cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Agrotek Tropika
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23374993     EISSN : 26203138     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrotek Tropika (JAT) is a journal of science in the field of agrotechnology which covers several fields of science such as Agronomy, Horticulture, Soil Science, and Plant Pests and Diseases. Journal of Tropical Agrotek published since 2013 and published three times in one year ie in January, May, and September. Journal of Tropical Agrotek published by Department of Agrotechnology, Faculty of Agriculture, University of Lampung in cooperation with Agroteknologi Association of Indonesia (PAGI) Lampung.
Arjuna Subject : -
Articles 811 Documents
KAJIAN JENIS BAHAN PEMBAWA DAN LAMA SIMPAN TERHADAP INFEKTIVITAS DAN EFEKTIVITAS INOKULAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA Lily F. Ishaq; D R Lukiwati; Yuke I Benggu; Peters O Bako
Jurnal Agrotek Tropika Vol 9, No 2 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, MEI 2021
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v9i2.4680

Abstract

Fungi mikoriza arbuskula (FMA) memiliki banyak manfaat dan berpotensi untuk dikembangkan sebagai pupuk hayati di lahan kering iklim kering Nusa Tenggara Timur. Salah satu cara penyimpanan FMA sebelum diaplikasikan adalah pengemasan dalam bentuk kapsul. Jenis bahan pembawa dan kemampuannya dalam mempertahankan infektivitas dan efektivitas FMA selama masa penyimpanan merupakan faktor yang menentukan keberhasilan penggunaan kapsul FMA. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji jenis bahan pembawa dan lama simpan terhadap infektivitas dan efektivitas FMA.. Penelitian ini merupakan percobaan lapangan yang didesain dalam bentuk percobaan faktorial dua faktor dengan menggunakan rancangan petak terpisah (split plot). Sebagai petak utama adalah jenis bahan pembawa yang terdiri dari tiga taraf yaitu arang sekam, zeolit dan gamping, sedangkan anak petak adalah lama simpan yang terdiri dari 2 taraf yaitu lama simpan 4 bulan dan 6 bulan. Spora yang digunakan sebagai inokulan adalah FMA indigen hasil koleksi yang diperoleh dari rhizofer jagung. Variabel yang diamati terdiri dari jumlah spora/ 100 g tanah, tingkat infeksi akar, kandungan P jaringan, berat kering biomassa tanaman dan bobot tongkol. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi yang nyata antara jenis bahan pembawa dan lama simpan terhadap kolonisasi akar dan P jaringan tanaman.  Meskipun demikian, jenis bahan pembawa dan lama simpan tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah spora FMA, bobot kering biomassa dan bobot tongkol. Hal ini menunjukkan arang sekam, zeoiit dan gamping berpotensi untuk dijadikan sebagai bahan pembawa inokulan FMA.
PENGARUH PENAMBAHAN SURFAKTAN DAN WAKTU TURUN HUJAN SETELAH APLIKASI TERHADAP DAYA KENDALI HERBISIDA GLIFOSAT Meylita Mustikawati; Dad R. J. Sembodo; Purba Sanjaya; Hidayat Pujisiswanto
Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, No 3 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, SEPTEMBER 2020
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v8i3.4518

Abstract

Aplikasi herbisida glifosat banyak dipilih untuk mengendalikan gulma karena memiliki spektrum pengendalian yang luas. Hujan merupakan salah satu faktor yang dapat menurunkan efektivitas herbisida glifosat sedangkan penambahan surfaktan dalam aplikasi herbisida glifosat dapat meningkatkan efektivitas herbisida tersebut. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penambahan surfaktan dan waktu turun hujan setelah aplikasi serta interaksinya terhadap daya kendali herbisida glifosat. Penelitian menggunakan rancangan petak terbagi dengan 14 perlakuan dengan 5 ulangan yang diujikan pada gulma Paspalum conjugatum, Setaria plicata, Asystasia gangetica, Praxelis clematidea, Cyperus rotundus, dan Cyperus kyllingia. Petak utama yaitu tanpa penambahan surfaktan dan penambahan surfaktan 0,1% sedang anak petak yaitu waktu turun hujan setelah aplikasi dengan waktu turun hujan 0, 1, 2, 3, 4, dan tanpa hujan setelah aplikasi. Data dianalisis ragam dan diuji lanjut dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan surfaktan dapat meningkatkan daya kendali herbisida glifosat, dan waktu turun hujan setelah aplikasi dapat menurunkan daya kendali herbisida glifosat. Penambahan surfaktan pada aplikasi herbisida glifosat yang diikuti hujan setelah aplikasi memiliki daya kendali yang lebih tinggi dibandingkan dengan aplikasi herbisida tanpa surfaktan.
PENGARUH PUPUK KANDANG DAN PUPUK HAYATI PADA PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill.) Sanjaya, Purba; Kurnia, Novi; Kushendarto, Kushendarto; Yelli, Fitri
Jurnal Agrotek Tropika Vol 9, No 1 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, JANUARI 2021
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v9i1.4895

Abstract

Produktivitas tanaman tomat di Provinsi Lampung terus menurun dalam beberapa tahun terakhir. Pada Tahun 2017 tercatat produktivitas tomat mencapai 13.46 ton/ha, sedangkan pada tahun 2019 hanya mencapai 10.52 ton/ha. Bahkan nilai ini masih jauh lebih rendah dibandingkan dengan rata rata nasional yang mencapai 18.63 ton/ha. Untuk mengatasi hal tersebut peningkatan produktivitas mutlak dibutuhkan, salah satunya adalah dengan penambahan pupuk kandang dan pupuk hayati. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Lapang Terpadu, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung pada bulan Januari - Mei 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) secara faktorial 4 x 3 dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah pemupukan dengan menggunakan beberapa jenis pupuk kandang (ayam, kambing dan sapi) sebanyak 1/3 bagian media tanam, sedangkan faktor kedua adalah aplikasi pupuk hayati dengan dosis, 0 l/ha, 4 l/ha, dan 8 l/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pupuk kandang berpengaruh nyata terhadap seluruh variabel pengamatan. Dari ketiga jenis pupuk kandang, pupuk kandang kambing memberikan hasil yang paling baikdibandingkan pupuk kandang lainnya. Aplikasi pupuk hayati dengan dosis 4 l/ha berpengaruh nyata terhadap variabel jumlah cabang primer dan jumlah bunga tanaman tomat dan merupakan perlakuan terbaik untuk pupuk hayati. Tidak terjadi interaksi antara perlakuan pupuk kandang dan pupuk hayati.
PENGARUH APLIKASI PUPUK HAYATI DAN PUPUK KANDANG (AYAM DAN SAPI) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SEMANGKA (Citrullus lanatus) Masriyana Masriyana; Kus Hendarto; Sri Yusnaini; Yohannes C Ginting
Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, No 3 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, SEPTEMBER 2020
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v8i3.4474

Abstract

Produktivitas semangka di provinsi Lampung tergolong rendah, karena lahan pertanian di provinsi Lampung didominasi tanah ultisol. Untuk meningkatkan kesuburan tanah ultisol dalam budidaya semangka diperlukan penambahan bahan organik dan pupuk hayati. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kandang ayam dan pupuk kandang sapi serta aplikasi pupuk hayati Grikulan plus pada pertumbuhan dan hasil tanaman semangka.  Penelitian ini dilaksanakan di Balai Pelatihan Pertanian Hajimena, Lampung Selatan pada April 2019 – Juli 2019.  Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial (3x3) dengan tiga kelompok dan terdapat 9 kombinasi perlakuan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk hayati memberikan hasil terbaik dengan konsentrasi 20 ml/l dibandingkan tanpa pemberian pupuk hayati pada panjang tanaman, jumlah bunga betina, panjang buah, dan diameter buah.  Pupuk kandang (ayam dan sapi) 20 ton/ha mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman semangka yang ditunjukkan oleh panjang tanaman, jumlah bunga betina, panjang buah, dan diameter buah.  Produksi Semangka tertinggi diperoleh pada aplikasi pupuk kandang sapi jika disertai aplikasi pupuk hayati konsentrasi 20 ml/l dari pada tanpa pupuk hayati.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANONITROFOS PLUS, PUPUK ANORGANIK, DAN KOMBINASINYA TERHADAP BIOMASSA KARBON MIKROORGANISME (C-MIK) PADA TANAH ULTISOLS TAMAN BOGO YANG DITANAMI JAGUNG MANIS (Zea mays [L.] Saccharata Sturt) Siti Bherliana Maharani Setiawati; Dermiyati Dermiyati; Mas Achmad Syamsul Arif; Sri Yusnaini
Jurnal Agrotek Tropika Vol 9, No 1 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, JANUARI 2021
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v9i1.4756

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk Organonitrofos plus, pupuk anorganik, dan kombinasinya terhadap biomassa karbon mikroorganisme (C-mik) tanah selama pertumbuhan jagung manis.  Penelitian dilaksanakan di Balai Penelitian Taman Bogo, Lampung Timur pada bulan April sampai dengan Juli 2016.  Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 11 perlakuan kombinasi dan 3 ulangan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa C-mik tanah pada semua perlakuan kombinasi pupuk Organonitrofos plus dan pupuk anorganik nyata lebih tinggi 25,45% dibandingkan dengan perlakuan pupuk tunggal Organonitrofos plus maupun pupuk tunggal anorganik pada pengamatan 15 HST.  Nilai C-mik tanah pada perlakuan pupuk tunggal Organonitrofos plus, anorganik, maupun kombinasinya sangat nyata lebih tinggi 60,61% dibandingkan dengan perlakuan tanpa pupuk (kontrol)pada pengamatan 30 HST.  Nilai C-mik tanah pada perlakuan pupuk Organonitrofos plus 100% + anorganik 100% (P6) nyata lebih tinggi 32,48% dibandingkan dengan perlakuan berbagai kombinasi dosis pupuk Organonitrofos plus + anorganik 50% dan 75%  (P7, P8, P9, P10) pada pengamatan 30 HST.  Nilai C-mik tanah pada perlakuan kombinasi pupuk Organonitrofos plus 50% + anorganik 50% (P10) nyata lebih tinggi 40,16% dibandingkan dengan.berbagai kombinasi dosis pupuk Organonitrofos plus + anorganik 75% (P7, P8, P9) pada pengamatan 30 HST.
KELIMPAHAN DAN KEANEKARAGAMAN ARTHROPODA PERMUKAAN TANAH PADA BEBERAPA LOKASI PERTANAMAN UBI KAYU (Manihot esculenta Crantz) DI LAMPUNG Christ Arissandhi Pandiangan; F X Susilo; Agus Muhammad Hariri; I Gede Swibawa
Jurnal Agrotek Tropika Vol 9, No 1 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, JANUARI 2021
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v9i1.4792

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan dan keanekaragaman Arthropoda  permukaan tanah di beberapa lokasi pertanaman ubikayu di Provinsi Lampung. Lokasi 1 dan 2 terletak di desa Tanjung Sari, Lampung Selatan, lokasi 3 dan 4 terletak di desa Bumi Aji, Lampung Tengah, lokasi 5 di desa Pekalongan, Lampung Timur dan lokasi 6 di desa Sukaraja Nuban, Lampung Timur. Pengambilan sampel Arthropoda menggunakan pitfall trap(diameter 13 cm, tinggi 20 cm) dilakukan lima kali (lima minggu) pada enam lokasi pertanaman ubikayu.  Arthropoda hasil tangkapan dikoleksi dalam botol vial dengan alkohol 70%, selanjutnya diidentifikasi di Laboratorium Ilmu Hama Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan total arthropoda permukaan tanah dari 6 lokasi adalah bervariasi, terdiri atas tujuh kelompok Arthropoda.  Di antara enamordo arthropoda yang ditemukan, terdapat dua kelompok yang memiliki kelimpahan dan nilai penting (PV) tertinggi, yaitu Collembola dan semut.  Nilai indeks Shannon arthropoda pada pertanaman ubi kayu pada kisaran antara 0,6 sampai 1,17 dan indeks Simpson antara 0,3-0,5.
PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR KEONG MAS (Pomacea canaliculata L.) DAN PAKLOBUTRAZOL TERHADAP PERTUMBUHAN PADI MAPAN P-05 A. Ngadiani; Diah Karunia Binawati; Vivin Andriani
Jurnal Agrotek Tropika Vol 9, No 1 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, JANUARI 2021
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v9i1.4041

Abstract

Padi (Oryza sativa L.) merupakan makanan pokok sebagian masyarakat di Indonesia. Hambatan yang terjadi yaitu musim panen padi yang tidak sesuai harapan petani. Perbaikan sifat fisik dan kimia tanah untuk peningkatan produktivitas lahan kering dapat dilakukan diantaranya dengan penambahan bahan organik. Oleh karena itu, produktivitas padi harus ditingkatkan, salah satunya dengan aplikasi POC keong mas dan pklobutrazol. Tujuan penelitihan ini, yaitu untuk mengetahui pengaruh POC keong mas dan paklobutrazol terhadap pertumbuhan dan anatomi tanaman padi (Oryza sativa L.). Untuk menentukan berapa konsentrasi POC keong mas dan paklobutrazol yang efektif meningkatkan pertumbuhan dan anatomi padi (Oryza sativa L.). Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) pola faktorial, dengan 2 faktor perlakuan yaitu dosis POC keong mas dan paklobutrazol. Dosis pupuk organic cair terdiri atas 4 tingkat, yaitu: kontrol = 0ml/L (C0), 1 ml/L(C1), 1,5ml/L (C2), atau 2ml/L (C3). Aplikasi pupuk organik cair dilakukan pada saat tanaman padi berumur 4, 8 dan 12 minggu setelah pemindahan. Dosis pemberian paklobutrazol pada tanaman padi dengan 4 tingkat, yaitu: Perlakuan kontrol =  0 ppm paklobutrazol (P0), 5 ppm paklobutazol (P1), 10 ppm paklobutazol (P2), atau 15 ppm paklobutazol (P3). Analisis ini dilakukan dengan menggunakan Software SPPS 21 pada  taraf 5%. Pemberian POC keong mas dan paklobutrazol memberikan pengaruh pada tinggi tanaman, jumlah daun dan umur keluarnya daun bendera pada tanaman padi Mapan P-05. Kata Kunci: Padi Mapan P-05; POC; keong mas; paklobutrazol; pertumbuhan
EFIKASI HERBISIDA PARAKUAT DIKLORIDA TERHADAP PERTUMBUHAN GULMA DAN TANAMAN SERTA HASIL KEDELAI (Glycine max L. Merr) Gangga Prastita Sari; Herry Susanto; Kuswanta Futas Hidayat; Hidayat Pujisiswanto
Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, No 3 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, SEPTEMBER 2020
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v8i3.4543

Abstract

Keberadaan gulma pada lahan budidaya tanaman kedelai menyebabkan terjadinya penurunan mutu dan produksi.  Oleh karena itu diperlukan suatu tindakan pengelolaan yaitu pengendalian gulma. Salah satu metode pengendalian gulma adalah secara kimiawi menggunakan herbisida.  Herbisida yang digunakan dalam penelitian ini adalah herbisida parakuat diklorida. Herbisida tersebut bersifat kontak sehingga diharapkan cepat dalam mengendalikan gulma. Penelitian bertujuan untuk mengetahui dosis herbisida parakuat diklorida yang efektif dalam mengendalikan gulma pada lahan budidaya tanaman kedelai, mengetahui apakah terjadi perubahan komposisi gulma akibat aplikasi herbisida parakuat diklorida, serta mengetahui apakah terjadi fitotoksisitas dan penghambatan pertumbuhan serta hasil tanaman kedelai akibat aplikasi herbisida parakuat diklorida. Penelitian dilakukan di lahan petani Desa Pemanggilan, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan dan Laboratorium Gulma Fakultas Pertanian Universitas Lampung mulai bulan Februari hingga Mei 2019. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat ulangan dan enam perlakuan yaitu herbisida parakuat diklorida dosis 405 g/ha, 540 g/ha, 675 g/ha, 810 g/ha , penyiangan manual, dan kontrol.  Homogenitas ragam data diuji dengan uji Bartlett, additivitas data diuji dengan uji Tukey, dan perbedaan nilai tengah diuji dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5 %.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Herbisida parakuat diklorida dosis 405–810 g/ha efektif  mengendalikan gulma total, gulma golongan daun lebar, gulma golongan rumput serta gulma dominan (Croton hirtus, Mimosa invisa, Rottboellia exaltata, dan Synedrella nodiflora)di areal tanaman kedelai hingga 6 MSA. Herbisida parakuat diklorida menyebabkan perubahan komposisi gulma antara 29-49 % pada 3 MSA dan 23-38 % pada 6 MSA. Aplikasi herbisida parakuat diklorida dosis 405 – 810 g/ha menyebabkan fitotoksisitas dalam skala ringan dengan rentang toksisitas  5–20 %, dosis 405–810 g/ha tidak menghambat pertumbuhan dan produksi kedelai lebih rendah pada perlakuan herbisida dosis 405 – 675 g/ha.
IDENTIFIKASI BERBASIS MORFOLOGI NEMATODA PURU AKAR (Meloidogyne spp.) PADA PERTANAMAN JAMBU BIJI KRISTAL DI PROVINSI LAMPUNG Amirul Syahid; I G Swibawa; Solikhin Solikhin; Yuyun Fitriana
Jurnal Agrotek Tropika Vol 9, No 1 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, JANUARI 2021
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v9i1.4781

Abstract

Jambu biji Kristal saat ini populer di Lampung di antara buah-buahan tropika lainnya. Salah OPT penting yang menyerang jambu biji ini yaitu nematoda puru akar (NPA). Penelitian yang bertujuan untuk mempelajari spesies nematoda puru akar yang berasosiasi dengan tanaman jambu biji kristal di Lampung dilakukan pada bulan Januari-April 2019. Pengambilan sampel nematoda dilakukan pada lahan pertanaman jambu biji kristal di PT GGF, PT GGP, dan di desa Sinar Betung Kecamatan Talang Padang Kabupaten Tanggamus. Sebanyak 40 sampel akar jambu diambil dari ketiga perkebunan tersebut dan dilakukan penghitungan nematoda betina dewasa di Laboratorium Ilmu Hama Tumbuhan Universitas Lampung. Hasil penelitian menunjukkan jumlah puru yang tinggi ditemukan pada pertanaman GGF 2 yaitu 88 puru/g akar, dan rendah di PT GGP yaitu 27,6 puru/g akar.  Jumlah juvenil tinggi yaitu 351 indiv/g akar ditemukan pada Blok pertanaman 41 D2, dan rendah yaitu 10 indiv/g akar di blok pertanaman 2 J1, PT GGP Lampung Tengah. Ditemukan dua spesies nematoda puru akar, yaitu Meloidogyne incognita dan Meloidogyne Javanica, dengan komposisi masing-masing 97,3% dan 3,33%.
EFIKASI HERBISIDA METIL METSULFURON TERHADAP GULMA PADA BUDIDAYA TANAMAN KARET (Hevea brasiliensis) BELUM MENGHASILKAN Irvan Saputa; Rusdi Evizal; Dad Resiworo Jekti Sembodo; Nanik Sriyani
Jurnal Agrotek Tropika Vol 9, No 2 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, MEI 2021
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v9i2.4829

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis herbisida metil metsulfuron yang efektif mengendalikan gulma di pertanaman karet, mengetahui perubahan komposisi gulma akibat aplikasi herbisida metil metsulfuron, dan mengetahui fitotoksisitas tanaman karet setelah aplikasi herbisida metil metsulfuron. Penelitian ini dilakukan di kebun rakyat Desa Onoharjo, Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah dan Laboratorium Gulma Fakultas Pertanian Universitas Lampung dimulai Desember 2017 hingga Maret 2018. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan empat ulangan dan enam perlakuan yaitu dosis herbisida metil metsulfuron 15 g/ha, 20 g/ha, 25 g/ha, 30 g/ha, penyiangan mekanis, dan kontrol. Homogenitas ragam data diuji dengan uji Bartlett, additivitas data diuji dengan uji Tukey, dan perbedaan nilai tengah perlakuan diuji dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan herbisida metil metsulfuron dosis 15 – 30 g/ha efektif mengendalikan gulma total, gulma daun lebar, Borreria alata, dan Praxelis climatidea pada 4 – 12 MSA. Herbisida metil metsulfuron dosis 15 – 30 g/ha mengendalikan gulma rumput dan teki pada 4 – 8 MSA. Herbisida metil metsulfuron dosis 15 – 30 g/ha mengendalikan gulma Axonopus compressus, Croton hirtus, dan Ottochloa nodosa pada 4 MSA di perkebunan karet TBM. Aplikasi herbisida metil metsulfuron dosis 15 – 30 g/ha menyebabkan terjadinya perubahan komposisi gulma Borreria alata menjadi Croton hirtus pada 4 MSA, Borreria alata menjadi Axonopus compressus pada 8 MSA, dan Borreria alata menjadi Ottochloa nodosa pada 12 MSA di perkebunan karet TBM. Aplikasi herbisida metil metsulfuron dosis 15 – 30 g/ha tidak menyebabkan terjadinya keracunan terhadap tanaman karet TBM.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025 (ON PROGRESS) Vol. 13 No. 3 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, AGUSTUS 2025 Vol 13, No 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025 (ON PROGRESS) Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025 Vol 12, No 4 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, NOVEMBER 2024 Vol 12, No 3 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, AGUSTUS 2024 Vol 12, No 2 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Mei 2024 Vol 12, No 1 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Februari 2024 Vol 11, No 4 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, November 2023 Vol 11, No 3 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Agustus 2023 Vol 11, No 2 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Mei 2023 Vol 11, No 1 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, FEBRUARI 2023 Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022 Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022 (ON PROGRESS) Vol 10, No 3 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, AGUSTUS 2022 Vol 10, No 2 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, MEI 2022 Vol 10, No 1 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, JANUARI 2022 Vol 9, No 3 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, SEPTEMBER 2021 Vol 9, No 2 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, MEI 2021 Vol 9, No 1 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, JANUARI 2021 Vol 8, No 3 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, SEPTEMBER 2020 Vol 8, No 2 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, MEI 2020 Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, Januari 2020 Vol 7, No 3 (2019): JAT September 2019 Vol 7, No 2 (2019): JAT Mei 2019 Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 2 (2018): JAT Vol.6 (2) 2018 Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue