JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT
Jurnal Education and Development merupakan publikasi karya ilmiah dari hasil penelitian, pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, baik sosial, budaya dan lingkungan. Sebagai upaya untuk mewujudkan visi dan misi di Perguruan Tinggi. Jurnal Education and development mewadahi hasil pemikiran dan penelitian dalam peningkatan dan pengembangan secara berkesinambungan untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Selain itu, dapat meningkatkan pengetahuan dan keilmuan. Jurnal Education And Development Terakreditasi Sesuai Dengan Keputusan Direktur Jendral Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia SK. Nomor 21/E/KPT/2018 Tentang Peringkat Akreditasi Jurnal Ilmiah Periode I Tahun 2018, Jurnal Education and Development Berada Pada Peringkat 6 (Enam) Dengan Nomor Urut 15 (Lima Belas), Masa Berlaku Akreditasi selama 5 (lima) Tahun dan Akan Berakhir pada Tanggal 9 Juli 2023.
Articles
2,820 Documents
PERLINDUNGAN HUKUM INDIKASI GEOGRAFIS TERHADAP PRODUK MASYARAKAT ADAT DI INDONESIA (Studi Kasus Masyarakat Adat Baduy)
Julia Elfany Shavira;
Andriyanto Adhi Nugroho
Jurnal Education and Development Vol 9 No 1 (2021): Vol.9.No.1.2021
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (497.267 KB)
|
DOI: 10.37081/ed.v9i1.2305
Indikasi Geografis merupakan bagian dari Hak Kekayaan Intelektual dan juga merupakan hal penting yang dapat menaikkan reputasi terhadap suatu wilayah. Masyarakat Adat sendiri merupakan masyarakat yang hidup secara teratur yang menempati suatu wilayah yang memiliki tradisi serta keunikan tersendiri yang berbeda antara satu wilayah dengan wilayah lainnya. Indikasi Geografis dan Masyrakat Adat sendiri sangat berkaitan erat satu sama lain, dimana terdapat suatu persamaan diantara kedua hal tersebut yaitu sama-sama berkaitan dengan karakteristik dalam suatu wilayah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hambatan apa saja yang dialami oleh Masyarakat Adat Baduy dalam mendaftarkan produk khasnya menjadi produk berindikasi geografis, serta upaya atau solusi apa yang dapat dilakukan untuk meminimalisir hambatan tersebut. Terkait dengan penelitian ini, metode yang digunakan yaitu metode Yuridis Normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan dalam proses pengumpulan data diperoleh melalui studi kepustakaan serta metode analisis data menggunakan metode deskriptif analitis. Hasilnya menunjukan bahwa Masyarakat Adat sendiri belum menjadikan perlindungan hukum terhadap produk yang dihasilkannya menjadi suatu kebutuhan maupun urgensi yang harus segera mendapatkan perlindungan.
HAMBATAN PENDAFTARAN INDIKASI GEOGRAFIS TAHU SUMEDANG SEBAGAI ASET POTENSIAL DAERAH
Yudha Agung Nugraha;
Imam Haryanto
Jurnal Education and Development Vol 9 No 1 (2021): Vol.9.No.1.2021
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (519.547 KB)
|
DOI: 10.37081/ed.v9i1.2306
Jurnal ini mengkaji tentang Hambatan Pendaftaran Indikasi Geografis Tahu Sumedang Sebagai Aset Potensial Daerah, dan Dampak terhadap Pencantumanya Kedalam Indikasi Geografis . Tujuan Jurnal ini adalah untuk Mengetahui Hambatan Pendaftaran Indikasi Geografis Tahu Sumedang Serta Dampak terhadap pencantumannya kedalam indikasi Geografis. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian yaitu Penelitian Yuridis Normatif yang berarti dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka atau bahan sekunder., kemudian menganalisis tentang persoalan-persoalan yang menyangkut tentang Indikasi Geografis dan manfaatnya Terhadap daerah yang menjadi asalnya. Hasil analisis memunculkan 2 tema yang dibahas di sini: Hambatan Pendaftaran Indikasi Geografis Tahu Sumedang, serta dampak terhadap Pencantuman Produk Kedalam Indikasi Geografis. Kajian tentang kedua tema tersebut sangt berguna untuk memahami Pentingnya Pendaftaran Indikasi Geografis dan juga Manfaat yang dihasilkan oleh pencantuman kedalam produk Indikasi Geografis.
RELEVANSI HAK VETO PBB DENGAN PRINSIP KEDAULATAN YANG DIANUT OLEH PBB
Michelle Angela Teguh
Jurnal Education and Development Vol 9 No 1 (2021): Vol.9.No.1.2021
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (463.658 KB)
|
DOI: 10.37081/ed.v9i1.2307
Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tidak mengatur perihal hak veto secara eksplisit. Namun dari ketentuan Pasal 27 ayat (3) Piagam PBB bahwa sebagai pengemban untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional, Dewan Keamanan PBB secara politis dibenarkan menggunakan ketentuan pasal dimaksud, yang kemudian diterjemahkan sebagai hak veto. Penggunaan hak veto para Dewan Keamanan PBB seringkali menjadi kontroversi bagi masyarakat internasional. Melalui penelitian ini, akan ditilik lebih dalam pengaturan hak veto dan relevansinya dengan prinsip kedaulatan yang dianut oleh PBB. Kesimpulan yang diperoleh adalah bahwa dasar pengaturan prinsip atau asas persamaan kedaulatan negara yang secara tegas diatur dalam pasal 2 ayat (1) Piagam PBB dan ketentuan tersebut merupakan asas dari pelaksanaan fungsi PBB sebagai suatu organisasi internasional, termasuk menjadi landasan bagi pelaksanaan fungsi-fungsi organ utamanya. Oleh karena itu prinsip dimaksud harus menjadi pedoman/landasan bagi para pengambil keputusan dalam Dewan Keamanan PBB, sehingga tidak ada lagi alasan pembenar secara yuridis tentang penggunaan hak veto oleh negara-negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB.
PERAN FILSAFAT PROGRESIVISME DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN CALON PENDIDIK DI ABAD-21
Aiman Faiz;
Purwati .
Jurnal Education and Development Vol 9 No 1 (2021): Vol.9.No.1.2021
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (461.545 KB)
|
DOI: 10.37081/ed.v9i1.2308
Perubahan yang semakin pesat perlu diimbangi dengan kemampuan manusianya agar tidak terjadi kesalahan dalam menyikapinya, termasuk dalam aspek pendidikan. Pendidikan berperan besar dalam memberikan keseimbangan dalam mengembangkan kemampuan manusia di abad-21. Peran agen pendidikan dalam hal ini dosen, perlu diarahkan dalam mencetak calon-calon pendidik yang memiliki kriteria dan kemampuan seperti yang di inginkan di abad-21 ini. Dalam penelitian ini menggunakan library research yang bertujuan untuk mengeksplore data dan informasi dengan berbagai sumber yang diperoleh dari buku, jurnal, makalah, dokumen, catatan dan lain-lainnya. Dasar dalam penelitian library research ini adalah menerapkan konsep filsafat progresivisme dalam pembelajaran abad-21 khususnya bagi para mahasiswa calon pendidik. Hasil penelitian ini menemukan konsep-konsep apa saja yang harus dikembangkan dalam penelitian kepustakaan baik secara teoritis maupun praktis diantaranya hal-hal yang harus dikembangkan oleh dosen mencakup kompetensi pedagogik dan karakteristik pembelajaran abad-21. Selain itu, dosen juga harus mampu mengembangkan pemikiran 4C (critical thinking, creative, collaborative dan comunicative) pada mahasiswa. Dengan kondisi yang ada calon pendidik dibekali kompetensi yang nantinya untuk dikembangkan kepada para peserta didik sesuai zamannya. Sejalan dengan konsep live long education (pendidikan seumur hidup) yang menekankan pendidikan harus menyesuaikan dengan kondisi zaman.
HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DAN KECERDASAN SPIRITUAL DENGAN INDEKS PRESTASI MAHASISWA PROGAM STUDI KEBIDANAN
Legina Anggraeni;
Dinni Randayani Lubis
Jurnal Education and Development Vol 9 No 1 (2021): Vol.9.No.1.2021
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (459.842 KB)
|
DOI: 10.37081/ed.v9i1.2309
Dalam menjalani proses belajar, banyak orang yang beranggapan bahwa untuk meraih prestasi yang baik harus memiliki kecerdasan intelektual (Intelligence Quotient/IQ) yang tinggi. Namun, kenyataannya kecerdasan intelektual bukan satu-satunya keberhasilam dalam mengukur prestasi akademik seseorang. Kecerdasan intelektual yang tinggi seyogyanya harus diimbangi dengan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual dengan indeks prestasi mahasiswa program studi kebidanan. Metode Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan studi cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 48 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengisian kuesioner dan data indeks prestasi mahasiswa program studi kebidanan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus-September tahun 2020. Data dianalisis menggunakan uji chi-square hasil dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan p-value 0,001 dan OR 12,000 dan kecerdasan spiritual dengan p-value 0,0001 dan OR 21,111.
KAJIAN SISTEM ETNO KONSERVASI LAUT MASYARAKAT PESISIR PAPUA: SASISEN DAN TIYAITIKI
Puguh Sujarta;
Agustinus Renyoet;
Lisiard Dimara
Jurnal Education and Development Vol 9 No 1 (2021): Vol.9.No.1.2021
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (475.835 KB)
|
DOI: 10.37081/ed.v9i1.2311
Papua kaya akan sumberdaya alam, keanekaragaman hayati dan kearifan lokal dalam menjaga sumberdaya alamnya. Sasisen merupakan kearifan lokal yang dimiliki Masyarakat Pesisir Biak dan Tiyaitiki merupakan kearifan lokal yang dimiliki Masyarakat Pesisir Jayapura. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui Sasisen dan Tiyaitiki sebagai model sistem etno konservasi laut dan keterlaksanaannya, (2) mengetahui sejauh mana keterlaksanaan Sasisen dan Tiyaitiki dipengaruhi oleh faktor-faktor yang melekat pada nelayan (latar belakang pendidikan dan pengalaman). Pelaksanaan penelitian dilakukan pada bulan April-Juli 2018 di wilayah Pesisir Biak (Kepulauan Padaido dan Biak Numfor) dan Depapre Jayapura. Metode penelitian menggunakan metode survey dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan kuisioner, subjek penelitian adalah masyarakat nelayan dengan jumlah responden 150 responden. Hasil survey menunjukkan bahwa masyarakat memahami pengetahuan Sasisen dan Tiyaitiki dan keterlaksanaannya dalam berbagai aspek (aspek perolehan informasi, pemahaman, keterlaksanaan, dan upaya pengembangan) dibuktikan 68,62% responden telah memperoleh informasi yang baik. Tidak ada hubungan aspek keterlaksanaan dengan faktor-faktor yang melekat pada responden buktinya nelayan dengan pengalaman selama 0 – 40 tahun atau lebih tetap memiliki pemahaman yang sama tentang Sasisen dan Tiyaitiki sebagai sistem etno konservasi laut. Kesimpulan penelitian ini adalah (1) masyarakat mengetahui Sasisen dan Tiyaitiki sebagai model sistem etno konservasi laut dan keterlaksanaannya, (2) pengetahuan masyarakat tentang kearifan Sasisen dan Tiyaitiki tidak bergantung pada latar belakang pendidikan dan pengalaman responden.
ANALISIS KESIAPAN PEMBELAJARAN DALURING BERDASARKAN ZONA PENDEMI COVID-19
Luvy Sylviana Zanthy;
Eka Senjayawati;
Nadia .
Jurnal Education and Development Vol 9 No 1 (2021): Vol.9.No.1.2021
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (433.654 KB)
|
DOI: 10.37081/ed.v9i1.2312
Penelitian ini termasuk dalam penelitian dekriptif yang bertujuan untuk memberikan gambaran kesiapan pembelajaran daluring berdasarkan zona pendemi COVID-19 tempat tinggal responden. Jumlah responden sebanyak 189 orang mahasiswa dan dosen yang memberikan umpan balik jawaban kuesiner elektronik yang diberikan secara acak. Teknik pengumpulan data dilakukan dua tahap yaitu: observasi dan wawancara melalui zoom dan kuesioner elektrik yang memuat 32 buah pertanyaan yang dimodifikasi dari model Teddy & Swatman dengan pilihan jawaban yang telah tersedia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) 20,21 % responden yang tinggal di zona hijau memiliki tingkat kesiapan dalam menghadapi pembelajaran daluring sebesar 46%; 2) 79,79% responden yang tinggal di zona non-hijau memiliki tingkat kesiapan dalam menghadapi pembelajaran daluring sebesar 39%; 3) responden pada zona hijau lebih siap menghadapi pembelajaran daluring dibandingkan responden pada zona non-hijau; 4) Secara keseluruhan, rerata persentase kesiapan pembelajaran daluring pada semua zona sebesar 42,5%, artinya pembelajaran daluring merupakan pilihan mayoritas responden dibandingkan pembelajaran daring dan pembelajaran luring, dan 5) Apabila akan melaksanakan pembelajaran daluring, faktor dukungan pemerintah, tersusunnya penjadwalan kuliah mahasiswa dan trend penyebaran virus corona yang menurun merupakan faktor lain yang harus diperhatikan disamping faktor kesiapan mahasiswa, kesiapan dosen, faktor infrastruktur dan faktor budaya institusi.
OPTIMALISASI PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN SAINS ANAK MELALUI AKTIVITAS BERMAIN AIR DI TK PERTIWI JAWI-JAWI KECAMATAN GUNUNG TALANG KABUPATEN SOLOK
Yusnita .;
Neny Mahyudin
Jurnal Education and Development Vol 9 No 1 (2021): Vol.9.No.1.2021
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (515.924 KB)
|
DOI: 10.37081/ed.v9i1.2314
Pembelajaran Sains Pada jenjang TK belum terlaksana dengan optimal. Hal ini menjadi landasan untuk melakukan aktivitas bermain air dapat mengoptimalkan pembelajaran sains. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang subjek penelitian adalah TK Pertiwi Jawi-jawi Kabupaten solok tahun pelajaran 2018/2019 di kelompok B1 yang berjumlah 16 orang anak. Pengumpulan data menggunakan format observasi, dokumen dan teknik analisis data yang digunakan adalah persentase dengan tabel distribusi frekuensi. Berdasarkan hasil penelitian pada siklus II sikap sains anak sangat baik dan proses sains anak sangat baik. Terbukti hasil persentase meningkat dari siklus I ke siklus II, yaitu peningkatan sikap sains anak yang baik sekali dan baik 92,5%. Peningkatan proses sains anak baik sekali dan baik 87,5 %. Ini berarti bahwa secara umum pengembangan pembelajaran sains anak sudah mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM). Oleh karena itu penilaian ini dihentikan sampai siklus II pada pertemuan 4, karena ketuntasan minimal dalam pengembangan pembelajaran sains anak sudah tercapai.Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa dengan kegiatan Bermain air dapat mengoptimalkan pembelajaran sains di TK Pertiwi Jawi-jawi Kabupaten Solok.
DEVELOPMENT OF TEACHING MATERIALS USINGREALISTIC MATHEMATICS EDUCATION APPROACHES IN IMPROVING THE CAPACITY OF MATHEMATIC COMMUNICATION OF PGSD STUDENTS
Sukma Murni;
Siti Ruqoyyah;
Sylvia Rabbani
Jurnal Education and Development Vol 9 No 1 (2021): Vol.9.No.1.2021
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (405.3 KB)
|
DOI: 10.37081/ed.v9i1.2321
This research is motivated by the lack of mathematical communication skills of PGSD IKIP Siliwangi students. The purpose of this study is to improve the mathematical communication skills of PGSD IKIP Siliwangi students through the Realistic Mathematics Education (RME) approach with the help of teaching aids. The specific target to be achieved in this research is the formation of teaching materials that are appropriate, practical, efficient, and effective, and can also develop the productivity of PGSD IKIP Siliwangi students. This research uses a quantitative approach and uses a quasi-experimental method. The population in this study was PGSD IKIP Siliwangi students, while the sample consisted of 70 students who were divided into 35 students in class A1 of 2017 as an experimental group and 35 students in class A2 in 2017 as a control group. The instrument used consisted of written tests regarding mathematical communication skills and the practice of making teaching aids, observations and interviews. The results showed that there was an increase in mathematical communication skills of PGSD students using the RME approach better than those using ordinary learning.
KEKUATAN HUKUM E-METERAI PADA DOKUMEN ELEKTRONIK
Dachmar Wiyan Dwi Prakoso
Jurnal Education and Development Vol 9 No 1 (2021): Vol.9.No.1.2021
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (321.876 KB)
|
DOI: 10.37081/ed.v9i1.2322
Lalu lintas transaksi perdagangan melalui media elektronik di Indonesia sangatlah tinggi. Tingginya tingkat transaksi online di e-commerce pada umumnya banyak tertuang dalam bentuk dokumen elektronik. Sebagai bentuk upaya Negara dalam memberikan perlindungan hukum dan kepastian hukum bagi penggunanya. Dibentuklah regulasi baru mengenai Bea Meterai guna memberikan kepastian hukum pada setiap dokumen elektronik dengan cara membubuhkan e-meterai agar memenuhi syarat formal sebagai alat bukti dipengadilan. Selain itu, juga bertujuan meningkatkan pendapatan keuangan Negara sebagai bentuk pengoptimalan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Implementasi dari e-meterai belum dilaksanakan. Sebab formulasi dari e-meterai masih dalam proses penggarapan oleh pemerintah. Adanya e-meterai pada dokumen elektronik, membuat beberapa masyarakat berspekulasi mengenai kekuatan hukum dari dokumen elektronik tersebut. Oleh karena itu, dalam artikel ini penting untuk membahas serta mengetahui kekuatan hukum e-meterai pada dokumen elektronik agar masyarakat tidak merasa takut ketika melakukan transaksi secara online. Penelitian ini memakai metode yuridis normatif yaitu dengan cara menelaah teori, konsep hukum serta peraturan perundang-undangan.