cover
Contact Name
Wiryawan Permadi
Contact Email
obgyniajurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
obgyniajurnal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science
ISSN : 2615496X     EISSN : 2615496X     DOI : -
Core Subject : Health,
OBGYNIA (Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science ) adalah jurnal dalam bidang ilmu Obstetri & Ginekologi yang diterbitkan resmi oleh Departemen Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. OBGYNIA menerbitkan artikel penelitian tentang kemajuan ilmiah, manajemen klinis pasien, teknik bedah, kemajuan pengobatan dan evaluasi pelayanan, manajemen serta pengobatan dalam bidang obstetri & ginekologi.
Arjuna Subject : -
Articles 372 Documents
Front Cover, Editorial Team, Table of Contents, and Back Cover obgynia jurnal
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 5 Nomor 2 September 2022
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ACE2 Receptors Finding in Placenta with Intrauterine Fetal COVID-19 Infection: A Meta-Analysis Tigor Peniel Simanjuntak; Hanny Hadinata Wiranegara; Temmy Hadinata Wiranegara
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 5 Nomor 2 September 2022
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia/v5n2.412

Abstract

Objective: Association between ACE2 receptors in the placenta and the incidence of intrauterine COVID-19 infection in pregnant women infected with COVID-19 Methods: Systematic review and meta-analysis of placenta in pregnant women with COVID-19 infection, ACE2 receptor in placenta, and RT-PCR of neonates from COVID-19 pregnant women. This study followed the Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-analyses (PRISMA) protocol. Results: 6 journals meet the inclusion criteria. ACE2 receptors were found in syncytiotrophoblasts 72/72 (100%), cytotrophoblasts 41/72 (56.9%), extravillous trophoblasts 24/72 (33.3%), decidual cells 2/72 (2.7%), villous stromal cells 1/72 (1.3%), and 1/72 stromal cells (1.3%) with the incidence of neonates infected with SARS-CoV-2 from pregnant women with COVID-19 10.5%, odds ratio (OR) between ACE2 receptors and neonates infected with COVID-19 is 1.97 (95%CI 0.05–81.09), the pooled proportion of ACE2 receptor findings in 72 placentas in pregnant women with COVID-19 infection, syncytiotrophoblast 98.3 (95% CI 94.3–99.9), cytotrophoblast 40.3 (95% CI 2.3–88.9), and extravillous trophoblast 35.2 (95% CI 0.2–88.5). Conclusion: Expression of ACE2 receptors is always present in the placenta of pregnant women, and there is an association but non-significant between ACE2 receptors in the placenta and the incidence of COVID-19 intrauterine infection with an odds ratio of 1.97 (95%CI 0.05-81.09).Reseptor ACE2 Pada Plasenta dengan Kejadian Infeksi COVID-19 Intrauterine Pada Fetus: A Meta-AnalysisAbstrakTujuan: Hubungan antara reseptor ACE2 di plasenta dengan angka kejadian infeksi COVID-19 intrauterine pada ibu hamil yang terinfeksi COVID-19. Metode: Tinjauan sistematis dan meta-analisis plasenta pada ibu hamil COVID-19, reseptor ACE2 pada plasenta, dan hasil uji RT-PCR neonatus dari ibu hamil COVID-19. Penelitian ini mengikuti protokol Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-analyses (PRISMA). Hasil: 6 jurnal memenuhi kriteria. Reseptor ACE2 ditemukan di sinsitiotrofoblas 72/72 (100%), 41/72 sitotrofoblas (56.9%), trofoblas ekstravili 24/72 (33.3%), sel desidua 2/72 (2.7%), sel stroma vili 1/72 (1.3%), dan sel stroma 1/72 (1.3%) dengan insidensi neonatus yang terinfeksi SARS-CoV-2 dari ibu hamil dengan COVID-19 sebanyak 10.5%, odds ratio (OR) antara reseptor ACE2 dan neonatus terinfeksi COVID-19 adalah 1.97 (95%CI 0.05–81.09), proporsi gabungan penemuan reseptor ACE2 pada 72 plasenta ibu hamil COVID-19, sintiotrofoblas 98.3 (95%CI 94.3 – 99.9), sitotrofoblas 40.3 (95%CI 2.3 – 88.9), dan trofoblas ekstravili 35.2 (95%CI 0.2 – 88.5). Kesimpulan: Ekspresi reseptor ACE2 selalu ditemukan di plasenta ibu hamil, dan terdapat hubungan yang tidak bermakna antara reseptor ACE2 di plasenta dengan kejadian infeksi intrauterine COVID-19 yaitu odds ratio 1.97 (95%CI 0.05-81.09).Kata kunci : Infeksi COVID-19, Intrauterine, reseptor ACE2 plasenta.
Purandare Hysteropexy in A 32 Years Old Woman with Stage III Pelvic Organ Prolapse and Cesarean History: Case Report Kadek Fajar Marta; I Wayan Megadhana; I Gede Mega Putra; Andy Susanto
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 5 Nomor 2 September 2022
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia/v5n2.347

Abstract

Background: In reproductive age and low-parity women, pelvic organ prolapse is an uncommon case. Although this condition isn’t harmful, giving an appropriate treatment is important while considering women needs. This case report covers about the management of Purandare hysteropexy in a 32 years old woman with stage III pelvic organ prolapse and cesarean section history.Case: Conservative surgical therapy, Purandare hysteropexy, was performed on a reproductive age woman with stage III pelvic organ prolapse who wish to conserve her uterus.Result: Purandare hysteropexy was successfully performed on the patient, and she has better quality of life and minimal complaint after surgery.Conclusion: Purandare hysteropexy is an appropriate conservative surgical therapy, comparable to mesh using surgery, for women of reproductive age with pelvic organ prolapse.Histeropexi Purandare pada Wanita Usia 32 Tahun dengan Prolaps Organ Panggul Derajat III dan Riwayat Seksio Cesarea: Laporan KasusAbstrakLatar Belakang: Prolaps organ panggul adalah kasus yang jarang terjadi pada wanita usia reproduktif atau riwayat paritas rendah. Walaupun kondisi ini tidak berbahaya, terapi yang diberikan harus sesuai dengan keperluan dari wanita. Laporan kasus ini menggambarkan proses manajemen histeropexi purandare pada wanita usia 32 tahun dengan prolaps organ panggul wanita derajat III dan riwayat seksio cesarea.  Kasus: Terapi bedah konservatif, histeropexi purandare, dilakukan pada wanita usia reproduktif dengan prolaps organ panggul derajat III yang masih ingin mempertahankan uterusnya. Hasil: Purandare histeropeksi berhasil dilakukan pada pasien. Pasien mempunyai kualitas hidup dan keluhan yang minimal setelah prolaps organ panggul Kesimpulan: Histeropexi Purandare adalah terapi bedah konservatif, yang sesuai, setara dengan pembedahan yang menggunakan mesh, untuk dilakukan pada wanita usia reproduktif dengan prolaps organ panggul. Kata kunci: prolaps organ panggul, wanita usia reproduktif, purandare, histeropexi.
Hubungan Antara Rasio Neutrofil-Limfosit Terhadap Kejadian Metastasis Intraperitoneal pada Pasien Karsinoma Musinosum Ovari di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Tahun 2017-2020 Endang Purwati; Aditiyono Aditiyono; M. Yamsun; Vitasari Indriani; Oktavia Permatasari
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 5 Nomor 2 September 2022
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia/v5n2.431

Abstract

Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara rasio neutrofil-limfosit terhadap kejadian metastasis intraperitoneal pada pasien karsinoma musinosum ovari di RSUD Prof Dr. Margono SoekarjoMetode: Penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional dilakukan pada 43 pasien karsinoma musinosum ovari. Data diambil melalui rekam medis pemeriksaan laboratorium berupa neutrofil dan limfosit pre-operasi pertama tahun 2017-2020. Teknik pengambilan data menggunakan consecutive sampling. Data dianalisis secara statistik dengan uji chi-squareHasil: Penelitian menunjukkan bahwa dari 43 pasien, didapatkan rerata usia pasien 51 tahun, mayoritas stadium IIIB (25%). Rasio Neutrofil Limfosit katagori rendah ≤ 4,1 (30%), Rasio Neutrofil Limfosit  katagori tinggi >4,1 (70%) serta rerata Rasio Neutrofil Limfosit 10.74. Nilai Rasio Neutrofil Limfosit pada pasien yang mengalami metastasis cenderung lebih tinggi daripada pasien yang tidak mengalami metastasis. Lokasi metastasis karsinoma musinosum sebagian besar pada rongga pelvis. Analisis hubungan antara Rasio Neutrofil Limfosit dengan metastasis intraperitoneal secara statistik menunjukan (CI:0.22-9.12,p = 0,000; p ≤ 0,05).Kesimpulan: Terdapat hubungan antara rasio neutrofil-limfosit terhadap kejadian metastasis intraperitoneal pada karsinoma musinosum ovari.Correlation between Neutrophil Lymphocytes Ratio With Metastases Intraperitoneal Of Mucinous Ovary Cancer in Hospital Prof Dr Margono Soekarjo 2017-2020Abstract Objective: Purpose to determine the correlation between Neutrophils-Lymphocytes Ratio (NLR) with the metastases intraperitoneal of mucinous ovarian cancer patients in RSUD Prof Dr. Margono Soekarjo.Method: This study uses observational analytic method with cross-sectional design. The subjects of this study were 43 patients with mucinous ovary cancer which data neutrophil and lymphocytes pre one surgery. The data source comes from secondary data taken from the medical record installation in the period 2017-2020 using consecutive sampling technique.Results: This study showed that from 43 patients , the mean were aged 51 years. The majority were stage IIIB (25%). Neutrophil Lymphocyte Ratio low category ≤4.1 (30%), Neutrophil Lymphocyte Ratio high category >4.1 (70%) and the mean Neutrophil Lymphocyte Ratio 10.74. The location of mucinous carcinoma metastases is mostly in the pelvic cavity. Analysis of the correlation between NLR with metastases intraperitoneal showed that statistically (CI:0.22-9.12,p = 0,000; p ≤ 0,05).Conclusion: There is correlation between Neutrophils-Lymphocytes Ratio (NLR) with the metastases intraperitoneal of mucinous ovarian cancer.Key words: carsinoma mucinous ovary cancer,neutrophil-lymphocyte ratio (NLR),metastases intraperitoneal
The Role of Vitamin D and Vitamin D Receptor in Placenta Accreta Spectrum: A Literature Review Putri Mirani; Peby Maulina Lestari; Krisna Murti; Iche Andriyani Liberty; Cindy Kesty; Hana Andrina; Bella Stevanny
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 6 Nomor 1 Maret 2023
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia/v6n1.480

Abstract

Objective: This study aims to review the role of vitamin D and vitamin D receptor in Placenta Accreta Spectrum Disorder (PASD)Method: This review used several databases, namely Google Scholar, Science Direct, Elsevier, Medline, PubMed, Proquest, dan Wiley Online Library to search original and review articles in English about placenta accreta spectrum, placenta accreta, vitamin D, and vitamin D receptor in the last 10 years. Other reference sources used were guidelines and textbooks.Results: A total of four articles were included in this review.Discussion: Placenta accreta spectrum disorder is becoming more common around the world, owing to the rise in cesarean deliveries. It is linked to several risk factors, including a lack of vitamin D. Vitamin D and its receptor stimulate endometrial decidualization, which aids implantation. Vitamin D receptors in human placental trophoblasts create and respond to 1,25(OH)2D3, which promotes the conversion of endometrial cells to decidual cells. Women with PASD are mostly suffering from vitamin D deficiency. Conclusion: Vitamin D levels may influence trophoblast invasion in PASD and can be a potential diagnostic marker.Peran Vitamin D dan Reseptor Vitamin D dalam Spektrum Plasenta Akreta: Suatu Tinjauan PustakaAbstrakTujuan: Penelitian ini bertujuan untuk meninjau peran vitamin D dan reseptor vitamin D dalam Spektrum Plasenta Akreta (SPA)Metode: Tinjauan pustaka ini menggunakan beberapa sumber data yaitu Google Scholar, Science Direct, Elsevier, Medline, PubMed, Proquest, dan Wiley Online Library untuk mencari artikel penelitian dan tinjauan pustaka dalam Bahasa Inggris mengenai plasenta akreta, vitamin D, dan reseptor vitamin D dalam 10 tahun terakhir. Sumber referensi lain yang digunakan adalah pedoman dan buku teks.Hasil: Sebanyak empat artikel dimasukkan dalam ulasan ini.Diskusi: Spektrum Plasenta Akreta terjadi lebih sering di seluruh dunia karena meningkatnya persalinan sesar. Plasenta akreta terkait dengan beberapa faktor risiko termasuk kekurangan vitamin D. Vitamin D dan reseptornya merangsang desidualisasi endometrium dan berperan dalam implantasi. Reseptor vitamin D pada trofoblas plasenta membuat dan merespons 1,25(OH)2D3 yang mendorong konversi sel endometrium menjadi sel desidua. Mayoritas wanita dengan SPA mengalami kekurangan vitamin D.Kesimpulan: Kadar vitamin D dapat mempengaruhi invasi trofoblas pada SPA dan berpotensi menjadi penanda diagnostik.Kata kunci: spektrum plasenta akreta, reseptor vitamin D, vitamin D
Effectiveness of Vitamin D Suplementation in Pregnant Women with Vitamin D Deficiency to Improved Fetal Biometry Donel S.; Ruza Prima Rustam; Inayah Inayah; M. Yulis Hamidy; Ratu Astuti Dwi Putri; Machyuddin T.M Pangaribuan; Ahmad Fahruddin; Maya Savira
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 6 Nomor 1 Maret 2023
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia/v6n1.461

Abstract

Objective: The aim of this study was to determine the effect and effectiveness of vitamin D on fetal biometry.Method: This study was a Quantitative Study of two quasi-experimental groups. The research was conducted in Rupat District, Bengkalis Regency, Riau Province from June 2022 to August 2022. The research sample was pregnant women with vitamin D deficiency who were divided into an intervention group of 20 subjects and a control group of 20 subjects.Results: Examination of vitamin D levels in pregnant women and examination of fetal biometry was carried out. Then given a 1000 IU vitamin D supplement to pregnant women with vitamin D deficiency levels, re-evaluated after 3 months vitamin D levels in pregnant women and re-measured fetal biometry. There were significant differences in Fetal Biometrics between the pre-Intervention and post-Intervention studies in the intervention group with p=0.001. The intervention group also showed that there was an increase in the proportion of Normal Biometrics from 8 subjects before the intervention compared to 13 subjects after 3 months of vitamin D supplementation interventionConclusion: Vitamin D supplementation for 3 months in pregnant women with Vitamin D deficiency is proven to improve fetal health through Fetal Biometry examination.Efektivitas Suplemen Vitamin D dalam Meningkatkan Biometri Janin pada Wanita Hamil dengan Defisiensi Vitamin DAbstrakTujuan: Studi ini bertujuan mengetahui dampak dan efektivitas vitamin D terhadap biometri janin.Metode: Studi kuantitatif ini mengunakan dua grup dengan pendekatan kuasi-eksperimental. Penelitian ini dilaksanakan di Rupat, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau dari Juni 2022 hingga Agustus 2022. Sampel penelitian ini adalah Wanita hamil dengan defisiensi vitamin D yang dibagi menjadi grup intervensi sebanyak 20 orang dan grup kontrol sebanyak 20 orang.Hasil: Dilakukan pengukuran kadar vitamin D pada Wanita hamil dan biometri janin. Pada grup intervensi diberikan suplementasi vitamin D 1000IU dan dievaluasi kembali kadar vitamin D setelah tiga bulan dan dilakukan kembali biometri janin. Terdapat perbedaan signifikan pada biometri janin sebelum dan sesudah intervensi dengan p=0.001. Grup intervensi juga menunjukkan peningkatan proprorsi biometri normal dari 8 orang menjadi 13 orang setelah tiga bulan suplementasi vitamin DKesimpulan: Suplementasi vitamin D selama tiga bulan pada Wanita hamil dengan defisiensi vitamin D terbukti membantu kesehatan janin melalui pemeriksaan biometri janin.Key words: Biometri, Defisiensi Vitamin D, Kehamilan
Characteristics of Patients with Morbidly Adherent Placenta at Dr. Hasan Sadikin Hospital Bandung Muhammad Alamsyah Aziz; Dewi Retno Wulandari
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 6 Nomor 1 Maret 2023
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia/v6n1.413

Abstract

AbstractObjective: Morbidly adherent placenta (MAP) is one of the causes of postpartum haemorrhage that impacts morbidity, hysterectomy, and mortality. This study reviewed patient characteristics and disease features in tertiary referral hospital patients with MAP.Methods: This is a quantitative descriptive study conducted on patients with MAP in September 2019–September 2020. Patient data were sourced from medical records. The characteristics described in this study include sociodemographic characteristics, obstetric history (gestation, parity, and abortion), history of caesarean section (CS), history of curettage, comorbidities, and current disease description and outcomes (bleeding, infant outcome, length of stay, death).Result: A total of 24 patients were diagnosed post-operatively as MAP in this study. Most of the patients were multi-parity, had a history of CS or curettage, and had comorbid placenta previa. Most of the patients came for CS plans or went with the chief complaint of bleeding. All patients were managed by hysterectomy. There was one case of maternal death and one case of fetal death.Conclusion: The characteristics of the patients in this study reflect the risk factors and general features of MAP.Karakteristik Pasien MAP di RSUP Dr. Hasan Sadikin BandungAbstrakTujuan: Morbidly adherent placenta (MAP) merupakan salah satu penyebab perdarahan pasca-salin yang berdampak pada morbiditas, tindakan histerektomi, dan mortalitas. Penelitian ini dilakukan untuk meninjau karakteristik pasien dan gambaran penyakit pada pasien dengan MAP di rumah sakit rujukan tersier.Metode: Penelitian ini merupakan deskriptif kuantitatif yang dilakukan pada pasien dengan MAP pada September 2019–September 2020. Data pasien bersumber dari rekam medik. Karakteristik yang dideskripsikan pada penelitian ini meliputi karakteristik sosiodemografi, riwayat obstetrik (gestasi, paritas, dan abortus), riwayat seksio caesarea (SC), riwayat kuretase, komorbid, dan gambaran penyakit terkini serta luarannya (perdarahan, luaran bayi, lama perawatan, kematian).Hasil: Sebanyak 24 pasien yang terdiagnosis pasca-bedah sebagai MAP pada penelitian ini. Sebagian besar pasien multi paritas, memiliki riwayat SC ataupun kuretase, dan memiliki komorbid plasenta previa. Sebagian besar pasien datang untuk rencana SC ataupun datang dengan keluhan utama perdarahan. Semua pasien ditatalaksana dengan histerektomi. Kematian pada ibu terjadi sebanyak satu kasus dan anak terjadi sebanyak satu kasus.Kesimpulan: Karakteristik pasien pada penelitian ini merefleksikan faktor risiko dan gambaran umum MAP.  Kata kunci: morbidly adherent placenta, plasenta akreta, plasenta inkreta, plasenta perkreta.
The Relation Between Prenatal Maternal Stress and Sleep Quality of Pregnant Women in Palembang Raissa Nurwany; Rachellida Niapulina; Alfian Hasbi; Syifa Alkaf; Budi Santoso; Swanny Swanny
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 6 Nomor 1 Maret 2023
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia/v6n1.467

Abstract

Objective: The aim of this research is to know incidence and relationship between prenatal maternal stress and sleep quality in pregnant women in Palembang City. This study also aims to determine the factors that influence prenatal maternal stress.Method: Observational analytic study by collecting questionnaires on October 18 - November 19, 2022 in 6 puskesmas in Palembang City. This study used Pregnancy Stress Rating Scale (PSRS) and Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), followed by calculating the Prevalence Risk.Results: In this study, the results obtained were that of 56 pregnant women in Palembang City, 57.1% experienced stress (mild stress (51.8%) and moderate stress (5.3%)). There were 39.3% of pregnant women with good sleep quality and 60.7% with poor sleep quality. It was found that there was a significant relationship between prenatal maternal stress and sleep quality of pregnant women (PR=4.350; 95% CI; (1.979 – 9.564; p= 0.000). There was a significant relationship between the age of pregnant women and prenatal maternal stress (PR= 0.323; 95) % CI: (0.168 – 0.612); p=0.000) and a significant relationship between maternal work and prenatal maternal stress (PR= 0.425; 95% CI: (0.198 – 0.913); p = 0.013)Conclusion: 57.1% of pregnant women in Palembang experienced stress and 60.7% have poor sleep quality. There was significant relationship between prenatal maternal stress and sleep quality in pregnant women in Palembang City. Factors that influence prenatal maternal stress, namely age and mother's occupation.Hubungan antara Prenatal Maternal Stress dan Kualitas Tidur Ibu Hamil di Kota PalembangAbstractTujuan: Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui insidensi dan hubungan antara prenatal maternal stress dan kualitas tidur pada ibu hamil di Kota Palembang. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi prenatal maternal stress.Metode: Penelitian analitik observasional dengan mengumpulkan kuisioner pada tanggal 18 Oktober - 19 November 2022 di 6 puskesmas di Kota Palembang. Penelitian ini menggunakan Pregnancy Stress Rating Scale (PSRS) dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) yang kemudian dilanjutkan penghitungan Prevalence Risk .Hasil: Pada penelitian ini diperoleh hasil, dari 56 ibu hamil di Kota Palembang sebanyak 57,1% mengalami stres (stres ringan (51,8%) dan stres sedang (5,3%)). Terdapat 39,3% ibu hamil dengan kualitas tidur baik dan 60,7% dengan kualitas tidur buruk. Ditemukan bahwa ada hubungan signifikan antara prenatal maternal stress dan kualitas tidur ibu hamil (PR=4.350; 95% CI; (1.979 – 9.564; p= 0,000). Terdapat hubungan signifikan antara usia ibu hamil dengan prenatal maternal stress (PR= 0,323; 95% CI: (0.168 – 0.612); p=0,000) dan hubungan yang signifikan antara pekerjaan ibu dengan prenatal maternal stress (PR= 0.425; 95% CI: (0.198 – 0.913); p = 0,013)Kesimpulan: Sebanyak 57,1% ibu hamil di kota Palembang mengalami stres dan 60,7% memiliki kualitas tidur buruk. Terdapat hubungan signifikan antara prenatal maternal stress dan kualitas tidur pada ibu hamil di Kota Palembang. Faktor yang mempengaruhi  prenatal maternal stress, yaitu usia dan pekerjaan ibu. Kata kunci: Ibu hamil, Prenatal Maternal Stress, Kualitas Tidur
Association Hypoxia Inducible Factors-1 Alpha (HIF-1 α) Levels and Epithelial Ovarian Cancer (EOC) Asmuliadi Asis; Nugraha Utama Pelupessy; Johnsen Mailoa; Maisuri Tajuddin Chalid
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 6 Nomor 1 Maret 2023
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia/v6n1.438

Abstract

Objective: This study was conduct to investigate the association of the HIF-1α with stage,hystological type of ephitelial ovarian cancer (EOC).Methods: This study is an observational study with a cross-sectional design on 72 women diagnosed with epithelial ovarian carcinoma who underwent surgical staging in a period of 2017 to 2019 in Wahidin Sudirohusodo Hospital. Measurement of HIF1a concentration was performed and further categorized into weak, moderate and strong and then analyzed with age, parity, history of abortion, ascites, type of histopathology, cancer stage and CA-125 serum level.Result: There’s a significant relationship between HIF-1a expression and stage (p<0.05), where moderate expression of HIF1a was the most dominant with a total of 32 (44.4%) people. Moderate-to-strong expression of HIF1a was found more in patients with epithelial ovarian carcinoma than weak-to-negative HIF1a expression. More patients with stage III-IV ovarian carcinoma were found with moderate-to-strong HIF1a expression (51 people). Conclusion: HIF1a expression was found to be increased along with the progression of epithelial ovarian cancer stage where positive HIF1a expression was found more in patients with stage III/IV compared to stage I/II.Hubungan Antara Kadar Hypoxia Inducible Factors-1 Alpha (HIF-1 α) dengan  Karsinoma Ovarium Tipe EpitelialAbstrakTujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar HIF-1 alpha dan karsinoma ovarium tipe epithelialMetode: Penelitian ini menggunakan desain case-control pada 72 perempuan dengan karsinoma ovarium tipe epitelial yang telah menjalani surgical staging selama tahun 2017 hingga 2019 di RS Wahidin Sudirohusodo. Peneliti mengukur kadar HIF1a dan mengkategorikan dalam negatif, lemah, sedang, dan kuat serta menilai hubungannya dengan usia, paritas, riwayat abortus, ascites, jenis histologi, stadium kanker ovarium, dan kadar CA-125.Hasil: Terdapat hubungan antara stadium dan ekspresi HIF1a (p<0.05). HIF1a dengan ekspresi-sedang didapatkan paling banyak yaitu 32 (44.4%) orang. Lebih banyak ditemukan ekspresi HIF1a sedang-kuat pada pasien karsinoma ovarium tipe epithelial dibandingkan ekspresi HIF1a negatif-lemah. Pasien karsinoma ovarium stadium 3-4 lebih banyak ditemukan dengan ekspresi HIF1a sedang-kuat (51 orang). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara ekspresi HIF1a dan stadium kanker ovarium tipe epitelial yaitu ekspresi positif HIF1a lebih banyak ditemukan pada pasien dengan stadium III/IV dibandingkan stadium I/II.Kata kunci: Karsinoma ovarium tipe epitelial, Hypoxia Inducible Factor 1 alpha (HIF1a), stadium kanker
Front Cover, Editorial Team, Table of Contents, and Back Cover obgyn jurnal
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 6 Nomor 1 Maret 2023
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract