cover
Contact Name
Muhammad Ihsan
Contact Email
ihsan@iainpalopo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.iqro@iainpalopo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
IQRO: Journal of Islamic Education
ISSN : 26222671     EISSN : 26223201     DOI : -
Core Subject : Education,
IQRO: Journal of Islamic Education is a peer-reviewed scholarly online journal. The IQRO is published twice in July and December. IQRO welcomes every paper on Islamic education and applications in the domain of islamic education: original theoretical work, literature review, research reports, curriculum, learning e
Arjuna Subject : -
Articles 329 Documents
Aktualisasi Program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Era Digitalisasi Di SMAS NU Toboali Fauzi; Siti Patimah; Nur Hidayah; M. Indra Saputra
IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 7 No. 2 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FTIK IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/iqro.v7i2.6077

Abstract

This study aims to analyze the implementation and relevance of the "7 Habits of Great Indonesian Children" program at SMAS NU Toboali in creating a high-quality learning process by instilling the steps of habitual good practices in students' daily lives. Through these good practices, the school can fulfill its function of producing a generation of students who are more competent and prepared to face the challenges of the digitalization era while also addressing the issue of moral degradation in the current context. The "7 Habits of Great Indonesian Children" program focuses on instilling excellent character values and cultivating students' habitual orderly lifestyles in their everyday lives with the guidance, direction, and supervision of parents and teachers at school. These good practices are essential for students to face the challenges of the times while maintaining their identity as a generation that is physically and mentally healthy, possesses integrity, and is adaptive and innovative.
Model Pembelajaran Sinektik Perspektif Al-Qur’an dan Implementasinya Pada Pendidikan Akidah-Akhlak Bagi Remaja Asep Maskur
IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 7 No. 2 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FTIK IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/iqro.v7i2.6096

Abstract

The Qur'anic Perspective Synectical Learning Model is a learning model designed and constructed to enhance and develop spiritual, intellectual, emotional, and social creativity. The development and improvement are carried out through a series of activities to optimize the function of all potential possessed, especially hearing, sight, and heart, guided by the principles and instructions of the Qur'an. The purpose of this research is to find out the synectic learning model from the perspective of the Qur'an and its implementation in akidah-akhlak education for adolescents. The method used in this research is a qualitative approach to literature. The findings in this study were obtained through the analysis related to the discourse of the synectic learning model and the theory of Progressivism philosophy. John Dewey believes that Progressivism is a school of education philosophy that is forward-oriented and positions students as one of the subjects of education who have provisions and potential to develop themselves and have the ability to solve various problems faced. This philosophy also believes that every human being, through their different experiences, always wants change, develops, and becomes better. Synectic activities and the philosophy of Progressivism both emphasize that creativity is an essential element in the development of human life. Similarly, the interpretation of the Qur'anic verses, especially Surah al-Nahl verse 78 and Surah Ali Imran verses 190 to 195 about Ulu al-Albâb and. In the view of Ibn Katsir, Sayyid Qutbh, and Quraish Shihab, Ulu al-Albâb, with all its characteristics, has inspired an ideal figure that must be born as a product of a learning process. This research has limitations on the synectic learning model from the perspective of the Qur'an and its implementation in akidah-akhlak education for adolescents, as well as recommendations for further research to conduct research with other learning models.
Implementasi Program ISMUBA (Al-Islam Kemuhammadiyahan dan Bahasa Arab) Melalui Kegiatan Muhadhoroh dalam Membentuk Sikap Percaya Diri Siswa di SMA Muhammadiyah 8 Ciputat Mahliga Fitriansyah; Siti Shofiyah; Ummah Karimah; Vina Inayatul Matin
IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 7 No. 2 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FTIK IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/iqro.v7i2.6127

Abstract

The emergence of the 4.0 age has increasingly caused the younger generation to rely on technology in every part of their lives. This is detrimental to society, especially for those who would rather use social media than interact with others in class. While they surf in the virtual world, they are less secure in the real world. This study aims to clarify how the religious program, muhadhoroh, is implemented to form the students' self-confidence at SMA Muhammadiyah 8 Ciputat, South Tangerang. This study employs a descriptive qualitative research methodology. Utilizing interviews and observation as data collection methods. Data reduction was used to analyze this study's data. According to the survey, muhadhoroh exercises help pupils become more confident while enhancing their language and communication skills, resulting in positive outcomes. The muhadhoroh activities are conducted regularly every Friday, and the officers are scheduled to take turns from each class.
Al-Fitnah dalam Al-Quran: Memahami Berbagai Dimensi dan Maknanya Ahmad Mudzakkir; Muh. Yusuf; Hasyim Haddade
IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 7 No. 2 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FTIK IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/iqro.v7i2.6130

Abstract

Al-Quran menyajikan konsep al-fitnah yang mengandung beragam makna dan dimensi, mencakup ujian, cobaan, godaan, siksaan, kesesatan, dan kekacauan. Pemahaman yang komprehensif terhadap konsep al-fitnah sangat penting bagi umat Islam agar dapat mengartikan pesan-pesan Al-Quran dengan benar dan mengamalkan ajaran Islam secara kaffah. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji pengertian al-fitnah secara mendalam, mengidentifikasi berbagai jenis al-fitnah yang disebutkan dalam Al-Quran, serta mengeksplorasi strategi-strategi dalam menghadapi dan mengatasinya. Hasil kajian menunjukkan bahwa al-fitnah memiliki makna yang luas dan beragam, termasuk di dalamnya fitnah syahwat, fitnah syubhat, fitnah kekuasaan, dan fitnah ujian. Al-Quran mengajarkan berbagai cara untuk menghadapi al-fitnah, di antaranya memperkuat keimanan dan ketaqwaan, menuntut ilmu agama, berpegang teguh pada Al-Quran dan Sunnah, dan memilih pergaulan yang baik. Dengan memahami konsep al-fitnah dan menerapkan strategi-strategi tersebut, diharapkan umat Islam dapat melewati berbagai ujian dan godaan dalam kehidupan dengan tegar dan mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.
Prinsip-Prinsip Belajar dan Pembelajaran: Dasar Teoretis dan Implikasinya sri mulyani; Muljono Damopolii; Yuspiani Yuspiani
IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 8 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FTIK IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/iqro.v8i1.6150

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi prinsip belajar dan pembelajaran. Penelitian ini menggunakanan library research atau studi kepustakaan. Adapun beberapa prinsip belajar dan pembelajaran yang ditemukan dalam penelitian ini adalah: (1) prinsip perhatian dan motivasi, (2) prinsip keaktifan, (3) prinsip keterlibatan langsung, (4) prinsip pengulangan, (5) prinsip tantangan, dan (6) prinsip perbedaan individu. Prinsip perhatian dan motivasi menekankan pentingnya menciptakan suasana belajar yang menarik dan relevan melalui penghargaan, tantangan, serta pengaitan materi dengan aplikasi nyata. Prinsip keaktifan mengharuskan peserta didik berperan aktif dalam proses pembelajaran melalui diskusi, proyek kolaboratif, dan simulasi yang mendorong keterlibatan langsung. Prinsip keterlibatan langsung memfasilitasi pemahaman mendalam dengan melibatkan peserta didik dalam eksperimen, praktik, dan presentasi materi. Pengulangan materi memperkuat ingatan melalui latihan berkala, ulasan rutin, dan diskusi kolaboratif. Prinsip tantangan mendorong peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif melalui tugas-tugas analitis dan pemecahan masalah. Prinsip perbedaan individu menggarisbawahi pentingnya pembelajaran berdiferensiasi yang disesuaikan dengan gaya belajar, kemampuan, dan kebutuhan peserta didik. Penelitian ini terbatas pada kajian literatur sehingga tidak mengobservasi penerapan prinsip-prinsip belajar secara langsung di kelas. Selain itu, cakupan sumber literatur terbatas pada database tertentu, yang mungkin belum sepenuhnya mewakili semua penelitian terkait. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melakukan studi empiris dengan pendekatan kualitatif atau kuantitatif guna mengeksplorasi implementasi prinsip-prinsip ini di kelas serta dampaknya terhadap hasil belajar peserta didik. Selain itu, memperluas cakupan sumber literatur akan memperkaya temuan.
Implementasi Problem Based Learning (PBL) dalam Meningkatakn Kompetensi Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Desita Erviani
IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 7 No. 2 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FTIK IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/iqro.v7i2.6162

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penerapan Problem-Based Learning (PBL) dalam meningkatkan kompetensi siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui pendekatan studi pustaka. PBL dipilih sebagai pendekatan inovatif yang berfokus pada pengembangan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan penguasaan nilai-nilai agama yang relevan dengan kehidupan siswa. Data diperoleh dari literatur primer dan sekunder yang mencakup artikel jurnal, buku, tesis, serta dokumen kebijakan pendidikan, dan dianalisis menggunakan metode analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PBL memiliki dampak signifikan terhadap peningkatan kompetensi kognitif, afektif, dan psikomotor siswa. Pada materi spesifik PAI, PBL efektif dalam pengajaran akidah akhlak, fikih, Al-Qur’an Hadis, dan sejarah Islam, dengan memberikan manfaat sesuai karakteristik masing-masing materi. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dengan memperluas kajian tentang penerapan PBL dalam konteks pembelajaran agama Islam dan kontribusi praktis berupa rekomendasi strategi pembelajaran yang inovatif. Rekomendasi bagi penelitian selanjutnya meliputi eksplorasi penerapan PBL pada jenjang pendidikan yang lebih luas dan analisis efektivitas menggunakan pendekatan mixed methods.
Konsepsi Moralitas dan Pendidikan Nilai dalam Pendidikan Islam Bayanuddin Munir
IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 7 No. 2 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FTIK IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/iqro.v7i2.6231

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep moralitas dalam pendidikan Islam berdasarkan kajian literatur. Moralitas dalam pendidikan Islam memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik, sehingga diperlukan pemahaman yang mendalam mengenai nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.Penelitian ini menggunakan metode penelitian pustaka (library research) dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber literatur yang relevan, seperti buku, artikel ilmiah, jurnal, dan dokumen terkait. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang terdiri dari empat tahapan utama: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moralitas dalam pendidikan Islam berlandaskan pada ajaran Al-Qur'an, Hadis, dan pemikiran ulama. Nilai-nilai moral diajarkan melalui keteladanan, pembiasaan, serta lingkungan yang mendukung. Selain itu, pendidikan moral dalam Islam tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga menitikberatkan pada pembentukan sikap dan karakter peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pemahaman dan penerapan konsep moralitas dalam pendidikan Islam diharapkan dapat membentuk individu yang berakhlak mulia dan bertanggung jawab dalam masyarakat.
Tingkat Kesejahteraan Spiritual Anak Binaan LPKA I Tangerang Ummah Karimah; Romlah Ghany; Wiwied Widiyanti; Azka Putra Prawira
IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 7 No. 2 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FTIK IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/iqro.v7i2.6337

Abstract

Spiritual well-being itself has been recognized as the spiritual condition of individuals who feel their lives are good and can function optimally. Various studies have been conducted to reveal what factors can influence the level of spiritual well-being. Spiritual well-being in foster children can be a foundation for them in facing a critical and turbulent period at the completion of the sentence, because the problems faced in completing the sentence at LPKA can be felt increasingly concerning and transformed into critical personal problems because it has led to various forms of decline in the spiritual well-being of a foster child. Therefore, it is important to have happiness for foster children as an indicator of quality of life. The condition of spiritual well-being in foster children was assessed in terms of age, gender, socioeconomic status of parents, and intentional activities. The results of the study indicate that the average spiritual wellbeing is low and reveal that there are significant differences in the spiritual wellbeing of foster children in terms of gender, socioeconomic status of parents and involvement in intentional activities. The most influential dimension of spiritual well-being is usually found in environmental mastery, where children in the adolescent phase feel happy when they are able to master their environment well. The purpose of the research he conducted was to express the level of spiritual well-being of children fostered by LPKA I Tangerang. Thus, they can complete the period of serving their sentence in a timely manner. The stages of research methods through field research and descriptive qualitative approach by examining data in the form of scientific journals, books, and manuscripts. The results of this study are expected to have recommendations for higher education institutions, namely Islamic universities, especially in carrying out their duties as educational institutions that educate the lives of generations, require insight and knowledge related to aspects that can affect the development of students as individuals who continue to develop through the provision of lecture assignments not only in educational institutions but in correctional institutions so that students have new and many experiences and insights.
Efektifitas Model Pembinaan Ma’had Al Jamiah Terhadap Nilai Pendidikan Islam Mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Palopo Imam Pribadi; Muhammad Yusuf
IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 8 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FTIK IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/iqro.v8i1.6338

Abstract

Model pembinaan penanaman nilai-nilai pendidikan Islam mahasiswa melalui program Ma’had Al-Jamiah di Universitas Muhammadiyah Palopo adalah kegiatan yang dilaksanakan secara intensif mulai hari Senin sampai dengan hari Kamis. Kegiatan tersebut diawali dengan melaksanakan Sholat Dhuhur secara berjamaah di Masjid. Kegiatan ini wajib di ikuti oleh seluruh mahasiswa semester I dan II. Model Pembinaan Ma’had Al-Jamiah terfokus pada materi baca tulis al-Qur’an, Akhlak dan Ibadah. Mahasiswa peserta Ma’had Al-Jamiah di bombing oleh para Instruktur Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan Dosen yang mengampu mata kuliah Al Islam dan Kemuhammadiyahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palopo yang terlibat dalam pembinaan Ma’had Al Jamiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembinaan yang diterapkan pada program pembinaan Ma’had Al Jamiah terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman nilai-nilai pendidikan Islam mahasiswa. Mahasiswa yang mengikuti kegiatan pembinaan secara aktif mengalami peningkatan dalam pengetahuan agama dan pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan uraian ini, disarankan agar model pembinaan terus diperbaiki dan disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa agar dapat lebih optimal dalam meningkatkan nilai pendidikan Islam di Universitas Muhammadiyah Palopo.
Scientific Literacy Instrument In Indonesia: A Systematic Literature Review Using Prisma Lidwina Tae; Lucky Nindi Riandika Marfu’i; Feliksitas Angel Masing; I Wayan Sukarjita
IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 8 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FTIK IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/iqro.v8i1.6359

Abstract

The research topic about scientific literacy assessment has become the concern of many scientists recently, including Indonesian researchers. This study aims to conduct a systematic literature review about scientific literacy instrument research in Indonesia for the last 24 years. This research used Preferred Reporting Items for Systematic reviews and Meta-Analyses (PRISMA) to identify and screen the articles to be reviewed. In the initial stage, as many as 3,926 articles were found in the database of Google Scholar using several related keywords. Using 7 inclusion criteria that have been determined in the screening process, 102 articles were selected to be reviewed by the researchers in this study. It was found that research on scientific literacy instruments in Indonesia has been growing massively in recent years, with the majority of respondents coming from the western part of Indonesia, making students from the central and eastern areas underrepresented. Reflecting on these findings, challenges and opportunities will be discussed in this paper, along with the suggestion for future research.