cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
ISSN : 0853196X     EISSN : 26148889     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Indonesian Journal of Oil Palm Research Volume 26 Number 2 Year 2018 is published by presenting articles: Utilization of candlenut shell charcoal (Aleurites moluccana (L.) Willd.) as adsorben on refinery of Crude Palm Oil (CPO); Application of an Artificial Neural Network (ANN) model for predicting oil palm Fresh Fruit Bunch (FFB) yield based on rainfall and the previous level of yield; Utilization of endophytic bacteria to improve the oil palm (Elaeis guineensis Jacq.) seedlings growth; Nutrients use efficiency of several types of fertilizers on the oil palm seedling; and Fatty acid and carotene composition in Elaeis oleifera, interspecific hybrid, and the first pseudo-backcross in North Sumatra, Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 145 Documents
Komunitas Tikus, Serangan dan Upaya Pengendaliannya pada Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat di Kuantan Singingi Seprido Seprido; Desta Andriani
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 30 No 3 (2022): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v30i3.175

Abstract

Tikus merupakan salah satu hewan yang dapat menyebabkan kerusakan pada tanaman kelapa sawit sehingga juga mempengaruhi perekonomiannya. Pada tanaman menghasilkan, hama ini dapat menyebabkan kerugian hingga 5% dari total CPO/ha/tahun dan kerusakan sebesar 80% pada tanaman belum menghasilkan. Perubahan komposisi hutan menjadi kelapa sawit akan mempengaruhi populasi dan jenis tikus. Penelitian ini dilakukan pada 7 kecamatan di Kabupaten Kuantan Singingi. Penelitian ini menggunakan metode survey. Lokasi pengamatan ditentukan berdasarkan luas areal perkebunan kelapa sawit rakyat yang terletak dalam satu hamparan dengan minimal 10 ha. Pada masing-masing lokasi penelitian dipasang sebanyak 20 perangkap tikus dengan ukuran perangkap 30 cm x 20 cm x 15 cm dengan menggunakan umpan berupa ikan asin bakar dan kelapa bakar (masing masingnya 10 perangkap) pemasangan perangkap dilakukan selama 7 hari per lokasi penelitian. Sebanyak 575 individu tikus tertangkap dan teramati pada penelitian ini dengan rata-ata penangkapan per lokasi adalah 82,14 individu tikus. Ditemukan sebanyak empat jenis tikus yaitu Rattus tiomanicus (56,34%), Rattus argentiventer (42,43%), Rattus rattus (0,70%) dan Rattus exulans (0,53%). Rasio sex tikus secara umum dilokasi penelitian didominasi oleh jenis kelamin tikus betina dengan nilai 0,97. Sedangkan preferensi umpan yang lebih dominan adalah umpan kelapa bakar yaitu tertangkap sebanyak 319 individu tikus sedangkan umpan ikan asin bakar hanya 256 individu tikus. Persentase kelapa sawit terserang pada perkebunan kelapa sawit rakyat ini adalah sebesar 37,19% sedangkan upaya pengendalian hama tikus yang dilakukan oleh kelompok tani kelapa sawit di Kuantan Singingi adalah dengan cara pemasangan umpan beracun, pemasangan perangkap dan perburuan terhadap tikus.
Peran Sumber Ortet, Nomor Daun dan Waktu Inkubasi Terhadap Hasil Kalus Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Ernayunita Ernayunita; Erwin Nazri; Retno Diah Setiowati; Hernawan Yuli Rahmadi; Yenni Yenni
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 30 No 3 (2022): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v30i3.186

Abstract

Callus production is an important key stage to reproduce oil palm through tissue culture in determining the number of produced clones. Callus production rate were affected by culture medium, organ, ortet genotypes and incubation time in the culture room. Leaf of four different individuals from two genotype: DS29D x LM2T dan BJ126D x LM2T were used as ortet on this study and only leaf number -4, -5, -6, -7 and -8 were used as an explant. Callus production of each ortet source was observed monthly and used as a parameter to determine the performance of each ortet. The result showed that BJ126D x LM2T as an ortet source had significantly higher callus production compared to DS29D x LM2T. Meanwhile the callus production from different leaf number were not significantly different. The first 6 months of explant incubation was the best time to produce callus
Analisis Titik Kritis Penjaminan Kualitas Benih Kelapa Sawit di Indonesia Febrian Isharyadi; Biatna Dulbert Tampubolon; Bambang Prasetya; Nur Tjahyo Eka Darmayanti; Utari Ayuningtyas; Ary Budi Mulyono; Daryono Restu Wahono; Ellia Kristiningrum; Novin Aliyah; Rika Dwi Susmiarni; Nuri Wulansari
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 30 No 3 (2022): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v30i3.187

Abstract

Oil palm seeds are a very important element in determining the yield of oil palm plantations. The use of quality oil palm seeds will provide maximum productivity. However, until now there is still a lot of use of llegitimate oil palm seeds, especially on smallholder plantations. Standardization is the right way to guarantee the quality of oil palm seeds through the determination of strict criteria in the selection process for the seeds planted. As the initial stage and the basis for developing standards, it is necessary to identify the critical point in the supply chain of oil palm seeds to consumers. So, this study aims to analyze the critical point of guaranteeing the quality of oil palm seeds in Indonesia, to guarantee the availability of quality oil palm seeds. This study uses a qualitative exploratory method to obtain data and information related to critical points in the supply chain of oil palm seeds from respondents consisting of producer, breeder, Government, and expert in the field of oil palm seeds. The results showed there were 5 (five) critical points in ensuring the quality of oil palm seeds in Indonesia, namely the production process, especially at the pollination stage, the breeding process, the certification process, the supervision process, and the knowledge of the planters, especially in smallholder plantations. The critical points are recommended as the basis for developing national standards in guaranteeing quality oil palm seeds for the realization of the Government's program to increase the productivity of oil palm plantations in Indonesia.
Dampak Aplikasi Konsorsium Mikoriza Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Tanaman dan Perkembangan Penyakit Ganoderma di Pembibitan Kelapa Sawit Hari Priwiratama; Mahardika Gama Pradana; Agus Susanto; Tjut Ahmad Perdana Rozziansha; Fatimah Nur Istiqomah
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 30 No 3 (2022): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v30i3.190

Abstract

Penelitian untuk mengetahui dampak aplikasi konsorsium mikoriza terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman dan tingkat kejadian penyakit Ganoderma dilakukan pada fase pembibitan kelapa sawit. Percobaan disusun dalam rancangan acak lengkap faktorial dengan dua faktor (dosis mikoriza dan waktu inokulasi Ganoderma) dan tiga taraf perlakuan pada masing-masing faktor utama yaitu dosis mikoriza sebanyak 0 g, 30 g di pre-nursery (PN) ditambah 40 g di main nursery (MN), atau 40 g di PN ditambah 50 g di MN, dengan waktu inokulasi Ganoderma pada 3 atau 6 bulan setelah tanam dan perlakuan tanpa inokulasi sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat mikoriza yang digunakan dapat bersimbiosis dengan perakaran bibit kelapa sawit dengan tingkat kolonisasi antara 39,13% dan 45,74%. Aplikasi mikoriza tidak memberikan pengaruh positif terhadap pertumbuhan meninggi dan jumlah daun bibit kelapa sawit, namun berdampak signifikan terhadap perkembangan diameter bonggol yang lebih lebar. Kejadian dan intensitas penyakit Ganoderma pada tanaman dengan aplikasi mikoriza secara signifikan lebih rendah dibandingkan dengan perlakuan tanpa mikoriza. Aplikasi mikoriza mampu menekan perkembangan penyakit hingga lebih dari 50% pada seluruh dosis yang digunakan.
Benarkah curah hujan mempengaruhi fase pematangan tandan kelapa sawit dan meningkatkan jumlah brondolan yang jatuh? Iput Pradiko; Suroso Rahutomo; Nuzul Hijri Darlan; Eko Noviandi Ginting; Muhdan Syarovy; Fandi Hidayat
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 30 No 3 (2022): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v30i3.192

Abstract

Waktu panen tandan kelapa sawit umumnya ditentukan berdasarkan warna tandan dan jumlah brondolan yang jatuh di piringan. Pembrondolan buah secara ilmiah disebut sebagai proses absisi yang dipengaruhi kondisi endogenous tanaman dan faktor lingkungan. Pendapat umum di lapangan menyatakan bahwa tandan matang lebih cepat dan brondolan lebih banyak ketika curah hujan tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk menguji pendapat tersebut berdasarkan uji korelasi Pearson antara curah hujan harian pada lag-0 hingga lag-20 hari dengan jumlah brondolan yang jatuh per hari. Penelitian dilakukan pada tanaman umur lima tahun di Kebun Percobaan Sei Aek Pancur, Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) pada lima rotasi panen (interval panen 10 hari). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai dan sifat korelasi antara curah hujan dengan jumlah brondolan sangat bervariasi. Namun demikian, terdapat kecenderungan bahwa curah hujan optimal yang terjadi pada awal (lag-17 s.d. 20), pertengahan (lag-9 s.d. 12), dan akhir fase pematangan buah (1-3 hari menjelang tandan siap panen) dapat mempercepat pematangan tandan dan meningkatkan jumlah buah yang membrondol. Oleh karena itu, praktisi perkebunan sebaiknya mempersiapkan sarana dan prasarana panen yang memadai khususnya pada musim hujan ketika cadangan buah cukup tinggi dan peluang banyak tandan matang secara bersamaan lebih tinggi.
Validasi Marker Infeksi Dini Ganoderma pada Kelapa Sawit di Tiga Lokasi Endemik Ganoderma Galuh Wening Permatasari; Mayumi Puspita; Irma Kresnawaty; Agustin Sri Mulyatni; Deden Dewantara Eris; Happy Widiastuti; Kuwat Triyana; Priyono Priyono
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 31 No 1 (2023): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v31i1.195

Abstract

A serious disease that affects the viability of the oil palm industry is basal stem rot, which is caused by Ganoderma. The current level of disease can be viewed as unmanageable, given that the palms were growing in an unfavorable or unsuitable climate. Today, there are numerous approaches to diagnose diseases early, and one of them using molecular methods. Seven genes for early infection markers were effectively generated by a reference's transcriptome study, including LEUCO, ETHYLENE, CHALCONE, ANTHOCYANIDIN, ETHYLENE, MANNOSE, and SENESCENCE. The purpose of this study is to validate and confirm the presence of Ganoderma infections in three endemic oil palm field in Indonesia i.e. Cisalak Baru, Rejosari, and Bekri plantation. This study conducted real time qPCR of RNA from oil palm roots with four different severities of infection. Manual processing of RNA isolation and cDNA synthesis were carried out, to provide quantification expression level. In addition, gene ontology (GO) analysis was also performed in order to explain the roles of each gene tested. The results revealed that CHALCONE is the only marker that consistently elucidate the Ganoderma's early infection appear in three locations. The drawbacks of the analysis results are tightly correlating to the age of oil palm as well as endemic location. GO results declare that seven genes function related to the response of infection. This work was successful in confirming early infection in three places, elucidating the variables influencing the efficacy and sensitivity of molecular detection, and revealing the function and importance of particular genes for detection.
Perbaikan Sifat Kimia Tanah dan Pertumbuhan Kelapa Sawit Rakyat TM-1 Dengan Pemberian Kombinasi Pupuk Anorganik-Organik dan Asystasia gangetica (L.) T. Anderson Sebagai Tanaman Penutup Tanah Yenni Asbur; Rizkon Jadida Pulungan; Yayuk Purwaningrum; Murni Sari Rahayu; Chairani Siregar; Dedi Kusbiantoro; Khairunnisyah Khairunnisyah
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 31 No 1 (2023): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v31i1.198

Abstract

Currently, the area of ​​smallholder oil palm plantations in Indonesia reaches 41.44% and is wider than state-owned oil palm plantations which are only 3.87%. However, the role of smallholder oil palm plantations is still not optimal due to low land productivity and yields, so technical culture management is needed that can maintain land productivity and oil palm yields in a sustainable manner through the provision of a combination of inorganic-organic fertilizers and TPT planting. The purpose of this study was to determine the effect of inorganic-organic fertilizers and A. gangetica as TPT in improving soil chemical properties and growth of oil palm TM-1. The study used a factorial randomized design with three replications with two treatment factors, namely a combination of inorganic-organic fertilizers and TPT. The results showed that the interaction of P4T1 (100% inorganic 100%-organic fertilizer combination + TPT) and P3T1 (100% inorganic 100%-organic fertilizer combination + TPT) was able to improve soil chemical properties and growth of oil palm TM-1. Meanwhile, independently the combination treatment of 100% organic 100% inorganic fertilizer and TPT A. gangetica produced the most female flowers and the lowest male flowers.
Pengaruh Komposisi Tandan Kosong Kelapa Sawit dan Bungkil Inti Kelapa Sawit sebagai Pakan Larva Lalat Tentara Hitam (Hermetia Illucens) Terhadap Perubahan Kandungan Asam Lemaknya Muhammad Edwin Syahputra Lubis; Brahmani Dewa Bajra; Ilmi Fadhilah Rizki; Manda Edy Mulyono; Bagus Giri Yudanto; Frisda Rimbun Panjaitan
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 31 No 1 (2023): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v31i1.199

Abstract

Oil palm empty fruit bunches (OPEFB) and Palm Kernel Meal (PKM) are the most abundant by product in palm oil industry. However, the optimal utilization of both substrate has not yet discovered. This is due to high lignocellulosic content in OPEFB contains high lignocellulose content, on the other hand, PKM contains high crude protein content, High lignocellulose content of OPEFB causes this particular substrate to be hard to decompose, while lignin and crude protein content in PKM requires it to be pretreated prior to utilization. Black Soldier Fly (BSF, Hermetia illucens) is a natural bioreactor that is able to convert biomass into high value insect protein, fats, and chitin. BSF fats is highly potential to be used as high valued product, such as animal feed and biofuel. However, research that utilize OPEFB and PKM to modulate BSF fatty acid content during its' vegetative state is scarce. This study shows that inclusion of OPEFB as the dominant composition of the BSF feed modulate the synthesis and accumulation of lauric acid. Whilst the feed with PKM as dominant composition tends to modulate the synthesis of n-3 fatty acid, thus lowering the n-6/n-3 ratio of BSF fats. This research confirm the plasticity of BSF fats fatty acid composition depends on both feed fatty acid composition and digestability.Present study shows the potential of BSF utilization to valorize oil palm biomass into highly valuable specific fats sustainably.
Penilaian Keberlanjutan Sosial Kemitraan Usaha Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat dan Kaitannya terhadap Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan: Studi Kasus di Provinsi Sumatera Utara Zulfi Prima Sani Nasution; Sri Mulatsih; Hania Rahma
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 31 No 1 (2023): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v31i1.216

Abstract

Studi kasus ini bertujuan untuk menilai tingkat keberlanjutan sosial kemitraan usaha perkebunan kelapa sawit rakyat dan kaitannya terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB). Studi kasus ini dilakukan dengan pendekatan social life cycle assessment (SLCA) sesuai panduan SLCA UNEP. Batasan sistem yang dipertimbangkan adalah rumah tangga pekebun anggota koperasi Z yang bermitra dengan PT X. Terdapat lima indikator keberlanjutan sosial dan enam parameter kinerja yang diteliti dan kemudian diidentifikasi relevansinya terhadap pencapaian TPB. Studi kasus ini dilakukan di PT X, yang beroperasi di Kabupaten Labuhan Batu Selatan, Sumatera Utara. Temuan studi kasus ini menjelaskan bahwa secara umum kemitraan usaha perkebunan kelapa sawit antara PT X dan koperasi Z memiliki kinerja sosial positif. Secara parsial, sejumlah indikator keberlanjutan sosial telah memenuhi standar kepatuhan, seperti “hubungan dagang yang adil”, “hubungan pemasok”, “pemenuhan kebutuhan dasar”, dan “akses jasa dan input”. Sementara kinerja sosial sedikit di bawah standar kepatuhan ditemukan pada indikator “distribusi kekayaan”. Temuan studi kasus ini juga dapat menjelaskan bahwa tata kelola kemitraan usaha perkebunan kelapa sawit rakyat yang baik dapat berkontribusi pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), meliputi TPB 1, 2, 6, 8 dan 12.
Evaluasi Plant Growth-Promoting Bacteria (PGPB) Indigenus Perakaran Kelapa Sawit Pada Pembibitan Kelapa Sawit Fandi Hidayat; Yudha Yudhistira; Rizki Desika Putri Pane; Fadilla Sapalina; Eka Listia; Winarna Winarna
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 31 No 1 (2023): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v31i1.223

Abstract

Achieving sustainability in oil palm cultivation depends on maintaining soil health. Various methods have been employed to improve soil productivity, including the use of plant growth-promoting bacteria (PGPB). Identifying and utilizing superior PGPB strains as biofertilizers can be a solution to enhance soil productivity. Four PGPB candidate strains – NT2, NT5, PD1, and PK1 – were isolated from the oil palm rhizosphere, identified as Azotobacter chroococcum, Azospirillum brasilense, Bacillus alkalicellulosilyticus, and Pseudomonas brassicacearum, respectively, and confirmed as multifunctional PGPB through qualitative and quantitative trait screening. Application of the PGPB consortium as biofertilizer in oil palm nurseries has shown effectively increase nutrient uptake, growth performance, biomass production, and reduce inorganic fertilizer usage by up to 50%. Furthermore, this biofertilizer was found to be 7-30% more efficient compared to 100% inorganic fertilizers.

Page 11 of 15 | Total Record : 145


Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 33 No 2 (2025): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 33 No 1 (2025): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 32 No 3 (2024): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 32 No 2 (2024): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 32 No 1 (2024): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 31 No 3 (2023): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 31 No 2 (2023): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 31 No 1 (2023): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 30 No 3 (2022): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 30 No 2 (2022): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 30 No 1 (2022): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 29 No 3 (2021): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 29 No 2 (2021): Jurnal Peneltian Kelapa Sawit Vol 29 No 1 (2021): Jurnal Peneltian Kelapa Sawit Vol 28 No 3 (2020): Jurnal Peneltian Kelapa Sawit Vol 28 No 2 (2020): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 28 No 1 (2020): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 27 No 3 (2019): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 27 No 2 (2019): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 27 No 1 (2019): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 26 No 3 (2018): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 26 No 2 (2018): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 26 No 1 (2018): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 25 No 3 (2017): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 25 No 2 (2017): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 25 No 1 (2017): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 24 No 3 (2016): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 24 No 2 (2016): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 24 No 1 (2016): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit More Issue