cover
Contact Name
Tety Elida
Contact Email
tety@staff.gunadarma.ac.id
Phone
+62823311136669
Journal Mail Official
jpp@gunadarma.ac.id
Editorial Address
Jalan Margonda Raya 100, Depok 16424, Jawa Barat
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL PERTANIAN PRESISI (JOURNAL OF PRECISION AGRICULTURE)
Published by Universitas Gunadarma
ISSN : 25976087     EISSN : 26864703     DOI : http://dx.doi.org/10.35760/jpp
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Pertanian Presisi (JPP) merupakan media untuk publikasi tulisan asli dalam Bahasa Indonesia yang berkaitan dengan informasi dan teknologi yang berkaitan dengan pertanian presisi pada flora, baik dalam kajian teknik budidaya tanaman (pembenihan sampai pascapanen), fisiologi tanaman, serta terapan teknologi informasi dan komputer dalam pertanian.
Articles 125 Documents
Front Matter Jurnal Pertanian Presisi Vol. 7 No.1, Juni 2023 Editorial Jurnal Pertanian Presisi
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Pertanian Presisi
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TEKNOLOGI FARM MANAGEMENT SYSTEM UNTUK MENDUKUNG BUDIDAYA PERTANIAN BERKELANJUTAN Khoirul Bariyyah; Ahmad Hadi; Ni’mawati Sakinah; Putri Istianingrum; Annastia Loh Jayanti; Kanthi Pangestuning Prapti; Shinta Hiflina Yuniari; Moh. Fahrurrozi
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Pertanian Presisi
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2023.v7i1.8337

Abstract

FMS technology is a digital platform designed to collect environmental information on plant growth, microclimate monitoring and automation of fertilization and irrigation of cultivated plants. The FMS application has 4 main functions, namely land digitization, soil nutrient condition monitoring system (agrooscane), climate monitoring system (agrooclimate), monitoring and automation of fertilization and irrigation (agroomation). This study aims to determine the effectiveness of using agroscan, agroclimate, and agroomation tools on cultivated land in Kumendung Village, Muncar District, Banyuwangi Regency. This research method uses the experimental method. The results of the study, namely the FMS agroscan technology, are effectively used to recommend improving soil pH, adding N, P, and K fertilizer inputs according to the needs of cultivated plant commodities. FMS agroclimate technology, effective for monitoring microclimate (temperature, humidity, rainfall, irradiation duration, and wind speed). The data displayed in the FMS agrooclimate can be used for consideration in determining crop timing, using varieties resistant to pests and diseases that develop in cultivation environments, crop rotation, fertilizing and irrigation times. FMS Agroomation technology is effectively used for setting fertilization and irrigation schedules.
Front Matter Jurnal Pertanian Presisi Vol. 7 No.2, Desember 2023 Jurnal Pertanian Presisi, Editorial
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Pertanian Presisi
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH KOMBINASI PUPUK ORGANIK GRANUL DENGAN PUPUK NPK TERHADAP P-POTENSIAL, P-TERSEDIA, KADAR P DAN HASIL TANAMAN PADI SAWAH (Oryza sativa L.) PADA FLUVAQUENTIC EPIAQUEPTS Prestiani, Priestiani; Muharani, Laily; Khasanah, Nur
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2024.v8i1.9512

Abstract

Fluvaquentic Epiaquepts merupakan salah satu sub-group dari ordo Inceptisols yang mempunyai luas sekitar 70.52 juta ha di Indonesia, tetapi mempunyai masalah P tidak tersedia bagi tanaman dan kadar bahan organik relatif rendah. Padahal unsur P pada tanaman padi dibutuhkan dalam jumlah yang besar. Mengatasi hal tersebut diperlukan pemupukan berimbang antara pupuk organik dan anorganik untuk meningkatkan hasil padi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kombinasi pemberian POPG dan pupuk NPK terhadap P-potensial, P-tersedia, Serapan P dan hasil tanaman padi sawah (Oryza sativa L.) pada Fluvaquentic Epiaquepts. Percobaan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal dengan sepuluh perlakuan dan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh kombinasi POPG dengan pupuk NPK terhadap P-potensial, P-tersedia, kadar P serta hasil tanaman padi sawah. Pada perlakuan kombinasi dosis 500 kg POPG ha-1 + 200 kg NPK ha-1 memberikan hasil yang efisien dari perlakuan lainnya.
RESPON BERBAGAI VARIETAS TERHADAP PRODUKSI BUAH MELON SISTEM FERTIGASI DI KABUPATEN PURWOREJO Khotimah, Chatarina Husnul; Barokah, Umi
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Pertanian Presisi
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2023.v7i2.9545

Abstract

Budidaya melon secara hidroponik memiliki keunggulan efesiensi pemakaian air dan pemeliharaan tanaman. Namun demikian, belum banyak ditemukan secara tepat varietas yang cocok dalam budidaya melon secara sistem fertigasi. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui respon berbagai varietas dan varietas yang terbaik dalam produksi buah melon sistem fertigasi. Penelitian ini dilaksanakan di green house pada bulan Februari sampai bulan April 2023. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap Non Faktorial dengan perlakuan varietas. Varietas yang digunakan yaitu V1 = Golden Melon Alisha F1, V2 = Alina F1, V3 = Pertiwi F1, V4 = Gracia F1. Masing-masing perlakuan diulang 4 kali dimana setiap ulangan ada 10 tanaman.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas melon berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah bunga, dan berat buah persampel dan tidak berpengaruh terhadap karakter yang lainnya. Varietas Alina F1 menunjukkan tinggi tanaman terbaik 474,25 cm dibandingkan varietas Alisha F1 menunjukkan tinggi tanaman terendah 239 cm. Varietas Alina F1 juga menunjukkan jumlah bunga terbaik dengan jumlah 68 bunga dibandingkan varietas Alisha F1 menunjukkan jumlah bunga paling sedikit yaitu 17 bunga. Varietas Pertiwi F1 menunjukkan berat buah persampel terbaik yaitu 16,16 kg dibandingkan dengan varietas Alisha F1 menunjukkan berat buah persampel terendah yaitu 10,34 kg.
RANCANG BANGUN SISTEM KENDALI SUHU DAN KELEMBABAN UDARA PADA PERTANAMAN CABAI MERAH Kalsum, Ummu; Pribadi, Edi Minaji; Wijaya, Arif
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2024.v8i1.10852

Abstract

Tanaman cabai merah merupakan salah satu komoditas yang banyak dikonsumsi dan memiliki potensi untuk dikembangkan karena tingginya permintaan. Cuaca ekstrim dapat mempengaruhi ketersediaan dan harga cabai merah. Upaya dalam menghindari cuaca ekstrim adalah membudidayakan cabai merah dalam lingkungan tumbuh yang terkendali di dalam greenhouse. Tujuan penelitian ini adalah membuat rancang bangun kendali suhu dan kelembaban udara serta mengujikannya terhadap budidaya tanaman cabai merah. Rakitan sensor menggunakan DHT22 yang dihubungkan ke Arduino uno R3 dan dikirim ke micro SDCard module. Pengamatan kinerja sistem kendali meliputi uji persentase error DHT22, uji kinerja rakitan terhadap kipas dan semprotan kabut. Sistem kendali ini diuji pada tanaman cabai pada awal penanaman sampai awal fase generatif. Hasil menunjukkan bahwa rakitan sistem kendali bekerja dengan baik yang ditunjukkan oleh persentase error suhu dan kelembaban yang masih dalam standar serta kesesuaian kinerja pada koneksi antara rakitan sistem kendali dengan kipas dan spray kabut. Nilai error pada suhu DHT22 adalah ±0.3°C, sedangkan kelembaban udaranya memiliki nilai error sebesar 2.2%. Kipas menyala pada suhu >28°C, sedangkan semprotan kabut menyala ketika kelembaban udara <60%. Uji rakitan sensor pada tanaman cabai merah terlihat bahwa fase generatif terlihat hanya pada varietas Tanjung-2 di dalam greenhouse maupun di lapang. Waktu muncul tunas generatif dimulai pada 21 sampai 30 hari setelah tanam (HST) pada budidaya cabai merah dilapang, sedangkan budidaya di dalam greenhouse mulai muncul pada 23 sampai 30 HST.
INTENSITAS PENYAKIT ANTRAKNOSA PADA PEPAYA DENGAN SISTEM TANAM TUMPANG SARI DAN TUNGGAL DI RANTAU PANJANG, RUMBAI BARAT, PEKANBARU Ibrahim, Roy; Hamzah, Hamzah; Alhaviz, Alhaviz
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2024.v8i1.11048

Abstract

Buah pepaya sangat disukai oleh masyarakat Indonesia karena rasanya yang manis dan memiliki kandungan nutrisinya yang tinggi. Salah satu organisme penganggu tanaman yang menyebabkan kehilangan hasil buah pepaya adalah penyakit antraknosa yang disebabkan oleh jamur Colletotrichum spp., yang merupakan penyakit penting bagi tanaman pepaya. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai penyakit antraknosa pepaya di Kelurahan Rantau Panjang, Kecamatan Rumbai Barat. Pengamatan kondisi lahan dengan sistem tumpang sari dan tunggal, gejala penyakit antraknosa, serta dilakukan pengukuran tingkat insidensi dan keparahan penyakit di lapangan. Hasil pengamatan penyebab busuk buah pada pepaya adalah jamur C. gloeosporioides. Persentase insidensi penyakit busuk buah sistem tanam tumpang sari paling tinggi mencapai 25%, sedangkan sistem tanam tunggal 10%. Keparahan penyakit busuk buah akibat C. gloeosporioides pada sistem tanam tumpang sari berkisar 8-10% sedangkan pada sistem tanam tunggal berkisar 5-6%. Tingginya tingkat serangan insidensi dan keparahan penyakit pada sistem tanam tumpang sari disebabkan tidak adanya sanitasi lahan terhadap buah yang terinfeksi dan kesalahan dalam pemilihan tanaman tumpang sari seperti cabai dan keladi selain itu penggunaan pestisida yang tidak tepat sasaran diduga menyebabkan penyakit ini selalu ada di lahan.
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI SAWI PAGODA (Brassica narinosa (L.H.Bailey) Hanelt) DENGAN PENGATURAN KONSENTRASI NUTRISI PADA SISTEM DFT (DEEP FLOW TECHNIQUE) Amanda, Cita Emasiana; Manurung, Adinda Nurul Huda; Kanny, Putri Irene
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Pertanian Presisi
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2023.v7i2.9785

Abstract

Sawi pagoda (Brassica narinosa (L.H.Bailey) Hanelt) merupakan salah satu jenis sayuran yang digemari karena mengandung banyak nutrisi dan antioksidan. Salah satu permasalahan dalam hidroponik yaitu konsentrasi ion dalam larutan nutrisi berubah seiring dengan berjalannya waktu yang menyebabkan ketidakseimbangan nutrisi. Hal ini dapat diatasi dengan pengaturan konsentrasi nutrisi AB-mix untuk mengontrol konsentrasi larutan nutrisi sesuai kebutuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengaturan konsentrasi nutrisi terhadap pertumbuhan dan produksi sawi pagoda pada sistem DFT (Deep Flow Technique). Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial dengan perlakuan berupa pengaturan konsentrasi nutrisi yang terdiri dari dua taraf, yaitu pengaturan nutrisi setiap tujuh hari dan pengaturan nutrisi setiap hari. Percobaan diulang sebanyak 12 kali, sehingga terdapat 24 satuan percobaan. Setiap satuan percobaan terdiri atas tiga sampel tanaman, sehingga terdapat 72 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan konsentrasi nutrisi memberikan pengaruh yang nyata terhadap jumlah daun, luas daun, bobot basah tajuk dan total, bobot kering tajuk dan total, serta rasio tajuk akar. Pengaturan konsentrasi nutrisi tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, bobot basah akar, dan bobot kering akar. Pengaturan konsentrasi nutrisi setiap hari menunjukkan hasil produksi yang lebih baik jika dibandingkan dengan pengaturan konsentrasi nutrisi setiap tujuh hari.
EFEKTIVITAS INSEKTISIDA CAMPURAN CABE JAWA DAN SIRIH HUTAN TERHADAP SERANGAN Crocidolomia Pavonana YANG DIDETEKSI MENGGUNAKAN APLIKASI BIOLEAF Selita, Neni; Risnawati, Risnawati; Kanny, Putri Irene
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2024.v8i1.9934

Abstract

Sawi hijau menjadi salah satu tanaman budidaya memiliki nilai ekonomi tinggi. Salah satu penyebab menurunnya produksi sawi hijau yaitu adanya gangguan serangga hama. Crocidolomia pavonana merupakan salah satu hama penting yang menyerang tanaman sawi hijau. Salah satu tindakan pengendalian yang dilakukan yaitu menggunakan insektisida nabati. Pemanfaatan tanaman sebagai insektisida nabati banyak digunakan untuk pengendalian hama yaitu tanaman cabai jawa dan sirih hutan. Salah satu penerapan teknologi dalam bidang perlindungan tanaman pertanian adalah penggunaan BioLeaf sebagai alat untuk memonitoring serangan hama. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas insektisida sediaan sederhana cabai jawa dan sirih hutan terhadap hama ulat krop (C. pavonana) di laboratorium dan lapangan, serta mengevaluasi tingkat presentase serangan serangga hama pada tanaman sawi hijau dengan menggunakan aplikasi BioLeaf. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) faktor tunggal untuk uji lapangan. Variabel yang diamati yaitu tingkat kerusakan daun menggunakan aplikasi BioLeaf, jenis dan jumlah populasi serangga hama, tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar total tanaman dan pengamatan penunjang yaitu serangan hama lain pada tanaman sawi hijau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa insektisida sediaan sederhana cabe jawa dan sirih tunggal dalam bentuk tunggal dan campuran tidak berpengaruh nyata terhadap intensitas serangan, jenis dan jumlah populasi serangga hama, tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar total tanaman dan keberadaan serangga hama.
PENGARUH JENIS MULSA DAN PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG TANAH (Arachis hypogeae L.) Slamet, Slamet; Trisnaningsih, Umi; Jaenudin, Amran
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Pertanian Presisi
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2023.v7i2.8871

Abstract

Kacang tanah memerlukan kondisi lingkungan tanah dengan suhu dan kelembaban yang stabil. Mulsa dan pupuk kandang ayam dapat digunakan untuk memodifikasi lingkungan tanah sehingga tanaman kacang tanah dapat tumbuh dan memberikan hasil yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dua jenis mulsa dan dosis pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan hasil kacang tanah kultivar Hypoma 1. Percobaan dilaksanakan di Kebun Benih Palawija Harjosari, yang merupakan Satuan Pelaksana Kerja dari Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Wilayah Banyumas Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, mulai bulan Oktober sampai dengan Desember 2019. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok dengan perlakuan terdiri dari 12 kombinasi perlakuan antara jenis mulsa (tanpa mulsa, mulsa jerami, dan mulsa plastik hitam perak) dan dosis pupuk kandang ayam (5 t/ha, 10 t/ha , dan 15 t/ha). Data hasil percobaan dianalisis dengan analisis varians dan diuji lanjut dengan uji jarak berganda Duncan pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan jenis mulsa dan takaran pupuk kandang berpengaruh nyata terhadap semua variabel yang diamati. Perlakuan terbaik diperoleh dari perlakuan mulsa jerami dan mulsa plastik hitam perak pada dosis pupuk kandang ayam 10 t/ha.

Page 10 of 13 | Total Record : 125