cover
Contact Name
Taopik Rahman
Contact Email
opik@upi.edu
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalagapedia@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL PAUD AGAPEDIA
ISSN : 25812823     EISSN : 25809679     DOI : https://doi.org/10.17509/jpa
Core Subject : Education,
Jurnal PAUD Agapedia adalah jurnal yang mempublikasikan hasil-hasil kajian dan penelitian terkait pendidikan anak usia dini dari perspektif mutidisipliner. Jurnal ini bertujuan untuk memperluas dan menciptakan inovasi konsep, teori, paradigma, perspektif dan metodologi dalam mengembangkan pendidikan anak usia dini.
Arjuna Subject : -
Articles 164 Documents
PENGEMBANGAN INSTRUMEN UNTUK MENGUKUR BERPIKIR KONSERVASI ANAK USIA 5-6 TAHUN Rosmayanti, Resna; Mulyana, Edi Hendri; Elan, Elan
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 3, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.023 KB) | DOI: 10.17509/jpa.v3i2.26681

Abstract

ABSTRACT  This study aims to determine the ability of children on conservation thinking. The type of research that is used is Design Based Research conducted by Face To Face with the subject of the researcher. The research model is Reeves model, where the research was conducted in two trials. Subjects in this study were five children aged 5-6 years. Instrument used is the observation sheet (check list) and documentation. Then the research procedure consists of 4 stages namely 1) identification and analysis of the problem, 2) product design development, 3) product testing, and 4) product reflection ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan anak pada berpikir konservasi. Jenis penelitian yang di gunakan yaitu Desain Based Research yang dilakukan secara Face To Face dengan subjek peneliti. Model penelitiannya yaitu model Reeves, dimana penelitian ini dilaksanakan dalam dua kali uji coba. Subjek dalam penelitian ini adalah lima orang anak yang berusia 5-6 tahun  . Instrument yang digunakan yaitu lembar observasi (check list) dan dokumentasi. Kemudian prosedur penelitiannya terdiri dari 4 tahapan yaitu 1) identifikasi dan analisis masalah, 2) pengembangan desain produk, 3) uji coba produk, dan 4) refleksi produk 
PENGEMBANGAN DASAR KEBUTUHAN RENCANA KEGIATAN PEMBELAJARAN BERORIENTASI SAINS PADA SUB TEMA AIR UNTUK MENGOPTIMALKAN KETERAMPILAN MENGAMATI ANAK USIA DINI Adawiyah, Wasilah Nur; Mulyana, Edi Hendri; Elan, Elan
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 4, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.916 KB) | DOI: 10.17509/jpa.v4i1.27208

Abstract

Research and development has been carried out, which aims find out the basic needs of developing scienceoriented learning activity plans on the water sub theme to optimize early childhood observation skills. Metode penelitian yang dilakukan menggunakan metode pengembangan, model pendekatan mix method dengan teknik Educational Design Research mengacu pada model menurut McKenney dan Reeves. This article only explains the Educational Design Research engineering research in the first stage, namely the exploration and analysis of research problems. Data collection was carried out with preliminary studies, namely field studies with initial observations and literature studies. The field study was conducted at Raudhatul Athfal AT-Taufiq which is located in Cibeureum Sub-district, Tasikmalaya City. Literature study is carried out by examining the journals and the results of previous research related to problems and science-oriented books in early childhood. Thus, the results of the study indicate various basic needs for developing science-oriented learning activity plans to optimize observational skills, which will later be used as a reference or guideline for designing research development products in the form of learning activity plans. Telah dilakukan penelitian dan pengembangan, yang bertujuan untuk mengetahui dasar kebutuhan pengembangan rencana kegiatan pembelajaran berorientasi sains pada sub tema air untuk mengoptimalkan keterampilan mengamati anak usia dini. Metode penelitian yang dilakukan menggunakan metode pengembangan, model pendekatan mix method dengan teknik Educational Design Research mengacu pada model menurut McKenney dan Reeves. Artikel ini hanya menjelaskan penelitian teknik Educational Design Research pada tahap pertama yaitu tahap eksplorasi dan analisis masalah penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan studi pendahuluan yaitu studi lapangan dengan observasi awal dan studi literatur. Studi lapangan dilaksanakan di Raudhatul Athfal AT-Taufiq yang beralamat di Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya. Studi  literatur dilakukan dengan mengkaji jurnal dan hasil penelitian terdahulu terkait permasalahan serta buku-buku berorientasi sains pada anak usia dini. Sehingga, hasil penelitian menunjukan berbagai kebutuhan dasar untuk mengembangkan rencana kegiatan pembelajaran berorientasi sains untuk mengoptimalkan keterampilan mengamati, yang nantinya akan dijadikan sebagai acuan atau pedoman untuk perancangan produk pengembangan penelitian berupa rencana kegiatan pembelajaran.
Peningkatan Kemampuan Anak Usia Dini Mengenal Konsep Bilangan melalui Media Flashcard Rahman, Taopik; sumardi, sumardi; Fuadatun, Fitri
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 1, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (840.37 KB) | DOI: 10.17509/jpa.v1i1.7167

Abstract

The background of this research by cognitive development are not optimal. This problem occurs in group A Perwari 1 Tasikmalaya kindergarten school year 2016/2017, which are still children who are not able to recognize the concept of numbers, such as the familiar symbol number and connects the symbol number with the number of objects. One possible cause is the use of teaching methods that are less precise, and also the activities carried out in the form of an assignment on the Worksheet Kids (LKA) so that children do not learn directly through concrete objects. The purpose of this study is gain an overview of the increasing ability of the child to know the concept of numbers through the use flashcard media in the learning process. This study uses classroom action research (PTK) collaborative conducted in three cycles. Each cycle (cycle) consists of four stages, namely planning, implementation, observation and reflection stages. The subjects were children in group A kindergarten Perwari 1 consisting of 16 people. Nine people were boys and seven girls. Data collection techniques in this research through observation and documentation. The results of the study the first cycle, second cycle and third cycle showed an increase: 1) the ability of teachers to plan learning by using media flashcard to improve the child's ability to recognize the concept of number, 2) the ability of teachers in implementing the learning by using media flashcard to improve the child's ability to recognize the concept of number, and 3) the ability of the child to know the concept of numbers in kindergarten Perwari 1 increased from the start to the first cycle, the second cycle, and the cycle III, after their use flashcard media. The results showed that the use flashcard media can improve the ability of the child to know the concept of numbers especially children in group A kindergarten Perwari 1 Tasikmalaya. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan kognitif yang belum optimal. Permasalahan ini terjadi pada kelompok A TK Perwari 1 Tasikmalaya Tahun ajaran 2016/2017, diantaranya adalah masih ada anak yang tidak mampu mengenal konsep bilangan, seperti mengenal lambang bilangan dan menghubungkan lambang bilangan dengan sejumlah benda. Salah satu penyebabnya adalah penggunaan metode pembelajaran yang kurang tepat, dan juga kegiatan yang dilaksanakan berupa penugasan pada Lembar Kerja Anak (LKA) sehingga anak tidak belajar langsung melalui benda kongkrit. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh gambaran tentang meningkatnya kemampuan anak mengenal konsep bilangan  melalui penggunaan media flashcard pada proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) kolaboratif yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Setiap putaran (siklus) terdiri dari empat tahap, yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap observasi dan refleksi.  Subjek penelitian adalah anak kelompok A TK Perwari 1 yang terdiri dari 16 orang. Sembilan orang anak laki-laki dan tujuh orang anak perempuan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian siklus I, siklus II, dan siklus III menunjukan peningkatan: 1) kemampuan guru dalam merencanakan pembelajaran dengan menggunakan media flashcard untuk meningkatkan kemampuan anak mengenal konsep bilangan, 2) kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan media flashcard untuk meningkatkan kemampuan anak mengenal konsep bilangan, dan 3) kemampuan anak mengenal konsep bilangan di TK Perwari 1 mengalami peningkatan dari mulai siklus I, siklus II, dan siklus III, setelah adanya penggunaan media flashcard. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media flashcard dapat meningkatkan kemampuan anak mengenal konsep bilangan khusunya anak kelompok A TK Perwari 1 Tasikmalaya.
UPAYA MENINGKATKAN KECERDASAN NATURALIS MELALUI KEGIATAN BERCOCOK TANAM DI BAMBIM AL-ABROR KECAMATAN MANGKUBUMI KOTA TASIKMALAYA Yasbiati, Yasbiati; Giyartini, Rosarina; Lutfiana, Anisa
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 1, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.648 KB) | DOI: 10.17509/jpa.v1i2.9360

Abstract

This study aims to improve the naturalist intelligence of children through planting activities in BAMBIM Al-Abror mangkubumi district Tasikmalaya City. Naturalist intelligence can be enhanced by various activities that are directly related to nature, or introducing objects that would stimulate the child's naturalist intelligence. This research is a Classroom Action Research. The subjects of this study were 11 children in BAMBIM Al-Abror, with a total of 7 girls and 4 boys. This study consists of 3 cycles. The results of this study indicate an increase in the naturalist intelligence of children in BAMBIM Al-Abror by using planting activities, the end result of child’s naturalist intelligence in BAMBIM Al-Abror as the first indicator shows the pleasure of the plant has a significant increase with the final ability of 9.09% on the criteria begin to develop, 45.45% on the criteria developed as expected, and 45.45% on the criteria developed very well. The second indicator that is to distinguish the parts of the plant gets an improvement with the final ability of 18.18% on the criteria begin to develop, 45.45% on the criteria devolved as expected and 36.365 on the criteria develop very well. The third indicator of ability to look after the plants has increased with the final ability of 9.09% on the criteria begin to develop, 54.54% on the criteria developed as expected and 36.36% on the criteria develop very well. The fourth indicator of planting activities also increases with the final ability of 9.09% on the criteria developed as expected and 72.72% on the criteria developed very well. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan naturalis anak melalui kegiatan bercocok tanam di BAMBIM Al-Abror kecamatan mangkubumi Kota Tasikmalaya. Kecerdasan naturalis dapat ditingkatkan dengan berbagai kegiatan yang berhubungan langsung dengan alam, seperti kegiatan bercocok tanam. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas. Subyek penelitian  ini adalah anak di BAMBIM Al-Abror sebanyak 11 orang anak, dengan jumlah 7 orang anak perempuan dan 4 orang anak laki-laki. Penelitian ini terdiri dari 3 siklus. Hasil Penelitian ini menunjukan adanya peningkatan kecerdasan naturalis anak di BAMBIM Al-Abror dengan menggunakan kegiatan bercocok tanam, hasil akhir kecerdasan naturalis anak di BAMBIM Al-Abror sebesar indikator pertama menunjukan kesenangan terhadap tanaman mengalami peningkatan yang signifikan dengan kemampuan akhir sebesar 9,09% pada kriteria Mulai berkembang, 45,45% pada kroteria berkembang sesuai harapan, dan 45,45% pada kriteria berkembang sangat baik. Indikator kedua membedakan bagian-bagian tanaman menalami peningkatan  dengan kemampuan akhir sebesar 18,18% pada kriteria mulai berkembang, 45,45% pada kriteria berkembang sesuai harapan dan 36,365 pada kriteria berkembang sangat baik. Indikator ketiga kemampuan merawat tanaman mengalami peningkatan dengan kemampuan akhir sebesar 9,09% pada kriteria mulai berkembang, 54,54% pada kriteria berkembang sesuai harapan dan 36,36% pada kriteria berkembang sangat baik. Pada indikator keempat melakukan kegiatan menanam juga mengalami peningkatan dengan kemampuan akhir sebesar 9,09% pada kriteria berkembang sesuai harapan dan 72,72% pada kriteria berkembang sangat baik.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA MELALUI METODE BERCAKAP-CAKAP DENGAN GAMBAR SERI PADA ANAK DI KELOMPOK B TK NEGERI PEMBINA KOTA TASIKMALAYA H, Yani
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 2, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.28 KB) | DOI: 10.17509/jpa.v2i2.24540

Abstract

ABSTRACTThis research is based on the background of learning the development of language skills, especially in developing children's speaking skills, still looks stiff. This condition results in a child's underdeveloped speaking ability. The formulation of the problem in this study is how to improve speaking skills through the method of conversing through series drawings on children in Group B TK Negeri Pembina Kota Tasikmalaya? This study aims to obtain an overview of improving speaking skills through the method of conversing through series drawings in kindergarten children. The research method used in this study is the Classroom Action Research (CAR) method, which is a study that involves researchers directly to the subject of research to observe the development of children's abilities. Fifteen people from group B of the Pembina City Tasikmalaya City Kindergarten obtained the results of the study that in the implementation carried out gradually conversing about the objects / images he saw (mango), after that coloring the drawings, playing sorting images on flannel boards, and tell series pictures, so that children become interested in participating in each activity. The development of children's speaking skills in the Tasikmalaya City Builder Kindergarten after the implementation of the method of conversing with series images in language learning activities has improved and developed well and language learning activities have become more effective. The author formulates recommendations for improving children's learning outcomes. Teachers should develop their ability to master various learning methods and develop their creativity in making learning media because teacher mastery of teaching methods and the selection of appropriate learning media is very directly proportional to children's learning outcomes. Penelitian ini di latarbelakangi oleh pembelajaran pengembangan kemampuan bahasa khususnya dalam mengembangkan kemampuan berbicara anak, masih terlihat kaku. Kondisi seperti ini mengakibatkan kemampuan berbicara anak kurang berkembang. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana meningkatkan kemampuan berbicara melalui metode bercakap-cakap melalui gambar seri pada anak Kelompok B TK Negeri Pembina Kota Tasikmalaya? Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai meningkatkan kemampuan berbicara melalui metode bercakap-cakap melalui gambar seri pada anak TK. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yaitu suatu penelitian yang melibatkan peneliti secara langsung kepada subjek penelitian untuk mengamati perkembangan kemampuan anak.  Penelitian terhadap anak kelompok B TK Negeri Pembina Kota Tasikmalaya yang berjumlah lima belas orang diperoleh hasil penelitian bahwa Dalam pelaksanaannya dilakukan secara bertahap bercakap-cakap tentang benda/gambar yang dilihatnya (mangga), setelah itu mewarnai gambar seri, bermain mengurutkan gambar di papan flanel,  serta menceritakan gambar seri, sehingga anak menjadi tertarik untuk mengikuti setiap kegiatan. Perkembangan kemampuan berbicara anak di TK Negeri Pembina Kota Tasikmalaya setelah diterapkannya metode bercakap-cakap dengan gambar seri dalam kegiatan pembelajaran bahasa mengalami peningkatan dan berkembang dengan baik serta kegiatan pembelajaran bahasa menjadi lebih efektif. Penulis merumuskan rekomendasi untuk peningkatan hasil belajar anak adalah guru hendaknya mengembangkan kemampuannya dalam penguasaan berbagai metode pembelajaran dan mengembangkan kreativitasnya dalam membuat media pembelajaran karena penguasaan guru terhadap metode mengajar dan pemilihan media pembelajaran yang tepat sangat berbanding lurus dengan hasil belajar anak.
KETERAMPILAN PROSES PADA PEMBELAJARAN PERMAINAN SAINS KELOMPOK B2 TK PERWARI 1 KOTA TASIKMALAYA Listiani, Elisa; Mulyana, Edi Hendri; Nur, Lutfi
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 3, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (936.203 KB) | DOI: 10.17509/jpa.v3i2.26676

Abstract

ABSTRACTThis research was initiated against the backdrop to reply to a question problems that had occurred about the extent to which the influence of the game of science on skill the process of a group of B2 in TK Perwari 1 Tasikmalaya City. In proving and analyze these problems, then the researcher uses the quantitative in pre-eksperimental with the approach one shot case study or could be called to the study the case of one shot. The subject of study were 6 child up to the age 5-6 years .The sample collection nonprobability sample using a technique that is purposive sampling. This research using a technique data collection by the use of observation and documentation. An instrument the research uses sheets of observation skills the process of science children and a record of observation science teachers in the management of learning the game. Data were analyzed by descriptive qualitative. The result of this research suggests that skills science the process was increased on each meeting starting from the meeting I of 65,27 %, meeting II of 75,69 %, and the meeting of 86,11 % III. %, with the science process skills of each indicator over three meetings as follows: (1) The observation process skills are 54.16%, 61.11%, 68, 05%; (2) classifying process skills is 47.22%, 62.5%, 69.44; (3) the skill of communicating processes 37.5%, 43.75%, 60.41%. Activities of teachers has increased, the first meeting by 61%, amounting to 91% of meeting II and III meeting of 92%. ABSTRAKPenelitian ini dilatar belakangi untuk menjawab pertanyaan permasalahan mengenai sejauh mana pengaruh permainan sains terhadap keterampilan proses kelompok B2 TK Perwari 1 Kota Tasikmalaya. Dalam membuktikan dan menganalisis permasalahan diatas, maka peneliti menggunakan metode kuantitatif secara Pre-Eksperimental  dengan pendekatan One Shot Case Study atau bisa disebut dengan Studi Kasus Satu Tembakan. Subjek penelitian berjumlah 6 anak berusia 5-6 tahun. Pengambilan sampel menggunakan teknik Nonprobability Sampel yaitu Purposive Sampling. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan menggunakan  observasi dan dokumentasi. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi keterampilan proses sains anak dan lembar observasi guru dalam pengelolaan pembelajaran permainan sains. Data yang terkumpul dianalisis  secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa keterampilan proses sains anak ternyata mengalami peningkatan pada setiap pertemuannya dari mulai  pertemuan I sebesar 65,27%, pertemuan II sebesar 75,69%, dan pertemuan III sebesar 86,11%, dengan keterampilan proses sains  masing-masing indikator selama tiga pertemuan sebagai berikut: (1) keterampilan proses observasi adalah 54,16%, 61,11%, 68,05%; (2) keterampilan proses mengklasifikasi adalah 47,22%, 62,5%, 69,44; (3) keterampilan proses mengkomunikasikan 37,5%, 43,75%, 60,41%. Aktivitas guru mengalami peningkatan, pertemuan I sebesar 61%, pertemuan II sebesar 91 %, dan pertemuan III sebesar 92%.
PENGARUH PERMAINAN TREASURE HUNT TERHADAP KECERDASAN INTERPERSONAL ANAK USIA 5-6 TAHUN Putri, Pia Permata; Sumardi, Sumardi; Mulyadi, Sima
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 4, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (779.805 KB) | DOI: 10.17509/jpa.v4i1.27203

Abstract

This research is motivated by problems encountered in the Kindergarten Institute related to learning activities that are still academic in nature. Ideally the implementation of learning in schools can stimulate and optimize all multiple intelligences in early childhood. But the reality on the ground there are problems in the development of interpersonal intelligence because learning is still academic and the lack of specific variations such as game media in learning activities to improve children's interpersonal intelligence abilities. One of the media to stimulate the development of children's interpersonal intelligence is by using the game treasure hunt. This is the background of the study. The research aims to determine the effect of games treasure hunt on interpersonal intelligence of children aged 5-6 years. The research method used is the study of literature. The types and sources of data used by researchers are using secondary data and sources. Data collection techniques carried out are from some of the results of previous books and journal data relevant to the topic of the problem raised by the researcher. Based on the results of data from several findings that have been made by previous researchers, it can be concluded that by applying the game treasure hunt can affect the interpersonal intelligence of children aged 5-6 years. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang ditemui di Lembaga Taman Kanak-kanak berkaitan dengan kegiatan pembelajaran yang masih bersifat akademis. Idealnya pelaksanaan pembelajaran di sekolah dapat menstimulus dan mengoptimalkan seluruh kecerdasan jamak pada anak usia dini. Namun kenyataan di lapangan terdapat permasalahan dalam perkembangan kecerdasan interpersonal karena pembelajaran masih bersifat akademis dan kurangnya variasi khusus seperti media permainan dalam kegiatan pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan kecerdasan interpersonal anak. Media untuk menstimulus perkembangan kecerdasan interpersonal anak salah satunya dengan menggunakan permainan treasure hunt. Hal tersebut menjadi latar belakang dilaksanakannya penelitian. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan treasure hunt terhadap kecerdasan interpersonal anak usia 5-6 tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur. Jenis dan sumber data yang digunakan oleh peneliti yaitu dengan menggunakan data dan sumber sekunder. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu dari beberapa hasil data buku dan jurnal terdahulu yang relevan sesuai dengan topik permasalahan yang diangkat oleh peneliti. Berdasarkan hasil data dari beberapa temuan yang telah dilakukan oleh peneliti terdahulu, maka dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan permainan treasure hunt dapat berpengaruh terhadap kecerdasan interpersonal anak usia 5-6 tahun. 
Kemampuan Empati Anak Usia Dini Nugraha, Dadan; Apriliya, Seni; Veronicha, Riza Kharisma
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 1, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.59 KB) | DOI: 10.17509/jpa.v1i1.7158

Abstract

The ability of empathy is one of the factors that become the basis of the success of social interaction, because in that relationship it is necessary to understand the mutual understanding of feelings and help each other. This research was conducted in TK PGRI SID Sartika District Cineam which aimed to describe the empathy ability of early childhood. Subjects in this study were children aged 5-6 years, amounting to 10 children consisting of 5 boys and 5 girls.This research uses quantitative approach with descriptive research method. Data collection techniques used in this study are observation and field notes. Instruments in this research use observation sheet,  field note, and documentation. The results showed that from the analysis of data of empathy ability of children aged 5-6 years in TK PGRI SID Sartika District Cineam include caring attitude, tolerance attitude, and taste grace attitude, get result that the average number of items that appear for children who are at The age range of 5-6 years is 9.5 items / descriptor, hence the average achievement achievement of empathy ability of children aged 5-6 years in TK PGRI SID Sartika District Cineam with total students aged 5-6 years 10 Children get the criteria evaluation Developed As Expectations (BSH).Kemampuan empati merupakan salah satu faktor yang menjadi dasar dari suksesnya interaksi sosial, karena dalam hubungan tersebut diperlukan adanya pengertian untuk saling memahami perasaan dan saling tolong menolong. Penelitian ini dilakukan di TK PGRI SID Sartika Kecamatan Cineam yang bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan empati anak usia dini. Subjek dalam penelitian ini adalah anak usia 5-6 tahun yang berjumlah 10 orang anak terdiri atas 5 orang anak laki-laki dan 5 orang anak perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan catatan lapangan. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan lembar obsevasi, catatan lapangan, dan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dari hasil analisis data kemampuan empati anak usia 5-6 tahun di TK PGRI SID Sartika Kecamatan Cineam meliputi sikap peduli, sikap toleransi, dan sikap tenggang rasa, mendapatkan hasil bahwa rata-rata jumlah item yang muncul untuk anak yang berada pada rentang usia 5-6 tahun adalah sebanyak 9,5 item/deskriptor, maka dengan demikian diperoleh rata-rata capaian perkembangan kemampuan empati anak usia 5-6 tahun di TK PGRI SID Sartika Kecamatan Cineam dengan total siswa yang berusia 5-6 tahun sebanyak 10 orang mendapatkan kriteria penilaian Berkembang Sesuai Harapan (BSH).
Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Penggunaan Play Dough Sumardi, Sumardi; Nur, Lutfi; Anggraeni, Peny
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 2, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.831 KB) | DOI: 10.17509/jpa.v2i1.24392

Abstract

ABSTRACTEarly childhood is laying the foundation for growth and development is crucial for the child in the future. To be able to support that teachers should provide a wide range of strategies to achieve the expected competencies based on standard achievement level child development (STPPA). The scope of development listed in STPPA among which the religious and moral values, physical, motor, cognitive, language, social, emotional and artistic. Based on observations conducted in children aged 5-6 years group B TK Sejahtera 4 motor ability in the physical aspects of the scope of the development of fine motor skills are still low, especially related to the children imitate the skills varied line, cutting, writing letters of the alphabet and learning hijaiyah this is due to improve fine motor skills is not optimal and does not vary. Researchers hope that by using the right learning media can improve fine motor development and can improve learning outcomes are optimal. To the researchers undergo a learning improvement through action research methods class (PTK) developed by Kemmis McTaggart. Through play dough (play dough) kneading child, print and form. Through the experience of children practicing coordinate eye and hand control, agility and strength are important capabilities that they will need later to write. The results of the study in the first cycle there are 4 children in underdeveloped and 16 children began to grow with the overall percentage of the first cycle of 46% and the number of children who attended as many as 20 children, in the second cycle are 9 children begin to develop and 8 children to develop according expectations with the overall percentage of 63% as well as the number of children who attended were 17 children and the third cycle, there were 13 children develop according to expectations and 4 children is growing very well with the overall percentage of 84% as well as the number of children who attended as many as 17 children. This shows an increase in the fine motor skills of children aged 5-6 years through the use of play dough in group B TK Sejahtera 4 Karsamenak,  Kawalu, Tasikmalaya in the academic year 2016-2017. Pendidikan anak usia dini merupakan penyelenggaraan pendidikan yang menik beratkan pada pertumbuhan dan perkembangan, sedangkan usia dini merupakan peletakkan dasar bagi pertumbuhan dan perkembangan yang sangat menentukan bagi anak di masa depannya. Untuk dapat mendukung hal tersebut guru harus menyediakan berbagai macam strategi guna tercapainya kompetensi yang diharapkan berdasarkan standar tingkat pencapaian perkembangan anak (STPPA). Lingkupnya yaitu nilai agama dan moral, fisik motorik, kognitif, bahasa, sosial emosional dan seni. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada anak usia 5-6 tahun kelompok B TK Sejahtera 4 kemampuan dalam aspek fisik motorik lingkup perkembangan motorik halusnya masih rendah terutama yang berhubungan dengan keterampilan anak meniru garis bervariasi, menggunting, menulis huruf abjad dan hijaiyah hal ini disebabkan pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan motorik halus belum optimal dan tidak bervariasi. Peneliti berharap media ini dapat meningkatkan perkembangan motorik halus. Untuk itu peneliti melakuan perbaikan pembelajaran melalui metode penelitian tindakan kelas (PTK) yang dikembangkan oleh Kemmis McTaggart. Melalui bermain adonan (play dough) anak meremas, mencetak dan membentuk. Lewat pengalaman tersebut anak berlatih mengkoordinasikan mata dan tangan yang terkontrol, ketangkasan dan kekuatan merupakan kemampuan penting yang mereka akan butuhkan kelak untuk menulis. Hasil penelitian pada siklus I terdapat 4 orang anak belum berkembang dan 16 orang anak mulai berkembang dengan persentase keseluruhan siklus I sebesar 46% serta jumlah anak yang hadir sebanyak 20 orang anak, pada siklus II terdapat 9 orang anak mulai berkembang dan 8 orang anak berkembang sesuai harapan dengan persentase keseluruhan 63% serta jumlah anak yang hadir sebanyak 17 orang anak dan siklus III terdapat 13 orang anak berkembang sesuai harapan dan 4 orang anak berkembang sangat baik dengan persentase keseluruhan 84% serta jumlah anak yang hadir sebanyak 17 orang anak. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan motorik halus anak usia 5-6 tahun melalui penggunaan play dough pada kelompok B TK Sejahtera 4 Kelurahan Karsamenak Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya Tahun Pelajaran 2016-2017.
UPAYA PENGEMBANGAN KEMANDIRIAN ANAK USIA DINI DALAM PEMBELAJARAN KELOMPOK A RA RAIHAN PERSIS 27 KECAMATAN CIHIDEUNG Rosmaya, Rosmaya; Mulyana, Edi Hendri; Lestari, Tri
JURNAL PAUD AGAPEDIA Vol 3, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.949 KB) | DOI: 10.17509/jpa.v3i1.26670

Abstract

AbstractChild independence is a capital of creativity, progress and survival. The non-indepedence of the child forms a personality that depends on other and will hamper the progress of the child, therefore independence must be instilled from an early age to the child in order to grow into an independent human being. Efforts to develop independence in schools are done by teachers who interact intensely with children. These development efforts can be applied in the learning process. The learning process is divided into several activities, namely the welcoming of the child’s arrival, opening, core activities, covering and picking up the children. The research is conducted because it wants to reveal how the teacher developed in the learning process. This research uses qualitative approach with descriptive method. The research was conducted at RA Raihan Persis 27, District Cihideung, Tasikmalaya City. Participants of this research are teacher of group A RA Raihan Persis 27. The collection was done by observation, interview and document study. The research findings show that the way the teacher develops the child’s independence is done in the form of a program that is made into the rules of school rules and class rules. The teacher’s program is implemented through statements and action. In addition, teachers apply the system of habituation to children to develop independence of children As for the aspects of independence that is dominated by teachers developed in RA Raihan Persis 27 is confident, discipline, emotional control and responsibility. AbstrakKemandirian anak merupakan modal kreativitas, kemajuan dan daya keberlangsungan hidup (survival). Ketidakmandirian anak membentuk kepribadian yang bergantung kepada orang lain dan akan menghambat kemajuan anak, oleh karena itu kemandirian harus ditanamkan sejak dini kepada anak supaya dapat tumbuh menjadi manusia yang mandiri. Upaya pengembangan kemandirian di sekolah dilakukan oleh guru yang berinteraksi secara intens dengan anak. Upaya pengembangan tersebut bisa diterapkan dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran dibagi menjadi beberapa kegiatan, yaitu kegiatan penyambutan kedatangan anak, pembukaan, kegiatan inti, penutup dan penjemputan anak. Penelitian ini dilaksanakan karena peniliti akan mengungkapkan bagaimana cara guru mengembangkan kemandirian anak serta aspek kemandirian apa saja yang dikembangkan dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penellitia ini dilakukan di RA Raihan Persisn 27, Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya. Partisipan pada penelitian ini adalah guru kelompok A RA Raihan 27. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan studi dokumen. Hasil dari temuan penelitian menunjukkan bahwa cara guru mengembangkan kemandirian anak dilakukan dalam bentuk program yang dibuat menjadi aturan yaitu aturan sekolah dan aturan kelas. Program tersebut guru laksanakan melalui pernyataan dan tindakan. Selain itu juga guru menerapkan sistem pembiasaan kepada anak untuk mengembangkan kemandirian anak. Adapun aspek-aspek kemandirian yang mendominasi dikembangkan oleh guru di RA Raihan Persis 27 adalah percaya diri, disiplin, mengendalikan emosi dan tanggungjawab.

Page 4 of 17 | Total Record : 164