Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Martabe Journal -Jurnal Pengabdian Masyarakat, published by Institute of Research and Community Service Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan. This journal contains the results of publication lecturers to the community of agrokompleks, Teacher Training and Science of teknosains, and sosbudkum and published twice a year ie in April and October.
Articles
5,030 Documents
PENYULUHAN KARIES GIGI DENGAN MEDIA SLIDE PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 3 SAMARINDA TAHUN 2020
Kartina Wulandari
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2021): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jpm.v4i2.499-502
According to Riskesdas (2017), the East Kalimantan Province has an active caries prevalence of 49.6% in 2016 and increased to 63.3% in 2017, but the DMF-T index value decreased from 5.08 to 4.7. These data indicate that the prevalence of active caries and the DMF-T index value in East Kalimantan are still higher than the national average. Based on the results of observations made on Grade VII students of SMP Negeri 3 Samarinda, they had never been given counseling on dental caries, even though there were students who had dental caries. The purpose of this service is to provide information about health education and information about the factors that cause dental caries and also the consequences of this caries. This activity is carried out by the public health faculty using several tools such as laptops, LCDs, projectors, stationery and flayer. The method used was counseling then continued with a Focus Group Discussion (FGD).
PENINGKATAN STATUS KESEHATAN ANAK MELALUI LOMBA BALITA SEHAT
Nurhayati Nurhayati;
Nurul Husnah;
Sitti Hadriyanti Hamang
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2021): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jpm.v4i2.687-690
Masa Balita merupakan masa paling menentukan dalam perkembangan manusia yang dapat diandalkan, karena Masa Balita merupakan masa paling kritis terutama dari segi aspek tumbuh kembang. Pemberian simulasi pada anak 3 tahun pertama sangat penting bagi kehidupan anak karena merupakan masa dimana otak merupakan organ yang sangat cepat tumbuh dan berkembang. Kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan tujuan dan rencana, kegiatan ini mendapat respon yang baik dan antusias yang tinggi dari para orang tua, balita dan pemerintah daerah dalam lomba balita sehat sebagai upaya peningkatan derajat kesehatan anak. Hasil lomba balita sehat menunjukkan rata-rata anak tumbuh dan berkembang dalam kondisi baik serta tumbuh dan berkembang sesuai usianya Kegiatan lomba balita sehat di Desa Borikamase Kabupaten Maros dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran ibu balita. tentang pentingnya pemantauan tumbuh kembang balita, memotivasi ibu balita dalam meningkatkan status gizi balita.
PEMANFAATAN TEMULAWAK DAN KUNYIT SEBAGAI UPAYA MENJAGA KESEHATAN DI MASA PANDEMI COVID-19
Aghnia Fuadatul Inayah;
Lilik Yusetyani
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2021): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jpm.v4i3.910-917
Penyebaran COVID-19 di Indonesia telah menembus angka yang sangat tinggi. Penyebaran virus ini dapat terjadi melalui kontak langsung (direct) dengan orang yang terinfeksi dan kontak tidak langsung (indirect) dengan permukaan atau benda yang digunakan oleh orang yang terinfeksi.Saat ini, tidak ada pengobatan khusus untuk COVID-19. Masyarakat dan peneliti komunitas berusaha mencari cara terbaik untuk menyembuhkan atau mencegah penyakit ini. Kementerian Kesehatan juga memberi himbauan kepada masyarakat untuk menggunakan obat herbal, obat herbal terstandar dan obat tradisional berbentuk tumbuhan sebagai upaya pencegahan. Beberapa tanaman obat digunakan sebagai agen antibakteri karena kandungan senyawa aktif yang dapat mencegah pertumbuhan mikroba. Tanaman ini terdiri dari beberapa spesies termasuk C. Xanthorhizza (Temulawak)danC. domestica (kunyit). Kelompok warga RT 01 RW 10 di Kelurahan Bandungrejosari Kecamatan Sukun Kota Malang merupakan warga dengan rentang usia mulai dari 30 tahun hingga lebih dari 70 tahun. Data yang tercatat sebagian besar penduduk memiliki riwayat penyakit hipertensi.Dari sekian banyak tanaman lokal di Indonesia yaitu temulawak dan kunyit cukup baik dan mudah didapatkan serta diolah untuk pencegahan sekaligus pengobatan COVID-19. Pemberian edukasi pemanfaatan temulawak dan kunyit ini memberikan pengetahuan bagi masyarakat sertawarga yang berusia lanjut memahami pentingnya mengontrol kondisi kesehatan sekaligus menjaga imunitas tubuh.
PEMBERIAN TERAPI MUSIK KLASIK UNTUK MENSTIMULASI PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK TUNA GRAHITA EMBISIL RINGAN DI TKLB WIYATA BHAKTI TUBAN
Novia Dwi Astuti;
Suhartono Suhartono;
Widiharti Widiharti;
Ervi Suminar
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2021): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jpm.v4i2.445-449
Perkembangan kognitif merupakan suatu proses genetik, yaitu suatu proses yang didasarkan atas mekanisme biologis perkembangan sistem syaraf. Dengan makin bertambahnya umur seseorang, maka semakin kompleksnya susunan sel syarafnya dan semakin meningkat pula kemampuannya. Ketika Individu berkembang menuju kedewasaan, akan mengalami adaptasi biologis dengan lingkungannya yang akan menyebabkan adanya perubahan-perubahan kualitatif didalam struktur kognitifnya (Piaget 1896-1980). Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk menerapkan penelitian sebelumnya tentang pengaruh terapi musik klasik terhadap perkembangan kognitif anak tuna grahita embisil ringan. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dilakukan pada anak tunagrahita di TKLB Wiyata Bhakti Tuban berjumlah 12 anak dengan menggunakan SOP pemberian terapi musik klasik dan menilai perkembangan kognitifnya selama 4 kali pemberian sesuai dengan hasil penelitian pengaruh pemberian terapi musik klasik terhadap perkembangan kognitif anak tuna grahita embisil ringan di SDLB Negeri Tuban di bulan Februari 2020. Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukkan sebagian responden memiliki perkembangan kognitif kurang sebelum distimulasi yaitu 4 (33,3%) anak dan sebagian besar responden memiliki kognitif cukup setelah distimulasi yaitu 8 (66,7%) anak. Hasil pengabdian masyarakat ini diharapkan mampu meningkatkan kognitif pada anak dengan tuna grahita katagori embisil ringan dengan selalu sesering mungkin menstimulasi anak dengan memberikan terapi musik klasik.
PENYULUHAN PENGENALAN TANDA BAHAYA KEGAWATDARURATAN PADA BAYI MUDA DAN PENANGANANNYA DI RUMAH
Eva Oktaviani;
Jhon Feri;
Susmini Susmini;
Bambang Soewito
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2021): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jpm.v4i2.620-626
Permasalahan kesehatan pada bayi muda masih menjadi sorotan dibidang kesehatan. Kematian anak di Indonesia sering dijumpai pada usia neonatal dan bayi muda. Selama fase ini, bayi baru lahir sangat rentan mengalami permasalahan kesehatan karena proses adaptasi dari intrauterine ke ekstrauterin dan daya tahan tubuh yang rendah. Kegawatdaruratan neonatal dapat terjadi sewaktu-waktu terutama pada bayi risiko tinggi dan akibat penanganan awal yang tidak tepat. Pengenalan tanda bahaya sejak dini pada bayi muda dapat membantu menurunkan insiden angka kematian bayi. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan ibu tentang pengenalan tanda bahaya dan penanganan kasus kegawatdaruratan bayi yang sering terjadi di rumah. Sasaran kegiatan adalah ibu yang memiliki bayi khususnya bayi dengan risiko tinggi. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi intensif, dan demonstrasi. Tempat pelaksanaan di Puskemas Pembantu (Pustu) Desa Ketuan Jaya Kecamatan Muara Beliti Kota Lubuklinggau. Jumlah peserta sebanyak 20 orang. Evaluasi hasil akhir yaitu kegiatan berjalan lancar, peserta sangat responsif, terjadinya peningkatan pemahaman dan pengetahuan tentang pengenalan tanda bahaya kegawatdaruratan pada bayi muda dan mampu mempraktikkan penanganannya sesuai materi yang disampaikan. Pengenalan tanda bahaya pada bayi sejak dini penting untuk diberikan secara berkelanjutan untuk mencegah kasus kegawatdaruratan yang lebih kompleks.
STRATEGI PEMASARAN PRODUK HOME INDUSTRY DI DESA KARANGREJO MANYAR GRESIK
Nurul Istifadhoh;
M. Yusuf Aria Widjaja;
Mazidatul Hikmah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2021): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jpm.v4i3.847-853
Strategi pemasaran adalah rencana yang menyeluruh, terpadu dan menyatu dibidang pemasaran, yang memberikan pedoman mengenai kegiatan yang akan dijalankan supaya terwujudnya tujuan pemasaran pada setiap usaha. Hal ini dapat dilihat dari konsep dasar pemasaran yang meliputi kebutuhan, keinginan dan permintaan yang menjadi tuntutan dari semua konsumen. Pengetahuan tentang strategi pemasaran menjadi suatu keharusan yang dimiliki oleh setiap seseorang yang berwirausaha. Tujuannya ialah menciptakan produk yang dapat diterima oleh konsumen, menggunakan strategi pemasaran yang tepat sasaran serta dapat mengembangkan usaha kepada skala yang lebih besar. Pelaksaan dilakukan melalui 2 metode pendekatan yaitu memberikan penyuluhan kepada masyarakat khususnya perempuan di desa Karangrejo yang memiliki usaha home industry mengenai manajemen dan konsep strategi pemasaran serta memberikan pendampingan pada pemasaran serta mempromosikan produk-produk usaha home industry. Adapun hasil yang diperoleh dalam kegiatan pelatihan strategi pemasaran home industry ialah peserta memahami pengetahuan tentang strategi pemasaran, peserta memiliki keterampilan dalam memasarkan suatu produk home industry serta bagaimana membuat produk yang saat ini dapat diterima dipasaran supaya produk mampu untuk bersaing dalam segi kualitas maupun pemasaran.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MEMINTAS MATA RANTAI PENYEBARAN COVID-19 DENGAN PENDEKATAN PHBS (PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI DESA MUARA BATUN KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR (OKI)
Intan Kumalasari;
Azwaldi Azwaldi;
Eliza Eliza;
Veratiwi Veratiwi;
Itail Husna Basa
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2021): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jpm.v4i2.389-397
WHO declared the covid-19 outbreak an international public health emergency and declared a pandemic due to the alarming level of spread and severity of the outbreak. This virus causes illnesses ranging from the common cold to more severe illnesses such as acute respiratory syndrome (SARS) and Middle East respiratory syndrome (MERS). It is estimated that by September 2020 more than 27.7 million confirmed cases of Covid-19 and 900 thousand deaths. Various attempts have been made to reduce the rate of spread of this corona virus. However, individual behavior in maintaining personal hygiene and health is a major factor in cutting the covid-19 chain. Muara Batun is one of the villages in Jejawi District, OKI Regency, South Sumatra which is included in the yellow zone (low risk) in the spread of Covid-19. Since the implementation of the adaptation of new normal, the awareness of residents to implement health regulations during the pandemic has been violated a lot. The purpose of this activity is to regenerate awareness, increase participation and participation of citizens in bypassing the covid-19 chain with the PHBS approach. The method of this activity uses the Partner Village Development (PPDM) model in the form of community empowerment by implementing interprofessional interventions based on Interprofessional Collaboration (IPC) and the Inter Professional Education (IPE) approach. The results of this activity have had a positive impact. A joint commitment between citizens and stakeholders is needed in cutting the covid-19 chain, one of which is the willingness of each individual to adopt good habits adopted from good behavior during the pandemic and willing to become agents of change to invite other individuals to cultivate PHBS in their daily lives.
MEMBANGUN SELF-AWARENESS MELALUI EDUKASI VIRTUAL BAGI SISWA SISWI SEKOLAH DASAR DI KOTA CIREBON
Iin Indrayanti;
Dessy Ratna Putry
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2021): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jpm.v4i3.775-779
Self-awareness is predominant for every individual, including current situation in particular, where Covid-19 outbreak has globally hit people. The attitude is also expected to be experienced by every student in all levels. The facts that there are still many students who do not realize the importance of having self-awareness in maintaining and implementing health protocols during learning from home or online learning. Accordingly, Community Service Program (PKM) team from Politeknik Harapan Bersama conducted virtual education. The program was carried out with the aim of introducing and building self-awareness among students at MI Darul Hikam Cirebon in implementing health protocols in everyday life. Storytelling was chosen as the method to develop children's affective (feeling), social, and cognitive (appreciation) aspects to raise the awareness. A total of 100 of 6th grade students and 3 homeroom teachers from the school participated in the agenda. The storytelling began with brainstorming the title and several pictures related to the situation before and during the Covid-19 pandemic. Core activities were dedicated to classically perform the 5M movement (Wear Masks, Wash hands with soap and water, Physical Distancing, Reduce Mobility and Avoid crowd) in bilingual. The enthusiasm was shown by the students in demonstrating the movements several times. They were able to mention sequent 5M movement in good English pronunciation. In addition, the students virtually practiced of washing hands and wearing masks well. This shows that the implementation of Community Service Program (PKM) ran smoothly in accordance with the above aim.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN JARAK JAUH BERBASIS GOOGLE CLASSROOM DALAM MENGOPTIMALKAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN PADA SDN 41 PALEMBANG
Asti Gumartifa;
Bengawan Alfaresi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2021): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jpm.v4i3.1001-1005
Pada umumnya banyak sekali kendala bagi pendidik dalam melaksanakan pengajaran dimasa pandemi saat ini. Tidak banyak para pendidik yaitu guru untuk bisa membiasakan diri untuk memanfaatkan teknologi dalam pengembangan proses pembelajaran. Bagi beberapa guru yang bukanlah lahir di zaman Milenial yaitu zaman yang menggunakan Internet, Komputer dan Teknologi sangatlah memiliki kekurangnya kompetensi di bidang tersebut. Selain itu kurangnya fasilitas yang tersedia di sekolah tempat mereka mengajar merupakan alasan yang mendukung bahwa sebagian besar dari pendidik kurang optimal dalam melaksanakan pengajaran. Sehingga, tim pengabdian masyarakat mengadakan suatu kegiatan pengabdian masyarakat untuk memberikan wawasan serta pelatihan secara langsung bagi guru yang sangat kurang pemahaman dibidang tersebut. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kemudahan para guru untuk membuat dan menjelaskan bahan ajar yang berbasis teknologi. Setiap guru diajarkan dari proses penginstalan aplikasi, penjelasan mengenai Google Classroom, dan penggunaan secara langsung. Pada akhirnya semua guru sebagai peserta yang mengikuti kegiatan pengabdian masyarakt ini diminta untuk membuat Goggle Classroom masing-masing dengan mempraktikkan pembuatan absensi, meng-upload mater, membuat pertanyaan yang sebrsifat essay dan pilihan ganda, serta mengoreksi tugas.
EDUKASI GERSIK PADA PEDAGANG PASAR TRADISIONAL PEMATANG GUBERNUR, KOTA BENGKULU DALAM MENGHADAPI PANDEMI CODID-19
Anandyawati Anandyawati;
Esti Pasaribu;
Panut Setiono;
Rahmi Yuristia
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2021): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jpm.v4i2.531-537
Gersik Education is an activity to socialize the movement to clean yourself and the surrounding environment to prevent the spread of the Covid-19 virus. This service activity was carried out at the Traditional Afternoon Market, Pematang Governor Village, Bengkulu City. The activity was carried out from May to August 2020. This activity involved 149 traders. This service activity consists of three main activities, namely: first, socialization about GERSIK (the movement to clean oneself and the environment) through speeches and using posters, second, the distribution of masks and hand sanitizers and the third to build public facilities in the form of hand washing stations. Based on the results of the implementation, periodic monitoring and evaluation of community service activities, it can be concluded that the community service activities specifically Covid-19 at the Governor's Evening Market, Bengkulu City are running effectively. This can be seen from the high enthusiasm of the community in participating in outreach activities carried out by the service team and the increasing level of awareness of traders to use masks and wash their hands.