cover
Contact Name
Rahmad Fauzi
Contact Email
udauzi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
udauzi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. tapanuli selatan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT
ISSN : 25274295     EISSN : 26146061     DOI : -
Jurnal Education and Development merupakan publikasi karya ilmiah dari hasil penelitian, pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, baik sosial, budaya dan lingkungan. Sebagai upaya untuk mewujudkan visi dan misi di Perguruan Tinggi. Jurnal Education and development mewadahi hasil pemikiran dan penelitian dalam peningkatan dan pengembangan secara berkesinambungan untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Selain itu, dapat meningkatkan pengetahuan dan keilmuan. Jurnal Education And Development Terakreditasi Sesuai Dengan Keputusan Direktur Jendral Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia SK. Nomor 21/E/KPT/2018 Tentang Peringkat Akreditasi Jurnal Ilmiah Periode I Tahun 2018, Jurnal Education and Development Berada Pada Peringkat 6 (Enam) Dengan Nomor Urut 15 (Lima Belas), Masa Berlaku Akreditasi selama 5 (lima) Tahun dan Akan Berakhir pada Tanggal 9 Juli 2023.
Arjuna Subject : -
Articles 2,820 Documents
PEMBELAJARAN PAI DENGAN MODEL PROJECT BASED LEARNING BERBASIS LITERASI DI MTSN 4 JOMBANG Himmatur Rofi'ah; Haris Supratno
Jurnal Education and Development Vol 11 No 1 (2023): Vol.11 No.1. 2023
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.615 KB) | DOI: 10.37081/ed.v11i1.4517

Abstract

This study aims to: (1) describe the application of PAI learning with a Literacy-based Project Based Learning Model at MTsN 4 Jombang; and (2) describing PAI learning with a Literacy-based Project Based Learning Model that can improve 4C at MTsN 4 Jombang. The type of research used is phenomenological research with a qualitative data approach. The presence of the researcher acts as the main instrument in this research. The data collection technique used is through participatory observation methods, in-depth interviews, and documentation. Data analysis techniques used in this research are data presentation, data reduction, and drawing conclusions. The data validity technique is through source triangulation, method triangulation, and time triangulation. The results of the study show that: (1) the application of PAI learning with the Project Based Learning Model Literacy-Based case studies on students of class VIII L and VIII I at MTsN 4 Jombang, namely, the learning tools that must be prepared by the teacher before teaching are syllabus, lesson plans and worksheets. Literacy-based Students (LKPD) which contains 12 literature on social media. The teacher makes RPP in accordance with the 2013 curriculum and the guidelines in the Circular Letter of the Minister of Education and Culture No. 14 of 2019, the teacher has implemented the steps of the literacy-based Project Based Learning learning model quite well and its application is in the form of RPP and LKPD; and (2) PAI learning with the Literacy-Based Project Based Learning Model can improve Critical Thinking, Creativity, Communication, Collaboration (4C) by applying the 6-step Project Based Learning model which in the process of learning activities has implemented 4C skills which can improve students' skills in critical, creative, communicative and collaborative thinking.
KONSTRUKSI DASAR MASALAH IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KEPEMUDAAN DI KABUPATEN CIANJUR DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Moch. Agung Lukmanul Hakim; Cecep Darmawan; Leni Anggraeni
Jurnal Education and Development Vol 11 No 1 (2023): Vol.11 No.1. 2023
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.086 KB) | DOI: 10.37081/ed.v11i1.4527

Abstract

Konfigurasi dan signifikansi dari seluruh indikator pengukuran dalam Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) dengan trajektori pencapaian tahun 2018 di Kabupaten Cianjur yang dikualifikasikan dalam performa rendah, tidak akan dapat menunjang perkembangan generasi muda menjadi pribadi dewasa yang mandiri, penuh potensi dan bertanggung jawab sebagai bagian dari masyarakat. Tujuan terdalam konstruksi kebijakan kepemudaan untuk menempatkan kalangan muda dalam takhta tertinggi sebagai atraktor yang menjadi region magnetik akselerasi perubahan dalam realitas bermasyarakat masih merupakan fiksi kebijakan yang belum tercapai. Penelitian ini mempergunakan pendekatan kombinasi melalui metode survei, studi implementasi dan studi evaluasi kebijakan dengan bertumpu pada pendekatan behavioralisme dan neo-institusionalisme. Bahwa hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Sekalipun penyelidikan terkait persepsi sebagai orientasi nilai dalam taraf signifikansi tertentu merepresentasikan distorsi, namun pemuda Kabupaten Cianjur tidak pernah terlibat langsung dalam inklusivitas jaringan kebijakan kepemudaan yang secara diametrik ambivalen dengan persepsi konstruktif terhadap pelayanan kepemudaan yang wajib secara prosedur dilaksanakan Disparpora, DPD KNPI, Karang Taruna dan Gerakan Pramuka termasuk terhadap pembangunan pemuda berbasis pendekatan Organisasi 4-H. (2) Trajektori implementasi dari implementor kebijakan terkait masih terbatas pada skema dengan taraf signifikansi prakonsep yang belum otonom dan monoton, sehingga belum dapat mereduksi potensi masalah kepemudaan. (3) Keberadaan dari kekuatan institusi formal dan informal ternyata tidak secara ekspresif menghadirkan guidelines dan constraints baik dalam pemilihan tindakan, dalam melakukan proses proyeksi terkait probabilitas hambatan dalam tahapan implementasi maupun dalam membangun desain evaluasi kebijakan yang dapat diverifikasi dalam praktik global. Adapun bentuk implikasi krusial dari penelitian ini menghadirkan sebuah moralitas baru dalam melakukan proses penyelidikan terhadap kebijakan kepemudaan dalam mendorong transformasi pelayanan kepemudaan yang lebih moderat.
KONTEKS PERUBAHAN DAN KEBERLANJUTAN KEBIJAKAN KEPEMUDAAN DI KABUPATEN CIANJUR SEBAGAI ANALISIS PERKEMBANGAN KELEMBAGAAN DALAM PERSPEKTIF INSTITUSIONALISME HISTORIS Moch. Agung Lukmanul Hakim; Karim Suryadi; Cecep Darmawan; Leni Anggraeni
Jurnal Education and Development Vol 11 No 1 (2023): Vol.11 No.1. 2023
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.976 KB) | DOI: 10.37081/ed.v11i1.4528

Abstract

Teori Turbulensi Intermiten dari Mandelbrot tentang harmoni dualitas realitas ketidaksinambungan dalam analisis kebijakan menjadi analogi yang mencerminkan chaos dan order sebagai kuantum transenden, dimana potensi dan probabilitas yang berkaitan dengan perubahan ataupun keberlanjutan kebijakan sangat dimungkinkan melalui critical juncture dalam perlintasan waktu tertentu. Proses penelitian dengan pendekatan institusionalisme historis ini, mempunyai tujuan krusial menjalankan penyelidikan signifikansi dan implikasi dari trajektori perubahan dan keberlanjutan kebijakan kepemudaan pada lintasan waktu tertentu sebagai analisis perkembangan kelembagaan dalam menunjang transformasi pelayanan kepemudaan di Kabupaten Cianjur yang lebih kontekstual. Adapun hasil dari penelitian ini merepresentasikan bahwa: (1) Bahwa setiap implementor dari kebijakan kepemudaan baik Disparpora, DPD KNPI, Karang Taruna Kabupaten maupun Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Cianjur tidak secara ketat mencerminkan resistensi terhadap perubahan, yang biasa ditemukan sebagai konsekuensi rasional dari jalur kelaziman. (2) Sekalipun kondisi akumulasi bukti ilmiah, kebuntuan kebijakan kepemudaan dan guncangan bersifat eksternal telah memenuhi kualifikasi sebagai mekanisme dari perubahan kebijakan, namun tidak terdapat conjunctures yang menjadi hubungan interaksi antara seluruh implementor menimbang terdapat arah perubahan lingkungan strategis. (3) Melalui proyeksi perlintasan waktu empat tahun terakhir, tidak dapat diidentifikasi transaksi aktual persebaran ide perubahan kebijakan kepemudaan baik secara koersif maupun kooptatif dalam analisis jaringan sebagai pemerintahan. (4) Implementasi kebijakan sebagai kebijakan distingtif dari setiap implementor dengan trajektori repetitif pada perlintasan waktu tersebut, secara holistik menjadi variabel pengukuran dari inisiasi dan reproduksi kebijakan yang menunjukan seluruh implementor tidak mengalami self-reinforcing dan positive feedback dari berbagai dinamika kelembagaan. Bahwa implikasi dari penelitian ini telah menghadirkan pemetaan terkait konstruksi utama transformasi kebijakan kepemudaan berbasis analisis perkembangan kelembagaan.
ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERLANJUTAN USAHATANI RUMPUT LAUT DI DESA KALIUDA KABUPATEN SUMBA TIMUR Elfis Umbu Katongu Retang
Jurnal Education and Development Vol 11 No 1 (2023): Vol.11 No.1. 2023
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.092 KB) | DOI: 10.37081/ed.v11i1.4531

Abstract

penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor – factor yang mempengaruhi keberlanjutan usahatani rumput laut di Desa Kaliuda, Kecamatan Pahunga Lodu, Kabupaten Sumba Timur. lokasi ditentukan secara purposive dengan mempertimbangkan bahwa Desa Kaliuda adalah pusat budidaya rumput laut di Kabupaten Sumba Timur. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan 92 orang sampel sebagai responden penelitian. analisis data dalam penelitian ini adalah menggunakan metode deskriptif dan analisis Smart Partial Least Square (PLS) version 2.0 yang digunakan dalam melihat pengaruh faktor teknis, sosial dan ekonomi terhadap keberlanjutan usahatani budidaya rumput laut. hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa di Desa Kaliuda, Kecamatan Pahunga Lodu, Kabupaten Sumba Timur keberlanjutan usahatani budidaya rumputlaut dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh faktor teknis, sosial dan ekonomi. Kata Kunci: Rumput laut, keberlanjutan, Desa Kaliuda
KERANGKA KEBIJAKAN KEPEMUDAAN DALAM PERSPEKTIF PERILAKU PEMUDA KABUPATEN CIANJUR SEBAGAI PEMETAAN DASAR-DASAR BEHAVIORAL TRANSFORMASI PELAYANAN KEPEMUDAAN Moch. Agung Lukmanul Hakim; Cecep Darmawan; Leni Anggraeni
Jurnal Education and Development Vol 11 No 1 (2023): Vol.11 No.1. 2023
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.309 KB) | DOI: 10.37081/ed.v11i1.4539

Abstract

Penelitian dengan pendekatan kualitatif berbasiskan analisis data sekunder ini bertujuan melakukan penyelidikan terkait dasar-dasar behavioral dari transformasi pelayanan kepemudaan yang lebih realistis dalam menunjang tahap perkembangan pemuda terutama pada transisi adolesens yang penuh dengan gejolak. Adapun hasil penelitian ini telah memberikan proyeksi behavioral sebagai dasar dari transformasi yang harus dimanifestasikan ke dalam pelayanan kepemudaan yang relevan dengan kebutuhan perkembangan pemuda sebagai berikut: (1) Bagian krusial dalam proses pembangunan pemuda yang konstruktif tidak lain membangun kerangka kebijakan sebagai pengaturan hubungan harmonis antara pikiran, pengalaman dan emosional sebagai representasi bagian internal dari perilaku itu sendiri yang dapat diobservasi secara konkret. (2) Karena perilaku hanya dapat akurat dipahami dalam korelasinya dengan perilaku lain sebagai penyebab proksimal akselerasi penguatan dari perilaku tertentu, maka kerangka kebijakan harus memungkinkan pemuda terlibat langsung dalam program variatif sesuai kebutuhan dengan alokasi waktu tertentu. (3) Karena Classical Conditioning sebagai intervensi psikologis dapat memberikan pengaruh terhadap tindakan dalam taraf signifikansi, maka opsi pengaturan default kebijakan dapat dipertimbangkan melalui mekanisme relasi kausalitas dan seleksi dari default kebijakan kepemudaan sendiri. (4) Secara natural lingkungan perkembangan dapat mendorong perubahan perspektif, perilaku dan tindakan, maka kerangka kebijakan kepemudaan yang transformatif harus memuat kombinasi antara perilaku dan relasi fungsional dengan lingkungan perkembangan melalui pengkondisian artifisial. (5) Menimbang pada model berbasis intensionalitas perilaku merupakan responsivitas terukur, maka kerangka kebijakan harus menjadi stimulus natural terhadap potensi keterlibatan sebagai respons yang dikondisikan melalui intensionalitas. Sementara implikasi dari penelitian ini, akan memberikan tumpuan behaviorisme yang relevan dalam membentuk Design and Development Research pelayanan kepemudaan yang sesuai kebutuhan perkembangan pemuda di masa mendatang.
MEMRISE APPLICATION AS DIGITAL MEDIA SKILLTO ENRICH STUDENTS’ ENGLISH VOCABULARYAT JUNIOR HIGHSCHOOL IN MEDAN Bambang Nur Alamsyah Lubis; Azizah Husda; Putri Annisa Zulhantiar
Jurnal Education and Development Vol 11 No 1 (2023): Vol.11 No.1. 2023
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.791 KB) | DOI: 10.37081/ed.v11i1.4542

Abstract

This study deals with the use of the Memrise application in enrichment students’ English vocabulary. This study is conducted based on a preliminary study which showed that students had difficulty learning English due to their lack of vocabulary. The objective of the study is to find out the significant effect of Memrise application in enriching students’ English vocabulary. The method that is used to conduct the research is quantitative method. The sample of the research is eight grade students at SMP Dharma Pancasila Medan. The instruments to collect the data are pre-test and post-test. The data analysis techniques of this study were (1) normality test (2) homogeneity test (3) hypothesis testing in the form of t-test. Hypothesis testing uses the t-test formula which is preceded by a normality test and a homogeneity test. The results of the t-test shows that there is a significant effect to enrich student English vocabulary at SMP Dharma Pancasila Medan, the value sig (2-tailed) = 0.001 < 0, 05 then H0 is rejected and Ha is accepted
MENYINGKAP KEBEKUAN ADVOCACY COALITION FRAMEWORK DARI INSTITUSI KEPEMUDAAN DI KABUPATEN CIANJUR DALAM MEMBANGUN SKEMA EKSKLUSIVITAS PELAYANAN Moch. Agung Lukmanul Hakim; Cecep Darmawan; Leni Anggraeni
Jurnal Education and Development Vol 11 No 1 (2023): Vol.11 No.1. 2023
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.052 KB) | DOI: 10.37081/ed.v11i1.4545

Abstract

Penelitian dengan pendekatan kualitatif berbasis metode Advocacy Coalition Framework ini bertujuan untuk melaksanakan analisis terkait hambatan behavioral dalam pembentukan critical junctures sebagai titik keseimbangan antara perubahan lingkungan strategis dan reformulasi dari pelayanan kepemudaan melalui pemetaan variabel parameter relatif stabil, subsistem kebijakan bahkan perubahan keyakinan dan kebijakan. Adapun sejumlah hasil dari penelitian ini mencerminkan bahwa: (1) bahwa parameter relatif stabil secara substantif tidak mempengaruhi mobilisasi dari sumber daya, penentuan mekanisme perubahan dan pencapaian keputusan berbasis kolektivitas dan tampilan preferensi khusus pihak yang terlibat berkaitan pelayanan kepemudaan dengan karakteristik masalah yang ada. (2) Pada subsistem kebijakan pemerintah, keberadaan model individual sebagai dasar keyakinan dari intermediasi kepentingan, kelompok spesifik koalisi advokasi transformasi kebijakan, perantara kebijakan dan mobilisasi sumber daya oleh kelompok tersebut tidak dapat kembali diverifikasi, sekalipun tempat potensial jelas hanya terbatas pada sektor pemerintah. (3) Jalinan kepercayaan yang muncul melalui abstraksi persamaan keyakinan antara implementor kebijakan, juga tidak pernah diaktualisasikan dalam kerangka koalisi advokasi transformasi kebijakan, sehingga klaim jalinan demikian tidak dipandang sebagai atribut komunitas. (4) Mekanisme perubahan kebijakan seperti guncangan eksternal, kebuntuan kebijakan dan akumulasi bukti empirik, ternyata tidak berhasil untuk membentuk titik sentral keseimbangan antara perubahan lingkungan strategis dan reformulasi dari pelayanan kepemudaan. Sebagai implikasi, penelitian ini telah memberikan tumpuan teoritis untuk analisis kebijakan dalam perspektif behavioral termasuk dalam mengantisipasi hambatan pembentukan kelompok koalisi advokasi transformasi kebijakan kepemudaan di masa mendatang.
IMPLEMENTASI MODEL DICK AND CAREY PADA LAYANAN INFORMASI CAREER DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN KEMATANGAN KARIR Lina Dwi Febriani; Indri Astuti; Urai Salam
Jurnal Education and Development Vol 11 No 1 (2023): Vol.11 No.1. 2023
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.313 KB) | DOI: 10.37081/ed.v11i1.4556

Abstract

Kematangan karir merupakan kesiapan siswa dalam menentukan keputusan arah karir yang diinginan dan sesuai dengan potensi yang dimiliki. Tingkat kematangan karir yang rendah membuat siswa kesulitan menentukan keputusan arah karir setelah tamat dari pendidikan di SMA. Kematangan karir pada siswa meningkat jika mendapat layananinformasi karir yang berkualitas. Untuk itu perlu dilakukan terobosan pada pelaksanaan layanan informasi karir. Salah satu terobosan dalam meningkatkan tingkat kematangan karir yakni dengan mengembangkan layanan informasi tentang karir digital dengan model Dick and Carey. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui implementasi model Dick and Carey pada layanan informasi tentang karir digital untuk meningkatkan tingkat kematangan karir melalui sepuluh langkah yang dilakukan secara sistematis dan menyeluruh. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif dengan mendeskripsikan setiap langkah-langkahimplementasi model Dick and Carey pada pelaksanaan layanan informasi tentang karir digital untuk meningkatkan tingkat kematangan karir. Teknik yang digunakan dalam menganalisis data pada penelitian ini dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil dalam penelitian ini berupa gambaran konseptual implementasi model Dick and Carey pada layanan informasi karir digital untuk meningkatkan kematangan karir
KAJIAN IMPLEMENTASI SPMI (SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL) SEKOLAH DAN PERGURUAN TINGGI DI INDONESIA Muhammad Syahril Harahap; Syawal Gultom; Darwin .; Rosnelli .; Nurhidaya Fithriyah Nasution
Jurnal Education and Development Vol 11 No 1 (2023): Vol.11 No.1. 2023
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.336 KB) | DOI: 10.37081/ed.v11i1.4616

Abstract

Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) adalah suatu keniscayaan bagi sekolah dasar, menengah dan juga Perguruan Tinggi. Penetapan penjaminan mutu (quality assurance) bagi seluruh Perguruan Tinggi melalui Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi (SPM Dikti) telah lama diumumkan pemerintah. Berdasarkan Undang undang No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Senada dengan ini di sekolah juga sudah ditetapkan SPMI dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 28 tahun 2016 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah pada Bab I Ketentuan Umum Pasal 1 ayat 4. SPMI itu membuat suatu organisasi menjadi berbudaya mutu, selain itu akan meningkatkan juga citra instansi terlebih di dunia pendidikan yang harus memenuhi kebutuhan pengguna. Namun di Indonesia SPMI ini terkadang dilaksakan hanya bersifat insidensial artinya dilaksakan dan disiapkan untuk akreditasi (SPME) Sistem Penjaminan Mutu Eksternal. Sehingga hasil mutu yang digambarkan terkadang tidak sesuai dengan yang sebenarnya. Maka selayakna Instansi pendidikan di Indonesia perlu membudayakan mutu dalam kesehariannya dan rutin. Maka perlu kita kaji bagaimana rekomendasi implementasi SPMI yang baik bagi Instansi Pendidikan di Indonesia.
PENGEMBANGAN DESAIN LITERASI MEDIA SOSIAL DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBAHASA INGGRIS PADA MAHASISWA DESAIN FASHION UNIVERSITAS AUFA ROYHAN DI KOTA PADANGSIDIMPUAN Olivia Feby Mon Harahap; Mastiur Napitupulu
Jurnal Education and Development Vol 11 No 1 (2023): Vol.11 No.1. 2023
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.09 KB) | DOI: 10.37081/ed.v11i1.4426

Abstract

Dewasa kini, penggunaan literasi media sosial sebagai media pembelajaran telah menjadi suatu optional dalam pembelajaran bahasa Inggris. Literasi media sosial dalam pembelajaran bahasa Inggris menyuguhkan ragam informasi dalam hal pengetahuan maupun pengalaman untuk dapat memahami serta menggunakan bahasa Inggris sesuai dengan kebutuhannya. Melalui literasi media sosial, ragam informasi dapat dipilih, dipilah, serta diimplementasikan ke dalam ruang lingkup pembelajaran bahasa Inggris. Tujuan yang hendak dicapai adalah mengembangkan desain literasi media sosial dalam meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris bagi mahasiswa desain fashion Universitas Aufa Royhan di Padangsidimpuan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian Research and Development dengan menerapkan model pengembangan Research and Development (R &D) yang akan digunakan dalah model 4D, yakni define, design, develop, dan disseminate. Akan tetapi, pengembangan tersebut dibatasi sampai pada tahap design, yakni menentukan model pembelajaran bahasa Inggris bagi mahasiswa melalui literasi media sosial. Hasil penelitian yang diperoleh adalah bahwa jenis design literasi media sosial yang dibutuhkan mahasiswa adalah pengembangan media sosial Facebook. Kemudian materi-materi yang dibutuhkan di dalam meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris mereka antara lain pembelajaran bahasa Inggris yang bersikan materi-materi specific vocabulary dalam bidang fashion serta vidio-vidio pembelajaran bahasa Inggris lainnya, seperti how to serve costomer dan promote product of fashion.

Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026 Vol 13 No 3 (2025): Vol 13 No 3 September 2025 Vol 13 No 1 (2025): Vol 13 No 2 Mei 2025 Vol 13 No 1 (2025): Vol 13 No 1 Januari 2025 Vol 12 No 3 (2024): Vol 12 No 3 September 2024 Vol 12 No 2 (2024): Vol 12 No 2 Mei 2024 Vol 12 No 1 (2024): Vol 12 No 1 Januari 2024 Vol 11 No 3 (2023): Vol. 11 No.3.2023 Vol 11 No 2 (2023): Vol.11 No.2.2023 Vol 11 No 1 (2023): Vol.11 No.1. 2023 Vol 10 No 3 (2022): Vol.10. No.3 2022 Vol 10 No 2 (2022): Vol. 10 No. 2. 2022 Vol 10 No 1 (2022): Vol.10. No.1 2022 Vol 9 No 4 (2021): Vol.9 No.4 2021 Vol 9 No 3 (2021): Vol.9.No.3.2021 Vol 9 No 2 (2021): Vol.9.No.2.2021 Vol 9 No 1 (2021): Vol.9.No.1.2021 Vol 8 No 4 (2020): Vol.8.No.4.2020 Vol 8 No 3 (2020): Vol.8.No.3.2020 Vol 8 No 2 (2020): Vol.8.No.2.2020 Vol 8 No 1 (2020): Vol.8.No.1.2020 Vol 7 No 4 (2019): Vol.7.No.4.2019 Vol 7 No 3 (2019): Vol.7.No.3.2019 Vol 7 No 2 (2019): Vol.7.No.2.2019 Vol 7 No 1 (2019): Vol.7.No.1.2019 Vol 6 No 3 (2018): Vol.6.No.3.2018 Vol 6 No 2 (2018): Vol. 6. No.2 Oktober 2018 Vol 6 No 2 (2018): Vol.6.No.2.2018 Vol 6 No 1 (2018): Vol. 6. No.1 Oktober 2018 Vol 6 No 1 (2018): Vol.6.No.1.2018 Vol 5 No 2 (2018): Vol.5. No. 2 Juli 2018 Vol 5 No 2 (2018): Vol.5.No.2.2018 Vol 5 No 1 (2018): Vol.5. No.1 Juli 2018 Vol 5 No 1 (2018): Vol.5.No.1.2018 Vol 4 No 2 (2018): Vol.4.No.2.2018 Vol 4 No 2 (2018): Vol. 4 No. 2 April 2018 Vol 4 No 1 (2018): Vol.4.No.1.2018 Vol 4 No 1 (2018): Vol.4. No.1. April 2018 Vol 3 No 2 (2018): Vol.3 No.2 Januari 2018 Vol 3 No 2 (2018): Vol.3.No.2.2018 Vol 3 No 1 (2018): Vol.3.No.1.2018 Vol 3 No 1 (2018): Vol.3. No. 1. Januari 2018 Vol 7 No 5 (2017): Vol.7. No. 5. Nopember 2017 Vol 7 No 5 (2017): Vol.7. No. 5. Nopember 2017 Vol 7 No 1 (2017): Vol.7 No.1 Nopember 2017 Vol 7 No 1 (2017): Vol.7 No.1 Nopember 2017 Vol 6 No 5 (2017): Vol.6. No. 5. Agustus 2017 Vol 6 No 5 (2017): Vol.6. No. 5. Agustus 2017 Vol 6 No 4 (2017): Vol.6. No. 4. Mei 2017 Vol 6 No 4 (2017): Vol.6. No. 4. Mei 2017 Vol 6 No 3 (2017): Vol.6. No. 3. Agustus 2017 Vol 6 No 3 (2017): Vol.6. No. 3. Agustus 2017 Vol 6 No 2 (2017): Vol. 6 No. 2 Agustus 2017 Vol 6 No 2 (2017): Vol. 6 No. 2 Agustus 2017 Vol 6 No 1 (2017): Vol.6. No. 1. Agustus 2017 Vol 6 No 1 (2017): Vol.6. No. 1. Agustus 2017 Vol 5 No 3 (2017): Vol.5 No.3 April 2017 Vol 5 No 3 (2017): Vol.5 No.3 April 2017 Vol 5 No 2 (2017): Vol. 5 No. 2 April 2017 Vol 5 No 2 (2017): Vol. 5 No. 2 April 2017 Vol 4 No 5 (2017): Vol.4. No. 5. Januari 2017 Vol 4 No 5 (2017): Vol.4. No. 5. Januari 2017 Vol 4 No 4 (2017): Vol. 4 No. 4 Januari 2017 Vol 4 No 3 (2017): Vol.4 No.3. Januari 2017 Vol 4 No 3 (2017): Vol.4 No.3. Januari 2017 Vol 3 No 5 (2016): Vol.3. No.5. Nopember 2016 Vol 3 No 5 (2016): Vol.3. No.5. Nopember 2016 Vol 3 No 4 (2016): Vol. 3 No. 4 Nopember 2016 Vol 3 No 3 (2016): Vol.3. No. 3. Nopember 2016 Vol 3 No 3 (2016): Vol.3. No. 3. Nopember 2016 Vol 3 No 1 (2016): Vol.3 No. 1 Nopember 2016 Vol 3 No 1 (2016): Vol.3 No. 1 Nopember 2016 Vol 2 No 7 (2016): Vol. 2 No. 7 Agustus 2016 Vol 2 No 6 (2016): Vol.2. No. 6. Mei 2016 Vol 2 No 6 (2016): Vol.2. No. 6. Mei 2016 Vol 2 No 5 (2016): Vol.2. No. 5. Agustus 2016 Vol 2 No 5 (2016): Vol.2. No. 5. Agustus 2016 Vol 2 No 2 (2016): Vol.2. No. 2. Agustus 2016 Vol 2 No 2 (2016): Vol.2. No. 2. Agustus 2016 Vol 2 No 1 (2016): Vol. 2. No. 1 Agustus 2016 Vol 2 No 1 (2016): Vol. 2. No. 1 Agustus 2016 Vol 1 No 6 (2016): Vol.1 No.6. Mei 2016 Vol 1 No 6 (2016): Vol.1 No.6. Mei 2016 Vol 1 No 4 (2016): Vol.1. No. 4. Mei 2016 Vol 1 No 4 (2016): Vol.1. No. 4. Mei 2016 Vol 1 No 2 (2016): Vol.1. No. 2. Mei 2016 Vol 1 No 2 (2016): Vol.1. No. 2. Mei 2016 Vol 1 No 1 (2016): Volume 1 No.1 Mei 2016 Vol 1 No 1 (2016): Volume 1 No.1 Mei 2016 More Issue