MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL
Media Komunikasi Teknik Sipil (ISSN 0854-1809) published twice in a year, in July and December. The article can be product of researches, scientific thoughts or case study, in civil engineering and isn’t formed by politics, commercialism, and subjectivity unsure. This scientific journal contains articles of thought and research results in Civil Engineering that have never been published in scientific journals or other media.
Articles
472 Documents
Penerapan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) pada Desain Pemanfaatan Kulong Kebintik
Sabri, Fadillah;
Novriyansyah, Muhammad
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 29, Nomor 1 (2023)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/mkts.v29i1.53977
The purpose of this research is to design the utilization of the potential of Kulong Kebintik, in the form of the potential of Kulong water and the land around Kulong. The method used is a quantitative descriptive survey method. Most of the data used is in the form of secondary data, the primary data is only in the form of kulong water quality data. Quantitative Kulong Kebintik water is based on analysis using the Nreca model. has a monthly average debit of 114.7 liters/second. In terms of water quality, Kulong Kebintik is brackish because it is located close to the coast which is still affected by tides. Kulong water utilization analysis uses the Analytical Hierarchy Process (AHP) method. The basis for determining alternative designs for the use of kulong consists of four criteria in the form of; water availability, water quality, community demand, and cost. An alternative utilization of kulong is for raw water sources, tourism, and fisheries. Based on an analysis of all the criteria, the best Kulong utilization design is for fisheries (39%), then for tourism or recreation (32%), and finally for raw water sources (29%)
Pengaruh Kearifan Lokal dalam Penilaian Risiko Konstruksi
Iriyanto, Santje Magdalena;
Sitorus, Yannice Luma Marnala
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 29, Nomor 1 (2023)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/mkts.v29i1.54406
One of the obstacles to construction work in Papua is delays in implementation due to obstruction byindigenous communities at the project site. Understanding the implementation of construction work in atraditional area, especially those related to local wisdom, is one of the risk knowledge which is the first step inrisk conceptualization and is the aim of this research. A qualitative approach, which will elaborate on socialand cultural meanings to explain one of the phenomena that occurs in the world of construction in Papua, anddescriptive methods, are used in analyzing research data. The characteristics of the traditional territory wherethe project location is located also influence the construction risk value of a project. Based on the topographiccharacteristics of the region, there are four large groups of Papuan indigenous people, so there are differencesin the construction risk values faced according to the socio-cultural characteristics of each traditionalcommunity. Urban areas have a high construction risk and rural areas have a lower risk. The risk value ofconstruction projects in Papua is also influenced by the type of construction project which will be related tothe required land pattern.
Kajian Pengembangan Pesisir Kota Surabaya dengan Metode SWOT
Sujantoko, Sujantoko;
Pratikto, Widi Agus;
Prastianto, Rudi Waluyo;
Maulana, Muhammad Ilham;
Rosari Dewi, Anggie vebriyanti;
Adha, Izdhihar Amany;
Analiyah, Dinda Febriani;
Hardian, Muhammad Akbar;
Anggara, Dicha Ridho
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 29, Nomor 1 (2023)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/mkts.v29i1.43166
Surabaya merupakan kawasan pesisir yang diproyeksikan sebagai kawasan strategis untuk perkembangan berkelanjutan wilayah pesisir sesuai rencana pembangunan jangka menengah daerah kota Surabaya 2016-2021. Kawasan strategis wilayah pesisir yang berfungsi sebagai pendukung pertumbuhan ekonomi, dan penyelamatan lingkungan hidup sebagai upaya optimalisasi pembangunan kawasan pesisir, sehingga diperlukan studi untuk mengetahui pengembangan wilayah tersebut. Studi ini dilakukan untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman pada wilayah pesisir Surabaya. Peneliti melakukan pendekatan kualitatif pada analisis dan bersifat study case yang diperlukan. Analisis pada kegiatan ini menggunakan metode SWOT. Hasil Analisis SWOT adalah hasil perbandingan faktor internal dan eksternal, analisis dilakukan dengan matriks IFAS (Internal Factor Analysis Summary) dan matriks EFAS (Eksternal Factor Analysis Summary). Berdasarkan analisa SWOT dapat ditunjukkan bahwa pengelolaan wilayah pesisir Kota Surabaya sesuai dengan rencana tata ruang yang sudah dibuat, namun dalam realisasi harus memperhatikan komunikasi dan sosialisasi kepada masyarakat yang dinilai belum optimal, serta penanggulangan dampak dan perawatan lingkungan secara berkala sehingga ancaman pesisir dapat diminimalkan..
Optimasi Praktikal Metode Konstruksi Jalan Akses di Area Tanah Lunak
Yudhistira, Angga Trisna;
Fathani, Teuku Faisal;
Budi Nugroho, Arief Setiawan;
Prianugroho, Naseem Agung;
Wibisono, Himawan
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 29, Nomor 2 (2023)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/mkts.v29i2.56309
Pada salah satu proyek pembangunan smelter di Kalimantan Barat, direncanakan pembangunan jalan akses menggunakan timbunan tanah di atas lapisan geo-membran. Namun cara ini tidak terlalu efektif mengingat intensitas curah hujan yang sangat tinggi di lokasi proyek. Oleh karena itu, optimasi perlu dilakukan untuk mendapatkan metode yang paling efektif dari segi biaya dan penyelesaian jalan akses tepat waktu. Metode optimasi dilakukan dengan membuat matriks perbandingan hasil keluaran simulasi penjadwalan pada perangkat lunak. Dari beberapa metode yang diusulkan, durasi penyelesaian, biaya penyelesaian, dan kebutuhan sumber daya dibandingkan dan diberi skor untuk mendapatkan metode yang paling optimal. Selain itu, emisi karbon yang dihasilkan dari masing-masing metode juga dibandingkan. Dari hasil optimasi disimpulkan bahwa penambahan lapisan batu boulder dengan jumlah optimum merupakan metode yang paling optimal, mengingat waktu yang tersisa dan menghadapi curah hujan yang intensif. Metode optimal ini dapat menghasilkan percepatan durasi konstruksi selama 140 hari, efisiensi biaya sebesar 11,46%, dan pengurangan emisi karbon sebesar 44% dibandingkan dengan metode awal. Metode optimasi ini diharapkan dapat diterapkan untuk pembangunan jalan akses pada tanah lunak di lokasi lain khususnya di wilayah Kalimantan.
Ketahanan Korosi Baja Tulangan dalam Beton menggunakan Palm Oil Fuel Ash (POFA) dan Air Laut
Dasar, Amry;
Patah, Dahlia;
Sainuddin, Sainuddin;
Caronge, Muhammad Akbar
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 29, Nomor 2 (2023)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/mkts.v29i2.55191
POFA (Palm Oil Fuel Ash) atau abu cangkang kelapa sawit dan air laut memiliki potensi untuk digunakan dalam beton sebagai upaya pengurangan biaya konstruksi dan masalah limbah lingkungan. POFA mengandung sifat pozzolan seperti yang terkandung pada semen sehingga berpotensi digunakan sebagai mineral pada campuran beton. Oleh karena itu pemanfaatan POFA dan air laut pada campuran beton berpotensi dilakukan, namun perlu diperhatikan juga terkait potensi masalah korosinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan POFA hingga 20% sebagai pengganti semen dan pengaruh pencampuran air laut terhadap kekuatan dan korosi baja tulangan pada beton. Kuat tekan beton dievaluasi dengan melakukan uji tekan pada spesimen selinder dengan diameter dan tinggi masing-masing 100 mm dan 200 mm pada umur 7 hari dan 28 hari. Selanjutnya, benda uji selinder beton dengan diameter tulangan 10 mm digunakan dalam mengevaluasi potensi korosi. Pengukuran estimasi korosi menggunakan metode half-cell potential (HCP) berdasarkan ASTM C876-15. Hasil pengujian menunjukkan penggunaan hingga 10% POFA menggantikan semen dengan pencampuran air laut (AL) dan perawatan air tawar (AT) memiliki kekuatan tinggi yang hampir sama dengan beton normal. Resiko korosi juga tidak terdeteksi dan dibuktikan dengan pengukuran aktual korosi. Leboh lanjut, nilai HCP lebih negatif dari -400 mV diprediksi mengalami korosi pada area tulangan di atas 10%.
Domain Faktor Kesehatan Mental Pekerja Konstruksi
Hansen, Seng
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 29, Nomor 2 (2023)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/mkts.v29i2.57822
Industri konstruksi merupakan salah satu sektor padat karya yang menyerap banyak tenaga kerja. Oleh karena itu, industri konstruksi harus dapat memberikan perhatian terhadap sumber daya manusia yang menjadi aset berharga. Salah satunya adalah terkait kesehatan mental pekerja konstruksi. Meskipun industri konstruksi dikenal dengan lingkungannya yang penuh tekanan, tidak banyak penelitian dilakukan terkait pemenuhan aspek kesehatan mental bagi pekerja konstruksi terutama di Indonesia. Padahal berbagai gangguan kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan dapat berdampak pada performa pekerja dan industri konstruksi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi berbagai faktor terkait kesehatan mental yang mempengaruhi pekerja konstruksi melalui studi literatur integratif. Hasil analisis berhasil menemukan 68 faktor terkait kesehatan mental di industri konstruksi yang dikelompokkan ke dalam empat domain yaitu jenis, penyebab, dampak, dan solusi mengatasi gangguan kesehatan mental di industri konstruksi. Identifikasi faktor dan domain ini menjadi penting sebagai sarana untuk memahami aspek kesehatan mental sehingga dapat menjadi rujukan bagi para pemangku kepentingan terutama pemerintah dan organisasi proyek konstruksi dalam upaya meningkatkan kesadaran pentingnya kesehatan mental di lingkungan kerja konstruksi. Dengan demikian, pemerintah dan organisasi proyek konstruksi dapat secara proaktif terlibat dalam mewujudkan tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan (sustainable development goals) yaitu good health and well-being.
Penilaian Kinerja Fasilitas dan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue Kota Banda Aceh Menggunakan Metode Importance Performance Analysis
Najwan, Nurul;
Anggraini, Renni;
Bulba, Alfa Taras
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 29, Nomor 2 (2023)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/mkts.v29i2.58377
Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue merupakan pintu gerbang yang menghubungkan Kota Banda Aceh dengan Kota Sabang. Untuk mendukung pariwisata Kota Sabang dan mobilitas warga local, pelayanan penumpang di pelabuhan diharapkan dapat memenuhi standar pelayanan yang ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja fasilitas dan pelayanan di Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue berdasarkan penilaian dari penumpang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan instrument kuesioner. Penyebaran kuesioner dilakukan kepada 400 responden dengan menggunakan teknik simple random sampling. Kriteria responden adalah mereka yang pernah menggunakan fasilitas dan pelayanan pelabuhan di tahun 2023, sudah berumur > 22 tahun, memiliki pekerjaan, dan sudah berpenghasilan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode Importance performance Analysis (IPA). Ada 46 indikator yang digunakan untuk mengukur Tingkat kinerja dan Tingkat kepentingan dengan mengacu pada aspek service quality (servqual). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas dan pelayanan yang masuk dalam prioritas utama (kuadran A) ada 9 indikator yang kinerjanya kurang tapi merupakan hal yang penting. Kesembilan indicator tersebut adalah fasilitas kesehatan, fasilitas keamanan, kondisi toilet, informasi pelayanan, kepedulian petugas, respon petugas, reaksi petugas atas masalah yang dialami penumpang, keramahan petugas, dan petugas tidak pilih kasih. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan pihak pengelola Pelabuhan dan pemerintah terkait dapat memperbaikinya sehingga standar pelayanan penumpang di Pelabuhan Ulee Lheue menjadi lebih baik lagi
Kajian Kehilangan Air pada Perencanaan District Meter Area PDAM Kota Pasuruan
Badriani, Ririn Endah;
Ilmi, Barajati Jala;
Kartini, Audiananti Meganandi
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 29, Nomor 2 (2023)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/mkts.v29i2.51769
Kehilangan air yang terjadi di wilayah pelayanan Reservoir Pleret 1 yang dikelola PDAM Kota Pasuruan mulai bulan Januari-November sebesar 42,92%. Kehilangan air tertinggi terjadi pada bulan Januari sebesar 46,85% dan terendah pada bulan Mei sebesar 33,43 %., hal itu masih sangat jauh dibandingkan dengan standar yaitu sebesar 20%. Kondisi jaringan pipa distribusi PDAM Kota Pasuruan saat ini keseluruhan saling interkoneksi antar sistem, sehingga tidak ada sistem yang terpisah. Upaya yang bisa dilakukan PDAM Kota Pasuruan untuk mengurangi kehilangan air dan jaringan yang interkonesi yaitu dengan mengisolasi jaringan perpipaan dengan pembentukan DMA (District Meter Area). Pembentukan DMA memerlukan simulasi permodelan hidrolis jaringan pipa distribusi menggunakan bantuan software Epanet 2.2. Selain menggunakan software Epanet 2.2, untuk membuat jaringan pipa diperlukan software Quantum GIS 3.16.16. Uji validitas di lapangan menggunakan parameter debit dengan koefisien korelasi antara data debit epanet dan lapangan didapatkan sebesar 0,61. Pembentukan DMA dengan hasil yang baik untuk menurunkan kehilangan air yaitu dengan menurunkan tekanan air, apabia tekanan air semkain menurun maka kehilangan air semakin rendah.
Penentuan Debit Aliran Berbasis Data Satelit GPM pada Daerah Tangkapan Air (Studi Kasus: Waduk Sepaku Semoi)
Maknun, Dillon Asmara;
suripin, Suripin
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 29, Nomor 2 (2023)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/mkts.v29i2.59015
Sepaku Semoi Reservoir is located in Tengin Baru Village, Sepaku District, North Penajam Paser Regency, East Kalimantan Province, and has a water catchment area of 70.19 km2. This research aims to determine the amount of flow discharge entering the Sepaku Semoi Reservoir Catchment Area using the Mock Method. The rain data used is GPM satellite data as an alternative to the unavailability of rain recording posts in the Sepaku Semoi Reservoir Water Catchment Area. GPM satellite data needs to be calibrated and validated against rain recording posts in the field to determine the accuracy of the data. The highest GPM satellite data calibration is the Intercept linear regression equation with a value of R2 = 0.852. The best validation of GPM satellite data was shown in the 2004 period with a value of RMSE=65.04; KR=13%; R=0.91. The annual average maximum discharge is 6.26 m3/sec and the minimum is 3.17 m3/sec. Validation of the Mock Method flow rate is shown with a value of NSE=0.78; R=0.79. Based on the results of the analysis that has been carried out, concluded that an alternative in predicting observed discharge data in the field can be done using the Mock Method based on GPM satellite data.
Peran Pivot Hooks dalam Peningkatan Kapasitas Lentur pada Balok Beton Bertulang Bambu
Ummati, Alfinna Mahya;
Michael, Michael;
Sarassantika, I Putu Ellsa;
Fanna, Gibral Tariq;
Syuhada, Syahidus;
Bayzoni, Bayzoni;
Nasution, Ade Prayoga
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 29, Nomor 2 (2023)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/mkts.v29i2.48288
Some researcher missed the role of hooks in their bamboo reinforcement. Consequently, the bamboo reinforcement and concrete used to have slip and failure to composited, this make the concrete and bamboo working independently to sustain the given loading and the bond failure become the main issue than the beam failure. This research studied about the role of the pivot hooks that capable to enhance the loading capacity higher than the beams without the pivot hooks. Experimental test performed in order to identify the effect of the pivot hooks presence which added to the flexural reinforcement which made by bamboo materials to avoid the bond slip failure that mostly occur in the bamboo reinforced concrete beams. The experimental test which verified by the numerical analysis by FEA NX commercial software proof that the pivot hooks are able to increase the loading capacity of a concrete beam 33% - 40% higher than the bamboo reinforcement without the pivot hooks. Architectural façade and budget efficiency caused the bamboo become unavoidable material in construction, by adding the structure modification such as the pivot hooks for the bamboo reinforcement, the failure can be reduced, then the entanglement of bamboo in construction become more functional.