cover
Contact Name
Agus Yuniawan Isyanto
Contact Email
agusyuniawanisyanto@unigal.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
alfarhanic@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL ILMIAH MAHASISWA AGROINFO GALUH
Published by Universitas Galuh
ISSN : 23564903     EISSN : 25798359     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH merupakan jurnal ilmiah berkala yang memuat hasil penelitian dari mahasiswa Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Galuh.
Arjuna Subject : -
Articles 1,061 Documents
KOMPARASI KARAKTERISTIK KONSUMEN YANG BERBELANJA MINYAK GORENG DI PASAR TRADISIONAL DAN PASAR MODERN DI KECAMATAN CIHIDEUNG KOTA TASIKMALAYA Suparman, Silvany Afriliani Haryana; Rochdiani, Dini; Yuniawan Isyanto, Agus
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 12, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v12i1.15331

Abstract

Minyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat Indonesia sehingga pasokan minyak goreng harus terus tersedia dengan kualitas yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik konsumen dan komparasi karakteristik konsumen yang berbelanja minyak goreng di pasar tradisional (Pasar Rel Tasikmalaya) dan pasar modern (Asia Toserba Tasikmalaya). Jenis penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode survei. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah accidental sampling. Responden dalam penelitian ini adalah konsumen yang saat itu secara kebetulan ditemui di lokasi penelitian yaitu sebanyak 30 responden di Pasar tradisionaldan 30 responden di Asia Toserba Tasikmalaya. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan analisis komparasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik konsumen di pasar tradisional rata-rata berusia 50 tahun, didominasi oleh konsumen jenis kelamin perempuan dengan jarak tempuh < 5 km, tingkat pendidikan SD, pekerjaan mayoritas ibu rumah tangga dengan pendapatan < Rp1.000.000, maka konsumen minyak goreng di pasar tradisional dari kalangan menengah ke bawah. Sedangkan untuk konsumen minyak goreng di pasar modern rata-rata berusia 40 tahun, didominasi oleh konsumen jenis kelamin perempuan dengan jarak tempuh < 5 km, tingkat pendidikan SLTA, pekerjaan mayoritas wiraswasta/wirausaha dengan pendapatan  Rp3.000.000-Rp4.999.999, maka konsumen minyak goreng di pasar modern dari kalangan menengah ke atas.
KARAKTERISTIK PETANI DAN KINERJA USAHATANI JAGUNG HIBRIDA (Zea mays L.) PADA LAHAN PERUM PERHUTANI KPH CIAMIS (Studi Kasus Di Desa Girimukti, Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis) Hidayat, Anwar; Noor, Trisna Insan; Kurnia, Rian
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 12, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v12i1.16805

Abstract

Anwar Hidayat. 2024. Karakteristik Petani dan Kinerja Usahatani Jagung Hibrida (Zea mays L.) Pada Lahan Perum Perhutani KPH Ciamis (Studi Kasus di Desa Girimukti Kecamatan Cisaga Kabupaten Ciamis). Trisna Insan Noor dan Rian Kurnia. Tingginya permintaan pasar terhadap komoditas Jagung Hibrida untuk pakan ternak di Kabupaten Ciamis menjadikan usahatani Jagung Hibrida potensial untuk dikembangkan. Perum Perhutani KPH Ciamis dengan prinsip pemberdayaan masyarakat berupaya untuk meningkatkan jumlah produksi Jagung Hibrida melalui program Pemanfaatan Lahan di Bawah Tegakan (PLDT). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik petani dan kinerja usahatani Jagung Hibrida pada Lahan Perum Perhutani KPH Ciamis di Desa Girimukti, Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Data yang digunakan terdiri atas data primer dan data sekunder yang dikumpulkan dengan wawancara terstruktur, observasi dan studi literatur. Teknik penarikan sampel secara sampel jenuh sebanyak 9 orang petani. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik petani berumur produktif, tingkat pendidikan tergolong rendah, jumlah tanggungan keluarga tergolong kecil, kurang berpengalaman dalam usahatani dan penguasaan lahan tergolong sempit. Secara tingkat produktivitas, usahatani jagung hibrida di Lahan Perhutani berada pada tingkat sedang. Total biaya produksi usahatani Jagung Hibrida di Lahan Perhutani sebesar Rp. 6.361.373,61/ha, Total penerimaan sebesar 16.356.613,00/ha dan Pendapatan sebesar Rp. 9.995.239,39/ha dengan nilai RC Ratio sebesar 2,58. Artinya, usahatani Jagung Hibrida tersebut layak untuk diusahakan. 
PERAN PENYULUH PERTANIAN TERHADAP UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS USAHATANI JAGUNG MELALUI PENERAPAN TEKNOLOGI INTENSIFIKASI DI DESA KEPEL KECAMATAN CISAGA KABUPATEN CIAMIS Suhendar, Deris Ridwan; Sudrajat, Sudrajat -; Rachmawati, Jeti -
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 12, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v12i1.16564

Abstract

Komoditas  jagung sebagai sumber pangan, pakan dan bioenergi, strategis untuk dikembangkan, namun untuk mengubah perilaku petani agar menerapkan teknologi intensifikasi pertanian membutuhkan peran dari penyuluh pertanian. Penyuluh pertanian sangat memegang peranan yang strategis dalam membantu meningkatkan produktivitas usahatani jagung dalam hal memberikan pendampingan dan dorongan motivasi serta memfasilitasi para petani jagung di Desa Kepel Kecamatan Cisaga Kabupaten Ciamis. Penyuluh pertanian berperan dalam membimbing petani untuk mengelola usahataninya secara efektif dan efisien sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran penyuluh pertanian bagi petani terhadap upaya peningkatan produktivitas usahatani jagung melalui penerapan teknologi intensifikasi di Desa Kepel Kecamatan Cisaga Kabupaten Ciamis. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode survei. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan motode Sampling jenuh  dengan jumlah responden sebanyak 31 orang. Terdapat 4 variabel penilaian peran penyuluh pertanian yaitu penyuluh sebagai pembimbing, motivator, fasilitator, dan dinamisator, terdapat 5 variabel penilaian penerapan teknologi intensifikasi yaitu penggunaan benih, pengolahan lahan, penanaman, pemupukan, dan pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), setiap variabel masing masing memiliki 3 indikator yang dianalisis dengan metode skoring secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran penyuluh dalam menjalankan tugasnya sebagai pembimbing, motivator, fasilitator dan dinamisator dikategorikan sangat baik dengan persentase 93,5%. Tingkat penerapan teknologi intensifikasi pada usahatani jagung dikategorikan sangat baik dengan persentase 87,1%, yang berarti petani sudah mampu menerapkan teknologi intensifikasi pada usahatani jagung.
Strategi Pemasaran Cabai Merah Besar Di Desa Cibeureum Kecamatan Sukamantri Kabupaten Ciamis Fazrulliansyah, Fikri -; Andrie, Benidzar M; Nurahman, Ivan Sayid
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 12, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v12i1.17415

Abstract

Pemasaran cabai merah besar di Desa Cibeureum, Kecamatan Sukamantri, Kabupaten Ciamis menghadapi sejumlah kendala, seperti fluktuasi harga dan biaya pemasaran yang tinggi, yang berdampak pada pendapatan petani dan efektivitas pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pemasaran cabai merah besar, serta untuk menemukan strategi pemasaran alternatif yang relevan dan dapat diterapkan di Desa Cibeureum. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan pengambilan data langsung dari responden, Teknik penarikan sampel diambil secara sensus atau sampling jenuh. Rancangan analisis data menggunakan analisis SWOT. Faktor internal adanya kekuatan berupa harga kompetitif, jaringan distribusi yang baik, lokasi strategis, kualitas produk yang baik, dan keberlanjutan produksi yang tinggi. Sedangkan kelemahannya permodalan terbatas, kurang pengetahuan strategi pemasaran, ketergantungan pada satu pasar, kualitas kurang konsisten, terbatasnya akses pasar, dan teknologi masih konvensional. Faktor eksternal meliputi peluang dan ancaman yang tersedia, peluang meliputi pemasaran digital, permintaan meningkat, segmentasi pasar,  tersedianya infrastruktur komunikasi dan transportasi, dan adanya pembinaan dari dinas pertanian, sedangkan yang menjadi ancaman yaitu fluktuasi harga, perubahan iklim, produk cabai daerah lain, perkembangan teknologi digital. Penelitian menunjukkan bahwa strategi alternatif  yang dapat digunakan oleh petani cabai merah besar di Desa Cibeureum dengan strategi yang agresif, yakni strategi S-O (Strength-Opportunity) antara lain berfokus pada penguatan posisi kekuatan dengan memanfaatkan peluang yang ada
PERSEPSI PETANI TERHADAP PROGRAM PENGENDALIAN HAMA TERPADU DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS USAHA TANI PADI DI DESA SUBANG KECAMATAN SUBANG KABUPATEN KUNINGAN Lestari, Nurarnia -; Isyanto, Agus Yuniawan; Puspitasari, Anisa -
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 12, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v12i1.16403

Abstract

Budidaya padi yang dilakukan petani untuk meningkatkan produksi padi. Salah satu cara untuk meningkatkan produksi padi secara ramah lingkungan adalah dengan pengendalian hama terpadu. Persepsi petani terhadap Pengendalian Hama Terpadu (PHT) mempengaruhi penerapannya, sehingga penting untuk mengkaji bagaimana persepsi petani terhadap PHT dalam meningkatkan produktivitas usaha tani padi di Desa Subang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang membentuk persepsi petani terhadap PHT, menganalisis tingkat persepsi petani terhadap PHT, dan menganalisis hubungan antara faktor-faktor tersebut dengan tingkat persepsi petani terhadap PHT. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik survei. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara purposive di Desa Subang, Kecamatan Subang, Kabupaten Kuningan. Sampel diambil dengan teknik proporsional random sampling sebanyak 33 petani. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Rank Spearman (
STRATEGI PENGEMBANGAN KERUPUK LEPIT PD GENERASI DI DESA PETIRHILIR KECAMATAN BAREGBEG KABUPATEN CIAMIS Ibad, Parhanil -; Andrie, Benidzar M; Mauladi, Mochamad Arief Rizki
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 12, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v12i1.16909

Abstract

Penelitian ini bermaksud dalam mengevaluasi secara menyeluruh berbagai keuntungan, keterbatasan, peluang, dan tantangan yang dihadapi Kerupuk lepit PD Generasi dalam lingkungan operasional dan pasar mereka serta untuk merumuskan alternatif strategi pengembangan usaha kerupuk lepit PD Generasi. Penelitian ini mengadopsi metodologi kualitatif yang dilengkapi dengan kerangka studi kasus untuk mendapatkan wawasan yang mendalam. Pengumpulan data melibatkan pengamatan proses produksi dan melakukan wawancara dengan individu-individu kunci yang bertanggung jawab untuk membuat Kerupuk lepit di PD Generasi. Informasi sekunder diperoleh dari lembaga-lembaga terkemuka dan publikasi-publikasi relevan yang sejalan dengan tujuan penelitian. Teknik purposive sampling diimplementasikan dalam memastikan pengumpulan data menargetkan tujuan-tujuan penelitian tertentu secara efektif. Analisis tersebut mengungkapkan  faktor-faktor intrinsik dan ekstrinsik secara signifikan memengaruhi kemampuan PD Generasi untuk memproduksi Kerupuk lepit secara efisien. Keuntungan-keuntungan yang menonjol meliputi ketahanan produk, rasa yang khas, tidak adanya bahan pengawet buatan, dan keterjangkauan, sehingga sangat menarik bagi pelanggan. Di sisi lain, tantangan-tantangan meliputi terbatasnya variasi produk, barang-barang yang belum selesai dibuat, kemasan yang tidak memenuhi standar, strategi pemasaran yang belum berkembang, dan kendala-kendala finansial. Sementara itu, prospek pertumbuhannya meliputi permintaan pasar yang terus meningkat, pelanggan yang loyal, ketersediaan tenaga kerja yang memadai, dan potensi yang belum tergarap di pasar yang lebih luas.  Namun, bisnis Kerupuk Lepit menghadapi ancaman eksternal seperti meningkatnya persaingan dalam industri terkait, meningkatnya biaya bahan baku, dan isu lingkungan, termasuk ketidakpastian iklim. Untuk mempertahankan daya saing, operasi PD Generasi di Desa Petirhilir, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, memerlukan penyesuaian strategis untuk mengatasi kelemahan dan memaksimalkan peluang pertumbuhan.
ANALISIS PERILAKU KONSUMEN PADA PEMBELIAN IKAN ASIN JAMBAL ROTI DI DESA PANGANDARAN Krismahyanti, Meta; Setiawan, Iwan; Rachmawati, Jeti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 12, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v12i1.16122

Abstract

Desa Pangandaran merupakan daerah pariwisata yang terkenal dengan pantai dan hasil lautnya. Salah satu produk khasnya adalah ikan asin jambal roti, terbuat dari ikan manyung dengan tekstur unik dan aroma khas. Banyaknya wisatawan yang membeli ikan asin jambal roti menciptakan peluang usaha bagi penduduk lokal. Namun persaingan yang ketat dan pedagang ikan asin yang belum mementingkan perilaku konsumen membuat penjualan ikan asin jambal roti kurang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dan perilaku konsumen pada pembelian ikan asin jambal roti di Desa Pangandaran yang dilakukan di Desa Pangandaran pada bulan Juni 2024. Penelitian ini didesain secara kualitatif dengan menggunakan metode survey. Data primer dikumpulkan dari 80 orang sampel konsumen yang dipilih dengan menggunakan teknik accidental sampling dan diwawancara secara terstruktur dengan alat bantu kuesioner serta menggunakan rancangan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas konsumen berdomisili di Bandung, berusia lebih dari 40 tahun, jenis kelamin perempuan, berpendidikan terakhir S1 dan bekerja sebagai PNS/Guru/ Dosen dengan penghasilan bulanan Rp.3.100.000 - Rp.5.500.000. Konsumen menunjukkan kecenderungan membeli lebih dari 1 kg, karena dilabel kuliner khas Pangandaran, harga produk masih dipandang wajar atau standar, informasi diperoleh dari teman atau keluarga (word of mouth), membeli langsung setelah mendapatkan informasi, membandingkan kualitas produk sebelum membeli, mengutamakan rasa, merasa puas dengan pengalaman membeli dan tetap membeli meskipun harga naik. Sarannya, jaga dan tingkatkan mutu produk, promosikan sebagai kuliner khas melalui media sosial, jaga harga jual agar tetap stabil, selalu ramah dalam pelayanan, lakukan inovasi produk terus menerus dan gunakan teknologi modern untuk pemasaran.
KELAYAKAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI TAHU DI DESA BUNISEURI KECAMATAN CIPAKU Maulana, Mariffan Fauzi; Isyanto, Agus Yuniawan; Kurnia, Rian
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 12, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v12i1.13891

Abstract

Agroindustri tahu Melya Rasa di Desa Buniseuri menghadapi permasalahan keterbatasan dalam peralatan, tenaga kerja, modal, bahan baku yang cenderung fluktuatif dan masih sempitnya daerah pemasaran produk tahu. Permasalahan dan kelemahan Agroindustri tahu di Desa Buniseuri Kecamatan Cipaku dapat mengalami resiko kegagalan. Kegagalan perencanaan, kesalahan dalam penaksiran pasar, kesalahan dalam memperkirakan kontinuitas bahan baku, dan sebagainya. Maka analisis kelayakan dilakukan guna mengeliminasi besarnya resiko yang akan ditanggung para pelaku Agroindustri tahu Melya Rasa Di Desa Buniseuri, selain perlu dikaji strategi pengembangan yang tepat untuk dapat meningkatkan usaha Agroindustri tahu Melya Rasa Di Desa Buniseuri. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui untuk mengetahui kelayakan Agroindustri tahu Melya Rasa Di Desa Buniseuri, dan untuk mengetahui strategi pengembangan sektor Agroindustri tahu Melya Rasa Di Desa Buniseuri. Analisis kelayakan menggunakan analisis R/C, untuk mengetahui suatu usaha layak atau tidaknya. Matriks SWOT untuk menciptakan strategi pengembangan Agroindustri tahu Melya Rasa Di Desa Buniseuri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Analisis Kelayakan R/C dari Agroindustri tahu Melya Rasa Di Desa Buniseuri layak dilakukan. Nilai R/C adalah sebesar 1,65 layak dilakukan. Analisis SWOT, strategi yang dapat diterapkan yakni dengan memanfaatkan strategi S-O (Strenght-Opportunity) menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang yaitu, Memanfaatkan lahan tempat produksi, menggunakan teknologi yang ada dan memanfaatkan lokasi yang strategis. Untuk meningkatkan kualitas produk yang baik serta meningkatkan jumlah produksi.
ANALISIS PENDAPATAN AGROINDUSTRI PADA HOME INDUSTRY MANISAN TERONG UNGU (Studi Kasus Pada Home Industry Manisan Terong Ungu di Dusun Cikembang Desa Selamanik Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis) Dewi, Shella Museu; Sudrajat, Sudrajat; Isyanto, Agus Yuniawan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 12, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v12i1.16753

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menentukan dua tujuan. Yang pertama adalah untuk mengetahui berapa biaya, penerimaan, dan pendapatan agroindustri manisan terong ungu pada Home Industry di Dusun Cikembang, Desa Selamanik, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis; dan yang kedua adalah untuk menentukan apakah bisnis agroindustri manisan terong ungu sesuai dengan Home Industry. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Data primer dan sekunder dikumpulkan melalui pencatatan, dokumentasi, dan wawancara. Untuk mengumpulkan sampel, teknik pengambilan sampel purposive digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam satu proses produksi, biaya total adalah Rp.234.320, penerimaan total adalah Rp.280.000, dan pendapatan total adalah Rp.45.680. Selain itu, rasio biaya terhadap penerimaan (R/C) adalah 1,19. Oleh karena itu, agroindustri manisan terong ungu ditunjukkan sebagai menguntungkan dan layak untuk dilanjutkan. 
EVALUASI KINERJA USAHATANI NANAS DAN PERANNYA DALAM MENDUKUNG KEBUTUHAN RUMAH TANGGA PETANI DI KABUPATEN SUBANG Nugraha, Adi; Suryadi, Edy; Dwiratna, Sophia; Insani, Fitrah Rahmah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 12, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v12i1.17607

Abstract

ABSTRAKKabupaten Subang merupakan salah satu sentra produksi nanas di Indonesia, dengan komoditas ini menjadi sumber pendapatan utama bagi petani lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja usahatani nanas dan kontribusinya terhadap pemenuhan kebutuhan rumah tangga petani, khususnya dalam kaitannya dengan skala penguasaan lahan. Studi dilakukan melalui survei terhadap 127 responden yang dipilih secara acak proporsional dari tiga kecamatan utama penghasil nanas di Subang. Analisis mencakup perhitungan biaya produksi, pendapatan, dan profitabilitas, dengan indikator utama berupa rasio penerimaan terhadap biaya (R/C) dan rasio keuntungan terhadap biaya (B/C). Hasil menunjukkan bahwa skala penguasaan lahan memiliki pengaruh signifikan terhadap efisiensi dan profitabilitas usahatani. Petani dengan lahan lebih luas (>1 hektar) memiliki nilai R/C sebesar 2,31 dan B/C sebesar 1,31, yang menunjukkan efisiensi dan keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan petani dengan lahan sempit (<0,5 hektar) yang hanya mencapai B/C sebesar 0,78. Kontribusi usahatani terhadap pemenuhan kebutuhan rumah tangga juga bervariasi, dengan petani lahan sempit hanya mampu memenuhi 42% kebutuhan, sementara petani lahan luas mencapai 111%. Penelitian ini merekomendasikan intervensi kebijakan berupa akses permodalan, pelatihan teknologi, dan konsolidasi lahan untuk mendukung keberlanjutan usahatani nanas di Subang. Kata Kunci: Usahatani nanas, skala penguasaan lahan, kinerja usahatani, Subang, keberlanjutan agribisnis.ABSTRACT Subang Regency is one of the leading pineapple production centers in Indonesia, with the commodity serving as the primary source of income for local farmers. This study aims to evaluate the performance of pineapple farming and its contribution to fulfilling farmers' household needs, particularly in relation to landholding scale. The research was conducted through a survey of 127 respondents selected using proportional random sampling from three main pineapple-producing districts in Subang. The analysis included calculations of production costs, revenues, and profitability, with key indicators such as the revenue-cost ratio (R/C) and benefit-cost ratio (B/C). The results show that landholding scale significantly influences farming efficiency and profitability. Farmers with larger landholdings (>1 hectare) achieved an R/C ratio of 2.31 and a B/C ratio of 1.31, indicating higher efficiency and profitability compared to farmers with smaller landholdings (<0.5 hectares), who only attained a B/C ratio of 0.78. The contribution of pineapple farming to household needs also varied, with smallholders meeting only 42% of their needs, while larger landholders reached 111%. This study recommends policy interventions such as access to financing, technology training, and land consolidation to support the sustainability of pineapple farming in Subang. Keywords: Pineapple farming, landholding scale, farming performance, Subang, agribusiness sustainability.

Page 96 of 107 | Total Record : 1061