cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl Prof Soedarto, SH Kampus Tembalang, Semarang 50275
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 26210525     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 191 Documents
Potensi ekstrak daun mangrove avicennia marina terhadap pertumbuhan udang vanname (litopenaeus vannamei) dan daya hambatnya terhadap bakteri vibrio harveyi Linayati, Linayati -; Mardiana, Tri Yusufi; Fahrurrozi, Ashari; Maghfiroh, Maghfiroh; Prasetyo, Adhitya Wisnu; Antafani, Adinasti
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 8, No 2 (2024): SAT edisi September
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v8i2.22424

Abstract

Abstrak Permasalahan dalam budidaya udang adalah serangan penyakit dan pakan yang mahal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui daya hambat ekstrakk daun Avicennia marina terhadap bakteri vibrio harveyi dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan udang vanname. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang digunakan untuk pertumbuhan yaitu penambahan Ekstrak A. marina dengan dosis: A (275ppm/ 500g pakan), B (285 ppm/500 g pakan), C (295 ppm/ 500g pakan), D (305 ppm/ 500g pakan). Uji daya hambat bakteri menggunakan metode cakram dengan menggunakan agar yang dengan dosis ekstrak daun avecenia marina sebesar o %, 25 %, 50 % dan 75 %. Hasil analisa ragam (ANOVA) terhadap pertumbuhan biomassa udang vaname dan Uji daya hambat menunjukan bahwa F hitung lebiih besar dari F Tabel yang menunjukan bahwa pemberikan ekstrak daun Avicennia marina memberikan pengaruh pada peertumbuhan terbaik dicapai pada perlakuan D sebesar 7.32g dan esktrak Avicennia marina memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri Vibrio harveyi dengan kategori kuat pada konsentrasi 75%. Hasil perhitungan FCR tertinggi sebesar 1,13 dicapai pada perlakuan D dan Survival Rate mencapai100 % untuk semua perlakuan. Pengamatan terhadap kualitas air menunjukan bahwa media air pemeliharaan masih layak untuk pertumbuhan udang vanname. Kata kunci: Ekstrak Avicennia marina, Uji daya hambat, Pertumbuhan, Udang Vaname  Abstract Problems in shrimp farming are disease attacks and expensive feed. The purpose of this study was to determine the inhibition of Avicennia marina leaf extract against vibrio harveyi bacteria and its effect on the growth of vanname shrimp. The study used a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 3 replicates. The treatment used for growth is the addition of A. marina extract at a dose: A (275 ppm/ 500g feed), B (285 ppm/500g feed), C (295 ppm/ 500g feed), D (305 ppm/ 500g feed). Bacterial inhibition test using disc diffusion method with Avicenia marina leaf extract doses of 0%, 25%, 50% and 75%. The results of the analysis of variance (ANOVA) on the growth of vaname shrimp biomass and inhibition test showed that F count was greater than F table which indicates that giving Avicennia marina leaf extract gives an effect on the best growth achieved in treatment D of 7.32g and Avicennia marina extract has the ability to inhibit the growth of Vibrio harveyi bacteria with a strong category at a concentration of 75%. The highest FCR calculation of 1.13 was achieved in treatment D and Survival Rate reached 100% for all treatments. Observations of water quality showed that the water medium is still suitable for the growth of vanname shrimp. Keywords: Avicennia marina extract, Inhibition test, Growth, Vaname Shrimp 
Efektifitas Penambahan Ekstrak Buah Mengkudu (Morinda cirtifolia) Pada Pakan Terhadap Tingkat Kanibalisme dan Kelangsungan Hidup Ikan Beong (Hemibagrus nemurus) Waluyo, Waluyo; Mujtahidah, Tholibah; Dzulqarnain, Muammar
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 8, No 1 (2024): SAT edisi Maret
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v8i1.22079

Abstract

Beong fish is a sort of freshwater fish that is economically valuable and in high demand among the general populace. The high level of cannibalism at the seed stage reduces this fish's productivity. As a result, efforts are needed to domesticate beong fish utilizing therapies that can prevent cannibalism, such as noni fruit extract. Noni fruit contains scopoletin, which helps to increase serotonin levels in the brain, reducing aggression. The purpose of this study was to test how noni fruit extract reduced cannibalism in beong fish seeds (Hemibagrus nemurus). This study used a completely randomized design (CRD), with four treatments and three replications. The treatments that will be delivered are not fruit extracts. Treatment 1 contains 0 ml/l of noni extract; Treatment 2 contains 5 ml/l of noni extract; Treatment 3 contains 10 ml/l of noni extract; and Treatment 4 contains 15 ml/l of noni extract. The following characteristics were observed and analyzed: cannibalism level, survival, cannibalism type, fish behavior, and water quality. The study found that giving noni fruit extract reduced cannibalism in beong fish seeds. The optimal noni extract level is 11.18 ml/l to minimize cannibalism and maximize the survival of beong fish seeds. When using noni extract to soak beong fish feed in the form of tubifex worms, it is recommended to use an optimal noni extract concentration of 11.18 ml/l to maximize the utilization of the scopoletin compound in the noni extract in the fish's body and reduce cannibalism of beong fish seeds.
Comparison Amino Acid Profile of Pearl Lobster (Panulirus ornatus) Fed with Combination of Fish Meal and Mollusc Meal Muskita, Wellem Henrik; Kurnia, Agus; Subandiyono, Subandiyono; Yusnaini, Yusnaini; La Usaha, La Usaha; Suaida, Suaida; Effendy, Irwan Junaidi; Hamzah, Muhaimin; Munadi, La Ode Muh; Anwar, Asni
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 8, No 2 (2024): SAT edisi September
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v8i2.24579

Abstract

AbstractPanulirus ornatus is a vital fishery commodity that has high economic value. The research aims to examine the growth, amino acid profile, and intestinal histology of Panulirus ornatus fed a combination of fish meal and mollusk meal using a randomized block design (RBD) method with four treatments and three replications fed with four formulations for 50 days of maintenance. Four formulated feeds contained 20% sardine fish meal + 20% jackmackerel fish meal (treatment A), 10% mangrove snail meal + 15% golden snail meal + 15% mussel clam meal (Treatment B), 15% mangrove snail meal + 10% golden snail flour + 15% mussel clam flour (Treatment C), and 15% mangrove snail flour + 15% golden snail flour + 10% musselclam flour (Treatment D) were given to pearl lobsters once a day at a dosage of 3% of their weight body. Kepah cockle flour has more essential and nonessential amino acids than mangrove and golden snail flour. Mangrove snail flour has higher histidine levels than golden and kepah cockle flour. The results of the amino acid analysis of the test feed showed that the total essential amino acids and total nonessential amino acids in all test feeds showed the same amount, namely 13,0 -14,0%.The findings concluded that feed containing The combination of mollusks flour is more suitable than the combination of fish flour for the growth and amino acid needs of pearl lobsters. Keywords: Amino Acids, Pearl Lobster, Mollusc Flour
Pemanfaatan daun rhizophora mucronata sebagai feed additive terhadap efektivitas pertumbuhan udang vannamei Mardiana, Tri Yusufi; Yahya, Muhammad Zulham; Linayati, Linayati; Syakirin, M. Bahrus; Pratama, Hildan; Oktaviani, Nila
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 8, No 2 (2024): SAT edisi September
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v8i2.22412

Abstract

Daun mangrove R.mucronata berpontesi sebagai feed additive udang vannamei karena sering dimanfaatkan untuk sumber zat aktif (effervescent). Tujuan penelitian ini mendapatkan hasil pertumbuhan terbaik dosis yang dapat dimanfaatkan di pakan udang vannamei untuk pertumbuhan. Udang vanname menggunakan PL-20 yang diisi 10 ekor per wadah. Wadah diacak secara pengundian dengan metode RAL 4 perlakuan dengan 3 kali pengulangan per perlakuan yaitu dengan perlakuan penambahan daun R.mucronata yang diterapkan perlakuan A (1,9  mg/Kg pakan), perlakuan B (2,1 mg/Kg pakan), perlakuan C (2,3 mg/Kg) pakan, dan perlakuan D (2,5 mg/Kg pakan). Data terbaik yang dihasilkan ada diperlakuan D (2,5 mg/Kg) dengan pertumbuhan 6,98 g, FCR 1,05 efisiensi pakan 95,08% dengan SR 100% disemua perlakuan. Kualitas air yang dihasilkan seperti suhu 28,5 – 30,2°C, salinitas 31 – 33 ppt, dan pH 8,0 – 8,2 masih dalam nilai yang masih ditoleransi udang vannamei.
Suplementasi selenium terhadap kinerja pertumbuhan ikan patin Pangasius sp. yang dipelihara di media tercemar kadmium (cd) Yuniati, Dewi; Setiawati, Mia
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 8, No 2 (2024): SAT edisi September
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v8i2.22330

Abstract

Penambangan batubara di Indonesia dilakukan dengan teknik terbuka sehingga menyisakan kolong atau void. Untuk mengurangi dampak lingkungan akibat kegiatan penambangan, maka kolong bekas tambang dimanfaatkan kembali untuk kegiatan budidaya. Penelitian ini mengevaluasi suplementasi selenium dengan dosis berbeda terhadap performa ikan patin (Pangasius sp.) yang dipelihara di media yang tercemar kadmium (Cd). Selenium yang digunakan adalah selenium organik dengan dosis perlakuan masing-masing Kontrol 0 mg/kg, A 3,16 mg/kg, dan B 7,87 mg/kg. Nilai pH dipertahankan pada kisaran 6-6,5, kecuali pada perlakuan kontrol negatif. Pada media air pemeliharaan, ditambahkan kadmium dengan dosis 0,05 mg/L. Protein dan energi pada pakan yang digunakan sama untuk semua perlakuan. Padat tebar setiap akuarium yaitu 9 ekor/akuarium dengan bobot awal 8,20±0,02 g/ekor. Akuarium pemeliharaan yang digunakan berdimensi 40x50x35 cm. Ikan diberi pakan dengan frekuensi tiga kali secara at satiation. Pemeliharaan dilakukan selama 40 hari. Performa pertumbuhan pada perlakuan 7,87 mg/kg menunjukkan hasil terbaik, jika dibandingkan dengan perlakuan control positif dan perlakuan B. Kata Kunci: Ikan patin, Kadmium, Pertumbuhan, Selenium
Pengaruh Tepung Spirulina sp. Dalam Pakan Komersial Terhadap Kecerahan Ikan Zebra (Danio rerio) Dewantari, Femidila Mita; Chilmawati, Diana; Subandiyono, Subandiyono
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 8, No 2 (2024): SAT edisi September
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v8i2.22421

Abstract

Ikan zebra (Danio rerio) merupakan salah satu ikan hias yang banyak disukai karena keindahan warna tubuhnya. Warna pada ikan disebabkan karena adanya sel pigmen (kromatofor) yang ada di kulit bagian dermis. Salah satu cara meningkatkan kecerahan warna pada ikan ialah dengan memberikan sumber karotenoid yaitu Spirulina yang memiliki kandungan fikosianin dimana dapat membantu dalam meningkatkan warna biru pada ikan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh tepung Spirulina sp. dalam pakan komersial terhadap kecerahan warna ikan zebra. Penelitian ini dilaksanakan selama 40 hari pada bulan Agustus-Oktober 2023 di Laboratorium Karantina Ikan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Semarang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan tersebut yaitu dosis tepung Spirulina masing-masing A (0%), B (2%), C (4%), D (6%), dan E (8%). Ikan uji yang digunakan ialah ikan zebra dengan panjang 2,87±0,20 cm. Wadah penelitian menggunakan toples plastik volume 10L sebanyak 20 buah dengan padat tebar 10 ekor/toples. Variabel yang diamati meliputi nilai hue, sel kromatofor, TKP, pertumbuhan berat relatif, pertumbuhan panjang, RGR, dan SR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung Spirulina sp. dalam pakan komersial memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap tingkat kecerahan warna (selisih nilai hue) dan TKP, namun tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap pertumbuhan berat relatif, pertumbuhan panjang relatif, RGR, dan SR. Penambahan tepung Spirulina 4% memberikan tingkat kecerahan ikan zebra terbaik dimana selisih nilai hue sebesar 6,50±2,60°. Kualitas perairan selama penelitian masih layak untuk pemeliharaan ikan zebra (Danio rerio).
The Effect of Water Quality Dynamics on The Growth Performance of Vannamei Shrimp Litopenaeus vannamei in Intensive Ponds at CV. Daun Prima, East Java Pratiwi, Rifqah; Hariyadi, Dimas Rizky; Zahwa, M. Akhyar Defa'I; Ramadhani, Dian Eka
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 8, No 2 (2024): SAT edisi September
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v8i2.22115

Abstract

Litopenaeus vannamei shrimp is a leading fisheries commodity in Indonesia. It’s quite popular for cultivation related to strong attributes that include; fast growth, disease resistance, and high economic value. One of the successes of shrimp cultivation is greatly influenced by water quality. Water quality dynamics describes the occurrence of fluctuations in water quality in the media, which is an important factor that influences shrimp growth performance. This study aimed to evaluate the effect of water quality dynamics on the growth performance of vannamei shrimp in intensive ponds in CV. Daun Prima, East Java. The research method used is a case study which includes interviews, observation, and following all stages of the shrimp production process at CV. Daun Prima. The results showed optimal water quality, including temperatures of 27 – 31°C, brightness of 20 – 45 cm, pH of 7.5 – 8.1, dissolved oxygen of 4.50 – 5.33 mg/L, and salinity of 30 – 33 g/L. Growth performance of the shrimp produced, such as ABW of 3.55 – 15.33 grams/ind, ADG of 0.21 – 0.35 grams/day, and survival rate of 80%. Water quality dynamics in intensive ponds are stable during maintenance. Water quality parameters are within the optimal range to support the growth performance of shrimp. This study benefits shrimp farmers, industry stakeholders, and policymakers by identifying optimal water quality conditions that enhance growth performance and survival rates in vannamei shrimp farming.Keywords:  Dynamics, Growth Performance, Litopenaeus vannamei, Shrimp, Water Quality 
Efek penambahan tepung spirulina sp. dalam pakan buatan terhadap kecerahan warna dan performa pertumbuhan ikan cupang halfmoon (Betta splendens) Saidunnafi, Saidunnafi; Chilmawati, Diana; Yuniarti, Tristiana
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 8, No 2 (2024): SAT edisi September
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v8i2.23105

Abstract

Ikan cupang halfmoon (Betta splendens) memiliki nilai ekonomis tinggi di pasaran. Variasi warna dan bentuk sirip yang  beragam menjadi daya tarik ikan cupang. Warna dalam ikan disebabkan oleh adanya faktor sel kromatofor yang terdapat pada bagian dermis (kulit). Salah satu langkah untuk mendapatkan warna cerah merata dengan memberikan penambahan sumber pigmen kedalam pakan.  Salah satu sumber pigmen yaitu tepung spirulina. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh tepung spirulina terhadap warna tubuh ikan cupang halfmoon (Betta splendens). Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Karantina Ikan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Semarang pada bulan Agustus – Oktober 2023. Penelitian menggunakan metode eksperimen, rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah penambahan tepung spirulina  dalam pakan buatan dengan dosis A (0%), B (2%), C (4%), dan D (6%) dalam pakan. Ikan uji yang digunakan adalah ikan cupang jenis halfmoon dengan ukuran panjang rata-rata 5,19±0,29 cm dengan padat tebar 4 ekor/toples. Pemeliharaan ikan cupang dilakukan selama 40 hari dengan metode pemberian pakan at satiation. Pengukuran kecerahan warna menggunakan software Adobe Photoshop CS6. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung spirulina dalam pakan komersial memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap tingkat kecerahan warna, bobot mutlak, panjang mutlak, TKP,dan RGR, namun tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kelulushidupan. Berdasarkan hasil tersebut didapatkan dosis terbaik penambahan tepung spirulina yaitu pada dosis 6% yang menghasilkan selisih nilai hue sebesar (16±1,03).
Maskulinisasi Ikan Cupang (Betta splendens) Menggunakan Propolis dengan Lama Perendaman Berbeda Atikah, Hasna; Yuniarti, Tristiana; Hastuti, Sri
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 8, No 2 (2024): SAT edisi September
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v8i2.21134

Abstract

Ikan cupang (Betta splendens) berkelamin jantan merupakan salah satu jenis ikan hias yang sangat diminati oleh masyarakat karena memiliki keunggulan pada bentuk dan warnanya. Namun, ikan jantan lebih populer sebagai hewan peliharaan estetik yang menyebabkan kondisi ini berdampak pada peningkatan permintaan dan menimbulkan masalah terkait pengendalian populasi berjenis kelamin jantan. Upaya untuk memperoleh persentase jantan dapat dilakukan dengan maskulinisasi perendaman embrio dalam propolis yang terdiri dari chrysin yang dalam penelitian sebelumnya memiliki banyak hormon testosteron yang mengarahkan kelamin menjadi jantan. Penelitian ini dilaksanakan pada 16 Mei – 16 Juli 2023 di Tlogo Betta Semarang, Jawa Tengah. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah pengaruh lama waktu perendaman yang berbeda, yaitu perlakuan A (0 jam), B (20 jam), C (24 jam), D (28 jam), dan E (32 jam). Bahan uji yang digunakan yaitu embrio ikan cupang fase bintik mata, larutan propolis 100µL/L, dan ethanol 98%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman dengan lama waktu yang berbeda memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap persentase jantan dan betina, sedangkan kelulushidupan tidak berpengaruh nyata (P>0.05). Hasil perendaman embrio dalam propolis dengan lama waktu perendaman yang berbeda memberikan pengaruh nyata terhadap persentase kelamin jantan dan betina ikan cupang serta lama waktu perendaman yang terbaik adalah pada perlakuan C dengan lama waktu perendaman 24 jam menghasilkan persentase kelamin jantan sebesar 65,35%.
Pengaruh Tepung Spirulina (Arthrospira plantesis) dalam Pakan terhadap Kecerahan Warna Koi (Cyprinus carpio) Purwanto, Teddy Ezranovika; Subandiyono, Subandiyono; Chilmawati, Diana; Hastuti, Sri
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 9, No 1 (2025): SAT edisi Maret
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v9i1.23831

Abstract

Koi (Cyprinus carpio) adalah salah satu ikan hias yang banyak diminati di Indonesia karena warna tubuh yang mencolok dan indah. Warna yang ditampilkan adalah hasil dari kromatofor yang ada pada bagian kulit ikan. Salah satu cara untuk meningkatkan kecerahan warna dari ikan adalah dengan menambahkan suplemen dalam pakan. Contoh suplemen untuk warna ikan adalah karotenoid. Spirulina adalah salah satu karotenoid yang memiliki kandungan beta karoten. Beta karoten dapat membantu meningkatkan kecerahan warna jingga dan kuning pada ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh tepung Spirulina dalam pakan terhadap kecerahan warna dan pertumbuhan koi, dan untuk menentukan dosis tepung Spirulina terbaik di dalam pakan untuk kecerahan warna dan pertumbuhan koi. Penelitian ini dilaksanakan di Mina Papilon Farm, Jalan Raya Parakan, Jetis Selatan, Temanggung, pada bulan Januari sampai Februari 2024 selama 40 hari. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yaitu rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan tersebut adalah penambahan Spirulina dalam pakan uji masing-masing untuk A (0%), B (0,5%), C (1%), dan D (1,5%). Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah jumlah kromatofor, laju pertumbuhan relatif (RGR), laju pertumbuhan spesifik (SGR), dan tingkat kelulushidupan (SR). Nilai kualitas air dianalisis secara deskriptif. Ikan uji yang digunakan adalah koi dengan panjang rata-rata 7±1 cm. Wadah penelitian menggunakan ember dengan volume 5,4 liter sebanyak 20 buah dengan padat tebar 1 ekor/liter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung Spirulina dalam pakan memberikan pengaruh (P<0,05) terhadap kecerahan warna ikan namun tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap laju pertumbuhan relatif, laju pertumbuhan spesifik, dan tingkat kelulushidupan ikan. Tepung Spirulina 1 % dan 1,5 % memberikan tingkat kecerahan warna yang lebih baik dibandingkan tepung Spirulina 0% pada koi (probabilitas 95%). Dosis tepung Spirulina 0 - 1,5% memberikan pengaruh yang sama pada pertumbuhan koi. Kualitas perairan masih layak untuk pemeliharaan koi (Cyprinus carpio).