzim 1alfa-hidroksilase plasenta yang rendah merupakan faktor risiko terjadinya PE berat sebesar sembilan kali lebih tinggi dibandingkan dengan ekspresi enzim 1-alfa-hidroksilase yang tinggi pada plasenta (OR 9,148; IK05% 2,072-40,386, p=0,002).Kesimpulan: Ekspresi rendah 1alfa-hidroksilase plasenta meningkatkan risiko terjadinya PE berat.Low Expression of 1 Alpha-Hydroxylase Enzyme in The Placenta as Arisk Factor for Preeclampsia with Severe FeaturesAbstractObjective: This study aims to determine the low expression of the 1-alpha-hydroxylase (CYP27B1) enzyme in the placenta as a risk factor for severe preeclampsia (PE).Methods: This study is an unpaired case-control study, with a total sample of 44 cases and controls. Samples were placentas that were immunohistochemically processed, to see enzyme expression based on the cumulative histoscore (H-score) as low expression (H-score <200) or high expression (H-score >200). Multiple logistic regression was used to estimate the adjusted odds ratio (OR) and 95% confidence interval (95% CI).Results: Low placental 1-alpha-hydroxylase expression was a risk factor for severe PE which was nine times higher than placental 1-alpha-hydroxylase expression (OR 9,148; 05% CI 2.072-40,386, p=0.002).Conclusions: Low placental 1alpha-hydroxylase expression increases the risk of severe PE.Key words: 1aplha-hydroxylase, expression, placenta, risk factor, severe preeclampsia
Front Cover, Editorial Team, Table of Contents, and Back Cover obgynia jurnal
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 5 Nomor 1 Maret 2022
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi Luka Operasi pada Kanker Ginekologi Siti Salima; Kemala Isnainiasih Mantilidewi; Ali Budi Harsono
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 5 Nomor 2 September 2022
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia/v5n2.425

Abstract

Infeksi luka operasi (ILO) merupakan infeksi pada area operasi yang terjadi dalam waktu 30 hari setelah intervensi bedah. Menurut World Health Organization (WHO), ILO merupakan jenis infeksi nosokomial yang paling sering terjadi pada negara berpenghasilan rendah dan menengah dengan insidensi 11,8 episode per 100 prosedur bedah.1 Infeksi luka operasi dilaporkan terjadi pada 2.6-4.3% pasien yang menjalani operasi.2 Insidensi ILO setelah histerektomi bervariasi mulai dari 1.7-11% tergantung pendekatan operasi, indikasi operasi, dan penggunaan antibiotik profilaksis
Profil Klinikopatologi Pasien Tumor Trofoblas Gestasional yang Dilakukan Operasi di RSUP DR. Hasan Sadikin Bandung Tahun 2017-2020 Aviscena Fahmi Ali; Dodi Suardi; Hermin Aminah Usman; Gatot Nyarumenteng Adhipurnawan Winarno; Andi Kurniadi
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 5 Nomor 2 September 2022
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia/v5n2.381

Abstract

Tujuan: Mengetahui proporsi klinis dan histopatologi pasien tumor trofoblas gestasional yang dilakukan operasiMetode: Penelitian ini menggunakan desain studi deskriptif, dengan pengambilan data menggunakan total sampling. Kriteria inklusi adalah Pasien tumor trofoblas gestasional yang dilakukan operasi dengan data lengkap.Hasil: Total 27 kasus, didapatkan bahwa pasien tumor trofoblas gestasional yang dilakukan operasi sebagian besar memiliki kategori usia ≥40 tahun (59,26%), paritas multipara (66,67%), kehamilan sebelumnya mola (66,67%), interval dengan kehamilan sebelumnya >12 bulan (55,56%), kadar β-hCG sebelum operasi 103 -<104 mIU/ml (40,74%), ukuran tumor terbesar ≥5 cm (88,89%), lokasi metastasis tidak ada (74,07%), jumlah metastasis 0 (74,07%), kegagalan kemoterapi agen multipel (74,07%), jenis operasi histerektomi (96,30%), kadar β-hCG setelah operasi <103 mIU/ml (77,78%),  dan gambaran histopatologi koriokarsinoma (88,89%). Diskusi: Penelitian ini didapatkan bahwa seluruh pasien tumor trofoblas gestasional yang dilakukan operasi memiliki skor FIGO/WHO ≥7 yang berarti berisiko tinggi.Kesimpulan: Kasus-kasus tumor trofoblas gestasional yang dilakukan operasi pada penelitian ini sebagian besar memberikan profil klinis berupa multipara, jenis kehamilan sebelumnya mola, dan kegagalan kemoterapi agen multipel dengan jenis histopatologi koriokarsinoma.Profile Clicopathological of Gestational Trophoblastic Neoplasia Patients Who Underwent Surgery at Dr. Hasan Sadikin General Hospital Bandung in 2017–2020AbstractObjective: Knowing the clinical and histopathological proportion of gestational trophoblastic neoplasia patients who underwent surgery.Methods: This study uses a descriptive study design and the data collection using total sampling. The inclusion criteria gestational trophoblastic neoplasia patients who underwent surgery with complete data.Result: : A total of 27 cases, it was found that the most GTN patients who underwent surgery had an age category of 40 years (59.26%), multiparity (66.67%), previous molar pregnancies (66.67%), intervals with previous pregnancies >12 months (55.56%), β-hCG levels before surgery 103 -<104 mIU/ml (40.74%), the largest tumour size 5 cm (88.89%), no metastatic site (74.07 %), failure of multiple agent chemotherapy (74,07%), hysterectomy surgery (96.30%), β-hCG level after surgery <103 mIU/ml (77.78% ), and histopathological features of choriocarcinoma (88.89%).Discussion: In this study, it was found that all gestational trophoblastic neoplasia patients who underwent surgery had a FIGO/WHO score ≥7 which means high risk.Conclusion: The gestational trophoblastic neoplasia cases that underwent surgery in this study presented a clinical profile of multiparity, previous molar pregnancy, and failure of multiple agent chemotherapy with histopathological type of choriocarcinoma.Key words: Profile, gestational trophoblastic neoplasia, operation
Korelasi Asupan Vitamin C dan vitamin D dengan Kadar Timbal Ibu Hamil Preeklamsia Anggun Hatika Riska; Yusrawati Yusrawati; Efrida Efrida
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 5 Nomor 2 September 2022
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia/v5n2.430

Abstract

Tujuan: Untuk mengetahui korelasi asupan vitamin C dan vitamin D dengan kadar timbal ibu hamil preeklampsia.Metode: Studi analitik korelatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini yaitu 33 orang ibu hamil preeklampsia bertempat tinggal radius ≤10 km, dan 33 orang ibu hamil preeklampsia bertempat tinggal radius >10 km dari PT. Semen Padang. Penelitian dilakukan di RSUD Rasidin, RSPTM Unand, RS. Hermina, RS. Tentara Reksodiwiryo, RS. Ibnu Sina, dan RSUP Dr. M. Djamil Padang pada bulan Mei 2021-Februari 2022. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa asupan vitamin C memiliki korelasi negatif yang sangat kuat dengan kadar timbal ibu hamil preeklamsia yang bertempat tinggal radius ≤10 km dari pabrik PT. Semen Padang (r=-0,872, p=0,000), sedangkan asupan vitamin C tidak berkorelasi dengan kadar timbal ibu hamil preeklamsia yang bertempat tinggal radius >10 km dari pabrik PT. Semen Padang (r=-0,049, p=0,785). Asupan vitamin D dengan kadar timbal ibu hamil preeklamsia yang bertempat tinggal radius ≤10 km dan >10 km dari pabrik PT. Semen Padang masing-masing memiliki korelasi negatif yang kuat dan sedang (r=- 0,696, r=-512, p=0,000, p=0,002).Kesimpulan: Terdapat korelasi asupan vitamin C dan vitamin D dengan kadar timbal ibu hamil preeklampsia setelah dikontrol variabel cofounding (radius tempat tinggal, status merokok, dan lingkungan tempat tinggal).Correlation of Vitamin C and Vitamin D Intake with Lead Levels in Pregnant Women with PreeclampsiaAbstract Objective: This study aims to determine the correlation between the intake of vitamin C and vitamin D with lead levels in  pregnant women with preeclampsia.Method: This research is a correlative analytic study with a cross-sectional. The sample of this study was 33 preeclampsia pregnant women living in a radius of ≤10 km, and 33 preeclampsia pregnant women residing in a radius of >10 km from PT. The research was conducted at Rasidin Hospital, RSPTM Unand, RS. Hermina, RS. Tentara Reksodiwiryo, RS. Ibnu Sina, and RSUP Dr. M. Djamil Padang in May 2021-February 2022. Results: Vitamin C intake has a very strong negative correlation with lead levels of preeclampsia pregnant women who live within a radius of ≤10 km from the Semen Padang Factory (r=-0.872, p=0.000), while vitamin C intake is not correlated with the lead levels of preeclampsia pregnant women who live in a radius of >10 km from the Semen Padang Factory (r=-0.049, p=0.785). Vitamin D intake with lead levels of preeclampsia pregnant women who live in a radius of ≤10 km and >10 km from the Semen Padang Factory each has a strong and moderate negative correlation (r=- 0.696, r=-512, p=0.000, p=0.002).Conclusion: There is a correlation between vitamin C and vitamin D intake and lead levels of preeclampsia in pregnant women after controlling for confounding variables (radius of residence, smoking status, and living environment).Key words : Lead, Vitamin C intake, Vitamin D intake, Preeclampsia.
Profil Penderita Kanker Endometrium di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung Periode Tahun 2017-2020 Siti Salima; Andi Kurniadi; Gatot N.A. Winarno; Dodi Suardi; Hanifah Nurisa Putri
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 5 Nomor 2 September 2022
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia/v5n2.386

Abstract

Tujuan: Mengetahui profil penderita kanker endometrium.Metode: Penelitian metode deskriptif dengan menggunakan data sekunder. Kriteria inklusi penelitian yaitu pasien dengan diagnosis kanker endometrium dilihat berdasarkan hasil histopatologi.Hasil: Distribusi pasien mayoritas berusia >50 tahun (62,0%), berasal dari Kota/Kabupaten Bandung (32,5%), memiliki indeks massa tubuh 18,5-22,9 kg/m2 (27,0%), multipara (36,5%), status postmenopause (59,0%), memiliki usia menarche ≥12 tahun (88,0%), tidak memiliki riwayat diabetes mellitus (66,0%) dan hipertensi (27,0%), terdiagnosis ketika stadium I (47,5%), dengan derajat diferensiasi baik/grade I (31,0%) dan tipe I endometrioid adenocarcinoma (82,5%). Terapi yang paling sering adalah tindakan operasi (50,0%) dengan tipe pembedahan histerektomi total dan salfingooforektomi bilateral (44,21%).Kesimpulan: Pasien kanker endometrium di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung periode tahun 2017-2020 ditemukan paling banyak berusia >50 tahun, dari Kota/Kabupaten Bandung, indeks massa tubuh normal, multipara, postmenopause, usia menarche ≥12 tahun, tidak ada riwayat DM dan hipertensi, terdiagnosis pada stadium I dengan tipe I endometrioid adenocarcinoma dan derajat diferensiasi baik (grade I), serta dilakukan tindakan operasi dengan tipe pembedahan histerektomi total dan salfingooforektomi bilateral.Profile of Endometrial Cancer Patients in Dr. Hasan Sadikin Central General Hospital Bandung in 2017–2020AbstractObjective: Identifying the profile of endometrial cancer patientsMethods: This research used descriptive method by collecting secondary data. The inclusion criteria was patients with endometrial cancer diagnosis based on the histopathological results.Results: In this research, the majority of patients were aged >50 years (62,0%), came from Bandung City/Regency (32,5%), with body mass index of 18,5-22,9 kg/m2 (27,0%), multiparous (36,5%), postmenopause (59,0%), menarcge age of  ≥12 years (88,0%), no history of diabetes mellitus (66,0%) and hypertension (27,0%), diagnosed at stage I (47,5%), with histopathological results well differentiated/grade I (31,0%) and type I endometrioid adenocarcinoma (82,5%). Surgery (50,0%) with the type of total hysterectomy and bilateral salpingoophorectomy (44,21%) was the most common treatment.Conclusion: In 2017-2020, endometrial cancer patient in Dr. Hasan Sadikin Central General Hospital Bandung were mostly found in the aged of >50 years, came from Bandung City/Regency, normal body mass index, multiparous, postmenopause, menarche age of ≥12 years, no history of diabetes mellitus and hypertension, diagnosed at stage I with histopathological result type I endometrioid adenocarcinoma and well differentiated (grade I), and the treatment was surgery with the type of total hysterectomy and bilateral salpingoophorectomy.Key words: Endometrial cancer, profile, risk factor
Relationship between Blood Lead Levels and Nitric Oxide (NO) Levels in Preeclampsia Rina Oktaviana; Yusrawati Yusrawati; Arni Amir
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 5 Nomor 2 September 2022
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia/v5n2.423

Abstract

Objective: This study aims to determine the relationship between blood lead levels and NO levels in preeclampsia.Methods: This research applied analytical survey research with a cross-sectional design. Moreover, the samples were 99 pregnant women, 33 with normal pregnancies, 33 with preeclampsia living >10km from Semen Padang factory, and 33 with preeclampsia who lived ≤10km from Semen Padang factory. Spearman correlation test and logistic regression analysis is used for data analysis.Result: The result of this study shows that the blood lead level median in preeclampsia ≤10km is 26.23 g/dL, and the lead level median in preeclampsia >10km is 23.52 g/dL. Meanwhile, the NO level median in preeclampsia ≤10km is 22.50µmol/L and NO level median in preeclampsia >10km is 28.00µmol/L. There is a relationship between blood lead levels and NO levels in preeclampsia ≤10km, with r-value = -0.601 and p-value <0.001, in preeclampsia >10km, there is no relationship with p-value >0.500 and the strength of the correlation is fragile. In addition, the results of multivariate analysis of reduced levels of NO in preeclampsia with high blood lead levels are two times compared to preeclampsia with normal blood lead levels with 95% CI (0.652-6.362) after being controlled by distance of residence, smoking status and living environment variables.Conclusion: there is a relationship between blood lead levels and NO levels in preeclampsia.Hubungan Kadar Timbal dengan Kadar Nitric Oxide (NO) pada Ibu Hamil PreeklampsiaAbstrakTujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar timbal dengan kadar Nitric Oxide (NO)  pada ibu hamil preeklampsia. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik, dengan rancangan cross sectional. Sampel diteliti sebanyak 99 orang ibu hamil, 33 orang ibu hamil normal dan 33 orang preeklampsia yang tinggal yang tinggal radius >10km, dan 33 orang preeklampsia yang tinggal radius ≤10km. Kadar timbal diperiksa menggunakan metode AAS dan Kadar Nitric Oxide (NO)  diperiksa menggunakan metode ELISA. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman dan analisis regresi logistik.Hasil: Hasil penelitian ini median kadar timbal pada preeklampsia ≤10km adalah 26,23 µg/dL, dan median kadar timbal preeklampsia >10km adalah 23,52 µg/dL. Median kadar Nitric Oxide (NO)  preeklampsia ≤10km adalah 22,50µmol/L, median kadar Nitric Oxide (NO) preeklampsia >10km adalah 28,00µmol/L. Terdapat hubungan kadar timbal dengan kadar Nitric Oxide (NO) pada preeklampsia ≤10km, diperoleh nilai r = -0,601 dan nilai p < 0,001, pada preeklampsia  >10km tidak terdapat hubungan dengan nilai p > 0.500 dan kekuatan korelasi sangat lemah. Hasil analisis multivariat penurunan kadar Nitric Oxide (NO) preeclampsia yang memiliki kadar timbal tinggi adalah 2 kali dibandingkan ibu hamil preeclampsia dengan kadar timbal normal dengan 95% CI (0.652-6.362) setelah dikontrol variabel jarak tempat tinggal, status merokok dan lingkungan tempat tinggal.Kesimpulan: Terdapat hubungan kadar timbal dengan kadar Nitric Oxide (NO)  pada ibu hamil preeklampsia.Kata kunci: Timbal, Nitric Oxide, Preeklampsia