cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl Prof Soedarto, SH Kampus Tembalang, Semarang 50275
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 26210525     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 191 Documents
Analisis hubungan parameter fisika kimia kualitas air dengan total Vibrio spp. pada tambak udang vaname yang diberikan probiotik jamur Rizaldi, Rahmat; Sabdaningsih, Aninditia; Ayuningrum, Diah; Bahry, Muhammad Syaifudien
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 9, No 1 (2025): SAT edisi Maret
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v9i1.24421

Abstract

Penyakit vibriosis yang disebabkan oleh tingginya kelimpahan Vibrio spp. telah menyebabkan kerugian besar pada budidaya Udang Vaname. Probiotik jamur memiliki potensi sebagai probiotik untuk tambak udang yang berperan dalam menekan kelimpahan bakteri Vibrio spp. dan menjaga kualitas air tambak. Tujuan utama penelitian ini adalah mengetahui kemampuan variabel suhu, salinitas, pH, dan oksigen terlarut sebagai indikator total Vibrio spp. pada tambak Udang Vaname yang diberikan probiotik jamur. Penelitian dimulai dari bulan September 2023 hingga bulan Maret 2024. Metode pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling yaitu sampel diambil pada satu titik yang sama. Sampel yang diambil adalah sampel air tambak Udang Vaname di Balai Budidaya Ikan Air Payau dan Laut (BBIAPL) Karanganyar, Semarang setiap 1 minggu sekali dengan total 7 kali sampling pada masing-masing kolam : Kolam C (tanpa pemberian probiotik) dan Kolam T (perlakuan probiotik jamur). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kelimpahan bakteri Vibrio spp. pada Kolam C yaitu 5,93 102 CFU/ml yang artinya memiliki rata-rata kelimpahan bakteri Vibrio spp. yang lebih banyak dibandingkan dengan rata-rata total Vibrio spp. pada Kolam T yaitu 4,84 102 CFU/ml. Berdasarkan uji korelasi antara variabel total Vibrio spp. sebagai variabel terikat dengan variabel suhu, salinitas, pH, dan oksigen terlarut sebagai variabel bebas menunjukkan bahwa variabel yang memiliki nilai pearson correlation (R) dengan total Vibrio spp. yang tinggi pada kedua perlakuan tambak adalah pH air. Nilai R pada kolam C dan T masing-masing yaitu 0,769 dan 0,524, tetapi hubungan kedua variabel tersebut hanya signifikan pada Kolam C. Oleh karena itu, variabel derajat keasaman air (pH) memiliki peluang untuk dijadikan indikator total Vibrio spp. pada tambak Udang Vaname tanpa perlakuan probiotik jamur. Kata kunci : hubungan, jamur, kualitas air, probiotik, Vibrio spp.
The effect of adding shrimp shell meal in feed as an additional mineral source in aquaculture vannamei shrimp (Litopenaeus vannamei) in freshwater Scabra, Andre Rachmat; Murtadha, Hasan Murtadha; Diniariwisan, Damai Diniariwisan
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 9, No 1 (2025): SAT edisi Maret
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v9i1.24343

Abstract

Vannamei shrimp have euryhaline properties, which are biota that can survive in a wide salinity, this ability opens up great opportunities for farmers to develop vannamei shrimp farming in freshwater. However, the problem faced by vannamei shrimp farmers in freshwater media is that their growth is less than optimal due to mineral deficiencies. The need for minerals in aquatic biota depends on the type, reproduction, environment and the ability of biota to absorb minerals from the environment. Aquatic biota has the ability to absorb minerals in the water but not optimally, so it is very important to add mineral content in the feed, one of which is calcium. Calcium can be obtained from shrimp shells or shells which can be used as an additional mineral source that can be applied in commercial shrimp feed because it contains 25-40% protein and 45-50% calcium carbonate. This study aims to determine the effect of the addition of shrimp shell flour in feed on the growth and survival of freshwater vannamei shrimp. The treatments in this study were P1 without the addition of shrimp shell meal, P2 with the addition of 1% shrimp shell meal, P3 with the addition of 2% shrimp shell meal, P4 with the addition of 3% shrimp shell meal and P5 with the addition of 4% shrimp shell meal. Where the best treatment in this study is in the P5 (4%) treatment with the addition of shrimp skin flour. Treatment P5 (4%) has a specific weight of 3.32%, specific length of 3.32%, feed conversion ratio of 1.13 and survival rate of 35%.
Inventarisasi endoparasit pada budidaya ikan kakap putih (Lates carcarifer) di keramba jaring apung Linayati, Linayati -; Mardiana, Tri Yusufi; Situmeang, Doddy Al Kaffy Niwal; Sihombing, Juita Lusiana; Yahya, Muhammad zulkham
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 9, No 1 (2025): SAT edisi Maret
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v9i1.25786

Abstract

Abstrak Keramba jaring apung adalah salah satu metode budidaya kakap putih. Salah satu masalah yang muncul adalah serangan penyakit yang disebabkan oleh endoparasit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis dan tingkat pravelensi endoparasit yang menyerang ikan kakap putih. Lokasi pengambilan sampel adalah salah satu KJA di Desa Tapian Nauli I, Kabupaten Tapanuli. Di Desa tersebut banyak ditemukan kegiatan budidaya dengan keramba jaring apung. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 50 ekor kakap putih dengan ukurang 31–32 cm. Pengamatan dilakukan di laboratorium Akademi Komunitas Negeri Sibolga dengan hasil Jenis endoparasit yang menginfeksi saluran pencernaan ikan kakap putih adalah cacing Rhadinorhynchus bicircumspinis dengan tingkat pravelensi 56 % serta nilai derajat infeksinya 2.67 ind/ekor yang dikategorikan rendah. Kualitas air pada penelitian ini dikatagorikan layak yaitu Suhu 23 – 24°C, DO 13,6 mg/L, salinitas 20 ppt, kecerahan 5 m, kedalaman 6–7 m serta pH 7. Kata kunci: Endoparasit, ikan kakap putih, KJA, Rhadinorhynchus Abstract Floating net cages are one method of cultivating for Barramundi. One of the problems that arise is disease attacks caused by endoparasites. The purpose of this study was to determine the type and prevalence of endoparasites that attack Baramundi The sampling location was Tapian Nauli I Village, Tapanuli Regency. In the village, there are many aquaculture activities with floating net cages. The number of samples used was 50 white snapper with a size of 31–32 cm. Observations were made in the laboratory of the Sibolga State Community Academy with the results that the type of endoparasite that infects the digestive tract of Barramundi in Tapian Nauli Village I is Rhadinorhynchus bicircumspinis  with a prevalence rate of 53.3 %% and the value of the degree of infection is 2.67 / fish which is categorized as low. The water quality in this study was categorized as feasible, namely temperature 23 – 24 °C, DO 13.6 mg/L, salinity 20 ppt, brightness 5 m, depth 6-7 m, and pH 7. Keywords: Endoparasites,Barramundi, KJA, Rhadinorhyncus 
The Potential of Biostimulants to Enhance the Growth of Kappaphycus alvarezii (Rhodophyta) Propagules Fadilah, Siti; Septiana, Shinta; sumiarsih, Sumiarsih; Wulan, Dyah Retno; khaerudin, Khaerudin; Prama, Ega Aditya; Putri, Lala Priyantika Adinda
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 9, No 1 (2025): SAT edisi Maret
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v9i1.25348

Abstract

Kappaphycus alvarezii is a globally significant tropical red seaweed renowned for its carrageenan content. While tissue culture is a valuable technique for enhancing seedling quality and stress resilience in vegetative propagation, it is time-consuming and costly. Biostimulants have demonstrated the potential to enhance plant growth. This study aimed to evaluate the potential of biostimulants in enhancing the growth of K. alvarezii propagules. Three different biostimulant products were tested: biostimulant A (amino acid-based), biostimulant B (bacteria-based), and biostimulant C (seaweed extract-based). Each biostimulant was applied at two different concentrations and compared to a negative control and a positive control. Artificial seawater enriched with PES and supplemented with biostimulants according to the treatment was used as the growth medium. Growth of K. alvarezii propagules was monitored weekly, with the primary parameters being propagule weight and specific growth rate. Growth medium quality was assessed by in situ pH measurements and ex situ nitrate and phosphate analyses. Fermented biostimulants negatively impacted growth by reducing the pH of the culture medium, while biostimulant B (photosynthetic bacteria) maintained a near-neutral pH and showed the most promising results, with treatment B2 displaying stable growth and treatment B1 achieving the highest specific growth rate at week 6. Though treatments A1 and A2 showed higher nitrate and phosphate concentrations, these did not correlate with improved growth, likely due to the low pH. While these findings suggest the potential of photosynthetic bacteria for K. alvarezii growth, further research is necessary to fully understand the underlying mechanisms and to develop strategies to overcome the limitations associated with the acidic nature of fermented biostimulants.
Efektivitas Penambahan Probiotik Biobac Fish-838 Pada Pakan Buatan Terhadap Pertumbuhan, FCR dan Efisiensi Pemanfaatan Pakan Ikan Nila Nalin (Oreochromis sp.) Syakirin, Mohammad Bahrus; Linayati, Linayati; Mardiana, Tri Yusufi; Ariadi, Heri; Rabbani, Nauval; Wulannoto, Hendri
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 9, No 1 (2025): SAT edisi Maret
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v9i1.24967

Abstract

Probiotik Biobac fish- 838 merupakan salah satu produk prbiotik yang mengandung bakteri yang berpotensi membantu memperbaiki paramater biologis ikan termasuk ikan nila salin. Penelitian ini ditujukan untuk mengkaji pengaruh perbedaan dosis probiotik Biobac Fish-838 dan mendapatkan dosis terbaik dalam pakan buatan terhadap pertumbuhan, efisiensi pemanfaatan pakan dan FCR ikan nila salin. Mengaplikasikan penelitian eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), meliputi 4 perlakuan dan 3 replikasi per perlakuan ditambah dengan dosis pemberian probiotik Biobac Fish-838, yaitu pakan 0 mL.kg-1 (A), 5 mL.kg-1 pakan (B), 10 mL.kg-1 pakan (C), 15 mL.kg-1 pakan (D). Parameter yang diamati adalah pertumbuhan, FCR, Efisiensi Pakan dan kualitas air. Ikan nila salin diberikan pakan secara adlibitum per hari dan frekuensi pakan sebanyak 3 kali sehari selama 30 hari. Hasil penelitian menunjukan bahwa ikan nila salin yang diberi perlakuan probiotik 10 mL.kg-1 pakan menghasilkan rerata pertumbuhan biomassa tertinggi sebesar 58,00 g dengan  FCR 1,11 dan Efisiensi Pakan mencapai 90,27%, sedangkan kualitas air pemeliharaan dihasilkan suhu 27–31°C, pH 7,1–7,6 , salinitas 20–22 ppt dan DO 4,2–4,8 ppm.
Kelayakan Kualitas Air dan Tanah Budidaya Segmentasi Pembesaran di Kecamatan Kemang Kabupaten Bogor Supriyono, Eddy; Nurussalam, Wildan; Rirojoyo, Gerald P P; Faturochman, Ilman; Rohman, Rohman; Hastuti, Sri; Mahmud, Moh Burhanuddin
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 9, No 1 (2025): SAT edisi Maret
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v9i1.26209

Abstract

Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor khususnya pada Desa Tegal merupakan suatu wilayah atau lokasi yang memiliki luas 4 hektar, luas tersebut sudah dan akan dijadikan untuk kolam budidaya segmentasi pembesaran. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kelayakan kualitas air dan tanah di Desa Tegal, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor sebagai lokasi kegiatan perikanan budidaya segmentasi pembesaran.  Pengambilan serta pengukuran sampel air dilakukan secara langsung (in situ) dan juga tidak langsung (ex situ) pada titik uji lokasi sejumlah 3 titik. Selain itu dilakukan juga pengambilan serta pengukuran sampel tanah, pemetaan menggunakan GPS. Kualitas air yang berada pada titik uji lokasi memiliki hasil dominan pada kategori S2 (Sesuai), hasil tersebut dapat diartikan lokasi tersebut layak untuk dijadikan lokasi budidaya perairan. Kualitas tanah pada lokasi tersebut masuk ke dalam kategori tidak sesuai (N), maka perlu dilakukannya perlakuan agar kualitas tanah menjadi baik untuk budidaya perairan.
Penggunaan Media Tanam Berbeda Terhadap Performa Pertumbuhan Ikan Mas (Cyprinus carpio), Pakcoy (Brassica rapa L.) dan Kualitas Air Pada Sistem Akuaponik Skala Komersial Aji, Nisa Pamesty Rahma; Prayitno, S. Budi; Harwanto, Dicky; Sarjito, Sarjito
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 9, No 1 (2025): SAT edisi Maret
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v9i1.24978

Abstract

Industri akuakultur memegang peran dalam pemenuhan kebutuhan protein, sehingga ketersediaan lahan sangat dibutuhkan sebagai tempat budidaya ikan. Urban farming dapat dijadikan alternatif dalam kebutuhan pangan, karena sistem ini memanfaatkan lahan sempit yang diharapkan dapat memperoleh produktivitas yang tinggi dengan lahan terbatas. Salah satu sistem tersebut adalah akuaponik yang merupakan gabungan antara akuakultur resirkulasi dan hidroponik. Perlakuan yang digunakan berupa perbedaan media tanam dengan satuan percobaan berupa pipa paralon berjumlah 3 buah/sistem (14 lubang/pipa) dan 120 ekor/kolam. Prosedur penelitian yang dilakukan yaitu mempersiapkan alat dan bahan, persiapan wadah serta sistem, persiapan tanaman, penebaran benih, pemeliharaan ikan, dan monitoring sistem. Data yang dikumpulkan meliputi nilai SGR, SR, FCR, pertumbuhan bobot mutlak ikan mas, panjang mutlak ikan mas, pertumbuhan panjang dan jumlah daun tanaman pakcoy yang dianalisis menggunakan uji Independent T-Test. Kualitas air kolam dianalisis secara deskriptif. Hasil nilai performa pertumbuhan ikan mas terbaik pada media tanam arang sekam diantaranya bobot mutlak (16,305 g), panjang mutlak (4,29 cm), SGR (2%/hari). Media tanam arang sekam memberikan pertumbuhan tanaman terbaik berupa panjang mutlak tanaman (2,87 cm), rerata jumlah daun (7,45 helai), SR ikan mas (70,83%), dan FCR ikan mas (1,67). Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa media tanam yang berbeda memberikan hasil yang berbeda terhadap pertumbuhan ikan mas dan tanaman pakcoy. Media tanam arang sekam memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan ikan mas pada sistem akuaponik, sedangkan media tanam sabut kelapa memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan tanaman pakcoy. Performa kualitas air pada kedua media yang berbeda memberikan nilai yang optimal.
Pengaruh Ekstrak Rimpang Lengkuas Merah (Alpinia purpurata) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Aeromonas salmonicida Sariati, Woro Nur endang
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 9, No 1 (2025): SAT edisi Maret
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v9i1.26309

Abstract

Penyakit Furunculosis adalah penyakit yang ditimbulkan dari infeksi bakteri Aeromonas salmonicida yang dapat mengakibatkan kematian masal pada ikan mas yang dibudidayakan. Lengkuas merah (Alpinia purpurata) menjadi salah satu tanaman yang sering dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai obat herbal. Zat aktif minyak atsiri, kuinon dan flavonoid yang terkandung pada rimpang lengkuas merah diketahui memiliki manfaat sebagai antimikroba. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan nilai konsentrasi dari ekstrak lengkuas merah yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Aeromonas salmonicida. Pada penelitian digunakan lengkuas merah yang telah diekstrak menjadi lima konsentrasi (100%, 80%, 60%, 40%, dan 20%), serta menggunakan bakteri uji Aeromonas salmonicida. Pada konsentrasi 20% terbentuk zona hambat dengan diameter 18 mm dan pada konsentrasi 100% terbentuk zona hambat 24 mm.
Perendaman telur ikan koi (cyprinus rubrofuscus) dalam susu kambing etawa dengan dosis berbeda terhadap telur tidak lengket dan daya tetas telur Bagus Pratama, Muhammad Ibaneza; Yuniarti, Tristiana; Rejeki, Sri
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 9, No 1 (2025): SAT edisi Maret
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v9i1.26197

Abstract

Distribusi oksigen seringkali terganggu karena sifat telur ikan koi yang adhesif, sehingga mengganggu perkembangan embrio, serta berakibat pada kegagalan penetasan telur. Susu kambing etawa mengandung lemak yang dapat mendegradasi glIkoprotein, sehingga mengurangi sifat adhesif telur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perendaman telur ikan koi (Cyprinus rubrofuscus) dalam susu kambing etawa dengan dosis berbeda terhadap telur tidak lengket dan daya tetas telur, serta mengetahui  dosis yang memberikan hasil terbaik. Bahan uji, yaitu telur ikan koi sebanyak 15 g  yang setiap ulangannya 1 g telur (252-258 butir) dan susu kambing etawa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan RAL 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diuji adalah dosis susu kambing etawa, yaitu 0 g/L, 5 g/L, 10 g/L, 15 g/L dan 20 g/L yang direndam selama 25 menit. Data yang diamati, meliputi persentase telur tidak lengket, FR, HR, dan SR. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa perendaman telur ikan koi (Cyprinus rubrofuscus)  dalam susu kambing etawa berpengaruh  nyata (P<0,05) terhadap persentase telur tidak lengket  dan daya tetas telur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telur yang direndam dalam dosis P5 (20 g/L) memberikan efek terbaik, yaitu telur tidak lengket 72,17±1,12%, FR 73,60±1,16, HR 82.32±1,94%, SR 92,49 ± 2,27.
Strategi pemasaran hasil panen akuakultur pada berbagai level pokdakan di Kabupaten Banyumas Salim, Rahmad Aditya; Elfitasari, Tita; Harwanto, Dicky
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 9, No 1 (2025): SAT edisi Maret
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v9i1.22147

Abstract

Kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) adalah kumpulan pembudidaya ikan yang terorganisir, mempunyai pengurus, aturan – aturan serta tumbuh dan berkembang atas dasar perasaan saling tertarik, karena kebutuhan akan tukar menukar informasi untuk saling melengkapi dan kesamaan kepentingan dan kesamaan kondisi lingkungan (sosial, ekonomi dan sumberdaya) untuk mengembangkan usaha perikanan anggotanya. Pokdakan terbagi menjadi 3 level, yaitu level pemula, madya dan utama. Pemasaran merupakan bagian tak terpisahkan dari budidaya ikan karena dengan pemasaran produk yang diproduksi dapat sampai ke tangan kosumen. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan strategi pemasaran antara level pemula, madya dan utama. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kualitatif. Responden merupakan anggota pokdakan di Kabupaten Banyumas sejumlah 8 orang dan 1 informan sebagai penguji keabsahan sumber data penelitian. Hasil temuan penelitian menunjukkan perbedaan strategi pemasaran antar pokdakan lebih disebabkan karena kebijakan tiap-tiap pokdakan dalam mengenali dan menyelesaikan masalah yang mereka hadapi bukan disebabkan karena perbedaan level pokdakan. Tidak banyak perbedaan antara pokdakan level pemula dan madya dalam aspek pemasaran.