cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 08541809     EISSN : 25496778     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Media Komunikasi Teknik Sipil (ISSN 0854-1809) published twice in a year, in July and December. The article can be product of researches, scientific thoughts or case study, in civil engineering and isn’t formed by politics, commercialism, and subjectivity unsure. This scientific journal contains articles of thought and research results in Civil Engineering that have never been published in scientific journals or other media.
Arjuna Subject : -
Articles 472 Documents
Kajian Desain Pemanen Air Hujan Tipe Individual dan Komunal, (Studi Kasus: Desa Sawojajar, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah) Maryono, Agus; Sembada, Pratama Tirza Surya; Aji, Ilmiawan Satria Bayu; Wijayanti, Estu; Setiadi, Johan; Kuncoro, Seno Adi; Rohim, Hanif Abdul; Mahendra, Alfian Isya
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 29, Nomor 2 (2023)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkts.v29i2.58284

Abstract

Perubahan iklim dan letak geografis berpengaruh pada ketersediaan air. Daerah pesisir di Indonesia umumnya mempunyai masalah air minum karena air sumur kering akibat kemarau dan airnya payau seperti yang terjadi di Desa Sawojajar di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Di sisi lain, potensi air hujan di Desa Sawojajar cukup baik. Pemerintah Kabupaten Brebes melakukan perencanaan dan implementasi pemanen hujan (Gama Rain Filter) dengan tipe individual bagi masyarakat yang menginginkan pemasangan pemanen air hujan di rumahnya masing-masing, dan tipe komunal bagi masyarakat yang masih menginginkan pemanen hujan secara komunal. Penelitian terapan ini bertujuan untuk membandingkan kedua tipe tersebut. Metode perencanaan tipe individual memanen hujan dikerjakan pada setiap rumah dan perencanaan tipe komunal dikerjakan pada kelompok-kelompok rumah. Perencanaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan kualitas dan kuantitas air hujan, hitungan dimensi bak tampung, gambar desain, dan rencana anggaran biaya perencanaan dan pelaksanaan. Hasil penelitian terapan ini adalah kualitas dan kuantitas air hujan, desain pemanen air hujan tipe individual dan komunal, dan biaya perencanaan dan biaya pelaksanaan yang diperlukan. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa pemanen hujan tipe individual lebih disarankan dibanding tipe komunal karena tipe individual lebih murah biaya perencanaan dan konstruksinya, lebih fleksible penempatannya, lebih mudah pembuatannya, dan lebih terjamin operasi pemeliharaannya.
Identifikasi Sub DAS Rawan Banjir dengan Metode Cendana (Studi Kasus: DAS Aesesa pada Wilayah Sungai Flores) Krisnayanti, Denik Sri; Ananda, Yokti; Bunganaen, Wilhelmus; Klau, Ralno Robson
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 29, Nomor 2 (2023)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkts.v29i2.57375

Abstract

DAS Aesesa merupakan Derah Aliran Sungai (DAS) terbesar yang berada di Wilayah Sungai (WS) Flores yang terletak di daerah Kabupaten Ngada dan Kabupaten Nagekeo, dengan luas sebesar 1.169,24 km2 dan panjang sungai utama 66,92 km. DAS Aesesa terdiri dari 13 sub DAS dengan bentuk yang bervariasi, sehingga DAS Aesesa memiliki karakteristik yang kompleks. Hal ini membuat DAS Aesesa berpotensi rawan banjir. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi potensi rawan banjir dari sub DAS yang ada pada DAS Aesesa dengan menggunakan Metode Cendana. Data yang digunakan meliputi data morfometri DAS, dan peta. Dalam penggunaan Metode Cendana input parameter yang diperhitungkan yaitu : luas DAS (A), panjang sungai utama (L), HHMT, bentuk DAS, kerapatan sungai (D), kemiringan sungai (s), nilai α Nakayasu, kekasaran saluran (n), nilai curve number (CN), dan tutupan lahan. Kemudian dari perhitungan data tersebut dilakukan pembobotan nilai untuk mengidentifikasi kerawanan banjir. Hasil penelitian ini menunjukkan dari pembobotan untuk 13 sub DAS yang ada pada DAS Aesesa rata – rata berada dikategori tinggi dengan nilai range berada di 2,30 – 2,70. Dari hasil ini diharapkan upaya – upaya mitigasi dan penyesuaian bisa dilakukan terutama pada sub DAS yang terkategori tinggi dengan nilai bobot 2,70 untuk mengurangi besarnya kerugian akibat banjir.
Analisis Faktor Kunci Keberhasilan Implementasi Last Planner System untuk Peningkatan Kinerja Waktu pada Proyek Bendungan Kussumardianadewi, Bernadette Detty; Husin, Albert Eddy; Susianti, Anti
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 29, Nomor 2 (2023)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkts.v29i2.49098

Abstract

Infrastructure development is crucial to the development of a nation’s economy. Based on data from the 2021 World Competitiveness Yearbook, Indonesia's infrastructure is ranked 57th out of 64 countries and one of the assessment criteria is related to water resources. Water resource management in Indonesia is still faced with fundamental challenges, including the limited water storage capacity in Indonesia so alternative water resources development is needed, among which is through the construction of dams. In practice, dam projects are very vulnerable to time delays. One of the solutions to this problem is the application of the last planner system method. The implementation of the last planner system can help create major improvements in project planning, increase workflow and productivity, and reduce project time and site accidents. This research has an update regarding the implementation of the last planner system method on a dam project and analyzing the key success factors using SEM-PLS. According to the study's findings, the key success factors of the implementation of the last planner system method on dam projects are budget plan, work schedule, clarity of scope of work, work plan, planning process, and weekly plan
Pemodelan Debit Banjir Rencana Berbasis Data Hujan Satelit pada Daerah Tangkapan Air Bendungan Meninting Hartyan, Dionysius Edna; Suripin, Suripin
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 30, Nomor 1 (2024)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkts.v30i1.59024

Abstract

Rainfall stations around the Meninting Dam catchment area are very limited. Global Precipitation Measurement (GPM) satellite rainfall data can be utilized to fulfill the lack of rainfall data. This research aims to improve the quality of flood discharge in the Meninting Dam catchment area through rainfall data correction. GPM rainfall data was corrected using the probability curve method, while flood discharge analysis used HEC-HMS modeling. The results showed that the correlation coefficient of GPM rainfall data with Sesaot Rainfall Station was 0,73, the average HHMT error decreased by 2.99% after correction, and the correction factor level was 0-1,2 for each rainfall value range. The flood discharge (Q) of HEC-HMS modeling for each return period was obtained Q2th = 117,1 m3/sec, Q5th = 142,5 m3/sec, Q25th = 242,3 m3/sec, Q100th = 335,6 m3/sec, Q1000th = 529,3 m3/sec, and QPMF = 930,9 m3/sec.
Analisis Hubungan Geometrik Jalan dengan Potensi Kecelakaan di Jalan Imogiri - Dlingo, Bantul, Indonesia Mahmudah, Noor; Reswara, Hanggara; Al-Haji, Ghazwan
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 29, Nomor 2 (2023)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkts.v29i2.57168

Abstract

Jalan Imogiri - Dlingo merupakan jalan kolektor primer yang terletak di kawasan wisata Mangunan, Bantul, Indonesia. Jalan ini merupakan jalan provinsi dengan medan berbukit, banyak tikungan tajam, serta tanjakan dan turunan yang panjang, sehingga berpotensi terjadi kecelakaan lalu lintas. Data kepolisian mencatat pada Februari 2022 terjadi kecelakaan di jalan ini dengan 13 korban jiwa dan 33 luka-luka. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi geometrik jalan, baik alinemen horisontal maupun vertikal pada ruas jalan Imogiri – Dlingo berdasarkan Pedoman Bina Marga nomor 13/P/BM /2021. Untuk itu, analisis geometrik jalan dilakukan dengan menggunakan data survei inspeksi keselamatan jalan (IKJ) dan kemudian dimodelkan menggunakan software AutoCAD Civil 3D. Berdasarkan survei geometrik jalan diketahui bahwa jumlah dan lebar lajur serta lebar bahu jalan sesuai dengan Peraturan. Hasil analisis menggunakan program komputer menunjukkan bahwa ruas jalan Imogiri – Dlingo memiliki 24 alinemen horisontal dan 6 alinemen vertikal. Namun demikian, 87% radius tikungan, 67% panjang lengkung horisontal, 58% derajat tikungan, 43% kelandaian, 57% panjang kritis, dan 67% nilai kontrol desain lengkung vertikal (K) tidak memenuhi syarat, sehingga dapat disimpulkan ruas jalan ini berbahaya dan berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal.
Perilaku Rutting dan Modulus Kekakuan dengan Penguatan Serat Ijuk pada Campuran Beton Aspal Alifuddin, Andi; Kasim, Muhammad Ridha; Said, Lambang Basri
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 29, Nomor 2 (2023)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkts.v29i2.53190

Abstract

Penguatan serat ijuk pada campuran beton aspal digunakan untuk meningkatkan kekuatan dan indeks kelelehan akibat peningkatan beban lalu lintas dan pengaruh temperatur guna mengurangi potensi terjadinya deformasi permanen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai sejauh mana pengaruh serat ijuk sebagai bahan penguat dalam meningkatkan kekuatan kohesif dan tarik dari campuran beton aspal, terutama dalam merespons perubahan temperatur. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode eksperimental di laboratorium dengan menggunakan serat ijuk berdasarkan persentase optimum sebesar 0,6%, memiliki panjang 8 mm, dan diuji dengan variasi temperatur. Hasil pengujian menunjukkan bahwa campuran beton aspal yang diperkuat dengan serat ijuk (DP) memiliki total deformasi sebesar 1,09 mm pada suhu pengujian 40°C. Laju deformasinya sebesar 0,0033 mm/menit, yang lebih kecil dibandingkan dengan campuran beton aspal tanpa serat ijuk (TS) yang memiliki total deformasi 1,19 mm dan laju deformasi 0,0040 mm/menit pada suhu yang sama. Pada suhu 60°C, campuran beton aspal dengan serat ijuk (DP) menunjukkan total deformasi sebesar 1,83 mm dengan laju deformasi 0,0107 mm/menit, sementara tanpa serat ijuk memiliki total deformasi sebesar 2,00 mm dengan laju deformasi 0,0113 mm/menit. Pada hasil pengujian kuat tarik tidak langsung campuran beton aspal tanpa menggunakan serat ijuk mudulus kekakuan campuran lebih rendah dibandingkan dengan menggunakan serat ijuk dan mengalami penurunan secara linier seiring dengan meningkatnya temperatur.
Pemodelan Numerikal Kestabilan Lereng Batulempung (Studi Kasus Ruas Jalan Sumedang-Cirebon Km 68+750) Wahab, Dimas Athhariyadi; Tohari, Adrin; Hamdhan, Indra Noer
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 29, Nomor 2 (2023)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkts.v29i2.53704

Abstract

Ruas Jalan Sumedang-Cirebon Km 68+750 merupakan jalan nasional dan prasarana transportasi penting di Jawa Barat. Lereng pada ruas jalan tersebut sudah diperkuat menggunakan perkuatan jenis bored pile, namun pergerakan lereng masih terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stabilitas lereng dengan mempertimbangkan beban gempa serta memberikan rekomendasi perkuatan lereng yang efektif. Analisis stabilitas lereng dilakukan menggunakan program PLAXIS 2D berbasis metode elemen hingga dan DMT-KD Method, hasil dari pengujian di lapangan menggunakan Flat Dilatometer Test (DMT). Hasil pemodelan PLAXIS menunjukan bahwa garis keruntuhan lereng berada lebih dalam di bawah perkuatan bored pile. Hasil analisis menggunakan DMT-KD method didapat garis keruntuhan serupa, hal ini menunjukan bahwa DMT-KD method dapat menjadi dasar awal analisis kestabilan pada lereng batu lempung. Hasil pemodelan PLAXIS didapatkan factor keamanan (FK) statis 1,113 dan FK akibat gempa <1, dimana tidak memenuhi syarat minimum yaitu sebesar 1,5 untuk beban statis dan 1,4 untuk beban gempa. Hal ini yang menjadi penyebab masih terjadi retakkan pada badan jalan. Percobaan pemodelan perkuatan tambahan dilakukan menggunakan bored pile dan bronjong. Hasil pemodelan perkuatan tambahan pada lereng tersebut menunjukan bahwa perkuatan bored pile tambahan dengan memotong garis keruntuhan lereng lebih efektif meningkatkan FK dibandingkan dengan perkuatan bronjong di kaki lereng.
Pengaruh Perbandingan Nilai Termal Terhadap Deformasi Fondasi Tiang Energi Menggunakan Metode Numerik Pratiwi, Desti Santi; Naufal Shidqi, Gary Muhammad
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 30, Nomor 1 (2024)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkts.v30i1.58552

Abstract

Fondasi energi termal merupakan suatu inovasi hibrid penggabungan struktur fondasi dengan pipa-pipa termal yang dapat menyerap panas bumi sehingga berfungsi sebagai alternatif sumber listrik bangunan di atasnya. Munculnya teknologi ini bertujuan untuk mendukung tercapainya sasaran infrastruktur berkelanjutan dari aspek geoteknik sehingga pemakaian bahan bakar fosil dapat diminimalisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh termal terhadap deformasi fondasi dengan pendekatan Metode Elemen Hingga. Pemodelan dilakukan dengan perangkat lunak PLAXIS yang berbasis jaring elemen, sehingga dapat menunjukkan hasil deformasi yang komprehensif. Selain itu, model dibuat bervariasi terhadap parameter termal tanah dan mutu beton fondasi.  Hasil analisis menunjukkan bahwa akibat variasi nilai konduktivitas termal menunjukkan penurunan nilai deformasi sebesar 34,112% akibat konduktivitas termal yang diturunkan sebesar dengan kapasitas termal yang tetap, sedangkan pengaruh akibat variasi terhadap besarnya mutu beton yang digunakan pada fondasi menunjukkan persentase perbedaan yang tidak terlalu besar atau dapat dikatakan tidak berpengaruh signifikan.
Pengaruh Perubahan Tutupan Lahan Terhadap Karakteristik Hidrograf Banjir (Studi Kasus Bendungan Jragung) Wahyuni, Indah Tri; Sachro, Sri Sangkawati
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 29, Nomor 2 (2023)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkts.v29i2.59877

Abstract

Kabupaten Demak dan Grobogan merupakan wilayah yang sering mengalami banjir saat musim penghujan. Salah satu upaya untuk mengatasi banjir pada daerah tersebut, Kementerian PUPR membangun Bendungan Jragung yang direncanakan dengan menggunakan data series Tahun 1998 – 2017. Debit Sungai Jragung cenderung mengalami peningkatan dalam kurun waktu 10 tahun, yang salah satu kemungkinan penyebabnya adalah perubahan tutupan lahan. Maka, untuk mengetahui pengaruh perubahan tutupan lahan terhadap karakteristik hidrograf banjir Waduk Jragung, perlu dilakukan analisis penelusuran banjir di Waduk Jragung. Studi ini menggunakan program HEC-HMS dengan metode Soil Conservation Service (SCS – CN). Indeks perubahan tutupan lahan yang digunakan adalah curve number dan impervious. Hasil analisis menunjukkan adanya perubahan tutupan lahan pada DTA Waduk Jragung sebesar 2,5% yang didominasi oleh peningkatan luasan pemukiman sebesar 55,6%. Akibat dari perubahan tutupan lahan tersebut, debit banjir daerah tangkapan air Waduk Jragung mengalami kenaikan untuk semua kala ulang n-tahun. Besaran QPMF meningkat dari 1586,1 m3/dt menjadi 1689,6 m3/dt yang mengakibatkan peningkatan elevasi muka air banjir waduk dari +118,6 m menjadi +118,7 m.
Analisis Produktivitas Operasi Pemasangan Balok Baja (Studi Kasus: Pembangunan Kampus II Universitas Pasundan) Tanne, Yongki Alexander; Pratama, Andhyka Putra; Rahardian, Reza
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 29, Nomor 2 (2023)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkts.v29i2.54764

Abstract

Produktivitas operasi masih menjadi tantangan sektor konstruksi. Keterbatasan ruang dan metode konstruksi turut mempengaruhi hal tersebut. Kondisi ini dialami oleh Universitas Pasundan dalam pembangunan gedung baru. Lokasi yang sempit dan padat mempengaruhi pembangunan gedung tersebut. Untuk itu, penelitian ini melakukan evaluasi produktivitas secara khusus pada operasi pemasangan balok baja berdasarkan data Time Studies, Method Productivity Delay Model (MPDM), Work Sampling dan 5 Minutes Rating. Analisis produktivitas dilakukan dengan menggunakan Method Productivity Delay Model (MPDM), Cycle Chart, Process Chart dan Crew Balance Chart. Hasilnya, evaluasi produktivitas keseluruhan operasi pemasangan balok baja menunjukkan perbandingan presentase pelaksanaan pekerjaan dibanding delay sebesar 62% berbanding 38%. Hasil ini cukup baik mengingat jangkauan proporsi produktivitas pekerja konstruksi berada pada rentang 40-70% dibandingkan dengan 62% pada proyek ini. Peningkatan produktivitas masih dapat dilakukan dengan mencegah delay akibat peralatan; efisiensi jumlah pekerja khususnya peladen; serta optimalisasi durasi masing-masing tugas dengan mengacu pada durasi terbaik yang diperoleh dari hasil pengamatan. Dengan demikian, nilai produktivitas pemasangan tiap batang balok baja dapat meningkat dari 10,36 menit/unit menjadi 6,25 menit/unit. Hasil ini diharapkan dapat menarik penelitian-penelitian serupa dengan objek perhitungan produktivitas yang berbeda untuk menghasilkan data produktivitas operasi konstruksi di Indonesia dan mendorong peningkatan produktivitas di sektor konstruksi.

Filter by Year

2003 2025