cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl Prof Soedarto, SH Kampus Tembalang, Semarang 50275
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 26210525     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 191 Documents
Kombinasi Pupuk Walne dan Pupuk Guillard Terhadap Pertumbuhan Chlorella sp. Skala Laboratorium Lestari, Dian; Ela, Nur; Yuniati, Dewi; -, Darsiani; Nasyrah, Adiara Firdhita Alam; Nur, Rahmi
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 9, No 2 (2025): SAT edisi September
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v9i2.27493

Abstract

Chlorella sp. salah satu jenis fitoplankton yang sering dimanfaatkan dalam pembenihan organisme laut dihampir semua hatchery ikan atau udang. Hal ini dikarenakan, Chlorella sp. memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi yakni mengandung protein sebesar 51-58%, karbohidrat 12-17%, lemak 14-22%, dan asam nukleat 4-5% Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi pupuk walne dan pupuk guillard terhadap pertumbuhan Chlorella sp. skala laboratorium. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Perikanan SMKN Rea Timur, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan meliputi walne 0,5 mL/L (kontrol) pada perlakuan A, walne 0,3 mL/L dikombinasi dengan guillard 0,2 mL/L pada perlakuan B, walne 0,2 mL/L dikombinasi dengan guillard 0,3 mL/L perlakuan C dan guillard 0,5 mL/L pada perlakuan D. Parameter uji meliputi kepadatan dan laju pertumbuhan harian serta analisis data menggunakan One Way ANOVA untuk mengetahui nilai signifikan dari pengaruh perlakuan yang diberikan. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa kombinasi pupuk walne dan pupuk guillard memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan Chlorella sp. skala laboratorium. Perlakuan B dengan dosis Walne 0,3 mL/L + guillard 0,2 mL/L memperoleh pertumbuhan yang paling baik untuk Chlorella sp. skala laboratorium.
Budidaya Intensif: Dinamika Kualitas Air Terhadap Performa Udang Vaname (Litopenaneus vannamei) Dengan Padat Tebar Berbeda Akbarurrasyid, Muhammad; Sudinno, Dinno; Prajayati, Vini Taru Febriani; Handayani, Dwi Fitri
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 9, No 2 (2025): SAT edisi September
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v9i2.26781

Abstract

Kualitas air merupakan faktor penentu dalam kegiatan budidaya Litopenaeus vannamei. Dinamika kualitas air pada tambak berlangsung secara cepat dan saling terkait antara komponen sehingga berdampak pada performa L. vannamei. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika kualitas air terhadap performa L. vannamei. Penelitian dilaksanakan di Pandeglang, Banten selama 3 bulan (September s.d November 2024). Tambak yang diamati sebanyak 2 petak dengan luasan 2.500 M2 per petak (padat tebar 136 Ekor m-2 dan 150 Ekor m-2). Hasil penelitian dinamika kualitas air terhadap performa L. vannamei dengan padat tebar berbeda menunjukan bahwa parameter suhu, salinitas, kecerahan, alkalinitas, nitrit dan TOM optimal menunjang kegiatan budidaya. Sedangkan parameter mengalami fluktuasi melebihi batas yang dipersyaratkan, yaitu: ammonium, pH dan nitrat. Hasil uji korelasi menujukan bahwa perbedaan padat tebar berpengaruh terhadap fluktuasi dan tingkat korelasi parameter kualitas air budidaya. Sedangkan hasil uji regresi MBW terhadap kualitas air secara berturut-turut yakni: R2 = 0.9084 (tambak 1) dan R2 = 0.9253 (tambak 2). Hasil korelasi ABW terhadap kualitas air secara berturut-turut yakni: R2 = 0.9214 (tambak 1) dan R2 = 0.9114 (tambak 2). Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat kelangsungan hidup terhadap kualitas air secara berturut-turut yakni: R2 = 0.9963 (tambak 1) dan R2 = 0.9962 (tambak 2). Secara umum, dinamika kualitas air, hasil uji korelasi dan regresi kualitas air terhadap performa L. vannamei mendukung pertumbuhan dan kelangsungan hidup udang.
Efektifitas penambahan tepung jinten hitam (Nigella sativa L.) pada pakan terhadap kinerja pertumbuhan benih ikan bandeng (Chanos chanos) Mardiana, Tri Yusufi; Linayati, Linayati; Nugraha, Mada Widi; Oktaviani, Nila; Yahya, Muhammad Zulkham; Nisa, Silvianita Khoirun; Asyari, Hasanudin; Pamungkas1, Muhammad Aji Bagus; Maharani, Kayla; Madusari, Benny Diah
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 9, No 2 (2025): SAT edisi September
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v9i2.26986

Abstract

Ikan bandeng menjadi daya tarik tersendiri untuk menjadi salah satu sumber nutrisi hewani. Pertumbuhan ikan bandeng harus dipacu salah satu dengan penambahan feed additive dengan bahan jinten hitam. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh dan dosis terbaik tepung jinten hitam yang ditambahkan ke pakan terhadap parameter pertumbuhan benih ikan bandeng. Pengujian menggunakan benih ikan bandeng berukuran 5 – 6 cm yang diisi 10 ekor perwadah uji menggunakan toples berkapasitas 16L dengan takaran 1 ekor/ L air payau. Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan 3 replikasi digunakan untuk rancangan percobaan dengan dosis pakan uji dengan tepung jinten hitam yang telah ditetapkan yaitu: A (0 g/100 g pakan); B (2,5 g/100 g pakan); C (3,5 g/100 g pakan); dan D (4,5 g/100 g pakan). Pemberian pakan dilakukan sebanyak 3 kali dengan frekuensi 5% dari total biomassa per wadah tiap harinya. Hasil penelitian mendapatkan hasil terbaik yaitu pertumbuhan biomassa mutlak 10.47±0.08c g dengan efisiensi pakan mencapai 71.57±1.00c % dan nilai FCR 1.81±0.04c yang dihasilkan pada perlakuan B (2,5 g/ 100 g pakan) dan perlakuan A menghasikan pertumbuhan biomassa terendah yaitu 7.12±0.04d g dengan efisiensi pakan mencapai 55.32±0.88d % dan nilai FCR 1.81±0.04a. SR mencapai 100% disemua perlakuan dan kualitas air yang optimal antaranya suhu 26 - 30°C, salinitas 18–19 ppt, DO 3,12 – 5,08 ppm, dan pH mencapai 7,32 – 8,80. Kata kunci: Efisiensi pakan, FCR, ikan bandeng, jinten hitam, pertumbuhan 
The effect of supplementary feeding with cabbage (Brassica oleracea L.) at different time intervals on the growth of gourami fish (Osphronemus goramy) Syah, Ibrahim Brilian; Nugroho, Ristiawan Agung; Yuniarti, Tristiana; Andhikawati, Aulia
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 9, No 2 (2025): SAT edisi September
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v9i2.27832

Abstract

Ikan gurami (Osphronemus goramy) merupakan ikan asli perairan Indonesia yang sudah menyebar ke seluruh perairan Asia Tenggara dan Cina. Pertumbuhan produksi ikan gurami yang meningkat berbanding lurus dengan biaya pakan yang tinggi, oleh karena itu upaya untuk menekan biaya produksi pakan ikan gurami (Osphronemus goramy) dapat dilakukan melalui perbaikan kombinasi pakan yang mampu menghasilkan pertumbuhan ikan secara optimal dengan cara pemberian pakan tambahan kubis yang mudah didapatkan dan berharga murah dengan interval waktu yang berbeda terhadap pembesaran ikan gurami (Osphronemus goramy). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan tambahan kubis dengan interval waktu pemberian pakan yang berbeda terhadap pertumbuhan ikan gurami dan mengetahui  interval waktu pemberian terbaik pakan tambahan kubis. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan 3 kali ulangan dengan pemberian pakan dengan interval waktu yaitu A (interval waktu 0 hari), B (1 hari), C (2 hari) dan D (3 hari). Ikan uji yang digunakan yaitu ikan gurami ukuran rata-rata 8,9±0,1 cm dengan bobot rata-rata 10,5±0,24 gram/ekor. Wadah pemeliharan ikan gurami menggunakan hapa berukuran (1x1x1 m). Padat tebar per hapa 30 ekor/m2 dengan lama pemeliharaan 42 hari. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pakan tambahan kubis dengan interval waktu yang berbeda terhadap pembesaran ikan gurami hanya berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap total konsumsi pakan (TKP) pada perlakuan A (0 hari) yang menghasilkan TKP (511,6±37,8gr), namun tidak berpengaruh nyata terhadap rasio konversi pakan (FCR), laju pertumbuhan relatif (RGR), pertumbuhan bobot dan panjang mutlak serta kelulushidupan (SR). Kualitas air menunjukan cukup optimal dengan hasil suhu 21-28,4℃, pH 7-8,5 dan DO 2,6-9 mg/L.
Fine Bubble Technology in Aquaculture: A Review of Enhanced Nutrient Uptake El Java, Achmad Syah Nizar; Haetami, Kiki; Putri, Triwidiyanti Rosmayani; Putra, Agustinus; Rizkia, Syifa Nur; Goenisa, Jihan; Humaira, Najma
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 9, No 2 (2025): SAT edisi September
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v9i2.28538

Abstract

Freshwater aquaculture in Indonesia encounters critical challenges related to production efficiency and environmental sustainability, where feed costs account for 60–70% of operational expenses, and conventional aeration systems achieve only 8–15% oxygen transfer efficiency while inducing excessive turbulence that stresses fish. This study aims to systematically review fine bubble technology applications to improve nutrient absorption efficiency in freshwater aquaculture systems. A comprehensive literature search was performed across ScienceDirect, SpringerLink, PubMed, Google Scholar, and nationally accredited journals from 2013 to 2024 using the keywords “fine bubble,” “microbubble,” “nanobubble,” and “nutrient absorption” with Boolean operators. Selected articles focused on peer-reviewed studies addressing fine bubble implementations and nutrient absorption mechanisms in freshwater aquaculture. The findings reveal that fine bubble technology, comprising microbubbles (10–50 μm) and nanobubbles (<1 μm), demonstrates outstanding performance by achieving 85–95% oxygen transfer efficiency compared to conventional systems (8–15%), maintaining dissolved oxygen levels up to 25.39 mg/L while reducing ammonia by 83.33%. In recirculating aquaculture systems (RAS), this technology significantly enhanced biomass growth, improved feed conversion ratios from 1.8 to 1.4, reduced energy consumption by 30–40% (1.2–2.0 kWh/kg O₂ vs. 2–4 kWh/kg O₂), and ensured uniform oxygen distribution with minimal turbulence stress. Practically, these results suggest that fine bubble technology holds transformative potential for sustainable freshwater aquaculture intensification by optimizing nutrient uptake efficiency, improving water quality, and reducing energy costs. This technology is highly recommended for application in RAS and aquaponic systems, while further research is needed to develop cost-effective solutions for small-scale farmers and integrate IoT-based monitoring systems to support broader commercial scalability.
Efektivitas dari Vaksin Inaktif Edwardsiella tarda Menggunakan Adjuvan Polimerik Alami dari Nanopartikel Ekstrak Biji Salvia hispanica L.Terhadap Kesehatan Ikan Pangasianodon hypophthalmus Jayanti, Shara; Fauzi, Muhammad Evan; Primasari, Kartika; Hamdani, Hamdani; Maretha, Zayafika; Fikriyah, Amiqatul; Syofriani, Syofriani
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 9, No 2 (2025): SAT edisi September
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v9i2.28552

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian vaksin E. tarda inaktif dengan adjuvan nanopartikel ekstrak Salvia hispanica L terhadap kesehatan ikan patin. Pembuatan nanopartikel kitosan - ekstrak herbal dilakukan dengan menimbang 1gram ekstrak herbal biji Salvia hispanica L. dalam tabung reaksi. Adjuvan dibuat dari ekstrak herbal, kemudian dilarutkan dalam 35 mL etanol absolut dan dicampur dengan 15 ml air suling dalam gelas kimia 2000 mL, kemudian ditambahkan 100 mL larutan yang terdiri dari 0,1 gram kitosan dalam 100 ml larutan asam asetat glasial 1% ditambahkan secara bertahap ke dalam campuran, kemudian larutan yang terdiri dari 0,035 gram NaTPP dalam 350 ml air suling ditambahkan, sambil diaduk dengan kecepatan stabil selama 2 jam menggunakan pengaduk magnetik. Analisis ukuran partikel adalah 135,21 nm. Nilai (IC50) adjuvant nanopartikel adalah 11,2 mg/L. Hasil penelitian menunjukkan jumlah sel eritrosit paling sedikit berasal dari ikan yang diberi perlakuan E (vaksinasi dan adjuvan dengan dosis 2 IC50) dengan nilai 2,05 x 106 sel / mm3 masih dalam ambang batas normal dan jumlah leukosit paling banyak juga terdapat pada ikan E dengan nilai 6,96 x 104 sel/mm3,hal ini ditutupi oleh persentase hematokrit terendah juga pada ikan yang diberi perlakuan E yaitu sebesar 15%. Penurunan kadar hematokrit ini menjadi indikator bahwa vaksin yang diberikan pada ikan mempunyai hubungan korelasi positif yang ditandai dengan peningkatan sel fagosit berupa monosit (5%) dan limfosit (85%) yang berarti antibodi pada ikan yang diberi perlakuan E paling optimal menghasilkan antibodi dari plasma sel limfosit B dan ikan perlakuan E memiliki nilai ABW (97.5 grams), ADG (0.43 grams/hr) and SR (97.5%).
Uji fitokimia dan efektivitas anti bakteri pada rhizophora mucronata terhadap bakteri Vibrio harvei serta potensinya untuk pertumbuhan udang vaname (Litopenaeus vanname) Linayati, Linayati -; Mardiana, Tri Yusufi; Adimahsyaf, Nur Fadhilah; Purnama, Candra Adi; Maghfiroh, Maghfiroh; Samara, Syifania Hanifah; Rahmawati, Aulia
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 9, No 2 (2025): SAT edisi September
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v9i2.27440

Abstract

Abstrak Budidaya udang vaname kerap menghadapi permasalahan seperti serangan penyakit vibriosis dan mahalnya pakan komersil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun Rhizophora mucronata melalui daya hambatnya terhadap bakteri vibrio harveyi dan potensinya terhadap pertumbuhan udang vaname. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan untuk mengetahui pertumbuhan yaitu penambahan Ekstrak daun R. mucronata dengan dosis: A (2.5 mg/kg pakan), B (2,8 mg/kg pakan), C (3,1 mg/kg pakan), D (3,4 mg/kg pakan). Uji daya hambat bakteri menggunakan metode kertas cakram dengan konsentrasi ekstrak daun Rhizopora mucronata sebesar o %, 25 %, 50 % dan 75 %. Hasil penelitian menunjukan      rata-rata pertumbuhan tertinggi didapat dari perlakuan D sebesar 6,51 g dengan FCR sebesar 1,15 dan Survival Rate mencapai 100%. Dan dalam konsentrasi 75% ekstrak Rhizophora mucronata juga menghasilkan kemampuan daya hambat kuat terhadap bakteri bakteri V. harveyi Kata kunci: Ekstrak Rhizophora mucronata, Uji daya hambat, Pertumbuhan, Udang Vaname Abstract Shrimp farming often faces problem of disease attacks by vibriosis and expensive commercial fees. The study aims to determine the antibacterial activity Rhizophora mucronata leaf extract of inhibitory power against vibrio harveyi bacteria and its effect on the growth of vanname shrimp. The study used a Completely Randomized Design (CRD) method with 4 treatments and 3 replications. The treatments to determine growth was the addition of R. mucronate leaf extract at doses: A (2.5 mg/kg feed), B (2,8 mg/kg feed), C (3.1 mg/kg feed), D (3,4 mg/kg feed). The bacterial inhibitory power test used the paper disc method with Rhizopora mucronata leaf extract concentrations of 0%, 25%, 50% and 75%. The results showed that the highest average growth was obtained from treatment D at 6.51 g with an FCR of 1.15 and a survival rate of 100%. Rhizophora mucronata extract also has the ability to inhibit the growth of Vibrio harveyi bacteria in a strong category at a concentration of 75%. Keywords: Avicennia marina extract, Inhibition test, Growth, Vaname Shrimp
Effect of Soaking Tawes Fish Eggs (Barbonymus gonionotus) in Tea Solution (Camellia sinensis) on the Hatchability and Survival of Larvae Puspitasari, Ika; Hastuti, Sri; Sarjito, Sarjito; Nurlatifah, Annisa Oktafianti
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 9, No 2 (2025): SAT edisi September
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v9i2.29360

Abstract

Tawes fish (Barbonymus gonionotus) is one of the fish with high production demand, but seed production is still low. One of the obstacles is fungal attacks. An alternative to overcome fungal attacks in the hatching phase of fish eggs is to use one of the plants that is anti-fungal. One alternative ingredient that is safe and can be used in controlling fungi is using tea. The active compounds of flavonoids, tannins, saponins found in tea are expected to be natural alternative ingredients for anti-fungals. This study aims to determine the effect and optimum concentration of tea solution (C. sinensis) on the hatching power and survival rate of tawes fish larvae (B. gonionotus). This study was conducted in April 2023 at the UPT Balai Benih Ikan Pandak Banyumas, Central Java. The method used was an experiment with a Completely Randomized Design (CRD) with 4 replications and 5 replications each. The hatching media was added with tea solution (C. sinensis) with concentrations A (0 g/l), B (3 g/l), C (6 g/l), and D (9 g/l). The data observed included the length of egg hatching time, yolk absorption time, egg hatchability (HR), survival rate (SR), and water quality. The results showed that soaking eggs in tea solution affected the hatching power of eggs and the survival of tawes fish larvae. The results of the hatching rate values in succession from treatments A to D were 64.00 ± 4.18a%, 81.00 ± 4.18c%, 85.00 ± 3.54c% and 71.00 ± 4.18b%, while the results of the survival rate values in succession from treatments A to D were 62.47 ± 3.15a%, 75.41 ± 9.46bc%, 79.90 ± 3.86c%, and 67.56 ± 6.33d). The optimum dose of soaking tawes fish eggs in tea leaf solution for the hatching power of eggs and the survival of tawes fish larvae was 4.96 - 4.98 g / l.
Peppermint Oil Administration Can Stabilizes Blood Glucose and Improves Survival of Bonylip Barb in Closed Transportation System Azizah, Latifah Nur Reza; Harwanto, Dicky; Nurhayati, Dewi; Suryaningtyas, Indyaswan Tegar
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 9, No 2 (2025): SAT edisi September
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v9i2.29321

Abstract

Transportation of Bonylip barb fish is important for supports the production of cultivation and economic markets distribution. The high mortality of Bonylip barb seeds is an problem for Bonylip barb fish farmers. An addition of peppermint oil (Mentha piperita L.) attempts to suppress respiratory response and minimize mortality. The purposes the research was to test the effect of peppermint oil on Bonylip barb seeds and find out the best dosage of peppermint oil on Bonylip barb seeds. The research design is Completely Randomized Design consisting of 4 treatments and 3 replications, i.e. A (0 mL/L); B (0.1 mL/L); C (0.2 mL/L); and D (0.3 mL/L). This study used Bonylip barb seeds (3.33 ± 0.58 g) with density of 20 fish/L. Research procedures included seed preparation and acclimatization, fasting, adding peppermint oil, packaging, fish transportation for 8 hours, and rearing for 7 days. The results showed that peppermint oil had a significant effect on induction time, recovery time, blood glucose after transportation and maintenance, and survival life of Bonylip barb seeds.  The best dose of peppermint oil was shown by 0.1 mL/L, which produced an induction time of 8.14 ± 5.07 minutes and a sedative time of 11.54 ± 2.60 minutes; fish blood glucose after transportation and maintenance was 68.33 ± 3.06 mg/dL and 64.67 ± 0.58 mg/dL, and the survival rate of 88.33 ± 5.77%. Result of this research is expected to provide essential guidance for fish farmers during the transportation of Bonylip barb, helping to enhance the safety and well-being of the fish throughout the shipping process
The Effect of Astaxanthin Addition in Commercial Feed on Color BrightnessLevel and Growth of Koi Fish (Cyprinus carpio) Dikamulyawati, Melldhias Fatmasari; Subandiyono, Subandiyono; Rachmawati, Diana; Hastuti, Sri; wee, Kok leong
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 9, No 2 (2025): SAT edisi September
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v9i2.17281

Abstract

Ikan koi (Cyprinus carpio) merupakan salah satu ikan hias yang banyak diminati karena keindahan bentuk badan dan warnanya yang beranekaragam, memiliki prospek usaha yang bagus, dan permintaan yang terus meningkat dari tahun ke tahun dengan produksi yang dihasilkan mencapai 36% pada tahun 2015-2019. Pola dan kecerahan warna kulit yang cemerlang dari koi merupakan alasan ikan hias ini diminati. Upaya yang dapat dilakukan untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas kecerahan warna pada koi yaitu dengan cara memberikan pakan yang mengandung sumber pigmen warna. Salah satu sumber pigmen warna yaitu astaxanthin Astaxanthin merupakan salah satu senyawa dari kelompok pigmen karotenoid yang dapat digunakan sebagai suplemen pakan untuk meningkatkan warna ikan. Tidak hanya untuk meningkatkan kecerahan warna pada ikan, penambahan astaxanthin juga memberi pengaruh terhadap pertumbuhan.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh penambahan astaxanthin dalam pakan komersil terhadap tingkat kecerahan wana dan pertumbuhan ikan koi,Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas 5 perlakuan dengan 3 kali ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah perlakuan masing-masing dengan penggunaan dosis Astaxanthin 0, 50, 100, 150, dan 200 mg/kg pakan. Pengukuran kecerahan warna menggunakan Toca Color Finder (TCF) yang kemudian diberi skor. Ikan uji yang digunakan adalah ikan koi jenis karasi yang memiliki warna dasar tubuhnya kuning orange dengan bobot rata-rata 10-14 gram/ekor. Ikan koi dipelihara dalam toples plastik berukuran 5 liter dengan padat penebaran 3 ekor/liter. Pemeliharaan dilakukan selama 30 hari dengan metode pemberian pakan at satiation.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan astaxanthin dalam pakan komersil memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap tingkat kecerahan warna, total konsumsi pakan (TKP), konversi rasio pakan (FCR), efisiensi pemanfaatan pakan (EPP), protein efisiensi rasio (PER), dan laju pertumbuhan relative (RGR)., namun tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap nilai kelulushidupan (SR) ikan koi. Berdasarkan hasil tersebut didapatkan dosis terbaik penambahan astaxanthin yaitu pada dosis 200 mg/kg (Perlakuan 5) yang menghasilkan nilai rata-rata kecerahan sebesar 15,83±0,76cd, FCR sebesar 2,76±1,00a g, EPP sebesar 30,24±5,37cd%, PER sebesar 35,73±3,27b%, dan nilai RGR sebesar 0,68±0,19c% per hari.