cover
Contact Name
Tety Elida
Contact Email
tety@staff.gunadarma.ac.id
Phone
+62823311136669
Journal Mail Official
jpp@gunadarma.ac.id
Editorial Address
Jalan Margonda Raya 100, Depok 16424, Jawa Barat
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL PERTANIAN PRESISI (JOURNAL OF PRECISION AGRICULTURE)
Published by Universitas Gunadarma
ISSN : 25976087     EISSN : 26864703     DOI : http://dx.doi.org/10.35760/jpp
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Pertanian Presisi (JPP) merupakan media untuk publikasi tulisan asli dalam Bahasa Indonesia yang berkaitan dengan informasi dan teknologi yang berkaitan dengan pertanian presisi pada flora, baik dalam kajian teknik budidaya tanaman (pembenihan sampai pascapanen), fisiologi tanaman, serta terapan teknologi informasi dan komputer dalam pertanian.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2024)" : 7 Documents clear
PENGARUH KOMBINASI PUPUK ORGANIK GRANUL DENGAN PUPUK NPK TERHADAP P-POTENSIAL, P-TERSEDIA, KADAR P DAN HASIL TANAMAN PADI SAWAH (Oryza sativa L.) PADA FLUVAQUENTIC EPIAQUEPTS Prestiani, Priestiani; Muharani, Laily; Khasanah, Nur
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2024.v8i1.9512

Abstract

Fluvaquentic Epiaquepts merupakan salah satu sub-group dari ordo Inceptisols yang mempunyai luas sekitar 70.52 juta ha di Indonesia, tetapi mempunyai masalah P tidak tersedia bagi tanaman dan kadar bahan organik relatif rendah. Padahal unsur P pada tanaman padi dibutuhkan dalam jumlah yang besar. Mengatasi hal tersebut diperlukan pemupukan berimbang antara pupuk organik dan anorganik untuk meningkatkan hasil padi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kombinasi pemberian POPG dan pupuk NPK terhadap P-potensial, P-tersedia, Serapan P dan hasil tanaman padi sawah (Oryza sativa L.) pada Fluvaquentic Epiaquepts. Percobaan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal dengan sepuluh perlakuan dan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh kombinasi POPG dengan pupuk NPK terhadap P-potensial, P-tersedia, kadar P serta hasil tanaman padi sawah. Pada perlakuan kombinasi dosis 500 kg POPG ha-1 + 200 kg NPK ha-1 memberikan hasil yang efisien dari perlakuan lainnya.
RANCANG BANGUN SISTEM KENDALI SUHU DAN KELEMBABAN UDARA PADA PERTANAMAN CABAI MERAH Kalsum, Ummu; Pribadi, Edi Minaji; Wijaya, Arif
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2024.v8i1.10852

Abstract

Tanaman cabai merah merupakan salah satu komoditas yang banyak dikonsumsi dan memiliki potensi untuk dikembangkan karena tingginya permintaan. Cuaca ekstrim dapat mempengaruhi ketersediaan dan harga cabai merah. Upaya dalam menghindari cuaca ekstrim adalah membudidayakan cabai merah dalam lingkungan tumbuh yang terkendali di dalam greenhouse. Tujuan penelitian ini adalah membuat rancang bangun kendali suhu dan kelembaban udara serta mengujikannya terhadap budidaya tanaman cabai merah. Rakitan sensor menggunakan DHT22 yang dihubungkan ke Arduino uno R3 dan dikirim ke micro SDCard module. Pengamatan kinerja sistem kendali meliputi uji persentase error DHT22, uji kinerja rakitan terhadap kipas dan semprotan kabut. Sistem kendali ini diuji pada tanaman cabai pada awal penanaman sampai awal fase generatif. Hasil menunjukkan bahwa rakitan sistem kendali bekerja dengan baik yang ditunjukkan oleh persentase error suhu dan kelembaban yang masih dalam standar serta kesesuaian kinerja pada koneksi antara rakitan sistem kendali dengan kipas dan spray kabut. Nilai error pada suhu DHT22 adalah ±0.3°C, sedangkan kelembaban udaranya memiliki nilai error sebesar 2.2%. Kipas menyala pada suhu >28°C, sedangkan semprotan kabut menyala ketika kelembaban udara <60%. Uji rakitan sensor pada tanaman cabai merah terlihat bahwa fase generatif terlihat hanya pada varietas Tanjung-2 di dalam greenhouse maupun di lapang. Waktu muncul tunas generatif dimulai pada 21 sampai 30 hari setelah tanam (HST) pada budidaya cabai merah dilapang, sedangkan budidaya di dalam greenhouse mulai muncul pada 23 sampai 30 HST.
INTENSITAS PENYAKIT ANTRAKNOSA PADA PEPAYA DENGAN SISTEM TANAM TUMPANG SARI DAN TUNGGAL DI RANTAU PANJANG, RUMBAI BARAT, PEKANBARU Ibrahim, Roy; Hamzah, Hamzah; Alhaviz, Alhaviz
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2024.v8i1.11048

Abstract

Buah pepaya sangat disukai oleh masyarakat Indonesia karena rasanya yang manis dan memiliki kandungan nutrisinya yang tinggi. Salah satu organisme penganggu tanaman yang menyebabkan kehilangan hasil buah pepaya adalah penyakit antraknosa yang disebabkan oleh jamur Colletotrichum spp., yang merupakan penyakit penting bagi tanaman pepaya. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai penyakit antraknosa pepaya di Kelurahan Rantau Panjang, Kecamatan Rumbai Barat. Pengamatan kondisi lahan dengan sistem tumpang sari dan tunggal, gejala penyakit antraknosa, serta dilakukan pengukuran tingkat insidensi dan keparahan penyakit di lapangan. Hasil pengamatan penyebab busuk buah pada pepaya adalah jamur C. gloeosporioides. Persentase insidensi penyakit busuk buah sistem tanam tumpang sari paling tinggi mencapai 25%, sedangkan sistem tanam tunggal 10%. Keparahan penyakit busuk buah akibat C. gloeosporioides pada sistem tanam tumpang sari berkisar 8-10% sedangkan pada sistem tanam tunggal berkisar 5-6%. Tingginya tingkat serangan insidensi dan keparahan penyakit pada sistem tanam tumpang sari disebabkan tidak adanya sanitasi lahan terhadap buah yang terinfeksi dan kesalahan dalam pemilihan tanaman tumpang sari seperti cabai dan keladi selain itu penggunaan pestisida yang tidak tepat sasaran diduga menyebabkan penyakit ini selalu ada di lahan.
EFEKTIVITAS INSEKTISIDA CAMPURAN CABE JAWA DAN SIRIH HUTAN TERHADAP SERANGAN Crocidolomia Pavonana YANG DIDETEKSI MENGGUNAKAN APLIKASI BIOLEAF Selita, Neni; Risnawati, Risnawati; Kanny, Putri Irene
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2024.v8i1.9934

Abstract

Sawi hijau menjadi salah satu tanaman budidaya memiliki nilai ekonomi tinggi. Salah satu penyebab menurunnya produksi sawi hijau yaitu adanya gangguan serangga hama. Crocidolomia pavonana merupakan salah satu hama penting yang menyerang tanaman sawi hijau. Salah satu tindakan pengendalian yang dilakukan yaitu menggunakan insektisida nabati. Pemanfaatan tanaman sebagai insektisida nabati banyak digunakan untuk pengendalian hama yaitu tanaman cabai jawa dan sirih hutan. Salah satu penerapan teknologi dalam bidang perlindungan tanaman pertanian adalah penggunaan BioLeaf sebagai alat untuk memonitoring serangan hama. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas insektisida sediaan sederhana cabai jawa dan sirih hutan terhadap hama ulat krop (C. pavonana) di laboratorium dan lapangan, serta mengevaluasi tingkat presentase serangan serangga hama pada tanaman sawi hijau dengan menggunakan aplikasi BioLeaf. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) faktor tunggal untuk uji lapangan. Variabel yang diamati yaitu tingkat kerusakan daun menggunakan aplikasi BioLeaf, jenis dan jumlah populasi serangga hama, tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar total tanaman dan pengamatan penunjang yaitu serangan hama lain pada tanaman sawi hijau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa insektisida sediaan sederhana cabe jawa dan sirih tunggal dalam bentuk tunggal dan campuran tidak berpengaruh nyata terhadap intensitas serangan, jenis dan jumlah populasi serangga hama, tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar total tanaman dan keberadaan serangga hama.
Front Matter Jurnal Pertanian Presisi Vol. 8 No.1, Juni 2024 Jurnal Pertanian Presisi, Editorial
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

RESPON PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT DAN PENYAKIT BUSUK PANGKAL BATANG TERHADAP APLIKASI AGENS MIKROBA RHIZOFER Salsabila, Amelia; Budiman, Budiman; Risnawati, Risnawati; Ramdan, Evan Purnama
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2024.v8i1.7989

Abstract

Penyakit busuk pangkal batang yang diakibatkan oleh G. boninense merupakan salah satu hambatan pada perkebunan kelapa sawit yang telah dikendalikan melalui pengendalian teknis, hayati dan kimiawi. Rizosfer ialah wilayah yang sempurna untuk pertumbuhan dan perkembangan mikroba tanah, termasuk di dalamnya agens pengendalian hayati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi agens hayati dari daerah perakaran tanaman kelapa sawit terhadap penekanan penyakit busuk pangkal batang dan komponen pertumbuhan tanaman kelapa sawit. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok. Terdapat 4 perlakuan dengan 6 ulangan, setiap petak percobaan terdiri dari 3 tanaman, sehingga jumlah keseluruhan sampel sebanyak 72 unit percobaan. Parameter yang digunakan pada penelitian ini adalah pertumbuhan tanaman kelapa sawit (tinggi tanaman, jumlah daun, diameter pangkal batang, jumlah akar, panjang akar) dan gejala penyakit busuk pangkal batang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaplikasian 3 jenis isolat (agens hayati isolat no. 3 bakteri, agens hayati isolat no. 15 bakteri, dan agens hayati isolat no. 1 cendawan) mampu menekan perkembangan dan penyebaran G. boninense serta meningkatkan pertumbuhan tanaman kelapa sawit. Perlakuan P2 (agens hayati isolat no. 3 bakteri) memberikan pengaruh terbaik dibanding perlakuan lainnya.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN POC URIN KELINCI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SELADA MERAH (Lactuca sativa L.) Putri, Dirgahani; Yudistira, Dimas
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2024.v8i1.9755

Abstract

Pemberian pupuk organik menjadi alternatif yang umum digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman selada merah. Salah satu jenis pupuk organik yang menunjukkan potensi adalah urin kelinci, yang mengandung nutrisi penting bagi tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efektivitas pemberian POC urin kelinci yang tepat terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman selada merah (Lactuca sativa L.). Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juni 2023, yang berlokasi di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan lima perlakuan yaitu NPK Mutiara 16:16:16 (1,125 g/polybag), konsentrasi POC urin kelinci 40 ml/L, konsentrasi POC urin kelinci 80 ml/L, konsentrasi POC urin kelinci 120 ml/L, konsentrasi POC urin kelinci 160 ml/L. POC urin kelinci yang diberikan dengan konsentrasi berbeda mampu memberikan hasil yang sama dengan perlakuan NPK terhadap semua peubah. Pertumbuhan dan produksi tanaman selada merah dapat ditingkatkan secara efektif dengan pemberian POC urin kelinci pada konsentrasi 40 ml/L.

Page 1 of 1 | Total Record : 7