cover
Contact Name
Teguh Sarry Hartono
Contact Email
bagas.afyad@gmail.com
Phone
+6285956755747
Journal Mail Official
jurnal.rspiss@gmail.com
Editorial Address
https://www.ijid-rspisuliantisaroso.co.id/index.php/ijid/about/editorialTeam
Location
Kota adm. jakarta utara,
Dki jakarta
INDONESIA
The Indonesian Journal of Infectious Diseases
ISSN : 23546077     EISSN : 25991698     DOI : https://doi.org/10.32667/ijid.v10i1
Core Subject : Health, Science,
The Indonesian Journal of Infectious Diseases aims to disseminate and facilitate discussions on scientific papers related to health, particularly focusing on infectious diseases including emerging diseases, new emerging disease issues, and tropical medicine. The journal serves as a communication medium for various stakeholders interested in health research, including researchers, educators, students, healthcare practitioners, the Department of Health, Public Health Service, and the general public with an interest in this field. It endeavors to address the increasing demand for studying infectious diseases.
Articles 159 Documents
Deteksi Acinetobacter baumannii Multiresisten Obat Penghasil Biofilm menggunakan Pewarnaan Berbasis Crystal Violet Ardiana Kusumaningrum; Iin Maemunah; Dimas Seto Prasetyo; Fera Ibrahim; Budiman Bela
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol 5, No 2 (2019): The Indonesian Journal of Infectious Disease
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.703 KB) | DOI: 10.32667/ijid.v5i2.86

Abstract

Pendahuluan: Kasus infeksi terkait biofilm merupakan masalah besar pada dunia kesehatan karena sifat kekebalannya terhadap antibiotik dan respon imun, terutama pada kasus infeksi kronik akibat Acinetobacter baumannii. Saat ini terdapat berbagai metode deteksi pembentukan biofilm, namun pemeriksaan tersebut belum dilakukan secara rutin karena berbagai keterbatasan. Oleh karena itu, perlu dilakukan optimasi metode deteksi biofilm menggunakan bahan yang rutin tersedia di laboratorium serta mengukur proporsi sampel yang mengandung bakteri penghasil biofilm Metode: Desain penelitian ini adalah uji eksperimental. Pada penelitian ini dilakukan pengembangan deteksi pembentukan biofilm menggunakan metoda tabung microcentrifuse tube 1,5 ml berbahan polypropylene dengan zat warna berbasis crystal violet konsentrasi 0,1% dan 1%. Optimasi yang dilakukan meliputi media biakan, lama inkubasi, inokulum bakteri yang digunakan serta bahan pembilas. Isolat bakteri Pseudomonas aeruginosa ATCC 10145, A. baumannii ATCC 19606  dan Staphylococcus aureus ATCC 25923 digunakan sebagai kontrol positif dan kontrol negatif pemeriksaan yang dilakukan. Hasil: Pemeriksaan optimasi yang dilakukan, diperoleh kondisi optimal pembentukan biofilm menggunakan media Luria Bertani dengan besar inokulum 1 sengkelit penuh, lama inkubasi 30 jam dan pewarnaan dilakukan menggunakan crystal violet 0,1% serta bahan pembilas berupa PBS steril. Proporsi pembentukan biofilm pada A. baumannii multiresisten obat sebesar 55,3%. Kesimpulan: Metode deteksi pembentukan biofilm menggunakan metode tabung polypropylene yang dimodifikasi dan pewarnaan zat warna crystal violet 0,1% merupakan metode deteksi yang mudah dikerjakan, reproducible dan efisien, sehingga dapat dilakukan di laboratorium mikrobiologi klinik sederhana. Proporsi bakteri penghasil biofilm adalah lebih dari 50% A. baumannii resisten multiobat.
Literature Review : Efektifitas SMS Reminder dan Wechat Dalam Meningkatkan Kepatuhan Minum Obat ARV Pada Penderita HIV/AIDS NURAIDAH NURAIDAH
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol 5, No 1 (2019): The Indonesian Journal of Infectious Disease
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.762 KB) | DOI: 10.32667/ijid.v5i1.58

Abstract

Latar belakang: Aplikasi seluler SMS dan WeChat selain dapat digunakan sebagai SMS reminder juga dapat menjadi media visual untuk pendidikan kesehatan yang berisi materi pencegahan penularan HIV/AIDS, diagnosis dan pengobatan HIV/AIDS sehingga kualitas hidup pasien dapat meningkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas SMS reminder dan WeChat dalam meningkatkan kepatuhan minum obat ARV pada penderita HIV/AIDS. Metode: Artikel ini dibuat berdasarkan literature review artikel jurnal yang berkaitan dengan inovasi mHealth lima tahun terakhir yaitu 2013-2018. Hasil: Dari  4 jurnal yang dianalisa lebih mendalam  menyebutkan efektivitas intervensi SMS dan WeChat untuk meningkatkan kepatuhan minum obat pada pasien dengan HIV/AIDS telah menjadi bukti awal dan dibuktikan secara  klinis oleh 1 artiel yang di telaah dengan adanya penekanan jumlah virus atau viral load. Kesimpulan : Berdasarkan analisa dari jurnal jurnal yang ada metode SMS remainder dan WeChat efektif dalam meningkatkan kepatuhan minum obat  ARV pada pasien HIV/AIDS.
Literature Review : Sistem Skoring TB Anak Untuk Penegakan Diagnosis Dalam Pengendalian TB Anak Deni Lusiana
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol 5, No 1 (2019): The Indonesian Journal of Infectious Disease
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.075 KB) | DOI: 10.32667/ijid.v5i1.77

Abstract

Latar belakang: Sistem skoring TB anak merupakan pedoman untuk mendiagnosis anak terkena TB sehingga mempermudah petugas kesehatan untuk melakukan diagnosis TB pada anak. Dengan diagnosis TB anak yang tepat dapat memberikan pengobatan dan perawatan pada anak yang menderita TB dengan tepat pula, sehingga dapat menurunkan angka morbiditas dan mortalitas pada anak. Hal tersebut menjadi tolak ukur capaian keberhasilan program pengendalian TB anak di Indonesia.  Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui manfaat dan fungsi skoring TB anak dalam penegakan dignosis TB anak oleh petugas kesehatan supaya pengobatan TB menjadi cepat dan tepat. Metode: Artikel ini dibuat berdasarkan riview artikel yang berkaitan dengan sistem skoring TB anak dengan sumber lima tahun terakhir yaitu 2013-2019. Hasil: Dari artikel yang dianalisa menyatakan bahwa sistem skoring digunakan disemua tatanan pelayanan kesehatan tetapi juga bisa digunakan dipelayanan kesehatan dengan sarana yang terbatas untuk pemeriksaan diagnostik TB. Kesimpulan: Berdasarkan telusur literatur di Indonesia dan luar Negeri terdapat perbedaan dan persamaan item penilaian pada skoring TB anak. Walaupun pada akhirnya skoring TB anak tersebut membantu dalam penengakkan diagnosis TB paru pada anak. Skoring sudah dibakukan secara umum dan dapat digunakan oleh petugas kesehatan di semua tatanan pelayanan kesehatan sekalipun pelayanan yang masih memiliki sarana pemeriksaan dignostik yang terbatas.
Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Difteri Pada Pasien Anak Di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso Tahun 2018 Mutiara Rahmadhani; Ony Linda; Izza Suraya; Farida Murtiani
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol 5, No 2 (2019): The Indonesian Journal of Infectious Disease
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1198.152 KB) | DOI: 10.32667/ijid.v5i2.76

Abstract

Latar Belakang: Adanya satu kasus difteri terkonfirmasi laboratorium secara klinis menjadi dasar suatu daerah dinyatakan sebagai KLB. Awal tahun 2018, kasus difteri dikatakan berakhir pada 85 dari 170 Kabupaten/ Kota (termasuk DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian difteri pada pasien anak di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso tahun 2018. Metode: penelitian ini menggunakan desain case control. Sampel penelitian berjumlah 60 sampel, yaitu 20 kasus pasien difteri klinis dan terkonfirmasi laboratorium, serta 40 kontrol pasien PD3I tidak difteri. Pengambilan sampel kasus menggunakan sampling jenuh, sedangkan kontrol dengan quota sampling. Adapun kriteria inklusi kasus yaitu tercatat sebagai pasien rawat inap atau rawat jalan dan memiliki catatan rekam medis, sedangkan kriteria ekslusi kasus yaitu tidak terdapatnya catatan imunisasi. Data sekunder tentang kasus difteri diperoleh dari data surveilans dan rekam medis tahun 2018. Data dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat.  Hasil: berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa variabel status imunisasi berhubungan secara bermakna (p-value = 0.002) dan paling dominan berpengaruh (OR = 5.060) terhadap kejadian difteri pada pasien anak di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso tahun 2018. Variabel konfounding dalam penelitian ini yaitu jenis kelamin (OR = 1.851) dan sosial ekonomi (OR = 1.923). Kesimpulan: status Imunisasi merupakan faktor risiko difteri pada anak. Saran: penyuluhan tentang pentingnya imunisasi lengkap kepada individu keluarga dan advokasi terhadap stakeholder dilakukan secara lebih optimal.
Analysis of the Restriction of Vancomycin Use in Hospitals Before, During and After the Implementation of the Antimicrobial Resistance Control Program (ARCP) Eustachius Hagni Wardoyo; Didit Yudhanto; I Gede Yasa Asmara; Claresta Salsabila; Ajeng Retno
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol 6, No 2 (2020): The Indonesian Journal of Infectious Disease
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v6i2.109

Abstract

Background: A policy restricting the use of vancomycin was a pilot project for the implementation of the Antimicrobial Resistance Control Program (ARCP) in RSUD Nusa Tenggara Barat in 2018. There were three phases of the ARCP in hospitals, namely preparation, execution, and monitoring. This research aimed to evaluate the quality of vancomycin prescribing before, during, and after the implementation of ARCP in 2017–2019. Method: Descriptive analysis was conducted of all the vancomycin prescriptions before, during, and after the implementation of ARCP in 2018. All medical records of cases requiring vancomycin prescriptions during the research period was evaluated: patient characteristics, culture test results, and clinical diagnoses. The quality of vancomycin prescriptions, which was expressed as follows: “Vancomycin prescriptions are intended only for infections caused by Gram-positive pathogens, particularly Staphylococcus aureus, that are resistant to methicillin (MRSA), Enterococcus sp (Vancomycin-sensitive enterococci)” was evaluated. Results: There were sixty-one cases of vancomycin prescribing; 21 female and 40 male patients, with a mean age of 23 years (0–82 years). Overall, there were 41 positive cultures, 5 negative cultures, and 15 no-cultures. The diagnoses were moderate to severe infections: sepsis, pneumonia, post-surgery infections, CNS infections, low birth weight, septic shocks, and chronic obstructive lung diseases. The urinary tract infection was present as a mild infection. The prescription quality indicators ‘vancomycin is prescribed only for moderate to severe infections’ and ‘prescribed only for Gram-positive pathogens’ altogether increased. Conclusion: There was improvement in the vancomycin prescription quality after the implementation of the vancomycin restriction policy.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Kecemasan Perawat Covid-19 Selama Pandemi di Indonesia Rudi Haryanto; Zahrah Maulidia Septimar
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol 6, No 1 (2020): The Indonesian Journal of Infectious Disease
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v6i1.90

Abstract

Latar Belakang: Perawat yang terlibat langsung dalam penanganan dan perawatan pasien COVID-19 beresiko mengalami gangguan psikologis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kecemasan pada perawat yang merawat pasien COVID-19 selama pandemi di Indonesia. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional pada 336 perawat yang merawat pasien COVID-19 di rumah sakit di berbagai wilayah di Indonesia. Pengambilan data penelitian ini menggunakan kuesioner Hospital Anxiety and Depression Scale (HADS) versi Indonesia, kuesioner data demografi dan kuesioner dukungan rumah sakit yang disebar secara daring melalui google form. Hasil: Hasil analisis dari 336 orang perawat COVID-19 terdapat 27% yang mengalami cemas ringan, 20,8% cemas sedang, dan 2,7% cemas berat, serta 48,8% tidak mengalami kecemasan. Tingkat depresi mempengaruhi tingkat kecemasan (p<.000, r=0.451). Dukungan rumah sakit yang baik menurunkan tingkat kecemasan (p<.000, r=-0.278). Perawat COVID-19 yang telah menikah/ berkeluarga cenderung memiliki tingkat kecemasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang masih sendiri. Kesimpulan: Status pernikahan, dukungan rumah sakit dan tingkat depresi merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kecemasan pada perawat COVID-19 di rumah sakit. Dukungan rumah sakit merupakan faktor yang signifikan mempengaruhi tingkat kecemasan.
Kepatuhan Minum ARV pada Anak dengan HIV Nuraidah Nuraidah; Farida Murtiani
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol 6, No 2 (2020): The Indonesian Journal of Infectious Disease
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v6i2.107

Abstract

Latar Belakang: Anak dengan HIV menjalani terapi ARV jangka panjang yang berpengaruh terhadap pengobatan dan status kesehatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efek samping dengan kepatuhan minum obat Antiretroviral (ARV) dan menganalisis kepatuhan minum obat dengan status tumbuh kembang anak dan penyakit penyerta. Metode: Desain penelitian crossectional. Sampel dalam penelitian ini adalah anak dengan HIV yang menjalani terapi ARV di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso Jakarta. Pengambilan sampel dengan total sampling dengan total 56 anak. Hasil: Analisis efek samping dengan kepatuhan diperoleh nilai P-value 1,000 > 0,05. Analisis Kepatuhan dengan status tumbuh kembang diperoleh nilai P-value 1,000 > 0,05. Analisis kepatuhan minum ARV dengan penyakit penyerta diperoleh nilai P-value 0,004 < 0,05. Kesimpulan: kepatuhan minum ARV berhubungan dengan penyakit penyerta selama pengobatan.
Hubungan Pengetahuan Perawat tentang COVID-19 dengan Tingkat Stres dalam Merawat Pasien COVID-19 Hendro W Sihombing; zahra Maulidia Septimar
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol 6, No 1 (2020): The Indonesian Journal of Infectious Disease
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v6i1.97

Abstract

Latar belakang: Pandemi COVID-19 telah menjadi ancaman besar bagi kesehatan masyarakat khususnya perawat. Perawat sebagai garda terdepan rentan mengalami gangguan psikologis seperti stres dan depresi. Tujuan: untuk mengetahui hubungan pengetahuan perawat tentang COVID-19 dengan tingkat stress perawat dalam merawat pasien COVID-19. Metode: Jenis penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi yang digunakan oleh peneliti adalah perawat yang bekerja di Rumah Sakit yang berada di wilayah Provinsi Banten dan DKI Jakarta dengan jumlah sampel sebanyak 396 orang. Pengambilan sampel secara non-probability sampling dengan teknik accidental sampling dengan menggunakan lembar kuesioner analisa secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian: Mayoritas responden memiliki pengetahuan cukup tentang Covid-19 yaitu 230 (58,1%) dan  mengalami tingkat stres sedang dalam merawatpasien Covid-19 yaitu 245 (61,9%). Analisis hubungan pengetahuan dengan tingkat stress perawat diperoleh p Value= 0,004. Kesimpulan: ada hubungan antara pengetahuan perawat dengan tingkat stres dalam merawat pasien Covid-19.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Infeksi Oportunistik Tuberkulosis pada Pasien HIV di RSPI Sulianti Saroso Tahun 2015-2019 Amelia Pradipta; Mondastri Korib Sudaryo; Adria Rusli
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol 6, No 2 (2020): The Indonesian Journal of Infectious Disease
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v6i2.104

Abstract

Latar belakang: Human Immunodeficiency Virus (HIV) menjadi masalah utama kesehatan global yang sedang dihadapi oleh berbagai negara, termasuk Indonesia. Penderita HIV lebih rentan untuk terkena infeksi oportunistik, salah satunya tuberkulosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan infeksi oportunistik tuberkulosis pada pasien HIV di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso tahun 2015-2019. Metode: Studi case control dilakukan dengan menggunakan data register pra-ART dan rekam medis. Jumlah sampel sebanyak 465 responden, yang terdiri dari 155 kasus dan 310 kontrol. Analisis yang dilakukan adalah analisis univariat, bivariat menggunakan chi-square, dan multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil: Hasil uji regresi logistik menunjukkan ada hubungan yang bermakna secara statistik antara stadium HIV dengan infeksi oportunistik tuberkulosis (OR=33,03; 95% CI : 14,96 – 72,89) dengan nilai p <0,001, tetapi tidak ada hubungan yang bermakna secara statistik antara usia, jenis kelamin, jumlah CD4, jumlah viral load, pendidikan, status bekerja, perilaku seks berisiko, transfusi darah, dan penggunaan napza suntik dengan infeksi oportunistik tuberkulosis. Kesimpulan: Stadium HIV merupakan faktor determinan infeksi oportunistik tuberkulosis pada pasien HIV. Saran: Diperlukan skrining awal mendeteksi TB pada setiap stadium HIV khususnya pada stadium lanjut (III-IV) yang melakukan kunjungan di klinik Pokja.
Surveilans Mers Under Investigated Case Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso Tahun 2014-2019 Anita Puspitasari Dyah Nugroho; Pompini Agustina Sitompul; Kunti Wijiarti; Herlina Herlina; Bambang Setiaji; Vivi Lisdawati; Rita Rogayah
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol 6, No 1 (2020): The Indonesian Journal of Infectious Disease
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v6i1.111

Abstract

Latar Belakang: Middle East Respiratory Syndrome (MERS) adalah suatu strain baru dari virus corona. Surveilans kasus MERS terdiri atas surveilans di pintu masuk negara dan surveilans wilayah. Laporan surveilans MERS pada kasus MERS Under Investigated Case yang dirawat di Sulianti Saroso bertujuan untuk memberikan gambaran secara menyeluruh tentang pelaksanaan surveilans MERS dalam rangka kewaspadaan dini pada periode tahun 2014-2019. Metode: deskriptif, data sekunder, berjumlah 93. Hasil: Kecenderungan kasus MERS Under Investigated Case menurun. Jumlah kasus rawat inap MERS mayoritas pada usia diatas 45 tahun (82%), dan berdasarkan jenis kelamin lebih besar pada laki-laki (52%). Asal wilayah kasus sebesar 33% berasal dari luar wilayah Jabodetabek. onfirmasi  jika hasil pemeriksaan laboratorium positif dan sepanjang tahun 2014-2019, hasil pemeriksaan laboratorium kasus MERS Under Investigated Case yang dirawat RSPI SS adalah negatif. Kesimpulan dan saran: Tidak ada kasus positif MERS, surveilans berkelanjutan disarankan sebagai upaya kewaspadaan dini penyakit new emerging dan re-emerging.

Page 6 of 16 | Total Record : 159


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 1 (2025): The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 10 No. 2 (2024): The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 10 No. 1 (2024): The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 9 No. 2 (2023): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol. 9 No. 1 (2023): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol. 8 No. 2 (2022): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol. 8 No. 1 (2022): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol. 7 No. 2 (2021): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol 7, No 2 (2021): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol. 7 No. 1 (2021): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol 7, No 1 (2021): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol 6, No 2 (2020): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol. 6 No. 2 (2020): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol. 6 No. 1 (2020): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol 6, No 1 (2020): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol. 5 No. 2 (2019): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol 5, No 2 (2019): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol. 5 No. 1 (2019): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol 5, No 1 (2019): The Indonesian Journal of Infectious Disease Vol. 4 No. 2 (2018): The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol 4, No 2 (2018): The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol 4, No 1 (2018): The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 4 No. 1 (2018): The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 3 No. 2 (2016): The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol 3, No 2 (2016): The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 3 No. 1 (2016): THE INDONESIAN JOURNAL OF INFECTIOUS DISEASES Vol 3, No 1 (2016): THE INDONESIAN JOURNAL OF INFECTIOUS DISEASES Vol 2, No 2 (2015): THE INDONESIAN JOURNAL OF INFECTIOUS DISEASES Vol 2, No 1 (2015): THE INDONESIAN JOURNAL OF INFECTIOUS DISEASES Vol 1, No 01 (2013): The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol 1, No 3 (2013): The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol 1, No 2 (2013): The Indonesian Journal of Infectious Diseases More Issue