cover
Contact Name
Tety Elida
Contact Email
tety@staff.gunadarma.ac.id
Phone
+62823311136669
Journal Mail Official
jpp@gunadarma.ac.id
Editorial Address
Jalan Margonda Raya 100, Depok 16424, Jawa Barat
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL PERTANIAN PRESISI (JOURNAL OF PRECISION AGRICULTURE)
Published by Universitas Gunadarma
ISSN : 25976087     EISSN : 26864703     DOI : http://dx.doi.org/10.35760/jpp
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Pertanian Presisi (JPP) merupakan media untuk publikasi tulisan asli dalam Bahasa Indonesia yang berkaitan dengan informasi dan teknologi yang berkaitan dengan pertanian presisi pada flora, baik dalam kajian teknik budidaya tanaman (pembenihan sampai pascapanen), fisiologi tanaman, serta terapan teknologi informasi dan komputer dalam pertanian.
Articles 136 Documents
Front Matter Jurnal Pertanian Presisi Vol. 8 No.1, Juni 2024 Jurnal Pertanian Presisi, Editorial
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KAILAN TERHADAP PERBEDAAN PENYIRAMAN OTOMATIS DAN DOSIS PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH PISANG Santosa, Syifani Ghita; Kalsum, Ummu; Pribadi, Edi Minaji
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Pertanian Presisi
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2023.v7i2.9942

Abstract

Kailan merupakan sayuran famili Brassicaceae. Produksi kailan dapat ditingkatkan dengan memenuhi unsur hara melalui pemupukan. Kondisi tanah yang kurang produktif diupayakan dengan pemberian pupuk organik cair (POC). Pemberian air yang tepat dapat mendistribusikan air langsung ke daerah perakaran sehingga mendukung hasil produksi. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh variasi frekuensi penyiraman dan POC limbah pisang terhadap pertumbuhan dan produksi kailan. Rancangan kelompok lengkat teracak (RKLT) pola tersarang (Nested Design) yang terdiri dari 2 faktor yaitu faktor utama adalah variasi frekuensi penyiraman irigasi tetes terdiri dari 3 taraf 1 kali sehari (F1) 2 kali sehari (F2) dan 3 kali sehari (F3). Faktor tersarang adalah POC (P) terdiri dari 3 taraf P0 (tanpa pupuk) P1 dosis 10 ml L-1 P2 dosis 20 ml L-1 diulang sebanyak 3 kali. Parameter pertumbuhan аdаlаh tinggi tаnаmаn (cm), jumlаh dаun (helai), rasio tajuk akar lebar daun (cm), bobot segar (g) dan bobot kering. Penelitian ini menunjukan POC limbah pisang berpengaruh nyata pada parameter luas daun yaitu 68.00 cm2 dengan dosis POC limbah pisang 20 ml L-1, frekuensi irigasi tetes berpengaruh nyata pada parameter produksi bobot basah dengan rataan akhir 102.33 g untuk penyiraman 2 kali sehari dan tidak ada interaksi antara POC dan frekuensi penyiraman irigasi tetes.
RESPON PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT DAN PENYAKIT BUSUK PANGKAL BATANG TERHADAP APLIKASI AGENS MIKROBA RHIZOFER Salsabila, Amelia; Budiman, Budiman; Risnawati, Risnawati; Ramdan, Evan Purnama
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2024.v8i1.7989

Abstract

Penyakit busuk pangkal batang yang diakibatkan oleh G. boninense merupakan salah satu hambatan pada perkebunan kelapa sawit yang telah dikendalikan melalui pengendalian teknis, hayati dan kimiawi. Rizosfer ialah wilayah yang sempurna untuk pertumbuhan dan perkembangan mikroba tanah, termasuk di dalamnya agens pengendalian hayati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi agens hayati dari daerah perakaran tanaman kelapa sawit terhadap penekanan penyakit busuk pangkal batang dan komponen pertumbuhan tanaman kelapa sawit. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok. Terdapat 4 perlakuan dengan 6 ulangan, setiap petak percobaan terdiri dari 3 tanaman, sehingga jumlah keseluruhan sampel sebanyak 72 unit percobaan. Parameter yang digunakan pada penelitian ini adalah pertumbuhan tanaman kelapa sawit (tinggi tanaman, jumlah daun, diameter pangkal batang, jumlah akar, panjang akar) dan gejala penyakit busuk pangkal batang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaplikasian 3 jenis isolat (agens hayati isolat no. 3 bakteri, agens hayati isolat no. 15 bakteri, dan agens hayati isolat no. 1 cendawan) mampu menekan perkembangan dan penyebaran G. boninense serta meningkatkan pertumbuhan tanaman kelapa sawit. Perlakuan P2 (agens hayati isolat no. 3 bakteri) memberikan pengaruh terbaik dibanding perlakuan lainnya.
PENGARUH PEMBERIAN ECO ENZYME MELALUI TEKNIK SPRAY DAUN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN BOBOT BASAH PAKCOY (Brassica rapa L.) PADA SISTEM HIDROPONIK Prasetiawati, Ervina Titi; Nugroho, Ary Susatyo; Prasetiyo, Prasetiyo
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Pertanian Presisi
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2023.v7i2.8998

Abstract

Salah satu komoditas tanaman dalam budidaya secara hidroponik adalah tanaman Pakcoy. Permasalahan yang dihadapi pembudidaya tanaman Pakcoy antara lain adalah harga pupuk cenderung mahal, kurangnya suplai nutrisi karena pengurangan penggunaan dosis pupuk sehingga memperlambat pertumbuhan tanaman Pakcoy. Perlu  adanya alternatif bahan ramah lingkungan yang bisa dimanfaatkan sebagai suplai nutrisi tanaman yaitu eco enzyme. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian eco enzyme melalui teknik spray daun terhadap pertumbuhan dan bobot basah tanaman Pakcoy pada sistem hidroponik. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok 1 faktor dengan 3 taraf perlakuan dan 3 kali ulangan yaitu P0 (tidak diberikan eco enzyme), P1 (pemberian eco enzyme 1 ml/L air), P2 (pemberian eco enzyme 2 ml/L air). Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian eco enzyme melalui teknik spray daun berpengaruh terhadap pertumbuhan dan bobot basah tanaman Pakcoy. Pertumbuhan dan bobot basah tertinggi terdapat pada perlakuan 2 (pemberian eco enzyme 2 ml/L air) dengan panjang daun 21,5cm, lebar daun 11,57 cm, jumlah daun 20,87 helai dan bobot basah 188,07 g yang secara signifikan berbeda dengan perlakuan P0 (tidak diberikan eco enzyme) dan P1 (pemberian eco enzyme 1 ml/L air). Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa pemberian eco enzyme melalui teknik spray daun dapat meningkatkan pertumbuhan dan bobot basah tanaman Pakcoy.
UJI EFEKTIVITAS HERBISIDA NABATI EKSTRAK RIMPANG ALANG-ALANG (Imperata cylindrica (L.) P. Beauv.), BRANDJANGAN (Rottboellia cochinchinensis (Lour.) W.D. Clayton), DAN LAMPUYANGAN (Panicum repens L.) PADA GULMA DI PERTANAMAN KOPI Hidayat, Khoerul Anwar; Riniarti, Dewi; Widiyani, Dimas Prakoswo; Sukmawan, Yan
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Pertanian Presisi
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2023.v7i2.9331

Abstract

Keberadaan gulma dapat menyebabkan penurunan produksi dan kerusakan pada tanaman kopi. Umumnya petani mengendalikan gulma menggunakan herbisida sintetis yang mengandung senyawa glifosat yang memiliki sifat toksik bagi kopi.  Oleh karena itu, alternatif lain yang dapat digunakan adalah herbisida nabati yang mengandung senyawa alelokimia (alelopati). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jenis herbisida nabati yang terbaik dari tumbuhan rimpang alang-alang (Imperata cylindrica (L.) P. Beauv.),  brandjangan (Rottboellia cochinchinensis (Lour.) W.D. Clayton), dan lampuyangan (Panicum repens L.) untuk pengendalian gulma di pertanaman kopi.  Penelitian ini dilaksanakan di lahan praktikum tanaman kopi belum menghasilkan dan Laboratorium Analisis Politeknik Negeri Lampung pada  Oktober - Desember 2022. Penelitian ini menggunakan RAK faktor tunggal dengan 6 ulangan.  Perlakuan nya yaitu B0 = kontrol, B1 = ekstrak rimpang alang-alang, B2 = brandjangan, dan B3 = lampuyangan.  Volume semprot sebanyak 660 ml.plot-1 dengan konsentrasi ekstrak herbisida 16%, Jika berbeda nyata di uji lanjut BNT 5%.  Variabel penelitian terdiri dari identifikasi gulma, jumlah gulma, jenis gulma, Summed Dominance Ratio (SDR), tingkat kematian gulma, dan bobot kering gulma.  Temuan dari penelitian ini adalah herbisida nabati ekstrak rimpang alang-alang, brandjangan, dan lampuyangan dengan konsentrasi 16%, tidak berbeda nyata pada pengendalian gulma di pertanaman kopi karena dengan konsentrasi 16% tidak memberikan dampak yang fatal pada gulma.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN POC URIN KELINCI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SELADA MERAH (Lactuca sativa L.) Putri, Dirgahani; Yudistira, Dimas
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2024.v8i1.9755

Abstract

Pemberian pupuk organik menjadi alternatif yang umum digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman selada merah. Salah satu jenis pupuk organik yang menunjukkan potensi adalah urin kelinci, yang mengandung nutrisi penting bagi tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efektivitas pemberian POC urin kelinci yang tepat terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman selada merah (Lactuca sativa L.). Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juni 2023, yang berlokasi di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan lima perlakuan yaitu NPK Mutiara 16:16:16 (1,125 g/polybag), konsentrasi POC urin kelinci 40 ml/L, konsentrasi POC urin kelinci 80 ml/L, konsentrasi POC urin kelinci 120 ml/L, konsentrasi POC urin kelinci 160 ml/L. POC urin kelinci yang diberikan dengan konsentrasi berbeda mampu memberikan hasil yang sama dengan perlakuan NPK terhadap semua peubah. Pertumbuhan dan produksi tanaman selada merah dapat ditingkatkan secara efektif dengan pemberian POC urin kelinci pada konsentrasi 40 ml/L.
KERAGAMAN PENAMPILAN GENERASI F3 CABAI HASIL PERSILANGAN CABAI MERAH BESAR DAN CABAI RAWIT UNGU (Capsicum annuum L.) Marisa, Marisa; Daryanto, Ady; Istiqlal, Muhammad Ridha Alfarabi; Pribadi, Edi Minaji
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Pertanian Presisi
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2023.v7i2.9480

Abstract

Cabai merupakan komoditas hortikultura penting yang memiliki banyak manfaat serta bernilai ekonomis tinggi. Upaya dalam meningkatkan kualitas dan produktivitas cabai, maka kegiatan pemuliaan tanaman menjadi hal yang penting dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keragaman genotipe dalam generasi F3 hasil persilangan antara cabai besar dan cabai rawit ungu. Pelaksanaan penelitian dilakukan di rumah kaca dataran rendah dengan ketinggian 106 m dpl. Materi genetik yang digunakan adalah cabai merah besar varietas Seloka (P1), cabai rawit ungu varietas Nazla (P2), generasi F1 (Seloka x Nazla), dan benih dari lima genotipe cabai generasi F3 (0103-1-2NR, 0103-1-4NR, 0103-1-12NR, 0103-1-21NR, dan 0103-1-39NR). Karakter kualitatif populasi F3 memiliki variasi penampilan diantaranya, yaitu warna mahkota bunga, posisi tangkai bunga, warna kepala putik, warna tangkai putik, warna kepala sari, posisi tangkai buah, warna buah muda, dan warna buah matang. Nilai Koefisien Keragaman Genotipe (KKG) dan Koefisien Keragaman Fenotipe (KKF) seluruh karakter kuantitatif tergolong dalam kategori sempit pada masing-masing genotipe F3 yang mengindikasikan bahwa karakter-karakter yang dievaluasi sudah relatif seragam. Seleksi dilakukan diantara famili F3 dengan nilai tengah yang berbeda. Nilai tengah karakter kuantitatif kelima genotipe F3 memiliki penampilan yang berbeda terhadap salah satu tetua atau kedua tetua, yaitu tinggi tanaman, diameter batang, panjang buah, dan bobot per buah.
INTENSITAS PENYAKIT ANTRAKNOSA CABAI PADA PERLAKUAN PGPR DAN POTENSI SENSOR TERMAL UNTUK DETEKSI DINI Amalia, Khafidah; Ramdan, Evan Purnama; Arti, Inti Mulyo
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2024.v8i2.11526

Abstract

Chilli peppers are easily infected with anthracnose disease caused by Colletotrichum gloeosporioides. Early detection, such as temperature changes with thermal sensors before visual symptoms appear, can prevent developing more severe diseases. This study aims to evaluate the potential of anthracnose detection using thermal sensors in chilli and the intensity of anthracnose disease in applying Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR). This study used a completely randomized complete group design (RKLT). PGPR was applied twice at the seedling preparation stage and at the plant age 30 days after planting (HST). Seeds that are ready to be sown are soaked first with 3 dose treatments, namely; without pgpr as control (P0), PGPR 25 g/5 L sterile distilled water (P1) and 50 g/5 L sterile distilled water (P2). Apart from that, PGPR application was also carried out on plants aged 30 HST with no PGPR as a control (P0), a dose of 100 mL PGPR/plant (P1), 200 mL PGPR/plant (P2). The results showed that the thermal sensor has the potential as an early detection method of anthracnose disease, as seen from the difference in the temperature of chilli fruit pre-inoculation with post-inoculation by 2 - 3ºC. In addition, PGPR treatment was able to suppress anthracnose disease with the lowest disease incidence of 19,33% (P1), disease severity of 16,56% (P2) and AUDPC of 49,38 units (P1).
Front Matter Jurnal Pertanian Presisi Vol. 8 No.2, Desember 2024 Jurnal Pertanian Presisi, Editorial
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PEMBERIAN KOMBINASI PUPUK ORGANIK CAIR DAN BIOSTIMULAN TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN BROKOLI (Brassica Oleraceae var. italica) Ashari, Asri Mulya; Purwaningsih, Purwaningsih
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2024.v8i2.10830

Abstract

The high plains are typically home to broccoli plants. The discovery of a new variety of broccoli plants for the lowlands is a gift to the communities in the lowlands. Sustainable crop cultivation efforts on broccoli plants are highly needed today, given the condition, which has been heavily degraded due to the continuous use of synthetic fertilizer without being mixed with the return of organic material into the soil. Another factor is to guarantee the condition of the crops obtained. The research is aimed at obtaining the best combination of liquid organic fertilizer and bio stimulants. This study uses an experimental method with a complete random design consisting of A = POC 150 ml/l + 4 ml, B = 200 ml + 3 ml, C = 250 ml/l + 2 ml, and D = 300 ml/LL + 1 ml. With a multiplication of 5, with the number of samples in this study, there were 4 plants. Observations are performed on variables such as plant height, number of leaves, flower diameter (crop), and fresh flower weight (crop). The results of the study show that the administration of liquid organic fertilizer in combination with bio stimulants boosts the growth of broccoli crops. at a concentration of 250 ml + 2 ml is an effective combination for plant growth, especially for plant height and weight of fresh broccoli carcasses, but not an effective dose for leaf formation.

Page 11 of 14 | Total Record : 136