cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25979272     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 510 Documents
Implementasi Master Plan 1974-1994 terhadap Pembangunan Kota Palembang Sumiyati Sumiyati; Desi Rusmini; Syarifuddin Syarifuddin; Supriyanto Supriyanto
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 18, No 1 (2022): JPWK Volume 18 No. 1 March 2022
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v18i1.34997

Abstract

Master plan 1974-1994 disusun oleh seorang arsitek di Kota Palembang, Ir. Anwar Arifai pada tahun 1971 yang saat itu menjabat sebagai kepala Dinas Tata Ruang Kota Palembang untuk ditugaskan dalam penyusunan master plan. Menurut pengamatan dan hasil di lapangan master plan 1974-1994 sembilan puluh persen terlaksana dengan berbagai proyek besar dan konkret salah satunya adalah pembangunan jalan lingkar, pembangunan pusat pemerintahan (civic center). Penelitian ini menggunakan metode penelitian historis yang mempunyai langkah pencarian sumber, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi (penulisan sejarah). Tujuan penelitian ini adalah sebagai bahan kajian lebih dalam mengenai pembangunan di Kota Palembang di masa depan agar menjadi lebih terdefinisi lebih rinci juga sebagai bahan evaluasi instansi yang terkait dalam pembangunan Palembang. Maka tujuan pembangunan rencana induk digunakan sebagai alat untuk mendorong pertumbuhan serta mengatur tata kota dan perluasan kota yang akan datang. Hal Ini merupakan tindakan dari pada pemberian pernyataan konklusif visi dua sampai tiga dekade mendatang dengan mengingat pertumbuhan populasi yang akan datang, yang mengarah pada ekonomi yang harus berkembang, serta kebutuhan infrastruktur dan perbaikan ekologi diharapkan terjadi untuk area tertentu dengan adanya susunanan tujuan yang terlaksana. Secara keseluruhan master plan tahun 1974-1994 terlaksana sangat baik dengan terwujudnya proyek-proyek besar selama masa pembangunan di Kotamadya Palembang.
Performance Evaluation of City Parks Based on Sustainable Landscape Design in Jakarta Silia Yuslim; Etty Indrawati
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 18, No 2 (2022): JPWK Volume 18 No. 2 June 2022
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v18i2.37887

Abstract

Green open spaces, especially urban parks, are needed by the community and the city to minimize environmental problems and improve life quality. City parks in Jakarta have not been able to do so. The research will evaluate the city parks performance based on sustainable landscape design to see how well city parks have the functions as contained in the 2019 Green Open Spaces Guidelines for Sustainable Development and Development. Previous research has measured the city parks performance as their functions related to ecological, health/quality of life, economic, aesthetic, socio-cultural aspects. This study will add the aspect of mitigation as one of the measurement variables and at the same time as an update of the research. The evaluation instrument uses a questionnaire that contains an evaluation variable for city parks performance that combines all the function aspects of city parks with sustainable landscape design and observation principles. The purpose of this research is to provide evaluation results and recommendations. Performance evaluation based on city parks sustainable landscape design, there is no city parks function applied in good category and observationally, the condition of city parks is poorly maintained and gloomy. The recommendation is further research is needed that utilizes a sustainable landscape design to look for more deeply the root causes factors why the function and sustainability of city parks could not be achieved.
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harga Rumah di Area Aglomerasi Yogyakarta Dwike Chandraderia; Virgiana Nugransih Siwi; Sotya Fevriera
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 18, No 2 (2022): JPWK Volume 18 No. 2 June 2022
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v18i2.37603

Abstract

Pertumbuhan penduduk Indonesia yang cukup tinggi mendorong masyarakat untuk melakukan urbanisasi yang membuat daerah perkotaan (urban area) berkembang pesat dan menimbulkan aglomerasi perkotaan serta ikut mempengaruhi perkembangan pembangunan perumahan dan harganya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi harga sewa rumah di area aglomerasi Yogyakarta yang terdiri dari karakteristik rumah tangga, karakteristik rumah dan karakteristik spasial tempat tinggal. Data yang digunakan berasal dari survei rumah tangga mengenai konsumsi energi dan pemilihan moda dari anggota rumah tangga yang dilakukan di Provinsi Yogyakarta pada awal tahun 2016. Penelitian ini menggunakan metode Hedonic Price dengan Ordinary Least Square (OLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pendapatan, pengeluaran untuk energi, luas bangunan rumah, jenis lantai keramik, jenis lantai kayu, jenis atap genteng, jarak rumah dengan halte, jarak rumah dengan CBD berpengaruh terhadap harga sewa rumah.
Economic Spatial Patterns and Human Development Index Districts and Cities in Five Southern Sumatera Provinces Ahmad Dhea Pratama; Ukhti Ciptawaty
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 18, No 2 (2022): JPWK Volume 18 No. 2 June 2022
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v18i2.36430

Abstract

The Spatial linkages between regions are an important part of a regional economy as an analysis of relations and interactions between regions. Regional economic studies tend to focus only on the independence of a region so that it does not consider the spatial effects that occur between one region and another. This study focuses on looking at spatial autocorrelation which will produce spatial patterns and spatial linkages between regions of the gross regional domestic product and the human development index, with the findings of seeing spatial interactions and patterns of similarities or differences in the formation of the two variables between regions. The research area focuses on 60 districts and cities in 5 provinces of Southern Sumatera with the 2015-2019 research year, the analysis method uses Geographic Information Systems with Geoda software, the results of the calculations will produce Moran’s I, LISA Significance and Clustered maps.  The outcomes show that there has been a spatial relationship as certain autocorrelation of GRDP and HDI, the formation of the economy and human capital has a spatial relationship, results of Moran'I show that the positive value of the two variables has a group pattern and has a level of formation of GRDP and HDI with the same characteristics, moran scatterplot shows the similarity with the resulting region divided into 4 quadrants. The LISA cluster map and the LISA marking are the similarities in the findings of the GRDP and HDI results, but both variables have no findings of Low-high patterns.
Kesiapan Pemerintah Daerah dalam Melakukan Replikasi Inovasi Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di Kabupaten Lebak dan Kabupaten Musi Rawas Ray Septianis Kartika
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 18, No 2 (2022): JPWK Volume 18 No. 2 June 2022
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v18i2.32337

Abstract

Replikasi menjadi faktor penentu keberhasilan inovasi. Apalagi bila diterapkan di daerah tertinggal, akan berpengaruh terhadap kemajuan pembangunan. Salah satunya adalah replikasi inovasi PTSP. Replikasi inovasi menuntut daerah agar mewujudkan program yang berkelanjutan, terutama dari OPD sebagai unsur pelaksana kegiatan.  Tujuannya adalah melihat seberapa besar keinginan Kabupaten Musi Rawas dan Kabupaten Lebak dalam memajukan pelayanan perijinannya. Berdasarkan pengamatan, TIM mengidentifikasi bahwa kesiapan pemerintah Kabupaten Musi Rawas mencakup regulasi, sumber daya aparatur DPMPTSP, dan kesiapan struktur anggaran perijinan. Untuk sarana prasarana masih dikatakan belum memadai terutama dalam hal kekuatan jaringan.  Kesiapan pemerintah Kabupaten Lebak mencakup kesiapan regulasi terkait pendelegasian kewenangan terhadap DPMPTSP, sumber daya manusia dan sarana prasarana masih perlu dibenahi kembali. Masukan konstruktif bagi kedua daerah adalah Kabupaten Musi Rawas menambah penguatan jaringan dari kabupaten ke kecamatan, Replikasi Inovasi mencakup 3 jenis perizinan SIUP, HO dan TDP, mempersiapkan jasa petugas dalam penerapan aplikasi sebagai tim teknis dan Model inovasi perizinan yang dapat terealisasi dengan lintas sektor OPD data kecamatan. Sedangkan Kabupaten Lebak, mengalokasikan anggaran penumbuhkembangan kemampuan petugas melalui pelatihan, Mendahulukan jenis perijinan yang menjadi kebutuhan masyarakat, Integrasi jaringan  lokal, dan Fokus replikasi pada PATEN di kecamatan.
Strategi Penanganan Kawasan Tepian Sungai Tukad Yeh Poh sebagai Recreational Waterfront Kabupaten Badung Made Isaka Riasmi; Ni Ketut Agusintadewi; Widiastuti Widiastuti
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 18, No 3 (2022): JPWK Volume 18 No. 3 September 2022 (in progress)
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v18i3.37520

Abstract

Pengentasan masalah permukiman kumuh pada perkotaan di Kabupaten Badung merujuk pada  Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU). Upaya ini diawali dengan cara mengubah daerah kumuh menjadi “Kawasan Produktif Pariwisata” pada Kawasan Tepian Sungai Tukad Yeh Poh yang bertujuan untuk meingkatkan kualitas lingkungan dengan penambahan nilai ekonomi kawasan bagi masyarakat, sehingga dapat mendukung kelestarian lingkungan menuju terwujudnya kota berkelanjutan. Fokus penelitian ini adalah untuk mengkaji strategi peningkatan kualitas lingkungan yang berpotensi kumuh pada lokasi penelitian sebagai kawasan produktif pariwisata berupa recreational waterfront di Kabupaten Badung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis deskriptif. Pengumpulan data menggunakan teknik Participatory Rural Appraisal (PRA). Hasil penelitian memaparkan strategi yang dilakukan dalam upaya peningkatan kualitas lingkungan, seperti perbaikan infrastruktur fisik, penyediaan ruang terbuka publik, dan penunjang kegiatan wisata air, seperti destinasi wisata kuliner dan olahraga. Selain itu juga, upaya lain dengan menerapkan sistem Eko-Drainase dan pembuatan biopori, penanganan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan serta pengembangan destinasi wisata yang dapat dimanfaatkan dan dikelola berbasis masyarakat. Dengan membuat Kawasan Produktif Pariwisata, maka perekonomian masyarakat meningkat, sehingga dapat berperan serta dalam menjaga lingkungan setempat.
Perubahan Karakteristik Pengunjung Ruang Terbuka Hijau Perkotaan Sebagai Urban Tourism di Taman Alun-Alun Pacitan Riswandha Risang Aji; Visilya Faniza
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 17, No 3 (2021): JPWK Volume 17 No. 3 September 2021
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v17i3.36534

Abstract

Tourism is a sector that is quite developed in Indonesia and in the world. Tourism has a multiplier effect that can develop other sectors that support the development of tourism itself. However, just like other sectors, the COVID-19 pandemic is affecting tourism. Many tourists spend their holidays at home because of the government's advice to stay at home. One type of tourism that is quite developed is Urban Tourism. One of Urban Tourism is urban green open space. The urban green open space which is the object of this research is the Taman Alun-Alun Pacitan. This study aims to describe the characteristics transformation of tourists or visitors and the role of Taman Alun-Alun Pacitan as a green open space in the pre-pandemic period and during the pandemic. The method used in this research is quantitative method using a questionnaire as a data collection tool and descriptive analysis to process the data. The results of this study show that the visitor of Taman Alun-Alun Pacitan characteristics have transformed from the pre-pandemic period and during the pandemic. The changes include the distance where visitors live, which narrows down to become residents who live nearby during the pandemic. The conclusion of this research is that Taman Alun-Alun Pacitan has changed its role from initially acting as a city level green open space in the pre-pandemic period, to becoming more dominant as a neighbourhood level green open space during the pandemic.
Dampak Abrasi Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Kecamatan Kedung, Jepara Desy Ismiyanti; Imam Buchori
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 17, No 3 (2021): JPWK Volume 17 No. 3 September 2021
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v17i3.21998

Abstract

All the time the coastline has always changes, the change is abrasion or accretion. Changes in the coastline not only have an impact on physical conditions but also affect the socio-economic conditions of the community. This study aims to determine the impact of abrasion on the socio-economic conditions of the community in Kedung District, Jepara. The method used is the descriptive quantitative, a combination of LVI (Livelihood Vulnerability Index) and LVI-IPCC (Livelihood Vulnerability Index - Intergovernmental Panel of Climate Change).  The data used is the result of questionnaires distributed to household. The results of this study indicate that the most influential social impact is the emergence of anxiety and can affect social conditions between communities. While the impact on the economy can be seen in the value of LVI 0.28 which means it is quite vulnerable, and the value of LVI-IPCC 0.037 which means quite vulnerable.  Many of community who choose to have side jobs to fulfill their daily needs, even changing their livelihoods from the coastal sector to non-coastal sectors such as trading, labor, and etc.
Valuasi Lingkungan Melalui Contingent Valuation Methode (CVM) dalam Revitalisasi Waduk Rowo Jombor Klaten Tri Ida Wijayanti; Windy Mitasari; Samuel Umbu Nday; Agus Subandrio
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 18, No 3 (2022): JPWK Volume 18 No. 3 September 2022 (in progress)
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v18i3.36930

Abstract

Pada saat ini, waduk Rowo Jombor mempunyai permasalahan lingkungan terutama terkait dengan penurunan kualitas air dan sedimentasi. Permasalahan lainnya yaitu banyak pedagang kaki lima di sekeliling waduk, pembukaan lahan untuk parkir pada sepanjang jalan menimbulkan kesan semrawut dan kumuh pada sekitar waduk. Dalam rangka mengatasi hal tersebut dilakukan revitalisasi agar lingkungan sekitar waduk menjadi tertata sehingga meningkatkan kualitas lingkungan, keindahan, kenyamanan serta peningkatan pendapatan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui valuasi jasa ekositem melalui metode CVM dan juga mengetahui kelayakan proyek revitalisasi di kawasan Waduk Rowo Jombor. Penelitian ini mengunakan metode survey untuk mengetahui tingkat persepsi masyarakat akan rencana revitalisasi waduk Rowo Jombor. Dalam menganalisis data mengunakan metode Contingensi Valuation Method (CVM) berdasarkan data willingness to pay (WTP) dari hasil survey. Selanjutnya nilai CVM digunakan untuk mengatahui tingkat kelayakan proyek yang dianalisis dengan menggunakan metode Cost Benefit Analysis (CBA). Hasil penelitian ini menunjukkan nilai CVM sebesar 313.278.641,78. Nilai tersebut digunakan sebagai manfaat dalam perhitungan kelayakan finansial dengan metode CBA, sehingga diperoleh nilai NPV sebesar Rp. 581.025.704,65  dan BCR sebesar 1,08. Berdasarkan hasil penghitungan CBA menunjukkan bahwa rencana Waduk Rowo Jombor layak dilakukan dengan retribusi hasil survey sebesar Rp.2.700,-.
Analisis Keberlanjutan Trans Jogja Mengguanakan Metode Multi-Dimensional Scaling (MDS) Rapfish Himmarielda Nawangsari; Abul Fida Ismaili
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 18, No 3 (2022): JPWK Volume 18 No. 3 September 2022 (in progress)
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v18i3.34771

Abstract

Sebagai solusi dari masalah transportasi di perkotaan dengan konsep berkelanjutan, Trans Jogja dikembangkan dengan harapan menjadi moda transportasi terbaik untuk diterapkan di Kota Yogyakarta. Namun sejauh penelitian yang terkait dengan status keberlanjutan Trans Jogja belum dilakukan dengan spesifik. Maka dari itu tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji aspek keberlanjutan Trans Jogja ditinjau dari aspek ekonomi; sosial; peraturan dan aspek  kelembagaan;lingkungan; teknologi dan infrastruktur. Analisis dalam penelitian ini menggunakan metode Multi-dimensional Scaling (MDS) untuk mengevaluasi indikator keberlanjutan angkutan umum Trans Jogja menggunakan software Rapfish. Hasil analisis menunjukkan kondisi trans jogja memiliki kategori kurang berkelanjutan dengan skor indeks 49,54. Aspek lingkungan memiliki nilai terendah dengan indeks sebesar 34,21 pada kategori  kurang berkelanjutan, sedangkan empat aspek lainnya tergolong  cukup berkelanjutan. Oleh karena itu, dibutuhkan perencanaan dan kebijakan yang dapat meningkatkan indikator keberlanjutan aspek lingkungan Trans Jogja. Hal ini akan mencegah efek domino yang nantinya akan berdampak pada aspek lain dan memperburuk kondisi Trans Jogja berdasarkan aspek kerberlanjutan.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 4 (2025): JPWK Volume 21 No. 4 December 2025 Vol 21, No 3 (2025): JPWK Volume 21 No. 3 September 2025 Vol 21, No 2 (2025): JPWK Volume 21 No. 2 June 2025 Vol 21, No 1 (2025): JPWK Volume 21 No. 1 March 2025 Vol 20, No 4 (2024): JPWK Volume 20 No. 4 December 2024 Vol 20, No 3 (2024): JPWK Volume 20 No. 3 September 2024 Vol 20, No 2 (2024): JPWK Volume 20 No. 2 June 2024 Vol 20, No 1 (2024): JPWK Volume 20 No. 1 March 2024 Vol 19, No 4 (2023): JPWK Volume 19 No. 4 December 2023 Vol 19, No 3 (2023): JPWK Volume 19 No. 3 September 2023 Vol 19, No 2 (2023): JPWK Volume 19 No. 2 June 2023 Vol 19, No 1 (2023): JPWK Volume 19 No. 1 March 2023 Vol 18, No 4 (2022): JPWK Volume 18 No. 4 December 2022 Vol 18, No 3 (2022): JPWK Volume 18 No. 3 September 2022 (in progress) Vol 18, No 2 (2022): JPWK Volume 18 No. 2 June 2022 Vol 18, No 1 (2022): JPWK Volume 18 No. 1 March 2022 Vol 17, No 4 (2021): JPWK Volume 17 No. 4 December 2021 Vol 17, No 3 (2021): JPWK Volume 17 No. 3 September 2021 Vol 17, No 2 (2021): JPWK Volume 17 No. 2 June 2021 Vol 17, No 1 (2021): JPWK Volume 17 No. 1 March 2021 Vol 16, No 4 (2020): JPWK Vol. 16 No. 4 December 2020 Vol 16, No 3 (2020): JPWK Vol 16. No. 3 September 2020 Vol 16, No 2 (2020): JPWK Vol 16. No. 2 June 2020 Vol 16, No 1 (2020): JPWK Vol 16. No. 1 March 2020 Vol 15, No 4 (2019): JPWK Vol. 15 No. 4 Desember 2019 Vol 15, No 3 (2019): JPWK Vol. 15 No. 3 September 2019 Vol 15, No 2 (2019): JPWK Vol 15 No 2 June 2019 Vol 15, No 1 (2019): JPWK Vol 15 No 1 March 2019 Vol 14, No 4 (2018): JPWK Vol 14 No 4 Desember 2018 Vol 14, No 3 (2018): JPWK Vol 14 No 3 September 2018 Vol 14, No 2 (2018): JPWK Vol 14 No 2 June 2018 Vol 14, No 1 (2018): JPWK Vol 14 No 1 March 2018 Vol 13, No 4 (2017): JPWK Vol 13 No 4 December 2017 Vol 13, No 3 (2017): JPWK Vol 13 No 3 September 2017 Vol 13, No 2 (2017): JPWK Vol 13 No 2 June 2017 Vol 13, No 1 (2017): JPWK Vol 13 No 1 March 2017 Vol 12, No 4 (2016): JPWK Vol 12 No 4 December 2016 Vol 12, No 3 (2016): JPWK Vol 12 No 3 September 2016 Vol 12, No 2 (2016): JPWK Vol 12 No 2 June 2016 Vol 12, No 1 (2016): JPWK Vol 12 No 1 March 2016 Vol 11, No 4 (2015): JPWK Vol 11 No 4 December 2015 Vol 11, No 3 (2015): JPWK Vol 11 No 3 September 2015 Vol 11, No 2 (2015): JPWK Vol 11 No 2 June 2015 Vol 11, No 1 (2015): JPWK Vol 11 No 1 March 2015 Vol 10, No 4 (2014): JPWK Vol 10 No 4 December 2014 Vol 10, No 3 (2014): JPWK Vol 10 No 3 September 2014 Vol 10, No 2 (2014): JPWK Vol 10 No 2 June 2014 Vol 10, No 1 (2014): JPWK Vol 10 No 1 March 2014 Vol 9, No 4 (2013): JPWK Vol 9 No 4 December 2013 Vol 9, No 3 (2013): JPWK Vol 9 No 3 September 2013 Vol 9, No 2 (2013): JPWK Vol 9 No 2 June 2013 Vol 9, No 1 (2013): JPWK Vol 9 No 1 March 2013 Vol 8, No 4 (2012): JPWK Vol 8 No 4 December 2012 Vol 8, No 3 (2012): JPWK Vol 8 No 3 September 2012 Vol 8, No 2 (2012): JPWK Vol 8 No 2 June 2012 Vol 8, No 1 (2012): JPWK Vol 8 No 1 March 2012 More Issue