cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sampang,
Jawa timur
INDONESIA
KABILAH : Journal of Social Community
ISSN : 25029649     EISSN : 25033603     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
KABILAH (Journal of Social Community) Print-ISSN: 2502-9649 and Online-ISSN: 2503-3603, this journal is published by Institute for Research and Community Service (LP2M) Islamic College Nazhatut Thullab Sampang Madura. Journal published twice a year, every June and December. This journal contains conceptual articles and research result report about social community from the perspective of religion, education, law, economy and culture.
Arjuna Subject : -
Articles 223 Documents
Manajemen Humas IAIN Madura Dalam Menarik Minat Masyarakat Imam Basofi
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 5 No. 1 (2020): Juni
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35127/kbl.v5i1.3970

Abstract

Indonesia Manajemen hubungan masyarakat adalah sebuah fungsi manajemen yang didalamnya meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengorganisasian dan evaluasi terhadap hubungan masyarakat. Hubungan masyarakat sangat penting keberadaannya didalam suatu organisasi. Dengan adanya manajemen yang baik maka humas di perguruan tinggi akan terlaksana secara efektif dan efisien. Adapun tujuan penelitian ini menfokuskan pada dua hal yaitu; 1) Bagaimana fungsi manajemen humas dalam menarik minat masyarakat di IAIN Madura, 2) Bagaimana pola komunikasi humas di IAIN Madura, 3) Bagaimana respon stakeholders terhadap humas di IAIN Madura. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang dilakukan di Institut Agama Islam Negeri Madura. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dokumentasi. Tahapan analisis data dilakukan dengan penyajian data, redusi data, dan menarik kesimpulan. Pengecekan keabsahan data melalui meningkatkan ketekunan dan Member check. Hasil penelitian ini; 1. Fungsi manajemen hubungan masyarakat dalam menarik minat masyarakat. (a) perencanaan meliputi, perencanaan fisik, perencanaan fungsional, perencanaan secara luas, dan perencanaan dikombinasikan, (b) pengorganisasian humas dibagi sesuai dengan tupoksi, (c) pelaksanaan hubungan masyarakat, melakukan kerjasama dengan pihak internal dan eksternal kampus, malakukan promosi melalui media massa dan menggunakan peran alumni, (d) evaluasi hubungan masyarakat dilakukan disetiap akhir kegiatan. 2. Pola komunikasi humas, a) internal, melakukan rapat dan musyawarah, b) eksternal, melalui kerjasama, media massa (cetak dan online). 3. Respon stakeholders terhadap humas IAIN Madura, a) respon dosen, b) respon mahasiswa, c) respon tokoh masyarakat. Kata kunci: Manajemen Humas, Minat Masyarakat. Inggris Public relations management is a management function which includes planning, implementing, organizing and evaluating public relations. Public relations is very important presence in an organization. With good management, public relations at universities will be carried out effectively and efficiently. The purpose of this study focuses on two things namely; 1) How is the function of public relations management in attracting public interest in IAIN Madura, 2) How is the pattern of public relations communicationIAIN Madura, 3) How is the response of stakeholders to public relations IAIN Madura. This study uses a qualitative approach conducted at the Madura State Islamic Institute. Data collection techniques using interview, observation, documentation. Stages of data analysis are performed by presenting data, data reduction, and drawing conclusions. Checking the validity of the data through increasing perseverance and member checking. The results of this study; 1. The function of public relations management in attracting public interest. (a) planning includes, physical planning, functional planning, broad planning, and combined planning, (b) organizing public relations is divided according to the main tasks and functions, (c) implementing public relations, collaborating with internal and external campus, conducting promotion through media mass and using the role of alumni, (d) evaluation of public relations is done at the end of each activity. 2. Public relations communication patterns, a) internal, conducting meetings and deliberations, b) external, through cooperation, mass media (print and online). 3. Stakeholder responses to the PR IAIN Madura, a) lecturer responses, b) student responses, c) community leaders' responses. Keywords: Public Relations Management, Society Proclivity
Pemikiran Syaikh Nawawi Al-Bantani Tentang Ilmu dan Ulama Dalam Kitab Qami'ut Thughyan Ismail Ismail; Moh. Wardi
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 5 No. 1 (2020): Juni
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35127/kbl.v5i1.4006

Abstract

Abstrak: Keberhasilan Syaikh Nawawi menyusun kitab syarah ini menunjukkan bahwa kemasyhuran Syaikh Nawawi sebagai ahli syarah kitab tidak terbantahkan, karena selain dari kitab qami’ut tughyan ini, banyak sekali kitab syarah lainya yang dihasilkan oleh Syaikh Nawawi. Pokok pikiran Syaikh Nawawi tentang ilmu dan ulma dalam kitab qami’ut tughyan ini antara lain: (a) pembahasan tentang landasan nas hadis tentang ilmu yang dapat memotivasi umat Islam untuk mencari ilmu sedemikian rupa; (b) pembahasan tentang niat pencari ilmu yang dibenarkan menurut syariat; (c) pembahasan tentang kewajiban menyebarkan ilmu terletak pada setiap orang yang menguasai suatu bidang ilmu; dan (d) pembentukan karakter pendidik yang komitmen terhadap ilmunya, konsisten dalam mendidik, dan mengutamakan tujuan akhirat, sehingga dengan karakter ini, seorang pendidik akan melaksanakan pendidikan dengan baik dan menghasilkan generasi yang baik untuk kepentingan dunia dan akhirat. Kata kunci: Syaikh Nawawi al-bantani, Ilmu, ulama, qami’ut tughyan Abstract: The success of Shaykh Nawawi compiling this book shows that the fame of Shaykh Nawawi as an expert in the book sharah is indisputable, because apart from this book of qami'ut tughyan, there are many other syarah books produced by Shaykh Nawawi. The main thoughts of Shaykh Nawawi about science and ulma in the book qami'ut tughyan include: (a) discussion of the foundation of the hadith scriptures on science that can motivate Muslims to seek knowledge in such a way; (b) discussion of the intention of knowledge seekers justified according to the Shari'a; (c) discussion of the obligation to spread knowledge lies in every person who controls a field of science; and (d) the formation of the character of educators who are committed to their knowledge, consistent in educating, and prioritizing the purpose of the hereafter, so that with this character, an educator will carry out education well and produce a good generation for the interests of the world and the hereafter. Keywords: Shaykh Nawawi al-Bantani, Science, ulama, qami'ut tughyan
Kemandirian Pondok Pesantren Melalui Pendirian Bisnis Lembaga Keuangan di Kabupaten Pamekasan Nailah Aka Kusuma; Jamiatul Uyun; Evi Malia
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 5 No. 2 (2020): Desember
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35127/kbl.v5i2.4050

Abstract

Abstrak: Kemandirian pondok pesatren akan terwujud apabila pondok pesantren bisa memenuhi kebutuhan dan biaya penyelenggaraan pendidikkannya sendiri tanpa bergantung pada pihak eksternal pondok pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kemandirian dari pondok pesantren yang memiliki usaha bisnis berupa lembaga keuangan dan kemandirian dari pondok pesantren yang tidak memiliki usaha bisnis. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif dengan melakukan wawancara dan observasi langsung kepada informan yang berkaitan dalam variabel penelitian ini. Objek penelitian ini adalah pada pondok pesantren yang ada di Pamekasan. Hasil dari penelitian ini yaitu adanya bisnis pondok pesantren dapat menciptakan pondok pesantren yang mandiri dan tidak tergantung terhadap pihak ketiga baik itu pemerintah maupun alumni santri serta iuran dari santri, namun dengan adanya lembaga keuangan mikro syariah mampu memberikan kontribusi kepada pondok pesantren setiap tahun dari sisa hasil usaha (SHU) yang didapatkan dari lembaga keuangan mikro syariah, keuntungan juga diperoleh dari usaha bisnis pesantren yang lainnya. Keywords: Pondok Pesantren, Lembaga Keuanngan Syariah, Kemandirian. Abstract: The independence of the pondok rapidly will be realized if the boarding schools can meet the needs and costs of conducting their own education without depending on external parties of the pesantren. This study aims to determine how independent Islamic boarding schools have business businesses in the form of financial institutions and the independence of Islamic boarding schools that do not have business. The research method used in this research is descriptive qualitative by conducting interviews and direct observation to informants who are related to this research variable. The object of this research is the Islamic boarding school in Pamekasan. The result of this research is that the existence of an Islamic boarding school business can create an independent Islamic boarding school and does not depend on third parties, both the government and santri alumni as well as contributions from students, but with the existence of Islamic microfinance institutions it only contributes to the boarding school every year from the remaining results. Business (SHU) obtained from Islamic microfinance institutions, profits are also obtained from other Islamic boarding school businesses. Keywords: Islamic boarding schools, Islamic financial institutions, independence.
Modal Budaya “Timmong” Sebagai Rekonsiliasi Dampak Sosial Pasca Pilkades Di Kabupaten Sumenep Syaiful Syaiful; Ria Kasanova; Sri Widjajanti
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 5 No. 2 (2020): Desember
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35127/kbl.v5i2.4105

Abstract

Abstrak: Masyarakat Madura dikenal sebagai masyarakat yang komunal, ketat terhadap ajaran agama, berwatak keras suka bekerja keras dan pantang menyerah. Dalam dinamika kehidupan yang berkembang saat ini kontelasi perpolitikan juga turut memberikan pengaruh terhadap masyarakat Madura khususnya masyarakat Desa Batu Belah Barat, kecamatan Dasuk, kabupaten Sumenep dalam bentuk konflik sosial. Tradisi timmong merupakan tradisi masyarakat Desa Batu Belah Barat yang dilakukan secara turun temurun sebagai tradisi berdoa memohon turunnya hujan kepada Tuhan yang maha esa dalam bentuk tarian dan bunyi-bunyian lewat mulut atau verbal tanpa menggukan alat musik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Sumber primer penelitian ini adalah narasumber yang diwawancarai, sedangkan sumber sekunder dalam penelitian ini berupa catatan dan referensi mengenai budaya Madura. Hasil penelitian ini menunjukkan dampak positif tradisi timmong sebagai rekonsiliasi konflik pasca pilkada di Desa Batu Belah Barat kecamatan Dasuk kabupaten Sumenep. Kata Kunci: Budaya Timmong, Rekonsiliasi, Pilkades Abstract: The Madurese community is known as a communal society, strict on religious teachings, hard-tempered, likes to work hard and never gives up. In the dynamics of life that is currently developing, the political controversy also has an influence on the Madurese community, especially the community in the village of Batu Belah Barat, Dasuk District, Sumenep Regency in the form of social conflicts. The timmong tradition is a tradition of the community in the western part of the stone which is carried out from generation to generation as a tradition of praying for rain to God Almighty in the form of dances and sounds by mouth or verbally without using musical instruments. This research is a qualitative research. The primary sources of this study were interviewed sources, while the secondary sources in this study were notes and references about Madurese culture. The results of this study indicate the positive impact of the timmong tradition as a reconciliation of post-election conflicts in the village of Batu Belah Barat sub-district Dasuk Sumenep district. Keywords: Timmong Culture, Reconciliation, Pilkades
Sikap Ormas-Ormas Islam Lokal Di Pamekasan Terhadap Radikalisme Agama Ibnu Ali; Mujiburrahman Mujiburrahman
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 5 No. 2 (2020): Desember
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35127/kbl.v5i2.4117

Abstract

ABSTRAK Term radikalisme agama merupakan pembahasan yang sensitif dan dinilai berpotensi mendiskreditkan kelompok tertentu. Di kalangan pemikir belum ada kesepatan terminologis tentang radikalisme agama. Penelitian ini bertujuan mencari tahu bagaimana sikap ormas-ormas Islam lokal di Pamekasan terhadap radikalisme agama. Peneliti memfokuskan objek penelitian pada ormas-ormas Islam lokal di Pamekasan yaitu NU, Muhammadiyah, SI, Persis, Hidayatullah, dan FPI. Dengan metode kualitatif, data diambil melalui wawancara secara terstruktur terhadap sample yang diambil dari ormas, baik secara acak atau secara kolektif. Hasilnya, sikap ormas tersebut dapat dipahami dalam tiga komponen, yaitu kognitif, afektif, dan konasi. Secara kognitif, ormas-ormas tersebut memberikan pandangan yang berbeda-beda tentang term radikalisme agama. Ada yang mendefinisikan dengan jelas, baik secara luas maupun sempit. Ada yang tidak memberikan definisinya. Secara afektif, mayoritas menganggap persoalan ini sebagai isu dan stigma sehingga mayoritas mereka tidak setuju dengan term radikalisme agama. Dan secara konasi semua ormas Islam mengambil peran dalam menghadapi persoalan tersebut meski dengan intensitas yang berbeda. Kata Kunci: Sikap ormas, radikalisme ABSRACT The term religious radicalism is a sensitive discussion and is considered to have the potential to discredit certain groups. There is no terminological agreement among thinkers about religious radicalism. This study aims to find out how the attitudes of local Islamic organizations in Pamekasan towards religious radicalism. Researchers focused on the object of research on local Islamic organizations in Pamekasan, namely NU, Muhammadiyah, SI (Syarikat Islam), Persis, Hidayatullah, and FPI. With a qualitative method, data were collected through structured interviews with samples taken from mass organizations, either randomly or collectively. The planned output is an accredited national journal, while the additional quotation is just books.As a result, the attitudes of these organizations can be understood in terms of three components, namely cognitive, affective, and conative. Cognitively, these mass organizations provide different views on the term religious radicalism. There are those who define it clearly, both broadly and narrowly. Some didn't give the definition. Affectively, the majority considered this issue as an issue and a stigma so that the majority of them did not agree with religious radicalism. And conventionally all Islamic mass organizations take a role in dealing with these problems even though with different intensities. Keywords: the attitude of local Islamic organization, Radicalism
Tradisi Bhen-Ghiben Pada Perkawinan Adat Madura; Studi Kasus Di Kabupaten Sumenep-Madura Jamiliya Susantin; Syamsul Rijal
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 5 No. 2 (2020): Desember
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35127/kbl.v5i2.4142

Abstract

Abstrak: Tradisi ben-ghiben adalah tradisi membawa barang oleh pengantin pria kerumah penganten wanita berupa alat-alat rumah tangga, yakni lemari, kursi, tempat tidur, dan semua jenis perlengkapan dapur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis tentang tradisi ben-ghiben perkwinan adat Madura. Adapun metodeloginya adalah kualitatif dengan tahapan penelitian observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk analisis data dengan menggunakan analisis deskriptif-fenomelogis. Hasil dari penelitian adalah tradisi perkawinan di Madura berbeda dengan Tradisi perkawinan di jawa, kalau di Madura menganut mayoritas menganut tradisi matrilineal, dimana suami-istri setelah melangsungkan perkawinan dituntut untuk tinggal dirumah istri. Dan calon suami membawa bhen-gibhen (barang bawaan berupa lemari, kursi, tempat tidur dan perabotan rumah tangga lainnya). Dan istri menyediakan rumah untuk ditempati. Kata Kunci: Tradisi, Ben-Ghiben, Perkawinan, Madura Abstract: The ben-ghiben tradition is the tradition of bringing items by the groom to the bride's house in the form of household items, namely cabinets, chairs, beds, and all kinds of kitchen utensils. The purpose of this research is to know and analyze the tradition of ben-ghiben Madurese traditional marriage. The methodology is qualitative with the research stages observation, interviews and documentation. For data analysis using descriptive-phenomelogical analysis. The result of the research is that the tradition of marriage in Madura is different from the tradition of marriage in Java, if in Madura the majority adheres to the matrilineal tradition, where the husband and wife after marriage are required to stay at the wife's house. And future husbands bring bhen-gibhen (luggage in the form of cabinets, chairs, beds and other household furniture). And the wife provides a house to live in. Keywords: Tradition, Bhen-gibhen, Marriage, Madura
Kondisi Ketenagakerjaan; Kesempatan Kerja Dan Penyerapan Tenaga Kerja Industri Masyarakat Lokal Pada Wilayah Desa Berbasis Industri Khumaidi Khumaidi; Heri Sunarno
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 5 No. 2 (2020): Desember
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35127/kbl.v5i2.4146

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi adanya amanat regulasi yaitu Peraturan Daerah Kabupaten Pasuruan Nomor 22 Tahun 2012 tentang Sistem Penyelenggaraan Ketenagakerjaan di Kabupaten Pasuruan, khususnya kesempatan kerja dan penyerapan tenaga kerja industri dari masyarakat lokal atau masyarakat sekitar dimana industri itu berada. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, dimana data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan pengumpulan dokumen. Kemudian dianalisa dengan model interaktif. Untuk lebih menguatkan hasil penelitian ini digunakan model triangulasi. Hasil penelitian menjelaskan bahwa kondisi ketenagakerjaan terkait kesempatan kerja yaitu masyarakat lokal atau masyarakat sekitar industri berdomisili memiliki kesempatan kerja sebesar 65,53% memiliki kesempatan/ peluang kerja. Sedangkan kondisi ketenagakerjaan, khususnya penyerapan tenaga kerja yaitu masyarakat lokal atau masyarakat sekitar industri berdomisili memiliki kesempatan kerja sebesar 20,80% terserap atau memenuhi permintaan tenaga kerja industri. Kata Kunci: Ketenagakerjaan, Penyerapan Tenaga Kerja Industri Abstract: This research is motivated by a regulatory mandate, namely the Pasuruan Regency Regional Regulation Number 22 of 2012 concerning the Manpower Implementation System in Pasuruan Regency, in particular employment opportunities and absorption of industrial labor form local communities or local communinities where the industry is local. This research is a qualitative descriptive study, where data is collected through observation, interviews and document collection. then analyzed with an interactive model. To further strengthen the results of this study a triangulation model is used. The results of the study explained that the labor conditions related to job opportunities, namely local communities or communities around the industrial area where they are domiciled have a job opportunity of 65.53% have a job opportunity. Meanwhile, the employment conditions, in particular the absorption of labor, namely local communities or communities around the domiciled industry have a job opportunity of 20.80% absorbed or fulfilling the demand for industrial labor. Keywords: Employment, Industrial Labor Absorption
Urgensi Pembentukan Peraturan Desa Tentang Pengelolaan Wisata Syariah Dalam Meningkatkan Kemandirian Ekonomi Kabupaten Sumenep Achmad Badarus Syamsi; Adiyono Adiyono
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 5 No. 2 (2020): Desember
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35127/kbl.v5i2.4147

Abstract

Abstrak: Konsep pariwisata halal diharapkan bisa meningkatkan jumlah wisman di objek-objek wisata tersebut. Konsep pariwisata halal diambil karena dilihat dari sisi sosial budaya agama masyarakatnya, banyaknya pondok pesantren, obyek wisata religi, dan kesenian Islam. Disisi lain Kepastian hukum merupakan hal yang sangat urgen untuk menarik minat investor dan wisatawan. Disinilah urgensi dari keberadaan legalitas pariwisata halal. Tujuan dari Penelitian ini pertama adalah untuk mengemukakan bentuk pengaturan pariwisata halal yang sudah diterapkan di beberapa daerah di Indonesia. Kedua akan berupaya untuk menemukan model pengaturan yang efektif, efisien dan mempunyai kepastian hukum yang tinggi untuk diterapkan di Sumenep. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif, yang berusaha untuk memaparkan tujuan penelitian di atas. Sumber data yang digunakan adalah ketentuan mengenai pembuatan peraturan perundang-undangan dan peraturan pariwisata halal di Indonesia. Adapun hasil dari penelitian ini adalah penemuan sebuah model atau bentuk peraturan tentang pariwisata halal di Sumenep yang efektif, efisien dan mempunyai kepastian hukum yang tinggi. Kata Kunci: legalitas, pariwisata halal, prinsip syariah Abstract: The concept of halal tourism is expected to increase the number of foreign tourists in these tourist objects. The concept of halal tourism is taken because it is seen from the socio-cultural side of the community, the number of Islamic boarding schools, religious tourism objects, and Islamic arts. This is where the urgency of the legality of halal tourism. The purpose of this research The first is to give shape halal tourism arrangement that has been applied in several regions in Indonesia. Both will attempt to find a model setting of effectif eficient and have a high supremacy of law to be applied in Sumenep. This research is a literature research with a qualitative deskriptif approach, that seeks to explain the purpose of its research. The sources data that used is provisions about rule making and regulations halal tourism in Indonesia. The resault of this research is discovery of a model or form regulations on tourism kosher in Sumenep effective, efficient and have a high supremacy of law. Keywords: legality, halal tourism, sharia principles.
Interaksi Guru-Siswa Dalam Pembelajaran Bahasa Inggris di MTsN 2 Pademawu Mohammad Amiruddin; M. Darrin Zuhri
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 5 No. 2 (2020): Desember
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35127/kbl.v5i2.4270

Abstract

Abstract:This research describes in details the teacher-student interactions in learning English together with the teachers’ ways and the role of their interaction in learning English. This study is a quantitative research by using descriptive case study approach. The participants of this study are students at MTsN 2 Pamekasan. Observation and interviews with the teachers and students were conducted to get the data of the teacher-student interactions. The results of the study demonstrate that restricted English interaction and full English interaction are two kinds of interactions used by the teachers and students in learning English at MTsN 2 Pamekasan. The roles of teacher-student interactions in learning English at MTsN 2 Pamekasan Pamekasan are the students have input to learn and to communicate in English as well as they are enthusiasm for interacting in English with their teachers. This study facilitates the teachers and students who are teaching and studying English in addition to work together; share the ideas and opinion in English. It helps students of MTsN 2 Pamekasan to have better English proficiency level. The more interactions are provided by the teachers, the more input the students have. Key words: interaction, teacher-student, learning English, input. Abstrak:Penelitian ini menjelaskan secara detail interaksi guru-siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris dan peran dari interaksi tersebut dalam pembelajaran bahasa Inggris di MTsN 2 Pamekasan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan descriptive case study. Participants dalam penelitian ini adalah siswa di MTsN 2 Pamekasan. Observasi dan interview dilakukan untuk memperoleh data interaksi guru siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat dua bentuk interaksi yang dilakukan guru dan siswa di MTsN 2 Pamekasan yaitu restricted English interaction dan full English interaction. Interaksi guru-siswa dalam di MTsN 2 Pamekasan dapat memberikan input dalam pembelajaran bahasa Inggris dan dapat motivasi siswa berinteraksi menggunakan bahasa Inggris. Temuan ini bermanfaat bagi guru dan siswa yang sedang mengajar dan belajar bahasa Inggris. Juga membantu mereka untuk berinteraksi, bertukar pikira, ide, dan gagasan dengan bahasa Inggris. Hal ini membantu siswa untuk memiliki kecakapan berbahasa Inggris. Semakin sering guru memberikan kesempatan berinteraksi dengan mereka menggunakan bahasa Inggris, semakin banyak input yang mereka peroleh.Kata Kunci: interaksi, guru-siswa, pembelajaran bahasa Inggris, input
Inovasi Kepemimpinan Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Pamekasan Nurul Ulum
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 5 No. 2 (2020): Desember
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35127/kbl.v5i2.4332

Abstract

Abstrak: Kepala madrasah memiliki peran yang strategis untuk mengembangkan madrasah yang dipimpinnya. Kepala madrasah harus memiliki kompetensi tertentu yang dapat mendukung terhadap pelaksanaan tugas dan fungsinya sebagai pemimpin di madrasah. Dengan sejumlah kompetensi tersebut seorang kepala madrasah dapat menerapkan berbagai inovasi untuk mengembangkan madrasah yang ia pimpin. Riset ini menggunakan pendekatan kualitatif yang objeknya MTsN 3 Pamekasan yang terletak di Desa Pakong. Teknik analisis data yang digunakan adalah flow model analysis ala Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, display data dan verifikasi. Hasil dari riset ini yaitu pertama, bentuk inovasi kepemimpinan kepala madrasah berupa membangun brand image madrasah edukotourism, inovasi kurikulum, inovasi proses, inovasi layanan SKS dan inovasi pola hubungan. Kedua, strategi yang ditempuh kepala madrasah dalam melaksanakan inovasi yaitu strategi fasilitatif, strategi persuasif, strategi pendidikan, strategi paksaan dan strategi uswatun hasanah (keteladanan). Ketiga, kendala yang dihadapi MTs Negeri 3 Pamekasan dalam menerapkan inovasi yaitu kendala di bidang pendanaan, kendala sumber daya manusia dan kendala sarana prasarana. Kata kunci: Inovasi, Kepemimpinan, Edukotourism, Kepala Madrasah Abstract: The madrasa head has a strategic role to develop the madrasa he leads. Madrasa head must have certain competencies that can support the implementation of his duties and functions as leader in the madrasa. Wiith these competencies, a madrasa head can apply various innovations to develop the madrasa he leads. This research used a qualitative approach whose object is MTs Negeri 3 Pamekasan located in Pakong Village. The data analysis technique used is Miles and Huberman’s flow model analysis which includes data collection, data reduction, data display and verification. The results of this research are firstly build brand image of madrasa educotourism, curriculum innovation, process innovation, SKS service innovation, and relationship pattern innovation, secondly, the strategy adapted by the madrasa head in implementing innovations, namely facilitative strategies, persuasive strategies, educational strategies, coercive strategies and uswatun hasanah ( exemplary) strategies, third, the constraints faced by MTs Negeri 3 Pamekasan in implementing innovation, namely constraints in the field of funding, human resource constraints and infrastructure constraints. Keywords: Innovation, Leadership, Educotourism, Headmaster

Page 9 of 23 | Total Record : 223