cover
Contact Name
Rudy Hartono
Contact Email
dinomks70@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
rudyhartono@poltekkes-mks.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar
ISSN : 19078153     EISSN : 25490567     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Media Kesehatan Poltekkes Kemenkes Makassar adalah jurnal ilmiah yang dipublikasi oleh Unit Penelitian Poltekkes Kemenkes Makassar. Jurnal Media Kesehatan merupakan Jurnal Nasional yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan telah teregister dengan e-ISSN: 2549-0567. Jurnal Media Kesehatan Poltekkes Kemenkes Makassar fokus pada hasil-hasil penelitian asli dan terbaru dalam lingkup ilmu kesehatan mencakup ilmu keperawatan, kebidanan, kesehatan lingkungan, ilmu farmasi, analis kesehatan atau laboratorium medis, ilmu gizi, fisioterapi, kesehatan gigi, ilmu kesehatan masyarakat dan ilmu kesehatan lainnya.
Arjuna Subject : -
Articles 237 Documents
EFEK LATIHAN FISIK TERHADAP VO2 MAX PADA MAHASISWA Aco Tang; Muh Thahir
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 15, No 2 (2020): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v15i2.1594

Abstract

VO2 max merupakan jumlah oksigen maksimal yang dikonsumsi permenit ketika seseorang telah mencapai usaha maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Latihan Fisik Terhadap Vo2 max Mahasiswa Tingkat 1 Jurusan Fisioterapi Poltekkes Makassar. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen lapangan yang melibatkan variabel perlakuan yaitu latihan fisik, sedangkan variabel respons adalah Vo2 max. Desain penelitian adalah Quasy experiment dengan desain pretest-post test two group design. Populasi penelitian adalah mahasiswa tingkat 1 program studi D.III Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Makassar sebanyak 50 orang, sedangkan sampel mahasiswa tingkat 1 program studi D.III Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Makassar sebanyak 40 orang, dengan teknik sampling secara random sampling dibagi menjadi 2 (dua) kelompok, satu kelompok perlakuan yang berjumlah 20 orang dan satu kelompok kontrol yang berjumlah 20 orang. Penelitian ini bleep test untuk mengukur Vo2 max  sebelum dan sesudah pemberian intervensi 2 kali seminggu selama 8 minggu. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pemberian latihan fisik terhadap perubahan VO2 max mahasiswa tingkat I Poltekkes kemenkes Makassar. Penelitian ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan bagi tenaga kesehatan dalam upaya promotif maupun pengadaan pelayanan kesehatan berupa latihan fisik untuk meningkatkan VO2 max.Kata Kunci : Latihan fisik, Vo2 max , mahasiswa
FORMULATION AND ANTIBACTERIAL ACTIVITY TEST OF HAND SANITIZER ETHANOL EXTRACT OF BASIL (Ocimum Sanctum. L) AGAINST Escherichia coli dan Streptococcus Aureus Nurfiddin Farid; Nurhikma Awaluddin; Suhartina Hamzah; Muhammad Yusuf; Rahmania Rahmania
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 15, No 2 (2020): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v15i2.1764

Abstract

Basil leaves (Ocimum sanctum L) Against to inhibit the growth of Escherichia coli and Staphylococcus aureus bacteria to increase its effectiveness, it is made in practical and easy-to-use preparations. One of the effective dosage forms for topical use is Hand Sanitizer. The factor that influences the quality of gel preparations is Carbopol as a gelling agent. To know the antibacterial effect and ethanol extract concentration of basis leaves (Ocimum sanctum L). preparation of Hand sanitizer, in which the selection and type of carbopol concentration will determine the stability of the gel formed. Basil leaf extract was obtained by maceration method using 96% ethanol solvent. The product is formulation in the form a gel Hand sanitizer with the addition of carbopol as a gelling agent with a concentration of 1,5% this type of research is  laboratory Experiment with Stability Test, Organoleptic Test, pH, Homogeneity and Scattering power and Antibacterial Test on Escherichia coli and Staphylococcus aureus. For testing antibacterial activity the method used is the diffusion method. Form the research results obtained antibacterial Hand sanitizer preparations with concentration of 1%, 3% and 5%  showed changes in odor , color and shape before and after storage at pH 4,8- 6,4. Organoleptic  testing showed no changes in odor, color and shape before and after accelerated storage. pH testing shows charges before and after storage are caused by temperature light factors. Homogeneity testing showed no changes before and after storage. Scatter tests indicate changes before and after storage caused by temperature light factors. Antibacterial activity test shows that the formulation of Hand sanitizer ethanol extract of basil leaves (Ocimum sanctum L) with a concentration of 1%, 3% and 5%. can inhibit the growth of Escherichia coli and Staphylococcus aureus with Medium -Strong inhibitory zones. From the results of research conducted it was concluded that the antibacterial Hand sanitizer ethanol of basis was physically and chemically stable for Organiletic, pH, Homogeneity and Scattering effects.
KARAKTERISTIK DAN LAMA PENGGUNAAN KONTRASEPSI DEPOT MEDROXYASETAT (DMPA) DENGAN KUALITAS HIDUP AKSEPTOR Aprilina Aprilina; Yunetra Franciska
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 15, No 2 (2020): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v15i2.1335

Abstract

Depot Medroxy Progesterone Acetate (DMPA) merupakan kontrasepsi injeksi progestin yang sangat efektif, aman, dapat dipakai oleh semua perempuan dalam usia reproduksi, kembalinya kesuburan lebih lambat rata-rata 4 bulan dan sangat cocok untuk wanita menyusui karena tidak menekan produksi ASI. Banyak efek penggunaan DMPA yang mungkin akan dialami. Banyaknya efek samping yang dialami oleh para akseptor kontrasepsi DMPA dikhawatirkan akan mempengaruhi kualitas hidup mereka.Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan antara karakteristik dan lama penggunaan dengan kualitas hidup pada akseptor kontrasepsi depot mendroxyasetat (DMPA) di Bidan Praktik Mandiri Palembang dilihat berdasarkan 4 aspek/domain. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Cross sectional, waktu penelitian bulan Juni-Nopember tahun 2017. Tempat penelitian di BPM wilayah kota Palembang. Responden adalah semua akseptor kontrasepsi DMPA yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Tehnik pengambilan sampel yaitu menggunakan simpel random sampling. Tehnik pengumpulan data menggunakan kuesioner biodata, WHOQOL-BREF Questionnaire. Analisis data univariat dengan distribusi frekuensi dan bivariat dengan uji statistik Chi-Square.Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara usia responden dengan domain 3 (keadaan psikologis) kualitas hidup akseptor yaitu dengan nilai ρ value 0,02,   hubungan yang bermakna antara lama penggunaan kontrasepsi dengan domain 3 (keadaan psikologis) kualitas hidup akseptor dengan nilai ρ value 0,02, dan ada hubungan yang bermakna antara usia responden dengan domain 4 (lingkungan) kualitas hidup akseptor dengan nilai ρ value 0,03.Kesimpulan dapat dilihat bahwa dari hasil analisis tidak semua domain kualitas hidup (kesehatan fisik, psikologis, hubungan sosial, lingkungan) jika dihubungkan dengan karakteristik dan lama penggunaan kontrasepsi memiliki hubungan yang bermakna. Kata Kunci: Kualitas hidup, karakteristik, lama penggunaan, kontrasepsi DMPA
FAKTOR DENGAN STATUS IBU MELAHIRKAN DI BAGIAN KEBIDANAN PUSKESMAS TOLINGGULA KABUPATEN GORONTALO UTARA IRZAL AYUBA; MUHAMMAD HASAN
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 15, No 2 (2020): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v15i2.1821

Abstract

Faktor umur mempunyai pengaruh yang erat kaitannya dengan perkembangan alat-alat reproduksi wanita, dimana umur reproduksi sehat bagi seorang wanita melahirkan adalah umur 25-35 tahun, status paritas yang tinggi, jumlah anak yang lebih dari tiga dapat mempengaruhi status kesehatan ibu. Jarak kehamilan adalah waktu sejak ibu hamil sampai terjadinya kehamilan berikutnya, jarak kehamilan yang terlalu dekat meningkatkan risiko ibu hamil. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui Faktor-Faktor dengan Status Ibu Melahirkan dibagian Kebidanan Puskesmas Tolinggula Kabupaten Gorontalo Utara. Metode penelitian dengan menggunakan desain Penelitian Cross Sectional Study. Yaitu suatu rancangan penelitian untuk melihat apakah ada hubungan antara umur ibu, jumlah melahirkan (Paritas), dan jarak kehamilan. Pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling dengan uji Chi-Square. Sampel 298 Responden. Hasil penelitian ada hubungan antara umur ibu, jumlah melahirkan (Paritas), dan jarak kehamilan dengan nilai p : 0,000<0,005. Kesimpulan dalam penelitian adalah ada hubungan antara faktor umur ibu, jumlah melahirkan (Paritas), dan jarak kehamilan dengan status ibu melahirkan. Kata Kunci : Jarak Kehamilan, Kebidanan, Paritas, Status Ibu Melahirkan, Umur
PENERAPAN LATIHAN WILLIAM FLEXION DENGAN MC. KENZIE TERHADAP PENURUNAN NYERI PINGGANG BAWAH NON SPESIFIK DI RUMAH SAKIT UMUM LABUANG BAJI MAKASSAR Kasrina Karim; Suharto Suharto; Darwis Durahim
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 15, No 2 (2020): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v15i2.1497

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Nyeri pinggang bawah merupakan gangguan berupa nyeri  yang terlokalisasi antara tulang rusuk 12 dan lipatan glutealis bawah, dengan atau  tanpa sakit pada kaki. Nyeri pinggang bawah merupakan gangguan tulang belakang yang dapat menyebabkan timbulnya nyeri sehingga menyebabkan gangguan mobilitas dan fungsional sehingga menghambat aktivitas pekerjaan dan aktivitas kegiatan sehari-hari. Metode : Jenis penelitian ini adalah quasy experiment di lapangan dengan menggunakan rancangan pretest-posttest two group. Populasi penelitian adalah pasien nyeri pinggang bawah non spesifik yang berusia 20 – 40 tahun yang datang berobat di klinik fisioterapi Rumah Sakit Umum Labuang Baji Makassar yang berjumlah 35 orang. Hasil : Hasil analisis wilcoxon test menunjukkan adanya perbedaan hasil pengukuran aktualitas nyeri lumbal sebelum dan sesudah pemberian William flexion (p=0,018 < 0,05). Demikian halnya pada pemberian Mc. Kenzie  (p=0,018 < 0,05). Hasil analisis Mann-whitney test menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan setelah pemberian William flexion dengan  Mc. Kenzie terhadap pengukuran aktualitas nyeri lumbal (p=0,068 < 0,05). Jika dilihat pada selisih rata-rata, maka selisih rata-rata pemberian William flexion lebih besar dibanding pemberian Mc. Kenzie. Kesimpulan : Kesimpulan penelitian yaitu ada perbedaan pengaruh antara pemberian William flexion dengan Mc. Kenzie, dimana jika dilihat pada selisih rata-rata pemberian William flexion menunjukkan pengaruh yang lebih baik. Kata kunci: Low back pain non spesifik, William flexion dan Mc. Kenzie.1Mahasiswa Jurusan Fisioterapi Poltekkes Makassar2Dosen Jurusan Fisioterapi Poltekkes Makassar3Dosen Jurusan Fisioterapi Poltekkes Makassar 
APPLICATION OF ISCHEMIC COMPRESSION TECHNIQUE AND MYOFASCIAL RELEASE TECHNIQUE IN LUMBAL SPONDYLOSIS PATIENTS IN RATULANGI MAKASSAR MEDICAL CENTER Suharto Suharto; Suriani Suriani
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 15, No 2 (2020): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v15i2.1498

Abstract

Lumbar spondylosis is a condition of lower back pain caused by disc degeneration and facet joint which is characterized by osteophyte growth in the vertebral body precisely at the inferior and superior corpus edges, causing problems of pain, spasm, and impaired lumbar flexibility. The purpose of this study was to determine the difference in effect between the Ichemic compression technique (ICT) and Myofascial Release Technique (MRT) on the improvement of Lumbar Flexibility in patients with lumbar spondylosis, which was carried out at the Physiotherapy Clinic of TK II Pelamonia Hospital Makassar. The number of research subjects obtained as many as 20 people who meet the research criteria Then randomized into 2 groups: the treatment group I with ICT as many as 10 people and the treatment group II as many as 10 people with MRT. The research results show that the administration of Ichemic Compression Technique can increase lumbar flexibility with a mean difference 1,250. Whereas MRT administration can increase lumbar flexibility with a mean difference of 1,950. Wilcoxon test results of the treatment group I on the flexibility component obtained p value = 0.004 (p <0.05) while the treatment group II on the lumbar flexibility component obtained p value = 0.004 (p <0.05) which means that the provision of ICT with MRT can produce significant effect on increasing lumbar flexibility in patients with lumbar spondylosis. Mann Whitney test results on the lumbar flexibility component for treatment groups I and II p value = 0.035 (p <0.05). If seen from the mean values above, it can be concluded that the administration of Myofascial Release Technique (MRT) can result in a greater increase in lumbar flexibility compared to the Intermitten compression technique.  Keywords: Ichemic compression technique., Lumbar flexibility, Myofascial Release Technique, Lumbar Spondylosis 
EFEK PENAMBAHAN MOBILISASI SCAPULA PADA MOBILISASI END-RANGE TERHADAP PENDERITA FROZEN SHOULDER DI RUMAH SAKIT TADJUDDIN CHALID MAKASSAR Sudaryanto Sudaryanto; Hermiati Hermiati
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 15, No 2 (2020): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v15i2.1800

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Frozen shoulder atau capsulitis adhesive, adalah kondisi bahu yang ditandai dengan nyeri gerak yang hebat dan hilangnya gerakan aktif dan pasif shoulder, umumnya disebabkan oleh inflamasi dan kontraktur kapsul sendi shoulder sehingga menyebabkan keterbatasan gerak terutama eksorotasi shoulder. Metode : Penelitian ini adalah penelitian ekspirimen dengan desain randomized control group pre test-post test, bertujuan untuk mengetahui efektifitas penambahan mobilisasi scapula pada mobilisasi end-range yang dikombinasikan dengan ultrasound therapy terhadap perubahan ROM dan disabilitas shoulder pada penderita frozen shoulder, dilaksanakan di Poli Fisioterapi RS. Dr. Tadjuddin Chalid Makassar dengan sampel sebanyak 14 orang, dibagi secara acak kedalam 2 kelompok yaitu kelompok perlakuan yang diberikan Ultrasound Therapy, Mobilisasi End-range dan Mobilisasi Scapula, dan kelompok kontrol diberikan Ultrasound Therapy dan Mobilisasi End-range. Hasil: Berdasarkan analisis uji paired sample t pada kelompok perlakuan dan kontrol diperolah nilai p=0,000 (ROM eksorotasi, endorotasi dan SPADI) dan p=0,002 (abduksi) untuk kelompok perlakuan, nilai p=0,000 (ROM eksorotasi dan SPADI), p=0,002 (ROM abduksi), p=0,012 (ROM endorotasi) untuk kelompok kontrol, yang berarti ada pengaruh yang signifikan pada kelompok perlakuan dan kontrol terhadap peningkatan ROM Eksorotasi, Abduksi dan Endorotasi serta perbaikan disabilitas shoulder. Hasil uji independent sampel t  diperoleh nilai p=0,782 (ROM eksorotasi), p=0,918 (ROM abduksi), p=0,049 (ROM endorotasi), p=0,061 (SPADI) yang berarti bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok sampel. Kesimpulan : Kombinasi Ultrasound, Mobilisasi End-range dan Mobilisasi scapula tidak lebih efektif daripada kombinasi Ultrasound dan Mobilisasi End-range terhadap perubahan ROM (Eksorotasi, Abduksi, Endorotasi) dan disabilitas shoulder pada penderita Frozen Shulder. Kata Kunci : Mobilisasi End-range, Mobilisasi Scapula, Ultrasound Therapy, Frozen Shoulder. Range Of Motion, Disabilitas
Dukungan Suami, Pengetahuan Ibu Hamil Trimester III dengan Pelaksanaan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) di Puskesmas Kassi-Kassi Kota Makassar Ulfah Ilyas; Maria Sonda; Hidayati Hidayati
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 15, No 2 (2020): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v15i2.1199

Abstract

Results of a preliminary study conducted by the author on 28 November 2018 in Kassi-Kassi Health Center Public City of Makassar were interviews with 11 third trimester pregnant women who visited antenatal check, 8 (70%) of pregnant women have not planned where labor, labor companion, potential blood donors and the sticker affixed on the door P4K yet home mom for not knowing the importance of the decal and never be explained by health workers at the first checkups. While 7 (60%) of pregnant mother's husband has not determined the place of labor, labor companion, potential blood donors and did not accompany the mother when the checkups. This study aims to determine the relationship of husband support, knowledge of third trimester pregnant women at health centers with the implementation P4K-Kassi Kassi Makassar.This research uses analytic survey with cross sectional approach, the population in this study is the third trimester pregnant women, using the formula Lameshow obtained sample 85 subjects with a sampling technique is purposive sampling.Statistical analysis showed the Chi-square test obtained significant value p value 0,000 (p<0,05) husband's support with coefficient value (Phi= 0,493), knowledge of third trimester pregnant women p value of 0,001 (p <0,05) with coefficient value (Phi= 0,357). So it can be concluded that there is a relationship of husband support, knowledge of third trimester pregnant women with P4K implementation. Therefore, the husband is expected to support the implementation of the plan P4K safe delivery and is able to prevent pregnancy complications. And for health workers can improve IEC counseling and evaluation of the execution P4K, in particular blood donor candidates planning and sticking stickers P4K at home pregnant women.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENEMUAN KASUS PNEUMONIA BALITA DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS PAMMANA FITRIANI, FITRIANI; Hayati, Amal; Yulianti, Yulianti
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 15, No 2 (2020): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v15i2.1822

Abstract

Pneumonia adalah peradangan pada parenkim paru  dapat menyerang siapa aja, seperti anak-anak, remaja, dewasa muda dan lanjut usia, namun lebih banyak pada balita dan lanjut usia. Berdasarkan data profil kesehatan provinsi sulawesi selatan, Kabupaten Wajo masuk dalam 10 besar yaitu peringkat ke 7 tertinggi dengan penemuan kasus pneumonia pada balita yang ditangani sebesar 0,15%  (359 Penderita) dari 23 Puskesmas yang ada di Kabupaten Wajo sedangkan di  Puskesmas Pammana dari Tahun 2016 - 2019 jumlah penderita Pneumonia  bersifat fluktuatif dimana data yang di peroleh hanya berasal  dari kunjungan penderita ke Puskesmas. Hal ini masih jauh dari target perkiraan kasus pneumonia pada balita yaitu sebesar 10% dari jumlah penduduk di wilayah kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi pnemuan kasus pneumonia balita di Puskesmas Pammana, Kabupaten Wajo.Penelitian ini merupakan penelitian epidemiologi deskriptif dengan pendekatan mixed methods (kualitatif dan kuantitatif). Informan dalam penelitian ini adalah kepala puskesmas, penanggung jawab program P2 ISPA dan petugas MTBS serta informan ahli. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen yang dilakukan di Puskesmas Pammana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi penemuan kasus pneumonia balita di puskesmas pammana yaitu penyusunan rencana program, kegiatan program, pencatatan dan pelaporan, faktor petugas kesehatan (pelatihan, pengetahuan, dan lama kerja petugas), motivasi kerja, kepemimpinan kepala puskesmas, ketersediaan media cetak dan media penyuluhan. Sedangkan faktor yang tidak berpengaruh dengan penemuan kasus pneumonia yaitu jenis kelamin, tingkat pendidikan, tatalaksana MTBS dan kegiatan evaluasi. Kesimpulan  agar cakupan penemuan kasus pneumonia balita di Puskesmas pammana mencapai target, dapat dilakukan dengan meningkatkan pembinaan dan pelatihan kepada penanggung jawab P2 ISPA dan petugas MTBS mengenai pengetahuan pneumonia balita. Puskesmas juga perlu melakukan kegiatan penemuan kasus secara aktif dengan melakukan pelacakan kasus dan kunjungan rumah penderita pneumonia balita.Kata Kunci: ISPA, Puskesmas, Pneumonia Balita
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK LAMUN (Enhalus acoroides) ASAL PULAU LAE-LAE MAKASSAR TERHADAP RADIKAL ABTS Fitriyanti Jumaetri Sami; Syamsu Nur; Amriani Sapra; Libertin Libertin
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 15, No 2 (2020): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v15i2.1613

Abstract

Antioxidants are compounds that can inhibit or prevent oxidation reactions, which are the result of chemical reactions and metabolic processes that occur in the body. Enhalus acoroides is a type of seagrass found in Indonesian waters, generally living in sandy sediments with high bioturbation. Lamun has good nutrition and fiber so that it can be a source of food and medicine. The aim of this study was to examine the antioxidant activity of the seagrass extract Enhalus acoroides against ABTS radicals (2,2'-azino-bis (3-ethylbenzothiazoline-6-sulphonic acid). The results of the study of seagrass extract using ethanol solvents had a very strong antioxidant category ie 38,008 µg /ml, the smaller the absorbance value, the higher the inhibitory value in which the antioxidant activity of the extract is higher, but when compared with the routine compound control of 0.500 µg /ml, seagrass ethanol extract is still lower.