cover
Contact Name
Ratna Puji Priyanti
Contact Email
jikep.stikespemkab@gmail.com
Phone
+6281232900100
Journal Mail Official
jikep.stikespemkab@gmail.com
Editorial Address
LPPM - STIKES Pemkab Jombang Jl. Dr. Soetomo No. 75-77 Jombang Jawa Timur, Indonesia 61418 Telp./Fax. 0321-870214
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing)
Published by STIKES Pemkab Jombang
ISSN : 24774391     EISSN : 25283022     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientifics Journal of Nursing) is a place of publication for researchers in the field of nursing and health care. Jurnal Ilmiah Keperwatan are peer-reviewer journals published semi-annually twice in a year. Jurnal Ilmiah Keperawatan published by STIKES Pemkab Jombang. The Journal particullary for studies that aims to understanding and evaluating the nursing care and implication on its practice, in which consist of rigourus design and methods that answer the research questions. Jurnal Ilmiah Keperawatan offer benefits for the author : Highly recomended peer-review journal in nursing field Offer the plagiarsm check include in all in publications fee Good quality journal with low pubication fee Indexed in all major database
Articles 592 Documents
Efektivitas dan efek samping penggunaan suplementasi zinc dalam penatalaksanaan diare pada anak: Literature review: Effectiveness and side effects of zinc supplementation in the management of diarrhea in children: Literature review Khotimah, Neng Nurul; Yuniar, Regina Venus; Puteri, Silvany Eka; Hidayat, Akhmad Ryan; Agnesty, Silvia; Maulani, Ailsa Shakira; Ridwan, Heri
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 12 No. 1 (2026): JiKep | Februari 2026
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v12i1.2960

Abstract

Diare masih menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas anak di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Penanganan yang kurang tepat dapat memperburuk kondisi anak akibat kehilangan cairan dan elektrolit. Salah satu terapi tambahan yang direkomendasikan adalah suplementasi zinc, yang dapat mempercepat regenerasi mukosa usus, meningkatkan kekebalan tubuh, dan membantu perbaikan penyerapan nutrisi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas serta efek samping penggunaan suplementasi zinc dalam tatalaksana diare pada anak. Metodologi yang digunakan adalah literature review dengan mencari artikel dari Google Scholar, PubMed, dan Crossref dari tahun 2015–2025. Dari total 406 artikel yang ditemukan, diseleksi tujuh studi relevan dengan metode eksperimen, quasi eksperimen, dan deskriptif retrospektif. Hasil dari sintesis menunjukkan bahwa pemberian suplementasi zinc dapat secara efektif mengurangi durasi dan frekuensi diare, mempercepat proses penyembuhan, serta mengurangi risiko kekambuhan sekitar 27–34%. Kombinasi zinc dengan probiotik juga terbukti lebih efektif daripada penggunaan secara terpisah. Efek samping yang biasanya muncul cenderung ringan, seperti mual atau rasa logam di mulut, dan tidak memerlukan penghentian terapi. Oleh karena itu, suplementasi zinc adalah intervensi yang aman dan efisien sebagai terapi tambahan diare pada anak. Tenaga kesehatan memiliki peran penting dalam memberikan edukasi dan melakukan pemantauan agar terapi dapat memberikan manfaat secara optimal.
Hubungan self efficacy dengan kejadian baby blues syndrom pada ibu post partum: The relationship between self-efficacy and the incidence of baby blues syndrome in postpartum mothers Badjuka, Rahmatya Putri Ayu; Retni, Ani; Lihu, Fahmi A.
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 12 No. 1 (2026): JiKep | Februari 2026
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v12i1.2964

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara self-efficacy dengan kejadian baby blues syndrome pada ibu postpartum di wilayah kerja Puskesmas Telaga Biru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu postpartum yang berada di wilayah kerja Puskesmas Telaga Biru pada periode Januari–Maret 2025, dengan jumlah responden sebanyak 43 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner self-efficacy dan Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara self-efficacy dengan kejadian baby blues syndrome pada ibu postpartum. Hubungan yang terbentuk bersifat negatif, yang menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat self-efficacy ibu postpartum, maka semakin rendah risiko terjadinya baby blues syndrome. Penelitian ini menyimpulkan bahwa self-efficacy memiliki peran penting dalam menurunkan risiko terjadinya baby blues syndrome pada ibu postpartum. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan dan dukungan psikososial untuk meningkatkan self-efficacy ibu selama masa kehamilan dan setelah persalinan.
Efektivitas ekstrak temulawak (Curcuma Xanthorrhiza) terhadap peningkatan nafsu makan anak: The effectiveness of temulawak extract (Curcuma Xanthorrhiza) on increasing children's appetite Nurlaila, Sinta; Amellia, Destia; Sativa, Oriza; Andayani, Jihan Stevie Tri; Ayesha, Ghaniya Afsar Ara; Putri, Nabila Tiara; Ridwan, Heri
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 12 No. 1 (2026): JiKep | Februari 2026
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v12i1.2983

Abstract

Anak-anak yang mengalami penurunan selera makan menghadapi risiko kekurangan gizi, gangguan pertumbuhan, hingga stunting. Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) merupakan tanaman herbal yang secara turun-temurun digunakan untuk meningkatkan nafsu makan karena mengandung senyawa bioaktif seperti kurkuminoid, xanthorrhizol, fenolik, dan flavonoid yang berperan dalam merangsang proses makan. Penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas ekstrak temulawak dalam meningkatkan nafsu makan anak melalui metode literature review. Data dikumpulkan dari berbagai sumber ilmiah dalam rentang publikasi 2020–2025 dan dianalisis berdasarkan kesesuaian topik. Berdasarkan hasil analisis literatur, temulawak dilaporkan memiliki efektivitas dalam meningkatkan nafsu makan anak, disertai dengan perbaikan pola konsumsi dan dukungan terhadap peningkatan berat badan. Mekanisme kerja temulawak berkaitan dengan kemampuannya dalam merangsang sekresi empedu, meningkatkan aktivitas enzim pencernaan, serta memodulasi reseptor rasa pahit yang berperan dalam regulasi sensasi lapar. Di samping itu, kandungan bioaktif temulawak menunjukkan stabilitas yang baik pada berbagai bentuk sediaan, termasuk ekstrak cair, tablet effervescent, produk jamu instan, dan minuman herbal, sehingga mendukung kemudahan konsumsi pada populasi anak. Secara keseluruhan, temulawak dinilai aman, bermanfaat, dan sesuai dengan praktik kesehatan tradisional sehingga dapat direkomendasikan sebagai opsi pendukung untuk membantu mengatasi masalah nafsu makan pada anak serta mendukung pencegahan stunting
Dampak pemberian insulin terhadap risiko hipoglikemia: Kajian literatur: The impact of insulin administration on the risk of hypoglycemia: A literature review Rahayu, Aldira Elsavina Margi; Tiranie, Dian; Putri, Karina Gayatri; Nur Az Zahra, Putri Rhieyana; Al-Farisi, Muhammad Keysa; Lestari, Sayla Mega; Ridwan, Heri
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 12 No. 1 (2026): JiKep | Februari 2026
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v12i1.2989

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronik yang membutuhkan pengelolaan glikemik jangka panjang, di mana insulin menjadi terapi utama. Namun, penggunaan insulin sering dikaitkan dengan risiko hipoglikemia yang dapat menimbulkan dampak klinis serius. Studi literatur ini dilakukan untuk meninjau pengaruh pemberian insulin terhadap keseimbangan glukosa dengan fokus pada risiko hipoglikemia. Metode penelitian ini mengaplikasikan studi pendekatan literatur narrative review dengan melakukan inspeksi dan menelaah pada 7 jurnal terpilih yang sesuai dan layak dengan kata kunci dan topik yang dianalisis pada jurnal ini. Hasil Literatur menunjukkan bahwa hipoglikemia merupakan efek samping utama terapi insulin, terutama pada regimen basal bolus dan insulin kerja cepat. Risiko meningkat pada pasien dengan dosis insulin tinggi, lama penyakit, serta kontrol glikemik tidak stabil. Hipoglikemia terbukti berhubungan dengan meningkatnya mortalitas, meskipun beberapa studi menunjukkan tidak adanya hubungan signifikan dengan kualitas hidup dan kepatuhan terapi. Teknologi seperti continuous glucose monitoring dan insulin pump dapat menurunkan risiko hipoglikemia. Terapi insulin efektif menurunkan glukosa tetapi memiliki risiko hipoglikemia yang perlu dikelola melalui pemantauan ketat, edukasi pasien, dan penggunaan teknologi modern untuk meningkatkan keamanan terapi.
Hubungan penggunaan media sosial dan tingkat stress dengan kejadian insomnia pada mahasiswa: The relationship between social media use and stress levels with the incidence of insomnia in stundents Purnamasari, Enik; Kusbiantoro, Dadang; Aris, Arifal
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 12 No. 1 (2026): JiKep | Februari 2026
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v12i1.2991

Abstract

Insomnia merupakan gangguan tidur yang ditandai dengan kesulitan untuk memulai tidur, mempertahankan tidur, atau bangun terlalu pagi dan tidak dapat tidur kembali. Masalah ini banyak dialami oleh mahasiswa karena berbagai tekanan, salah satunya adalah penggunaan media sosial secara berlebihan dan tingkat stres yang tinggi. Jika tidak ditangani, insomnia dapat menyebabkan penurunan daya konsentrasi, gangguan emosional, serta menurunnya prestasi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan media sosial dan tingkat stres dengan kejadian insomnia pada mahasiswa Keperawatan semester IV Universitas Muhammadiyah Lamongan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasi analitik pendekatan cross-sectional dan melibatkan 67 responden yang dipilih melalui teknik total sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi kuesioner Insomnia Severity Index (ISI), Depression Anxiety Stress Scale (DASS), dan kuesioner penggunaan media sosial. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara penggunaan media sosial dengan kejadian insomnia dan juga antara tingkat stres dengan kejadian insomnia. Berdasarkan hasil tersebut penggunaan media sosial dan tingkat stress dapat mempengaruhi terjadinya insomnia. Maka dapat disimpulkan bahwasanya semakin tinggi frekuensi dan durasi penggunaan media sosial serta tingkat stres, semakin besar risiko mengalami insomnia
Analisis outcome pasien bedah dan non bedah di IGD berdasarkan early warning score: Analysis of surgical and non-surgical patient outcomes in the emergency room based on Early Warning Score Megawati, Sri Wulan; Imam, Haerul; Sumbara; Wirawan, Nandar
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 12 No. 1 (2026): JiKep | Februari 2026
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v12i1.3004

Abstract

Perburukan kondisi pasien di rawat inap dapat diprediksi dengan menggunakan Early Warning Score (EWS). Urgensi penelitian ini adalah dampak implementasi EWS terhadap outcome pasien masih belum bisa dipastikan pada berbagai populasi termasuk pasien bedah dan non bedah yang menjadi fokus penelitian ini.  Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis Outcome Pasien Bedah dan Non-Bedah di IGD Berdasarkan EWS. Metode penelitiannya adalah restrospektif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh rekam medik pasien di IGD 3 bulan terakhir dengan kriteria sampel yang ditetapkan mengunakan purposive consecutive sampling. Data yang dikumpulkan adalah terkait dengan data demografi, monitor EWS dan outcome pasien. Pelaksanaan penelitian dibantu oleh enumeurator. Data dianlisis secara univariat menggunakan distribusi frekuensi dan bivariat dengan Chi-square. Hasil penelitian menunjukan tidak terdapat korelasi anatar pasien bedah dan non bedah dengan nilai EWS, tetapi terdapat korelasi antara nilai EWS dengan outcome pasien. Sistem EWS perlu diterapkan secara konsisten pada seluruh pasien untukmendeteksi dini perburukan klinis sehingga mendapatkan penatalaksanaan yang tepat.
Obat antiepilepsi yang paling sering diresepkan ditinjau dari segi efektivitas: The most commonly prescribed antiepileptic drugs reviewed from an effectiveness perspective Shabirah, Risha Meidian; Prima Rahayu Ningtyas; Laily Nurul Latifah; Lenni Rahmadani; Raisha Risdiansyah Putri; Nys. Faradilla Salsabila; Heri Ridwan
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 12 No. 1 (2026): JiKep | Februari 2026
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v12i1.3007

Abstract

Epilepsi merupakan gangguan neurologis kronis yang membutuhkan terapi obat antiepilepsi (OAE) untuk mencapai kontrol kejang yang optimal. Studi ini bertujuan mengeksplorasi dan membandingkan pola peresepan serta efektivitas OAE pada kejang umum maupun kejang fokal. Metode yang digunakan adalah literature review sistematis. Pencarian dilakukan melalui PubMed, Google Scholar, dan OpenAlex dengan kriteria inklusi berupa artikel full text, open access, berbahasa Indonesia atau Inggris, serta dipublikasikan pada tahun 2015–2025. Kata kunci meliputi “jenis obat antiepilepsi”, “diresepkan dokter”, dan “efektivitas”. Tahap awal pencarian menemukan 210 jurnal (Google Scholar 158, PubMed 20, OpenAlex 32). Setelah seleksi diperoleh 8 jurnal yang sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa obat antiepilepsi yang paling sering diresepkan adalah natrium valproat, diikuti oleh carbamazepine dan levetiracetam. Natrium valproat umumnya digunakan pada kejang umum, sedangkan carbamazepine lebih banyak diresepkan pada kejang fokal. Levetiracetam dilaporkan memiliki spektrum penggunaan yang luas pada berbagai tipe kejang dengan profil keamanan yang relatif lebih baik. Selain monoterapi, penggunaan politerapi terutama kombinasi berbasis valproat atau carbamazepine dengan benzodiazepine sering ditemukan pada pasien dengan kontrol kejang yang belum optimal. Penelitian ini menggambarkan pola peresepan obat antiepilepsi serta implikasinya terhadap efektivitas dan keamanan terapi.
Pengaruh kombinasi tandem walking exercise dan core stability exercise terhadap keseimbangan berjalan pada pasien Cerebrovascular Accident (CVA): The effect of combination of tandem walking exercise and core stability exercise on walking balance in Cerebrovascular Accident (CVA) patients Urifah, Malika Puspita; Lestari, Trijati Puspita; Pramestirini, Rizky Asta
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 12 No. 1 (2026): JiKep | Februari 2026
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v12i1.3029

Abstract

Keseimbangan berjalan pada pasien Cerebrovascular Accident (CVA) dapat mempengaruhi aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi tandem walking exercise dan core stability exercise terhadap keseimbangan berjalan pada pasien Cerebrovascular Accident  (CVA). Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pre-test and post-test. Jumlah populasi 50 pasien yang di ambil sampel berjumlah 37 pasien yang dipilih secara purposive. Instrumen yang digunakan untuk mengukur keseimbangan berjalan adalah Time Up and Go Test (TUGT). Tandem walking exercise dan core stability exercise dilakukan selama 3 kali seminggu selama 2 minggu sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan terapi kombinasi tandem walking exercise dan core stability exercise untuk meningkatkan keseimbangan berjalan. Terapi ini bertujuan untuk melatih koordinasi, kekuatan otot inti, dan stabilitas tubuh. Kombinasi keduanya terbukti efektif membantu pasien Cerebrovascular Accident (CVA) berjalan lebih stabil.
Efektivitas therapeutic patient education berbasis augmented reality terhadap self-efficacy pasien diabetes melitus tipe 2: Studi kuasi-eksperimental: The effectiveness of augmented reality-based therapeutic patient education on the self-efficacy of type 2 diabetes mellitus patients: A quasi-experimental study Fajriyah, Novita; Kristiani, Rina Budi; Susanti; Yobel, Sosilo
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 12 No. 1 (2026): JiKep | Februari 2026
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v12i1.3064

Abstract

Latar Belakang: Kepatuhan pasien Diabetes Mellitus tipe 2 dalam pengelolaan penyakit sering kurang optimal akibat keterbatasan pengetahuan, kepercayaan diri, dan konsistensi perilaku. Therapeutic patient education berbasis augmented reality dikembangkan sebagai media edukasi interaktif untuk meningkatkan kemandirian pasien dalam pengelolaan diabetes. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas therapeutic patient education berbasis augmented reality terhadap efikasi diri pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan pendekatan pretest–posttest kelompok kontrol. Sampel berjumlah 100 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Instrumen penelitian menggunakan Diabetes Management Self-Efficacy Scale. Analisis perbedaan sebelum dan sesudah intervensi pada masing-masing kelompok menggunakan uji Wilcoxon, sedangkan perbedaan antara kelompok pada pengukuran setelah intervensi dianalisis menggunakan uji Mann–Whitney. Hasil: Terdapat peningkatan efikasi diri yang signifikan pada kelompok intervensi setelah pemberian therapeutic patient education berbasis augmented reality, sedangkan pada kelompok kontrol tidak ditemukan perubahan yang signifikan. Hasil uji Mann–Whitney menunjukkan bahwa skor efikasi diri kelompok intervensi pada pengukuran pascaintervensi secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Simpulan: Therapeutic patient education berbasis augmented reality lebih efektif dibandingkan edukasi standar dalam meningkatkan efikasi diri pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dan berpotensi diintegrasikan sebagai media edukasi dalam pelayanan kesehatan.
Manajemen keperawatan gangguan mobilitas fisik pada stroke iskemik akut dengan ketidakstabilan hemodinamik: Laporan kasus: Nursing management of physical mobility disorders in acute ischemic stroke with hemodynamic instability: Case reports Heriningsih, Kisti; Inayati, Aini; Minarsih
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 12 No. 1 (2026): JiKep | Februari 2026
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v12i1.3120

Abstract

Stroke non-hemoragik adalah penyebab utama kecacatan, seringkali menyebabkan gangguan gerak tiba-tiba yang dapat memperburuk ketidakstabilan tekanan darah dan meningkatkan risiko komplikasi serius karena gerakan pasien yang terbatas di ruang ICU. Laporan kasus ini menjelaskan cara mengobati pasien stroke non-hemoragik yang mengalami gangguan gerak dan tekanan darah yang tidak stabil. Metode yang digunakan adalah penanganan satu kasus pasien stroke non-hemoragik yang dirawat di ICU. Intervensi utama termasuk memberikan mobilisasi dini, seperti latihan gerakan aktif pasif, mengubah posisi setiap dua jam, dan menempatkan kepala pasien 30 derajat ke atas, disertai dengan pemantauan tekanan darah yang ketat. Hasil perawatan tiga hari menunjukkan bahwa persendian masih fleksibel, kulit tidak terluka, tekanan darah stabil, dan tingkat kesadaran pasien meningkat, meskipun kekuatan otot tidak menunjukkan peningkatan yang signifikan. Kesimpulan yang dapat ditarik adalah bahwa mobilisasi pasif dini dapat dilakukan dengan aman dan efektif pada pasien stroke non-hemoragik dengan tekanan darah yang tidak stabil, untuk mencegah komplikasi akibat gerakan terbatas selama pemantauan ketat. Studi ini memberikan panduan praktis bagi perawat dalam menangani pasien stroke kritis yang memiliki tekanan darah tidak stabil di ICU.