cover
Contact Name
Tety Elida
Contact Email
tety@staff.gunadarma.ac.id
Phone
+62823311136669
Journal Mail Official
jpp@gunadarma.ac.id
Editorial Address
Jalan Margonda Raya 100, Depok 16424, Jawa Barat
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL PERTANIAN PRESISI (JOURNAL OF PRECISION AGRICULTURE)
Published by Universitas Gunadarma
ISSN : 25976087     EISSN : 26864703     DOI : http://dx.doi.org/10.35760/jpp
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Pertanian Presisi (JPP) merupakan media untuk publikasi tulisan asli dalam Bahasa Indonesia yang berkaitan dengan informasi dan teknologi yang berkaitan dengan pertanian presisi pada flora, baik dalam kajian teknik budidaya tanaman (pembenihan sampai pascapanen), fisiologi tanaman, serta terapan teknologi informasi dan komputer dalam pertanian.
Articles 136 Documents
MODEL MACHINE LEARNING UNTUK DETEKSI TINGKAT KEMATANGAN TANDAN BUAH SEGAR KELAPA SAWIT MENGGUNAKAN METODE YOLOV8 Genoveva, Zahwa; Syah, Rama Dian
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2024.v8i2.11848

Abstract

Kemajuan teknologi informasi membawa banyak perubahan dibidang pertanian. Pemanfaatan teknologi dapat dilakukan pada kelapa sawit untuk mendukung pertaniandi Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk membuat model machine learning untuk deteksi tingkat kematangan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit menggunakan model YOLOv8. Model machine learning ini dirancang untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi penentuan kematangan buah kelapa sawit, yang sangat penting bagi industri kelapa sawit. Dataset yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 6592 citra yang dikumpulkan dari platform Roboflow, yang mencakup berbagai tingkat kematangan buah kelapa sawit. Metodologi penelitian yang diterapkan adalah Cross Industry Standard Process for Data Mining (CRISP-DM), yang meliputi tahap pemahaman bisnis, pemahaman data, persiapan data, pemodelan, dan evaluasi. Proses pelatihan model machine learning berlangsung selama 3107 jam dengan nilai precision mencapai 0.945, nilai recall mencapai 0.947, dan nilai mean Average Precision (mAP) mencapai 0.98. Model deteksi ini mampu mendeteksi tingkat kematangan kelapa sawit dengan baik yang dibuktikan oleh evaluasi model dengan nilai kurva f1-confidence mencapai 95% serta nilai kurva precision-recall mencapai 98%.
EFEKTIFITAS SEDIAAN SEDERHANA DAUN SIRIH HUTAN (Piper aduncum L.) TERHADAP HAMA KEPIK (Mictis longicornis) PADA TANAMAN MANGGA Meidiana, Wika; Budiman, Budiman; Risnawati, Risnawati
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2024.v8i2.9826

Abstract

Mango is one of the commodities with high economic potential. One of the challenges in mango production is the attack of plant pests. The insect Mictis longicornis is a major pest of mango plants. Its attacks can cause leaves, shoots, or young branches to turn brown, wilt, dry out, and eventually fall off. Control of M. longicornis can be achieved using forest betel leaf powder, which is known to be toxic to several types of insects. The main active compounds in forest betel leaf with insecticidal properties are dilapiol and the piperamidine group. The purpose of this study is to determine the intensity of M. longicornis attacks on mango plants and to analyze the effectiveness of a simple preparation of forest betel leaf powder on the percentage of M. longicornis pest attacks on mango plants. The design used in the study was a Complete Randomized Block Design (CRBD) with a single factor, namely the type of insecticide, with four treatments: control, synthetic insecticide at a concentration of 4 ml/L (active ingredients chlorantraniliprole and thiamethoxam), forest betel leaf powder at concentrations of 7.5%, and 10%. Each concentration of forest betel leaf powder was mixed with distilled water (diluent) containing 0.1% Rinso detergent. The highest attack intensity, 98.51%, was observed in the control treatment (25 days after treatment), while the highest attack intensity before treatment, 90.11%, was observed in the 10% forest betel leaf treatment. Based on descriptive analysis, the application of synthetic insecticide was able to reduce the intensity of M. longicornis pest attacks on mango plants. Based on the Kruskal-Wallis test, the application of synthetic insecticide, 7.5% forest betel leaf powder, and 10% forest betel leaf powder did not significantly differ in the intensity of M. longicornis pest attacks on mango plants.
EFEK PENGGUNAAN LIMBAH KULIT PISANG TANDUK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TERUNG (Solanum melongena L.) Elfarisna, Elfarisna; Sapriliani, Tia; Rahmayun, Erlina; Herman, Welly; Kurniati, Kurniati
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2024.v8i2.11353

Abstract

Kulit pisang tanduk merupakan salah satu sumber bahan organik dapat dimanfaatkan sebagai sumber unsur hara.  Kulit pisang tanduk mengandung protein dan unsur hara seperti mengandung unsur mikro P, Ca, Mg, N, Na, Zn. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh aplikasi pupuk organik cair (POC) kulit pisang tanduk terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman terung. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jakarta dari bulan November 2020 sampai dengan Februari 2021. Penelitian menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT), dengan 5 perlakuan pupuk organik cair kulit pisang tanduk  yang terdiri dari : 0 ml/tanaman (Anorganik 100%), 50 ml/tanaman, 100 ml/tanaman, 150 ml/tanaman dan 200 ml/tanaman. Pengamatan pada tanaman terung dilakukan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh bahwa penggunaan pupuk organik cair kulit pisang tanduk dengan konsentrasi 50 ml/tanaman dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman terung terutama pada jumlah daun dan jumlah cabang sedangkan untuk hasil tanaman terung pada diameter buah menunjukkan adanya pengaruh penggunaan pupuk tersebut namun untuk hasil terbaik ditunjukkan dengan tanpa aplikasi (100% pupuk anorganik).
POTENSI PESTISIDA EKSTRAK BATANG BROTOWALI (Tinospora crispa. L) SEBAGAI PENGENDALIAN LARVA KUMBANG TANDUK (Oryctes rhinoceros L.) Muliani, Muliani; Amperawati, Suharyani; Octoviani, Ninie Dwi
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2024.v8i2.11468

Abstract

Brotowali stems (Tinaspora crispa. L) contains compounds that can be used as vegetable pesticides. The purpose of this study was to determine the phytochemical content present in brotowali stems, and effective concentrations of brotowali on mortality of O. rhinoceros larvae. This study used a Factorial Complete Ran domized Design with 6 treatments and 3 repeats, using concentrations of 0%, 10%, 10%, 20%, 30%, 40%, and 50%. The first factor is brotowali stem extract and the second factor is the method of application. The parameters observed were yield, phytochemical compounds, mortality, time of death 50% (LT50), and Lethal concentration (LC50). The results showed that brotowali stem extract contains phytochemical compounds, namely alkaloids, flavonoids, tannins, saponins, steroids, and terpenoids.  The yield produced from the rotary evaporator is 12.6%. Giving brotowali stem extract had a very real effect on the mortality of O. rhinoceros. BNJ further tests showed that 50% treatment had a very real effect with mortality of 66.67% in the feed application method, on the 11th day with a concentration of 50% and 40% feed method, then for an effective concentration to kill O. rhinoceros larvae, 50% was a concentration of 37.23% in the feed application method while in the spray application method, it could kill O. rhinoceros larvae 50% with a concentration of 63.86%.
WEED DIVERSITY AND DOMINANCE IN SMALLHOLDER MATURE RUBBER PLANTATIONS Sari, Resti Puspa Kartika; Pujisiswanto, Hidayat; Permatasari, Nindy; Fauziah, Lu'lu' Kholidah
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2024.v8i2.12142

Abstract

One of the obstacles in rubber plant cultivation is the presence of weeds. Weeds reduce the quantity and quality of yields, interfere with the maintenance and harvesting process, and become hosts for pests and plant diseases. This study aims to determine the diversity and dominance of weeds in smallholder rubber plantations. The research was conducted in two locations of smallholder rubber plantations in Juni-Juli 2023. The first location was in Natar, South Lampung and the second location was in Negeri Katon, Pesawaran. Sample selection was done by purposive sampling method with 4 replicates. The results showed that in the Natar location there were 13 weed species, while in the Negeri Katon location there were 14 weed species. Three weed species that dominated in the two locations were Axonopus compressus, Asystasia gangetica, and Ottochloa nodosa. The A. compressus weed had the highest SDR in both locations at 20.23% in the Natar location and 18.79% in the Negeri Katon location. The results of this study can be used as a basis for determining appropriate weed control techniques.
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SELADA KERITING (Lactuca sativa L.) PADA BERBAGAI DOSIS PUPUK ORGANIK CAIR DAN NPK Firmansyah, Firmansyah; Daryanto, Ady; Manurung, Adinda Nurul Huda; Kurniasih, Ratih
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2025.v9i1.13924

Abstract

Selada merupakan dalam komoditi hortikultura unggul yang mengandung gizi dan mineral yang tinggi. Tujuan studi ini adalah untuk mengevaluasi pemberian pupuk organik cair (POC) dan pupuk NPK terhadap parameter pertumbuhan dan produksi selada keriting. Percobaan ini menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) faktorialmenggunakan dua faktor, yaitu konsentrasi POC (0, 2, 4, dan 6 ml L-1) dan dosis NPK (0, 3, 6, serta 9 g L-1). Percobaan ini direplikasi sebanyak tiga kali, dengan empat sampel tanaman diambil dari setiap petak percobaan. Analisis statistik menunjukkan tidak ada interaksi signifikan antara aplikasi POC dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan selada. Namun, secara terpisah, baik POC maupun pupuk NPK memberikan pengaruh nyata pada beberapa parameter pertumbuhan. Secara spesifik, pupuk NPK secara signifikan memengaruhi jumlah daun dan tinggi tanaman, sedangkan POC memberikan pengaruh secara signifikan pada parameter diameter batang dan jumlah daun. Berdasarkan hasil ini, dosis terbaik adalah 9 g L-1 untuk pupuk NPK dan 6 mL L-1 untuk POC.
RESPON TANAMAN CABAI KATOKKON (Capsicum chinense Jacq.) AKIBAT PUPUK NPK DAN KOMPOS AMPAS TEBU PADA TANAH ALUVIAL Vera, Vera; Ramadhan, Tris Haris; Hendarti, Indri
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2025.v9i1.12468

Abstract

Meskipun cabai katokkon (Capsicum chinense Jacq.) merupakan salah satu produk hortikultura yang memiliki potensi ekonomi yang cukup besar, namun belum banyak ditanam oleh petani Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi perlakuan yang paling tepat untuk pertumbuhan dan produktivitas cabai katokkon di tanah aluvial serta interaksi antara pupuk NPK dengan kompos dari limbah tebu. Lokasi penelitian dilaksanakan pada tanggal 6 Maret sampai dengan 5 Juni 2024 di Jalan Sepakat II, Gang. Racana Untan, Pontianak Tenggara, Kalimantan Barat. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dua faktor. Tahap awal, dosis pupuk NPK (A) yang diberikan adalah a1 = 100 kg/ha, a2 = 200 kg/ha, dan a3 = 300 kg/ha. Tahap kedua, dosis kompos ampas tebu (N) diberikan sebanyak tiga taraf, yaitu n1 = 10 ton/ha, n2 = 20 ton/ha, dan n3 = 30 ton/ha. Berdasarkan hasil penelitian, perkembangan dan hasil cabai katokkon pada tanah aluvial dipengaruhi oleh interaksi antara pupuk NPK dan kompos ampas tebu. Untuk meningkatkan jumlah buah per tanaman dan berat buah per tanaman cabai katokkon pada tanah aluvial, kombinasi yang paling berhasil dan efisien adalah pemberian pupuk NPK 300 kg/ha dan kompos ampas tebu 10 ton/ha.
PENGARUH PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK CAIR KULIT NANAS DAN DAUN KELOR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI CABAI RAWIT (Capsicum Frutescens L.) DENGAN OTOMATISASI DRIP IRIGASI Tari, Farras Naufal; Kanny, Putri Irene; Istiqlal, Muhammad Ridha Alfarabi
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2025.v9i1.13802

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan tanaman hortikultura yang mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Upaya untuk meningkatkan produksi cabai rawit dapat menggunakan teknik budidaya pemupukan dan otomasisasi drip irigasi. Pemupukan memberikan penambahan unsur hara yang dibutuhkan tanaman dalam meningkatkan produksi dan mutu hasil tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi pupuk organik cair kulit nanas dan daun kelor yang berpengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai rawit. Penelitian dilaksanakan di Green House UG Techno Park, Desa Jamali. Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur. Provinsi Jawa Barat pada bulan Maret sampai Agustus 2023. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) non faktor dengan 8 ulangan dan perlakuan pupuk organik cair (POC) kulit nanas dan daun kelor. Perlakuan terdiri dari 4 taraf yaitu kontrol (P0. tanpa pemberian POC); POC kulit nanas kosentrasi 12% (P1); POC daun kelor konsentrasi 23% (P2); campuran POC kulit nanas dan daun kelor kosentrasi masing-masing12% (P3). Pupuk organik cair daun kelor kosentrasi 23% menghasilkan pertumbuhan, produksi, dan mutu hasil cabai rawit tertinggi. Perlakuan P2 secara nyata tertinggi dengan meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, umur berbunga, umur panen, jumlah buah pertanaman, bobot buah pertanaman, bobot per buah, diameter buah dan tebal daging buah pada masa panen pertama.
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI POHPOHAN (Pilea trinervia Wight.) PADA PEMBERIAN AIR LIMBAH BUDIDAYA IKAN NILEM DENGAN BERBAGAI TINGKAT KEPADATAN Yulianti, Nani; Mumfuni, Fia Sri; Hermawan, Ilham
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2025.v9i1.12643

Abstract

Pohpohan (Pilea trinervia Wight) merupakan sayuran indigenous yang memiliki potensial komersial, namun budidayanya masih terbatas. Pemanfaatan air limbah budidaya ikan nilem sebagai sumber nutrisi alternatif dapat mendukung pertumbuhan tanaman ini.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi pohpohan yang disiram dengan air limbah budidaya ikan nilem pada berbagai tingkat kepadatan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok satu faktor dengan empat perlakuan tingkat kepadatan air limbah, yaitu kontrol (menggunakan nutrisi hidroponik), kepadatan 10, 20, dan 30. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian air limbah budidaya ikan nilem berpengaruh nyata  pada sebagian besar parameter pertumbuhan dan produksi yang diamati,  kecuali diameter batang, panjang akar, bobot segar total dan bobot segar akar. Perlakuan kontrol, kepadatan 20, dan kepadatan 30, secara konsisten meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah tunas, luas daun, bobot tajuk basah dan bobot tajuk kering dibandingkan dengan kepadatan 10. Tetapi pada  kepadatan 10, kepadatan 20 dan kepadatan 30 menunjukkan hasil yang tidak berbeda. Air limbah ikan nilem pada kepadatan 20 dan 30 memiliki kandungan unsur hara yang cukup untuk mendukung  kebutuhan pertumbuhan tanaman pohpohan. Air limbah budidaya ikan nilem  berpotensi menjadi sumber nutrisi  alternatif yang ramah lingkungan untuk mendukung budidaya tanaman pohpohan secara berkelanjutan.
Front Matter Jurnal Pertanian Presisi Vol. 9 No.1, Juni 2025 Jurnal Pertanian Presisi, Editorial
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract