cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25979272     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 510 Documents
Representasi dari Faktor-Faktor Pembentuk Identitas Tempat pada Kampung Kemasan, Gresik Johannes Parlindungan Siregar; Kartika Eka Sari; Ismi Mariami
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 18, No 1 (2022): JPWK Volume 18 No. 1 March 2022
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v18i1.35881

Abstract

Cagar budaya merupakan aset terpenting masyarakat perkotaan yang tidak hanya berguna sebagai penegas keunikan sejarah dan budaya, tetapi juga sebagai potensi wisata. Cagar budaya dalam konteks lingkungan kampung memiliki kompleksitas yang berbeda dimana lingkungan bersejarah beririsan dengan lingkungan huni warganya. Makalah ini bertujuan untuk memaparkan pembentukan identitas Kampung Kemasan sebagai kawasan bersejarah dan hunian penduduk. Kajian ini dilakukan dalam dua tahap, antara lain tahap analisis faktor untuk menentukan faktor-faktor pembentuk identitas tempat dan tahap analisis kualitatif untuk mengidentifikasi representasi dari faktor-faktor pembentuk identitas tersebut. Kajian ini menemukan lima faktor pembentuk identitas, antara lain interaksi individu dengan lingkungan kampung, karakter dan keunikan kampung, motivasi tinggal di kampung, keterikatan individu terhadap daya tarik kampung dan hubungan sosial. Faktor-faktor ini memiliki beberapa representasi, antara lain bangunan kuno dan narasi sejarah, kekerabatan, interaksi dalam kegiatan sosial budaya, pariwisata, kunjungan, kampung sebagai tempat tinggal dan kampung sebagai bagian dari kota modern. Kontribusi ilmiah dari kajian ini adalah temuan yang kontekstual dengan lingkungan sosial budaya pada Kampung Kemasan dan penerapan pendekatan analisis yang mixed antara analisis kuantitatif dan analisa kualitatif.
Identifikasi Potensi Pengembangan Agrowisata di Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat Syifa Nur Fauziah; Lia Warlina
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 18, No 1 (2022): JPWK Volume 18 No. 1 March 2022
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v18i1.35473

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis persebaran lokasi agrowisata dan menilai  objek wisata berdasarkan kriteria agrowisata di Kecamatan Lembang. Untuk penilaian agrowisata digunakan 10 kriteria yang memiliki pembobotan yang berbeda – beda. Persebaran dari 18 lokasi agrowisata relatif merata di 12 desa dari 16 desa di Kecamatan Lembang. Berdasarkan hasil analisis penilaian objek agrowisata, nilai tertinggi terdapat di Objek Wisata Orchid Forest Lembang (3,65), sedangkan untuk nilai terendah terdapat di Nyawang Bandung (2,55). Menurut tingkat potensialnya, terbagi menjadi 3 kategori yaitu kurang potensial (skor 2,25 – 2,91) dengan 7 objek agrowisata meliputi Kopi Luwak Cikole, Kampung Bawang, Budidaya Cacing dan Pengolahan Biogas Kampung Wisata Areng, Nyawang Bandung, Kebun Jeruk Dekopon, Cipanengah Lemon Farm, dan Bird Pavillion. Kategori cukup potensial (skor 2,92 – 3,28) dengan objek wisata meliputi Farm House Susu Lembang, Imah Noong, Kampung Wisata Pasir Angling, Floating Market dan De Ranch. Kategori sangat berpotensi (skor 3,29 – 3,65) dengan objek wisata meliputi Pal 16, Grafika Cikole Lembang, Orchid Forest Lembang, Kampung Agro Cibodas, La Fresa Farm dan Kampung Bunga Begonia. Agrowisata di Kecamatan Lembang baru memanfaatkan keindahan alam, namun belum  menyesuaikan dengan kecocokan yang optimal untuk kegiatan pertanian. Kecamatan Lembang yang yang potensial untuk kegiatan pertanian ini sebaiknya digunakan sebagai salah satu inovasi unggulan dalam pengembangan wilayah.
Preferensi Hunian di Perkotaan pada Generasi Y di Kota Bekasi Defi Puspitasari; Joko Adianto; Khoirunurrofik Khoirunurrofik
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 18, No 1 (2022): JPWK Volume 18 No. 1 March 2022
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v18i1.37176

Abstract

Indonesia pada tahun di 2020 akan memasuki fenomena bonus demografi dengan meningkatnya generasi Y secara signifikan. Adanya dominasi populasi yang dapat mempengaruhi pasar perumahan terutama di kota-kota besar serta banyaknya generasi Y yang belum memiliki hunian melatar belakangi penelitian ini. Adapun Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui preferensi generasi Y dalam memilih hunian. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif analisis dekriptif dan index rata-rata. Dengan menyebar kuisioner kepada seluruh generasi Y berumur 20-39 tahun di Kota Bekasi secara online. Dari 436 kuisioner hasilnya menunjukan bahwa 78,7% generasi Y di Kota Bekasi belum memiliki hunian dan 3 dari 5 generasi Y di Kota Bekasi masih tinggal bersama orangtua. Adapun atribut preferensi hunian yang paling diinginkan generasi Y ialah keamanan yang terjaga, bebas banjir, lingkungan yang bersih, kepemilikan hunian dan dekat dengan jalan utama. Adapun tipe hunian yang diinginkan ialah hunian tapak dengan 3 kamar tidur dilengkapi dengan taman dan ruang keluarga dengan harga kurang dari 450 juta rupiah[n1] . Pembangunan hunian vertikal di kawasan TOD Kota Bekasi sebagai upaya mendorong kepemilikan hunian generasi Y serta efisiensi lahan oleh pemerintah belum optimal sebab nyatanya hunian vertikal sangat sedikit diminati generasi Y di Kota Bekasi dan mereka lebih menyukai hunian tapak. 
Mengukur Tingkat Kesiapan Masyarakat Kota Surakarta dalam Pelaksanaan Program Kali Bersih (PROKASIH) Kusumastuti Kusumastuti; Lintang Suminar
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 18, No 1 (2022): JPWK Volume 18 No. 1 March 2022
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v18i1.32517

Abstract

Program Kali Bersih (Prokasih) merupakan program yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas air sungai perkotaan secara bertahap supaya mampu berperan sebagaimana seharusnya. Di Kota Surakarta, Prokasih dilaksanakan di Kali Tegal Konas, Kali Jenes, Kali Pepe, Kali Premulung, Kali Brojo, Kali Tempuran, dan Sungai Gajah Putih. Sungai-sungai ini adalah anak sungai Bengawan Solo. Namun, sampai saat ini dampak dari Prokasih belum jelas terlihat karena kualitas air sungai belum membaik. Hal tersebut menunjukkan kemungkinan bahwa Prokasih di Kota Surakarta belum melibatkan pemangku kepentingan secara menyeluruh termasuk masyarakat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kesiapan masyarakat dalam menjalankan Prokasih di Kota Surakarta. Metode yang digunakan adalah The Community Readiness Model (CRM). Teknik pengumpulan data dilakukan dari data sekunder pada lembaga-lembaga terkait dan data primer dari wawancara terhadap aktor-aktor kunci. Analisa data dilakukan dengan memahami keseluruhan data-data hasil wawancara yang dipetakan berdasarkan dimensi-dimensi dari CRM yang kemudian dengan teknik skoring akan menghasilkan level of readiness dan stage of readiness dari komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian masyarakat sudah sadar dan sebagian belum ada kesadaran melaksanakan program-program dari Prokasih. Hal ini terutama diketemukan pada UMKM seperti industry batik dan tahu juga rumah tangga dari masyarakat berpenghasilan rendah yang belum tersentuk program dari Kementerian PUPR. Maka dari itu dibutuhkan peran Pemerintah untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat dan Pokja Sungai.
Penerapan “Transit Oriented Development” di Kawasan Tugu – Kertanegara, Kota Malang Imma Widyawati Agustin; Septiana Hariyani
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 18, No 1 (2022): JPWK Volume 18 No. 1 March 2022
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v18i1.33836

Abstract

Konsep Transit Oriented Development (TOD) bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang mengurangi ketergantungan tinggi terhadap kendaraan pribadi serta meningkatkan penggunaan transportasi publik seperti bus, kereta api, dan angkutan umum melalui aksesibilitas yang baik menuju titik transit. Konsep ini berkaitan dengan upaya peruntukan lahan bercampur (mixed use) yang dipusatkan pada titik-titik transit atau simpul transportasi dengan kemudahan akses kendaraan tidak bermotor, serta tingkat kepadatan yang tinggi di sekitar titik transit. Koridor Jalan Tugu dan Jalan Kertanegara terletak di sebelah barat Stasiun Malang Kota Baru, Kecamatan Klojen yang merupakan pusat kegiatan di Kota Malang. Kedua koridor ini dikelilingi guna lahan strategis seperti SMA Kompleks, Balai Kota Malang, Gedung DPRD Kota Malang, serta beberapa fungsi perdagangan dan jasa. Salah satu standar yang dapat digunakan untuk menilai penerapan konsep TOD adalah TOD Standard 3.0 yang diterbitkan oleh Institute for Transportation and Development Policy (ITDP). Terdapat 8 prinsip dan 25 matriks yang telah ditentukan oleh ITDP untuk menilai kawasan TOD. Dari hasil penilaian, Koridor Jalan Tugu dan Jalan Kertanegara mendapatkan total 51 poin. Selain itu, terdapat 3 prinsip yang mendapatkan poin 0, yaitu prinsip bersepeda, menghubungkan, dan memadatkan.
Pengaruh Variabel Keruangan pada Periode Awal Penyebaran Pandemi Covid 19 di Kota Surabaya Karina Pradinie Tucunan; Rivan Aji; Utari Sulistyandari; Muhammad Sri Harta; Putu Rudy Satiawan
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 18, No 1 (2022): JPWK Volume 18 No. 1 March 2022
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v18i1.34867

Abstract

Penyebaran  Covid -19 selama ini selalu dikaitkan dengan carrier atau orang yang membawa virus baik yang diidentifikasikan sebagai ODP, PDP dan juga Positif Covid 19 (Pos). Namun, banyak yang tidak menyadari bahwa selama ini intervensi yang dilakukan pemerintah secara umum adalah intervensi terhadap pola keruangan seperti bentuk-bentuk PSBB, lockdown, karantina wilayah dan juga pembatasan akses pada aktivitas publik lainnya. Ruang adalah instrument utama dari pengendalian Covid -19 disebabkan ruang adalah wadah dimana manusia beraktivitas. Satu karakter ruang tertentu dalam hypothesis penlitian ini dapat mempengaruhi tingkat penyebaran lebih cepat dibandingkan dengan ruang yang lain. Pendekatan positivistic dengan menggunakan regresi linier digunakan dalam mendekati penelitian ini untuk mendapatkan gambaran mengenai seberapa besar variable keruangan mempengaruhi peneybaran covid-19 dan sebaran secara spasialnya di Kota Surabaya. Pada penemuan hasil yang ada, ditemukan bahwa terdapat 3 periode masa penyebaran Covid 19 di Kota Surabaya, yakni pada masa awal, masa PSBB dan masa new normal. Pada masa penyebaran awal ditemukan bahwa variable keruangan berpengaruh sebesar 61% pada penyebaran Covid 19 dengan variable yang mempengaruhi adalah jumlah fasilitas sosial dan jumlah sebaran warung kopi (warkop) dengan konsentrasi penyebaran spasial di Surabaya Selatan, Timur dan Barat.
Peran Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dalam Pemulihan Ekonomi Masyarakat Pasca Pandemi Covid-19 di Kawasan Kampung Tangguh Pluit-Penjaringan Roby Dwiputra; Lita Sari Barus
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 18, No 1 (2022): JPWK Volume 18 No. 1 March 2022
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v18i1.35033

Abstract

Pandemi Covid-19 sampai saat ini masih mengalami kenaikan angka jumlah pasien positif. Adapun langkah Pemerintah dengan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka menekan laju peningkatan pasien positif juga berdampak tidak baik pada beberapa sektor lainnya, terutama pelemahan sektor perekonomian yang dirasakan langsung oleh masyarakat Indonesia, termasuk masyarakat Jakarta. Di sisi lain, berbagai aktor dalam industri ekonomi kreatif menyebutkan bahwa UMKM memiliki peran untuk mengatasi potensi krisis di tengah pandemi. Dalam penelitian ini, dilakukan kajian peran UMKM dalam memulihkan ekonomi masyarakat di tengah dan pasca Pandemi Covid-19 dengan wilayah penelitian kawasan Kampung Tangguh Pluit-Penjaringan di Jakarta Utara. Namun, masyarakat setempat pada lokasi penelitian menghabiskan waktu untuk menangkap ikan dan mengerjakan pekerjaan rutin lainnya dalam keseharian mereka sehingga waktu senggang yang ada dimanfaatkan untuk beristirahat dan berekreasi. Hal ini menjadi tantangan untuk mengajak masyarakat setempat aktif terlibat dalam kegiatan ekonomi kreatif guna meningkatkan produktivitas UMKM di tengah padatnya kegiatan mereka. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan wawancara mendalam kepada pelaku UMKM dan Pemerintah yang dibantu tinjauan pustaka dalam proses analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM dapat menjadi kunci dalam pemulihan ekonomi masyarakat pada masa Pandemi Covid-19 dan setelahnya.
Pola Persebaran Aktivitas Wisatawan Terhadap Pemanfaatan Lahan di Pantai Sanur Kadek Suwi Yantari; Ngakan Ketut Acwin Dwijendra; Tri Anggraini Prajnawrdhi
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 18, No 2 (2022): JPWK Volume 18 No. 2 June 2022
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v18i2.36468

Abstract

Pantai Sanur merupakan kawasan pariwisata yang memiliki standar fasilitas dengan beragam aktivitas wisatawan yang diwadahinya. Adanya tuntutan terhadap fasilitas penunjang dari berbagai aktivitas yang berbeda menjadikan munculnya permasalahan pemanfaatan lahan di Pantai Sanur. Permasalahan pemanfaatan lahan yang terjadi yaitu: adanya pemanfaatan lahan untuk fasilitas penunjang yang letaknya tidak terorganisir, dan adanya kepadatan pemanfaatan lahan di Pantai Sanur. Penelitian dilakukan untuk menemukan pengaruh dari pola persebaran aktivitas wisatawan di Pantai Sanur terhadap pemanfaatan lahannya. Selain itu penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan faktor penyebab terjadinya kepadatan pemanfaatan lahan di Pantai Sanur. Metode kualitatif digunakan pada penelitian ini dengan teknik pengumpulan data observasi, dokumentasi, dan kuesioner. Hasil dari penelitian menemukan bahwa di Pantai Sanur terdapat 5 (lima) kelompok aktivitas, yaitu: aktivitas penyeberangan, ekonomi, olahraga, wisata, dan aktivitas keagamaan. Penelitian ini juga menemukan pemanfaatan lahan di Pantai Sanur dipengaruhi oleh tuntutan fasilitas penunjang untuk aktivitas utama (aktivitas wisata dan aktivitas penyeberangan). Pola persebaran fasilitas pariwisata di Pantai Sanur membentuk pola linier ke arah jalan setapak, dengan kepadatan pemanfaatan lahan kearah selatan kawasan Pantai Sanur.
Land Suitability and Potential Agriculture Analysis to Regional Development Based on Agro-Tourism Muhammad Anshar; Irsyadi Siradjuddin; Muhammad Rezki; Amirin kusmiran
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 18, No 2 (2022): JPWK Volume 18 No. 2 June 2022
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v18i2.37531

Abstract

Bontolempangan District is one of the districts included in the spatial planning area of the Gowa Regency. The development of tourism potential and agricultural land resources is a major part of the Gowa Regency spatial plan (RTRW 2012-2032). Therefore, this research investigates the potential of agricultural commodities and the carrying capacity of their land so that they can be used as a reference to become an agricultural-based tourism area. The agricultural potential was analyzed using the location quotient (LQ) and dynamic location quotient (DLQ) methods, while the carrying capacity of agricultural land was analyzed using land suitability analysis. From the LQ and DLQ analysis, robusta coffee, cocoa, cashew, candlenut, and arabica coffee are the leading agricultural commodities. Based on the land suitability analysis, the carrying capacity of the land for superior agricultural commodities is categorized into themoderate suitable level (S2) with an area of 2968.22 ha for Robusta coffee, 1202.30 ha of cocholate, 2227.22 ha of cashew nuts, 2253.47 ha of candlenut, 3235.91 ha of Arabica coffee ha, and sweet potatoes covering an area of 952.78 ha. Thus, leading agricultural commodities can be developed into agricultural-based tourism areas or agro-tourism.
Dampak Ekspansi Kebun Kelapa Sawit Terhadap Kondisi Jasa Lingkungan Provinsi Riau Mohammad Rafli; Imam Buchori
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 18, No 2 (2022): JPWK Volume 18 No. 2 June 2022
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v18i2.21229

Abstract

Perkebunan kelapa sawit di Provinsi Riau memiliki luasan terbesar yakni mencapai >21% dari jumlah luasan kebun kelapa sawit di Indonesia. Kebun kelapa sawit yang luas tersebut melibatkan konversi lahan yang diikuti dengan penyusutan kerapatan vegetasi. Kondisi ini tidak mempertimbangkan keberlanjutan yang nantinya akan berpengaruh pada penurunan dan perubahan jasa lingkungan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menilai bagaimana ekspansi kebun kelapa sawit di Provinsi Riau berpengaruh terhadap kondisi jasa lingkungan.  Pendekatan terhadap jasa lingkungan menggunakan metode interpretasi citra Landsat 5 multi-temporal tahun 1990, tahun 2000, tahun 2010, dan citra Landsat 8 tahun 2018. Jasa lingkungan yang dianalisis adalah kesediaan cadangan karbon dan perubahan suhu permukaan tanah. Perubahan lahan menjadi kebun kelapa sawit dan cadangan karbon diukur dengan analisis tutupan lahan. Kerapatan vegetasi menggunakan teknik NDVI, dan nilai suhu permukaan menggunakan analisis band thermal. Hasil penelitian menggambarkan adanya kenaikan luas kebun kelapa sawit yang cukup besar yaitu 2,15 juta hektar (24,12%) dari luas wilayah Provinsi Riau.  Jumlah karbon yang hilang pada lahan hutan mencapai 238,37 juta ton, pada lahan semak belukar mencapai 3,99 juta ton, dan karbon yang hilang pada ladang mencapai 24,97 juta ton. Kenaikan suhu permukaan sebesar 3oC - 4oC. Kondisi ini menjadi perhatian bagi pemerintah dalam membuat kebijakan khususnya pemberian izin pembukaan lahan kelapa sawit karena masalah ini dapat mengancam keberlanjutan lingkungan.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 4 (2025): JPWK Volume 21 No. 4 December 2025 Vol 21, No 3 (2025): JPWK Volume 21 No. 3 September 2025 Vol 21, No 2 (2025): JPWK Volume 21 No. 2 June 2025 Vol 21, No 1 (2025): JPWK Volume 21 No. 1 March 2025 Vol 20, No 4 (2024): JPWK Volume 20 No. 4 December 2024 Vol 20, No 3 (2024): JPWK Volume 20 No. 3 September 2024 Vol 20, No 2 (2024): JPWK Volume 20 No. 2 June 2024 Vol 20, No 1 (2024): JPWK Volume 20 No. 1 March 2024 Vol 19, No 4 (2023): JPWK Volume 19 No. 4 December 2023 Vol 19, No 3 (2023): JPWK Volume 19 No. 3 September 2023 Vol 19, No 2 (2023): JPWK Volume 19 No. 2 June 2023 Vol 19, No 1 (2023): JPWK Volume 19 No. 1 March 2023 Vol 18, No 4 (2022): JPWK Volume 18 No. 4 December 2022 Vol 18, No 3 (2022): JPWK Volume 18 No. 3 September 2022 (in progress) Vol 18, No 2 (2022): JPWK Volume 18 No. 2 June 2022 Vol 18, No 1 (2022): JPWK Volume 18 No. 1 March 2022 Vol 17, No 4 (2021): JPWK Volume 17 No. 4 December 2021 Vol 17, No 3 (2021): JPWK Volume 17 No. 3 September 2021 Vol 17, No 2 (2021): JPWK Volume 17 No. 2 June 2021 Vol 17, No 1 (2021): JPWK Volume 17 No. 1 March 2021 Vol 16, No 4 (2020): JPWK Vol. 16 No. 4 December 2020 Vol 16, No 3 (2020): JPWK Vol 16. No. 3 September 2020 Vol 16, No 2 (2020): JPWK Vol 16. No. 2 June 2020 Vol 16, No 1 (2020): JPWK Vol 16. No. 1 March 2020 Vol 15, No 4 (2019): JPWK Vol. 15 No. 4 Desember 2019 Vol 15, No 3 (2019): JPWK Vol. 15 No. 3 September 2019 Vol 15, No 2 (2019): JPWK Vol 15 No 2 June 2019 Vol 15, No 1 (2019): JPWK Vol 15 No 1 March 2019 Vol 14, No 4 (2018): JPWK Vol 14 No 4 Desember 2018 Vol 14, No 3 (2018): JPWK Vol 14 No 3 September 2018 Vol 14, No 2 (2018): JPWK Vol 14 No 2 June 2018 Vol 14, No 1 (2018): JPWK Vol 14 No 1 March 2018 Vol 13, No 4 (2017): JPWK Vol 13 No 4 December 2017 Vol 13, No 3 (2017): JPWK Vol 13 No 3 September 2017 Vol 13, No 2 (2017): JPWK Vol 13 No 2 June 2017 Vol 13, No 1 (2017): JPWK Vol 13 No 1 March 2017 Vol 12, No 4 (2016): JPWK Vol 12 No 4 December 2016 Vol 12, No 3 (2016): JPWK Vol 12 No 3 September 2016 Vol 12, No 2 (2016): JPWK Vol 12 No 2 June 2016 Vol 12, No 1 (2016): JPWK Vol 12 No 1 March 2016 Vol 11, No 4 (2015): JPWK Vol 11 No 4 December 2015 Vol 11, No 3 (2015): JPWK Vol 11 No 3 September 2015 Vol 11, No 2 (2015): JPWK Vol 11 No 2 June 2015 Vol 11, No 1 (2015): JPWK Vol 11 No 1 March 2015 Vol 10, No 4 (2014): JPWK Vol 10 No 4 December 2014 Vol 10, No 3 (2014): JPWK Vol 10 No 3 September 2014 Vol 10, No 2 (2014): JPWK Vol 10 No 2 June 2014 Vol 10, No 1 (2014): JPWK Vol 10 No 1 March 2014 Vol 9, No 4 (2013): JPWK Vol 9 No 4 December 2013 Vol 9, No 3 (2013): JPWK Vol 9 No 3 September 2013 Vol 9, No 2 (2013): JPWK Vol 9 No 2 June 2013 Vol 9, No 1 (2013): JPWK Vol 9 No 1 March 2013 Vol 8, No 4 (2012): JPWK Vol 8 No 4 December 2012 Vol 8, No 3 (2012): JPWK Vol 8 No 3 September 2012 Vol 8, No 2 (2012): JPWK Vol 8 No 2 June 2012 Vol 8, No 1 (2012): JPWK Vol 8 No 1 March 2012 More Issue