cover
Contact Name
Agus Yuniawan Isyanto
Contact Email
agusyuniawanisyanto@unigal.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
alfarhanic@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL ILMIAH MAHASISWA AGROINFO GALUH
Published by Universitas Galuh
ISSN : 23564903     EISSN : 25798359     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH merupakan jurnal ilmiah berkala yang memuat hasil penelitian dari mahasiswa Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Galuh.
Arjuna Subject : -
Articles 1,061 Documents
Strategi Pengembangan Usaha Pada Agroindustri Wajit Ketan di Desa Cogreg Kecamatan Cikatomas Kabupaten Tasikmalaya Adhari, Fajar; Setia, Budi; Kurnia, Rian
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 11, No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v11i2.11867

Abstract

Agroindustri, Strategi Pengembangan, SWOT, Wajit Ketan
ANALISIS RANTAI PASOK SIRUP HONJE (Studi Kasus Pada UMKM Rengganis di Kelurahan Mulyasari Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya) Sanip, Muhamad; Sudrajat, Sudrajat; Aziz, Saepul
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 11, No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v11i2.11925

Abstract

Honje (Erlingera hemispaerica) merupakan tumbuhan rempah-rempah dari famili jahe-jahean yang bunganya memiliki aroma yang khas. Pemanfaatan buah honje sebagai buah yang bisa dimakan masih kurang karena teksturnya yang keras dan rasanya yang asam. honje termasuk tumbuhan yang dapat dimanfaatkan mulai dari rimpang hingga buahnya. Namun masalah yang dihadapi produsen sirup terhormat di UMKM Rengganis saat ini adalah tidak menemukan rantai rantai pasok dan kinerja rantai pasok untuk sirup produk yang mereka produksi. Penelitian ini bertujaun untuk; 1) Pembaruan sistem rantai pasok sirup honje 2) Pembaruan kinerja rantai pasok sirup honje. Responden penelitian merupakan produsen sirup honje. Keputusan produsen ditentukan dengan metode purvosive sampling dan Lembaga pemasaran ditentukan dengan metode snowball sampling. Metode yang digunakan untuk mengetahui rantai pasokan adalah dengan pendekatan manajemen rantai pasok dan analisis deskriptif. Kinerja rantai suplai sirup honje diukur dengan pangsa produsen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat satu rantai pasokan Sirup Honje pada UMKM Rengganis di Kelurahan Mulyasari Kecamatan Tamansari yang melibatkan pengepul honje, produsen, penjualan, dan konsumen. Aliran produk yang mengalir dari produsen sirup honje ke konsumen, aliran keuangan yang mengalir dari konsumen sampai ke produsen sirup honje, dan aliran informasi yang mengalir baik dari produsen sirup honje ke konsumen atau sebaliknya. Nilai margin pemasaran untuk setiap satu botol sirup honje adalah sebesar Rp 2.000. rantai pasok sirup honje pada UMKM Rengganis di Kelurahan Mulyasari Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya bisa masuk kategori efisien,
ANALISIS KELAYAKAN AGROINDUSTRI KERIPIK PISANG Nurdiansah, Rizki; Isyanto, Agus Yuniawan; Sudradjat, Sudrajat
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 11, No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v11i1.9666

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Besarnya biaya usaha keripik pisang di Desa Karangpawitan. (2) Besarnya penerimaan usaha keripik pisang di Desa Karangpawitan. (3) Besarnya pendapatan usaha keripik pisang di Desa Karangpawitan. (4) R/C usaha keripik pisang di Desa Karangpawitan Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survai dengan mengambil kasus di Desa Karangpawitan Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran. Jumlah perajin yang dijadikan responden diambil sebanyak 6 perajin, atau seluruh perajin keripik pisang diambil sebagai responden (secara sensus) sesuai dengan pendapat Arikunto (2010), apabila subjek (populasi) kurang dari 100 lebih baik diambil semua dan apabila jumlah subjek besar (lebih dari 100) dapat di ambil 10 sampai 30 persen. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Rata-rata biaya yang dikeluarkan oleh agroindustri keripik pisang di Desa Karangpawitan Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran dalam satu kali proses produksi adalah Rp 827.060,18. (2) Rata-rata penerimaan agroindustri keripik pisang di Desa Karangpawitan Rp 1.528.333.33. (3) Rata-rata pendapatan yang dipeoleh agroindustri keripik pisang di Desa Karangpawitan yaitu Rp 701.273,15. (4) R/C yang diperoleh responden agroindustri keripik pisang di Desa Karangpawitan Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran yaitu 1,86 per satu kali proses produksi, hingga agroindustri keripik pisang di Desa Karangpawitan Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran layak untuk diusahakan.Kata Kunci : Pendapatan, Kelayakan, Agroindustri, Keripik Pisang.
ANALISIS FINANSIAL BUDIDAYA UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) (Studi Kasus Pada CV. Cahaya Baru lestari di Kecamatan Ngaras Kabupaten Pesisir Barat) Aadilah, Yayu Sayyidah; Isyanto, Agus Yuniawan; Aziz, Saepul
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 11, No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v11i2.12525

Abstract

Pesisir pantai menjadi potensi yang sangat besar untuk pemanfaatan sumberdaya perikanan khususnya untuk budidaya pertambakan, Salah satunya komoditas yang semakin berkembang yaitu budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei). Udang vaname (Litopenaeus vannamei) juga memiliki keunggulan yang tepat di bandingkan spesies lainnya untuk kegiatan budidaya udang dalam tambak di antaranya adalah: memiliki respon terhadap pakan atau nafsu makan yang tinggi, lebih tahan terhadap serangan penyakit dan kualitas lingkungan yang buruk, pertumbuhan lebih cepat, tingkat kelangsungan hidup yang tinggi, padat tebar cukup tinggi dan waktu pemeliharaan yang relatif singkat yakni setiap siklusnya sekitar 90 – 100 hari. Sehingga sekarang ini banyak investor yang tertarik untuk mengembangkan atau memulai usaha pada kegiatan budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei). Penelitian ini dilaksanakan bertujuan untuk Mengetahui kelayakan finansial usaha budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) pada CV. Cahaya Baru Lestari. Jenis Penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode studi kasus dan teknik penarikan sampel menggunakan data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukan bahwa usaha budidaya udang secara finansial layak diusahakan pada tingkat discount factor 6% untuk periode 3 tahun, hal ini dapat dilihat dari nilai NPV yang di dapat yaitu sebesar 10.790.132.334 lebih dari 0, nilai Net B/C Ratio sebesar 3,1 nilainya lebih dari 1 dan nilai IRR sebesar 584,64% lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat discount factor sebesar 6%, dan dalam penelitian ini nilai PP di kembalikan pada tahun ke 1, hal ini menunjukan bahwa pengembalian modal usaha budidaya udang dikategorikan cepat karena PP < 3 tahun.
ANALISIS KETERSEDIAAN BAHAN BAKU DAN KELAYAKAN AGROINDUSTRI TELUR ASIN DI DESA PAKEMITAN KECAMATAN CIKATOMAS Yulia, Imas; Isyanto, Agus Yuniawan; Andrie, Benidzar M
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 11, No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v11i2.12116

Abstract

ABSTRAK  Telur asin merupakan telur yang mengalami pengasinan. Proses pengasinan ini dapat dapat meningkatkan masa simpan telur, menambah cita rasa dan mengurangi bau amis dari telur itik. Analisis pendapatan dan kelayakan di perlukan dalam suatu usaha agar tidak mendapatkan kerugian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana ketersediaan bahan baku, Besarnya biaya dan pendapatan yang di peroleh  pada agroindusti Kabita Farm di Desa pakemitan Kecamatan Cikatomas Kabupaten Tasikmalaya. kelayakan dan R/C Ratio pada agroindustri Kabita Farm di Desa Pakemitan Kecamatan Cikatomas Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan kulatitatif,penentuan sampel digunakan secara sengaja (purposive sampling). Lokasi penelitian di Desa Pakemitan Kecamatan Cikatomas Kabupaten Tasikmalaya. Data yang digunakan adalah data primer dan skunder.Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Besarnya biaya total (Total Cost) pada usaha Telur Asin per satu kali produksi adalah sebesar Rp 500.000,- yang terdiri dari biaya tetap (Fixed Cost) sebesar Rp 92.000,- dan biaya variabel (Variabel Cost) sebesar Rp 408.000,-. Sedangkan nilai penerimaan sebesar Rp 750.000,- sehingga didapat nilai pendapatan sebesar Rp 250.000,-.. 2) Besarnya nilai R/C usaha Telur Asin adalah 1,5. Artinya setiap Rp 1,- biaya yang dikeluarkan akan memperoleh nilai penerimaan sebesar Rp 1,5 dan nilai pendapatan sebesar Rp 0,5            
ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI PADI ORGANIK DI KECAMATAN CIHAURBEUTI KABUPATEN CIHAURBEUTI Fauzi, Rijal Ahmad; Setiawan, Iwan; Kurnia, Rian
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 11, No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v11i1.11894

Abstract

ABSTRAKTren permintaan beras organik meningkat sejak kampanye Go Organic 2010, sehingga dihargai tinggi di pasaran. Namun, minat petani untuk mengusahakan padi organik tidak meningkat secara nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan usahatani padi organik, terutama terkait dengan besarnya biaya, penerimaan, dan pendapatan yang diperoleh petani padi organik di Kecamatan Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis. Penelitian didesain secara kuantitatif dengan metode survey. Data primer dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dengan menggunakan kuisioner dari 34 orang petani sampel yang diambil secara purposive. Data yang terkumpul kemudian ditabulasi dan dianalisis secara statistic deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) besarnya rata-rata biaya usahatani padi organik sebesar Rp. 16.485.539,90 dan perimaannya sebesar Rp. 58.509.269,80/hektar per satu kali musim tanam. Hasil produksi padi organik rata-rata 1.705,58 kg/hektar dan harga 8.000/kg, sehingga diperoleh rata-rata pendapatan sebesar Rp. 42.023.729,00/hektar per satu kali musim tanam. (2) R/C usahatani padi organik sebesar 3,54, yang berarti untuk setiap pengeluaran Rp. 1,00 maka petani padi organik mendapatkan penerimaan sebesar Rp. 3,54. Sehingga memperoleh pendapatan Rp. 2,54. Dengan demikian, usahatani padi organik terkategori layak untuk diusahakan.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PERILAKU MAHASISWA FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS PADJADJARAN DALAM PENERAPAN DIVERSIFIKASI PANGAN Tifani, Melriza; Sulistyowati, Lies
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 11, No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v11i2.12463

Abstract

Masyarakat Indonesia memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap beras sebagai pangan pokok. Untuk menjaga ketersediaan beras, pemerintah menerapkan berbagai strategi seperti mengimpor beras, meningkatkan produktivitas, mengurangi konsumsi beras dan diversifikasi pangan. Adanya diversifikasi pangan diharapkan mampu mengurangi ketergantungan masyarakat akan beras dan mewujudkan pola konsumsi pangan beragam dengan prinsip gizi seimbang. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan perilaku mahasiswa dalam mengonsumsi pangan pokok dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi perilaku mahasiswa dalam menerapkan diversifikasi pangan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan metode survei. Alat analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif, analisis regresi linear berganda, dan uji F dan uji t. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan perilaku konsumsi pangan pokok dan olahannya sebagai berikut: jenis pangan pokok yang paling banyak dikonsumsi adalah beras (99,69%) dengan frekuensi 1-2 kali dalam sehari (56,44%) dan jumlah konsumsinya 1-2 porsi dalam sekali makan (63,19%), serta makanan olahan yang paling banyak dikonsumsi adalah mie (50,31%) dengan frekuensi konsumsi makanan olahan 2-3 kali dalam seminggu (61,96%). Faktor yang memengaruhi perilaku mahasiswa dalam menerapkan diversifikasi pangan secara bersama-sama adalah faktor budaya, faktor sosial, faktor pribadi, dan faktor psikologis, sedangkan faktor yang memengaruhi perilaku mahasiswa dalam menerapkan diversifikasi pangan secara parsial adalah faktor pribadi dan psikologis.
ANALISIS KELAYAKAN AGROINDUSTRI DAN NILAI TAMBAH KUE JAHE (Studi Kasus pada Agroindustri Ma Bolu di Desa Sidamulya Kecamatan Cisaga Kabupaten Ciamis) Iswara, Riska Girani; Noor, Trisna Insan; Puspitasari, Anisa
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 11, No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v11i2.12031

Abstract

Pertanian adalah salah satu sektor utama yang menopang kehidupan masarakat. Oleh karena itu pertanian merupakan mata pencaharian bagi penduduk Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Mengetahui berapa besarnya biaya, penerimaan, dan pendapatan pada agroindustri kue jahe Ma Bolu di Desa Sidamulya Kecamatan Cisaga Kabupaten Ciamis. 2) Mengetahui bagaimana R/C pada agroindustri kue jahe Ma Bolu di Desa Sidamulya Kecamatan Cisaga Kabupaten Ciamis. 3) Mengetahui berapa besarnya nilai tambah pada agroindustri kue jahe Ma Bolu di Desa Sidamulya Kecamatan Cisaga Kabupaten Ciamis. Penelitian ini yang dilaksanakan di agroindustri kue jahe Ma Bolu di Desa Sidamulya Kecamatan Cisaga Kabupaten Ciamis dengan jenis penelitian kualitatif. Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan: 1) biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi kue jahe dalam satu kali proses produksi yaitu sebesar Rp. 1.036.357 dengan penerimaan sebesar Rp.1.824.000 dan pendapatan sebesar Rp. 787.643 2) R/C sebesar 1,76 yang artinya usaha agroindustri kue jahe Ma Bolu layak untuk dijalankan. 3) Besarnya nilai tambah pada agroindustri kue jahe Ma Bolu yaitu sebesar Rp. 185.309 per kilogram dalam satu kali proses produksi.
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL AGROINDUSTRI GULA SEMUT (Studi Kasus di Desa Cikuya Kecamatan Culamega Kabupaten Tasikmalaya) Nengsih, Pian Ratna; Rochdiani, Dini; Isyanto, Agus Yuniawan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 11, No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v11i1.11753

Abstract

ABSTRAKGula semut merupakan salah satu industri pengolahan yang berbahan baku dari produk pertanian yaitu tanaman aren, gula semut merupakan jenis gula yang berbentuk serbuk seperti sarang semut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Bagaimana kelayakan finansial agroindustri gula semut di Desa Cikuya Kecamatan Culamega Kabupaten Tasikmalaya, (2) Berapa lama jangka waktu pengembalian modal investasi yang dikeluarkan pada agroindustri gula semut di Desa Cikuya Kecamatan Culamega Kabupaten Tasikmalaya. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus dengan kasus pada perajin gula semut di Desa Cikuya Kecamatan Culamega Kabupaten Tasikmalaya. Teknik penarikan sampel dengan teknik purposive sampling, dengan pertimbangan merupakan agroindustri satu-satunya yang memproduksi gula semut. Hasil penelitian menunjukan bahwa usaha agroindustri gula semut memiliki potensi untuk dijalankan, karena nilai NPV yang dihasilkan yaitu sebesar Rp 240.114.766, Nilai Net B/C >1 yaitu 5,43, IRR atau pengembalian investasi yang ditanam yaitu sebesar 29% dengan tingkat bunga 7%, payback period diperoleh 1 tahun 11 bulan maka usaha layak untuk dijalankan karena waktu lebih sedikit dari karena waktu lebih sedikit dari umur usaha yaitu 3 tahun.
Kajian Preferensi Petani dalam Penggunaan Benih Cabai Merah (Capsicum annuum L.) Bersertifikat di Kabupaten Bandung Arumdewi, Melfa Annisa; Saidah, Zumi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 11, No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v11i2.13231

Abstract

Cabai merah tercatat sebagai satu dari lima komoditas hortikultura terpenting menurut BPS. Cabai merah juga memegang peran sebagai penyumbang inflasi yang berdampak baik bagi konsumen maupun produsen. Namun, fluktuasi produksi cabai merah tercatat dalam beberapa tahun terakhir. Ketidaktepatan penggunaan benih dapat menjadi salah satu penyebab fluktuasi produksi karena produktivitas benih bersertifikat lebih tinggi dan minimnya risiko kegagalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi preferensi melalui karakteristik responden. Responden penelitian berjumlah 100 orang petani cabai merah Kecamatan Pangalengan dan Cimaung. Analisis yang digunakan ialah analisis deskriptif. Hasil dari penelitian ini ialah petani cenderung mempetimbangkan benih bersertifikat dibanding dengan benih yang tidak bersertifikat diperoleh berdasarkan hasil dimana setiap variabel didominasi oleh penggunaan benih bersertifikat.Kata kunci: benih, cabai merah, benih bersertifikat, prefrensi, petani

Page 82 of 107 | Total Record : 1061