cover
Contact Name
arif mahya fanny
Contact Email
arifmahyafanny@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
pgsd@unipasby.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Inventa
ISSN : 2622819X     EISSN : 25986244     DOI : -
Jurnal Inventa telah terbit online maupun cetak yang memuat artikel ilmiah dari hasil penelitian, studi pustaka, pengamatan atau gagasan atas suatu masalah yang timbul dalam kaitannya dengan perkembangan bidang pendidikan sekolah dasar.
Arjuna Subject : -
Articles 251 Documents
DAMPAK PERILAKU BULLYYING TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL SISWA SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN DRIYOREJO KABUPATEN GRESIK Fajar Setiawan
INVENTA: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Inventa Maret 2018
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (901.29 KB) | DOI: 10.36456/inventa.2.1.a1630

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui dampak kehidupan sosial yang diakibatkan dari perilaku bullying. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan jika korban bullying memiliki kecenderungan tidak dapat bersosialisasi dengan baik. Mereka menginginkan suasana yang tenang, untuk bertindak pun mereka kurang bersemangat dan percaya diri, dan tidak adanya teman sebaya yang mampu memahami kondisi dirinya. Lebih dari itu, kesadaran dan komitmen dari stakeholder atau pihak-pihak terkait, yakni kepala sekolah, wali murid, dan peserta didik, sangat diperlukan sebagai bentuk upaya mencegah tindakan bullying. Selain itu, pemerintah sebagai pembuat kebijakan harus membuat program-program, bias melalui pemberian reward dan punishment, agar mampu menekan atau membatasi agar tindakan bullying dapat diminimalisir. Sehingga dengan begitu, apa yang diinginkan pemerintah dalam memerangi tindakan bullying dapat sejalan dengan kondisi di lapangan.
STUDI INQUIRY LEARNING PADA MATAPELAJARAN IPA DI SEKOLAH DASAR Miranti Widi Andriani
INVENTA: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Inventa Septrmber 2018
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.911 KB) | DOI: 10.36456/inventa.2.2.a1643

Abstract

Metode pembelajaran adalah cara atau teknik yang dipakai guru untuk mengelola pembelajaran sehingga sehingga tujuan belajar yaitu kemampuan akhir yang diharapkan dapat tercapai secara efektif dan efisien. Inquiry learning (pembelajaran inkuiri/menemukan) adalah salah satu metode yang dapat digunakan oleh guru. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tindak pembelajaran inkuiri pada matapelajaran IPA kelas V Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, jenis penelitian studi kasus untuk menjawab pertanyaan penelitian. Peneliti sebagai alat pengumpul data utama. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam (in-depth interview), observasi tidak terstruktur dan dokumen. Beberapa temuan penelitian menunjukkan inquiry learning yang dilakukan oleh guru pada matapelajaran IPA antara lain: guru memulai pembelajaran dengan pertanyaan; guru mengarahkan siswa pada pemahaman yang mendalam; guru memberikan umpan balik; guru memberikan tugas proyek; guru membentuk kelompok dalam pembelajaran.
PENGEMBANGAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP MAHASISWA PGSD PADA MATAKULIAH PENDIDIKAN SAINS SD Alik Mustafidal Laili; Eries Norma Yusmita
INVENTA: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Inventa Septrmber 2018
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (876.282 KB) | DOI: 10.36456/inventa.2.2.a1644

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya penguasaan konsep mahasiswa pada matakuliah SAINS yang disebabkan adanya kelemahan pada sintak Problem Based Leaerning yang mengakibatkan proses pembelajaran pada matakuliah Pendidikan Sains SD kurang optimal. Cara untuk mengatasi kelemahan-kelemahan tersebut salah satunya dengan memasukkan unsur scaffolding ke dalam sintaks PBL. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kelayakan model Problem Based Leaerning berbasis procedural scaffolding. Penelitian ini menggunakan penelitian pengembangan dengan model 4-D yang terdiri dari tiga tahap yaitu tahap mengembangkan model Problem Based Learning, tahap validasi dan revisi, dan tahap uji coba dengan menggunakan rancangan one group pretest-posttest design. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, validasi, pengamatan, dan tes. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kelayakan perangkat pembelajaran yaitu RPS, RPP, dan LKS berscaffold, masing-masing diperoleh hasil 4,89; 4,72; dan 4,79 dengan kriteria valid, (2) Respons mahasiswa terhadap LKS berscaffold yaitu tampilan LKS dan isi LKS 82% menarik; penjelasan LKS 73% mudah dipahami; sedangkan gambar LKS 77% mudah dipahami dan (3) Respon positif mahasiswa terhadap pembelajaran Sains berbasis Procedural Scaffolding dengan model Problem Based Learning dengan nilai rata-rata 3,3. Kesimpulnnya model Problem Based Leaerning berbasis procedural scaffolding layak untuk digunakan.
PROFIL PENDIDIKAN KARAKTER SD CREATIVE KECAMATAN KARANGAN KABUPATEN TRENGGALEK Eries Norma Yusmita; Asri Kusumaning Ratri
INVENTA: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Inventa Septrmber 2018
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.641 KB) | DOI: 10.36456/inventa.2.2.a1645

Abstract

Pendidikan karakter sejak lama dilaksanakan di SD Creative dan SD Creative menjadi salah satu sekolah favorit di Kecamatan Karangan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan persiapan pelaksanaan pendidikan karakter di SD Creative (2) mendeskripsikan pelaksanaan pendidikan karakter di SD Creative (3) mendeskripsikan evaluasi pendidikan karakter di SD Creative (4) mendeskripsikan hambatan yang dialami SD Creative dalam penanaman karakter siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data, yaitu guru kelas II dan IV, kepala sekolah, pembina ekstrakurikuler, siswa kelas II dan IV. Penelitian dilakukan pada tahun ajaran 2017/2018. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara mendalam, analisis dokumen. Intrumen yang digunakan yaitu panduan observasi, panduan dokumentasi, dan lembar wawancara. Pengecekan keabsahan data menggunakan ketekunan pengamatan, perpanjangan kehadiran peneliti, dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan (1) perencanaan pelaksanaan pendidikan karakter dirancang melalui program kegiatan sekolah dan RPP (2) kegiatan di SD Creative sudah tercermin penanaman karakter, namun 18 nilai karakter belum tentu ada pada setiap kegiatan. Pelaksanaan pendidikan karakter dilaksanakan melalui pelaksanaan pembelajaran, kegiatan spontan, kegiatan rutin, ekstrakurikuler (3) evaluasi pendidikan karakter melalui pertemuan beberapa dilakukan satu bulan sekali oleh pihak yang bersangkutan (4) ada beberapa hambatan di dalam maupun di luar kelas pada pelaksanaan kegiatan pendidikan karakter.
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS IPS DALAM PENERAPAN CHARACTER PROJECT CITIZEN (CPC) BERBASIS OUTDOOR STUDY (STUDI PADA SISWA KELAS IV SDN KAMULAN 02 KECAMATAN TALUN KABUPATEN BLITAR) Nourma Oktaviarini; Rahmad Setyo Jadmiko
INVENTA: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Inventa Septrmber 2018
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.21 KB) | DOI: 10.36456/inventa.2.2.a1646

Abstract

Character project citizen berbasis outdoor study adalah model dimana siswa belajar di luar ruangan dengan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar, untuk melihat peristiwa langsung di lapangan dengan tujuan untuk mengakrabkan siswa dengan lingkungannya. Tujuan penelitian ini adalah 1) penerapan character project berbasis outdoor study pada mata pelajaran IPS, 2) penerapan character project berbasis outdoor study dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV, 3) respon siswa kelas IV SDN terhadap pembelajaran character project citizen berbasis outdoor study. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Hasil penelitian menunjukkan penerapan pembelajaran character project citizen Berbasis Outdoor Study sesuai untuk diterapkan pada pembelajaran IPS denganmateri yang disesuaikan. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya kemampuan berpikir kritis siswa berdasarkan tes dari 3,55 pada siklus I menjadi 4,023 pada siklus II. Kemampuan berpikir kritis berdasarkan pengamatan diperoleh skor 2074 dengan rata-rata skor 69,13 (kategori baik) pada siklus I menjadi 2396 dengan rata-rata skor 79,88 (80) kategori sangat baik. Kesimpulan penelitian ini adalah penerapan Problem Based Learning berbasis Outdoor Study dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV pada matapelajaran IPS
HUBUNGAN KREATIVITAS GURU TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA DI SEKOLAH DASAR Reny Widyaningtyas; Muhammad Jamalul Huda
INVENTA: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Inventa Septrmber 2018
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.759 KB) | DOI: 10.36456/inventa.2.2.a1647

Abstract

Berdasarkan permasalahan yang ditemukan di SD Dabin V Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang , guru adalah faktor penentu keberhasilan proses pembelajaran yang hendaknya memiliki banyak kemampuan, salah satu diantaranya adalah kreativitas. Dalam mengukur kreativitas guru dilakukan dengan 8 keterampilan dasar mengajar. Salah satu keterampilan dasar mengajar adalah ketrampilan mengadakan variasi mengajar. IPS merupakan pelajaran yang sulit dan abstrak sehingga hasil belajar menjadi rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Korelasi Kreativitas Guru dalam Mengadakan Variasi Mengajar dengan Hasil Belajar IPS Siswa Sekolah Dasar Dabin V Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang. Penelitian ini yaitu kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian ini sebanyak 227 siswa kelas V SD Dabin V Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang, pengambilan sampel dengan teknik sampel quota diperoleh 65 siswa. Analisis data awal sebagai uji prasyarat dengan uji normalitas, validitas dan reabilitas. Sedangkan analisis akhir dengan korelasi product moment. Berdasarkan penelitian didapatkan hasil bahwa kreativitas SD Dabin V Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang mempunyai kreativitas yang sedang. Hasil belajar IPS siswa kelas V SD Dabin V secara umum (82,8%) mempunyai nilai rata-rata yang tinggi. Hal ini menunjukan bahwa terdapat korelasi yang signifikan dan kuat antara kreativitas guru dalam mengadakan variasi mengajar dengan hasil belajar IPS siswa Sekolah dasar Dabin V Kecamatan Grabag Magelang.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN DIRECT LEARNING PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA MATERI MENULIS CERITA GUNA MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS II SD N 3 KARANGRAJA Ponidi .; Marilin Kristina
INVENTA: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Inventa Septrmber 2018
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.938 KB) | DOI: 10.36456/inventa.2.2.a1648

Abstract

Rendahnya minat siswa terhadap pelajaran Bahasa Indonesia menyebabkan sebagian besar siswa kurang antusias mengikuti pelajaran yang disampaikan oleh guru, sehingga hasil belajar siswa rendah. Dengan kondisi tersebut guru berusaha memperbaiki pembelajaran dengan melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, materi pokok menulis cerita melalui pembelajaran Direct Learning di kelas II SDN 3 Karangraja. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas II SDN 3 Karangraja, yang berjumlah 25 siswa. Metode yang digunakan dalam perbaikan pembelajaran ini adalah metode Direct Learning. Data yang diperoleh melalui hasil evaluasi siswa dan pengamatan oleh observer. Penelitian ini dilaksanakan selama dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap siklus ada kemajuan terbukti pada siklus pertama minat peserta didik mencapai 13 siswa (52,00%) dalam pembelajaran dan peserta didik yang tuntas belajar pada perbaikan siklus I baru 13 siswa (52,0%). Pada perbaikan siklus II terjadi peningkatan minat yaitu sebanyak 23 peserta didik (92,00%)). sedangkan hasil belajar peserta didik semakin meningkat dengan ketuntasan belajar mencapai 23 siswa (92,0%). Hal ini membuktikan bahwa melalui metode Direct Learning siswa dapat memecahkan permasalahan sendiri dalam pelajaran Bahasa Indonesia, materi pokok menulis cerita, sehingga hasil belajar siswa meningkat. Kesimpulan melalui hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode Direct Learning dapat meningkatkan minta dan hasil belajar siswa
PENGEMBANGAN PERANGKAT ASESMEN AUTENTIK PADA TEMA MAKANAN SEHAT DAN BERGIZI KELAS IV SEKOLAH DASAR Vicky Dwi Wicaksono
INVENTA: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Inventa Septrmber 2018
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.245 KB) | DOI: 10.36456/inventa.2.2.a1650

Abstract

Kurikulum 2013 ini mewajibkan setiap guru untuk menggunakan tema pada jenjang Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI). Siswa dituntut menjadi orang yang aktif untuk memperoleh pengetahuan. Keterampilan proses yang dimiliki siswa selama pembelajaran, menentukan hasil belajar yang diperoleh. Asesmen autentik memberikan kesempatan luas pada siswa untuk menunjukkan apa yang telah mereka pelajari selama pembelajaran. Tujuan penelitian ini menghasilkan produk perangkat asesmen autentik pada tema Makanan Sehat dan Bergizi subtema Makananku Sehat dan Bergizi siswa kelas IV SD, serta mengetahui hasil uji validasi perangkat asesmen autentik pada tema Makanan Sehat dan Bergizi Subtema Makananku dan Bergizi siswa kelas IV MI melalui uji coba ahli, telaah guru, dan tanggapan siswa. Desain penelitian pengembangan yang digunakan ini adalah model pengembangan asesmen autentik O’ Malley & Pierce yakni (1) membangun sebuah tim; (2) menentukan tujuan dari asesmen autentik; (3) analisis konstruk; (4) melakukan pengembangan professional pada asesmen autentik; (5) mengkaji penelitian terdahulu mengenai asesmen autentik; (6) mengadaptasi asesmen yang ada atau mengembangkan yang baru; (7) mencoba asesmen; dan (8) revisi asesmen. Hasil uji coba ahli evaluasi pembelajaran mendapatkan 86,6% dan ahli pembelajaran tematik memperoleh skor 78,85%. Hasil uji lapangan kepada guru dan siswa mengenai keefektifan, keterterapan, dan keterbacaan mendapatkan kategori sesuai.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING AND LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS III SD Yullinar R. Podomi; Supit Pusung; Juliana M. Sumilat; Fientje J. A. Oentoe, Hetty J. Tumurang
INVENTA: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Inventa Septrmber 2018
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.92 KB) | DOI: 10.36456/inventa.2.2.a1651

Abstract

Pembelajaran sains di sekolah dasar sangat menantang karena banyak peristiwa alam yang belum dipahami siswa. Prinsip utama dari model pengajaran quantum bawalah dunia mereka ke dunia kita dan hantarkan dunia kita masuk ke dunia mereka, mampu membuat para siswa sekolah dasar tertarik untuk belajar dan memahami beberapa peristiwa yang baru untuk siswa kelas 3 SD. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis penerapan model pembelajaran Quantum teaching and learning untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA kelas III SD. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar Walian 4/82 dengan subjek penelitian siswa kelas 3. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tes hasil belajar ulang dan dianalisis dengan perhitungan ketuntasan belajar. Hasil penelitian ini menunjukkan penerapan model pengajaran quntum dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA, dimana dalam pembelajaran ini siswa di buat penasaran dan guru menghantarkan siswa dengan situasi yang membawa dunia mereka ke dalam dunia kita dan menghantarkan dunia kita ke dalam dunia mereka, sehingga meningkatkan minat belajar yang bersinergi pada peningkatan hasil belajar.
ALTERNATIF PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN MEDIA PAPAN ARSIR PECAHAN Delia Indrawati; Dewi Nur Cahyanti
INVENTA: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Inventa Septrmber 2018
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1143.026 KB) | DOI: 10.36456/inventa.2.2.a1652

Abstract

Pembelajaran merupakan kegiatan yang membawa peserta didik memahami materi, ilmu pengetahuan, dan juga pengalaman untuk bekal kehidupannya di masa mendatang. Salah satu komponen dalam menunjang pembelajaran ialah media pembelajaran. Media memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan dari guru kepada siswa salah satunya dalam materi matematika. Mengajarkan matematika di Sekolah Dasar haruslah disesuaikan dengan beberapa hal. Matematika Sekolah Dasar mencakup materi-materi yang diajarkan dengan konsep-konsep dan sesuai teori belajar yang mendukung. Penanaman dan pemahaman konsep dari suatu materi memerlukan proses pembelajaran yang menarik dan sesuai agar tidak menjadikan peserta didik mengalami miskonsepsi, untuk itu diperlukan alternatif pembelajaran yang sesuai salah satunya ialah papan arsir pecahan. Papan arsir pecahan merupakan media visual yang dikembangkan menggunakan papan yang berasal dari papan melamin dan akrilik yang dilapisi kain flanel. Media papan arsir pecahan merupakan media yang penggunaannya dengan cara diarsir. Media papan arsir pecahan akan memberikan penjelasan mengenai konsep operasi hitung pecahan. Media pembelajaran yang papan arsir pecahan ini memiliki komponen – komponen yaitu : (1) Papan utama (2) Papan arsir transparan (3) Papan Arsir tidak trasparan (4) buku petunjuk (5) Alat untuk mengarsir (Spidol) (6) box (7) Penghapus. Komponen-komponen tersebut dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran matematika di Sekolah Dasar.

Page 2 of 26 | Total Record : 251