cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sampang,
Jawa timur
INDONESIA
KABILAH : Journal of Social Community
ISSN : 25029649     EISSN : 25033603     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
KABILAH (Journal of Social Community) Print-ISSN: 2502-9649 and Online-ISSN: 2503-3603, this journal is published by Institute for Research and Community Service (LP2M) Islamic College Nazhatut Thullab Sampang Madura. Journal published twice a year, every June and December. This journal contains conceptual articles and research result report about social community from the perspective of religion, education, law, economy and culture.
Arjuna Subject : -
Articles 223 Documents
Implementasi Literasi dan Motivasi Membaca Siswa Di SMKN I Omben Sampang Ali Wafa; Moh. Wardi
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 4 No. 2 (2019): Desember
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.974 KB) | DOI: 10.35127/kbl.v4i2.3628

Abstract

Abstrak: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan datanya menggunakan observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Dalam pemilihan sumber data menggunakan purposive sampling karena pertimbangan tertentu. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa: Pertama, motivasi baca siswa SMKN 1 Omben masih tergolong rendah, yang disebabkan oleh banyak faktor, yaitu: faktor letak geografis (pedesaan); paradigma orang tua termasuk masyarakat pada umumnya; orang tua perantau (TKI/TKW); kurangnya kesadaran siswa; kurangnya hubungan atau kerjasama antara orang tua dengan sekolah; pengaruh perkembangan teknologi. Kedua, ada dua peran guru dalam meningkatkan motivasi baca siswa: peran sebagai motivator dan peran sebagai fasilitator, guru memberikan atau menyediakan berbagai fasilitas yang dapat memudahkan siswa dalam proses belajar. Ketiga, implementasi literasi sebagai kegiatan yang wajib untuk berkunjung ke perpustkaan sekolah selama 35 menit sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan oleh pihak pengelola perpustakaan. Tujuannya untuk menumbuhkan kesadaran siswa tentang pentingnya membaca dan untuk menambah wawasan ilmu pengetahuan.Kata Kunci: Motivasi, membaca, Literasi Abstract:This research uses a qualitative approach. The data collection method uses observation, in-depth interviews and documentation. In selecting data sources using purposive sampling because of certain considerations. Based on the results of the study, that: First, the motivation to read SMKN 1 Omben students is still relatively low, which is caused by many factors, namely: geographical location factors (rural); the paradigm of parents including society in general; immigrant parents (TKI/TKW); lack of student awareness; lack of relationship or cooperation between parents and school; the influence of technological development. Second, there are two roles of the teacher in increasing students' reading motivation: the role of a motivator and the role of a facilitator, the teacher providing or providing various facilities that can facilitate students in the learning process. Third, the implementation of literacy as a mandatory activity to visit the school library for 35 minutes in accordance with the schedule determined by the library manager. The aim is to foster student awareness of the importance of reading and to broaden scientific insights.Keywords: Motivation, Read, Literacy
Fenomena Penyesatan Dalam Tradisi Praktik Pertunangan Di Sampang Madura Muqoffi Muqoffi
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 4 No. 2 (2019): Desember
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (724.498 KB) | DOI: 10.35127/kbl.v4i2.3652

Abstract

Abstrak:Tunangan disyariatkan dalam Islam dengan cara dan pola tertentu agar menjadi pintu masuk yang tepat dalam menghindari disharmoni keluarga, baik dengan istri, mertua dan seluruh elemen rumah tangga. Namun dalam fakta sosial, praktik tunangan di masyarakat Sampang Madura banyak terjadi distorsi disebabkan penyesatan yang sistematis dan masif. Hasil penelitian menemukan setidaknya ada 5 penyesatan, yaitu: 1. Penyesatan dalam memaknai tunangan. Sekket dan lamaran menjadi seremonial wajib untuk meresmikan ikatan tunangan. Sementara dalam Islam cukup kesepakatan melalui lisan dan dianjurkan merahasiakan status tunangan tersebut, bukan diviralkan dengan acara sekket dan lamaran, 2. Penyesatan konsep menerima tunangan. Mumpung laku dan takut sakkal sering menjadi alasan untuk menerima pinangan dari siapapun. Sedangkan dalam Islam calon yang agamanya baik dan berakhlak menjadi kriteria yang utama untuk menciptakan keluarga yang ideal, 3. Penyesatan tujuan menunangkan. Sebagai tameng dari hujatan dan agar menjadi jodoh banyak dijadikan tujuan menunangkan putranya. Tujuan yang justeru menjadi lumbung kemunkaran dan kerusakan keluarga, 4. Penyesatan budaya pertemuan dan 5. Penyesatan tradisi tukar cincin.Kata Kunci: Penyesatan, Tunangan, SampangAbstract:Fiance is prescribed in Islam in certain ways and patterns so that it becomes an appropriate entrance in avoiding family disharmony, both with his wife, in-laws and all elements of the household. But in social facts, the practice of fiance in the Sampang Madura community is often distorted due to systematic and massive misdirection. The results of the study found that there were at least 5 deceits, namely: 1. Deception in interpreting fiance. Sekket and proposal become ceremonial mandatory to formalize the engagement. While in Islam it is quite an agreement through word of mouth and it is recommended to keep the status of the fiance a secret, not to be neutralized by a program of securities and applications, 2. The misdirection of the concept of accepting a fiancée. While behavior and fear are often the reason to accept proposals from anyone. Whereas in Islam a candidate whose religion is good and moral is the main criterion for creating an ideal family. As a shield from blasphemy and in order to become a mate many used as the goal to get his son engaged. Precisely the aim of becoming a granary of confusion and damage to the family, 4. Misdirection of cultural encounters and 5. Misdirection of the tradition of ring exchange.Keywords: Misdirection, Fiance, Sampang
Fenomena Penyesatan Dalam Tradisi Praktik Pertunangan Di Sampang Madura Muqoffi, Muqoffi
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 4 No. 2 (2019): Desember
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (724.498 KB) | DOI: 10.35127/kbl.v4i2.3652

Abstract

Abstrak:Tunangan disyariatkan dalam Islam dengan cara dan pola tertentu agar menjadi pintu masuk yang tepat dalam menghindari disharmoni keluarga, baik dengan istri, mertua dan seluruh elemen rumah tangga. Namun dalam fakta sosial, praktik tunangan di masyarakat Sampang Madura banyak terjadi distorsi disebabkan penyesatan yang sistematis dan masif. Hasil penelitian menemukan setidaknya ada 5 penyesatan, yaitu: 1. Penyesatan dalam memaknai tunangan. Sekket dan lamaran menjadi seremonial wajib untuk meresmikan ikatan tunangan. Sementara dalam Islam cukup kesepakatan melalui lisan dan dianjurkan merahasiakan status tunangan tersebut, bukan diviralkan dengan acara sekket dan lamaran, 2. Penyesatan konsep menerima tunangan. Mumpung laku dan takut sakkal sering menjadi alasan untuk menerima pinangan dari siapapun. Sedangkan dalam Islam calon yang agamanya baik dan berakhlak menjadi kriteria yang utama untuk menciptakan keluarga yang ideal, 3. Penyesatan tujuan menunangkan. Sebagai tameng dari hujatan dan agar menjadi jodoh banyak dijadikan tujuan menunangkan putranya. Tujuan yang justeru menjadi lumbung kemunkaran dan kerusakan keluarga, 4. Penyesatan budaya pertemuan dan 5. Penyesatan tradisi tukar cincin.Kata Kunci: Penyesatan, Tunangan, SampangAbstract:Fiance is prescribed in Islam in certain ways and patterns so that it becomes an appropriate entrance in avoiding family disharmony, both with his wife, in-laws and all elements of the household. But in social facts, the practice of fiance in the Sampang Madura community is often distorted due to systematic and massive misdirection. The results of the study found that there were at least 5 deceits, namely: 1. Deception in interpreting fiance. Sekket and proposal become ceremonial mandatory to formalize the engagement. While in Islam it is quite an agreement through word of mouth and it is recommended to keep the status of the fiance a secret, not to be neutralized by a program of securities and applications, 2. The misdirection of the concept of accepting a fiancée. While behavior and fear are often the reason to accept proposals from anyone. Whereas in Islam a candidate whose religion is good and moral is the main criterion for creating an ideal family. As a shield from blasphemy and in order to become a mate many used as the goal to get his son engaged. Precisely the aim of becoming a granary of confusion and damage to the family, 4. Misdirection of cultural encounters and 5. Misdirection of the tradition of ring exchange.Keywords: Misdirection, Fiance, Sampang
Meningkatkan Kemampuan Speaking Siswa dengan Media Board game di MTs Nahdlatun Nasyiin Kadur Pamekasan Muhammad Darrin zuhri; Kusyairi Kusyairi
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 4 No. 2 (2019): Desember
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35127/kbl.v4i2.3494

Abstract

Abstrak: Pengajaran Speaking (berbicara) sangatlah penting. Kenyataannya, banyak siswa mendapatkan masalah untuk berbicara bahasa Inggris dan mendapatkan motivasi belajar yang rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji apakah board game dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa di kelas VIII MTs Nahdlatun Nasyin Kadur pamekasan dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi meningkatkan keterampilan berbicara. Penelitian ini diklasifikasikan ke dalam tindakan kelas penelitian. Data dikumpulkan melalui penilaian, observasi, dan wawancara. Temuan penelitian ini telah menjawab pertanyaan penelitian, bahwa menggunakan permainan papan game (board games) dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswadi MTs Nahdlatun Nasyiin Kadur Pamekasan. Board game (papan permainan) adalah bentuk permainan yang sangat menyenangkan sehingga bisa memberikan tanmbahan semangat untuk bisa berbicara bahasa Inggris dengan mudah dan cepat. Teknik ini sangat berguna untuk meningkatkan siswa keterampilan berbicara dan motivasi belajar. Kata kunci: Keterampilan, berbicara, papan permainan Abstract: Teaching Speaking is very important. In fact, many students have problems speaking English and getting low learning motivation. The purpose of this study is to test whether board games can improve the speaking skills of students in class VIII of MTs Nahdlatun Nasyin Kadur village and to find out the factors that influence improving speaking skills. This study was classified into research class actions. Data is collected through assessment, observation, and interviews. The findings of this study have answered the research question, that using board games can improve the speaking skills of students at MTs Nahdlatun Nasyiin Kadur Pamekasan. A board game is a form of play that is very fun so it can provide a lot of enthusiasm to be able to speak English easily and quickly. This technique is very useful for improving students' speaking skills and learning motivation. Keywords: Skills, Speaking, Board game
Analisis Produktivitas dan Efisiensi Hutan Tanaman Industri dalam Produksi Kayu Bulat di Indonesia Ahmad Yani
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 4 No. 2 (2019): Desember
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35127/kbl.v4i2.3626

Abstract

Abstrak: Produktivitas dan efisiensi merupakan masalah penting dalam sebuah kegiatan usaha, begitu juga dalam kegiatan industri kehutanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat produktivitas kegiatan hutan tanaman industri dalam memproduksi kayu bulat di Indonesia dalam kaitannya dengan dua faktor utama yaitu luas lahan budidaya dan tenaga kerja lapangan. Kajian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi linear berganda. Hasil analisis regresi linier berganda memperlihatkan adanya hubungan linier antara variabel luas lahan budidaya, variabel tenaga kerja lapangan dengan variable produksi. Temuan lain produktivitas hutan tanaman industri dalam menghasilkan kayu bulat semakin meningkat dan efisien. Variabel luas lahan budidaya merupakan faktor yang berpengaruh positif dan signifikan pada produksi kayu bulat, naiknya luas lahan akan menaikkan produksi kayu bulat. Tenaga kerja juga berpengaruh positif tetapi tidak signifikan pada produksi kayu bulat. Rasio produksi kayu bulat terhadap tenaga kerja menunjukkan efisiensi pemakaian tenaga kerja. Dengan tenaga kerja yang sedikit menghasilkan produksi yang lebih banyak. Kata kunci: industri kehutanan, luas lahan budidaya kehutanan. Abstract: Productivity and efficiency are important issues in a business activity, as well as in the activities of the forestry industry. This study aims to analyze the level of productivity of industrial plantations in producing logs in Indonesia in relation to two main factors, namely the area of ​​cultivated land and field labor. This study was conducted with a quantitative approach with multiple linear regression analysis methods. The results of multiple linear regression analysis showed a linear relationship between the variable area of ​​cultivated land, the variable of field labor with the variable of production. Another finding is the productivity of industrial plantations in producing logs and increasing and efficient. The variable area of ​​cultivated land is a factor that has a positive and significant effect on log production, increasing the area of ​​land will increase log production. Labor also has a positive but not significant effect on log production. The ratio of log production to labor shows the efficient use of labor. With less labor, more production Keywords: field labor, forestry cultivation land area.
Pengembangan Destinasi Wisata Pantai Sembilan Kepulauan Giligenting Sumenep Melalui Pelatihan Bahasa Inggris Kepariwisataan Bagi Kelompok Sadar Wisata, Remaja dan Pedagang Kuliner Zainollah Zainollah; Amiruddin Amiruddin
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 5 No. 1 (2020): Juni
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35127/kbl.v5i1.3800

Abstract

Abstrak: Pelatihan Bahasa Inggris kepariwisataan (English for tourism) ini dilaksanakan di Wisata Pantai Sembilan Giligenting Sumenep. Pelatihan dilakukan dengan cara memberikan pendidikan Bahasa inggris kepariwisataan dalam bentuk lecturing dan practice oleh instruktur berpengalaman dari dalam dan luar negeri (native speakers). Berdasarkan analisis dan refleksi, ada lima dampak signifikan yang dihasilkan dari Pelatihan ini: (1) kesadaran masyarakat tentang pentingnya Bahasa inggris dalam pengembangan pariwisata sangat meningkat, (2) kemampuan dan keterampilan Bahasa inggris masyarakat dampingan sangat meningkat, (3) layanan informasi bagi wisatawan asing juga sangat meningkat dan lebih baik dibuktikan dengan dibentuknya pusat layanan informasi kepariwisataan (Tourism Information Center), (4) motivasi dan antusiasme belajar masyarakat dampingan juga sangat tinggi dibuktikan dengan dibentuknya kelompok diskusi dan belajar (Pantai Sembilan English Club), (5) terciptanya peluang ekonomi kreatif berbasis ekonomi wisata serta peningkatan ekonomi masyarakat melalui usaha jasa pemanduan (local tour guide) dan penukaran uang (money changer). Kata Kunci: Destinasi, Wisata, Kepariwisataan Abstracts: The English for tourism training was held at Sembilan Beach Giligenting Island Sumenep Madura. The training was conducted by educating community concerning English for tourism in form of lecturing and practice guided by experienced instructors from within and outside country (native speakers). Based on analysis and reflection, there are five significant impacts resulting from this training: (1) community awareness on importance of English in tourism development has greatly increased, (2) ability and skills of English language of assisted communities has greatly increased, (3) information services for tourists foreigners are also greatly increased and better proved by the establishment of tourism information center service (4) motivation and enthusiasm of assisted communities in learning English is also very high proved by forming English study center/club, (5) the creation of creative economic opportunities based on tourism economy as well as improving economic community through business scouting services (local tour guides) and money changers. Key words: destination, tour, tourism
Pengaruh Label Halal Dimoderasi Religiusitas Terhadap Keputusan Pembelian Produk Kemasan Oleh Mahasiswa PTKIN Se-Sumatera Barat M Imamuddin; Syahrul Syahrul; Raymond Dantes
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 5 No. 1 (2020): Juni
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35127/kbl.v5i1.3884

Abstract

Abstrak: Islam mengajarkan umatnya untuk mengkonsumsi makanan dan minuman yang halal, suci dan baik. Mengkonsumsi makanan dan minuman yang halal, suci dan baik hukumnya wajib. Kehalalan terhadap suatu produk makanan dan minuman diwujudkan dalam bentuk sertifikasi halal dan tanda halal yang menyertai suatu produk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1. Pengaruh label halal terhadap keputusan pembelian, 2. Pengaruh religiusitas terhadap keputusan pembelian dan 3. Religiusitas dapat memperkuat/memperlemah pengaruh label halal terhadap keputusan pembelian produk kemasan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa S1 PTKIN Se-Sumatera Barat. Sampel diambil 10% dari masing-masing lembaga dengan total sampel 2782. Hasil penelitian memperoleh data tingkat religiusitas mahasiswa PTKIN se-Sumatera Barat berkategori tinggi dengan pengaruh label halal terhadap keputusan pembelian produk kemasan oleh mahasiswa sebesar 20.5%, pengaruh religiusitas terhadap keputusan pembelian produk kemasan oleh mahasiswa sebesar 6.7% dan religiusitas memperkuat pengaruh label halal terhadap keputusan pembelian produk kemasan sebesar 2.3%. Kata Kunci: Label Halal, Moderasi, Religiusitas, Keputusan Pembelian dan Produ. Abstract: Islam is used to consume food and beverages that are halal, holy and good. Consuming food and beverages that are lawful, sacred and good is obligatory. The halal of food and beverage products is realized in the form of halal certification and halal signs that accompany the product. This study aims to analyze: 1. halal label labels on purchasing decisions, 2. Effect of religiosity on purchasing decisions and 3. Religiosity can improve from a package. This research is quantitative research. The Population in this study were PTKIN S1 students from West Sumatera. 5% from each agency with a total sample of 2782. The results of the study obtained data on the level of religiosity of PTKIN students throughout West Sumatra in a high category. Being influencing the halal label on packaging purchasing decisions by students is 20.5%, the effect of prices on product packaging by students is 6.7% and religiosity on halal labels on the decision to purchase packaging products is 2.3%. Keywords: Halal, Moderation, Religiosity, Purchasing Decision Labels and Product
Pendidikan Karakter Berbasis Madrasah: Studi Kasus Di Madrasah Diniyah Nurul Musholla Sampang Muhammad Anshar; Abdul Muhid
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 5 No. 1 (2020): Juni
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35127/kbl.v5i1.3899

Abstract

Abstrak Madrasah Diniyah sebagai lembaga non-formal yang bergerak dalam menginternalisasikan nilai-nilai keagaman dan membentuk anak didik yang beraklakul karimah, tetap eksis di tengah modernitas. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui pendidikan karakter di Madrasah Diniyah Nurul Musholla dengan metode menghafal syair kitab Aqidatul awam dan efeknya terhadap karakter santri. Penelitin ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang mengambil lokasi penelitian di Madrasah Diniyah Awwaliyah Nurul Musholla, Ketapang Barat, Ketapang, Sampang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa Pembinaan karakter santri di Madrasah dengan penerapan metode hafalan aqidatul awam memberikan hasil yang efektif. Santri dapat menghafal dengan baik melalui pembiasan sebelum masuk kelas, proses hafalan dan setoran. Pemantapan akidah dan juga karakter dalam diri santri menjadi efektif. Santri dapat menjawab pertanyaan berkaitan dengan akidah seperti keesaan Tuhan, Nabi terakhir, ataupun keberadaan malaikat berdasarkan dalil teks hafalan aqidatul awam. Santri mampu mengaplikasikan nilai nilai pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci : Pendidikan Karakter, Madrasah Diniyah, Metode Hafalan Abstract Madrasah Diniyah as a non-formal institution engaged in the internalization of religious values and forming a student who is involved in a good morality, still exist amid modernity. The purpose of this research is to know the character education in Madrasah Diniyah Nurul Musholla with the method of memorizing the poem Aqidatul awam and its effect on the character of the students. This study is a type of qualitative research that took a research location at Madrasah Diniyah Awwaliyah Nurul Musholla, Ketapang Barat, Ketapang, Sampang. The data collection techniques in this study use observation, interviews, and documentation. The study showed that fostering the character of students in Madrasah by applying the aqidatul awam memorization method provides effective results. Student’s can memorize well through refraction before entering the class, memorization and memorize deposit. Strengthening the creed and also the character in the students becomes effective. Santri can answer questions related to the creed such as the oneness of God, the last Prophet, or the existence of angels based on the text of the memorization in aqidatul awam. Santri can apply the values ​​of learning in everyday life. Keywords : Character Education, Madrasah Diniyah, Memorization Method
Manajemen Pendidikan Islam Berbasis Life Skill Di Pondok Pesantren Tahfidz As-Syahidul Kabir Blumbungan Pamekasan Ahmad Ahmad; Moh. Soheh; Sitti Mukamilah
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 5 No. 1 (2020): Juni
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35127/kbl.v5i1.3930

Abstract

Abstrak: Pondok pesantren dituntut untuk lebih meningkatkan kualitasnya dibidang keagamaan, intelektual, dan life skill yang mumpuni, sehinggga eksistensi pondok pesantren tetap kokoh. Hal ini disebabkan tidak semua lulusan pondok pesantren akan menjadi Ulama atau Kiai, dan memilih lapangan pekerjaan dibidang agama, maka keahlian-keahlian lif skill perlu diberikan kepada santri sebelum terjun ketengah-tengah masyarakat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui implementasi pendidikan islam berbasis life skill di pondok pesantren As-Syahidul Kabir Sumber Batu Blumbungan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan tekhnik pengumpulan data yaitu survey lapangan, observasi, dan wawancara,. Sistem pendidikan Islam berbasis lifeskill di Pondok Pesantren As-Syahidul Kabir diimplementasikan dalam porsi tersendiri, yaitu tidak tersusun dalam satuan kurikulum pada jenjang pendidikan yang diterapkan di pondok pesantren. Pendidikan Islam berbasis lifeskill diterapkan dalam bentuk kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler yang tidak semua santri diwajibkan untuk mengikutinya, namun tergantung pada kesadaran dari masing-masing santri. Kata Kunci: Manajemen Pendidikan Islam, Life Skill Abstract: Pesantren are demanded to further improve their quality, the religious, intellectual fields, furthemore; life skills’s qualified, so that the existence of boarding schools remains strong. This is because not all graduates of Islamic boarding schools will become piosman that are part of life skills need to be given to students before plunging into the midst of the actual community. The purpose of this research is to find out the implementation of life skill-based Islamic education in As-Syahidul Kabir’s Islamic Boarding School. This is a qualitative research desing that analyzed by using descriptive, and the data collection’s techniques of this research are survey, observations, and interviews. In the As-Syahidul Kabir’s boarding school, , life skill-based Islamic education is implemented in a separate portion, which is not arranged in curriculum units at the level of education applied in boarding schools. Life skill-based Islamic education is implemented in the form of extracurricular activities where not all students are required to participate, but it depends on their’s awareness. Keywords : The Management of Islamic Education, Life Skill.
Madurese Teacher's Difficulties In Speaking Mohammad Amiruddin; Ukhti Raudhatul Jannah; Siti Sofia
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 5 No. 1 (2020): Juni
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35127/kbl.v5i1.3965

Abstract

Abstrak:Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kesulitan-kesulitan yang di hadapi guru di Madura khususnya MTs Raudhatul Ulum in Kapedi di dalam pembelajaran speaking dan mendeskripsikan cara yang dilakukan guru dalam memecahkan masalah yang dihadapi dalam pembelajaran speaking. Penelitian ini merupakan penelitian kualitative dengan menggunakan pendekatan case study. Teknik pengumpulan datan yang digunakan adalah observasi, interview, dan dokumentasi. Coding, simplifying, displaying, dan summarizing data merupakan langkah-langkah dalam melakukan analisis data dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masalah atau kesulitan yang di hadapi guru di Madura dalam pembelajaran speaking adalah negative mindset dan ketertarikan siswa terhadap bahasa Inggris. Memotivasi siswa, mencampur dan mengalihkan kode, dan menggunakan strategi yang inovatif merupakan cara yang dilakukan guru dalam memecahkan kesulitan yang dihadapi. Dengan demikian, penting bagi guru beradaptasi dengan cara memodifikasi pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran speaking. Keywords: Madura, kesulitan, belajar, speaking, pembelajaran Abstract:The purpose of the study is to describe the Madurese teachers’ difficulties in speaking at MTs Raudhatul Ulum in Kapedi. It also aims to describe the ways of the teachers overcoming those difficulties in speaking. This study is qualitative research. This research uses case study approach. Observation, interview, and documentation are the technique used in collecting the data. In analyzing the data, coding, simplifying, displaying, and summarizing the data are used. The results show that the teachers have two kinds of difficulties they are the students’ negative mindset in English and the students’ interest toward English. The teachers are using three kinds of solution to solve those problems those are giving spirit, mixing the language, and using innovative strategy. Therefore, it implies that teachers should go well with the circumstance by modifying their approach in speaking.Keywords: Madurese, difficulties, learning, speaking, instruction

Page 8 of 23 | Total Record : 223