cover
Contact Name
Ratna Puji Priyanti
Contact Email
jikep.stikespemkab@gmail.com
Phone
+6281232900100
Journal Mail Official
jikep.stikespemkab@gmail.com
Editorial Address
LPPM - STIKES Pemkab Jombang Jl. Dr. Soetomo No. 75-77 Jombang Jawa Timur, Indonesia 61418 Telp./Fax. 0321-870214
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing)
Published by STIKES Pemkab Jombang
ISSN : 24774391     EISSN : 25283022     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientifics Journal of Nursing) is a place of publication for researchers in the field of nursing and health care. Jurnal Ilmiah Keperwatan are peer-reviewer journals published semi-annually twice in a year. Jurnal Ilmiah Keperawatan published by STIKES Pemkab Jombang. The Journal particullary for studies that aims to understanding and evaluating the nursing care and implication on its practice, in which consist of rigourus design and methods that answer the research questions. Jurnal Ilmiah Keperawatan offer benefits for the author : Highly recomended peer-review journal in nursing field Offer the plagiarsm check include in all in publications fee Good quality journal with low pubication fee Indexed in all major database
Articles 573 Documents
MANFAAT AKTIVITAS FISIK BAGI ANAK DAN REMAJA DENGAN OBESITAS: SCOPING REVIEW: Benefits of Physical Activity for Children and Adolescents with Obesity: Scoping Review Sari, Anggi Luckita; Widyastuti, Yuli; Istiqomah, Nurul; Shofiyatun, Siti
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 10 No. 2 (2024): JIKep | Juni 2024
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i2.2139

Abstract

Pendahuluan: Obesitas merupakan suatu keadaan dimana berat badan seseorang berada diatas 120% dari berat badan relatif (BBR) atau berada diatas 27 dari indeks masa tubuh (IMT). Obesitas yang dibiarkan terus menerus akan berdampak pada masalah kesehatan dan gangguan muskuloskeletal sehingga perlunya pencegahan salah satunya dengan melakukan aktivitas fisik. Aktivitas fisik dapat dilakukan baik disekolah maupun diluar lingkungan sekolah seperti aerobik, latihan ketahanan, HIIT, lari, renang, basket, dan bola voli. Tujuan : untuk mengatahui manfaat aktivitas fisik pada anak dan remaja  dengan obesitas. Metode: Pencarian melalui 3 database Google Scholar, PubMed dan Science Direct dengan kata kunci “(“children” OR “adolescents”) AND “Physical Activity” AND (“school” OR “community” OR “clinic”). Hasil : Dari lima belas artikel yang disintesis aktivitas fisik sangat bermanfaat untuk meningkatkan kepadatan mineral tulang, mengurangi IMT dan lemak tubuh, meningkatkan kebugaran jasmani, mengurangi risiko penyakit kardiovaskuler, dan mengurangi nilai profil lipid Kesimpulan : Aktivitas fisik yang dilakukan pada anak dan remaja obesitas sangat bermanfaat untuk mengurangi masalah kesehatan dan gangguan muskuloskeleta
PENILAIAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT BERDASARKAN GLOBAL INTERPROFESIONAL THERAPEUTIC COMMUNICATION SCALE : Assessment of Nurses` Therapeutic Communication Based on The Global Interprofessional Therapeutic Communication Scale Sudarsih, Sri; Santoso, Windu
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 10 No. 2 (2024): JIKep | Juni 2024
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i2.2141

Abstract

Pendahuluan : Komunikasi terapeutik memiliki peranan penting dalam mencapai hasil layanan kesehatan yang optimal bagi pasien. Komunikasi yang tidak memadai berpotensi menimbulkan risiko kesehatan bagi pasien, termasuk kesalahan pengobatan dan bahaya lain yang tidak disengaja. Tujuan:  Penelitian ini adalah untuk mengetahui komunikasi terapeutik perawat yang dinilai dengan Global Interprofessional Therapeutic Communication Scale. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, dimana sampel penelitiannya adalah perawat di beberapa rumah sakit di Jawa Timur. Purposive sampling digunakan untuk memilih sampel penelitian dengan jumlah sampel sebanyak 113 perawat.  Instrumen penelitian ini menggunakan instrumen Global Interprofessional Therapeutic Communication Scale (GITCS). Hasil:  Penelitian didapatkan bahwa 47,8% responden memiliki kemampuan komunikasi terapeutik pada level rendah dan hanya sebagian kecil responden yang memiliki kemampuan komunikasi terapeutik pada level tinggi yaitu sebesar 12,4% responden. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa nilai rata-rata beberapa indikator diantaranya building trust, patient cantered dan potential barriers masih berada di bawah rata-rata sehingga mempengaruhi penilaian komunikasi terapeutik perawat.Kesimpulan:  Dasar dari hubungan perawat-pasien dalam komunikasi terapeutik diantaranya adalah kepercayaan. Komunikasi yang berpusat pada pasien, yang mencerminkan nilai-nilai keperawatan serta perawat harus mampu mengidentifikasi hambatan dalam komunikasi terapeutik.
PENGARUH TITIK THUNG DAN NEQUAN TERHADAP LEVEL INSOMNIA PADA LANSIA DI DESA PETERONGAN, KABUPATEN JOMBANG: The Influence of Thung and Nequan Points on the Level of Insomnia in the Elderly in Peterongan Village, Jombang Regency Rajin, Mukhamad; Lindayani, Athi’; Urifah, Siti; Nursiyah
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 10 No. 2 (2024): JIKep | Juni 2024
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i2.2143

Abstract

Pendahuluan: Insomnia merupakan salah satu gangguan yang paling sering dialami oleh lansia. Sekitar 80% lansia mengalami insomnia, salah satu cara dalam menangani insomnia secara non farmakologi adalah dengan menggunakan cara terapi keperawatan komplementer akupuntur. Tujuan: Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi keperawatan komplementer akupuntur pada titik Thung terhadap insomnia pada lansia. Metode: Desain penelitian ini adalah dengan menggunakan Pre- Eksperimental dengan design one group pre-post test design, populasi adalah lansia yang mengalami insomnia. Jumlah  sampel  12 responden menggunakan Purposive Sampling. Variabel independent pada penilitian ini adalah terapi akupuntur pada titik Thung; Shen Guan (77.18), Di Huang (77.19), Ren Huang (77.19), dan Neiguan (PC6) yang dilakukan 4x dalam 2 minggu selama 25 menit. Variabel dependent yaitu penurunan insomnia dengan kuisoner KSPBJ-IRS. Analisis data menggunakan Paired T-test dengan P<0.05. Hasil : Uji statistik menunjukkan bahwa nilai p value = 0,000 (p < 0,05). Dari hasil penelitian tersebut, disimpulkan bahwa ada pengaruh terapi  keperawatan komplementer akupuntur terhadap penurunan insomnia pada lansia.  Kesimpulan: Oleh karena itu, terapi akupunktur ini dapat di rekomendasikan  untuk mengatasi insomnia pada lansia. karena dapat meningkatkan sekresi melotin endogen dan dapat mengembali siklus tidur
EFEKTIVITAS PEMANFAATAN MINUMAN SERBUK TEH SUPER DAUN KEJI BELING EKSTRA JAHE DAN DAUN MINT PADA PENDERITA ISPA GUNA UNTUK MEREDAKAN SALURAN NAPAS: The Effectiveness of The Use of SUPER TEA Powder Drinks of Extra Shard Leaves of Ginger and Mint Leaves in Patients with ISPA to Relieve The Airway Sari, Desy Siswi Anjar; Ramadhani, Mu'tyah Putri; Sari, Imelda Yuniken; Aprilyani, Dea Arum Noti; Leonita, Reri Setya; Nurfadilah, Amina; Siswati
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 10 No. 2 (2024): JIKep | Juni 2024
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i2.2151

Abstract

Pendahuluan: Penyakit ISPA merupakan penyakit yang menginfeksi saluran pernapasan akibat virus atau bakteri yang menyerang kekebalan tubuh. TEH SUPER menjadi solusi serta inovasi minuman tradisional berupa serbuk keji beling ektra jahe dan daun mint sebagai alternatif peningkat imunitas dan pereda saluran napas pada ISPA. Tujuan: mengetahui efektivitas pemanfaatan TEH SUPER pada penderita ISPA guna untuk meredakan saluran napas. Metode: Penelitian ini dilakukan pada April 2024 - Mei 2024. Desain penelitian memakai analitik pre-eksperimental dengan pendekatan One-Group Pre-Post Test Design untuk menganalisis peredaan saluran napas pada penderita ISPA pre dan post perlakuan. Populasi adalah 158 orang masyarakat Desa Bareng Kecamatan Bareng yang berusia 22 hingga 40 tahun dan menderita ISPA dengan sampel sejumlah 113 orang. Teknik sampling memakai probability sampling dengan metode simple random sampling. Analisis data memakai analisis univariat Uji Wicoxon. Hasil: adanya efektivitas  peredaan saluran napas setelah meminum Teh Super sebanyak 1 kali per hari selama 14 hari pada penderita ISPA yang sebelumnya sebanyak 31 orang (27,4%) mengalami ISPA berat, 57 orang (50,5%) mengalami ISPA sedang, dan 25 orang (27,1%) mengalami ISPA ringan. Setalah mengonsumsi TEH SUPER sebagian besar (81,4%) merasa ringan dan lega dan sebesar 18,6% masih berada di tingkat sedang dibuktikan dengan hasil uji statistik pretest dan posttest memakai Wilcoxon Sign Rank Test menyatakan nilai z = -8,950 dan nilai p = 0,000 dengan p < 0,05 berarti terdapat pengaruh meminum teh herbal untuk meredakan saluran napas pasien ISPA di Desa Bareng Kecamatan bareng Kabupaten Jombang Tahun 2024. Kesimpulan: TEH SUPER efektif meredakan saluran napas pada penderita ISPA.
FAKTOR SISTEM NILAI HUMANISTIC-ALTRUISTIC DAN PERILAKU CARING PERAWAT DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN DALAM LAYANAN KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP: Factors of Humanistic-Altruistic Value System and Caring Behavior of Nurses with the Level of Patient Satisfaction in Nursing Services in the Inpatient Room Khoiri, Ahmad Nur; Hendig Hismantoko; Pepin Nahariani
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 10 No. 2 (2024): JIKep | Juni 2024
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i2.2152

Abstract

Pendahuluan: Perilaku caring merupakan pendekatan yang memungkinkan perawat untuk memahami dan memberikan bantuan yang optimal kepada pasien, dengan fokus pada pemeliharaan kesehatan atau pendampingan menuju akhir hayat yang damai (Nursalam, 2014). Meskipun caring menjadi fondasi fundamental dalam praktik keperawatan (Watson, 2009), masih ditemukan beberapa perawat yang belum sepenuhnya menerapkan perilaku caring dalam praktiknya. Kepuasan pasien dapat didefinisikan sebagai respons emosional yang muncul dari perbandingan antara ekspektasi pasien dengan kualitas layanan kesehatan yang diterimanya. Tujuan: Menganalisis hubungan faktor Sistem nilai Humanistic-Altruistic dan perilaku Caring perawat dengan tingkat kepuasan Pasien dalam Layanan Keperawatan di Ruang Rawat Inap.Metode: Desain penelitian analitik korelasi-crossecsional, populasi dan sampel pasien diruang rawat inap, dengan random sampling, variable independen tingkat kepuasan pasien instrument kuesioner, uji static Spearman rho dengan ? 0,05. Hasil: (a) Sebagian besar berperilaku carring perawat pada pasien atau customer sangat baik (71.3%)  (b) Sebagian besar tingkat kepeuasan pasien (6.66%) sangat puas (c) Terdapat hubugan yang signifikan antara perilaku carring perawat dengan kepuasan pasien dengan tingkat kepuasan “kuat (? ; 0.000, koefisien korelasi 0,795 terletak di antara 0,600 - 0,799). Kesimpulan: Perilaku carring perawat perlu diasah dan ditingkatkan dalam memenuhi kualitas dalam layanan keperawatan sebagai ujung tombak layanan kesehatan disuatu institusi jasa pelayanan kesehatan.
HUBUNGAN KEPATUHAN PROTOKOL KESEHATAN 5M DENGAN KEJADIAN KASUS COVID 19 PADA ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA: The Relationship of Compliance with the 5M Health Protocol with The Incident of Covid 19 Cases in People with Mental Disorders Wahyudi, Hendro; Pamungkas, M Adreng
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 10 No. 2 (2024): JIKep | Juni 2024
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i2.2153

Abstract

Pendahuluan: Gangguan jiwa Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2014, orang dengan gangguan jiwa yang disingkat ODGJ adalah orang yang mengalami gangguan dalam pikiran, perilaku dan perasaan yang termanifestasi dalam bentuk sekumpulan gejala dan perubahan perilaku yang bermakna, serta dapat menimbulkan penderitaan dan hambatan dalam menjalankan fungsi orang sebagai manusia. Covid-19 ditetapkan sebagai pandemi karena penyebarannya yang sangat massif di seluruh dunia. Upaya untuk menangani covid-19 melalui penerapan protocol kesehatan 5M secara disiplin. Tujuan: Menganalisis hubungan factor sistem nilai humanistic-altruistic perilaku caring perawat dengan tingkat kepatuhan protokolkesehatan 5m dengan kejadian kasus covid pada orang gangguan jiwa. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dan desain penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan adalah pasien ganggaun jiwa yang dirawat di ruang tenang yang sedang mengikuti kegiatan rehabilitasi di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali yang berjumlah 97 orang, dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi kepatuhan protokol Kesehatan 5M untuk mengobservasi tingkat kepatuhan pelaksanaan protocol kesehatan 5M pada pasien dengan gangguan jiwa. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan responden dalam mencuci tangan yaitu sebanyak 82 orang (84,5%), memakai masker sebanyak 80 orang (82,5%), menjaga jarak sebanyak 66 orang (68%), menghindari kerumunan sebanyak 71 orang (73,2%), dan mengurangi mobilitas sebanyak 95 orang (97,9%). Angka kejadian covid pada pasien ODGJ menunjukkan 24 orang (36,36%). hal ini mengalami penurunan dari angka bulan-bulan sebelumnya. Hasil uji Chi-Square didapatkan p-value = 0,027 < ? (0,05) maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya terdapat hubungan yang signifikan antra penerapan protokol kesehatan 5 m dengan angka kejadian covid 19 psien ODGJ  di RSJ Provinsi Bali. Kesimpulan: Penerapan Prokes 5M yang ketat perlu dilakukan di rumah sakit jiwa secara rutin dan terus menerus sehingga mampu mencegah dan menurunkan potensi penularan covid-19 di lingkungan rumah sakit
HUBUNGAN SIKAP IBU DALAM 1000 HARI KEHIDUPAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA: The Relationship of Mother's Attitudes in 1000 Days of Life with Stunting Incidents in Toddler Mirayanti, Ni Ketut Ayu; Sari, Niken Ayu Merna Eka
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 10 No. 2 (2024): JIKep | Juni 2024
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i2.2154

Abstract

Pendahuluan :     Stunting merupakan permasalahan gizi nasonal yang sampai saat ini belum dapat teratasi. Permasalahan pemenuhan nutrisi pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) yang dihadapi oleh ibu di Indonesia merupakan salah satu penyebab masalah pada pertumbuhan dan perkembangan anak salah satunya stunting. Pengetahuan 1.000 HPK menjadi hal penting terutama pada masa pertumbuhan dan perkembangan anak yang terhitung mulai dari 0 hari kehamilan sampai   berusia 2 tahun. Pengetahuan akan meningkat seiring dengan sikap ibu terkait pemenuhan nutrisi seimbang. Tujuan: penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan sikap ibu dalam 1000 hari kehidupan dengan kejadian stunting pada balita. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional.  Penelitian ini dilakukan di Desa Yangapi Kecamatan Tembuku Bangli. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai balita usia 0-24 bulan sebanyak 237 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non-probability sampling dengan jenis purposive sampling. Analisis data menggunakan uji Korelasi Rank Spearman dengan tingkat kesalahan 5% (0,05). Hasil: Penelitian didapatkan sebagian besar responden memiliki sikap positive yaitu sejumlah 87 responden (58,5%) dan sebagian besar balita dalam kategori normal yaitu sejumlah 135 balita (90,6%). Hasil analisis didapatkan nilai P value 0,016 dimana p value kurang dari 0,05 maka Ho ditolak artinya terdapat hubungan antara sikap ibu dalam 1000 hari kehidupan dengan kejadian stunting pada balita. Berbagai faktor yang mempengaruhi sikap diantaranya usia, dan pengetahuan. Mayoritas responden berusia 20-30 tahun. Kesimpulan: Usia berkaitan dengan pengalaman, semakin matang usia maka semakin banyak pengalaman untuk memiliki sikap terbaik guna mencapai tujuan yang baik. Pengalaman yang dimiliki oleh ibu sangat memberi pengaruh bagi pemberian asupan gizi pada bayi dan balita.
HUBUNGAN TINGKAT KESEPIAN DENGAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ALAHAN PANJANG: Relationship between Loneliness and Psychological Well-Being in Elderly in Alahan Panjang Health Center Rafki, Mikyasur; Kurniawati, Dewi
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 10 No. 2 (2024): JIKep | Juni 2024
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i2.2155

Abstract

Pendahuluan: Kesepian adalah pengalaman subjektif yang dapat dirasakan siapa saja termasuk lansia. Kesepian dapat berimbas pada kesehatan, penurunan ADL dan berefek pada kualitas hidup lansia. Tujuan: penelitan ini  melihat hubungan tingkat kesepian dengan psychological well-being pada lansia di Jorong Galagah. Metode: penelitian ini menggunakan  kuantitatif  dengan  desain  penelitian  adalah  cross  sectional. Populasi penelitian ini adalah lansia di  Jorong Galagah  dengan  jumlah  sampel  178 responden. Analisa data menggunakan uji spearman rank. Hasil uji analitik korelasi spearman rank menunjukkan  dengan tingkat kepercayaan 95% atau p<? (0,05) (Ha diterima). Hasil:  Uji statistik diperoleh sig 2 tailed = 0,000 (p<0,05), dengan Nilai r = - 0,733 menunjukkan bahwa dari dari total 178 Jiwa responden lansia, di peroleh data yaitu 33,7 % atau 60 jiwa responden lansia mengalami kesepian pada tingkat ringan dan 49,45 % atau 88 jiwa responden lansia mengalami Physicological Well Being pada tingkat sedang. Kesimpulan: ada hubungan antara kesepian dengan Physicological Well Being pada lansia di jorong galagah wilayah kerja puskesmas Alahan Panjang dan  terdapat kolerasi yang kuat antara variabel Kesepian dengan variabel physicological well being dengan arah hubungan negatif yang mana semakin tinggi nilai variabel kesepian maka semakin rendah variabel physicological well being, sebaliknya semakin rendah nilai variabel kesepian maka semakin tinggi variabel physicological well being. Dari hasil dapat di kembangkan menjadi salah satu bentuk pendidikan kesehatan cara pencegahan kesepian agar tidak terjadi kepada lansia
PENGARUH PENDIDIKAN KARAKTER ANTI-BULLYING TERHADAP KESEHATAN MENTAL PESERTA DIDIK DI SMP KHOIRIYAH SUMOBITO: The Effect of Anti Bullying Character Education on Mental Health of Students at SMP Khoiriyah Sumobito Amalia, Rinda Resti; Oktaviani, Fadiah Septi; Andayani, Sestu Retno Dwi
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 10 No. 2 (2024): JIKep | Juni 2024
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i2.2181

Abstract

Pendahuluan: Pendidikan yang tidak mengoptimalkan pembentukan karakter anak akan mempengaruhi kepribadian anak yang tidak kuat, sehingga anak akan dengan mudah terpengaruh pada hal-hal negatif, seperti timbulnya tindakan bullying yang terjadi antar siswa pada satuan lembaga pendidikan. Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) telah merilis catatan Akhir Tahun (Catahu) Pendidikan 2023 angka kasus bullying di Indonesia meningkat mencapai 30 kasus. Dalam hal ini diperlukan adanya upaya preventif yang harus dilakukan, salah satunya dengan pemberian pendidikan karakter yang berbasis pendidikan kesehatan dengan tujuan dapat mencegah terjadinya kejadian bullying. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan cross-sectional dengan desain penelitian pra-post tes eksperimental. Teknik pengambilan sampel adalah Stratified Random Sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat dengan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil uji statistik Wilcoxon didapatkan Asymp (2-tailed) bernilai < 0,001. Karena 0,001 lebih kecil dari 0,05 atau 5% maka dapat disimpulkan bahwa H1 diterima dan H0 ditolak. Kesimpulan: Tingkat pengetahuan bullying pada peserta didik sangat mempengaruhi kesehatan mental. Terbukti pada peserta didik yang tingkat pengetahuannya rendah sebelum dilakukan penyuluhan hampir setengah memiliki kategori status kesehatan mental terganggu. Setelah dilakukan penyuluhan terdapat peningkatan dibuktikan dengan seluruh peserta didik memiliki pengetahuan dalam kategori baik dengan status kesehatan mental baik. Artinya pada penelitian ini terdapat pengaruh pemberian pendidikan karakter anti bullying terhadap kesehatan mental peserta didik di SMP Khoiriyah Sumobito.
HUBUNGAN PERILAKU CERDIK DENGAN TEKANAN DARAH PENDERITA HIPERTENSI DI DESA PUTON KECAMATAN DIWEK KABUPATEN JOMBANG: The Relationship Between Smart Behavior and Blood Pressure of Hypertensive Patients in Puton Village, Diwek Sub-District Jombang District Maryati, Heni; Praningsih, Supriliyah; Nurmalisyah, Fitri Firranda; Siswati
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 10 No. 2 (2024): JIKep | Juni 2024
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i2.2195

Abstract

Pendahuluan : Hipertensi mengakibatkan kematian sekitar 8 juta orang setiap tahun 1,5 juta kematian terjadi di Asia Tenggara, yang sepertiga populasinya menderita hipertensi. Peningkatan pemahaman perilaku cerdik (Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet seimbang, Istirahat cukup, Kelola stres) merupakan upaya promotif dan preventif pengendalian tekanan darah. Tujuan: Penelitian ini menganalisis hubungan perilaku cerdik dengan tekanan darah. Metode : Penelitian korelasional  dengan rancangan cross-sectional ,pengambilan      data  purpusive sampling. Subyek penelitian  adalah  lansia  di  Desa Puton Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang sejumlah 30 orang.  Instrumen  yang  digunakan  adalah kuesioner perilaku cerdik  dan pengukuran tekanan darah. Hasil : Sebagian besar (53,4%) responden mempunyai tekanan darah tergolong hipertensi derajat 1, hampir setengahnya (30%) hipertensi derajat 2. Sebagian besar (53,3%) responden mempunyai perilaku cerdik yang buruk dan  hampir setengahnya (46,7%) perilaku cerdik baik.Seluruhnya (100%) responden yang perilaku baik tekanan darah optimal, seluruhnya (100%) responden perilaku baik tekanan darah normal tinggi, sebagian besar (65%) responden perilaku buruk tekanan darah tergolong hipertensi derajat 1, setengahnya (50%) responden perilaku buruk tekanan darah tergolong hipertensi derajat 2. Kesimpulan: Berdasarkan uji Kendall’s Tau di dapatkan p value 0,001 yang berarti ada hubungan perilaku cerdik dengan tekanan darah. Di perlukan upaya promotif dan preventif dalam rangka pengendalian tekanan darah pada penderita hipertensi dan keluarga melalui perilaku CERDIK supaya tekanan darah terkontrol guna mencegah terjadinya komplikasi serta menurunkan angka kematian akibat hipertensi