cover
Contact Name
Rahmad Fauzi
Contact Email
udauzi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
udauzi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. tapanuli selatan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT
ISSN : 25274295     EISSN : 26146061     DOI : -
Jurnal Education and Development merupakan publikasi karya ilmiah dari hasil penelitian, pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, baik sosial, budaya dan lingkungan. Sebagai upaya untuk mewujudkan visi dan misi di Perguruan Tinggi. Jurnal Education and development mewadahi hasil pemikiran dan penelitian dalam peningkatan dan pengembangan secara berkesinambungan untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Selain itu, dapat meningkatkan pengetahuan dan keilmuan. Jurnal Education And Development Terakreditasi Sesuai Dengan Keputusan Direktur Jendral Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia SK. Nomor 21/E/KPT/2018 Tentang Peringkat Akreditasi Jurnal Ilmiah Periode I Tahun 2018, Jurnal Education and Development Berada Pada Peringkat 6 (Enam) Dengan Nomor Urut 15 (Lima Belas), Masa Berlaku Akreditasi selama 5 (lima) Tahun dan Akan Berakhir pada Tanggal 9 Juli 2023.
Arjuna Subject : -
Articles 2,820 Documents
IMPROVE MATHEMATICS LEARNING RESULTS CLASS VI SD STUDENTS THROUGH THE USE OF IMAGE MEDIA Sugiarni .
Jurnal Education and Development Vol 8 No 4 (2020): Vol.8.No.4.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.312 KB) | DOI: 10.37081/ed.v8i4.2101

Abstract

Dalam pembelajaran Matematika, khususnya tentang pembelajaran luas gabungan bangun datar, peneliti sekaligus sebagai guru/pengajar dikelas VI merasa bahwa siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi luas gabungan bangun datar yang disajikannya. Kondisi ini mengunggak guru untuk mengasakan perbaikan proses pembelajaran dengan mengadakan PTK, Guna meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami materi pembelajaran tersebut. Penelitian Tindakan Kelas dilaksanakan dengan mengadakan perbaikan proses perbaikan pembelajaran dengan menggunakan gambar-gambar gabungan bangun datar sebagai alat peraganya. PTK ini dilaksanakandalam tiga siklus, dengan dibantu oleh teman sejawat sebagai pengamat yang mengamati dan mengisi lembar pengamatan yang disediakan oleh peniliti. Sedangkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh teman sejawat dijadikan behan pertimbangan untuk melakukan langkah selanjutnya. Di dalam pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas ini, terlihat meningkatnya kemampuan siswa pada setiap tahap perbaikan pembelajaran. Sebelum diadakan perbaikan pembelajaran nilai siswa terhadap materi yang disajikan rata-rata adalah 60, 5. Setelah diadakan perbaiakan pada siklus II nilai siswa rata-rata 73 bahkan pada siklus III nilai rata-rata siswa menjadi 84. Ini menunjukkan adanya kemajuan yang dicapai siswa setelah diadakan perbaikan pembelajaran. Upaya ini didukung oleh langkah-langkah pembelajaran yang cukup efektif dan efiseien.
PANTAI KONDANG MERAK : BERTAHAN SECARA EKOSISTEM ATAU BERTUMBUH SECARA EKONOMI Andik Isdianto; Oktiyas Muzaky Luthfi; Muhammad Arif Asadi; Dhira Khurniawan Saputra; Fan Puji Ananda Musalima; Muchamad Fairuz Haykal; Faradhillah Adibah
Jurnal Education and Development Vol 8 No 4 (2020): Vol.8.No.4.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.018 KB) | DOI: 10.37081/ed.v8i4.2102

Abstract

Pantai Kondang Merak merupakan salah satu destinasi wisata pesisir yang terletak di Kabupaten Malang, memiliki ekosistem pesisir yang lengkap yaitu hutan, mangrove, terumbu karang dan lamun. Walaupun akses jalan menuju Kondang Merak masih berbentuk jalan makadam, hal itu tidak membatasi pengunjung untuk berkunjung ke Pantai Kondang Merak. Kajian ini dilakukan menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan tujuan untuk memberikan gambaran dan solusi atas pembangunan Jalur Lintas Selatan pulau Jawa di kawasan pantai Kondang Merak. Pembangunan Jalur Lintas Selatan yang bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di selatan jawa dan mempermudah aksesibilitas arus barang dan jasa, dan melintasi di kawasan pantai Kondang Merak. Aksesibilitas yang mudah akan berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan ke pantai Kondang Merak, dan 82,61% aktivitas wisatawan dilakukan pada kedalaman 1 meter dan 64,29% aktivitas tersebut dilakukan pada jarak <50 meter yang pada akhirnya menghancurkan ekosistem terumbu karang dan lamun. Keseimbangan ekosistem dan fungsi ekologis yang terdapat di kawasan Pantai Kondang Merak harus diperhatikan, sehingga dalam menghadapi pembangunan Jalur Lintas Selatan ini diperlukan pengelolaan ekosistem pantai Kondang Merak secara bijak berupa penataan zonasi pemanfaatan dan wilayah konservasi, serta pengembangan ekowisata bahari yang dapat menggerakkan pembangunan ekonomi secara berkelanjutan tanpa harus mengorbankan fungsi ekologisnya.
PENGHARMONISASIAN RANCANGAN PERATURAN DAERAH INISIATIF EKSEKUTIF OLEH KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA Hermi Sari BN; Galang Asmara; Zunnuraeni .
Jurnal Education and Development Vol 8 No 2 (2020): Vol.8.No.2.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.424 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui berbagai tahapan sebagai konsep pembentukan Peraturan Daerah dan menganalisis mekanisme pengharmonisasian terhadap Raperda dilingkungan Pemerintah Daerah oleh Kemenkumham sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Selain itu, hal ini juga sekaligus untuk mengetahui keefektifan pengharmonisasian Raperda yang dilakukan oleh Kemenkumham dalam upaya mewujudkan Perda yang berkualitas dan keselarasannya dengan kewenangan fasilitasi Raperda oleh Pemda Provinsi atau Kemendagri. teori yang relevan dengan pembahasan di atas adalah teori kewenangan, keberlakukan norma hukum, dan pembentukan hukum serta pengharmonisasian peraturan perundang-undangan. Adapun pendekatan yang digunakan yaitu menggunakan Pendekatan Peraturan Perundang-undangan (statute approach) dan Pendekatan Konseptual (Conceptual Approach). Dengan adanya perbedaan waktu pelaksanaan pengharmonisasian Raperda inisiatif Eksekutif (Kepala Daerah) oleh Kemenkumham tidak menjadikan kewenangan tersebut tumpang tindih atau mereduksi sebagian kewenangan Kemendagri/Pemerintah Daerah Provinsi dalam hal pengharmonisasian Raperda melalui mekanisme fasilitasi. Akan tetapi, justru kewenangan Kemenkumham yang diatur dalam UU 15/2019 ini menjadikan proses pengharmonisasian Raperda pada tahap penyusunan tidak efektif dan efisien karena diantaranya membutuhkan waktu yang lama dan biaya.
USE OF ROLE PLAYING METHOD TO IMPROVE IPS LEARNING OUTCOMES IN PRIMARY SCHOOL STUDENTS Supiyah .
Jurnal Education and Development Vol 8 No 4 (2020): Vol.8.No.4.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.455 KB) | DOI: 10.37081/ed.v8i4.2104

Abstract

Pembelajaran IPS di kelas V SDN 24/IX Pudak, hasil pengamatan yang dilakukan pada siswa terlihat respon lambat dalam mengikuti materi pembelajaran, hal ini dikuatkan lagi dari peran siswa yang pasif pada proses pembelajaran, mereka hanya mendengarkan tidak ada yang mengajukan pertanyaan terhadap materi yang diberikan oleh guru. Tujuan Penelitian ini untuk menumbuh kembangkan motivasi belajar agar siswa dapat lebih aktif dalam meningkatkan hasil pembelajaran mata pelajaran IPS yang menggunakan metode belajar role playing. Penelitian ini menggunakan model Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini ditujukan untuk siswa kelas V sebagai subjek, sebanyak 14 orang siswa sedangkan objek penelitian adalah mata pelajaran IPS yang dipelajari siswa. Metode pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, observasi, tes. Data dianalisis menggunakan teknik secara analisis deskriptif kuantitatif. Hasil yang didapat dalam penelitian ini adalah terjadinya peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan motivasi belajar yang dilakukan siswa memperlihatkan hasil ketuntasan belajar yang diperoleh siswa dari rata rata awal nilai siswa yaitu 59.64 dengan ketuntasan hasil belajar 57.14%, hasil disiklus pertama nilai rata rata belajar siswa menjadi 67.86 dengan ketuntasan 71.43%. Selanjutnya pada siklus kedua rata-rata nilai belajar siswa naik menjadi 75 dengan ketuntasan mencapai 92.2%. Keaktifan siswa dalam proses pembelajaran dikelas juga ikut menentukan terjadinya peningkatan hasil belajar.
PENINGKATAN SIKAP KEDISIPLINAN DALAM PEMBELAJARAN PKN MENGGUNAKAN MODEL PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF BAGI SISWA SEKOLAH DASAR Muliana .
Jurnal Education and Development Vol 8 No 4 (2020): Vol.8.No.4.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.863 KB) | DOI: 10.37081/ed.v8i4.2105

Abstract

Sikap kedisiplinan siswa kelas III SDN 24/IX PUDAK yang rendah, terlihat dari hasil pembagian kuesioner kondisi awal. Melihat hasil kondisi awal mendorong peneliti untuk meningkatkan sikap kedisiplinan di kelas III SDN 24/IX PUDAK. Menggunakan model Paradikma Pedagogi Reflektif merupakan solusi pemecahan masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk 1) menggambarkan dan mengetahui pelaksanaan pembelajaran model pedagogi reflektif untuk meningkatkan sikap kedisiplinan dalam pembelajaran PKn bagi siswa kelas III SD Negeri 24/IX PUDAK 2) Mengetahui dan meningkatkan peningkatan sikap kedisiplinan menggunakan model paradigma pedagogi reflektif pada pelajaran PKn bagi siswa kelas III SDN 24/IX Pudak. Pelaksanaan dalam penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus yang merupakan penelitian tindakan kelas. Terdiri dari 2 pertemuan pada siklus I dan terdiri dari 1 pertemuan siklus II. Siswa Kelas III SDN 24/IX PUDAK yang merupakan subjek penelitian Tahun Ajaran 2018/2019 yang berjumlah 31 siswa. Dalam pembelajaran model yang digunakan yaitu paradikma pedagogi reflektif. Sikap kedisiplinan siswa Objek penelitian ini dalam pembelajaran PKn. Data sikap kedisiplinan siswa diperoleh dari lembar kuesioner kedisiplinan yang diisi oleh siswa pada akhir siklus I dan II. Menggunakan model pembelajaran paradikma pedagogi reflektif terlihatpada hasil penelitiandapat meningkatkan sikap kedisiplinan siswa. Kondisi awal nilai rata-ratanya adalah 71,32 terjadi peningkatan sikap kedisiplinan siswa pada dengan persentase jumlah siswa kedisiplinan minimal cukup 64,51% (rendah). Persentase jumlah siswa kedisiplinan minimal cukup 93,55% (sangat tinggi) pada capaian siklus I rata-rata nilai sikap adalah 83,52. Sedangkan capaian siklus II dengan rata-rata nilai 86,71 dengan persentase jumlah siswa kedisiplinan minimal cukup 100% (sangat tinggi).
TINJAUAN TERHADAP PERTIMBANGAN HUKUM DALAM PEMBATALAN KEWENANGAN MENTERI DAN GUBERNUR DI DAERAH BERKAITAN DENGAN EXECUTIVE REVIEW PADA PUTUSAN NO. 137/PUU-XIII/2015 DAN NO. 56/PUU-XIV/2016 Rio Dwi Nugroho; Gatot Dwi Hendro Wibowo; Chrisdianto Eko Purnomo
Jurnal Education and Development Vol 8 No 2 (2020): Vol.8.No.2.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.13 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pertimbangan hukum hakim Mahkamah Konstitusi dalam Putusan No. 137/PUU-XIII/2015 dan Putusan No. 56/PUU-XIV/2016 yang menghapuskan kewenangan Pemerintah Pusat terkait dengan pembatalan Perda melalui mekanisme executive review sebagaimana tertuang di dalam Pasal 251 UU No. 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif. Menggunakan metode pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Teknik pengumpulan bahan dilakukan dengan cara melakukan library research. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dasar pertimbangan hukum dalam Putusan MK No. 137/PUU-XIII/2015 dan No. 56/PUU-XIV/2016 telah mengabaikan konvensi ketatanegaraan selama ini mengenai kewenangan executive review terhadap Perda yang dilakukan Pemerintah Pusat serta tidak mempunyai alasan yang cukup kuat untuk membedakan kewenangan executive review terhadap Perda dengan executive review terhadap Perkada.
EKSISTENSI HAK PENGELOLAAN (HPL) DAN KEWENANGAN PELAKSANAANNYA OLEH PEMERINTAH DAERAH Maulana Syekh Yusuf; Arba .; Sahnan .
Jurnal Education and Development Vol 8 No 3 (2020): Vol.8.No.3.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.405 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengnalisis eksistensi hak pengelolaan (HPL) dan kewenangan pelaksanaannya oleh pemerintah daerah. Terkait dengan hak pengelolaan diberikan kepada pemerintah daerah dan kekuatan hukum yang ditimbulkan dengan lahirnya hak pengelolaan. Melalui penelitian hukum normatif terkait dengan eksistensi hak pengelolaan (HPL) dan kewenangan pelaksanaannya oleh pemerintah daerah. Berdasarkan pendekatan perundang-undangan (Statute approach) dan pendekatan konsep (Konseptual approach). Hak Pengelolaan kepada pemerintah daerah pada hakikatnya dilandasi oleh perwujudan tanggung jawab Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam mengelola bumi,air dan kekayaan alam didalamnya. Pemerintah Daerah sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari Pemerintah pusat diberikan delegasi kewenangan oleh Peraturan perundang-undangan untuk menggunakan Hak Pengelolaan guna untuk kepentingan Instansi serta usaha-usaha mensejahterakan dan memakmurkan rakyat. Dengan diberlakukannya otonomi daerah, Pemerintah Daerah kini memiliki perluasan kewenangan dalam memberdayakan Hak Pengelolan yang mana dalam pelaksanaanya dapat melibatkan pihak ketiga melalui perjanjian BOT. Perluasan pengaturan hukum terhadap hak Pengelolaan memiliki akibat hukum terhadap eksistensi Hak Pengelolaan, yang tidak lagi murni menjadi instrument hukum publik tetapi kini memiliki karakter hukum privat
INTEGRASI PENILAIAN FORMATIF PADA PEMBELAJARAN MICROTEACHING DI PRODI PENDIDIKAN MATEMATIKA UNIVERSITAS QOMARUDDIN Illah Winiati Triyana; Junaidah Wildani
Jurnal Education and Development Vol 8 No 4 (2020): Vol.8.No.4.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.436 KB) | DOI: 10.37081/ed.v8i4.2108

Abstract

This study aims to integrate formative assessment into microteaching course and to know students’ response toward the integration of formative assessment into microteaching course. To achieve these goals, the researcher applied pra-experimental research design in the type of one-shot case study with the subject of this study is students from mathematics education study program in semester six 2019-2020 academic year. The instrument used to collect the data for is student questioner which has been validated by two experts. The result of data analysis shows that formative assessment has been very well integrated to microteaching learning and 100% students agreed and very agreed that formative assessment helps them in knowing what to do to achieve their knowledge and skill target. 95,85% students agreed and very agreed that formative assessment helps them in knowing their knowledge and skill target. 93,75% students agreed and very agreed that through the integration of formative assessment, they are motivated to improve their knowledge and skill. 93,7% students agreed and very agreed that formative assessment helps them knowing what they know and what they skilled. 91,68% students agreed and very agreed that through integration of formative assessment they become independent learners.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BUSINESS CONVERSATION BERBASIS DARING DENGAN MENGGUNAKAN ROLE PLAY UNTUK MENUMBUHKAN KETRAMPILAN SPEAKING MAHASISWA Nova Jayanti Harahap; Fauziah Hanum; Mila Nirmala Sari Hasibuan
Jurnal Education and Development Vol 8 No 4 (2020): Vol.8.No.4.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.69 KB) | DOI: 10.37081/ed.v8i4.2109

Abstract

ENSIKLOPEDIA BUDAYA TAPPATAMA (TAPANULI SELATAN, PADANG LAWAS, TAPANULI UTARA DAN MANDALING) BERBASIS ANDROID UNTUK MENUMBUH KEMBANGKAN CINTA BUDAYA BANGSA SISWA SEKOLAH DASAR Lukman Hakim Siregar; Yasir Maulana Rambe; Umar Kholil Lubis
Jurnal Education and Development Vol 8 No 3 (2020): Vol.8.No.3.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.472 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pengenalan budaya daerah lokal kepada anak sekolah dasar melalui ensiklopedia budaya daerah Tapanuli Selatan, Padang Lawas, Tapanuli Utara dan Mandailing (Tappatama). Mengenalkan budaya pakaian adat, ulos dan makanan khas daerah tappatama yang dikemas dalam bentuk ensiklopedia, dan bagaimana membuat ensiklopedia budaya tappatama menggunakan software android dan di pasangkan di perangkat smartphone android khususnya anak sekolah dasar usia (6-8 tahun). Adapun tujuan khususnya untuk melihat efektifitas ensiklopedia budaya tappatama berbasis android menjadi pendekatan dalam memperkenalkan budaya kepada anak sekolah dasar. Urgensi yang diharapkan agar anak sekolah dasar mengenal pakaian adat, ulos dan asal mula makanan khas berasal, sehingga identitas budaya tetap terjaga dan terpelihara. Merancang ensiklopedia budaya yang dibangun dengan software android adalah upaya pengembangan media dalam mempelajari budaya lokal lebih dekat kepada anak sekolah dasar sehingga pendekatan melalui smartphone ini akan lebih mudah untuk mengenali sejarah dan asal mula makanan khas, pakaian adat dan ulos daerah Tappatama. Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan data-data pakaian adat, ulos dan makanan khas daerah tappatama yang akan divisualkan melalui ensiklopedia berbasis android. Adapun tahapan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data, analisis kebutuhan sistem, perancangan ensiklopedia budaya dan kesimpulan. Dalam pengumpulan data metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. penelitian kualitatif deskriptif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme yang biasanya digunakan untuk meneliti pada kondisi objektif yang alamiah dimana peneliti berperan sebagai instrument kunci. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang menekankan pada hasil analisis deskriptif. Adapun dalam tahap Perancangan ensiklopedia yang digunakan adalah versi Luther, dimana untuk membuat ensikopedia budaya digunakan metode ini dan harus melalui enam tahapan. Tahapan dari metode Luther adalah sebagai berikut Distribution, Concept, Design, Material Collecting, Assembly, Testing, Distribution.

Page 89 of 282 | Total Record : 2820


Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026 Vol 13 No 3 (2025): Vol 13 No 3 September 2025 Vol 13 No 1 (2025): Vol 13 No 2 Mei 2025 Vol 13 No 1 (2025): Vol 13 No 1 Januari 2025 Vol 12 No 3 (2024): Vol 12 No 3 September 2024 Vol 12 No 2 (2024): Vol 12 No 2 Mei 2024 Vol 12 No 1 (2024): Vol 12 No 1 Januari 2024 Vol 11 No 3 (2023): Vol. 11 No.3.2023 Vol 11 No 2 (2023): Vol.11 No.2.2023 Vol 11 No 1 (2023): Vol.11 No.1. 2023 Vol 10 No 3 (2022): Vol.10. No.3 2022 Vol 10 No 2 (2022): Vol. 10 No. 2. 2022 Vol 10 No 1 (2022): Vol.10. No.1 2022 Vol 9 No 4 (2021): Vol.9 No.4 2021 Vol 9 No 3 (2021): Vol.9.No.3.2021 Vol 9 No 2 (2021): Vol.9.No.2.2021 Vol 9 No 1 (2021): Vol.9.No.1.2021 Vol 8 No 4 (2020): Vol.8.No.4.2020 Vol 8 No 3 (2020): Vol.8.No.3.2020 Vol 8 No 2 (2020): Vol.8.No.2.2020 Vol 8 No 1 (2020): Vol.8.No.1.2020 Vol 7 No 4 (2019): Vol.7.No.4.2019 Vol 7 No 3 (2019): Vol.7.No.3.2019 Vol 7 No 2 (2019): Vol.7.No.2.2019 Vol 7 No 1 (2019): Vol.7.No.1.2019 Vol 6 No 3 (2018): Vol.6.No.3.2018 Vol 6 No 2 (2018): Vol.6.No.2.2018 Vol 6 No 2 (2018): Vol. 6. No.2 Oktober 2018 Vol 6 No 1 (2018): Vol. 6. No.1 Oktober 2018 Vol 6 No 1 (2018): Vol.6.No.1.2018 Vol 5 No 2 (2018): Vol.5.No.2.2018 Vol 5 No 2 (2018): Vol.5. No. 2 Juli 2018 Vol 5 No 1 (2018): Vol.5.No.1.2018 Vol 5 No 1 (2018): Vol.5. No.1 Juli 2018 Vol 4 No 2 (2018): Vol. 4 No. 2 April 2018 Vol 4 No 2 (2018): Vol.4.No.2.2018 Vol 4 No 1 (2018): Vol.4.No.1.2018 Vol 4 No 1 (2018): Vol.4. No.1. April 2018 Vol 3 No 2 (2018): Vol.3 No.2 Januari 2018 Vol 3 No 2 (2018): Vol.3.No.2.2018 Vol 3 No 1 (2018): Vol.3.No.1.2018 Vol 3 No 1 (2018): Vol.3. No. 1. Januari 2018 Vol 7 No 5 (2017): Vol.7. No. 5. Nopember 2017 Vol 7 No 5 (2017): Vol.7. No. 5. Nopember 2017 Vol 7 No 1 (2017): Vol.7 No.1 Nopember 2017 Vol 7 No 1 (2017): Vol.7 No.1 Nopember 2017 Vol 6 No 5 (2017): Vol.6. No. 5. Agustus 2017 Vol 6 No 5 (2017): Vol.6. No. 5. Agustus 2017 Vol 6 No 4 (2017): Vol.6. No. 4. Mei 2017 Vol 6 No 4 (2017): Vol.6. No. 4. Mei 2017 Vol 6 No 3 (2017): Vol.6. No. 3. Agustus 2017 Vol 6 No 3 (2017): Vol.6. No. 3. Agustus 2017 Vol 6 No 2 (2017): Vol. 6 No. 2 Agustus 2017 Vol 6 No 2 (2017): Vol. 6 No. 2 Agustus 2017 Vol 6 No 1 (2017): Vol.6. No. 1. Agustus 2017 Vol 6 No 1 (2017): Vol.6. No. 1. Agustus 2017 Vol 5 No 3 (2017): Vol.5 No.3 April 2017 Vol 5 No 3 (2017): Vol.5 No.3 April 2017 Vol 5 No 2 (2017): Vol. 5 No. 2 April 2017 Vol 5 No 2 (2017): Vol. 5 No. 2 April 2017 Vol 4 No 5 (2017): Vol.4. No. 5. Januari 2017 Vol 4 No 5 (2017): Vol.4. No. 5. Januari 2017 Vol 4 No 4 (2017): Vol. 4 No. 4 Januari 2017 Vol 4 No 3 (2017): Vol.4 No.3. Januari 2017 Vol 4 No 3 (2017): Vol.4 No.3. Januari 2017 Vol 3 No 5 (2016): Vol.3. No.5. Nopember 2016 Vol 3 No 5 (2016): Vol.3. No.5. Nopember 2016 Vol 3 No 4 (2016): Vol. 3 No. 4 Nopember 2016 Vol 3 No 3 (2016): Vol.3. No. 3. Nopember 2016 Vol 3 No 3 (2016): Vol.3. No. 3. Nopember 2016 Vol 3 No 1 (2016): Vol.3 No. 1 Nopember 2016 Vol 3 No 1 (2016): Vol.3 No. 1 Nopember 2016 Vol 2 No 7 (2016): Vol. 2 No. 7 Agustus 2016 Vol 2 No 6 (2016): Vol.2. No. 6. Mei 2016 Vol 2 No 6 (2016): Vol.2. No. 6. Mei 2016 Vol 2 No 5 (2016): Vol.2. No. 5. Agustus 2016 Vol 2 No 5 (2016): Vol.2. No. 5. Agustus 2016 Vol 2 No 2 (2016): Vol.2. No. 2. Agustus 2016 Vol 2 No 2 (2016): Vol.2. No. 2. Agustus 2016 Vol 2 No 1 (2016): Vol. 2. No. 1 Agustus 2016 Vol 2 No 1 (2016): Vol. 2. No. 1 Agustus 2016 Vol 1 No 6 (2016): Vol.1 No.6. Mei 2016 Vol 1 No 6 (2016): Vol.1 No.6. Mei 2016 Vol 1 No 4 (2016): Vol.1. No. 4. Mei 2016 Vol 1 No 4 (2016): Vol.1. No. 4. Mei 2016 Vol 1 No 2 (2016): Vol.1. No. 2. Mei 2016 Vol 1 No 2 (2016): Vol.1. No. 2. Mei 2016 Vol 1 No 1 (2016): Volume 1 No.1 Mei 2016 Vol 1 No 1 (2016): Volume 1 No.1 Mei 2016 More Issue