cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JURNAL ILMIAH PETERNAKAN TERPADU
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23031956     EISSN : 26140497     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
JURNAL ILMIAH PETERNAKAN TERPADU (JIPT) is a double blind peer-reviewed open-access journal with an editorial board made up of experts in this field. JIPT is a scientific journal covering various aspects of animal husbandry science published since 2012. JIPT is published three times a year in March, July and November by the Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung, Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 530 Documents
Infestation Level of Gastrointestinal Helminth in Swamp Buffalo (Bubalus bubalis Linn.) in Jati Agung District Lampung Selatan Regency Achmad Barkah; Madi Hartono; Purnama Edy Santosa; Muhammad Mirandy Pratama Sirat
JURNAL ILMIAH PETERNAKAN TERPADU Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : DEPARTMENT OF ANIMAL HUSBANDRY, FACULTY OF AGRICULTURE, UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jipt.v9i1.p1-18

Abstract

The research was conducted at Jati Agung District Lampung Selatan Regency on December 2019, aimed to know infestation levels of gastrointestinal helminths on Mud Bufallo. The research used cencus method. Data collection has been done by taking all faecal samples from 80 Mud Bufallo at 6 village in Jati Agung District. Faecal samples examination checked with Mc. Master and Sendimentation test at Lampung Veterinary Hall. Data were analyzed descriptively. The results showed that of the 80 buffalo faeces samples examined, 23 samples (28.75%) were positively infested with gastrointestinal helminths in both single and multi-species infestations. The highest infestation found in Sinar Rejeki village about 100% and the lowest infestation found in Jatimulyo village about 18,51%. Helmiths species that found in Mud Bufallo are from Trematode class (Paramphistomum sp.) Nematode class (Toxocara sp., Bunostomum sp., Strongyloides sp., Haemonchus sp., Oesophagustomum sp., Trichostrongylus sp., and Mecistocirrus sp.), and Cestode class (Moniezia sp.).
PENGARUH VARIETAS DAN JARAK TANAM YANG BERBEDA TERHADAP KANDUNGAN NUTRIEN HIJAUAN JAGUNG Fitria Tsani Farda; Agung Kusuma Wijaya; Liman Liman; Muhtarudin Muhtarudin; Deviana Putri; Miftahul Hasanah
JURNAL ILMIAH PETERNAKAN TERPADU Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : DEPARTMENT OF ANIMAL HUSBANDRY, FACULTY OF AGRICULTURE, UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jipt.v8i2.p83-90

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh varietas dan jarak tanam yang berbeda terhadap kandungan nutrisi hijauan jagung. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2018  hingga Juni 2019 di Laboratorium Lapang Terpadu dan Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak, Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Perlakuan dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial. Faktor pertama adalah varietas jagung (A = Bisi-18, B = NK 212, C = Pioneer 36) dan faktor ke dua jarak tanam jagung (J1= 60x20 cm, J2=80x20 cm). Tahapan penelitian mencakup tujuh tahap yaitu tahap pembuatan kompos kotoran sapi, persiapan lahan dan penanaman, pemupukan, pemeliharaan hijauan, panen dan pascapanen, pengambilan sampel, serta tahap analisis proksimat. Setiap perlakuan dikelompokkan berdasarkan ketinggian lahan menjadi kelompok 1, kelompok 2 dan kelompok 3. Peubah yang diamati adalah kandungan nutrisi bahan organik, protein kasar, lemak kasar, serat kasar dan Total Digestible Nutrient hijauan jagung. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi antara perlakuan varietas dan jarak tanam. Perlakuan varietas serta jarak tanam tidak berpengaruh nyata terhadap kadar protein kasar, lemak kasar dan serat kasar hijauan jagung. Kata kunci : Analisis proksimat, Hijauan jagung, Jarak tanam, Kandungan nutrisi, Varietas jagung.
PENGARUH PEMBERIAN SUPLEMEN TEPUNG TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb) TERHADAP KONSUMSI PROTEIN KASAR, KECERNAAN PROTEIN KASAR DAN PRODUKSI PROTEIN SUSU PADA SAPI PERAH LAKTASI Dedy Setiadi; Rudy Hartanto; Dian Wahyu Harjanti
JURNAL ILMIAH PETERNAKAN TERPADU Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : DEPARTMENT OF ANIMAL HUSBANDRY, FACULTY OF AGRICULTURE, UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jipt.v8i3.p133-140

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian suplemen tepung temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb) terhadap konsumsi PK dan produksi protein susu sapi perah laktasi. Materi yang digunakan adalah 12 ekor sapi perah Friesian Holstein (FH) dengan pengelompokan berdasarkan produksi susu yang ada di KTT Wahyu Agung, Getasan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) dengan 2 perlakuan dan 6 kelompok berdasarkan produksi susu. Perlakuan yang diterapkan yaitu T0 = sebagai kontrol, T1 = suplemen temulawak 1% kebutuhan BK. Parameter yang diamati meliputi jumlah konsumsi protein kasar pakan, kecernaan protein kasar dan produksi protein susu. Data dianalisis menggunakan analisis ragam taraf signifikan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan konsumsi protein kasar T0 sebesar 1,589 kg/ekor/hari, T1 sebesar 1,599 kg/ekor/hari, kecernaan protein kasar T0 sebesar 72,70%, T1 sebesar 75,68% dan produksi protein susu T0 sebesar 0,210 kg/ekor/hari, T1 sebesar 0,205 kg/ekor/hari. Hal tersebut menunjukkan pemberian suplemen tepung temulawak 1% kebutuhan BK tidak berpengaruh nyata terhadap konsumsi protein kasar, kecernaan protein kasar dan produksi protein susu. Kesimpulan penelitian adalah penambahan suplemen temulawak sebanyak 1% kebutuhan BK belum mampu meningkatkan konsumsi protein kasar, kecernaan protein kasar dan produksi protein susu sapi perah laktasi. Kata kunci: Kecernaan, Konsumsi, Protein kasar, Protein susu, Temulawak
PENGARUH SUBSTITUSI BY-PRODUCT INDUSTRI TAPIOKA PADA FESES SAPI PERAH SEBAGAI SUBSTRAT BIOGAS TERHADAP NILAI pH, PRODUKSI METAN DAN KECERNAAN BAHAN ORGANIK M. Istiadi; Sutaryo Sutaryo; Agung Purnomoadi
JURNAL ILMIAH PETERNAKAN TERPADU Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : DEPARTMENT OF ANIMAL HUSBANDRY, FACULTY OF AGRICULTURE, UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jipt.v8i2.p53-59

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi co-digesti onggok dengan feses sapi perah sebagai substrat pada digeter biogas terhadap nilai pH, produksi metan dan kecernaan bahan organik. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak adanya perbedaan yang nyata (p>0,05) antara perlakuan penggunaan onggok dan feses sapi perah sebagai substrat biogas (T1) dengan feses sapi perah tanpa substitusi dengan onggok (T0) terhadap nilai pH, produksi methan dan kecernaan bahan organik. Nilai pH pada perlakuan T1 sebesar 6,68 dan T0 sebesar 6,86. Produksi metan pada T1 sebesar 204,84 ml/g volatile solid (VS) dan pada T0 sebesar 184,88 ml/g VS. Kecernaan bahan organik pada T1 (29,44%) dan T0 (23,06%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah substitusi onggok sebesar 5% pada feses sapi perah sebagai substrat biogas dengan bahan baku feses sapi perah tidak memberikan perbedaan terhadap nilai pH, hasil produksi metan dan kecernaan bahan organik. Kata kunci : Biogas, Kecernaan bahan organik, Nilai pH, Onggok, Produksi metan
PROFIL LEMAK DARAH ITIK LOKAL JANTAN YANG DIBERI CAMPURAN BAHAN PAKAN LOKAL YANG DIFERMENTASI DENGAN EFFECTIVE MICROORGANISM-4 Dian Septinova; Farida Fathul; Purnama Edy Santosa; Madi Hartono
JURNAL ILMIAH PETERNAKAN TERPADU Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : DEPARTMENT OF ANIMAL HUSBANDRY, FACULTY OF AGRICULTURE, UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jipt.v8i3.p96-101

Abstract

Daging itik mengandung cukup banyak kolesterol. Bungkil kelapa sawit, onggok dan dedak merupakan bahan pakan lokal yang banyak digunakan oleh peternak itik tradisional. Pengolahan pakan dengan cara fermentasi diharapkan dapat mengurangi kadar kolesterol itik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggantian ransum komersil dengan campuran bungkil kelapa sawit, onggok, dan dedak yang difermentasi dengan EM-4 terhadap profil lemak darah itik lokal jantan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen Rancangan Acak Lengkap dengan lima perlakuan dan empat ulangan. Setiap ulangan terdiri dari dua ekor itik. Perlakuannya adalah  ransum komersil 100% (P0),  ransum komersil 95% + campuran bahan pakan fermentasi 5% (P1), ransum komersil 90% + campuran bahan pakan fermentasi 10% (P2), ransum komersil 85% + campuran bahan pakan fermentasi 15% (P3), dan ransum komersil 80% + campuran bahan pakan fermentasi 20% (P4).  Data dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (One Way Anova) dan apabila berpengaruh nyata dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa penambahan campuran bungkil kelapa sawit, onggok, dan dedak terfermentasi sampai dengan level 20% dalam ransum komersil tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap kadar kolesterol, HDL, LDL dan trigliserida darah itik Mojosari jantan.  Kesimpulan penelitian ini bahwa pemberian campuran bahan pakan fermentasi dapat digunakan sampai dengan 20% dalam ransum tanpa memberikan efek negatif terhadap lemak darah itik..Kata Kunci: EM-4, HDL, Kolesterol, LDL, Trigliserida.
Efficiency Of Production Factor Allocation Of Cattle Breeding Business (Case Study in Asto Mulyo Village, Punggur District, Central Lampung Regency) Emi Maimunah; Muhiddin Sirat; Detia Melati Pratiwi
JURNAL ILMIAH PETERNAKAN TERPADU Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : DEPARTMENT OF ANIMAL HUSBANDRY, FACULTY OF AGRICULTURE, UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jipt.v9i1.p72-84

Abstract

The purpose of this study was to analyze some factors of beef cattle production in Asto Mulyo Village, Sub-district of Punggur, Central Lampung regency which has the positive effect on production, then carried out an analysis of the allocative efficiency of production factors, to determine the level of efficiency in terms of price factors used in the beef cattle business in Asto Mulyo Village. To test the significance of the factors of production, it is carried out using a regression test with the Cobb-Douglas function analysis. Meanwhile, the analysis of allocative efficiency can be analyzed by calculating the production function to find out Xi* or the number of optimum factors used. The results of the analysis of production factors indicate that the variables of the calf, feed, vaccine, and labor have a positive and significant effect on beef production. While for the results of the analysis of the allocative efficiency shows that the calf and feed variables are not cost-efficiency, so input should be reduced, vaccine variables are not yet cost-efficiency, therefore input must be added, and labor variables are almost cost-efficiency, hence there must still be a reduction on the input. Modern and technology-based livestock innovation is expected to be able to increase production and farmers' income in Asto Mulyo Village, Punggur Sub-district, Central Lampung regency.
Performance of Peking Ducks (Anas plathyrinchos) Adding Kencur Flour (Kaemferia galanga) in their rations Herlina, Betty; Suningsih, Nining; Setiyani, Setiyani
JURNAL ILMIAH PETERNAKAN TERPADU Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : DEPARTMENT OF ANIMAL HUSBANDRY, FACULTY OF AGRICULTURE, UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jipt.v9i1.p19-27

Abstract

The research objective was to determine the performance of Peking ducks which were added with galangal flour in their rations. The research method was an experimental method using a completely randomized design with 6 treatments and 4 replications where each replication consisted of 4 ducks. The study was conducted for 56 days. The research materials were 96 Day Old Ducks, rations (milled corn, bran, tofu dregs, and kale waste), drinking water, sugar water and calx. The equipment used were a stage cage, a litter, a place for feeding and drinking, a scale, stationery and other equipment. The treatments consisted of P0 = basal ration, P1 = P0 + 0.1% galangal flour, P2 = P0 + 0.2% galangal flour, P3 = P0 + 0.3% galangal flour, P4 = P0 + 0.4% galangal flour, and P5 = P0 + 0.5% galangal flour. The variables observed were feed consumption, body weight gain, feed conversion, and mortality. Data were analysed using analysis of variance. The results showed that the addition of galangal flour in the ration had a significant effect (P <0.05) on ration consumption and body weight gain and had no significant effect (P> 0.05) on ration conversion and mortality. The conclusion of this research is that the performance of Peking ducks which were given the addition of galangal flour in the ration could increase the feed consumption and body weight gain, but has not been efficient in reducing the value of feed conversion and the percentage of mortality.
Cover JIPT 8(2): Juli 2020 JIPT, Cover
JURNAL ILMIAH PETERNAKAN TERPADU Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : DEPARTMENT OF ANIMAL HUSBANDRY, FACULTY OF AGRICULTURE, UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jipt.v8i2.p%p

Abstract

Back Cover JIPT 8(3): November 2020 Back Cover JIPT
JURNAL ILMIAH PETERNAKAN TERPADU Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : DEPARTMENT OF ANIMAL HUSBANDRY, FACULTY OF AGRICULTURE, UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jipt.v8i3.p%p

Abstract

PENGARUH JENIS PENGOLAHAN DAN LAMA PEMERAMAN TERHADAP KANDUNGAN FRAKSI SERAT PELEPAH KELAPA SAWIT Dewi Febrina; Rizky Pratama; Rahmi Febriyanti
JURNAL ILMIAH PETERNAKAN TERPADU Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : DEPARTMENT OF ANIMAL HUSBANDRY, FACULTY OF AGRICULTURE, UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jipt.v8i2.p60-65

Abstract

Pemanfaatan pelepah kelapa sawit sebagai pakan terkendala karena tingginya kandungan lignin. Jenis pengolahan dan lama pemeraman yang berbeda diharapkan dapat menurunkan kandungan fraksi seratnya terutama kandungan lignin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan fraksi serat pelepah kelapa sawit  dengan jenis pengolahan dan lama pemeraman berbeda. Penelitian mengunakan Rancangan Acak Lengkap dengan pola faktorial dengan 2 faktor masing-masing dengan 3 ulangan sehingga terdapat 27 unit perlakuan. Faktor A adalah jenis pengolahan: A1 pengolahan secara kimia (penambahan urea 5%); A2 pengolahan secara biologi (penambahan eksreta 10%); A3 pengolahan secara kimia + biologi (penambahan 5% urea + 10% eksreta). Faktor B adalah lama pemeraman: B1 pemeraman 7 hari; B2 pemeraman 14 hari; B3 pemeraman 21 hari. Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (Analysis of Variance/ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan jenis pengolahan, lama pemeraman dan interaksi antara jenis pengolahan dengan lama pemeraman menurunkan kandungan selulosa dan hemiselulosa dan lignin serta meningkatkan kandungan NDF dan ADF. Perlakun terbaik adalah kombinasi pengolahan secara kimia + biologi (penambahan urea 5% dan eksreta 10%) dengan  lama pemeraman 21 hari karena menghasilkan kandungan ADL terendah yaitu 18,94%. Kata kunci : Eksreta, Fraksi serat, Pemeraman, Pelepah kelapa sawit, Urea.