cover
Contact Name
Harls Evan Siahaan
Contact Email
evandavidsiahaan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
kurios@sttpb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Kurios
ISSN : 2615739X     EISSN : 26143135     DOI : -
KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi dan Pendidikan Agama Kristen dengan nomor ISSN: 2614-3135 (online), ISSN: 2406-8306 (print), yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa Jakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 2: Agustus 2024" : 25 Documents clear
Dari upper room ke open heart: Evolusi kepemimpinan Pentakostal-Karismatik kontemporer Kusni, Markus; Runtuwene, Daniel
KURIOS Vol. 10 No. 2: Agustus 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v10i2.940

Abstract

This article explores the paradox of the early church that simultaneously displays resilient and fragile characteristics in its development. Through the lens of contemporary Pentecostal theology, this study examines how the early Christian community persisted and flourished amidst external challenges such as persecution and internal pressures exemplified by identity conflicts. The analysis demonstrates that the early church's resilience was rooted precisely in its acknowledgment of fragility. This ecclesiological model offers valuable insights for the contemporary church in confronting an increasingly complex world. This article proposes that Pentecostal theology can provide a fresh interpretive framework for understanding the dynamics of strength-in-weakness that characterizes the apostolic church by integrating pneumatological readings of the book of Acts and the Pauline epistles.   Abstrak Artikel ini mengeksplorasi transformasi paradigma kepemimpinan dalam tradisi Pentakostal modern, dengan fokus pada pergeseran dari model kepemimpinan karismatik-hierarkis menuju pendekatan hospitalitas yang lebih inklusif. Melalui analisis teologis dan sosiologis, penelitian ini mengidentifikasi bagaimana kepemimpinan Pentakostal kontemporer menggabungkan elemen karismatik tradisional dengan nilai-nilai hospitalitas yang menekankan keterbukaan, penerimaan, dan pemberdayaan komunitas. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis literatur untuk memetakan evolusi kepemimpinan ini dalam konteks global dan Indonesia.
Membaca dialog Yesus dan Nikodemus melalui lensa persahabatan Butarbutar, Adolf Bastian
KURIOS Vol. 10 No. 2: Agustus 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v10i2.950

Abstract

This study examines the dialogue between Jesus and Nicodemus in John 3:1-21 through the theological lens of friendship, offering a fresh perspective on this pivotal Gospel narrative. Using narrative hermeneutics in conjunction with biblical theological analysis, this research demonstrates that friendship functions not merely as an anthropological category but as a fundamental theological concept for understanding mission, soteriology, and ecclesiology. The analysis reveals that Jesus' approach to Nicodemus embodies characteristics of authentic friendship: recognition, intellectual engagement, mutual respect, and transformative commitment. Drawing on contemporary friendship theology, particularly Jürgen Moltmann's "open friendship" concept, this study shows how the dialogue presents a relational model for spiritual transformation that challenges traditional individualistic soteriological frameworks. The findings suggest that friendship-based approaches to mission and pastoral care are more effective in pluralistic contexts, offering practical implications for contemporary evangelism, discipleship, and interfaith engagement. This research contributes to Johannine scholarship by highlighting previously under-explored relational dimensions of the Fourth Gospel's theology.   Abstrak Penelitian ini mengkaji dialog antara Yesus dan Nikodemus dalam Yohanes 3:1-21 melalui lensa teologis persahabatan, menawarkan perspektif baru terhadap narasi Injil yang sangat penting ini. Menggunakan hermeneutika naratif yang dikombinasikan dengan analisis teologi biblikal, penelitian ini mendemonstrasikan bahwa persahabatan berfungsi bukan hanya sebagai kategori antropologis tetapi sebagai konsep teologis fundamental untuk memahami misi, soteriologi, dan eklesiologi. Analisis mengungkapkan bahwa pendekatan Yesus kepada Nikodemus mewujudkan karakteristik persahabatan yang autentik: pengakuan, keterlibatan intelektual, rasa hormat mutual, dan komitmen transformatif. Berdasarkan teologi persahabatan kontemporer, khususnya konsep "persahabatan terbuka" Jürgen Moltmann, studi ini menunjukkan bagaimana dialog tersebut menyajikan model relasional untuk transformasi spiritual yang menantang kerangka soteriologis individualistik tradisional. Temuan menunjukkan bahwa pendekatan berbasis persahabatan dalam misi dan pelayanan pastoral lebih efektif dalam konteks pluralistik, memberikan implikasi praktis untuk evangelisme, pemuridan, dan keterlibatan antaragama kontemporer.
Cara pandang hierarkis dan logika dominasi sebagai akar penyebab ketidakadilan gender dan kerusakan alam: Sebuah kritik teologi ekofeminis Kristen Lakonawa, Petrus
KURIOS Vol. 10 No. 2: Agustus 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v10i2.979

Abstract

In a world that is still constrained by oppression, discrimination, and violence against others, this article attempts to critically examine the hierarchical worldview and the logic of domination using a Christian ecofeminist theological perspective. This article aims to provide critical notes on several theological views that inherit or contribute to perpetuating hierarchical worldview, the logic of domination, and asymmetrical relationships, especially those that have become the basis for the oppression of women and nature. This study uses text analysis methods within the framework of a qualitative literature study to analyze and outline the core ideas of the logic of domination and the main theses of Christian ecofeminist theology to overcome the common exclusive and discriminatory theological problems. This research concludes that a hierarchical worldview and the logic of domination have become the root causes of various asymmetric exploitative relationships that have given rise to gender inequality, environmental destruction, and various other structural injustices in the world. This article encourages the emergence of collective awareness to fight for the social and ecological transformation of exploitative life structures.   Abstrak Dalam dunia yang masih terkekang oleh penindasan, diskriminasi, dan kekerasan terhadap yang lain, artikel ini mengkaji secara kritis pandangan dunia hierarkis dan logika dominasi dengan menggunakan perspektif teologis ekofeminis Kristen. Artikel ini bertujuan untuk memberikan catatan kritis atas beberapa pandangan teologis yang mewarisi ataupun ikut melanggengkan cara pandang yang hierarkis, logika dominasi, dan relasi yang asimetris dalam kehidupan bersama, teristimewa yang telah menjadi dasar penindasan terhadap perempuan dan alam. Metode yang digunakan adalah analisis teks dalam bingkai studi kualitatif literatur, menguraikan ide-ide inti logika dominasi yang melahirkan pandangan teologi yang eksklusif dan diskriminatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pandangan dunia hierarkis dan logika dominasi telah menjadi akar penyebab utama dari berbagai hubungan eksploitatif asimetris yang telah melahirkan ketidaksetaraan gender, perusakan lingkungan hidup, dan berbagai ketidakadilan struktural lainnya di dunia. Riset ini mendorong lahirnya kesadaran kolektif untuk memperjuangan transformasi sosial dan ekologis dari struktur-struktur kehidupan eksploitatif yang ada.
Jalan spiritualitas Johannes Leimena dan implikasinya bagi pelayanan sosial gereja: Suatu kajian spiritualitas Kristen dengan pendekatan hermeneutik fenomenologi Shindang, Daniel Luther; Ruhulessin, John Chr.; Damamain, Jafet
KURIOS Vol. 10 No. 2: Agustus 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v10i2.1062

Abstract

This study explores the experience and spirituality of Johannes Leimena. The approach used in this study is hermeneutic phenomenology, which is done through the interpretation and analysis of life experiences, ideas, and social work of Johannes Leimena utilizing the perspective of Dale Canon (Six Paths of Spirituality). The results of interpretation and analysis obtained the constructions of social spirituality, namely an integrative effort going to self-transcendence with God. All that manifested through social solidarity, empowerment, advocacy, and human development, ending the quality of life transformation. The path of social spirituality is obtained, in turn, providing innovation and inspiration for the church to organize the development of social services because the church's current context tends to be oriented towards rites, liturgical services, infrastructure development, and organizational management so that ignores social service as the essence of service church. Thus, this article contributes to the field of Christian spirituality to develop church social service.   Abstrak Kajian ini mengeksplorasi pengalaman spiritualitas Johannes Leimena. Pendekatan yang digunakan dalam kajian ini adalah hermeneu-tik fenomenologi yang dilakukan melalui intepretasi dan analisis pengalaman hidup, gagasan, dan karya sosial Johannes Leimena menggunakan prespektif enam jalan spiritualitas Dale Canon. Lewat hasil interpretasi dan analisis tersebut diperoleh konstruksi spiritualitas sosial, yakni suatu upaya integratif menuju transendensi diri dengan Allah. Kesemuanya itu termanifestasikan melalui solidaritas sosial, pemberdayaan, advokasi, dan pembangunan manusia yang bermuara pada transformasi kualitas hidup. Jalan spiritualitas sosial yang diperoleh pada gilirannya memberikan inovasi dan inspirasi bagi gereja untuk menata kembangkan pelayanan sosial, sebab konteks bergereja masa kini cenderung berorientasi pada ritus, pelayanan liturgis, pembangunan infrastruktur dan manejerial organisasi, sehingga mengabaikan pelayanan sosial sebagai esensi dari pelayanan gereja. Demikian tulisan ini menjadi kontribusi bidang spiritualitas Kristen bagi pengembangan pelayanan sosial gereja.
Keterlibatan perempuan Kristen dalam politik praktis dan gaya kepemimpinan: Sebuah perspektif teologi feminis Natar, Asnath Niwa
KURIOS Vol. 10 No. 2: Agustus 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v10i2.1086

Abstract

The year 2024 is the year of democracy. In addition to direct presidential elections, legislative elections are held at the Regency, City, Provincial, and Central levels. One aspect that needs attention in consolidating Indonesian democracy is gender equality in political life. After the 2019 elections, gender inequality still exists in Indonesia's political constellation. This can be seen from the unideal number of female parliamentarians. Then, what about the involvement of Christian women in practical politics? Do they get equal political opportunities, and what are the inhibiting factors? What style of women's leadership can contribute to practical politics? This issue will be reviewed from a feminist perspective to provide awareness so that more Christian women are involved in practical politics to fight for the fate of women.   Abstrak Tahun 2024 adalah tahun pesta demokrasi. Selain diselenggara-kan pemilihan presiden secara langsung, juga pemilihan legislatif baik tingkat Kabupaten, Kota, Provinsi, dan Pusat. Salah satu aspek yang perlu menjadi perhatian dalam mengkonsolidasikan demokrasi Indonesia adalah kesetaraan gender dalam kehidupan politik. Pasca Pemilu 2019, ketimpangan gender masih terjadi dengan jelas dalam konstelasi politik Indonesia. Hal ini bisa dilihat dari belum idealnya jumlah anggota parlemen perempuan. Lalu, bagaimana dengan keterlibatan perempuan Kristen dalam politik praktis? Apakah mereka mendapat peluang yang sama dalam politik, dan apa yang menjadi faktor penghambatnya. Apa gaya kepemimpinan perempuan yang bisa disumbangkan dalam politik praktis? Masalah ini akan ditinjau dari perspektif feminis, dengan tujuan memberikan penyadaran agar lebih banyak kaum perempuan Kristen yang terlibat dalam politik praktis untuk memperjuangkan nasib kaum perempuan
Pedagogi ale tuyu: Konstruksi tradisi manganan sebagai alternatif wadah pendidikan kristiani dalam keluarga Mongan, Sanda
KURIOS Vol. 10 No. 2: Agustus 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v10i2.1126

Abstract

The Manganan Ale Tuyu tradition in Lembang Ma’dong, North Toraja, is a cultural practice rich in Christian educational values but is often only seen from an economic perspective. This study explores the potential of this tradition as a means of character education and Christian values ​​in families. Using a qualitative approach with ethnographic methods, data were collected through participatory observation and in-depth interviews with community leaders, Ale Tuyu mat craftsmen, religious leaders, and family members. The study results show that the Manganan tradition teaches hard work, patience, cooperation, and creativity and strengthens family relationships through shared activities. Based on The Traditioning Model of Education: Continuity and Change by Mary Elizabeth Mullino Moore, this tradition can integrate the values ​​of the past, present, and future, creating wise and critical individuals. Thus, the Manganan Ale Tuyu tradition maintains local cultural values and becomes a practical and relevant educational tool in modern life.   Abstrak Tradisi Manganan Ale Tuyu di Lembang Ma’dong, Toraja Utara, adalah praktik budaya yang kaya akan nilai-nilai pendidikan Kristiani, namun seringkali hanya dilihat dari sisi ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi tradisi ini sebagai sarana pendidikan karakter dan nilai-nilai Kristiani dalam keluarga. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat, pengrajin tikar Ale Tuyu, pemuka agama, dan anggota keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Manganan mengajarkan kerja keras, kesabaran, gotong-royong, dan kreativitas, serta memperkuat hubungan keluarga melalui kegiatan bersama. Berdasarkan The Traditioning Model of Education: Continuity and Change oleh Mary Elizabeth Mullino Moore, tradisi ini mampu mengintegrasikan nilai-nilai masa lalu, masa kini, dan masa depan, menciptakan  personal yang bijaksana dan kritis. Dengan demikian, tradisi Manganan Ale Tuyu tidak hanya mempertahankan nilai budaya lokal tetapi juga menjadi alat pendidikan yang efektif dan relevan dalam konteks kehidupan modern.
Mewujudkan pendidikan agama Kristen yang transformatif: Sinergi filsafat progresivisme dengan kurikulum merdeka Afi, Kristian Edison Yohanis Melkior; Pellokila, Ireni Irnawati; Sesfao, Maria Indriani
KURIOS Vol. 10 No. 2: Agustus 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v10i2.1141

Abstract

The mismatch between the principles of progressivism and educational practices in the field is a challenge in implementing the Independent Curriculum in Rote Ndao Regency. Schools often use an authoritarian approach, with minimal innovative learning media, so the learning atmosphere becomes more varied and dynamic. Teachers tend to be dominant as presenters of material rather than facilitators, which hinders experience-based learning. This study uses a descriptive qualitative method through observation, interviews, and document studies to explore the implementation of progressivism and the Independent Curriculum. The study results show that learning has been adjusted to the development of students, and teachers act as facilitators by motivating them. However, schools must still provide suggestion boxes and learning media according to student needs. For improvement, intensive training is necessary for teachers, and school policies must be strengthened to create a more inclusive and innovative learning environment.   Abstrak Ketidaksesuaian antara prinsip progresivisme dan praktik pendidikan di lapangan menjadi tantangan dalam implementasi Kurikulum Merdeka di Kabupaten Rote Ndao. Sekolah sering menggunakan pendekatan otoriter, dengan minimnya penggunaan media pembelajaran yang inovatif, sehingga suasana belajar menjadi monoton dan kurang dinamis. Guru cenderung dominan sebagai penyampai materi daripada fasilitator, yang menghambat pembelajaran berbasis pengalaman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen untuk mengeksplorasi penerapan progresivisme dan Kurikulum Merdeka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran telah disesuaikan dengan perkembangan peserta didik, dan guru bertindak sebagai fasilitator dengan memotivasi mereka. Namun, sekolah belum menyediakan kotak saran dan media pembelajaran sesuai kebutuhan peserta didik. Untuk perbaikan, diperlukan pelatihan intensif bagi guru dan penguatan kebijakan sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan inovatif.
Misi dan rekonsiliasi: Merevitalisasi fungsi gereja di tengah konflik sosial Labobar, Kresbinol
KURIOS Vol. 10 No. 2: Agustus 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v10i2.1145

Abstract

This article aims to revitalize the church's function as a bearer of the mission of reconciliation amid social conflict, especially in Indonesia. Since the era of reform, which was considered to bring fresh air of change to the nation's life, horizontal conflicts have escalated. The church's presence, which cannot be separated from God's mission, is more often associated with the mission of evangelism. Through descriptive analysis of various literature, it was found that the mission built on the paradigm of the Triune God and the incarnation of Christ resulted in a reconciliatory mission. Therefore, the concept of a "missionary church" must also have implications for the mission of reconciliation.   Abstrak  Artikel ini bertujuan untuk menawarkan sebuah revitalisasi fungsi gereja sebagai pengemban misi rekonsiliasi di tengah konflik sosial, khususnya di Indonesia. Sejak bergulirnya era reformasi, yang dianggap akan membawa angin segar perubahan bagi kehidupan berbangsa di tanah air, konflik horizontal justru semakin meningkat eskalasinya. Kehadiran gereja yang tidak dapat dilepaskan dari misi Allah lebih sering dikaitkan dengan misi penginjilan. Melalui analisis deskriptif berbagai literatur didapatkan, bahwa misi yang dibangun pada paradigma Allah Trinitas dan inkarnasi Kristus menghasilkan misi yang rekonsiliatif. Oleh karena itu, konsep "gereja yang misioner" haruslah juga berimplikasi pada misi rekonsiliasi.
Berteologi dalam krisis: Pembacaan hermeneutik trauma terhadap metafora gender Allah dalam kitab Yeremia Siahaan, Vera Herawati
KURIOS Vol. 10 No. 2: Agustus 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v10i2.1155

Abstract

This study examines the use of gender metaphors for God in the book of Jeremiah through the lens of trauma hermeneutics and contemporary gender theory. In situations of crisis, gender metaphors play a crucial role in describing the relationship between God and his people, enabling traumatized communities to articulate their suffering and seek healing. The analysis reveals how traumatic experiences shape the way people talk about God and open up space for more inclusive language. This approach is relevant to contemporary theology, offering a more transformative perspective for addressing global challenges. This study invites us to critique binary gender constructions and develop a more complex and inclusive understanding of God.   Abstrak Penelitian ini mengkaji penggunaan metafora gender untuk Allah dalam kitab Yeremia melalui lensa hermeneutik trauma dan teori gender kontemporer. Dalam situasi krisis, metafora gender memainkan peran penting dalam menggambarkan hubungan antara Allah dan umat-Nya, memungkinkan komunitas yang mengalami trauma untuk mengartikulasikan penderitaan mereka dan mencari pemulihan. Analisis ini mengungkapkan bagaimana pengalaman traumatis membentuk cara orang berbicara tentang Tuhan dan membuka ruang bagi bahasa yang lebih inklusif. Pendekatan ini relevan untuk konteks teologi kontemporer, menawarkan perspektif yang lebih kaya dan transformatif untuk menghadapi tantangan global. Penelitian ini mengajak kita untuk mengkritisi konstruksi biner gender dan mengembangkan pemahaman yang lebih kompleks dan inklusif tentang Tuhan.
Kedewasaan digital: Sebuah konstruksi formasi spiritual dalam meminimalisir sikap adiktif internet pada remaja Kristen Hasugian, Johanes Waldes; Simamora, May Rauli
KURIOS Vol. 10 No. 2: Agustus 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v10i2.872

Abstract

This study reveals the impact of excessive internet use on Christian vocational high school students and then offers digital maturity through spiritual formation to minimize their addictive attitude. The research approach was quantitative-qualitative (mixed), using a survey method among 169 Christian students at one of the SMKs in North Tapanuli Regency, North Sumatra, and using some research literature to offer the concept of digital maturity. The results showed that there were negative impacts such as lack of sleep, sore/blurred eyes, weight gain/loss; cognitive distortion, foul or abusive language, decreased achievement; conflict with/scolded by parents, lack of interaction with parents, lying to parents, lack of interaction with peers, anxiety, anger, depression, aggressive behavior; procrastination in worship. This study also highlights the importance of spirituality formation in helping SMK students overcome the negative impact of excessive internet use. Wise and ethical use of the internet per Christian values can help students achieve life balance, in addition to the role of parents in monitoring internet use. This study recommends digital maturity as the digital spirituality of vocational students using the internet.   Abstrak Penelitian ini mengungkapkan dampak penggunaan internet yang berlebihan pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang beragama Kristen, yang kemudian menawarkan kedewasaan digital melalui formasi spiritual demi meminimalisir sikap adiktif mereka. Pendekatan penelitian adalah kuantitatif-kualitatif (mixed), menggunakan metode survei pada 169 siswa beragama Kristen di salah satu SMK, di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, selain menggunakan beberapa literatur hasil riset untuk menawarkan konsep kedewasaan digital. Hasil penelitian menunjukkan adanya dampak negatif yang ditemukan akibat penggunaan internet secara adiktif. Penelitian ini juga menyoroti peran penting formasi spiritualitas dalam membantu siswa SMK mengatasi dampak negatif dari penggunaan internet yang berlebihan. Penggunaan internet yang bijak dan etis sesuai dengan nilai-nilai kristiani dapat membantu siswa mencapai keseimbangan hidup, selain peran orang tua dalam memantau penggunaan internet. Penelitian ini merekomendasikan kedewasaan digital sebagai spiritualitas digital para siswa SMK dalam penggunaan internet.

Page 2 of 3 | Total Record : 25