cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
TEKNIK
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 08521697     EISSN : 24609919     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Journal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah dari berbagai disiplin ilmu rekayasa/keteknikan. Artikel-artikel yang dipublikasikan di Jurnal TEKNIK meliputi hasil-hasil penelitian ilmiah asli (prioritas utama), artikel ulasan ilmiah yang bersifat baru (tidak prioritas), atau komentar atau kritik terhadap tulisan ilmiah yang dipublikasikan oleh Jurnal TEKNIK.
Arjuna Subject : -
Articles 522 Documents
Pemrograman Ladder PLC Pada Otomasi Proses Produksi Bioetanol Berbasis Jala Petri Sinyal Terinterpretasi (JPST) Joelianto, Endra; Dananjaya, Alex
TEKNIK Vol 41, No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v0i0.24638

Abstract

Jala Petri sinyal terinterpretasi (JPST) dikenal sebagai salah satu metode formal yang digunakan untuk merancang dan mengevaluasi perilaku sistem otomasi yang dimodelkan sebagai sistem kejadian diskrit. Hubungan antara algoritma kontrol biner yang dibangun dengan proses sekuensial yang ditinjau dapat diperlihatkan dengan menggunakan JPST. Aplikasi diagram JPST pada perangkat keras umum seperti PLC memerlukan suatu cara untuk mengkodekan representasi algoritma kontrol dalam bentuk grafik menjadi program logika ladder. Makalah ini memperlihatkan proses pengubahan algoritma sistem otomasi proses produksi bioetanol yang dibangun dengan menggunakan metode JPST menjadi program logika ladder. Kinerja program ladder yang dihasilkan untuk sistem otomasi proses produksi bioetanol menggunakan PLC mengikuti kinerja dari diagram JPST yang dibuat.
Analysis of Particulates and SO2 Removal from Coal Combustion Emissions Using Cyclone and Wet Scrubber With Textile Wastewater Feed Huboyo, Haryono S.; Sudarno, Sudarno
TEKNIK Vol 41, No. 3 (2020): December 2020
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v41i3.33883

Abstract

Reuse of wastewater in the industry is mostly accomplished for watering plants. In a closed cycle, however, industrial wastewater can be returned through treatment to save water usage. This study aims to analyze textile wastewater's ability to be used as scrubbing liquid in the SO2 gas and particulate removal from coal combustion using a packed wet scrubber. Usually, the textile industry uses boiler fueled by coal and discharging base/alkaline wastewater. The method is carried out experimentally using a prototype device using a combination of cyclone and scrubber, with a source of coal combustion gas emissions. We did experiments using textile wastewater four times and two times using clean water as a control. We monitor the SO2, particulate emission in the gas stream, and pH, sulfate levels, and TSS levels in collected wastewater according to SNI. SO2 gas and particulates from coal combustion will be absorbed by the scrubber's wastewater spray so that SO2 will dissolve into sulfate, particulate matter into TSS. The study results using textile wastewater showed the removal efficiency of particulates on cyclone by 34-78%.  The removal efficiency of SO2 on wet scrubber was only 24.7%. There was an increase in TSS levels after passing through the scrubber by 46%. The rise in TSS and sulfate concentrations in the wastewater indicates the absorption of SO2 and particulates into wastewater. Based on this result, we can use textile wastewater for controlling the emission of SO2 and particulate from coal combustion by feeding it for the scrubber. However, the efficiency of this process is not optimal.
Studi Awal Pemanfaatan Rumput Laut dan Daun Cincau Hijau Sebagai Kandidat Bahan Alternatif untuk Injeksi Polimer EOR Huljannah, Miftah; Lestari, Fitra Ayu; Erfando, Tomi
TEKNIK Vol 41, No. 3 (2020): December 2020
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v41i3.28148

Abstract

The declining in production can occur because wells that have been producing for a long time are no longer able to lift oil to the surface in primary and secondary ways. Therefore, tertiary methods such as chemical injection like polymer flooding were carried out. Polymers commonly used in flooding polymers are divided into three namely synthetic polymers, biopolymers, and natural polymers. Natural polymers have abundant sources such as seaweed and grass jelly. This study was aimed to identify alternative renewable polymers as flooding polymer materials by knowing initial characteristics such as viscosity, compatibility and the effect of shear rates. This test wass carried out by an experimental method with several stages, namely drying, crushing to powder, and making polymers that were dissolved into brines that have different salinity. Then the polymer was allowed to stand for more than 24 hours until it was tested. The material tested was seaweed, grass jelly, and biopolymer xanthan gum as a comparison. The parameters used are polymer concentrations of 1000 ppm, 2000 ppm and 3000 ppm with each salinity of 3000 ppm, 9000 ppm and 15000 ppm. The test results showed that the characteristics of natural polymers were the same as biopolymers, the viscosity decreased as the brines salinity increased .The absence of sedimentation resulted from Seaweed and grass jelly  solution and formation water indicated that the polymers had good compatibility and  shear rate test has shown that the polymers are psuodoplastic.
Analisis Symmetrical dan Nonsymmetrical Vertical Expansion Loop untuk Meningkatkan Fleksibilitas dan Menurunkan Tegangan Pipa Berdasarkan ASME B31.3 Mahardhika, Pekik; Husodo, Adi Wirawan; Kusuma, George Endri; Witjonarko, Raden Dimas Endro; Budiyanto, Ekky Nur
TEKNIK In Press
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v42i1.29244

Abstract

Thepiping system is a medium used to convey, distribute, mix, separate, discharge, meter, control or snub fluid flows, and transmit a fluid pressure. The piping system design will have stresses due to thermal and pressure effect. The thermal effect induce pipe expansion. The pipe expansion affect to pipe flexibility, so it is necessary to design an expansion loop. Expansion loop is a method used to increase flexibility in piping systems. This article aims to analyze symmetrical and non-symmetrical in vertical expansion loops whether it can increase flexibility and reduce pipe stress. This article conducts an expansion loop design with 3 trials, namely trial 1 (Vertical Expansion Loop), trial 2 (Nonsymmetrical Vertical Expansion Loop 1), and trial 3 (Nonsymmetrical Vertical Expansion Loop 2). The three trials were compared for flexibility and stress values based on ASME B31.3 requirements. The study results show that all trial 1, trial 2, and trial 3 have good flexibility with a value of 0.00016 because not exceed the requirements of ASME B31.3. The highest design code stress value in trial 1 is 5955 psi (Node A07F), trial 2 is 5906 psi (Node A05F), and trial 3 is 5906 psi (Node A06N). All trials have a code stress not exceeding the allowable stress (20000 psi). So that the symmetrical or nonsymmetrical design of the vertical expansion loop can both increase flexibility and reduce pipe stress.
Sistem Kontrol Injeksi Arus pada Inverter Berbasis Metode Proportional Integral Saputra, Eko Wirahadi; Hermawan, Hermawan; Setiawan, Iwan
TEKNIK Vol 41, No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v0i0.23932

Abstract

Saat ini energi terbarukan yang bersumber dari energi hijau terus dikembangkan dan dioptimalkan. Khusus pemanfaatan energi terbarukan dengan keluaran daya DC, maka secara praktis diperlukan sistem  inverter agar bisa digunakan sebagai pengganti sumber energi daya AC. Agar bekerja secara optimal, secara internal dalam sebuah sistem inverter sumber tegangan, perlu dilengkapi sistem umpan balik arus. Salah satu metode pengontrolan arus inverter yang relative popular adalah metode kontrol Proporsional-Integral. Dalam penelitan ini, dirancang inverter satu fasa tipe Full Bridge dengan metode kontrol proportional-integral menggunakan mikrokontroler 16-bit dsPIC30F4011. Dengan sensor arus ACS712-05B arus keluaran inverter diumpan-balikkan. Pengujian dilakukan dengan variasi beban 8 Ω dan 10 Ω, dengan memvariasikan sejumlah nilai parameter kp dan ki. Berdasarkan hasil pengujian metode proportional integral untuk pengontrollan arus pada inverter satu fasa memiliki respon sistem cepat dan relative stabil.
Analisis Pengaturan Temperatur, Konsentrasi, dan Waktu Pengadukan pada Tekanan Atmosferik untuk Meningkatkan Kepresisian Densitas Larutan Alginat Permanadewi, Indrasukma; Kumoro, Andri Cahyo; Wardhani, Dyah Hesti; Aryanti, Nita
TEKNIK In Press
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v42i1.35994

Abstract

Alginat merupakan polimer polisakarida linier yang sangat mudah larut dalam air dengan densitas dan viskositas yang dapat diatur sesuai keperluan. Sifat khas ini membuat alginat banyak digunakan dalam industri pangan maupun non pangan. Seperti pada kebanyakan bahan alam lainnya, densitas larutan alginat pada umumnya juga dipengaruhi oleh temperatur, konsentrasi dan waktu pengadukan. Karenanya, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kepresisian densitas larutan alginat dengan pengaturan temperatur (30, 45, 60 dan 75°C), konsentrasi alginat (1, 2, 3, 4 dan 5% massa) dan waktu pengadukan (15, 30, 45 dan 60 menit) menggunakan metode piknometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi temperatur maka densitas akan semakin rendah, sebaliknya semakin tinggi konsentrasi dan waktu pengadukan maka densitas larutan alginat akan semakin meningkat. Dengan demikian, dapat disimpulkan apabila menginginkan densitas larutan alginat 0,9228 g/ml maka konsentrasi alginat yang digunakan 2% dengan suhu 30°C dan waktu pengadukan 30 menit.
Pengaruh Perlakuan Panas Baja Tahan Karat Martensitik AISI 410 terhadap Struktur Mikro dan Ketahanan Korosi di Lingkungan Simulasi Geothermal dalam Larutan Artificial Brine Prasetyo, Mukhlis Agung; Anwar, Moch. Syaiful; Mabruri, Efendi; Agustiningtyas, Diah Tri; Noviana, Rekha Chantya; Laksono, Andromeda Dwi
TEKNIK Vol 41, No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v0i0.24690

Abstract

Energi Panas Bumi yang berlimpah memiliki potesi untuk digunakan sebagai pembangkit listrik. Pembangkit listrik panas bumi memanfaatkan uap panas bumi untuk memutar sudu turbin yang kemudian dikonversi menjadi energi listrik. Baja tahan karat martensitik telah digunakan secara komersial untuk material sudu turbin pada turbin panas bumi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari perlakuan panas (as-quench dan tempering) terhadap struktur mikro, laju korosi material dan ketahanan korosi sumuran pada baja tahan karat AISI 410. Pengujian mikrostruktur dilakukan dengan menggunakan mikroskop optik dan uji korosi material didalam larutan brine sintetis dengan alat Gamry G750. Pengamatan struktur mikro baja AISI 410 setelah proses annealing adalah ferit dan karbida. Struktur mikro berupa temper martensit berbentuk bilah (lath) dengan austenit sisa dan karbida logam setelah dilakukan proses austenisasi 1050ºC dengan pendinginan cepat (quench) media oli dan temperature tempering 650ºC. Laju korosi dan ketahanan korosi piting sangat tinggi ditemukan pada baja AISI 410 full Annealing.
Technical and Economic Analysis of Ship Launching with Slipway and Airbag KM. Sabuk Nusantara 72 in PT. Janata Marina Indah Shipyard Semarang Sugeng, Sunarso; Ridwan, Mohammad; Suharto, Suharto; Khristyson, Samuel Febriary
TEKNIK Vol 41, No. 3 (2020): December 2020
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v41i3.33710

Abstract

In a ship planning can not be separated from the planning of the ship launching process. A ship can glide perfectly if it has a high enough planning time and costs. The launch process itself is divided into several ways. The choice of this method needs to be considered because it relates to the budget and preparations made. The method used is the calculation according to the numerical approach assisted by computational software. In the first calculation it is planned with the slipway launch, and then the next one is planned with the airbags that have been implemented previously. The purpose of this study is to provide analysis results as a consideration in implementing the slipway and airbag ship launching method on KM ships. Belt Nusantara 72 measuring 2000 DWT. In steps 5 to 6, both the slipway and the airbags experience a stern lift condition with a value (yVd) of 1396.97 ton.  Based on the economic analysis of the hours of people using airbags, there is a decrease in working hours by 44% when compared to the launch using a slipway. This also happened to work productivity where it was 84% more time effective. When viewed from an investment point of view, the use of slipways is actually more economical than airbag, the difference is 43% more economical using slipways. Both types of launch can be applied by looking at the economical side and the ability of each shipyard in carrying out the launching process and seeing the main size of the ship to be launched.
Hambatan Signifikan Implementasi Sistem Manajemen Mutu Pelaksana Konstruksi Willar, Debby; Pangemanan, Daisy Debora Grace
TEKNIK Vol 41, No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v0i0.27252

Abstract

Penerapan sistem mutu/ sistem manajemen mutu (SMM) pada penyelenggaraan konstruksi telah menjadi salah satu persyaratan bagi para kontraktor agar layak mengikuti pelelangan proyek-proyek infrastruktur di Indonesia. Seiring upaya para BUJK kualifikasi K, M, dan B mengembangkan dan menerapkan sistem mutu secara efektif, masih terdapat hambatan yang mengakibatkan sistem mutu perusahaan kontraktor belum maksimal diterapkan sehingga belum menerima manfaat yang maksimal pula. Studi ini bertujuan mengevaluasi hambatan-hambatan yang signifikan dialami oleh para BUJK kualifikasi K, M, dan B dalam menerapkan sistem mutu/SMM ISO 9001, serta mengevaluasi jika terdapat perbedaan hambatan yang signifikan. Metodepenelitian yang digunakan adalah kuantitatif menggunakan survei kuesioner, yang melibatkan 102 profesional BUJK di daerah Provinsi Sulawesi Utara. Hasil studi memaparkan dalam masa satu dekade menerapkan sistem mutu, perbeadaan hambatan yang signifikan diantara ketiga kualifikasi kontraktor yaitu, kontraktor K memahami SMM sebatas memenuhi persyaratan pelanggan proyek, dan pemeriksaan mutu berkala proyek yang sementara dikerjakan belum sesuai dengan prosedur. Kontraktor M mengalami kendala atas komitmen manajemen untuk menyediakan biaya khusus pengembangan SMM, biaya pelatihan dan promosi, dan kendala mengendalikan kegiatan proyek agar memenuhi target waktu dan biaya. Kontraktor B tidak mengalami hambatan signifikan penerapan SMM, namun berupaya agar penerapan SMM bermanfaat mengurangi biaya operasional. Hasil studi bermanfaat bagi para BUJK untuk menetapkan strategi dan skala prioritas dalam mengatasi hambatan, serta secara bersama-sama saling koordinasi untuk meminimalisir hambatan implementasi SMM
Kontrol Ventilasi Mekanis Berbasis pada Jumlah Estimasi Penghuni menggunakan Sensor Karbon Dioksida Rahman, Haolia; Sukandi, Agus; Nasruddin, Nasruddin; Arnas, Arnas; Lapisa, Remon
TEKNIK Vol 41, No. 3 (2020): December 2020
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v41i3.33416

Abstract

Ventilasi merupakan unsur penting untuk menjaga kualitas udara yang baik di dalam sebuah bangunan. Namun, penggunaan ventilasi yang berlebihan menyebabkan tingginya konsumsi energi dari sistem HVAC. Standar ASHRAE telah memberikan aturan bahwa laju ventilasi tergantung dari banyaknya penghuni dan luas ruangan di dalamnya. Oleh karena itu kuantifikasi populasi penghuni perlu diketahui sebagai acuan sebuah kontrol ventilasi. Pada penelitian ini, jumlah penghuni diestimasi menggunakan metode Bayesian MCMC berdasarkan level CO2 di dalam ruangan. Persamaan kesetimbangan massa CO2 digunakan sebagai model perhitungan Bayesian MCMC. Pengujian metode Bayesian dalam mengestimasi jumlah penghuni diaplikasikan pada sebuah ruangan kantor skala kecil berukuran 96,7 m3 yang dilengkapi dengan sistem ventilasi, sehingga estimasi penghuni dan kontrol ventilasi dapat dilakukan secara bersamaan. Pengujian juga mencakup kontrol ventilasi konvesional menggunakan level CO2 secara langsung tanpa mengkonversinya menjadi jumlah penghuni. Laju ventilasi berdasarkan jumlah penghuni pada ruangan pengujian mengacu pada standar ASHRAE 62.1. Hasil pengujian menunjukan bahwa kontrol ventilasi berbasis pada estimasi jumlah penghuni menggunakan metode Bayesian berhasil dilaksanakan dengan nilai laju ventilasi per penghuni lebih mendekati standar ASHRAE 62.1 dibandingkan dengan ventilasi metode konvensional.

Filter by Year

2007 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 46, No 3 (2025): Vol 46, No 3 (2025): July 2025 Publication in-progress Vol 46, No 3 (2025): Juli 2025 Vol 46, No 2 (2025) April 2025 Vol 46, No 1 (2025) January 2025 Vol 45, No 3 (2024): December 2024 Vol 45, No 2 (2024): August 2024 Vol. 45, No. 1 (2024): May 2024 Vol. 44, No. 3 (2023): December 2023 Vol. 44, No. 2 (2023): August 2023 Vol. 44, No. 1 (2023): May 2023 Vol. 43, No. 3 (2022): December 2022 Vol. 43, No. 1 (2022): May 2022 Vol 42, No. 3 (2021): December 2021 Vol. 42, No. 2 (2021): August 2021 Vol 41, No. 3 (2020): December 2020 Vol 41, No. 2 (2020): August 2020 Vol 41, No. 1 (2020): May 2020 Vol 40, No. 3 (2019): Desember 2019 Vol 40, No. 2 (2019): Agustus 2019 Vol 40, No. 1 (2019): Mei 2019 Vol 39, No. 2 (2018): Desember 2018 Vol 39, No 1 (2018): (July 2018) Vol 38, No 2 (2017): (Desember 2017) Vol 38, No 1 (2017): (Juli 2017) Vol 37, No 2 (2016): (Desember 2016) Vol 37, No 1 (2016): (Juli 2016) Vol 36, No 2 (2015): (December 2015) Vol 36, No 1 (2015): (Juli 2015) Vol 35, No 2 (2014): (Desember 2014) Vol 35, No 1 (2014): (July 2014) Volume 34, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 34, Nomor 2, Tahun 2013 Volume 34, Nomor 1, Tahun 2013 Volume 33, Nomor 2, Tahun 2012 Volume 33, Nomor 1, Tahun 2012 Volume 29, Nomor 3, Tahun 2008 Volume 32, Nomor 3, Tahun 2011 Volume 32, Nomor 2, Tahun 2011 Volume 32, Nomor 1, Tahun 2011 Volume 31, Nomor 2, Tahun 2010 Volume 31, Nomor 1, Tahun 2010 Volume 30, Nomor 3, Tahun 2009 Volume 30, Nomor 2, Tahun 2009 Volume 30, Nomor 1, Tahun 2009 Volume 29, Nomor 2, Tahun 2008 Volume 29, Nomor 1, Tahun 2008 Volume 28, Nomor 3, Tahun 2007 Volume 28, Nomor 2, Tahun 2007 Volume 28, Nomor 1, Tahun 2007 In Press More Issue