cover
Contact Name
FAHRUDDIN KURDI
Contact Email
fahruddinkurdi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
journal.lppmstikespemkabjombang@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan
Published by STIKES Pemkab Jombang
ISSN : 25809156     EISSN : 26218305     DOI : -
Jurnal Pengabdian Masyarakat is a publication of community service activities in the health sector. The public service journal is published every six months twice a year. Public service journal published by STIKES Pemkab Jombang. The publication of this journal aims to understand and evaluate community service activities as the implementation of research results, application of appropriate technology, dissemination of innovation, and development of community empowerment model. The written articles have not been published in public service journals either nationally or internationally.
Arjuna Subject : -
Articles 268 Documents
PELATIHAN KADER KESEHATAN DETEKSI DINI STUNTING PADA BALITA DI DESA BETTENG: Health Cadre Training About Early Detection Of Stunting Toddler In Betteng Village Eva Yuliani; Immawanti Immawanti; Junaedi Yunding; Irfan Irfan; Masyita Haerianti; Nurpadila Nurpadila
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2018): JPM | September 2018
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.544 KB) | DOI: 10.33023/jpm.v4i2.158

Abstract

Stunting merupakan pertumbuhan fisik tinggi badan yang tidak normal sesuai dengan umur. Stunting atau Bahasa lainnya adalah Gizi buruk kronik merupakan kondisi gizi buruk yang dialami semasa balita yang memiliki dampak yang buruk bagi tumbuh kembang anak. Deteksi dini stunting pada balita merupakan salah satu upaya meningkatkan kualitas anak dan bagian dari tugas para kader kesehatan. Oleh karena itu sangat diharapkan pemahaman dan keterampilan kader dalam melakukan deteksi dini stunting. Dalam hasil pendataan awal, didapatkan jumlah stunting cukup banyak di Desa Betteng yaitu >40%. Berdasarkan data tersebut Desa Betteng masuk dalam kategori kejadian stunting serius. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman dan keterampilan kader kesehatan dalam melaksanakan deteksi dini stunting. Pelaksanaan kegiatan ini dengan cara memberikan pelatihan tentang stunting, dan cara mendeteksinya. Kesimpulan : peningkatan pemahaman kader kesehatan tentang deteksi dini stunting dapat dilakukan dengan penyuluhan dan pelatihan. Keywords: Stunting, kader kesehatan, Deteksi dini
CHILD LIFE PROGRAM MELALUI KOLASE SEBAGAI UPAYA DALAM MENINGKATKAN PERKEMBANGAN MOTORIK ANAK USIA PRA SEKOLAH: Child Life Program Through Child Life Collage Program Through Collage as an Effort to Improve Motor Development for Pre-School Ages Mamik Ratnawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2018): JPM | September 2018
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.855 KB) | DOI: 10.33023/jpm.v4i2.160

Abstract

Usia emas dalam perkembangan motorik adalah masa anak-anak yaitu usia 5 tahun pertama. Perkembangan motorik merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam perkembangan anak secara keseluruhan. Perkembangan motorik meliputi motorik kasar dan halus. Adapun beberapa faktor yang melatar belakangi keterlambatan perkembangan kemampuan motorik halus misalnya kurangnya kesempatan untuk mempelajari keterampilan motorik, pola asuh orangtua yang cenderung overprotect dan kurang konsisten dalam memberikan rangsangan belajar. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi dan stimulasi kepada anak usia pra sekolah melalui kegiatan kolase sebagai upaya dalam meningkatkan perkembangan motorik halus. Kegiatan pengabdian masyarakat dengan pendidikan kesehatan “Child life program melalui kolase sebagai upaya dalam meningkatkan perkembangan motorik anak usia pra sekolah” berjalan dengan baik, pada siswa merasa senang dengan kegiatan tersebut dan berusaha untuk menyelesaikan secepat mungkin. Sebagian besar dari peserta bisa menempel dengan baik walaupun ada yang tidak merata. Bagi para ibu agar selalu memberikan stimulasi perkembangan sesuai dengan tahap usia. Bagi tenaga kesehatan agar memberikan edukasi bagi ibu-ibu perihal perkembangan anak dan sering melakukan deteksi dini perkembangan untuk menilai kemajuan perkembangan pada anak.
PELATIHAN TERAPI BERMAIN BAGI RELAWAN KANKER UNTUK MENINGKATKAN DUKUNGAN SOSIAL BAGI ANAK KANKER: The Therapy Plays Training For Cancer Volunteers To Improve Social Support For Children With Cancer Feriana Ira Handian; Lilla Maria; Dian Samtyaningsih
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2018): JPM | September 2018
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.362 KB) | DOI: 10.33023/jpm.v4i2.177

Abstract

ABSTRAK Terapi bermain merupakan salah satu sarana untuk menurunkan stress hospitalisasi pada anak kanker. Relawan komunitas Sahabat Anak Kanker (SAK) adalah salah satu pihak yang selama ini telah memiliki program bermain bagi anak kanker, akan tetapi dalam perjalanannya masih memiliki kendala karena kurangnya SDM yang memahami secara menyeluruh tentang terapi bermain pada anak sakit. Program ini dilaksanakan dengan memberikan pelatihan terapi bermain bagi relawan anak kanker untuk meningkatkan kualitas pendampingan terhadap anak kanker oleh SAK. Pelatihan dilakukan bagi 21 relawan dengan sesi pemberian materi, demonstrasi dan observasi langsung saat pendampingan dengan anak kanker dalam program bermain di Rumah Sakit. Dari hasil didapatkan bahwa pada setelah pelatihan, kemampuan relawan meningkat dalam aspek persiapan terapi bermain, proses pendampingan dan mencatat atau mengevaluasi respon anak. Kendala terbesar adalah pada pemantauan respon anak karena masih banyaknya relawan yang bukan berasal dari tenaga kesehatan dan kesulitan dalam memahami data rekam medik yang dimiliki oleh pasien terkait hasil laboratorium. Untuk waktu mendatang perlu dipertimbangkan untuk peningkatan kemampuan relawan dalam berkomunikasi dengan tenaga kesehatan saat melaksanakan terapi bermain. Kata kunci : Terapi bermain, Pelatihan, Relawan, Kanker
UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI REFUNGSI JAMBAN KOLAM LELE MENJADI JAMBAN SEHAT DALAM RANGKA MENUJU DESA ODF (OPEN DEFECATION FREE): Community Empowering Through The Refunction of Jamban Kolam Lele Into Healthy Fungus In Order To Become The ODF Village (Open Defecation Free) Nurul Hidayah; Marwan Marwan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2018): JPM | September 2018
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.234 KB) | DOI: 10.33023/jpm.v4i2.178

Abstract

Salah satu fasilitas sanitasi dasar yang wajib dimiliki warga adalah jamban keluarga, sebagai tempat membuang kotoran manusia. Akan tetapi masih banyak warga yang belum memiliki jamban dan mempunyai kebiasaan BAB disembarang tempat salah satunya di kolam lele. Perilaku warga ini berisiko menularkan penyakit berbasis lingkungan, seperti: diare, cholera, cacing, thypoid, parathypoid, hepatitis, malnutrisi, pencemaran air dan mengurangi estetika. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah melakukan refungsi jamban kolam lele menjadi jamban sehat sederhana dalam rangka menuju desa ODF. Populasi target pada pengabdian masyarakat ini adalah warga Dusun Gebang Sewu yang masih BAB di kolam lele sebanyak 42 KK. Metode yang digunakan adalah pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan, penyuluhan, pemberian teknik stimulan jamban, penentuan kebijakan sosial tentang ODF melalui PERDES, pembentukan kader STBM, dan pelatihan proses pembibitan lele. Setelah dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat berupa penyuluhan STOP BABs pengetahuan masyarakat tentang risiko BABs dan mnfaat jamban sehat meningkat, yang dibuktikan dengan adanya 23 KK yang menghadiri penyuluhan bersedia merefungsi jamban kolam lelenya menjadi jamban sehat sederhana dengan konsep stimulan dan 19 KK lainnya belum bersedia. Sudah ditetapkan PERDES tentang ODF oleh kepala Desa setempat dan terbentuk kader cilik STBM. ODF merupakan masalah sanitasi lingkungan yang masih perlu mendapatkan perhatian dari semua pihak termasuk dari praktisi akademis dan pelayanan masyarakat, serta indikator keberhasilannya dapat dicapai melalui upaya pemberdayaan masyarakat Kata Kunci: BAB disembarang tempat, ODF, Jamban di kolam lele
EMPOWERMENT OF WARIA GUBUG SEBAYA GROUP THROUGH MAKING SKILL TRAINING TAS TALI KUR: Empowerment Of Waria Gubug Sebaya Group Through Making Skill Training Tas Tali Kur Heni Maryati; Mumpuni Dwiningtyas
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2018): JPM | September 2018
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.167 KB) | DOI: 10.33023/jpm.v4i2.179

Abstract

Waria (gabungan dari wanita - pria) adalah laki –laki yang lebih suka berperan sebagai perempuan dalam kehidupannya sehari – hari. Waria merupakan salah satu penyandang masalah kesejahteraan social di Indonesia, baik ditinjau dari segi psikologis, sosial, norma, maupun secara fisik (AD.Prayudi, 2014). Di Kabupaten Jombang Provinsi Jawa Timur terdapat ± 100 waria yang rata – rata untuk memenuhi kebutuhan ekonominya mereka bekerja di salon, mengamen dan sebagian besar sebagai waria pekerja seksual (WPS) di sekitar Terminal Jombang. Hal ini akan menjadikan masalah ekonomi, sosial dan kesehatan apabila tidak ada penanganan yang baik untuk merubah hidupnya. Memberdayakan waria melalui pelatihan ketrampilan membuat tas tali kur Mengadakan pelatihan ketrampilan tas tali kur selama 12 hari yaitu tanggal 17 – 31 Juli 2018 kepada 5 orang waria perkumpulan gubug sebaya Jombang bekerja sama dengan pelatih home industri Desa Bongkot sekaligus merupakan tempat pelaksanaan kegiatan. Hasil kegiatan ini meningkatkan ketrampilan waria yang bisa membuat mereka mandiri menghasilkan uang dengan membuat tas tali kur sehingga meningkatkan perekonomian, guna bekal hidup serta mencegah penyakit menular seksual dengan berhenti menjadi waria pekerja seksual yang akan membawa dampak perbaikan tata nilai di masyarakat secara sosial meningkatkan harkat dan martabat , ketentraman dan kesehatan. Kata kunci : pemberdayaan, waria, ketrampilan tas tali kur
UPAYA PENINGKATAN GIZI BALITA DENGAN PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) BERKUALITAS DI DESA PANGKUR, KEC.PANGKUR, KABUPATEN NGAWI: Toddler Nutrition Improvement Efforts With Additional Quality Food (PMT) In Pangkur Village, Kec. Pangkur, Ngawi District Erwin Kurniasih; Edy Prawoto; Pariyem Pariyem
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2018): JPM | September 2018
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.026 KB) | DOI: 10.33023/jpm.v4i2.180

Abstract

Gizi buruk atau kurang di Indonesia masih menjadi permasalahan yang perlu mendapat perhatian dari berbagai pihak baik pemerintah, tenaga kesehatan, maupun masyarakat. Salah satu upaya untuk mengatasi gizi kurang atau buruk pada balita adalah dengan pemberian makanan tambahan (PMT) yang berkualitas. Sebagai tenaga kesehatan, tim pengabdi peduli untuk membantu menangani masalah gizi balita yang terjadi di masyarakat dengan melaksanakan kegiatan pemberian PMT berkualitas pada balita. Bentuk kegiatan yang dilakukan adalah penilaian status gizi balita dengan pendataan usia balita, menimbang dan mengukur tinggi badan. Selain itu juga dilakukan penyuluhan tentang PMT balita yang diakhiri dengan pembagian PMT bagi balita. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 9 April 2018 di Posyandu balita desa Pangkur, kec.Pangkur kota Ngawi. Jumlah balita yang hadir 42 anak. Dari hasil kegiatan, didapatkan data untuk status gizi balita baik sebanyak 34 anak (81%), gizi kurang 8 anak (19%), dan tidak ada gizi buruk. Kata Kunci : Balita, Gizi, PMT
UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI DETEKSI DINI DAN PENGENDALIAN PENYAKIT DEGENERATIF PADA LANSIA DI DSN.KARANG PUCANG, DS.NGANCAR, KEC.PITU WILAYAH KERJA PUSKESMAS PITU KABUPATEN NGAWI: Community Empowerment Efforts Through Early Detection And Degenerative Disease Control In Elderly In Dsn. Karang Pucang, ds.Ngancar, Kec.Pitu Pitu Health Centre Working Area Ngawi District Raudhotun Nisak; Siti Maimunah; Tri Admadi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2018): JPM | September 2018
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.248 KB) | DOI: 10.33023/jpm.v4i2.181

Abstract

Penyakit degeneratif merupakan penyakit kronik menahun yang banyak mempengaruhi kualitas hidup serta produktivitas seseorang. Peningkatan beberapa kejadian penyakit ini cenderung meningkat seiring bertambahnya usia sehingga lebih banyak dialami oleh lansia. Upaya pencegahan dan penanganan kejadian tersebut dapat dilakukan dengan tindakan deteksi dini dan sebagai dasar dalam pengendalian kejadian penyakit ini. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui persentase kejadian hipertensi, gula darah, asam urat dan kolesterol pada lansia. Pengabdian ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran lansia untuk melakukan pemeriksaan secara dini dan berkala, khususnya melalui posyandu lansia. Pengabdian masyarakat ini terdiri dari 3 kegiatan utama, yaitu jalan sehat, pemeriksaan gula darah, asam urat, dan kolesterol dan pendidikan kesehatan bagi lansia tentang penyakit degeneratif. Hasil: Mayoritas lansia yang terlibat dalam pengabdian masyarakat ini adalah perempuan (72%). Rerata usia lansia middle age (59,74 ± 6,5), lansia dengan normotensi sebanyak 57,4%, lansia dengan kadar glukosa normal sebanyak 96,3%, Kadar asam urat di atas normal sebanyak 90,7%, dan kadar kolesterol diatas normal sebanyak 61,1%. Deteksi dini merupakan upaya dasar yang penting dilakukan dalam rangka pengendalian penyakit degeneratif pada lansia. Upaya pengendalian ini dapat dimulai dengan pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan lansia tentang kejadian penyakit degeneratif. Kata Kunci: lansia, penyakit degeneratif
UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI DETEKSI DINI DAN PENGENDALIAN KESEHATAN REPRODUKSI DI DSN. TAWUN I, DS. TAWUN, KEC. KASREMAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS KASREMAN KABUPATEN NGAWI: Community Development Foreign Through The Detection Using Detection And Control of Reproduction Healthy In Tawun 1, Ds. Tawun, Puskesmas Kasreman Ngawi Regency Hamidatus Daris Sa’adah; Rini Komalawati; Agnes Mariasih
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2018): JPM | September 2018
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.656 KB) | DOI: 10.33023/jpm.v4i2.189

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Premenopause adalah Fase terjadi pada usia 40 tahun dan dimulainya fase klimakterium. Fase ini timbul ditandai dengan siklus menstruasi menjadi tidak teratur, perdarahan menstruasi memanjang, jumlah darah menstruasi menjadi lebih banyak, dan adanya rasa nyeri saat menstruasi. Dampak secara fisik biologis yang dialami wanita pada sindrom premenopause adalah perasaan panas (hot flush), sakit kepala, cepat lelah, rematik, sakit pinggang, sesak napas, susah tidur, dan osteoporosis. Sedangkan untuk gejala psikologis adalah ingatan menurun, kecemasan, mudah tersinggung, setres dan depresi. Upaya pencegahan dan penanganan kejadian tersebut dapat dilakukan dengan tindakan deteksi dini reproduksi dan sebagai dasar dalam pengendalian permasalahan Pre Menopause. Tujuan: meningkatkan pengetahuan, kesadaran, kemampuan dan kemauan hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat reproduksinya sendiri serta berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan pre menopause. Metode: Pengabdian masyarakat yaitu pendidikan kesehatan meliputi ceramah atau penyuluhan, Tanya jawab, diskusi dan gambar tentang pengenalan dan tindak lanjut pre menopause di tatanan masyarakat. Hasil: Mayoritas masyarakat yang terlibat dalam pengabdian masyarakat ini adalah perempuan (72%). Rerata usia wanita middle age (59,74 ± 6,5), wanita usia subur dengan normotensi sebanyak 57,4%, Sebagian besar peserta penyuluhan kesehatan mempunyai sikap baik dalam menghadapi menopause, dengan tingkat pengetahuan baik. Kesimpulan: Deteksi dini reproduksi merupakan upaya dasar yang penting dilakukan dalam rangka pengendalian permasalahan reproduksi pada wanita. Upaya pengendalian ini dapat dimulai dengan pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pemberian informasi tentang menopause megenai perubahan fisik yang dialami pada masa menopause dan ibu-ibu premenopause agar lebih siap menghadapi perubahan fisik yang terjadi. Gejala Premenopause adalah hal yang normal dialami oleh perempuan dan dapat melibatkan masyarakat dalam membantu ibu menghadapi gejala premenopause pada saat kegiatan masyarakat melalui tokoh masyarakat setempat. Kata Kunci: Pre Menopause, Kesehatan Reproduksi, Pengabdian Masyarakat
PEMBENTUKAN PROGRAM POS PEMBINAAN TERPADU (POSBINDU) PENYAKIT TIDAK MENULAR (PTM) DENGAN MEMANFAATKAN DANA DESA PEMERINTAH DESA NGROWO KECAMATAN BANGSAL – MOJOKERTO: The Creating Of Integrated Center Program (POSBINDU) Non Infection Disease (PTM) Using Village Funding In Ngrowo Village Kecamatan Bangsal - Mojokerto Yudha Laga Hadi Kusuma; Dwiharini Puspitaningsih; Agustin Dwisyalfina; Elok Widayanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2018): JPM | September 2018
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.027 KB) | DOI: 10.33023/jpm.v4i2.190

Abstract

Penyakit tidak menular masih menjadi penyebab kematian terbesar masyarakat pada negara berkembang dan menengah. Faktor risiko penyakit tidak menular ini dapat diminimalkan melalui upaya kesehatan berbasis masyarakat (UKBM) dengan mengaktifkan program pos pembinaan terpadu penyakit tidak menular (Posbindu-PTM). Saat ini dengan lahirnya Undang – Undang Desa yang didalamnya telah mengatur penggunaan Dana Desa, maka penyelenggaraan Posbindu-PTM di Desa dapat di biayai dengan memanfaatkan penggunaan Dana Desa. Pengabdian masyarakat yang di lakukan Tim Pengabdian Masyarakat STIKes Majapahit bersama Tim dari Puskesmas Bangsal di Desa Ngrowo Kecamatan Bangsal Kabupaten Mojokerto ini bertujuan untuk membentuk program Posbindu-PTM dengan memanfaatkan Dana Desa yang dimiliki oleh pemerintah Desa Ngrowo. Pengapdian masyarakat ini diharapkan pada akhirnya masyarakat akan aktif dalam mengikuti program Posbindu-PTM sehingga faktor risiko penyakit tidak menular masyarakat dapat terkontrol. Kegiatan pengabdian masyarakat ini meliputi pendidikan kesehatan pada masyarakat tentang penyakit tidak menular, upaya advokasi pada pemerintah Desa Ngrowo tentang program Posbindu-PTM, pembentukan dan pelatihan Kader serta aplikasi pelaksanaan Posbindu-PTM langsung pada masyarakat. Hasil yang didapatkan, pemerintah Desa Ngrowo mengalokasikan biaya penyenggaraan Posbindu-PTM melalui Dana Desa 2018, sebagian besar 50 orang (90%) masyarakat memiliki antusias yang tinggi untuk mengikuti Posbindu-PTM. Masyarakat yang sukarela menjadi Kader Posbindu-PTM ada 21 orang dan pelaksanaan Posbindu-PTM dilaksanakan di 3 Dusun yang ada di Desa Ngrowo setiap satu bulan sekali pada masing – masing dusun. Program Posbindu-PTM merupakan salah satu upaya untuk meminimalkan faktor risiko penyakit tidak menular pada masyarakat. Pembiayaan penyelenggaraan Posbindu-PTM dapat di alokasikan melalui pemanfaatan Dana Desa yang di miliki Desa sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat. Kata Kunci : Posbindu – PTM, Dana Desa
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETRAMPILAN TENTANG PENDIDIKAN SEKSUAL SEJAK DINI PADA ANAK MELALUI PROGRAM UNDERWEAR RULES: Increasing Knowledge And Skills On Sexual Education Of early Childhood Programs Through Underwear Rules Indriana Noor Istiqomah; Laili Nur Azizah; Dwi Ochta Pebriyanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2018): JPM | September 2018
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.596 KB) | DOI: 10.33023/jpm.v4i2.195

Abstract

Fenomena kekerasan seksual terhadap anak semakin sering terjadi hampir di berbagai negara, dan terus meningkat dari waktu ke waktu, tidak hanya dari segi kuantitas bahkan juga kualitas. Tidak sedikit pula pelakunya adalah orang yang memiliki dominasi atas korban dan yang lebih tragis lagi pelakunya berasal dari lingkungan keluarga atau lingkungan sekitar anak berada, antara lain di dalam rumahnya sendiri, sekolah, lembaga pendidikan, dan lingkungan sosial anak. Kemampuan pelaku menguasai korban, baik dengan tipu daya maupun ancaman dan kekerasan, menyebabkan kejahatan ini sulit dihindari. Tindakan kekerasan seksual pada anak membawa dampak emosional dan fisik kepada korbannya. Untuk itu kita diharapkan mampu melakukan pencegahan agar tidak ada lagi kekerasan seksual pada anak, dengan cara memberikan pendidikan pengetahuan dan ketrampilan tentang pendidikan seksual sejak dini pada anak. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan tentang pendidikan seksual sejak dini pada anak melalui Program Underwear Rules di lingkungan TPQ Al Ihsan RW 27 Kelurahan Tompokersan, Kabupaten Lumajang. Sedangkan manfaat kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan anak serta membantu orang tua menjelaskan pendidikan seks kepada anak di mana orang lain tidak bisa mencoba untuk menyentuh mereka, bagaimana bereaksi dan bagaimana untuk mencari bantuan. Metode kegiatan dilakukan dengan tahapan sebagai berikut: 1) Penyampaian materi kepada anak TPQ tentang underwear rules dan senam underwear rules, serta simulasi praktek senam underwear rules menggunakan media video; 2) Praktik; 3) Evaluasi hasil pelaksanaan. Hasil dari kegiatan ini adalah pengetahuan anak TPQ tentang underwear rules sebelum pemberian materi dan praktik kurang tetapi setelah diberi materi dan praktik menjadi cukup. Tindak lanjut yang perlu dilakukan adalah adanya kegiatan sejenis secara berkala pada masyarakat sekitar, dengan cakupan yang lebih luas (misalnya dengan sasaran pada pengajian ibu PKK, dan sejenisnya). Pada kegiatan pengabdian selanjutnya disarankan lebih banyak mempraktikkan isi materi sehingga materi yang disampaikan dapat selalu diingat. Kata kunci: pendidikan seksual, anak, underwear rules

Page 2 of 27 | Total Record : 268