cover
Contact Name
Jazimatul Husna
Contact Email
jazimatulhusna@lecturer.undip.ac.id
Phone
+6224-76480619
Journal Mail Official
anuva@live.undip.ac.id
Editorial Address
Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Soedharto, SH - Tembalang, Semarang-Telp./Fax. (024) 76480619 e-mail: anuva@live.undip.ac.id
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 25983040     EISSN : -     DOI : 10.14710/anuva.3.2.173-184
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Anuva presents the latest information of study and research of Cultural Studies and Library and Information Science. Scientific scope of this journal covers cultural studies, library, documentation, and information science. Cultural Studies includes philosophy, literature, linguistics, philology, anthropology, and sociology. Library science includes librarianship, management activity/library services, library collection management, library automation, digital libraries, library cooperation, library empowerment, and/or development of library system/document and information institution. Studies of documentation include record and archive management, activities of data documentation, information, and publications/literature/collection in a database or a certain media, such as; repository, big data, codata, metadata, and/or development documentation system in the library/document and information institution. Studies of information include infometrics, bibliometrics, webometrics, repackaging information, retrieval information, knowledge management, literacy information, dissemination information, and/or development of information systems in the library/document and information institution.
Articles 436 Documents
Literasi Digital Remaja Desa Doro dalam Mengatasi Penyebaran Berita Hoax di Platform Facebook Risqia Ervianti; Ana Irhandayaningsih
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 10, No 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/anuva.10.1.126

Abstract

Penelitian yang berjudul “Literasi digital remaja Desa Doro dalam Mengatasi Penyebaran Berita di Platform Facebook” dilatarbelakangi oleh pesatnya perkembangan teknologi komunikasi dan informasi yang belum diadaptasi dengan baik oleh penggunanya sehingga menyebabkan berita hoax, ujaran kebencian, maupun berita provokatif mudah tersebar di platform facebook. Penyebaran berita yang marak terjadi di platform facebook menyebabkan rasa ketakutan dan kekhawatiran yang berlebih serta perilaku yang tidak wajar dari remaja. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui literasi digital remaja Desa Doro dalam mengatasi penyebaran berita di platform facebook. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, menggunakan metode pengumpulan data yaitu wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh remaja Desa Doro yang menjadi informan dalam penelitian ini mempunyai kemampuan literasi digital yang baik, karena mereka mempunyai pengetahuan sekaligus keterampilan teknis penggunaan facebook dalam memahami dan memaknai informasi yang mereka dapatkan dari facebook. Para informan mampu menggunakan berbagai macam fitur pencarian yang ada dalam facebook untuk membantunya menemukan informasi yang sesuai dengan kebutuhan mereka serta memahami dan memaknainya untuk kemudian dapat dievaluasi kebenarannya. Lalu, disusun menjadi pengetahuan bagi dirinya sendiri. Hasil penelitian ini bermanfaat bagi kajian literasi digital, sekaligus bagi remaja dan masyarakat dalam mengatasi penyebaran berita yang beredar di media sosial melalui literasi digital.
Program Inovasi Tatalepa Museum Gedung Sate sebagai Upaya Pelestarian Pengetahuan Lokal Jawa Barat Jasmin Pratiwi Mulyadi; Dian Sinaga; Asep Saeful Rohman
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 10, No 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/anuva.10.1.108

Abstract

Tatalepa merupakan program milik Museum Gedung Sate yang fokus dengan tujuannya dalam melestarikan pengetahuan dan kebudayaan lokal lewat pendokumentasian budaya dalam bentuk konten video. Program Tatalepa merupakan salah satu contoh upaya pelestarian pengetahuan lokal Jawa Barat yang memiliki banyak peluang untuk dikembangkan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi permasalahan dari program Tatalepa sebelumnya dengan menggunakan analisis SWOT, membuat rancangan pedoman inovasi program Tatalepa, dan menganalisis rancangan dengan kajian atau teori yang berhubungan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan R&D (Research and Development) dan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, FGD (Focus Group Discussion), studi dokumentasi, dan analisis SWOT. Penelitian dilakukan di Museum Gedung Sate pada Agustus 2024 hingga Februari 2025 dengan mengikuti lima tahap awal model penelitian dan pengembangan serta melibatkan staf Museum Gedung Sate selaku penanggung jawab program Tatalepa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program Tatalepa memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai sarana pelestarian pengetahuan lokal Jawa Barat. Penelitian ini menghasilkan sebuah rancangan inovasi program Tatalepa yang disusun berdasarkan analisis dari program sebelumnya dan mengidentifikasi kebutuhan Museum Gedung Sate dalam proses pengembangan program yang berkelanjutan. Rancangan tersebut memuat tiga komponen utama, yaitu pendokumentasian pengetahuan lokal, aktivitas interaktif untuk pemajuan budaya, serta kolaborasi dan edukasi, yang sekaligus mencerminkan praktik knowledge sharing di tengah masyarakat.
Strategi Konten pada Media Sosial Instagram Perpustakaan Universitas PGRI Semarang @perpustakaan_upgris Syafira Az Zahra Fauziyyah; Ana Irhandayaningsih
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 10, No 2 (2026): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/anuva.10.2.345

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi konten pada media sosial Instagram Perpustakaan Universitas PGRI Semarang @perpustakaan_upgris. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara semi terstruktur, observasi, dan studi dokumen. Informan merupakan pustakawan Perpustakaan Universitas PGRI Semarang yang dipilih dengan teknik purposive sampling sesuai dengan kriteria dan sejalan dengan tujuan penelitian, dengan jumlah informan sebanyak tiga orang. Kajian ini menghasilkan temuan bahwa strategi konten yang digunakan oleh Perpustakaan Universitas PGRI Semarang meliputi penciptaan konten, penentuan jadwal konten yang akan diunggah, dan evaluasi konten yang sudah diunggah. Penciptaan konten dimulai dari menemukan ide, konten berbentuk video, pengeditan dan template desain konten, serta caption dan hashtag. Setelah konten tersebut jadi, selanjutnya adalah penentuan jadwal konten. Dalam satu minggu, perpustakaan mengunggah maksimal tiga konten utama dan beberapa konten tambahan. Terakhir evaluasi konten, yaitu perpustakaan melakukan evaluasi dan menilai keberhasilan konten dari banyaknya views, likes dan Direct Message (DM) yang masuk. Penelitian ini juga menemukan kendala dalam pelaksanaan strategi konten tersebut, yaitu keterbatasan ide kreatif dan kurangnya sumber daya manusia yang khusus menangani pengelolaan Instagram perpustakaan. Seyogyanya perpustakaan menambah personel dan mengadakan pelatihan bagi pustakawan mengenai pengelolaan Instagram, guna memaksimalkan strategi konten untuk media sosial Instagram perpustakaan.
Representasi Perpustakaan dalam Film Animasi Bona and Friends Episode “Ke Perpustakaan” Clarissa Prameswari; Desy Novita Sari; Laksmi Laksmi
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 10, No 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/anuva.10.1.223

Abstract

Representasi perpustakaan dalam film animasi yang diproduksi di Indonesia masih sangat jarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi representasi perpustakaan dalam film animasi Bona and Friends episode “Ke Perpustakaan” yang diunduh pada 6 Mei 2023 di akun YouTube Majalah Bobo. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan semiotika Roland Barthes untuk mengidentifikasi makna denotasi, konotasi, dan mitos. Unit analisis terdiri dari audio (suara narator, dialog tokoh, dan musik) serta visual (setting dan gesture/aksi). Data dikumpulkan melalui observasi pada film animasi Bona and Friends episode “Ke Perpustakaan” serta dokumentasi melalui tangkap layar setiap adegan terkait perpustakaan. Temuan penelitian pada makna denotasi menunjukkan adanya komputer, buku warna-warni dengan rak yang tinggi, cahaya terang, alunan musik yang pelan, warna cenderung pastel, serta adanya pustakawan yang membantu pemustaka. Pada makna konotasi didapatkan kesan buku-buku yang beragam, teknologi canggih, ruangan luas dengan kondisi rapi, suasana tidak menakutkan, identik dengan anak, serta pustakawan berkesan ramah. Pada makna mitos, perpustakaan direpresentasikan sebagai perpustakaan anak yang berfungsi sebagai tempat menyimpan dan meminjam buku, menggunakan teknologi canggih, terdapat pustakawan yang cakap dan siap membantu, mengajarkan anak untuk berbuat baik dan saling tolong-menolong. Simpulan sekaligus keunikan temuan penelitian ini adalah, representasi perpustakaan anak tidak hanya menekankan pada tempat dan koleksi, melainkan juga penggunaan teknologi digital untuk efektivitas dan efisiensi pencarian buku serta penanaman nilai etika untuk pengembangan pribadi anak yang mendukung pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning).
Efektivitas Produk Kemas Ulang Informasi Aturan Jaksa Agung bagi Pegawai Kantor Kejaksaan Negeri Pati Fransisca Putri Maharani; Lydia Christiani
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 10, No 2 (2026): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/anuva.10.2.282

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai efektivitas kemas ulang informasi Aturan Jaksa Agung bagi pegawai Kantor Kejaksaan Negeri Pati. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar efektivitas dari kemas ulang informasi Aturan Jaksa Agung yang dihasilkan oleh Kantor Kejaksaan Negeri Pati bagi pegawainya. Pengukuran efektivitas kemas ulang informasi Aturan Jaksa Agung  pada penelitian ini menggunakan teori efektivitas kemas ulang informasi oleh Widyawan (2014). Metode penelitian yang digunakan yakni kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan menggunakan sampel jenuh karena populasinya relatif sedikit yaitu sebanyak 48 orang yang merupakan seluruh pegawai Kantor Kejaksaan Negeri Pati. Pada penelitian ini, analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif dan diperoleh mean tertinggi yakni 4,45 pada pernyataan indikator kesesuaian kebutuhan informasi pengguna dan mean terendah yakni 4,31 pada pernyataan indikator menyederhanakan informasi. Dengan demikian, penelitian ini  menunjukkan besar efektivitas kemas ulang informasi Aturan Jaksa Agung sebesar 87,56% dan dalam kategori cukup efektif.
Tata Kelola Kolaboratif dalam Layanan Literasi Perpustakaan Umum: Studi Kasus Literasi Squad di Kota Bogor Margareta Aulia Rachman; Edy Suryanto
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 10, No 2 (2026): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/anuva.10.2.330

Abstract

Perpustakaan umum dituntut untuk mengembangkan inovasi layanan yang mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan literasi. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah melalui kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, komunitas, dan mitra eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi tata kelola kolaboratif dalam pelaksanaan Program Literasi Squad di Perpustakaan Kota Bogor. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan kepala dinas, pustakawan, duta baca, dan pemustaka, serta didukung dengan observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui proses coding kualitatif yang meliputi open coding dan axial coding, dengan menggunakan kerangka tata kelola kolaboratif dari Ansell dan Gash yang mencakup kondisi awal, desain institusi, kepemimpinan fasilitatif, proses kolaborasi, dan dampak kolaborasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi dalam Program Literasi Squad terbentuk sebagai respons terhadap kebutuhan layanan perpustakaan pada akhir pekan serta keterbatasan sumber daya organisasi. Pembagian peran yang jelas antara perpustakaan, komunitas (Duta Baca dan Duta GenRe), dan mitra eksternal memungkinkan terlaksananya layanan literasi yang lebih interaktif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Kolaborasi tersebut menghasilkan berbagai dampak positif, antara lain peningkatan kunjungan perpustakaan, keterlibatan komunitas dalam kegiatan literasi, serta pengembangan fasilitas dan program literasi yang lebih variatif. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan tata kelola kolaboratif dapat menjadi strategi yang efektif dalam pengembangan layanan perpustakaan berbasis komunitas.
Pengalaman Literasi Informasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan Universitas Diponegoro dalam Menghadapi Hoax Maya Setyaningrum; Jumino Jumino
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 10, No 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/anuva.10.1.210

Abstract

Penelitian ini membahas pengalaman literasi informasi mahasiswa S-1 Ilmu Perpustakaan Universitas Diponegoro saat menghadapi hoax, dilihat melalui perspektif relasional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengalaman literasi informasi mahasiswa terhadap hoax yang ditemukan pada saat memenuhi kebutuhan informasinya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data penelitian diambil melalui wawancara semi terstruktur pada 8 informan. Rekrutmen informan dilakukan dengan teknik purposive sampling sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Kemudian data yang telah terkumpul dari hasil wawancara dengan informan diolah dengan metode analisis tematik. Hasil penelitian ini menghasilkan 1 tema, yaitu menunjukkan hoax yang diperoleh, kemampuan mahasiswa dalam memverifikasi hoax, serta menunjukkan bahwa mahasiswa mampu menerapkan sikap bijaksana saat memperoleh hoax. Sehingga dapat disimpulkan bahwa mahasiswa S-1 Ilmu Perpustakaan Universitas Diponegoro mampu menerapkan literasi informasi dalam situasi baru dengan efektif terutama pada saat memperoleh hoax. Kemampuan tersebut diperoleh melalui pengajaran literasi informasi yang mereka dapatkan pada mata kuliah Literasi informasi. Temuan lebih lanjut menunjukkan bahwa mahasiswa mengidentifikasi hoax melalui beberapa langkah verifikasi, yaitu membaca keseluruhan isi informasi, melakukan cross check dengan sumber lain, memeriksa kolom komentar, serta berdiskusi dengan teman. Ketika hoax telah dipastikan kebenarannya, mahasiswa merespons dengan berbagai cara, mulai dari mengabaikan hoax hingga membantu menghentikan penyebarannya. Temuan ini dianalisis menggunakan teori Seven Faces of Information Literacy dari Bruce (1997).
Perencanaan Strategis Pelayanan di Perpustakaan Daerah Kabupaten Tulungagung Vione Sagita Efendi; Moh Safii
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 10, No 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/anuva.10.1.151

Abstract

Kegiatan pelayanan di Perpustakaan Daerah Kabupaten Tulungagung belum dapat mencapai tujuan dan harapan khalayak umum serta transformasi kondisi sekitar. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan perumusan alternatif strategi perencanaan yang layak melalui perencanaan strategik (strategic planning) yang mengacu pada teknik formulasi strategi secara sistematis, logis dan rasional oleh Fred R. David, sehingga mampu meningkatkan kualitas pelayanan pada Perpustakaan Daerah Kabupaten Tulunggagung. Metode yang diadaptasi pada kajian ilmiah ini adalah mixed methods dengan kombinasi tabulasi data secara kuantitatif dan kualitatif. Pengumpulan data yang digunakan adalah data primer berupa wawancara dan kuisioner ditunjang dengan data pendukung berupa observasi dan dokumentasi. Sampling dilakukan dengan teknik sampling jenuh yang didasari pada informasi internal dari pustakawan dan faktor eksternal dari pemustaka, masing-masing faktor kemudian ditentukan sejumlah 15 dengan total 30 orang. Analisis dilakukan meliputi tiga tahap. Pertama, tahap penginputan dengan melakukan analisa terhadap Matriks EFE dan IFE. Selanjutnya tahap kedua adalah tahap pencocokan yang mencakup Matriks IE dan Matriks SWOT. Tahapan ketiga adalah pengambilan keputusan yang mengadopsi Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) sebagai output analisa untuk meningkatkan pelayanan pada Perpustakaan Daerah Kabupaten Tulungagung dengan mengimplikasi strategi intensif atau integratif. Hasil kajian berdasarkan analisis SWOT mendapatkan 10 alternatif strategi. Sepuluh strategi tersebut kemudian dintentukan prioritasnya dengan matriks QSPM menghasilkan 3 strategi dengan skala prioritas tertinggi diantaranya pemustaka dapat dilibatkan melalui sistem informasi perpustakaan, dilakukan pemberian informasi serta promosi secara aktif dan pemberian akses OPAC secara umum kepada pemustaka oleh tenaga pranata komputer (TI)  perpustakaan.
Membedah Struktur Prasasti untuk Memahami Tradisi Literasi: Perbandingan Prasasti Kuna dan Prasasti Baru di Jawa Siti Maziyah; Sri Indrahti; Alamsyah Alamsyah; Cika Anabel Paskania Putri
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 10, No 2 (2026): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/anuva.10.2.390

Abstract

Prasasti adalah salah satu peninggalan sejarah berupa tulisan yang digoreskan pada benda keras seperti batu, logam, atau kayu. Penulisan prasasti kuna itu memiliki pola struktur yang sama. Berdasarkan isi informasinya terdapat prasasti panjang dan pendek. Berdasarkan bentuk hurufnya, prasasti yang paling awal ditemukan di Indonesia diperkirakan pada abad ke-4 M. Prasasti kuna yang dikaji dalam penelitian ini dibuat sekitar abad ke-5 hingga abad ke-14 di wilayah Jawa. Hingga kini pembuatan prasasti masih dilakukan untuk memperingati sebuah peristiwa penting. Permasalahan yang muncul adalah mengapa terdapat penyusutan volume tulisan pada prasasti masa kini? Untuk menjawab permasalahan tersebut, kita harus memahami pengertian prasasti, jenis prasasti, struktur prasasti, serta memahami perubahan literasi. Data yang digunakan adalah beberapa prasasti kuna terpilih dan beberapa prasasti baru untuk dapat menunjukkan penyusutan volume tulisan itu. Struktur prasasti diketahui terdiri atas empat unsur pokok, yaitu kalimat pembuka, unsur penanggalan, pejabat yang mengeluarkan prasasti, dan kejadian yang diperingati, yang tetap dipertahankan baik pada prasasti kuna maupun prasasti masa kini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyusutan volume tulisan pada prasasti masa kini bukan berarti ada penyusutan informasi. Penyusutan volume tulisan terjadi karena tradisi menulis sudah banyak dilakukan tidak hanya berupa prasasti yang menggunakan media keras, akan tetapi sudah terdapat banyak media lain yang dapat digunakan untuk menuliskan informasi. Contohnya kertas dan media online. Kesimpulannya, seiring dengan perkembangan zaman, terdapat perubahan dalam tradisi literasi.
Preservasi Naskah Kuno Babad Banten di Museum Sri Baduga Nida Nurmustafha; Elnovani Lusiana; Samson CMS
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 10, No 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/anuva.10.1.91

Abstract

Naskah kuno Babad Banten berumur lebih dari seratus tahun sehingga bentuk fisiknya mulai mengalami kerusakan. Salah satu cara untuk mencegah kerusakan yang lebih parah yaitu melalui kegiatan preservasi. Penelitian ini bertujuan untuk membahas kegiatan preservasi naskah kuno Babad Banten di Museum Sri Baduga. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konservasi preventif yang dilakukan pihak museum meliputi pembuatan kebijakan terkait penyimpanan dan perawatan naskah, penentuan anggaran preservasi, penyediaan alat keamanan, serta mengikutsertakan staf pada workshop dan seminar. Konservasi pasif meliputi pengaturan suhu dan kelembapan relatif, pemeliharaan kebersihan, pengaturan cahaya ruangan penyimpanan, dan survei kondisi fisik naskah. Konservasi aktif meliputi pembersihan naskah dan penyimpanan naskah dalam boks khusus dan kertas bebas asam. Kendala preservasi yang dihadapi pihak museum yaitu keterbatasan anggaran, sarana prasarana untuk perbaikan, serta kurangnya jumlah dan kompetensi sumber daya manusia. Kondisi fisik naskah Babad Banten yang rusak dapat diatasi dengan melakukan laminasi dan penjilidan ulang. Pihak museum harus lebih cekatan dalam berkomunikasi dengan mitra kerja sama agar tindakan restorasi pada naskah Babad Banten dapat segera dilaksanakan. Pemerintah provinsi perlu mengalokasikan anggaran untuk pengadaan sarana prasarana preservasi yang memadai dan pengembangan sumber daya manusia, agar kegiatan preservasi di Museum Sri Baduga dapat terlaksana lebih optimal.