cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Lingkungan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 18298907     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 810 Documents
Pengaruh Pergerakan Pasang Surut terhadap Perubahan Kualitas Air Sumur Gali Masyarakat di Pesisir Kelurahan Fitu – Kota Ternate Selatan Salnuddin Salnuddin; Jefry Bemba; Zulhan Arifin Harahap; Muhammad Faisal Kader; Nurhalis Wahidin; Kusdi Hi Ichsan; Imran Taeran
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 3 (2024): May 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.3.781-792

Abstract

Air merupakan salah satu elemen penting yang menyokong keberlangsungan hidup manusia tak terkecuali masyarakat pesisir Kelurahan Fitu- Kota Ternate Selatan yang berada di wilayah pulau kecil dan gunung api. Sumber air bersih masyarakat pesisir umumnya bersumber dari sumur gali dan memiliki potensi dicemarkan oleh berbagai macam faktor terutama intrusi air laut.  Penelitian bertujuan untuk mendeterminasi pengaruh pergerakan pasang surut terhadap perubahan kualitas sumur gali dalam upaya determinasi karakteristik dan parameter penciri instrusi air tanah di pulau kecil gunung api. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran dan observasi dengan bantuan instrument survei sedangakan analisis data menggunakan persamaan umum matematik serta analisis statistik regresi linear sederhana dengan 3 pendekatan analisis berdasarkan input data yang diberikan. Hasil analisis Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa pendekatan analisis III lebih informatif dalam mendeterminasi pola hubungan pergerakan pasang surut dan perubahan kualitas air tanah di sumur gali masyarakat. Kecenderungan hubungan tersebut lebih konsisiten berdasarkan nilai “b” (koefisien korelasi) yang mengkuti pergerakan pasang surut terhadap masing-masing parameter kualitas air.  Pergerakan pasang surut berpotensi mempengaruhi kualitas air tanah pada sumur gali masyarakat terutama untuk parameter DHL dan salinitas pada sumur sampel 1 (R2 > 50%) dan juga pada sumur sampel 2 (R2 = 14 % dan 62 %) saat ABP Nilai koefisien determinasi (R2) menunjukkan bahwa masih banyak faktor lain yang mempengaruhi perubahan kualitas air pada sumur sampel selain oleh pergerakan pasang surut.
Global Supply Chain Operations for Investment Locations Selection in Climate Change Variation Anita Sitawati; Herika Taki; Hanny W Wiranegara; Yayat Supriatna; Rezkia Dewi Andajani
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 4 (2024): July 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.4.933-940

Abstract

A livable city is a city where people can live comfortably and peacefully. The success of a livable city is achieved not only by physical advantage factors but also by social and economic factors. Livable cities must be investment-friendly to support economic functions. Investment-friendly cities will be the preferred locations for multinational corporations. Urban planners, designers, and managers need to devise urban development strategies that attract investors. This research aims to identify pivotal factors that drive investors' decision-making in selecting investment locations. This study focuses on the influence of global supply chain operations on investment location selection in the era of climate change, which is still relatively rare as it attempts to formulate regional development policies based on a demand-side approach. A demand-based approach requires identifying the investor's point of view in the investment location selection process. The Electronics and Automotive industry in the JABABEKA Industrial Area, Jakarta, Indonesia, is used as a case study. Primary data was collected from the respondents' perceptions and analyzed using the Structural Equation Model (SEM) method, applied in the software Smart PLS 3.2.8. The structural model used in this approach is formative. On a global scale, the choice of Indonesia as an investment location is influenced by (i) aspects of physical, social, and economic advantages related to cross-border trade and (ii) aspects of the supply chain related to the impact of climate change.
Perhitungan Potensi Beban Pencemaran Air di DAS Way Sekampung Kabupaten Pringsewu Eka Wardhani; Athaya Zahrani Irmansyah; M. Refo Falla Torangi
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 4 (2024): July 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.4.1024-1032

Abstract

Sungai Way Sekampung merupakan salah satu sungai utama di Provinsi Lampung. DAS Way Sekampung mencakup 484.000 hektar berada di Kabupaten Tanggamus, Lampung Tengah dan Timur. Tata guna lahan di DAS terdiri dari domestik, pertanian, perkebunan, dan peternakan. Penelitian bertujuan menganalisis kualitas air sungai dan mengidentifikasi potensi sumber pencemar dominan di sungai tersebut sebagai dasar dalam perencanaan pengendalian kualitas air sungai tersebut. Metode penelitian mengacu pada Peraturan pemerintah No.22 tahun 2021 tentang penyelenggaraan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No.115 tahun 2003 tentang pedoman penentuan status mutu air, Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No.1 tahun 2010 tentang tata laksana pengendalian pencemaran air. Sampling air dilakukan di dua titik yaitu di Kecamatan Pagelaran pada koordinat 104°54'36,388"E; 5°20'21,961"S, dan di Gadingrejo pada koordinat 105°0'24,367"E; 5°20'24,171"S. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 6 dari 21 parameter kualitas air yang tidak memenuhi bakumutu, yaitu DO, BOD, Amonia, PO4-P, Nitrit, dan Fenol. Status mutu air termasuk kategori tercemar sedang. Potensi beban pencemar dari seluruh DAS untuk parameter TSS, BOD, COD, Total Nitrogen, dan Total Fosfat masing-masing 8.814,59, 10.415,26, 13.421,9, 534,53, dan 88,08 kg/hari. Daerah yang memberi konstribusi beban pencemaran terbesar yaitu Kabupaten Pringsewu. Sektor pemberi kontribusi tertinggi yaitu aktivitas domestik. Rekomendasi pengendalian yang dilakukan yaitu pengelolaan air limbah domestik di Kecamatan Pringsewu Kabupaten Pringsewu.
Pengolahan Air Limbah Laboratorium Menggunakan AOPs Secara Terintegrasi Maria Siswi Wijayanti; Tuty Emilia Agustina; Muhammad Hatta Dahlan; Dedi Teguh
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 1 (2024): January 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.1.142-149

Abstract

Pemakaian bahan-bahan kimia pada kegiatan praktikum ataupun penelitian di laboratorium tentunya akan menghasilkan air limbah. Air Limbah yang dihasilkan dari laboratorium tergolong limbah berbahaya dan/atau beracun. Berdasarkan zat yang terdapat di dalam air limbah laboratorium secara kolektif serta kurun waktu yang lama apabila langsung dibuang ke badan air akan mencemari lingkungan serta berdampak bagi makhluk hidup disekitarnya. Komposisi limbah laboratorium yang reaktif dan berbahaya karena mengandung logam berat seperti Pb, Fe, Cu dan logam berat lainnya serta COD yang tinggi sehingga sulit terurai di alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengolah air limbah laboratorium menggunakan metode Advanced Oxidation Processes (AOPs) dengan pretreatment koagulasi dan adsorpsi. Oleh sebab itu, penelitian ini akan diprioritaskan pada penurunan kadar logam berat Pb, Fe, Cu dengan karbon aktif sebagai adsorben dan penurunan COD menggunakan reagen Fenton. Persentase maksimum penurunan logam berat Pb, Fe dan Cu dengan proses Fenton dilanjutkan dengan proses adsorpsi berturut turut sebesar 95,67%, 99,98% dan 99,93% dengan massa optimum adsorben yang digunakan adalah 1,5 gram. Sedangkan persentase penurunan COD tertinggi tercapai pada rasio molar reagen Fenton 1:1200 yaitu mencapai 99,98%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengolahan air limbah laboratorium secara terintegrasi melalui serangkaian proses pretreatmen koagulasi dan adsorpsi dilanjutkan dengan reagen Fenton dan adsorpsi secara terintegrasi telah memenuhi baku mutu lingkungan.
Kelayakan Ekologis Pengembangan Taman Wisata Alam Seblat sebagai Objek Daya Tarik Wisata di Provinsi Bengkulu Indonesia Gunggung Senoaji; Edi Suharto; Agung Hasan Lukman; Elvi Susanti
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 2 (2024): March 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.2.289-295

Abstract

Taman Wisata Alam (TWA) Seblat merupakan salah satu hutan konservasi di Provinsi Bengkulu Indonesia yang luas arealnya 7.732.80 ha. Penetapan kawasan hutan ini tujuan utamanya adalah pelestarian keanekaragaman hayati melalui pengembangan kegiatan wisata alam dan rekreasi. Objek dan daya tarik wisata TWA Seblat adalah keanekaragaman flora fauna di ekosistem hutan tropis dan pusat pelatihan gajah (PLG) Bengkulu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik wisatawan yang berkunjung ke TWA Seblat dan menentukan kelayakan ekologis TWA Seblat sebagai objek dan daya tarik wisata. Penelitian ini menggunakan metode pengamatan lapangan (field observation) dan wawancara mendalam (dept interview) dengan para wisatawan yang terpilih menjadi responden sebanyak 71 orang. Kelayakan ekologis TWA Seblat sebagai Objek daya tarik wisata dianalisis menggunakan Analisis Daerah Operasi dan Objek Daya Tarik Wisata Alam (ADO-ODTWA). Hasil penelitian menujukan bahwa pengunjung yang berasal dari luar Provinsi Bengkulu hanya 12,7% dengan tingkat pendidikan sebagian besar (69,0%) SLTA. Frekuensi kunjungannya ke lokasi TWA Seblat, sebanyak 52,1% baru pertama kali, 31,0% pernah 2-4 kali kunjungan dan 16,9% telah lebih dari 4 kali melakukan kunjungan. Secara ekologis, TWA Seblat layak dikembangkan sebagai objek daya tarik wisata dengan nilai rata-rata 75,2%. Ini berarti kawasannya layak dikembangkan sebagai objek daya tarik wisata. Beberapa kriteria yang bernilai rendah untuk pengembangan sebagai Objek daerah wisata adalah kondisi ketersediaan akomodasi, kondisi iklim, aksesibilitas, dan daya tarik wisata.
Penerapan Jaringan Distribusi Sistem District Meter Area (DMA) SPAM Semarang Barat dalam Optimalisasi Penurunan Kehilangan Air Ditinjau dari Aspek Teknis dan Finansial (Studi Kasus : Area Pelayanan Reservoir Manyaran 1) Bagus Tri Buko; Anik Sarminingsih; Budi Prasetyo Samadikun
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 20, No 4 (2022): October 2022
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.20.4.872-879

Abstract

Drinking water is one of basic human needs that is very important to  improve the quality of human life and economic growth of a region. PDAM Tirta Moedal, Semarang City developed “SPAM Semarang Barat”  1,000 liters/sec to serve water demand in West Semarang, Ngaliyan and Tugu sub-districts. Water losses in PDAM Kota Semarang is still at 40.10%, indicating that water distribution is not optimal. DMA is a strategy in managing water loss, especially real water loss, by dividing an open water supply network into isolated zones with smaller water meter. In this study, a technical and financial study was conducted regarding the implementation of DMA in the SPAM Semarang Barat distribution specifically for the Manyaran 1 Reservoir service area . The real water loss is caused by visible or invisible leakage of distribution pipes (background leakage). The billed authorized consumption is estimated at 4,189,607 m3/year, the unbilled authorized consumption is 7,361 m3/year. Apparent water loss is estimated at 147,455 m3/year or about 2%, while real water loss is around 2,172,896 m3/year or about 34%. The Infrastructure Leakage Index or ILI for the Manyaran 1 Reservoir distribution is 49. It means that PDAM is wasting some resource, which caused losses.  Epanet 2.0 shows that peak hours pressure is between 30 – 70 m, there is no pressure below 10 m. Velocity at peak hours is in the range of 0.1 – 1.0 m/s. The investment requirement for DMA development in the Manyaran 1 service area Rp. 18,786,292,828, - for development of services as much as 5,843 SR. District Meter Area in distribution system is estimated to reduce the leakage rate by up to 20%, so that the potential revenue will increase by Rp. 26,083,764,633,-. It means that DMA is one of ways to solve water leakage problem.
Evaluasi Jejak Karbon Produk Tahu di Kelurahan Abian Tubuh Kota Mataram Menggunakan Pendekatan Penilaian Daur Hidup (Life Cycle Assessment) Wiwit Bayu Adi; Joni Safaat Adiansyah; Agum Muladi
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 2 (2024): March 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.2.439-446

Abstract

Kelurahan Abian Tubuh merupakan salah satu sentra usaha mikro kecil menengah (UMKM) pembuatan tahu yang ada di Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Mataram tahun 2011-2031. Dari potensi yang ada terlihat bahwa sebagian besar proses produksi tahu yang ada di Kelurahan Abian Tubuh masih belum dapat digolongkan sebagai produksi tahu ramah lingkungan. Salah satunya dari aspek penggunaan energi yang berlebihan pada setiap kegiatan produksi yang dapat meningkatkan jejak karbon sebagai pemicu pemanasan global. Oleh karena itu maka tujuan dari studi ini adalah melakukan evaluasi terhadap jejak karbon yang dihasilkan dari kegiatan UMKM Tahu di Kelurahan Abian Tubuh Kota Mataram. Adapun pendekatan yang digunakan adalah metode kajian daur hidup (Life Cycle Assessment) dimana analisa dampak lingkungan (jejak karbon) menggunakan software OpenLCA dan unit fungsi yang digunakan adalah 45.000 potong tahu selama sebulan. Studi kasus diambil dari sebuah UMK Tahu dimana analisa dampak menunjukkan bahwa kegiatan yang paling berkontribusi terhadap jejak karbon produksi Tahu yaitu sesuai urutan berikut: proses perebusan kedelai sebesar 1.960,55 Kg CO2eq, proses penggilingan 1.708,29 Kg CO2eq, proses pencucian/perendaman sebesar 1.498,29 Kg CO2eq dan proses penggunaan transportasi sebesar 64,07 Kg CO2eq. Alternatif untuk perbaikan berkelanjutan pada proses pembuatan tahu dapat dilakukan dengan cara mengganti dan melakukan perawatan berkala pada setiap unit mesin produksi. Lebih lanjut, penggunaan sumber energi alternatif yang lebih ramah terhadap lingkungan seperti penggunaan gas LPG dan biogas sebagai pengganti kayu bakar juga sebaiknya dipertimbangkan.
Keanekaragaman Vegetasi pada Beberapa Umur Revegetasi di Lahan Reklamasi Pascatambang Batubara PT Indominco Mandiri, Kalimantan Timur Rudy Harsono; Rachmad Budiwijaya Suba; Wawan Kustiawan; Marlon Ivanhoe Aipassa; Sukartiningsih Sukartiningsih; Yaya Rayadin
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 3 (2024): May 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.3.589-599

Abstract

Umur reklamasi, keanekaragaman vegetasi dan kimia tanah (total N) merupakan faktor kunci yang dapat digunakan untuk menilai keberhasilan reklamasi sehubungan dengan pemulihan keanekaragaman hayati. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman vegetasi yang tumbuh pada lahan reklamasi dengan beberapa umur tanam dan mencari pengaruh serta korelasi antara umur tanam dengan keanekaragaman dan kehadiran jenis vegetasi pada berbagai umur tanam pada lahan reklamasi PT Indominco Mandiri yang berada di wilayah Kutai Timur, Kalimantan Timur. Penelitian dilakukan pada lahan reklamasi dengan tahun penanaman tahun penanaman 2020, 2015. 2010, 2005 dan 2000 yang selanjutnya diberi kode IMM2, IMM7, IMM12, IMM 17 dan IMM 22. Metode yang digunakan adalah dengan plot dan survey. Data dianalisis untuk mengetahui kerapatan dan basal area per hektar, indeks nilai penting, indeks keanekaragaman, indek kemerataan, indeks kekayaan jenis, indeks dominansi dan indeks similaritas. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan 38 spesies dari 18 famili baik yang ditanam maupun tumbuh alami. Dengan demikian, disimpulkan bahwa semakin tua umur tanam, semakin tinggi basal area dan kerapatan jenis per hektar, dengan semakin bertambahnya umur tanaman rehabilitasi maka semakin bertambah pula jenis keragaman pohon yang hadir atau yang tumbuh secara alami.
Studi Karakteristik Fisika Tanah Zona Perakaran dan Produksi Tanaman Kopi (Coffea sp.) di Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang Dinna Hadi Sholikah; Syifa Salsabila Bratawijaya; Aldo Jetco Husada; Raihan Naufal; Kurniawan Sigit Wicaksono; Soemarno Soemarno
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 3 (2024): May 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.3.731-742

Abstract

Karakteristik fisika tanah yang sesuai untuk perakaran tanaman kopi akan mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman kopi. Penurunan produksi tanaman kopi pada tahun 2020 di Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang mendasari dilakukannya analisis kesesuaian lahan pada zona perakaran, analisis hubungan antara sifat fisik tanah berupa kedalaman efektif, berat isi tanah, berat jenis tanah, porositas tanah, dan tekstur. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan antara sifat-sifat fisika tanah seperti kedalaman efektif, berat isi tanah, berat jenis tanah, porositas dan tekstur tanah, dengan produksi tanaman kopi di wilayah Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. Penelitian dilakukan menggunakan batas lahan berupa Satuan Peta Lahan dengan penentuan titik berupa stratified random sampling. Parameter penelitian berupa kedalaman efektif, tekstur tanah, berat isi (0-30 cm dan 30-60 cm), berat jenis (0-30 cm dan 30-60 cm), porositas (0-30 cm dan 30-60 cm), berat basah buah kopi (kg/100 m2). Metode kesesuaian lahan menggunakan matching antara data dari lapangan dengan syarat tumbuh di zona perakaran tanaman kopi. Hasil penelitian didapatkan bahwa sifat fisik tanah yang memiliki korelasi yang signifikan dengan produksi tanaman yaitu berat isi tanah sebesar 18,58% dan 22%, berat jenis kedalaman 0-30 cm sebesar 32,29%, porositas kedalaman 30-60 cm sebesar 34,27% dan persentase fraksi pasir sebesar 41,08%. Uji regresi berganda menunjukkan bahwa sifat fisik tanah yang paling mempengaruhi produksi Tanaman Kopi di Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang yaitu berat jenis kedalaman 0-30 cm karena dapat menurunkan 2,14 kg/100m2 produksi Tanaman Kopi di Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang.
Aktivitas Pemacu Pertumbuhan Tanaman dari Bakteri Endofit Bawang Merah (Allium cepa L.) Tiwit Widowati; Rumella Simarmata; Liseu Nurjanah; Nuriyanah Nuriyanah; Sylvia J.R. Lekatompessy
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 4 (2024): July 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.4.887-893

Abstract

Bakteri endofit adalah bakteri menguntungkan yang hidup di dalam tanaman dan dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman inang dan ketahanan terhadap cekaman. Rendahnya produktivitas tanaman bawang merah disebabkan penggunaan pupuk kimia dalam jangka waktu lama dan dosis berlebihan akan menurunkan kualitas tanah. Penggunan pupuk hayati berbasis mikroba diharapkan dapat meningkatkan produktivitas tanaman bawang dan memperbaiki kulitas tanah. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh dan menentukan aktivitas bakteri endofit dari tanaman bawang merah sebagai pemacu pertumbuhan tanaman. Sampel tanaman bawang merah berumur 26 HST dan 45 HST diambil dari daerah Brebes, Jawa Tengah. Sebanyak 75 isolat diperoleh dari akar, bunga, daun dan umbi.  Hasil karakterisasi diperoleh 2 isolat mempunyai tiga aktivitas penghasil hormon IAA, pelarut fosfat dan pemfiksasi nitrogen. Berdasarkan analisis molekuler, kedua isolat teridentifikasi sebagai Burkholderia sp. (BMD 2.4) dan Pseudomonas aeruginosa (BTBn 2.6).

Filter by Year

2011 2025