cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25982370     DOI : -
BIOMA (ISSN 1410-8801) adalah Majalah Ilmiah Biologi yang bertujuan mewadahi semua informasi hasil penelitian, telaah pustaka, makalah teknis, dan kajian buku, dari berbagai cabang ilmu Biologi. Diharapkan penerbitan ini dapat berkontribusi dalam penyampaian informasi ilmiah yang merupakan mata rantai proses kegiatan ilmiah. Terbit sejak tahun 1999.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 26, No 1, Tahun 2024" : 8 Documents clear
Dimensi Ekologis Sedekah Laut: Analisis Teori Aktor-Jaringan (Actor Network Theory) Nurcholis, Luckfi
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 26, No 1, Tahun 2024
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/bioma.2024.64181

Abstract

Wilayah pesisir, khususnya di Indonesia, merupakan ekosistem penting yang mendukung keanekaragaman kehidupan laut dan menopang penghidupan jutaan orang. Di tengah meningkatnya tantangan lingkungan hidup, tradisi budaya Sedekah Laut, muncul sebagai sebuah lensa penting untuk memahami interaksi yang rumit antara manusia dan lingkungan pesisir. Makalah ini menggunakan teori aktor-jaringan (Actor Network Theory-ANT) untuk menyelidiki jaringan interaksi kompleks yang membentuk Sedekah Laut dan implikasi ekologisnya. Melalui penelitian etnografi di Desa Jetis, Kabupaten Cilacap, penelitian ini mengungkap beragam peran aktor manusia dan non-manusia dalam ekosistem pesisir. Mulai dari komunitas pesisir yang melakukan ritual untuk mengungkapkan rasa syukur kepada laut hingga pemimpin spiritual yang menjadi perantara antara praktik manusia dan kondisi lingkungan, setiap aktor berkontribusi pada pembentukan jaringan yang dinamis. Praktik Sedekah Laut tidak hanya memupuk identitas budaya dan kohesi masyarakat tetapi juga mendorong praktik penangkapan ikan berkelanjutan dan kepedulian terhadap lingkungan. Dengan mengintegrasikan keyakinan spiritual dan pengelolaan ekologi, Sedekah Laut mewujudkan pendekatan holistik terhadap konservasi pesisir, menyoroti keterkaitan sistem sosial, budaya, dan ekologi. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya mengenali dan memanfaatkan pengetahuan dan praktik tradisional dalam menjaga ekosistem pesisir untuk generasi mendatang.
Studi Kandungan Logam Berat Besi (Fe) pada Air dan Ikan di Tambak Medan Belawan Sumatera Utara Syukriah, Syukriah; Fauziansyah, Hidayat; Amira, Siti
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 26, No 1, Tahun 2024
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/bioma.2024.58929

Abstract

Kecamatan Medan Belawan merupakan lokasi industri perikanan terbesar ke tiga di Kota Medan. Kualitas air yang buruk pada Kecamatan Medan Belawan membuat industri perikanan diwilayah ini menghadapi sejumlah permasalahan terhadap kualitas ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar logam berat besi (Fe) pada air tambak, hasil budidaya perikanan dan Bioconcentration factor logam berat besi (Fe) pada ikan dan udang di Medan Belawan. Penelitian ini menggunakan metode Purposive Sampling dengan pengambilan sampel di tiga titik yaitu tambak budidaya ikan nila, udang dan ikan mujair. Pengujian logam berat besi dilakukan dengan menggunakan Atomic Absorption Spectophotometry (AAS) kemudian analisis kandungan logam berat di setiap sampel akan dibandingkan dengan PP No. 22 Tahun 2021. Hasil pengujian kandungan logam besi pada air  tambak melebihi standar baku mutu. Kandungan logam besi (Fe) pada air tambak 1, 2 dan 3 masing-masing sebesar 0,51, 0,93 dan 1,19 mg/L. Kandungan kadar besi (Fe) pada daging ikan nila 8,36 mg/kg, pada udang sebesar 10,0 mg/kg dan mujair 6,24 mg/kg. Hasil ini menunjukkan kandungan total ion Fe berada jauh di atas standar batas aman adanya kontaminan Fe dalam pangan berdasarkan FAO/WHO (2011) sebesar 0,8 mg/kg.
Identifikasi Penyakit pada Tanaman Vanili (Vanilla sp.) di Kebun Raya Liwa, Lampung Barat Amrani, Alfina; Mahfut, Mahfut; Umur, Khoirul
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 26, No 1, Tahun 2024
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/bioma.2024.60829

Abstract

Vanili (Vanilla sp.) adalah salah satu tanaman yang memiliki nilai ekonomis dalam berbagai bidang industri. Lampung merupakan salah satu provinsi di Indonesia penghasil vanili terbanyak, dengan luas tanam 479 Ha dan produksi tahun 2014 sebanyak 63 ton. Tanaman vanili juga ditemukan dapat hidup dengan baik di Kabupaten Lampung Barat tepatnya di Kebun Raya Liwa karena letak geografisnya yang sesuai. Akan tetapi, jumlah tanaman vanili di Kebun Raya Liwa belum terlalu banyak karena teknik budidaya yang sulit dan banyaknya penyakit yang sering menginfeksi tanaman vanili. Beberapa penyakit yang menginfeksi tanaman vanili di Kebun Raya Liwa antara lain yaitu penyakit busuk batang, busuk akar, busuk pangkal batang, antraknosa, dan penyakit karat merah yang disebabkan oleh ganggang Cephaleuros henningsii. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengidentifikasi jenis-jenis penyakit, gejala dari masing-masing penyakit, dan pengendalian penyakit pada tanaman vanili (Vanilla sp.). Metode yang digunakan adalah metode observasi langsung melalui pengamatan, dokumentasi, mencatat, dan memperlajari penyakit pada tanaman vanili.
Distribusi Karbohidrat Asam dan Netral pada Epididimis Sapi Sumba Ongole (Bos indicus) Ranus, Teresia Yoanista Wendardins; Amalo, Filphin A.; Maha, Inggrid T.; Nitbani, Heny; Selan, Yulfia N.
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 26, No 1, Tahun 2024
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/bioma.2024.61592

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran senyawa mukopolisakarida yaitu karbohidrat asam dan karbohidrat netral pada epididimis sapi sumba ongole (Bos indicus). Sampel penelitian yang digunakan sebanyak 3 organ epididimis yang dikoleksi dari 3 ekor sapi sumba ongole yang dipotong di Rumah Potong Hewan Kabupaten Sumba Timur dengan kisaran berat potong 200-300 kg dan kisaran umur 1-3 tahun. Sampel difiksasi dalam formalin 10% dan dilakukan pemrosesan jaringan. Sebaran karbohidrat asam dan netral pada epididimis dideteksi dengan metode pewarnaan Alcian Blue (AB) dan Periodic Acid Schiff (PAS). Hasil penelitian menunjukkan karbohidrat asam dan karbohidrat netral terdistribusi pada 3 bagian epididimis, yakni caput, corpus, dan cauda. Pewarnaan AB pH 2,5 menunjukkan reaksi positif lemah (+) pada lapisan otot polos, jaringan ikat (tunika submukosa), tunika albuginea, dan menunjukkan reaksi positif sedang (++) pada stereosilia, lamina epitel, dan lamina propria. Intensitas yang lemah (+) untuk pewarnaan PAS terlihat pada jaringan ikat dan tunika albuginea. Stereosilia, lamina epitel, lamina propria, dan lapisan otot polos menunjukkan intensitas sedang (++) terhadap pewarnaan PAS. Terjadinya variasi distribusi karbohidrat asam dan netral pada epididimis sapi sumba ongole diduga disebabkan oleh proliferasi berbagai jenis sel dan aktivitas biosintetik sel pada epididimis.
Identifikasi Spesies Ikan Laut Menggunakan Teknik DNA Barcoding Halisah, Kharisma Ayu Zeina; Fitri, Andira; Irianto, Sherina Natalia; Aulya, Melvie; Sakti, Bima; Sanrina, Sanrina; Harmadi, Prima; Maha, Netty Sukma S; Cahyani, Ni Kadek Dita
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 26, No 1, Tahun 2024
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/bioma.2024.62478

Abstract

Penelitian biodiversitas, terutama di bidang kelautan di Indonesia menjadi hal yang sangat penting. Ini dikarenakan tingginya keragaman hayati Indonesia yang memerlukan penelitian-penelitian pendukung, seperti identifikasi spesies, status populasi, dan juga stok genetik dengan pendekatan molekuler. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei sampai Agustus 2023. Sebanyak enam individu sampel dikoleksi dari tiga lokasi di Kabupaten Karangasem, Bali, yaitu Amed, Batu Dawa, dan Batuniti. Penelitian ini merupakan bagian dari program pendidikan yang dikembangkan di Indonesia yaitu program MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka). Kegiatan MBKM ini bertujuan memberikan keterampilan laboratorium terutama keterampilan molekuler kepada para peserta. Penelitian ini bertujuan untuk melaporkan hasil kegiatan yang dilakukan dengan mengambil tema identifikasi spesies ikan dengan pendekatan molekuler. Perbanyakan DNA dilakukan dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) dengan target gen COI (Cytochrome Oxidase Subunit I). Jenis ikan yang didapatkan meliputi empat individu ikan tongkol (Auxis rochei), satu ikan kuwe (Caranx sp.), dan satu ikan cucut (Tylosurus acus). Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh sampel memiliki kekerabatan dekat terhadap hasil perbandingan NCBI yaitu Auxis rochei, Caranx sexfasciatus, dan Tylosurus acus dengan nilai persentase kesamaan berkisar antara 98-100%.
Ragam Metode Pengendalian Gulma Eceng Gondok (Eichhornia crassipes (Mart.) Solm) Di Danau Rawapening Jawa Tengah, Indonesia Prasetyo, Syarif
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 26, No 1, Tahun 2024
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/bioma.2024.54731

Abstract

AbstrakDanau Rawapening disorot mengalami penurunan kualitas lingkungan. Kondisi tersebut dapat dilihat dari semakin meluasnya invasi gulma eceng gondok yang meutupi permukaan air. Tumbuhan air dari Sungai Amazon yang masuk daftar 100 gulma paling invasif di dunia ini  memiliki kemampuan tumbuh pesat secara vegetatif dan generatif. Eceng gondok memicu percepatan penyusutan air pada danau melalui evapotranspirasi, menurunkan kadar oksigen terlarut yang berakibat pada hilangnya beragam spesies dan menurunnya produksi ikan. Pertumbuhan eceng gondok yang tak terkendali juga mengganggu navigasi kapal, merusak jaring nelayan, merusak turbin pembangkit listrik tenaga air, merusak pemandangan dan menjadi habitat bagi vektor penyakit. Kajian pustaka terkait metode pengendalian eceng gondok ini bertujuan untuk memberikan pilihan alternatif dalam mengatasi gulma invasif tersebut di Danau Rawapening. Semua metode dalam pengendalian eceng gondok memiliki keunggulan dan kekurangannya masing-masing baik pengendalian secara fisik (mekanis), kimiawi maupun pemanfaatan agen biologis. Pengendalian secara fisik tidak memerlukan keahlian khusus untuk membersihkan eceng gondok dari perairan. Namun, eceng gondok yang dipotong dan tenggelam akan mempengaruhi kadar oksigen terlarut serta penyuburan (eutrofikasi) perairan sehingga dapat memicu ledakan pertumbuhan eceng gondok itu sendiri. Pengendalian secara kimiawi dapat menghemat biaya maupun tenaga dibandingkan secara fisik, terutama untuk penanganan invasi eceng gondok di perairan luas. Namun, pemakaian herbisida dalam pengendalian eceng gondok juga dapat memusnahkan tumbuhan non target yang dapat menimbulkan permasalahan ekologis secara luas. Pengendalian menggunakan agen biologis untuk mengurangi jumlah eceng gondok menjadi opsi yang dapat dipilih. Kelemahan pengendalian secara biologis adalah lamanya proses pembersihan dibandingkan dengan metode mekanis dan kimiawi, sehingga membuat seseorang menjadi eggan untuk mengaplikasikannya. Metode biologis relatif aman bagi kesehatan lingkungan perairan tetapi membutuhkan waktu Panjang sedangan metode mekanis dan kimiawi dapat diterapkan secara efektif dan efisien, tetapi berdampak negatif terhadap kondisi ekologi perairan. 
Diversitas dan Distribusi Spasial Pohon Ficus di Kota Semarang, Indonesia Baskoro, Karyadi; Khotimperwati, Lilih; Utami, Sri
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 26, No 1, Tahun 2024
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/bioma.2024.64167

Abstract

Studi tentang Ficus sudah cukup banyak dilakukan, baik mengenai taksonomi, distribusi, ekologi, namun umumnya terkait dengan habitat alami atau kawasan konservasi. Kajian keragaman dan distribusi Ficus di habitat urban, sub-urban atau diluar kawasan konservasi, baru dilakukan di beberapa tempat, namun belum pernah dilakukan di kawasan Kota Semarang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman, kelimpahan dan distribusi spasial pohon Ficus di Kota Semarang. Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode cruise, dengan menjelajahi semua area yang ada di wilayah Semarang. Setiap spesies Ficus yang ditemukan dicatat dan dihitung jumlah individu dari setiap spesies. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan metode analisis spasial. Diperoleh sebanyak 15 spesies. Total individu pohon sebanyak 658 individu, dengan spesies terbanyak adalah F. benjamina (444), diikuti oleh F. kurzii, F. virens, F. microcarpa, F. callosa, F. drupacea, F. elastica, F. religiosa, F. altissima, F. variegata, F. superba, F. tinctoria. Keragaman, kemelimpahan individu, distribusi spasial, serta jaminan perlindungan, memberikan potensi besar sebagai sumber pakan satwa liar. Namun demikian masih diperlukan studi lebih lanjut.
Exploration of Pilobolus sp. Fungi from Various Livestock Manures in Kedung Pacul Village, Klaten Mahardhika, Wahyu Aji; Akmaliyah, Rizna; Diana, Milsa Solva; Listyowati, Sri
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 26, No 1, Tahun 2024
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/bioma.2024.55874

Abstract

Pilobolus is a coprophilous fungus belonging to the Zygomycota. Pilobolus sp. is called a coprophilous fungus because it can live in animal feces. The uniqueness of this fungus is that it can shoot its spores, so Pilobolus sp. is called a shotgun fungus. Pilobolus sp. exhibits a phototropism mechanism in which the sporangium shoots spores in the direction of light. Pilobolus has a unique living habitat, namely in the manure of herbivores such as cows, goats, sheep, etc. This habit of life may seem terrible to us, but fungi like Pilobolus sp. are very important in life because they are a type of decomposer, capable of breaking down organic matter from dead living things. So the purpose of this study was to observe the spores produced by the fungus Pilobolus sp.  (a fungus in animal waste). The method used was to cultivate the fungus Pilobolus sp. for seven days on various animal wastes placed in jam bottles. The results showed that the Pilobolus sp. fungus grew on various media of animal feces, such as horses, cows, goats, and pigs, with different growth times, and there were also spores shot on the glass walls that had been perforated.

Page 1 of 1 | Total Record : 8