cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25979272     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 510 Documents
Spatial Behavior Analysis of Covid-19 Health Protocol Violation By Traders Along Pasar Ciluar Street Widis Aryasuta Ragawardhana; Widyawati Sumadio; Ahmad Zubair
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 17, No 4 (2021): JPWK Volume 17 No. 4 December 2021
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v17i4.37955

Abstract

Each individual has basic knowledge in decision-making because the information is not only obtained from the setting of his environment, but also the mass media, hence the differences in behavior in the environment, society, and culture of a space. COVID-19 is a newly discovered pandemic disease known as the acute respiratory disease SARS-CoV-2 virus. The search for basic necessities during a pandemic is very crucial. New regulations are made restricting all trading activities in traditional markets. This research was conducted in a traditional market located along Pasar Ciluar Street, Sukaraja District, Bogor Regency. Regulations were made by the West Java Provincial Government, such as the New Habit Adaptation program as a manifestation of the guidelines from WHO, in addition to the Bogor District Head Regulation Number 35 of 2020 concerning health protocols for economic areas requiring employees to wear masks, disinfect goods to be sold, and others. Many traders do not adhere to protocols, increasing the vulnerability of the spread of COVID-19. This study aims to examine the patterns and distribution of health protocols as well as behavioral motivations carried out by traders in health protocols. Using a qualitative approach, the place-centered mapping method is used for spatial analysis. The results of this study recount the behavioral spatial with a linear distribution pattern along Pasar Ciluar Street and the motivation of traders who violate the required health protocols.
Studi Karakteristik dan Wilayah Terdampak Banjir di Kecamatan Mandonga, Kota Kendari Hasddin Hasddin; Erny Tamburaka
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 17, No 4 (2021): JPWK Volume 17 No. 4 December 2021
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v17i4.32391

Abstract

Studi bertujuan untuk menganalisis karakteristik banjir yang terjadi di Kecamatan Mandong, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif dan surveI.  Objek analisis pengklasifikasian banjir (banjir bandang, genangan dan banjir pasang/rob), kondisi genangan (tinggi genangan), dan penyebab banjir. Data primer diperoeh di lapangan, sedangkan data sekunder dari penelusuran berbagai sumber terkait dengan kejadian banjir di tahun 2013-2018.  Studi ini melibatkan informan sebanyak 31 orang. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan analisis spasial (SIG yaitu ArcView 3.2).  Hasil studi diperoleh bahwa banjir yang terjadi di Kecamatan Mandonga diklasifikasikan sebagai banjir genangan. Tinggi genangan air antara 1-2 m, lama genangan rata-rata 1 hari (selama hujan). Penyebabnya adalah akumulasi dari curah hujan yang tinggi, sungai dan drainase yang buruk akibatnya terjadi timbulan sampah di sepanjang aliran, serta hilangnya resapan air akibat dari kegiatan pembangunan (bangunan gedung).  Luas wilayah terdampak banjir di Kecamatan Mandonga sekitar 37,45% dari total luas wilayah. Tersebar diseluruh wilayah kecamatan, dengan wilayah terluas di Kelurahan Labibia sekitar 29,10% dari total luas terdampak (416,23 ha), menyusul Kelurahan Wawombalata sekitar 23,01%, sedangkan yang terkecil di Kelurahan Anggilowu sekitar 8,65%. 
Analisis Faktor Penyebab Kumuh Permukiman Kumuh di Kelurahan Baru Ulu, Kota Balikpapan Risnayanti Arung; Mega Ulimaz
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 17, No 4 (2021): JPWK Volume 17 No. 4 December 2021
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v17i4.37953

Abstract

Slum settlements are one of the problems faced by almost all cities in Indonesia and even other developing countries. UU No. 1 of 2011(1) defines slum settlements as settlements that are unfit for habitation due to building irregularities, high building density levels, and the quality of buildings and facilities and infrastructure that do not meet the requirements. The problem that can be caused is creating inadequate settlements to support the survival of its inhabitants, resulting in a decrease in the welfare, quality and quality of life of the community (2). The Balikpapan city government issued a SK Walikota Balikpapan No. 188.45-667 / 2014(3) concerning the Determination of the Location of Slum Housing and Slum Settlements in the City of Balikpapan, there are a total of 282.20 Ha of slum areas spread across 6 urban villages in the city of Balikpapan. One of the areas stipulated in the decree is located in the Keluarahan Baru Ulu(4) , where this settlement is located close to the city center of Balikpapan. In addition, these slum settlements are located along the coast of Balikpapan Bay which has the potential to cause environmental degradation and disrupt the function of transportation facilities for crossing goods and people who are in direct contact with this slum area. As an effort to reduce slum in the settlements, it is necessary to know the causes of the appearance of slums from various potentially influential aspects. Therefore, this study aims to analyze the factors that cause slum in the slum area of Baru Ulu Village by using the content analysis method to analyze the causes of slum in the research location. Through research, it was found that there are 13 factors that affect slum in Baru Ulu based on stakeholder opinion.
Strategi Pengelolaan Ekosistem Hutan Mangrove Distrik Manokwari Selatan Bambang Kadir; Mussadun Mussadun
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 17, No 4 (2021): JPWK Volume 17 No. 4 December 2021
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v17i4.34479

Abstract

Distrik Manokwari Selatan memiliki hutan mangrove yang dapat dikembangkan, namun adanya indikasi lemahnya pengelolaan hutan mangrove yang mengakibatkan terjadinya kerusakan serta penyempitan lahan hutan mangrove. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengidentifikasi pengelolaan hutan mangrove di Distrik Manokwari Selatan.  Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik snowball sampling dan random sampling serta diolah dengan menggunakan Analisis SWOT kemudian menghitung IFAS dan EFAS. Berdasarkan strategi yang didapatkan dan mengacu pada faktor dalam dan luar, kondisi hutan mangrove saat ini berada pada kuadran III, yang menandakan kondisinya terus menurun. Maka langkah yang dilakukan adalah menerapkan strategi rasionalisasi yaitu menekan kelemahan dalam yang dimiliki dan melakukan tindakan yang dapat memperbesar peluang untuk mempertahankan keberadaan hutan mangrove. Strategi yang diterapkan yaitu Membuat kebijakan terhadap kawasan hutan mangrove; Membangun kerja sama dengan lembaga-lembaga dalam menciptakan pengembangan kawasan hutan mangrove; Membuat perencanaan pembangunan; Membangun TPS bersama kawasan pesisir Distrik Manokwari Selatan; Membangun kesadaran dan tanggung jawab masyarakat dalam bentuk sosialisasi; Membangun kearifan lokal; Membangun dan mengembangkan kembali tempat-tempat pariwisata yang ada dalam menunjang pengembangan pariwisata di Distik Manokwari Selatan.
Analisis Neraca Air pada Daerah Aliran Sungai Warsamson dalam Mendukung Ketahanan Sumber Daya Air di Wilayah Kota Baru Sorong Arif Darmawan Pribadi; Bayu Kusumajati; Anna Amalia Misdanik
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 17, No 4 (2021): JPWK Volume 17 No. 4 December 2021
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v17i4.37950

Abstract

Pengembangan Kota Baru Sorong dilakukan untuk mempercepat pembangunan wilayah di Provinsi Papua Barat, dengan kawasan perencanaan seluas 19.515,34 Ha. Pada deliniasi Kota Baru Sorong terdapat rencana pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dengan kegiatan utama industri smelter pengolahan nikel, pengolahan kelapa sawit, serta pergudangan logistik. Pemenuhan kebutuhan air baku dalam mendukung Kota Baru Sorong dan KEK Sorong masih terbatas, sehingga perlu dilakukan kajian terhadap DAS Warsamson sebagai catchment area di Kota Baru Sorong dan KEK Sorong untuk memenuhi kebutuhan air baku perkotaan dan untuk proses produksi smelter yang mencapai ± 425 ltr/dtk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketersediaan dan kebutuhan air yang disajikan dalam grafik neraca air sebagai tahapan dalam mengidentifikasi kebutuhan infrastruktur dalam mendukung pengembangan Kota Baru Sorong dan pemenuhan KEK Sorong. Metode yang digunakan yaitu model NRECA (National Rural Electric Cooperative Association) dengan membangkitkan data debit dari data curah hujan di sekitar DAS Warsamson. Analisis kebutuhan air berdasarkan kebutuhan rumah tangga, perkotaan dan industri dihitung sesuai Kriteria Perencanaan Kebutuhan Air Bersih, Ditjen Cipta Karya, Dep. PU, 2000. Hasil analisis menunjukkan total kebutuhan air baku untuk mendukung KEK dan Kota Baru Sorong hingga 2040 sebesar 1285 ltr/dtk (dibulatkan) dengan perincian, kebutuhan Kota Baru sebesar 859,618 ltr/dtk, kebutuhan KEK sebesar 425 ltr/dtk, tahap 2021-2025 dibutuhkan ± 278 ltr/dtk. Pengembangan kapasitas hingga 425 ltr/dtk diharapkan selesai pada tahap 2026-2030 untuk mendukung hilirisasi nikel menjadi stainless steel. Jika dibandingkan prakiraan kebutuhan air baku hingga 2040, perlu dilakukan peningkatan kapasitas bangunan pengambilan dengan alternatif sumber dari Sungai Warsamson, Sungai Karabra dan Bendung Mariat. 
Tantangan Partisipasi Pemangku Kepentingan dalam Tata Kelola Sampah Kota Berkelanjutan Mardianto Haholongan Napitupulu; Ali Muhyidin
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 17, No 4 (2021): JPWK Volume 17 No. 4 December 2021
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v17i4.34438

Abstract

Pertumbuhan ekonomi dan urbanisasi telah memicu permasalahan sampah perkotaan yang tidak terkendali. Perkembangan kajian sejak tahun 1990-an menunjukkan bahwa implementasi tata kelola sampah tidak dapat dicapai tanpa tata kelola kolaboratif. Penelitian terkait tantangan bagaimana meningkatkan partisipasi masing-masing pemangku kepentingan menjadi penting dalam kajian tata kelola sampah kota berkelanjutan. Untuk itu, tinjauan literatur dilakukan, dimana 22 artikel terkait dianalisis untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang tata kelola sampah kota secara berkelanjutan. Kemudian memetakan hubungan antara pemerintah, swasta dan masyarakat sebagai faktor penentu keberhasilan pengelolaan. Tantangan yang ditemukan oleh berbagai peneliti sejauh ini adalah kolaborasi antar pemangku kepentingan tersebut. Analisis artikel ini menunjukkan bahwa tidak ada solusi tunggal dalam tata kelola sampah kota. Akan tetapi, kerja sama antar pemangku kepentingan dapat menawarkan peluang terbaik untuk menciptakan tata kelola yang sesuai. Beberapa perubahan perilaku pemangku kepentingan dibutuhkan dari hulu hingga hilir pengelolaan sampah. Berdasarkan tinjauan literatur ini, kajian tata kelola sampah kota berkelanjutan telah berkembang hingga tahap pembahasan berbagai permasalahan, tanggung jawab dan hubungan dari tiga pemangku kepentingan utama. Penelitian lanjutan mengenai peran kemitraan publik-swasta khususnya di tingkat lokal diperlukan, terutama berkaitan dengan peningkatan kualitas pendidikan dan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah berkelanjutan.
Arahan Peningkatan Kualitas Ruang Terbuka Hijau Publik Berdasarkan Persepsi Masyarakat di Kecamatan Samarinda Seberang, Kota Samarinda Achmad Ghozali; Dea Cahya Edinita
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 17, No 4 (2021): JPWK Volume 17 No. 4 December 2021
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v17i4.37956

Abstract

Kurangnya ketersediaan ruang terbuka hijau (RTH) publik akibat keterbatasan ruang kota di samping kebutuhan masyarakat terhadap kualitas RTH publik merupakan tantangan yang terjadi di Kecamatan Samarinda Seberang. Kualitas RTH publik yang ada perlu ditingkatkan untuk menciptakan kawasan hunian yang aman, nyaman, segar dan asri. Oleh karena itu, arahan peningkatan kualitas RTH publik berdasarkan prioritas persepsi masyarakat di Kecamatan Samarinda Seberang diperlukan untuk menjawab tantangan yang ada. Untuk mencapai tujuan penelitian dilakukan 3 tahapan analisis. Pertama, identifikasi pengelompokan persepsi terhadap RTH publik dengan menggunakan analisis cluster. Kedua, dilakukan analisis evaluasi kualitas RTH Publik berdasarkan persepsi masyarakat dengan analisis importance performance analysis (IPA). Terakhir, dirumuskan arahan peningkatan kualitas RTH publik berdasarkan faktor penting yang teridentifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Kelompok 1 diperlukan peningkatan RTH publik pada unsur kenyamanan dan kelerestarian RTH publik yang sudah ada. Di sisi lain, kelompok 2 perlu upaya penghijauan kembali dan konservasi pada jalur hijau yang ada. Meskipun demikian, akibat terbatasnya ketersediaan RTH Publik maka wilayah studi memerlukan peningkatan keterlibatan masyarakat dalam penghijauan kawasan perumahan dengan memanfaatkan kecukupan pengetahuan dan perhatian masyarakat terhadap isu ekologis.
Program Pembangunan Kawasan Perdesaan: Strategi Pengembangan Desa Berbasis Keterkaitan Desa-Kota Firda Diartika; Retno Widodo Dwi Pramono
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 17, No 4 (2021): JPWK Volume 17 No. 4 December 2021
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v17i4.34503

Abstract

Desa merupakan wilayah yang berdaulat yang diperkuat sejak hadirnya UU Desa. Pembangunan perdesaan sejak dahulu diupayakan melalui berbagai bentuk kebijakan dan program yang memiliki tujuan untuk mendayagunakan seluruh potensi sumber daya secara optimal sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Salah satu pendekatan pembangunan yang terdapat dalam UU. 6/2014 Tentang Desa adalah pembangunan perdesaan terintegrasi yang dapat disebut Program Pembangunan Kawasan Perdesaan (PKP). Perbedaan karakteristik wilayah pembangunan, model pendekatan dan beberapa karakteristik lainnya pada program ini menambah khasanah praktik pembangunan perdesaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik program PKP atau program pembangunan kawasan perdesaan. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan deduktif dan metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui survei instansional dan pengamatan lapangan. Analisis data menggunakan analisis konten dan diperkuat dengan teknik triangulasi data. Hasil pengelitian menunjukkan bahwa program PKP masuk pada strategi pengembangan wilayah keterkaitan desa-kota dengan karakteristik desa sasaran program merupakan desa berkembang dengan aksesibilitas baik ke kota, ketersediaan sarana prasarana memadai, terdapat kegiatan industri kecil dan menengah yang bergantung pada produk pertanian lokal serta terdapat jaringan produksi-distribusi dan pertukaran ekonomi dari tingkat desa hingga kota. Karakteristik penyampaian program PKP bersifat gabungan antara bottom up dan top down dengan sistem kelembagaan dan pendanaan bersifat multi pihak serta kelembagaan lokal sebagai pelaksana utama.
Kajian Efisiensi Penggunaan Lahan dan Pola Persebaran Perumahan di Ibukota Kabupaten Purwakarta Martanto, Arif
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 8, No 3 (2012): JPWK Vol 8 No 3 September 2012
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v8i3.6488

Abstract

Sektor perumahan di Kota Purwakarta mengalami perkembangan pesat. Kebutuhan akan lahan untukperumahan menjadi tantangan serius ketika kota dihadapkan pada pertumbuhan penduduk yangsemakin pesat. Studi ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif untuk menggambarkanperkembangan perumahan terkait luasan, lokasi, serta pola persebarannya secara berkala sampai tahun2010. Analisis intensitas pemanfaatan lahan meneliti efisiensi penggunaan lahan masing-masingperumahan melalui pemeriksaaan kepadatan bangunan dan koefisien dasar bangunan (BuildingCoverage). Analisis tetangga terdekat digunakan untuk mengetahui pola perumahan melaluipenghitungan besarnya parameter tetangga terdekat di wilayah penelitian. Analisis ketersediaan dankebutuhan dilaksanakan rumah untuk mengukur tingkat ketersediaan rumah pada tahun 2010. Overlaypeta menunjukkan bahwa pengembangan kawasan perumahan selama 23 tahun hingga tahun 2010mengakibatkan konversi lahan meliputi 2,57% atau 118,76 Ha menjadi kaveling terbangun, 2,23% (103,33Ha) menjadi sarana dan prasarana perumahan, serta 0,11% (5,16 Ha) menjadi lahan TPU. Analisis modelekspresi keruangan kota menunjukkan bahwa Kota Purwakarta berkembang dengan pola ‘gurita’ .Analisis menemukan 38 perumahan yang tersebar tidak merata dan berpola ‘acak’ dengan nilai T/indekstetangga terdekat sebesar 1,05. Analisis intensitas pemanfaatan lahan menunjukkan bahwa hanyaterdapat 6 perumahan yang efisien dalam pemanfaatan lahannya. Analisis juga menemukan bahwa padatahun 2010 di Kota Purwakarta terdapat backlog ketersediaan rumah sebesar 13.642 unit.Kata kunci : efisiensi, penggunaan lahan, pola persebaran dan perumahan
Analisis Spasial Potensi Ekonomi dengan Fuzzy Overlay di Sekitar Bandara Internasional Jawa Barat Nurina Rachmita; Mangapul Parlindungan Tambunan; Masita Dwi Mandini Manessa; Rudy Parluhutan Tambunan
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 17, No 4 (2021): JPWK Volume 17 No. 4 December 2021
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v17i4.34681

Abstract

Hadirnya Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kecamatan Kertajati telah memberikan dampak positif terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut. Dengan dibangunnya berbagai infrastruktur diharapkan dapat memicu dan meningkatkan pertumbuhan perekonomian. Peningkatan pertumbuhan ekonomi dapat tercapai jika didukung oleh aktivitas atau kegiatan perekonomian di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesesuaian wilayah kegiatan ekonomi di Kecamatan Kertajati, Jatitujuh dan Ligung kemudian menganalisa kesesuaian wilayah tersebut terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Parameter yang digunakan pada penelitian ini adalah data jaringan jalan, permukiman dan lokasi kegiatan perekonomian yang telah ada sebelumnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis spasial dengan pemodelan logika fuzzy pada software ArcGIS. Dari penelitian ini menghasilkan tiga kategori wilayah kesesuaian: ‘Cukup Sesuai’, ‘Sesuai’ dan ‘Sangat Sesuai’. Ditemukan lokasi wilayah yang bertampalan dengan kawasan yang dilindungi berupa kawasan resapan air seluas 0,55 Km2. Hal ini dapat dijadikan pertimbangan dan masukan bagi investor dan Pemerintah Daerah Kabupaten Majalengka dalam melakukan pengembangan dan penataan wilayah.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 4 (2025): JPWK Volume 21 No. 4 December 2025 Vol 21, No 3 (2025): JPWK Volume 21 No. 3 September 2025 Vol 21, No 2 (2025): JPWK Volume 21 No. 2 June 2025 Vol 21, No 1 (2025): JPWK Volume 21 No. 1 March 2025 Vol 20, No 4 (2024): JPWK Volume 20 No. 4 December 2024 Vol 20, No 3 (2024): JPWK Volume 20 No. 3 September 2024 Vol 20, No 2 (2024): JPWK Volume 20 No. 2 June 2024 Vol 20, No 1 (2024): JPWK Volume 20 No. 1 March 2024 Vol 19, No 4 (2023): JPWK Volume 19 No. 4 December 2023 Vol 19, No 3 (2023): JPWK Volume 19 No. 3 September 2023 Vol 19, No 2 (2023): JPWK Volume 19 No. 2 June 2023 Vol 19, No 1 (2023): JPWK Volume 19 No. 1 March 2023 Vol 18, No 4 (2022): JPWK Volume 18 No. 4 December 2022 Vol 18, No 3 (2022): JPWK Volume 18 No. 3 September 2022 (in progress) Vol 18, No 2 (2022): JPWK Volume 18 No. 2 June 2022 Vol 18, No 1 (2022): JPWK Volume 18 No. 1 March 2022 Vol 17, No 4 (2021): JPWK Volume 17 No. 4 December 2021 Vol 17, No 3 (2021): JPWK Volume 17 No. 3 September 2021 Vol 17, No 2 (2021): JPWK Volume 17 No. 2 June 2021 Vol 17, No 1 (2021): JPWK Volume 17 No. 1 March 2021 Vol 16, No 4 (2020): JPWK Vol. 16 No. 4 December 2020 Vol 16, No 3 (2020): JPWK Vol 16. No. 3 September 2020 Vol 16, No 2 (2020): JPWK Vol 16. No. 2 June 2020 Vol 16, No 1 (2020): JPWK Vol 16. No. 1 March 2020 Vol 15, No 4 (2019): JPWK Vol. 15 No. 4 Desember 2019 Vol 15, No 3 (2019): JPWK Vol. 15 No. 3 September 2019 Vol 15, No 2 (2019): JPWK Vol 15 No 2 June 2019 Vol 15, No 1 (2019): JPWK Vol 15 No 1 March 2019 Vol 14, No 4 (2018): JPWK Vol 14 No 4 Desember 2018 Vol 14, No 3 (2018): JPWK Vol 14 No 3 September 2018 Vol 14, No 2 (2018): JPWK Vol 14 No 2 June 2018 Vol 14, No 1 (2018): JPWK Vol 14 No 1 March 2018 Vol 13, No 4 (2017): JPWK Vol 13 No 4 December 2017 Vol 13, No 3 (2017): JPWK Vol 13 No 3 September 2017 Vol 13, No 2 (2017): JPWK Vol 13 No 2 June 2017 Vol 13, No 1 (2017): JPWK Vol 13 No 1 March 2017 Vol 12, No 4 (2016): JPWK Vol 12 No 4 December 2016 Vol 12, No 3 (2016): JPWK Vol 12 No 3 September 2016 Vol 12, No 2 (2016): JPWK Vol 12 No 2 June 2016 Vol 12, No 1 (2016): JPWK Vol 12 No 1 March 2016 Vol 11, No 4 (2015): JPWK Vol 11 No 4 December 2015 Vol 11, No 3 (2015): JPWK Vol 11 No 3 September 2015 Vol 11, No 2 (2015): JPWK Vol 11 No 2 June 2015 Vol 11, No 1 (2015): JPWK Vol 11 No 1 March 2015 Vol 10, No 4 (2014): JPWK Vol 10 No 4 December 2014 Vol 10, No 3 (2014): JPWK Vol 10 No 3 September 2014 Vol 10, No 2 (2014): JPWK Vol 10 No 2 June 2014 Vol 10, No 1 (2014): JPWK Vol 10 No 1 March 2014 Vol 9, No 4 (2013): JPWK Vol 9 No 4 December 2013 Vol 9, No 3 (2013): JPWK Vol 9 No 3 September 2013 Vol 9, No 2 (2013): JPWK Vol 9 No 2 June 2013 Vol 9, No 1 (2013): JPWK Vol 9 No 1 March 2013 Vol 8, No 4 (2012): JPWK Vol 8 No 4 December 2012 Vol 8, No 3 (2012): JPWK Vol 8 No 3 September 2012 Vol 8, No 2 (2012): JPWK Vol 8 No 2 June 2012 Vol 8, No 1 (2012): JPWK Vol 8 No 1 March 2012 More Issue