cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25979272     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 510 Documents
Hubungan Nilai Indeks Permukaan Terhadap Temperatur Permukaan Di Kabupaten Bantul Rachmadhani, Dini; Zalsabilah, Putri; Kamal, Muhammad; Widayani, Prima
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 21, No 4 (2025): JPWK Volume 21 No. 4 December 2025
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v21i4.71617

Abstract

Perkembangan kota yang pesat menyebabkan perubahan penggunaan lahan di wilayah sekitarnya, termasuk di Kabupaten Bantul. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara  Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), Normalized Difference Built-up Index (NDBI), Bare Soil Index (BSI), terhadap  Land Surface Temperature (LST) menggunakan data citra satelit Landsat serta teknik pemodelan spasial selama periode 2014, 2019, dan 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai NDVI, NDBI, dan BSI dan  LST mengalami fluktuasi tahunan berdasarkan perekaman tahun 2014, 2019, dan 2024. Hubungan NDVI dan LST menunjukkan korelasi negatif, dengan nilai R² tertinggi sebesar 0,5819 pada tahun 2014, yang mengindikasikan semakin tinggi NDVI, maka suhu permukaan tanah cenderung lebih rendah. Sedangkan, NDBI menunjukkan korelasi positif terhadap LST, dengan nilai R² tertinggi sebesar 0,5312 pada tahun 2014. Hubungan BSI terhadap LST juga menunjukkan korelasi positif, di mana semakin tinggi nilai BSI, suhu permukaan tanah semakin meningkat, khususnya pada tahun 2014, 2019, dan 2024.
Tinjauan Literatur: Peran Bangunan Ikonik dalam Strategi City Branding Putri, Marinda Noor Fajrina Noviana; Ikaputra, Ikaputra
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 21, No 4 (2025): JPWK Volume 21 No. 4 December 2025
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v21i4.71539

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi peran bangunan ikonik dalam meningkatkan daya tarik dan daya saing kota di tengah ketidakstabilan ekonomi global sebagai dampak pandemi Covid-19 melalui strategi city branding. Melalui metode kulitatif dengan pendekatan studi kasus penelitian mengkaji korelasi antara city branding, identitas kota, dan pembangunan ekonomi, dengan fokus khusus pada pengaruh bangunan ikonik terhadap pertumbuhan kota. Hasilnya menunjukkan bahwa city branding merupakan strategi komprehensif yang salah satunya melalui karya arsitek yang ikonik sebagai alat promosi untuk membentuk citra positif dan mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Penelitian ini menekankan bahwa keberhasilan city branding sangat bergantung pada strategi yang holistik. Keterlibatan bangunan ikonik pada strategi branding terbukti efektif dalam menarik investasi dan turis, serta meningkatkan reputasi kota yang ditunjukan pada studi kasus yang dipilih. Penelitian ini memberikan wawasan tentang strategi branding kota yang efektif dalam meningkatkan ketahanan sebuah kota dalam dialog akademik arsitektur dan perancangan Kota.
Dinamika Perkembangan Perdesaan di Kawasan Perbatasan Negara Indonesia – Timor Leste dan Faktor yang Mempengaruhinya Bria, Fredrika Trivoni; Setyono, Jawoto Sih
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 21, No 4 (2025): JPWK Volume 21 No. 4 December 2025
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v21i4.71985

Abstract

Kawasan perbatasan memiliki peran strategis mendorong kemandirian desa dan mengurangi kesenjangan desa-kota. Sebagai beranda depan negara, kawasan perbatasan masih termasuk dalam Kawasan Tertinggal, Terdepan, dan Terluar, termasuk Kabupaten Belu di Nusa Tenggara Timur yang berbatasan dengan Timor Leste.  Kabupaten Belu memiliki interaksi yang cukup tinggi dengan Timor Leste melalui aktivitas perdagangan dan sosial budaya. Namun, tingkat kemiskinan masih mencapai 14,84% dan 62,8% masyarakat tinggal di kawasan perdesaan dengan kondisi yang belum mandiri.  Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika perkembangan perdesaan di kawasan perbatasan Motaain khususnya desa-desa yang berada pada koridor penghubung Pusat Perkotaan Atambua dan Kawasan Perbatasan Motaain.  Data yang digunakan meliputi kondisi fisik dasar, karakteristik demografi, fasilitas umum, sosial-ekonomi, kawasan rawan bencana, serta program pembangunan desa. Metode yang digunakan meliputi analisis deskriptif untuk menggambarkan karakteristik kawasan perdesaan, analisis skoring untuk menganalisis tingkat perkembangan desa serta Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi perkembangannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perubahan karakteristik kawasan perdesaan perbatasan Motaain pada tahun 2000-2020 dengan pertumbuhan positif di berbagai aspek. Perubahan ini tercermin dari peningkatan status desa dari desa tertinggal dan sangat tertinggal menjadi desa berkembang dan maju. Perkembangan ini dipengaruhi oleh aspek fisik dan sosial dengan faktor utama yang berperan adalah akses terhadap infrastruktur, ketersediaan fasilitas umum, dan tingkat pendidikan masyarakat desa. Ketiga faktor ini berkontribusi terhadap mobilitas penduduk, ekonomi lokal serta kualitas hidup masyarakat perdesaan.
Sustainability of Public Green Open Spaces: Evaluation of Implementation Management in Alam Sutera Residential, South Tangerang, Banten Yuslim, Silia; Seanders, Olivia; Indrawati, Etty
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 21, No 4 (2025): JPWK Volume 21 No. 4 December 2025
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v21i4.72243

Abstract

Global warming and climate change have increased the need for green open space in urban areas to support environmental quality and urban sustainability. As a township, the Alam Sutera Residential Area is recognized as a pioneer of green living with a strong commitment to improving environmental quality and community well-being; however, the sustainability of its public green open spaces has not yet been fully realized due to limitations in management implementation. This condition indicates existing issues in the management of public green open space, which form the basis of this study. This study aims to evaluate the extent to which public green open space management in Alam Sutera supports sustainability using a quantitative descriptive-analytical approach. Data were collected through Likert-scale questionnaires distributed purposively to green space managers, professional landscape architects, academics, and public observers. The novelty of this study lies in an integrated evaluation framework that combines public green open space management stages with sustainable landscape design principles and site-specific landscape needs within a single assessment instrument. The results indicate that the sustainability of public green open space in Alam Sutera has not been optimally achieved, as all evaluated variables—Planning, Implementation, Operations and Maintenance, and Monitoring and Evaluation—have not reached the very good category, with Planning and Operations and Maintenance failing to meet the required sustainability criteria.
Pengaruh Faktor Endogen Terhadap Konvergensi di Pulau Jawa Pratama, Hafidz Satria; Maulidahati, Diandra Rachmah
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 21, No 4 (2025): JPWK Volume 21 No. 4 December 2025
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v21i4.71736

Abstract

Pergeseran paradigma pertumbuhan dari pendekatan neoklasik menjadi pendekatan endogen telah mengungkapkan bahwa pertumbuhan wilayah cenderung terjadi secara divergen yang dapat mengakibatkan melebarnya ketimpangan antardaerah. Di sisi lain aglomerasi perkotaan memungkinkan terciptanya eksternalitas dan efek limpahan yang dapat menstimulus terjadinya konvergensi. Penelitian ini berupaya mengungkapkan bagaimana pemerataan faktor pertumbuhan endogen dan aglomerasi perkotaan berpengaruh terhadap konvergensi wilayah. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dari faktor-faktor endogen, seperti modal, tenaga kerja, teknologi, inovasi, dan keterampilan terhadap derajat konvergensi sigma pada aglomerasi perkotaan di Pulau Jawa. Hasil penelitian menunjukkan di Pulau Jawa terjadi kecenderungan divergensi dalam beberapa tahun terakhir. Selain itu ditemukan pola nilai konvergensi lebih lemah pada metropolitan besar seperti Metropolitan Jakarta, Metropolitan Semarang, dan Metroplitan Surabaya. Hal ini mengindikasikan kekuatan aglomerasi di Pulau Jawa belum mampu mendorong pemerataan antarwilayah. Faktor endogen yang berpengaruh terhadap konvergensi wilayah adalah modal, tenaga kerja, serta keterampilan, yang berarti derajat konvergensi di Pulau Jawa lebih banyak dipengaruhi oleh faktor produksi neoklasik.
Enhancing Walkability in Jakarta’s TOD: A Pathway to Optimizing First- and Last-Mile Mobility Putra, Dimas Pramana; Hasibuan, Hayati Sari; Djaja, Bambang Marhaendra
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 21, No 4 (2025): JPWK Volume 21 No. 4 December 2025
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v21i4.74369

Abstract

For Jakarta’s sustainable mobility transition, TOD (Transit-Oriented Development) success depends on seamless First-and-Last-Mile (FLM) connectivity. Specifically, high-quality walkability is essential to connect transit hubs to destinations and drive public transport adoption. This study investigates pedestrian behavior and infrastructure within Jakarta, Indonesia's Dukuh Atas TOD area, employing a quantitative descriptive approach. Data was collected through a survey of 400 respondents using accidental random sampling, observational studies, and the Pedestrian Environment Quality Index (PEQI). Analysis of commuter travel patterns reveals a predominance of work-related trips, reflecting its central business district function and high public transport usage. Health emerged as the dominant motivation for walking, outweighing cost factors, thereby underscoring the role of FLM connectivity in active commuting. Assessment of FLM connectivity highlights the importance of integrated transport solutions. Walkability near transit hubs is generally positive but require improvements in specific areas. Positive perceptions of pedestrian infrastructure—such as sidewalks, lighting, and vegetation—indicate opportunities for enhancement. These findings position Dukuh Atas as a model for effective TOD planning, highlighting the potential for infrastructure upgrades to promote walking and public transport use, contributing to more pedestrian-friendly and sustainable urban development. 
Dinamika Penggunaan Lahan dan Pengembangan Kawasan Aerotropolis di Bandara Yogyakarta International Airport Nurdiansyah, Irfan; Widiyastuti, Dyah
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 21, No 4 (2025): JPWK Volume 21 No. 4 December 2025
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v21i4.74488

Abstract

Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) direncanakan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi berbasis konsep aerotropolis. Konsep tersebut mengalihkan peran bandara sebagai infrastruktur strategis dan simpul transportasi udara menjadi penggerak pertumbuhan wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan sejauh mana konsep aerotropolis telah terwujud di kawasan sekitar Bandara YIA pada fase pascaoperasional selama periode 2020–2024 dengan perubahan penggunaan lahan sebagai indikator utama. Metode penelitian dilakukan melalui dua tahap analisis. Pertama, analisis spasial perubahan penggunaan lahan menggunakan interpretasi citra satelit Sentinel-2A dan Esri Imagery. Kemudian, analisis evaluatif berdasarkan elemen aerotropolis yang meliputi konektivitas, spasial, dan fungsional. Hasil analisis menunjukkan bahwa perubahan penggunaan lahan selama periode penelitian relatif terbatas, yakni sebesar 14,49 ha atau sekitar 0,5% dari luas wilayah kajian. Perubahan tersebut didominasi oleh konversi menuju infrastruktur strategis, khususnya jaringan rel kereta. Namun, sistem Kereta Bandara YIA yang beroperasi secara point-to-point menuju pusat kota membentuk pola pergerakan penumpang yang cenderung tertutup. Pola ini membatasi interaksi dengan kawasan sekitar bandara dan berpotensi menghambat terbentuknya klaster ekonomi pendukung sebagai ciri utama aerotropolis. Temuan ini mengindikasikan bahwa pembentukan aerotropolis memerlukan integrasi antara sistem transportasi, logistik, dan perencanaan tata guna lahan agar bandara dapat berfungsi sebagai katalis pertumbuhan kawasan, bukan sekadar simpul pergerakan.
Dampak Pembangunan Berkelanjutan Terhadap Kelompok Rentan: Studi Kasus Proyek Strategis Nasional di Indonesia Faniza, Visilya
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 21, No 4 (2025): JPWK Volume 21 No. 4 December 2025
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v21i4.63752

Abstract

Proyek Strategis Nasional yang ada di Indonesia idealnya mengikuti kaidah pembangunan berkelanjutan, khusunya merujuk pada Sustainable Development Goals (SDGs) yang disusun oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa. Basis pembangunan berkelanjutan yang sesuai dengan SDGs berlandaskan pada tiga pilar yakni lingkungan, sosial, dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi yang terjadi dalam proses pembangunan Proyek Strategis Nasional terhadap kelompok rentan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekeatan kualitatif. Metode analisis yang dilakukan adalah content analysis yang bersumber dari artikel jurnal, situs pemerintah, laman berita, dan media sosial masyarakat rentan. Hasil penelitian menunjukan proses dari beberapa pembangunan Proyek Strategis Nasional belum memenuhi tiga pilar SDGs. Proyek Bendungan Bener, proyek Bandar Udara Internasional Yogyakarta, proyek Tol Tanggul Laut Semarang-Demak dan program smelter nikel Morowali memberikan dampak yang negative secara lingkungan, sosial, dan ekonomi. Permasalahan ini dapat diatasi jika pemerintah mengkaji ulang rencana Proyek Strategis Nasional dan melibatkan masyarakat di wilayah pembangunan.
Land Use Change and Environmental Impacts: A Bibliometric Analysis Santoso, Dian Hudawan; Puryani, Puryani; Algary, Tissia Ayu; Chaeron, Mochammad
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 21, No 4 (2025): JPWK Volume 21 No. 4 December 2025
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v21i4.72035

Abstract

Land use change is a critical phenomenon that demands attention, particularly in metropolitan centers and developing cities in Asia and Southeast Asia that are undergoing substantial urbanization. The objective of this study is to examine the repercussions of land use modification on the environment, society, and economy. Additionally, it seeks to assess prevailing research trends in this domain through a bibliometric approach. The research methodology encompasses bibliometric analysis employing the Scopus database, encompassing the collection and filtration of data from 1986 to 2025, yielding 193 pertinent documents. The analysis indicates that publications in this field have exhibited significant an annual growth rate, reflecting a notable increase in scholarly interest in this subject. The study also found that China and the United States are the countries with the highest publication contributions, highlighting the importance of international collaboration in this research. The discussion revealed that land use change contributes to environmental degradation, biodiversity loss, and negative impacts on public health, particularly in developing countries. Moreover, this study identifies the need to expand studies in underrepresented countries and emphasizes the urgency of sustainable policies to address the challenges posed by land use change. The findings of this research are anticipated to offer insights that will inform the development of more effective and sustainable urban management and regional development policies by relevant stakeholders.
Kompromi Spasial: Preferensi Masyarakat Berpenghasilan Rendah Terhadap Perumahan Bersubsidi di Lahan Gambut Palangka Raya Susi, Theresia; Sutrisno, Herwin; Sudyana, I Nyoman; Prianata, Devid
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 21, No 4 (2025): JPWK Volume 21 No. 4 December 2025
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v21i4.71748

Abstract

Penyediaan perumahan bersubsidi merupakan instrumen penting dalam pemenuhan kebutuhan hunian masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di kawasan perkotaan. Namun, pada kota yang berkembang di atas lahan gambut seperti Kota Palangka Raya, keterbatasan lahan yang layak secara teknis serta tingginya risiko lingkungan menjadi tantangan dalam penentuan lokasi perumahan bersubsidi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi sebaran spasial hunian berdasarkan karakteristik lahan dan menganalisis preferensi lokasi MBR dengan mempertimbangkan karakteristik gambut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap 98 penghuni perumahan bersubsidi yang dipilih dengan teknik purposive quota sampling pada tiga kecamatan, yaitu Jekan Raya, Pahandut, dan Sabangau. Analisis menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dan Principal Component Analysis (PCA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perumahan bersubsidi lebih dominan berkembang di kawasan lahan gambut dan terkonsentrasi di wilayah yang relatif dekat dengan pusat pelayanan kota. Preferensi tertinggi MBR terhadap lokasi perumahan bersubsidi adalah pemenuhan utilitas dasar dan kondisi bebas banjir. Namun, secara empiris MBR tetap menghuni perumahan bersubsidi di kawasan gambut yang rentan karena pertimbangan efisiensi mobilitas menuju tempat kerja dan sekolah. Kesenjangan antara preferensi ideal dan kondisi aktual ini mengonfirmasi adanya kompromi spasial, dimana MBR terpaksa merasionalisasi risiko lingkungan pada lahan gambut demi mempertahankan aksesibilitas terhadap peluang ekonomi dan menekan biaya transportasi harian.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 4 (2025): JPWK Volume 21 No. 4 December 2025 Vol 21, No 3 (2025): JPWK Volume 21 No. 3 September 2025 Vol 21, No 2 (2025): JPWK Volume 21 No. 2 June 2025 Vol 21, No 1 (2025): JPWK Volume 21 No. 1 March 2025 Vol 20, No 4 (2024): JPWK Volume 20 No. 4 December 2024 Vol 20, No 3 (2024): JPWK Volume 20 No. 3 September 2024 Vol 20, No 2 (2024): JPWK Volume 20 No. 2 June 2024 Vol 20, No 1 (2024): JPWK Volume 20 No. 1 March 2024 Vol 19, No 4 (2023): JPWK Volume 19 No. 4 December 2023 Vol 19, No 3 (2023): JPWK Volume 19 No. 3 September 2023 Vol 19, No 2 (2023): JPWK Volume 19 No. 2 June 2023 Vol 19, No 1 (2023): JPWK Volume 19 No. 1 March 2023 Vol 18, No 4 (2022): JPWK Volume 18 No. 4 December 2022 Vol 18, No 3 (2022): JPWK Volume 18 No. 3 September 2022 (in progress) Vol 18, No 2 (2022): JPWK Volume 18 No. 2 June 2022 Vol 18, No 1 (2022): JPWK Volume 18 No. 1 March 2022 Vol 17, No 4 (2021): JPWK Volume 17 No. 4 December 2021 Vol 17, No 3 (2021): JPWK Volume 17 No. 3 September 2021 Vol 17, No 2 (2021): JPWK Volume 17 No. 2 June 2021 Vol 17, No 1 (2021): JPWK Volume 17 No. 1 March 2021 Vol 16, No 4 (2020): JPWK Vol. 16 No. 4 December 2020 Vol 16, No 3 (2020): JPWK Vol 16. No. 3 September 2020 Vol 16, No 2 (2020): JPWK Vol 16. No. 2 June 2020 Vol 16, No 1 (2020): JPWK Vol 16. No. 1 March 2020 Vol 15, No 4 (2019): JPWK Vol. 15 No. 4 Desember 2019 Vol 15, No 3 (2019): JPWK Vol. 15 No. 3 September 2019 Vol 15, No 2 (2019): JPWK Vol 15 No 2 June 2019 Vol 15, No 1 (2019): JPWK Vol 15 No 1 March 2019 Vol 14, No 4 (2018): JPWK Vol 14 No 4 Desember 2018 Vol 14, No 3 (2018): JPWK Vol 14 No 3 September 2018 Vol 14, No 2 (2018): JPWK Vol 14 No 2 June 2018 Vol 14, No 1 (2018): JPWK Vol 14 No 1 March 2018 Vol 13, No 4 (2017): JPWK Vol 13 No 4 December 2017 Vol 13, No 3 (2017): JPWK Vol 13 No 3 September 2017 Vol 13, No 2 (2017): JPWK Vol 13 No 2 June 2017 Vol 13, No 1 (2017): JPWK Vol 13 No 1 March 2017 Vol 12, No 4 (2016): JPWK Vol 12 No 4 December 2016 Vol 12, No 3 (2016): JPWK Vol 12 No 3 September 2016 Vol 12, No 2 (2016): JPWK Vol 12 No 2 June 2016 Vol 12, No 1 (2016): JPWK Vol 12 No 1 March 2016 Vol 11, No 4 (2015): JPWK Vol 11 No 4 December 2015 Vol 11, No 3 (2015): JPWK Vol 11 No 3 September 2015 Vol 11, No 2 (2015): JPWK Vol 11 No 2 June 2015 Vol 11, No 1 (2015): JPWK Vol 11 No 1 March 2015 Vol 10, No 4 (2014): JPWK Vol 10 No 4 December 2014 Vol 10, No 3 (2014): JPWK Vol 10 No 3 September 2014 Vol 10, No 2 (2014): JPWK Vol 10 No 2 June 2014 Vol 10, No 1 (2014): JPWK Vol 10 No 1 March 2014 Vol 9, No 4 (2013): JPWK Vol 9 No 4 December 2013 Vol 9, No 3 (2013): JPWK Vol 9 No 3 September 2013 Vol 9, No 2 (2013): JPWK Vol 9 No 2 June 2013 Vol 9, No 1 (2013): JPWK Vol 9 No 1 March 2013 Vol 8, No 4 (2012): JPWK Vol 8 No 4 December 2012 Vol 8, No 3 (2012): JPWK Vol 8 No 3 September 2012 Vol 8, No 2 (2012): JPWK Vol 8 No 2 June 2012 Vol 8, No 1 (2012): JPWK Vol 8 No 1 March 2012 More Issue