cover
Contact Name
Ratna Puji Priyanti
Contact Email
jikep.stikespemkab@gmail.com
Phone
+6281232900100
Journal Mail Official
jikep.stikespemkab@gmail.com
Editorial Address
LPPM - STIKES Pemkab Jombang Jl. Dr. Soetomo No. 75-77 Jombang Jawa Timur, Indonesia 61418 Telp./Fax. 0321-870214
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing)
Published by STIKES Pemkab Jombang
ISSN : 24774391     EISSN : 25283022     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientifics Journal of Nursing) is a place of publication for researchers in the field of nursing and health care. Jurnal Ilmiah Keperwatan are peer-reviewer journals published semi-annually twice in a year. Jurnal Ilmiah Keperawatan published by STIKES Pemkab Jombang. The Journal particullary for studies that aims to understanding and evaluating the nursing care and implication on its practice, in which consist of rigourus design and methods that answer the research questions. Jurnal Ilmiah Keperawatan offer benefits for the author : Highly recomended peer-review journal in nursing field Offer the plagiarsm check include in all in publications fee Good quality journal with low pubication fee Indexed in all major database
Articles 573 Documents
HUBUNGAN SELF EFFICACY DENGAN KEPATUHAN DIET RENDAH GARAM PADA LANSIA HIPERTENSI DI POSYANDU LANSIA DESA PALREJO KECAMATAN SUMOBITO KABUPATEN JOMBANG: The Relationship Between Self Efficacy and Adherence to A Low Salt Diet in Hipertensive Elderly at The Integrated Service Center for The Elderly in Palrejo Village Sumobito Distric Jombang Regency Natabea, Fentina Dwi; Khoiri, Ahmad Nur
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 10 No. 3 (2024): JiKep | Oktober 2024
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i3.2429

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia sekitar 7 Juta orang meninggal setiap tahunnya, banyak penderita hipertensi tidak menyadari dirinya telah menderita hipertensi. Lansia merupakan kelompok usia rentan terjadi hipertensi karena penurunan fisiologisnya. Pengaturan diet hipertensi sangat diperlukan dengan pengurangan natrium atau pengurangan asupan garam agar tekanan darah tetap stabil. Self-efficacy salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kepatuhan diet rendah garam pada lansia. Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan self-efficacy dengan kepatuhan diet rendah garam pada lansia hipertensi di posyandu lansia desa Palrejo. Metode: Desain penelitian analitik korelasi-Cross Sectional. Jumlah populasi 75 responden, sampel 63 lansia hipertensi, menggunakan teknik Cluster Sampling. Variabel independent Self-efficacy., variabel dependen kepatuhan diet rendah garam, pengambilan data menggunakan kuesioner. Self-efficacy dan kepatuhan diet rendah garam menggunakan skala linkert pertanyakan positif, negative. Uji statistik Spearman’s Rank. (?) < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan hampir setengan (44,4%) lansia memiliki self-efficacy sedang dan sebagian besar (57,1%) lansia memiliki diet rendah garam yang cukup patuh. Analisis uji statistik Sperman’s Rank ?-value 0,000 yang berarti (?) = 0,000 < (?) 0,05 dan nilai r = 0,731 sehingga H1 di terima yang artinya terdapat hubungan antara self-efficacy dengan kepatuhan diet rendah garam pada lansia hipertensi didesa palrejo dengan kategori kuat. Kesimpulan: Semakin tinggi self-efficacy seseorang, semakin besar keyakinannya untuk mampu mengontrol asupan garam dan mempertahankan pola makan sehat
Pengaruh pemberian traja namrot (teh rambut jagung dan murotal Surah Ar-Rahman) terhadap tekanan darah pada penderita hipertesi di wilayah puskesmas turi lamongan: The effect of giving corn silk tea and murrotal Surah Ar-Rahman on blood pressure in hypertension patients in Turi Lamongan health center area Amalia, Auni; Faridah, Virgianti Nur; Pramestirini, Rizky Asta
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 11 No. 1 (2025): JiKep | Februari 2025
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v11i1.2115

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan suatu keadaan dimana terjadinya peningkatan tekanan darah yang tidak normal dalam pembuluh darah arteri dan terjadi secara terus menerus. Penatalaksanaannya dapat dilakukan dengan terapi farmakologis dan terapi non farmakologi yaitu kombinasi terapi TRAJA NAMROT selama 7 hari. Tuiuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh terapi TRAJA NAMROT terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi. Penelitian ini menggunakan desain pre eksperimental dengan pendekatan One Group Pre-Post Test Design, sampel sebanyak 38 penderita didapatkan dengan teknik Purposive Sampling. Instrumen dalam penelitian ini yaitu lembar observasi pengukuran tekanan darah menggunankan sphygmomanometer digital. Analisis data meggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian sebelum diberikan terapi TRAJA NAMROT menunjukkan tekanan darah sebelum diberikan terapi TRAJA NAMROT nilai rata-rata sistolik 159.35 mmHg dan diastolik 100.50 mmHg, kemudian setelah diberikan terapi TRAJA NAMROT nilai rata-rata sistolik 143.75 mmHg dan diastolik 89.83 mmHg. Dan uji Wilcoxon Signed Rank Test diperoleh nilai signifikan p 0,000 (p<0,05) yang artinya ada pengaruh terapi TRAJA NAMROT terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi. Pada terapi TRAJA NAMROT terjadi karena peranan rebusan rambut jagung yang mengandung flavonoid terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi, dan diberikan murottal surah Ar-Rahman yang dapat membuat rileks/tenang terhadap penderitanya saat mendengarkan
Pengaruh stimulasi pijat endorfin, oksitosin, dan sugestif terhadap kelancaran asi ibu post sectio caesarea : Effectiveness of stimulation of endorphin, oxytocin, and suggestive massage on the breastfeeding smoothness in mothers post sectio caesarea Yunitasari, Erma; Rahmawati, Iis; Septiyono, Eka Afdi; Kisnawati, Eni
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 11 No. 1 (2025): JiKep | Februari 2025
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i3.2220

Abstract

Sectio caesarea menyebabkan stres, cemas, tertekan, dan nyerin yang berdampak pada peningkatan hormon kortisol dalam darah. Hormon kortisol yang tinggi menyebabkan produksi hormon oksitosin terhambat sehingga produksi dan pengeluran ASI berkurang. Salah satu intervensi keperawatan non farmakologi untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan memberikan stimulasi pijat endorfin, oksitosin, dan sugestif (SPEOS). SPEOS dilakukan dengan mengkombinasikan antara pijat endorfin, pijat oksitosin, dan sugestif atau afirmasi positif yang bertujuan untuk membantu ibu post partum dalam memperlancar pengeluaran ASI. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh SPEOS terhadap kelancaran ASI pada ibu post sectio caesarea di Ruang Rengganis RSD dr. Abdoer Rahem Situbondo. Subjek penelitian ini adalah Ny. A yang mengalami masalah kelancaran ASI. Intervensi SPEOS diberikan selama 3 hari dalam waktu 10-15 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh SPEOS terhadap kelancaran ASI pada Ny. A. Intervensi SPEOS terbukti dapat meningkatkan jumlah produksi ASI dari 0 ml pada hari pertama menjadi 25 ml pada hari ketiga. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya mengenai pemberian SPEOS pada ibu post partum yang mengalami masalah pengeluaran ASI.
Pengaruh terapi aktivitas kelompok orientasi realita terhadap peningkatan daya ingat lansia dengan demensia: The effect of reality orientation group activity therapy on improving the memory of the elderly with dementia Basuki, Hyan Oktodia; Pitaloka, Dyah; Suhartono; Nurmalisyah , Fitri Firranda
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 11 No. 1 (2025): JiKep | Februari 2025
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v11i1.2228

Abstract

Demensia merupakan gangguan fungsi kognitif yang mengakibatkan lansia cenderung untuk menarik diri, sehingga dapat menyebabkan gangguan dalam memenuhi kebutuhan sosialisasi dengan lingkungan dan orang lain yang tinggal bersama di panti. Penanganan yang dilakukan untuk mengatasi demensia adalah dengan TAK orientasi realita yang berguna untuk memperbaiki fungsi sosialisasi dan meningkatkan daya ingat lansia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada pengaruh TAK orientasi realita terhadap peningkatan daya ingat lansia. Penelitian ini menggunakan Pre-Eksperimental Design dengan tehnik One Group Pre – Post Test Design. Populasi adalah semua lansia dengan demensia di wilayah kerja Puskesmas Gaji, Kerek, Kabupaten Tuban.Sampel sebanyak 22 lansia, diambil dengan tehnik Purposive Sampling. Instrumen penelitian menggunakan Mini Mental State Exam (MMSE). Analisis data menggunakan uji wilcoxon dengan nilai signifikan ? = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikan peningkatan daya ingat, maka dapat dibuktikan bahwa pemberian terapi aktivitas kelompok orientasi realita berpengaruh terhadap peningkatan daya ingat lansia dengan demensia. Terapi aktivitas kelompok orientasi realita terbukti efektif meningkatkan daya ingat lansia dengan melakukan selama 3 kali dalam 1 minggu. Terapi ini dapat dijadikan program untuk mewujudkan lansia yang sehat dan mampu bersosialisasi dengan lingkungan serta orang lain yang tinggal di wilayah kerja Puskesmas Gaji, Kerek, Kabupaten Tuban
Gambaran pengelolaan menyusui tidak efektif dengan pijat oksitosin dan perawatan payudara pada ibu post partum spontan di rsud gondo suwarno ungaran: Overview of ineffective breastfeeding management with oxytocin massage and breast care in spontaneous post-partum mothers at gondo suwarno hospital, ungaran Rifqiyati, Difla Azza; Haryani, Siti
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 11 No. 1 (2025): JiKep | Februari 2025
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v11i1.2261

Abstract

Menyusui tidak efektif adalah ketidakpuasaan dalam proses menyusui yang dirasakan oleh bayi maupun ibu. Dampaknya ialah ibu mengalami kecemasan, peradangan payudara, produksi ASI tidak lancar Hal tersebut dapat diatasi dengan memberikan edukasi menyusui, pijat oksitosin dan perawatan payudara pada ibu. Tujuan penelitian ini memberikan gambaran mengenai menyusui tidak efektif dengan edukasi menyusui, perawatan payudara dan pijat oksitosin. Jenis penelitian ini adalah deskriptif bentuk studi kasus untuk menggambarkan masalah pengelolaan pada pasien dengan masalah menyusui tidak efektif.’Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi dan evaluasi. Pengambilan sampel dilakukan dengan kriteria ibu post partum spontan kelahiran anak pertama. Pengelolaan dilakukan selama 2 kali 24 jam dengan hasil masalah menyusui tidak efektif teratasi. Tindakan yang dilakukan adalah edukasi menyusui, pijat oksitosin dan perawatan payudara. Setelah dilakukan tindakan keperawatan tersebut pasien dapat menjelaskan kembali mengenai edukasi menyusui, pasien mengetahui pentingnya menyusui bagi bayi, dapat melakukan pijat oksitoisn dan perawatan payudara. Selain itu air susu keluar lancar, bayi tidak rewel, serta bayi sudah mau menyusu. Pemberian edukasi menyusui, perawatan payudara serta pijat oksitosin sangat efektif bagi pasien dalam mengatasi masalah menyusui tidak efektif.
Analisa diskriptif peran kader malaria terhadap penemuan dini kasus malaria di wilayah pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan daerah endemis Kelurahan Sotek: Descriptive analysis the role of malaria cadres on early discovery of malaria cases in the area of National Capital City (IKN) development and endemic areas of Sotek Village Mudma'inah; Sulistyarini, Wahyu Dewi
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 11 No. 1 (2025): JiKep | Februari 2025
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v11i1.2302

Abstract

Malaria disebabkan oleh parasit Plasmodium dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina, masih menjadi masalah kesehatan signifikan di Kabupaten Penajam Paser Utara, khususnya di daerah endemis Kelurahan Sotek. Keberadaan kader diperlukan karena wilayah endemis yang jauh dari sarana prasarana kesehatan dan kegiatan survey migrasi.  Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peran kader malaria di wilayah Pembangunan IKN dan Kelurahan Sotek serta menganalisis kontribusi mereka dalam pengendalian penyakit. Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan sampel total dari 40 kader malaria di daerah tersebut. Variabel penelitian adalah peran kader malaria, yang dianalisis secara univariat dengan distribusi frekuensi. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar kegiatan kader dilaksanakan secara optimal, meskipun ada satu kegiatan, yaitu pemberian obat malaria, yang belum sepenuhnya optimal. Secara keseluruhan, peran kader malaria di wilayah Pembangunan IKN dan Kelurahan Sotek adalah baik dan optimal. Untuk selanjutnya dapat direncanakan pelaksanaan pelatihan kader malaria terutama tata cara pemberian obat anti malaria dan penatalaksanaannya pada wilayah Pembangunan IKN.
Hubungan peran petugas kesehatan dan sikap wanita usia subur dengan perilaku pemeriksaan inspeksi visual dengan asam asetat pada wanita usia subur: The relationship between the role of health workers and the attitudes of women of childbearing age with the behavior of visual inspection with acetic acid in women of childbearing age Putri, Rizki Dyah Ananda; Riyana, Sri
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 11 No. 1 (2025): JiKep | Februari 2025
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v11i1.2303

Abstract

Di Indonesia kanker serviks berada diurutan kedua kasus kanker tebanyak, dengan 36.633 kasus dan 21.003 kematian. Jumlah kasus kanker serviks di Yogyakarta tahun 2021 hingga 2022 mengalami peningkatan dari 315 kasus menjadi 479 kasus dan 56 kematian. Rendahnya cakupan deteksi dini  merupakan salah satu alasan kanker serviks terus berkembang. Hampir 70 % pasien kanker dideteksi pada stadium lanjut. Perilaku masih menjadi penghambat WUS untuk melakukan deteksi dini kanker serviks. perilaku dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti peran petugas kesehatan dan sikap WUS. Untuk mengetahui hubungan peran petugas kesehatan dan sikap WUS dengan perilaku pemeriksaan IVA. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan desain studi korelasi. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Sedayu II dengan jumlah sampel 67 WUS. Teknik pengambilan sampling dengan teknik purposive sampling. Analisis terdiri dari analisa univariat menyimpulkan distribusi frekuensi dan analisa bivariat menggunakan analisa chi-square. Hasil uji Chi square antara peran petugas kesehatan dengan perilaku pemeriksaan IVA didapatkan hasil P value 0,001 dengan nilai koefisien kontingensi sebesar 0,366, sedangkan sikap WUS dengan perilaku pemerikasaan IVA didapatkan hasil p value 0,000 dengan nilai koefisien kotingensi 0,454. Ada hubungan antara peran petugas kesehatan dan sikap WUS dengan perilaku pemeriksaan IVA
Keefektifan perangkat wearable dalam pemantauan tanda-tanda vital pada pasien: Effectiveness of wearable devices in monitoring vital signs in patients Larasati, Diah Ayu; Sopiah, Popi; Ridwan, Heri
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 11 No. 1 (2025): JiKep | Februari 2025
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v11i1.2333

Abstract

Pemeriksaan tanda-tanda vital dilakukan untuk mengevaluasi fungsi fisiologis dasar dari tubuh manusia. Sering terjadinya medical error yang meliputi faktor manusia, masalah teknis medis ataupun kesalahan dalam menilai tanda-tanda vital pasien memerlukan solusi yang tepat untuk mengurangi hal ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan perangkat wearable dalam pemantauan tanda-tanda vital pada pasien untuk mengurangi kejadian medical error. Metode penelitian ini adalah menggunakan desain literature review. Dengan metode pencarian yang digunakan dari database yaitu PubMed, Google Scholar, dan Semantic Scholar. Data diperoleh dari penelitian 5 tahun terakhir dengan pertimbangan konteksual dan kesesuaian. Review akhir melibatkan 5 studi referensi yang dimana menunjukkan bahwa tingkat keefektifan perangkat wearable pemantau tanda-tanda vital sudah bisa dikatakan dengan kategori yang baik. Parameter dalam pemantauan tanda-tanda vital, yaitu: suhu tubuh, detak jantung, rata-rata pernapasan, dan tekanan darah. Hasil ini memperlihatkan perangkat pemantau tanda-tanda vital wearable masih memiliki keunggulan dari segi reliabilitas yang telah teruji dan familiaritas di kalangan praktisi medis, adopsi teknologi baru perlu dilakukan secara bertahap dan terukur agar dapat mencapai keseimbangan antara inovasi dan kualitas layanan kesehatan yang optimal.
Asuhan keperawatan anak manajemen hipertermia menggunakan Water Tepid Sponge (WTS): Pediatric nursing care management of hyperthermia using Water Tepid Sponge (WTS) Wilujeng, Atik Pramesti; Trianita, Desi; Fitriana, Resa Putri Nur; Utami, Ni Kade Diah
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 11 No. 1 (2025): JiKep | Februari 2025
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v11i1.2352

Abstract

Demam typhoid masih menjadi masalah kesehatan, hal ini dikarenakan oleh kesehatan lingkungan yang kurang memadai, penyediaan air minum yang tidak memenuhi syarat, tingkat sosial ekonomi, dan tingkat pendidikan masyarakat Upaya dalam penanganan demam typhoid untuk mengurangi hipertermia pada anak adalah dengan asuhan keperawatan menggunakan teknik farmakologi dan non farmakologi. Teknik farmakologi yaitu dengan pemberian antipiretik dan non farmakologi yaitu dengan kompres hangat dan Water Tepid Sponge (WTS). WTS merupakan kombinasi teknik blok dengan seka. Teknik ini menggunakan kompres blok tidak hanya di satu tempat saja, melainkan langsung dibeberapa tempat yang memiliki pembuluh darah besar Penelitian ini menggunakan metode studi kasus yaitu asuhan keperawatan anak Manajemen Hipertermia Menggunakan Water Tepid Sponge (WTS) dengan jumlah partisipan 2 anak yang mengalami thypoid dengan masalah keperawatan hipertermia. Penelitian di dapatkan masalah keperawatan yang sama pada kedua klien yaitu hipertermia. Kedua klien mengalami penurunan suhu tubuh setelah dilakukan kompres WTS. Kompres WTS dapat dijadikan sebagai intervensi tambahan pada anak dengan masalah keperawatan hipertermia
Gambaran self-efficacy pada pasien yang menjalani hemodialisis : Self-efficacy overview in patients undergoing hemodialysis Larira, Dina Mariana; Nurmansyah, Muhamad; Rey, Gabriela Sintya
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 11 No. 1 (2025): JiKep | Februari 2025
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v11i1.2354

Abstract

Pasien Penyakit Ginjal Kronis (PGK) yang membutuhkan terapi hemodialisis secara terus menerus, namun pasien juga dapat mengalami beberapa permasalahan, seperti penurunan nafsu makan, anemia, gangguan fungsi seksual, permasalahan keuangan, kecemasan, keputusasaan sehingga kondisi ini dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien. Salah satu faktor yang dapat membantu pasien untuk memaksimalkan tingkat kepatuhan pada proses pengobatan yang dijalani yaitu self-efficacy. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran self-efficacy pada pasien yang menjalani hemodialisis. Penelitian menggunakan jenis deskriptif analitik. Tahap awal dimulai dengan pengambilan sampel yang dilakukan melalui accidental sampling, dengan jumlah populasi pada bulan Juli-Agustus 2024 sejumlah 1.080 pasien, sampel sebanyak 150 responden yang dihitung dengan menggunakan aplikasi g-power. Tahap kedua dilakukan pengolahan data yakni melakukan analisis data dengan cara univariat, untuk melihat gambaran pada variabel dependen sebagian besar pasien mempunyai self-efficacy tinggi. Pasien yang menjalani hemodialisis umumnya telah memiliki kepercayaan diri akan sembuh selama menjalani hemodialisis dan hal ini tentunya dapat mempengaruhi perilaku kesehatan responden, meningkatkan motivasi, dan meningkatkan status emosional pada responden.