cover
Contact Name
Ratna Puji Priyanti
Contact Email
jikep.stikespemkab@gmail.com
Phone
+6281232900100
Journal Mail Official
jikep.stikespemkab@gmail.com
Editorial Address
LPPM - STIKES Pemkab Jombang Jl. Dr. Soetomo No. 75-77 Jombang Jawa Timur, Indonesia 61418 Telp./Fax. 0321-870214
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing)
Published by STIKES Pemkab Jombang
ISSN : 24774391     EISSN : 25283022     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientifics Journal of Nursing) is a place of publication for researchers in the field of nursing and health care. Jurnal Ilmiah Keperwatan are peer-reviewer journals published semi-annually twice in a year. Jurnal Ilmiah Keperawatan published by STIKES Pemkab Jombang. The Journal particullary for studies that aims to understanding and evaluating the nursing care and implication on its practice, in which consist of rigourus design and methods that answer the research questions. Jurnal Ilmiah Keperawatan offer benefits for the author : Highly recomended peer-review journal in nursing field Offer the plagiarsm check include in all in publications fee Good quality journal with low pubication fee Indexed in all major database
Articles 573 Documents
PSIKOEDUKASI CILUKBA MAMPU MENGOPTIMALKAN PENGETAHUAN IBU DALAM PENCEGAHAN STUNTING : Cilukba Psycoeducation Is Able to Optimize Mother’s Knowledge in Stunting Prevention Sari, Niken Ayu Merna Eka; Mirayanti, Ni Ketut Ayu
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 10 No. 1 (2024): JIKep | Februari 2024
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i1.1918

Abstract

Pendahuluan: Masa balita disebut sebagai periode keemasan karena pada masa ini adalah masa pertumbuhan dan perkembangan anak yang jika tidak dimanfaatkan dengan baik terutama pemenuhan asupan nutrisi akan menyebabkan terjadi kerusakan yang bersifat permanen (Window of opportunity). Permasalahan gizi yang dapat dialami oleh anak salah satunya adalah stunting. Salah satu upaya pencegahan stunting yang saat ini sedang marak yaitu penerapan metode CILUKBA. Tujuan: penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh psikoedukasi tentang metode CILUKBA terhadap pengetahuan dalam pencegahan stunting. Metode: Jenis penelitian ini Pra experimental one group pre dan post test. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak balita di Desa Dauh Puri Kaja sejumlah 153 orang. Tehnik sampling yang digunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 30 orang. Uji analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Penelitian didapatkan tingkat pengetahuan sebelum intervensi didapatkan sebagian besar reponden memiliki pengetahuan cukup yaitu sejumlah 16 orang (53,3%) dan setelah diberikan intervensi didapatkan sebagian besar memiliki pengethuan baik yaitu sejumlah 27 orang (90%), sedangkan untuk sikap sebelum intervensi didapatkan sebagian besar kategori cukup 23 orang (76,7%) dan setelah intervensi sebagian besar kategori baik sejumlah 27 orang (90%). Hasil Analisa bivariat didapatkan nilai p-value = 0,000 < ? (0,05) maka Ho ditolak dan artinya terdapat pengaruh psikoedukasi metode CILUKBA terhadap pengetahuan ibu dalam pencegahan stunting. Kesimpulan: Disarankan kepada ibu untuk lebih memahami dan dapat menerapkan metode CILUKBA dalam pengasuhan sehari-hari guna mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak sebagai upaya mencegah terjadinya stunting
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DAN TEMAN SEBAYA DENGAN PILIHAN MAKANAN SEHAT PADA REMAJA : Family and Peer Support Relationships with Healthy Food Choices for Adolescents Awaliah, Awaliah; Ernirita; Nur Mukarromah; Eni Widiastuti; Masmun Zuryati; Idriani; Erwan Setiyono
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 10 No. 2 (2024): JIKep | Juni 2024
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i2.1930

Abstract

Pendahuluan: Asupan nutrisi yang adekuat melalui pilihan makanan sehat pada remaja sangat dibutuhkan untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan yang optimal, sebaliknya asupan nutrisi yang tidak adekuat dapat menimbulkan masalah Kesehatan dan malnutrisi pada remaja hingga dibutuhkan dukungan keluarga dan teman sebaya. Tujuan: Mengetahui hubungan dukungan keluarga dan teman sebaya dengan pilihan makanan sehat pada remaja di siswa SMP Muhammadiyah 36 Jakarta. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Tehnik pengambilan sampel dengan purposive sampling. dengan jumlah sampel sebanyak 105 remaja. Hasil: Ada hubungan bermakna antara dukungan keluarga dengan pilihan makanan sehat dengan p value=0,001. OR=4.259 menunjukkan bahwa dukungan keluarga yang baik berpeluang 4.259 kali remaja memilih makanan sehat. Tidak ada hubungan dukungan teman sebaya dengan pilihan makanan sehat pada remaja. Kesimpulan: Dukungan keluarga yang adekuat dibutuhkan untuk pemilihan makanan sehat pada remaja sehingga terhindar dari risiko masalah kesehatan dan malnutrisi pada remaja.
HUBUNGAN BERAT BADAN PADA REMAJA DENGAN TINGKAT KECEMASAN DI SMAN 4 CIMAHI: The Relationship of Body Weight in Adolescents with The Level of Anxiety at SMAN 4 Cimahi Wahyuni, Sri; Rianto, Budi; Rizky Imamar Rusli, Deil
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 10 No. 1 (2024): JIKep | Februari 2024
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i1.1935

Abstract

Pendahuluan: Berat badan berlebih merupakan suatu keadaan dimana terdapat kelebihan kadar lemak dalam tubuh, sehingga menyebabkan badan menjadi terlihat gemuk. di Indonesia terdapat sebanyak 28,5% remaja memiliki (Indeks Masa Tubuh) IMT berlebih, sehingga dari segi psikososial, kegemukan merupakan beban bagi yang bersangkutan karena dapat menghambat kegiatan jasmani, sosial dan psikologis, salah satunya terjadinya kecemasan. Tujuan: untuk mengetahui apakah terdapat hubungan berat badan pada remaja dengan tingkat kecemasan di SMAN 4 Cimahi. Metode: penelitian analitik korelasional yang menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X dengan jumlah keseluruhan 432 responden. Sampel pada penelitian ini adalah 81 responden dengan teknik stratified random sampling. Hasil: sebagian besar (54,3%) remaja memiliki Berat badan lebih; sebagian besar (54,3%) remaja mengalami kecemasan sedang; terdapat hubungan berat badan dengan tingkat kecemasan  terhadap remaja kelas X di SMAN 4 Cimahi, dengan nilai p. Value = (0,000) < 0,05. Kesimpulan: sekolah khususnya SMAN 4 cimahi dapat meningkatkan promosi kesehatan secara berkala bekerjasama dengan Puskesmas wilayah setempat sehingga berat badan dapat berkurang khususnya mengenai nutrisi remaja.  
PENGARUH PSIKOEDUKASI DAN SOCIAL SKILL TRAINING TERHADAP PENINGKATAN SOSIALISASI ANAK KECANDUAN GAWAI: The Influence of Psychoeducation and Social Skill Training on Improving Socialization Children Addicted to Devices Suryaningsih, Yeni; Zulka, Ayesia Natasya; Sadam Husein, Muhammad; Ramadhani, Alya
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 10 No. 1 (2024): JIKep | Februari 2024
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i1.1941

Abstract

Pendahuluan: Gawai merupakan produk  hasil teknologi modern yang banyak digunakan oleh manusia. Manfaat yang dapat dirasakan banyak sekali tapi jika penggunaannya berlebihan tanpa adanya kontrol bisa memberikan efek negative terhadap penggunanya,   terlebih jika penggunanya merupakan anak usia dini, masa dimana anak seharusnya mengalami peningkatan perkembangan social. Kasus kecanduan gawai kalangan anak-anak cukup memprihatinkan. Penggunaan gawai berlebih menyebabkan anak menjadi kurang bersosialisasi.  Tujuan: mengetahui Pengaruh Psikoedukasi dan Sosial Skill Training Terhadap Perkembangan Sosialisasi Anak Korban Gawai. Metode: Penelitian  ini  menggunakan quasi eksperimental non randomized pretest-post test with comparison group design dengan intervensi Psikoedukasi dan Sosial Skill Training. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh Psikoedukasi dan Sosial Skill Training terhadap peningkatan sosialisasi anak kecanduan gawai. Penilaian menggunakan lembar evaluasi sebanyak 2x sebelum dan sesudah eksperiment (non randomized pretest-post test with comparison group design). Teknik sampling menggunakan purposive sampling dengan kriteria: anak yang tinggal di Kelurahan Jumerto, usia 3-5 tahun, kecanduan gawai. Alat ukur yang digunakan lembar evaluasi. Jumlah sampel 21 responden. Instrumen pengukuran daftar evaluasi ada 3 kelompok yaitu : Kelompok Psikoedukasi (K1), Kelompok Sosial Skill Training (K2) dan Kelompom Psikoedukasi dan Social Skill Training (K3). Hasil: K1 memiliki perbedaan perkembangan sosialisasi max 8,33 dan level minimum 4,17. K2 mempunyai perbedaan perkembangan sosialisasi level max 6,95 dan level minimum 2,77. K3 mempunyai perbedaan perkembangan sosialisasi level max 23,61 dan level minimum 11,11. Pada uji analisis Wilcoxon (?<0,05) K1 mempunyai p = 0,016, K2 mempunyai p = 0,017, K3 mempunyai p = 0,018. Pada analisis Kruskal Wallis (p = 0,001< ? = 0,05). Analisis Post Hocin Kruskal  Wallis dengan Mann Whitney mempunyai nilai p = minimum 0,002 (<? = 0,01). Kesimpulan: Psikoedukasi dan Social Skill Training dapat meningkatkan perkembangan sosialisasi anak kecanduan gawai. Dengan demikian psikoedukasi dan social skill training bias digunakan sebagai intervensi keperawatan untuk meningkatkan perkembangan sosialisasi anak kecanduan gawai
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PATTALLASSANG KABUPATEN TAKALAR : The relationship between physical activity and the incidence of hypertension in the elderly in the working area of the Pattallassang Public Health Center, Takalar Regency Kamriana; Sumarmi; Oktaviana, Dina; Hismawati, Hismawati
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 10 No. 1 (2024): JIKep | Februari 2024
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i1.1942

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi di Wilayah Kerjah Puskesmas Pattallassang Kabupaten Takalar berdasarkan hasil pengukurangan pada lansia awal sampai lansia pertengahan pada bulan Februari 2023 sebanyak 75 orang mengalami hipertensi, dan pada bulan Juli 2023 sebanyak 50 orang menjawab, dengan 22 orang mengalami hipertensi (44%) dan 28 orang tidak mengalami hipertensi. Tujuan: Mengidentifikasi korelasi antara tingkat aktivitas fisik dan jumlah kasus hipertensi pada orang tua di Puskesmas Pattallassang Kabupaten Takalar. Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan pendekatan cross-sectional. Metode pengambilan sampel purposive digunakan untuk mengumpulkan lima puluh responden. Kuesioner IPAQ, yang merupakan kuesioner global yang terdiri dari 7 pertanyaan, digunakan untuk mengumpulkan data. Data diuji dengan uji chi-square. Hasil: Di wilayah kerja Pattalassang, ada hubungan yang significant antara antara aktifitas fisik dengan kejadian hipertensi pada lanjut usia dengan pvalue = 0,000. Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara aktifitas fisik dengan kejadian hipertensi pada lanjut usia
HUBUNGAN POSISI KERJA DENGAN RESIKO TERJADINYA LOW BACK PAIN MYOGENIC PADA PEMANEN TEMBAKAU DI DESA KENDUNG RT. 005 RW. 002 KECAMATAN KEDUNGADEM KABUPATEN BOJONEGORO: The Relationship of Working Position and The Risk of Occurring Myogenic Low Back Pain in Tobacco Harvesters in Kendung Village Rt.005 Rw.002 Kedungadem District, Bojonegoro Regency Kurniawan, Dedi K; Sartoyo; Kasimbara, Rachma Putri; Hargiani, Fransisca Xaveria
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 10 No. 2 (2024): JIKep | Juni 2024
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i2.1944

Abstract

Latar Belakang: Manusia saat ini dituntut untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Oleh karena itu manusia dituntut untuk berusaha atau berkerja. Bertani merupakan salah satu jenis pekerjaan yang memiliki resiko yang tinggi bagi para pekerjanya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuhi hubungan posisi kerja dengan resiko terjadinya low back pain myogenic pada pemanen tembakau di Desa Kendung RT. 005 RW. 002 Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro. Metode: Penelitian menggunakan observasional analitik menggunakan desain cross-sectional. Populasi dari penelitian ini yaitu sebanyak 136 orang dengan jumlah sampel sebanyak 83 para pemanen tembakau yang tinggal di Desa Kendung RT. 005 RW. 002 Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan. Teknik sampling yang digunakan adalah nonprobability sampling dengan Purposive sampling yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Hasil: Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 42 orang dan responden yang berjenis kelamin laki-laki sebanyak 41 orang dengan usia diketahui bahwa rata-rata usia responden yang menjadi sampel penelitian ini adalah dari usia 30-65 tahun. Sebagian besar berusia 65 tahun sebanyak 9 orang (10.8%) responden. Para pemanen tembakau di Desa Kendung RT. 005 RW. 002 Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro yang memiliki posisi kerja kurang ergonomis sebesar 11 orang (13.3%) responden dengan level resiko rendah, 25 orang (30.1%) responden dengan level resiko sedang, 23 orang (27.7%) responden dengan level resiko tinggi dan responden dengan level resiko sangat tinggi sebanyak 24 orang (28.9%). Terjadinya low back pain myogenic pada para pemanen tembakau di Desa Kendung RT. 005 RW. 002 Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro sebanyak 83 orang dengan 39 orang (47.0%) responden dengan keluhan low back pain myogenic berat dan 33 orang (39.8%) responden dengan keluhan low back pain myogenic ringan serta 11 orang (13.3%) responden dengan tanpa keluhan low back pain myogenic. Kesimpulan: Terdapat hubungan posisi kerja dengan terjadinya low back pain myogenic di Desa Kendung RT. 005 RW. 002 Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro. Hal ini berdasarkan hasil uji Fisher Exact Test yang telah digunakan dan diperoleh nilai signifikansi (p-value) 0.000 (p-value ? 0.05
SELF-CARE BEHAVIOUR PADA PASIEN DIABETES MELLITUS: CROSSECTIONAL STUDY: Self-Care Behavior in Diabetes Mellitus Patients: Cross Sectional Study Gozali, Wigutomo; Putra, Made Mahaguna
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 10 No. 1 (2024): JIKep | Februari 2024
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i1.1946

Abstract

Pendahuluan: Masalah utama manajemen Diabetes adalah sikap pasien terhadap penyakit mereka, karena meraka memiliki konsep dan keyakinan yang berbeda.  Bukti yang ada menunjukkan bahwa perilaku perawatan diri di antara pasien Diabetes rendah. Peningkatan perilaku manajemen diri pada penderita Diabetes merupakan strategi penting yang disertakan pada terapi medis untuk mencapai kontrol gula darah, tekanan darah, dan kolesterol. Tujuan: mengidentifikasi dan menganalisis factor yang berhubungan dengan perilaku perawatan diri pada pada pasien DM tipe 2 di Kabupaten Buleleng. Metode: Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross-sectional. Populasi adalah subjek yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan. Populasi dalam penelitan ini adalah semua klien DM tipe 2 sebanyak 310. Vaiabel dalam penelitian ini adalah factor personal dan perilaku perawatan diri pasien (self-care behavior) DM. Analisis yang digunakan adalah regresi linier dengan menggunakan SPSS. Hasil: Sebagian besar responden memiliki kepercayaan dalam kategori buruk. Hampir setengahnya memiliki self-care behavior yang baik. Kesimpulan: Secara signifikan IMT, pendapatan, persepsi dan kepercayaan memengaruhi self-care behavior pasien DM
HUBUNGAN KECEPATAN ALIRAN DARAH (QB) DENGAN ADEKUASI PADA PASIEN YANG MANJALANI TERAPI HEMODIALISA: The Correlation Between Quick Of Blood (QB) And Hemodialysis Adequacy For Hemodialysis Patient Fardiansyah, M.Ari; Harun, Oktoruddin; Aribowo, Pandith; Rahmadani, Suci
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 10 No. 1 (2024): JIKep | Februari 2024
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i1.1950

Abstract

Pendahuluan: Selama hemodialisis darah dari tubuh pasien dialirkan menuju sirkuit darah. Pengaturan kecepatan aliran darah diatur oleh pompa darah sebagai Quick of Blood/Qb. Tujun: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Qb dengan adekuasi hemodialisa pada pasien yang menjalani terapi hemodialisa. Metode: Desain penelitian menggunakan cross-sectional dengan 62 orang responden. Qb diobservasi dengan melihat nilai yang tercantum pada mesin dan adekuasi hemodialisis dihitung dengan menggunakan rumus turunan pertama Kt/V dan URR. Hubungan antara Qb dengan adekuasi hemodialisa diuji dengan korelasi dan regresi linier. Hasil: Rata-rata nilai Qb adalah 234,9 mL/menit dengan standar deviasi/SD 25,834. Rata-rata nilai adekuasi hemodialisa yaitu 1,810 dengan SD 0,3212. Hasil uji statistik menunjukkan tidak ada hubungan bermakna antara Qb dengan adekuasi hemodialisis (p value = 0,933). Kesimpulan: Kepatenan akses vaskuler, berat badan, komplikasi intradialisis, dan ukuran lumen kateter dapat digunakan sebagai pedoman dalam pengaturan Qb. Perawat perlu memperhatikan pedoman pengaturan Qb ini untuk mencapai adekuasi hemodialisa yang optimal.
PENGARUH BERWUDHU TERHADAP TINGKAT KECEMASAN SUAMI DALAM MENGHADAPI ISTRI PRE OPERASI SECTIO CAESAREA DI RS MAWADDAH MEDIKA: The Effect of Ablution on Husband's Anxiety Level in Facing Pre-Operation Sectio Caesarea Wife at Mawaddah Medika Hospital Yulianti, Indra; Tri Ratnaningsih; Amar Akbar
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 10 No. 1 (2024): JIKep | Februari 2024
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i1.1951

Abstract

Pendahuluan: Fenomena dalam menghadapi persiapan dan tindakan operasi sectio caesarea banyak ditemui suami yang mengalami kecemasan. Suami merupakan orang terdekat dengan istri, sehingga menghadapi istri yang akan menjalni sectio caesarea suami akan merasakan cemas. Cara non farmakologis menurunkan kecemasan adalah teknik relaksasi, psikoterapi dengan hipnoterapi dan hidroterapi, Salah satunya dengan berwudhu.  Tujuan: mengetahui Pengaruh Berwudhu Terhadap Tingkat Kecemasan Suami Dalam Menghadapi Istri Pre Operasi Sectio Caesarea di RS Mawaddah Medika. Metode: menggunakan quasy experimental dengan pendekatan control group pretest-post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua suami yang sedang menghadapi istri pre operasi SC di RS Mawaddah Medika pada bulan Mei 2023 sebanyak 58 orang. Teknik sampling penelitian ini adalah consecutive sampling dengan kurun waktu 1 bulan. Besar sampel yang memenuhi kriteria penelitian adalah 32 orang yang terbagi menjadi 16 orang kelompok eksperimen dan 16 orang kelompok kontrol. Instrumen penelitian menggunakan SOP berwudhu dan kuesioner HARS. Hasil: sebelum berwudhu sebagian besar responden pada kelompok eksperimen mengalami kecemasan sedang yaitu 11 orang (69,8%), dan sesudah berwudhu sebagian besar responden pada kelompok eksperimen mengalami kecemasan ringan yaitu 11 orang (69,8%). Hasil uji Paired t test menunjukkan rata-rata skor kecemasan responden sebelum berwudhu sebesar 23,25 dan sesudah berwudhu sebesar 19,81 sehingga terjadi penurunan skor kecemasan dengan pvalue=0,000. Kesimpulan: Wudhu memberikan akupresur pada ratusan titik akupunktur yang bersifat reseptor terhadap stimulus berupa basuhan, gosokan, usapan, dan tekanan/urutan dengan menggunakan air akan menghasilkan terapi akupresur dan hidroterapi yang dapat mengurangi kekejangan menjadi rileks.
PENINGKATAN ANTROPOMETRI SETELAH PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN PADA ANAK UMUR 6-36 BULAN YANG MENGALAMI : The Improving Anthropometry After Supplementary Feeding in Children Aged 6-36 Months Who Are Stunted in Takalar District Nuryana, Riska; Ernawati; Sumarmi; Mantasia; Anita Kartini. H
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 10 No. 1 (2024): JIKep | Februari 2024
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i1.1957

Abstract

Pendahuluan: stunting merupakan permasalahan gizi buruk kronis yang disebabkan oleh buruknya asupan gizi dalam jangka waktu yang lama sehingga menyebabkan terhambatnya pertumbuhan pada anak, terutama yang bertubuh pendek (stunting). Tujuan: Mengetahui peningkatan berat badan bayi umur 6-36 bulan yang mengalami stunting dengan pemberian makanan tambahan. Metode: Diskriptif Kuantitatif jumlah populasi 59 responden, sampel sebanyak 30 responden menggunakan metode non-probability sampling dengan Teknik purposive sampling. Hasil: Peningkatan berat badan menunjukkan bahwa responden laki-laki yang meningkat sebanyak 15 (55.5%) anak, yang tidak meningkat 1 (33.4%). sedangkan perempuan yang meningkat 12 (44.4%) anak, yang tidak meningkat 2 (66.6%) anak. Pada peningkatan lingkar dikeltahui bahwa telrdapat 1 anak yang melmiliki pelningkatan 0,1, 3 anak yang melmiliki pelningkatan 0,2, 3 anak yang melmiliki pelningkatan 0,3, 6 anak yang melmiliki pelningkatan 0,4, 17 anak yang melmiliki pelningkatan >0,5 dan pada peningkatan tinggi badan dari 30 anak yang umur 6-12 bulan sebanyak 6 (20%) dan >12-36 bulan sebanyak 24 (80%). Sedangkan berdasarkan variabel Jenis kelamin anak menunjukkan bahwa laki-laki 16 (53.3%) dan Perempuan 14 (46.7%). Kesimpulan: Pemberian makanan tambahan efektif meningkatkan berat badan, tinggi badan dan lingkar lengan atas pada bayi 6-36 bulan