cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Mineral, Energi dan Lingkungan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 112 Documents
Analisis Presentase Fraksi Massa Lolos Ayakan Galena Hasil Peremukan, Penggerusan, dan Pengayakan Amalia, Yasmina; Mirahati, Riria Zendy; Mardhatila, Fitri Ayu
Jurnal Mineral, Energi dan Lingkungan Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Mineral Energi dan Lingkungan, Volume 8, No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional (UPN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jmel.v8i1.5573

Abstract

Galena merupakan salah satu jenis batuan yang banyak digunakan sebagai bahan dasar baterai, pelapis kabel, pewarna dan lain-lain. Hasil penambangan galena terkadang masih besar, untuk memperkecil ukuran galena diperlukan proses peremukan dan penggerusan. Kominusi merupakan salah satu tahapan dalam pengolahan bahan galian yang bertujuan untuk memperkecil ukuran bahan galian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persentase fraksi massa yang lolos ayakan galena yang telah diremuk melalui jaw crusher dan digerus dengan ball mill, untuk analisis fraksi menggunakan proses pengayakan. Hasil analisa menunjukkan bahwa dari hasil pengujian peremukan, penggerusan, dan pengayakan untuk mesh diatas 200 didapatkan berat 800gram dari total sampel 3040 gram. Sehingga penelitian ini berhasil menghasilkan ukuran serbuk sebesar 20,3%.Kata Kunci: peremukan, penggerusan, pengayakan
PEMANFAATAN BIOCHAR BERBAHAN DASAR SERESAH DAUN BAMBU (BAMBUSA VULGARIS) SEBAGAI BAHAN PEMBENAH TANAH PADA LAHAN BEKAS TAMBANG BATUBARA Noryanti, Rida
Jurnal Mineral, Energi dan Lingkungan Vol 6 No 2 (2022): Desember
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional (UPN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jmel.v6i2.8160

Abstract

Kegiatan pertambangan pada umumnya menghasilkan bahan pencemar berupa kadar logam berat yang melebihi kadar normal. Kelebihan logam berat dalam tanah tidak hanya memberikan dampak buruk untuk tanaman dan organisme tetapi dapat menyebabkan suatu pencemaran lingkungan. Selain itu, kegiatan penambangan juga menyebabkan terjadinya perubahan total dari suatu ekosistem yaitu salah satunya kerusakan lahan yang dapat berpengaruh pada kondisi fisik, kimia dan biologi tanah. Salah satu cara untuk memperbaiki kerusakan tanah akibat kegiatan pertambangan yaitu dengan memanfaatkan biochar sebagai bahan pembenah tanah. Biochar yang digunakan dalam penelitian ini berbahan dasar seresah daun bambu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh biochar dalam menurunkan kandungan Fe dan menaikkan pH pada sampel tanah tercemar serta menganalisis variasi dosis dan variasi waktu kontak yang paling efektif dalam menurunkan kandungan Fe dan menaikkan pH pada sampel tanah tercemar. Pada penelitian ini, biochar seresah daun bambu memiliki karakteristik sebagai pembenah tanah yang sesuai dengan persyaratan berdasarkan nilai pH, C-organik, rasio C/N, P-total, K-total, Kapasitas Tukar Kation, kadar air, dan kadar abu. Selain itu, komposisi dosis biochar dan waktu kontak yang paling efektif yaitu didapatkan pada variasi P3 dengan waktu kontak 45 hari.
Reklamasi Tambang Berkeadilan dan Mensejahterakan Pambudi, Priyaji Agung; Utomo, Suyud Warno; Soelarno, Soemarno Witoro; Takarina, Noverita Dian
Jurnal Mineral, Energi dan Lingkungan Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Mineral Energi dan Lingkungan Volume 7 No. 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional (UPN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jmel.v7i2.9064

Abstract

The mining industry has an important contribution to the economy and regional growth, but it also has the risk of environmental disturbance, so it is required to carry out reclamation. A special strategy is needed for the success of reclamation can improve the quality of life of the community and other organisms. The purpose of this research is to examine successful mining reclamation methods that can be implemented. This study uses a qualitative approach through social observation, questionnaires, in-depth interviews, and a literature review. Reclamation by PT. X consists of programs for the preparation, planning, implementation and management of reclamation areas. At the preparation stage PT. X conducts public consultations to listen to suggestions, opinions and responses from local communities, especially land owners who are rent. PT. X applies the participatory-accommodative principle. This strategy puts forward a bottom-up mechanism, namely the local landowners provide advice to PT. X related to the type and implementation of reclamation and PT. X conducts verification as well as careful and in-depth studies of technical implementation. Reclamation needs to be managed by providing an enclave zone that acts as a center for mining environmental protection. The area of the enclave zone should ideally be determined based on consideration of the area of the IUP, ecosystem typology, diversity, evenness and distribution of flora and fauna, as well as total carbon emissions. Just and prosperous reclamation is carried out by considering the existence and proper allocation of space for abiotic and biotic components including sources of livelihood for local communities.
ANALISIS KERENTANAN TERHADAP BAHAYA GEMPABUMI DAN TSUNAMI DENGAN METODE SELF ORGANIZING MAP DI KABUPATEN BANTUL Maharani, Ph.D, Yohana Noradika; Rizkianto, Yody; Ikhsan, Ikhsan
Jurnal Mineral, Energi dan Lingkungan Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Mineral Energi dan Lingkungan Volume 7 No. 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional (UPN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jmel.v7i2.10724

Abstract

Kabupaten Bantul merupakan salah satu wilayah di Yogyakarta yang memiliki potensi bencana gempabumi dan tsunami cukup tinggi, karena wilayahnya dilintasi patahan aktif (Sesar Opak) dan juga berdekatan dengan zona subduksi yang merupakan zona tumbukan lempeng Indo Australia dan lempeng Eurasia yang dapat membangkitkan tsunami. Sebagai salah satu tujuan pariwisata favorit di Yogyakarta, peningkatan kepadatan penduduk dan lahan terbangun baru juga semakin tinggi. Kondisi tersebut sebagian besar didominasi oleh permukiman, perdagangan, jasa dan pariwisata. Meningkatnya aktivitas di Kabupaten Bantul tentunya membuat kawasan tersebut memiliki tingkat kerentanan yang tinggi akibat pemanfaatan lingkungan yang tidak terkendali dan tidak diatur. Percepatan pertumbuhan tanpa manajemen risiko dan aset yang semakin menua merupakan pendorong utama meningkatnya jumlah korban, kerusakan bangunan, dan kemiskinan akibat bencana. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tingkat kerentanan dan variabel dominan yang menyebabkan rentan ditinjau dari aspek sosial, ekonomi dan kepadatan bangunan dengan menggunakan 13 variabel kerentanan dan dianalisis dengan metode “Self-Organizing Maps (SOM)” untuk mengelompokkan (cluster) wilayah penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa daerah yang memiliki kerentanan tertinggi terdapat di cluster 2 dan 3 yaitu Kecamatan Bantul, Kasihan, Imogiri, Banguntapan dan Sewon, dengan variabel dominan yang berpengaruh yaitu disabilitas 12,73 % dan fasilitas rumah ibadah 9.24%. Hasil dari penelitian ini dapat digunakan sebagai dukungan praktis kepada praktisi, para pemangku kepentingan dan pengambil keputusan dalam upaya mitigasi dan perencanaan kontinjensi dimasa yang akan datang.
Karakteristik Batubara Formasi Warukin di Kalimantan Selatan serta Implikasinya pada Teknologi Pencairan Batubara Nursanto, Edy; Haq, Shofa Rijalul; Ardian, Aldin
Jurnal Mineral, Energi dan Lingkungan Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Mineral Energi dan Lingkungan Volume 7 No. 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional (UPN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jmel.v7i2.11075

Abstract

Batubara di Indonesia didominasi oleh peringkat rendah (low rank coal) prosentase lebih dari 85% dari total cadangan batubara. Meskipun demikian, batubara peringkat rendah lebih mudah diolah untuk meningkatkan nilai tambahnya karena struktur molekul dan gugus hidroksil batubara peringkat rendah yang reaktif dibandingkan dengan batubara peringkat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik batubara peringkat rendah formasi Warukin pada proses pencairan batubara. Data primer berupa pengambilan sampel batubara dan arah kedudukannya serta kemiringannya diperoleh dengan metode pengambilan ply by ply. Analisis proksimat, ultimat, maseral dan reflektan vitrinit dilakukan pada sampel-sampel tersebut dengan variasi pengujian, kemudian diolah dengan analisis secara teoritis empiris yang disajikan dalam bentuk tabel. Analisis data dilakukan berdasarkan hasil pengujian di laboratorium secara deskriptif kualitatif.  Dengan penelitian ini, sebaran sifat dan kualitas batubara dapat dievaluasi, serta alternatif teknologi penambangan dengan pencairan dapat direncanakan secara efektif dan efisien dengan penciri maseral liptinit mempunyai persentasi besar, yaitu rata-rata 34,28 % pada lapisan.
Rekonstruksi Sejarah Geologi Berdasarkan Analisis Stratigrafi di Daerah Cengal dan Sekitarnya, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat Sunarta, Jonathan Angkawijaya; Rochmana, Yogie Zulkurnia; Hastuti, Endang Wiwik Dyah
Jurnal Mineral, Energi dan Lingkungan Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Mineral Energi dan Lingkungan Volume 7 No. 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional (UPN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jmel.v7i2.11102

Abstract

Mekanisme arus turbidit yang terjadi pada Kala Tersier dan aktivitas vulkanik pada Kala Kuarter menghasilkan endapan vulkanik, laut dangkal, dan laut dalam pada Sub-Cekungan Majalengka. Adanya perbedaan lingkungan pengendapan yang kompleks ini memerlukan suatu rekonstruksi sejarah geologi guna pemahaman geologi daerah penelitian. Metode yang digunakan berupa observasi lapangan dan analisis stratigrafi. Observasi lapangan dimulai dari pengamatan litologi tiap formasi, pengukuran struktur geologi, dan pengukuran profil litologi. Analisis stratigrafi berupa analisis studio yang terdiri dari analisis petrografi, paleontologi, dan struktur geologi. Pengendapan diawali pada Miosen Awal, yaitu Formasi Cinambo Anggota Bawah dengan satuan batupasir dan Formasi Cinambo Anggota Atas dengan satuan batuserpih. Pada Miosen Tengah terendapkan Formasi Halang Anggota Bawah dengan satuan breksi. Pada Miosen Akhir terendapkan Formasi Halang Anggota Atas dengan satuan perselingan batupasir dan batulempung dan terjadi aktivitas tektonik berupa gaya kompresional membentuk struktur lipatan. Terjadi pula aktivitas vulkanik yang menyebabkan intrusi magma berupa dike menerobos hingga Formasi Halang. Pada Pliosen Awal terendapkan selaras Formasi Kaliwangu dengan satuan batulempung. Pada Plistosen Awal dan Akhir terendapkan material gunung api di atas Formasi Cinambo dan Halang berupa ketidakselarasan non-conformity dengan satuan breksi gunung api. Hasil dari penelitian ini diharapkan untuk gambaran historis mekanisme pengendapan di daerah penelitian.
Overview Pengelolaan Air Asam Tambang Dengan Menggunakan Zeolit sefti, amila; Nursanto, Edy; Ernawati, Rika
Jurnal Mineral, Energi dan Lingkungan Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Mineral Energi dan Lingkungan Volume 7 No. 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional (UPN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jmel.v7i2.11316

Abstract

Air asam tambang  adalah masalah global  dan menyebabkan dampak lingkungan yang berbahaya sehingga tersebar luas yang terkait dengan operasi penambangan yang sedang berjalan dan yang ditingkalkan, yang dihasilkan dari oksidasi mikroba pirit dengan adanya air dan udara, menghasilkan larutan asam yang mengandung ion logam beracun bagi tumbuhan, hewan, dan manusia. dan pelepasan logam berat terlarut merupakan perhatian penting yang dihadapi industri pertambangan. Oleh karena itu diperlukan metode yang efektif dan efesien dalam pengelolaan air asam tambang menggunakan zeolit. Metode yang mudah dalam aplikasinya, berbiaya rendah, dan ramah lingkungan sangat diharapkan untuk pengelolaan air asam tambang. Jurnal ini mengulas tentang metode pengelolaan  air asam tambang yang telah diterapkan diberbagai Negara. Metode yang paling efektif adalah metode pengelolaan air asam tambang menggunakan zeolit sintesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektifitas penyisihan logam berat menggunakan zeolit sintesis adalah 98,16%, tetapi metode zeolit sintesis cukup mahal. Untuk metode efisien dalam pengelolaan air asam tambang adalah metode zeolit alam yang hemat biaya dibandingkan dengan metode lainnya dikarenakan tanpa ada tambahan bahan kimia secara terus menerus.
Aplikasi Isotop Stabil Dalam Melacak Kontaminasi Airtanah di Sekitar TPA Sarimukti Triyadi, Riska Aprilia
Jurnal Mineral, Energi dan Lingkungan Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Mineral Energi dan Lingkungan Volume 7 No. 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional (UPN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jmel.v7i2.11567

Abstract

TPA Sarimukti merupakan TPA yang dibangun sebagai pengganti TPA Leuwigajah yang mengalami longsor. Komposisi sampah yang dibuang ke TPA Sarimukti sangat beragam. Sampah-sampah tersebut dapat mengandung bahan kimia non organik dan bahan kimia organik yang dapat membahayakan manusia bila konsentrasinya tinggi. Bahan kimia tersebut dibawa oleh air lindi (leachate) yang bergerak ke bawah melewati batuan yang mengalasi TPA ini sehingga dapat mencemari airtanah. Pengujian isotop stabil deuterium (δ2H) dan oksigen-18 (δ18O) yang didukung dengan data kimia airtanah dapat digunakan untuk mengetahui asal air sehingga dapat diketahui air yang terdapat pada lokasi tersebut telah bercampur dengan apa saja dan proses apa saja yang telah berlangsung di dalamnya. Sebanyak delapan sampel air diambil untuk digunakan dalam pengujian ion chromatography (IC), isotop deuterium (δ2H) dan oksigen-18 (δ18O). daerah penelitian menunjukkan bahwa terdapat konsentrasi Cl-, NO2-, HCO3-, Na+, serta NH4+ yang melebihi nilai ambang batas menurut Permenkes RI No.492/MENKES/PER/ IV/2010. Hal ini mungkin disebabkan karena adanya interaksi airtanah dengan polutan di sekitar daerah penelitian, seperti sampah, limbah rumah tangga, ataupun pupuk yang digunakan pada lahan pertanian. Hasil pengujian isotop deuterium (δ2H) dan oksigen-18 (δ18O) mencerminkan adanya percampuran antara air lindi dengan airtanah di daerah penelitian. Hal ini ditunjukkan oleh nilai isotop sampel A5, SW2, SW4, dan SP2 yang berada di antara airtanah yang belum terkontaminasi (SP1) dengan air lindi serta menjauhi garis LMWL. Kata Kunci: Air lindi, isotop stabil, pencemaran airtanah, Sarimukti, TPA
Kontrol Struktur Geologi Terhadap Kemunculan Manifestasi Panas Bumi di Daerah Muaro Paiti, Sumatra Barat Rahmatullah, Arif; Rochmana, Yogie Zulkurnia; Setiawan, Budhi; Dyah Hastuti, Endang Wiwik; Permana, Lano Adhitya
Jurnal Mineral, Energi dan Lingkungan Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Mineral Energi dan Lingkungan, Volume 8, No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional (UPN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jmel.v8i1.11769

Abstract

Struktur geologi memiliki peranan penting terhadap sirkulasi fluida panas bumi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola umum serta distribusi struktur geologi yang berperan sebagai media keluarnya air panas dari reservoir. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui zona permeabilitas tinggi sebagai implikasi dari reservoir yang baik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pemetaan geologi dan analisis kelurusan. Pemetaan geologi bertujuan untuk mengetahui kondisi litologi dan struktur geologi di daerah penelitian. Sedangkan analisis kelurusan bertujuan untuk mengetahui pola umum struktur geologi dan indikasi zona permeabilitas tinggi. Berdasarkan hasil pemetaan geologi, terdapat dua formasi di daerah penelitian, yaitu Formasi Menggala dan Formasi Telisa. Formasi Menggala tersusun oleh litologi berupa batupasir, batupasir kerikilan, dan konglomerat. Formasi Telisa tersusun oleh litologi berupa batulempung dan napal secara lokal. Daerah penelitian mempunyai enam struktur geologi yang berkembang, yaitu lima sesar dan satu lipatan. Dari enam struktur geologi yang ditemukan, Sesar Patamuan dan Sesar Batangkapugadang diinterpretasikan menjadi struktur yang berperan sebagai jalur keluarnya air panas dari reservoir. Keberadaan manifestasi ini muncul di sekitar perpotongan kedua struktur tersebut. Pada peta densitas kelurusan, perpotongan kedua struktur tersebut berada pada area dengan densitas kelurusan yang rapat. Area tersebut diinterpretasikan sebagai zona hancuran yang diindikasikan sebagai zona permeabilitas tinggi.
Sensitivity analysis of coal mine project investment using fuzzy model utami, Hasrin citra; Cahyadi, Tedy Agung; Ernawati, Rika
Jurnal Mineral, Energi dan Lingkungan Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Mineral Energi dan Lingkungan, Volume 8, No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional (UPN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jmel.v8i1.12396

Abstract

Investment analysis needs to be done to determine the feasibility of a project from an economic perspective. In this research, an investment analysis were applied in a coal mine project. The analysis were considering the results of NPV and IRR. NPV is the result of subtracting discounted costs [8]. IRR is an interest rate that shows the net present value is equal to the total amount of business investment [9]. The methods used in the analysis are the conventional method and the Fuzzy method. Conventional method is done by using NPV and IRR formula in Ms.Excel while Matlab for Fuzzy. The Fuzzy method apply a membership functions, namely triangular fuzzy number. The results of the analysis using conventional methods show an NPV value of $ 14,900,691 or IDR 223 Million with an IRR value of 69.8%. The results of the analysis using the fuzzy method with triangular membership functions showed the NPV values of IDR 232 Million and IRR 40.1 %. From the analysis, it can be seen that the fuzzy method is able to produce a larger NPV but a smaller IRR value whose value is close to conventional methods with the same input variables. So it can be concluded that the fuzzy method is quite well applied in investment analysis and it can help for the final decision of a project

Page 11 of 12 | Total Record : 112