cover
Contact Name
Tety Elida
Contact Email
tety@staff.gunadarma.ac.id
Phone
+62823311136669
Journal Mail Official
jpp@gunadarma.ac.id
Editorial Address
Jalan Margonda Raya 100, Depok 16424, Jawa Barat
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL PERTANIAN PRESISI (JOURNAL OF PRECISION AGRICULTURE)
Published by Universitas Gunadarma
ISSN : 25976087     EISSN : 26864703     DOI : http://dx.doi.org/10.35760/jpp
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Pertanian Presisi (JPP) merupakan media untuk publikasi tulisan asli dalam Bahasa Indonesia yang berkaitan dengan informasi dan teknologi yang berkaitan dengan pertanian presisi pada flora, baik dalam kajian teknik budidaya tanaman (pembenihan sampai pascapanen), fisiologi tanaman, serta terapan teknologi informasi dan komputer dalam pertanian.
Articles 136 Documents
PENGARUH LAMA WAKTU PENGERINGAN CALON BENIH JAGUNG (Zea mays L.) DI DALAM RUMAH PENGERING TERHADAP MUTU FISIOLOGIS BENIH Ismadaliah, Dheatami; Wijayanto, Budi; Astuti, RR. Siti
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2025.v9i2.35

Abstract

Pengeringan yang tidak optimal disebabkan oleh penanganan pascapanen yang kurang tepat dan cuaca yang tidak stabil dapat menurunkan mutu benih. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama waktu pengeringan calon benih jagung menggunakan rumah pengering dengan efek rumah kaca terhadap mutu fisiologis benih. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal dengan taraf lama waktu pengeringan, yaitu 8 jam (W1), 16 jam (W2), 24 jam (W3), dan 32 jam (W4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengeringan selama 32 jam (W4) memberikan hasil terbaik dengan kadar air 11.3%, kecepatan tumbuh 24.97%/etmal, daya kecambah 95.90%, indeks vigor 85,50%, susut bobot pengeringan 11.70%, dan laju pengeringan 0.3594%/jam. Secara umum, semakin lama pengeringan menurunkan kadar air dan meningkatkan kecepatan tumbuh, daya kecambah, serta indeks vigor benih. Penggunaan rumah pengering berbasis efek rumah kaca dinilai efektif untuk meningkatkan mutu fisiologis benih jagung. Namun pemeliharaan dan pengaturan komponen rumah pengering sangat penting diperhatikan agar proses pengeringan berjalan optimal
ANALISIS PERUBAHAN FISIOLOGIS BENIH KEDELAI (Glycine Max L Merill) PADA SUHU DAN LAMA PENYIMPANAN Jasmi; Harahap, E.J.; Setyowati, Mita
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2025.v9i2.36

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh suhu dan lama penyimpanan terhadap perubahan fisiologis yaitu mengindikasikan turunnya daya berkecambah benih, banyaknya jumlah benih abnormal benih kedelai. Faktor-faktor yang memengaruhinya meliputi asal atau sumber benih, kondisi lingkungan tumbuh, adanya kontaminasi di lapangan, keadaan pada periode antara masa lewat matang hingga sebelum dipanen, tahap pengeringan, penanganan, prosesing, serta cara penyimpanan. Metode yang digunakan adalah eksperimen kuantitatif Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial yaitu faktor A= suhu simpan dan faktor B=lama simpan. Benih yang digunakan adalah varietas Anjasmoro sebanyak 4 kg, berasal dari BALITKABI (Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi). Parameter yang diamati adalah potensi tumbuh (PT), daya berkecambah (DB), kecepatan tumbuh relatif (KcTR), keserampakan tumbuh (KsT), vigor kecambah (VK). Hasil penelitian diketahui bahwa suhu terbaik untuk menjaga kualitas benih kedelai adalah suhu refrigerator (5 0C) karena dapat menjaga kandungan karbohidrat, protein dan lemak. Kandungan biokimia yang terjaga dapat mempertahankan potensi tumbuh, viabilitas kecambah, keserampakan tumbuh (KsT), kecepatan tumbuh dan vigor kecambah benih kedelai.
PEMANFAATAN LIMBAH AIR LERI, KOTORAN KAMBING, DAN SAYURAN BUSUK SEBAGAI PUPUK ORGANIK CAIR PADA BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor L.) Fendy, Fendy; Fadila, Rina Fitriana; Rohma, Fitria Ainun; Zahra, Imelda; Sari, Nurwita Mukti; Charlena
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2025.v9i2.37

Abstract

Bayam merah (Amaranthus tricolor L.) adalah komoditas hortikultura yang populer di Indonesia. Upaya untuk meningkatkan produksinya termasuk penggunaan pupuk, baik yang padat maupun cair. Pupuk cair lebih diutamakan karena cepat diserap oleh tanaman dan mudah diproduksi menggunakan limbah rumah tangga organik, seperti air cucian beras (leri), yang mengandung nutrisi yang bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman. Penelitian ini mengevaluasi dampak pupuk organik cair yang berasal dari campuran air leri, kotoran kambing, dan sayuran yang terdekomposisi terhadap kinerja pertumbuhan bayam merah. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri dari delapan perlakuan dengan masing-masing tiga ulangan. Perlakuan tersebut mencakup satu perlakuan kontrol (tanpa aplikasi pupuk) dan tujuh taraf perlakuan formulasi pupuk organik cair yang berbeda. Setiap formulasi POC dibuat dari kombinasi air leri, sayuran busuk, dan kotoran kambing dengan persentase yang bervariasi. Pupuk ini diaplikasikan pada tanaman bayam merah selama 30 hari. Pupuk organik cair yang telah difermentasi kemudian diuji untuk kandungan fosfor, kalium, besi, dan pH. Penerapan pupuk organik cair memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan tanaman, seperti yang ditunjukkan oleh tinggi tanaman, jumlah daun, dan panjang akar. Di antara semua perlakuan, formula F (100% kotoran kambing) memberikan hasil terbaik di semua parameter pertumbuhan.
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN LOBAK PUTIH (Raphanus sativus L.) DENGAN PUPUK KANDANG SAPI DAN NPK PADA SISTEM IRIGASI TETES Desianti, Sabrina; Arti, Inti Mulyo; Risnawati; Nugraha, Julio Aria
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2025.v9i2.38

Abstract

Penggunaan pupuk anorganik yang terus menerus secara tunggal dapat menurunkan produktivitas tanah dan tanaman. Penggunaan pupuk anorganik yang dikombinasikan dengan pupuk organik dapat meningkatkan efektivitas serta meningkatkan produktivitas tanah dan hasil tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik tumbuh dan bobot hasil panen tanaman lobak putih (Raphanus sativus L.) dengan pupuk NPK dan pupuk kandang sapi pada sistem irigasi tetes. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Kelompok Lengkap Teracak 2 faktor. Faktor pertama pupuk NPK terdiri dari 3 taraf yaitu (N0) kontrol, (N1) pupuk NPK 400 kg/ha, (N2) pupuk NPK 700 kg/ha. Faktor kedua pupuk kandang sapi terdiri dari 3 taraf yaitu (P0) kontrol, (P1) pukan sapi 15 ton/ha, (P2) pukan sapi 30 ton/ha. Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), intensitas serangan hama (%), bobot segar tanaman (g) dan bobot umbi (g) lobak. Data yang diperoleh berasal dari program aplikasi pengolahan data yaitu SAS (Statistical Analysis System) dan uji lanjut DMRT (Duncаn Multiple Rаnge Test) pаdа α = 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan yang terbaik yaitu pupuk NPK N1 = 400 kg/ha5.6 g dan pupuk kandang sapi P1 = 15 ton/ha pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, bobot umbi dan bobot segar tanaman
UJI PERTUMBUHAN Curvularia sp. PENYEBAB BERCAK DAUN KELAPA SAWIT (Elaies guineensis Jacq.) DENGAN PEMBERIAN EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava L.) SECARA IN-VITRO Muliani; Amperawati, Suharyani; Dau, Shellyna F Purnama
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2025.v9i2.39

Abstract

Cendawan genus Curvularia paling sering ditemukan berasosiasi dengan penyakit bercak daun pada tanaman kelapa sawit. Dalam usaha meminimalkan pemakaian fungisida sintetik maka diperlukan fungisida yang tidak memiliki dampak negatif terhadap lingkungan dan terhadap konsumen. Salah satunya adalah tumbuhan jambu biji (Psidium guajava L.). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui nilai rendemen ekstrak etanol daun jambu biji dan efektivitasnya terhadap Curvularia sp. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan yaitu 1%, 3%, 5%, 7%, 9% dan satu perlakuan kontrol tanpa konsentrasi ekstrak, masing-masing perlakuan diulang 5 kali, sehingga terdapat 30 satuan percobaan. Hasil penelitian ini menunjukkan rendemen ekstrak etanol daun jambu biji adalah sebesar 24%. Konsentrasi paling baik dalam menghambat pertumbuhan Curvularia sp. pada penelitian ini adalah konsentrasi 9% (P5) yang memiliki daya hambat sebesar 49.59% dan zona hambat sebesar 9.53 mm. LC50 dengan metode peracunan makanan adalah 21.8%, sementara LC50 pada metode sumuran adalah 540.11%.
PENGARUH VARIETAS BATANG ATAS DAN BENZIL AMINO PURIN (BAP) TERHADAP KEBERHASILAN SAMBUNG PUCUK BIBIT MANGGA Agustin, Desi; Aisyah; Azmi, Tubagus Kiki Kawakibi
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2025.v9i2.40

Abstract

Mangga (Mangifera indica.L) merupakan komoditas buah-buahan yang bernilai ekonomi tinggi, untuk meningkatkan produksi tanaman mangga diperlukan bibit dengan cara perbanyakan secara vegetatif agar cepat berproduksi. Namun, salah satu tantangan dalam perbanyakan vegetatif seperti sambung pucuk adalah rendahnya persentase keberhasilan karena faktor pertumbuhan tunas yang tidak optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh benzil amino purin (BAP) dan varietas batang atas terhadap keberhasilan sambung pucuk bibit mangga. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua faktor. Fakor pertama 4 taraf perlakuan perbedaan perbedaan varietas batang atas (entres) yaitu mangga Arumanis, Manalagi, Gedong dan Garifta dan fakor kedua yaitu 4 taraf perlakuan perbedaan konsentrasi BAP 0 ppm, 50 ppm, 100 ppm dan 200 ppm dengan 4 kali ulangan sehingga diperoleh 16 kombinasi perlakuan dengan satuan percobaan 64 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan interaksi antara varietas dan konsentrasi BAP tidak berpengaruh nyata terhadap persentase keberhasilan, pecah tunas, tinggi batang atas, diameter batang atas, jumlah tunas dan jumlah daun pada sambung pucuk mangga. Varietas terbaik diperoleh dari perlakuan varietas mangga Arumanis dan Manalagi. Konsentrasi BAP terbaik pada konsentrasi 200 ppm.