cover
Contact Name
Andes Fuady
Contact Email
andes@um-tapsel.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.nusantara@um-tapsel.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
ISSN : 2541657X     EISSN : 25500813     DOI : -
Core Subject : Economy, Education,
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial adalah suatu jurnal multidisiplin yang mencakup berbagai pokok persoalan dalam kajian ilmu-ilmu sosial dan humaniora. Secara khusus jurnal menaruh perhatian, namun tidak hanya terbatas, pada pokok-pokok persoalan tentang perkembangan ilmu pengetahuan sosial dan humaniora termasuk politik, hukum dan ekonomi; pembangungan ekonomi dan perubahan sosial termasuk di dalamnya antara lain pokok-pokok persoalan tentang gender, pemberdayaan masyarakat, kelembagaan sosial dan pemerintahan dan sistem pengetahuan lokal
Arjuna Subject : -
Articles 3,897 Documents
PRAKTIK MODAL PELAKU USAHA HOME INDUSTRY EMPING MELINJO DESA MENES KECAMATAN MENES KABUPATEN PANDEGLANG Komarudin, Komarudin; Setiawan, Rizki; Haryono, Haryono
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 12 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i12.2025.4529-4537

Abstract

Pelaku usaha home industri emping melinjo di Desa Menes menghadapi berbagai tantangan dalam mempertahankan eksistensi usahanya. Oleh karena itu, mereka perlu memanfaatkan berbagai bentuk modal yang dimiliki. Penelitian ini menerapkan pendekatan deskriptif kualitatif dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tujuan penelitian adalah mengetahui bentuk-bentuk modal yang dimanfaatkan pelaku usaha industri rumah tangga emping melinjo di Desa Menes dalam keberlangsungan usahanya hingga saat ini. Analisis data menggunakan model MiIes dan Huberman yang mencakup tahap reduksi data, penyaajian data, serta penarikan kesimpulan. Informan penelitian terdiri dari enam orang, terdiri atas empat pelaku usaha serta dua anggota keluarga atau karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat bentuk modal yang dimanfaatkan, yaitu (1) modal ekonomi berupa tabungan pribadi, penghasilan tambahan, aset pohon melinjo, dan peralatan produksi; (2) modal sosial yang tampak dalam hubungan dengan keluarga, sesama pelaku usaha, dan masyarakat; (3) modal budaya berupa pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan dalam membuat emping melinjo; serta (4) modal simbolik berupa pengakuan dan kepercayaan terhadap produk. Keempat modal tersebut berperan penting dalam mendukung keberlangsungan usaha emping melinjo di Desa Menes. 
KEDUDUKAN HUKUM PERATURAN MENTERI KETENAGAKERJAAN NOMOR 2 TAHUN 2018 DALAM SISTEM HIERARKI PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DI INDONESIA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Usman, Anang
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 12 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i12.2025.4803-4808

Abstract

Sistem Hukum Eropa Kontinental merupakan sistem hukum yang menjadikan peraturan perundang-undangan tertulis sebagai satu-satunya sumber hukum yang paling utama, hal itu dapat kita pahami dikarenakan dalam sistem hukum Eropa Kontinental tujuan utama dari adanya penegakkan hukum adalah dengan tercapainya suatu kepastian hukum. Selain itu pula sistem hukum Eropa Kontinental memiliki ciri dan karakter diantaranya yaitu adanya  hierarki atau tingkatan diantara peraturan perundang-undangan dari yang paling tinggi sampai yang paling rendah. Negara republik Indonesia sendiri, memiliki hierarki peraturan perundang-undangan sebagaimana yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang pembentukan peraturan perundang-undangan dimana Undang-Undang Dasar 1945 memiliki kedudukan tertinggi sedangkan peraturan daerah menduduki urutan terendah diantara hierarki peraturan perundnag-undangan, yang menjadi permasalahan adalah bahwa diantara hierarki peraturan perundang-undangan tersebut tidak terdapat peraturan Menteri, oleh karena itu tentu menjadi sebuah pertanyaan bagaimana kedudukan peraturan Menteri serta bagaimana kekuatan hukumnya dalam mengatur persoalan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.             Metode yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis yaitu metode yang memberikan gambaran atau melukiskan tentangg realita yang terjadi di tengah-tengah masyarakat kemudian dihubungkan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,serta menggunakan metode yuridis normatif sebagai metode pendekatan yang menjadikan peraturan perundang-undangan serta bahan kepustakaan sebagai sumber data. Hasil penelitian yang telah penulis lakukan adalah bahwa peraturan Menetri ketenagakerjaan Nomor 2 Tahun 2018 yang mengatur tentang perlindungan hukum bagi para pekerja rumah tangga harus ditingkatkan menjadi Undang-Undang dikarenakan dapat lebih memberikan kepastian hukum serta memiliki kekuatan hukum yang jelas dikarenakan Undang-Undang merupakan salah satu peraturan yang tercantum dalam hierarki peraturan perundang-undangan.
PERSEPSI ANGGOTA GYM TERHADAP PROGRAM LATIHAN DAN LINGKUNGAN SOSIAL DI ZAHRI GYM KOTA PEKANBARU Dzawil, Muhammad; Widodo, Teguh
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 13, No 1 (2026): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v13i1.2026.195-199

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan persepsi anggota Zahri Gym terhadap program latihan dan lingkungan sosial, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi tersebut. Fenomena gym sebagai gaya hidup sehat telah menjadi tren di kalangan masyarakat perkotaan, namun masih terdapat persepsi yang beragam terkait efektivitas program dan dinamika sosial di dalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan metode survei dan analisis deskriptif-kuantitatif. Populasi penelitian adalah anggota aktif Zahri Gym yang telah bergabung minimal satu bulan, dengan sampel ditentukan melalui teknik simple random sampling menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi, analisis interval, dan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas anggota memiliki persepsi sangat positif terhadap program latihan dan lingkungan sosial di Zahri Gym. Variasi latihan dinilai sangat beragam dan sesuai dengan kebutuhan kebugaran anggota, program latihan dianggap efektif dalam membantu mencapai tujuan kebugaran, serta lingkungan sosial menciptakan suasana yang nyaman, aman, dan penuh keakraban. Uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara program latihan dengan persepsi anggota, serta antara lingkungan sosial dengan persepsi anggota. Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi meliputi faktor internal seperti pengalaman berlatih sebelumnya, tingkat pemahaman terhadap program, dan motivasi pribadi, serta faktor eksternal seperti variasi program latihan, penerapan norma dan etika di gym, kualitas interaksi antaranggota, dan rutinitas latihan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Zahri Gym berhasil menciptakan program latihan yang variatif dan efektif serta lingkungan sosial yang suportif, sehingga membentuk persepsi positif anggota dan mendorong konsistensi dalam berlatih. Gym tidak hanya berfungsi sebagai ruang latihan fisik, tetapi juga sebagai ruang sosial yang mendukung pertemanan, kenyamanan emosional, dan motivasi berlatih.
MODAL SOSIAL ORANG TUA TUNGGAL DALAM PEMENUHAN PENDIDIKAN FORMAL ANAK Agustin, Windi; Widiansyah, Subhan; Afrizal, Stevany
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 13, No 1 (2026): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v13i1.2026.364-369

Abstract

Penelitian ini didasarkan oleh adanya fenomena meningkatnya fenomena Orang Tua tunggal akibat dari pernikahan muda. Dengan adanya pernikahan muda dan ketidaksiapan ekonomi, orang tua tunggal memikul tanggung jawab dan beban yang sangat besar dan berperan dalam memikul peran ganda dalam keluarga. Di tengah keterbatasan ekonomi para orang tua tunggal dan stigma dari masyarakat Lingkungan Sambidongko yang tidak menganggap penting pendidikan ini, orang tua tunggal dituntut untuk tetap memenuhi kebutuhan pendidikan formal anak sebagai investasi bagi masa depan keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis serta mendeskripsikan modal sosial yang dimiliki oleh orang tua tunggal dalam mendukung pemenuhan pendidikan formal anak di lingkungan Sambidongko Kelurahan Cikerai menggunakan analisis teori modal sosial dari Robert D. Putnam yang menitikberatkan pada tiga unsur utama yakni: Jaringan sosial (Social networks), Norma sosial (Norms)dan kepercayaan (Trust).  Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni kualitatid dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial berfungsi sebagai aset non-material yang menggantikan keterbatasan finansial. Jaringan sosial memberikan dukungan emosional dari keluarga (bonding), informasi dari tetangga (bridging), serta akses bantuan pemerintah melalui RT/RW (linking). Norma sosial berupa gotong royong memperkuat solidaritas masyarakat, sementara kepercayaan (trust) memperlancar komunikasi dengan sekolah dan tokoh masyarakat. Kesimpulannya, modal sosial yang kuat menjadi strategi adaptif yang krusial bagi orang tua tunggal untuk menjamin keberlangsungan pendidikan anak secara stabil dan berkelanjutan.
FENOMENA MAHASISWA PEREMPUAN DALAM MENENTUKAN STANDAR KECANTIKAN MELALUI TIKTOK DARI PERSPEKTIF LAKI-LAKI DI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ANTROPOLOGI UNIVERSITAS NEGERI MEDAN Aulia Riyanti Pasaribu, Tasya; Rosramadhana, Rosramadhana
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 12 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i12.2025.4721-4725

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganilisis cara mahasiswa perempuan dalam menentukan standar kecantikan melalui tiktok dari perspektif mahasiswa laki-laki Pendidikan Antropologi di Universitas Negri Medan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknikpengumpulan data dilakukan dengan observasi partisipasi, wawancara mandalam, dokumentasi, dan catatan lapangan. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa secara umum tiktok bukan hanya sebagai media hibran, akan tetapi juga sebai ruang belajar, sumber inspirasi, sarana eksploitasi tekhususnya bagi mahasiswa perempuan yang aktif menggunakan media sosial tiktok, dengan menonton dan mempraktekkan tutorial makeup, fashion, perawatan kulit, hingga tren gaya hidup yang diaplikasikan melalui konten – konten influencer beauty vlogger yang mereka ikuti di tiktok.
MODAL SOSIAL KELOMPOK PNM MEKAAR DALAM MEKANISME TANGGUNG RENTENG DI KELURAHAN GAJAH SAKTI Dewi Lestari, Sri; Indrawati, Indrawati
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 13, No 1 (2026): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v13i1.2026.141-152

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis unsur-unsur modal sosial dalam kelompok PNM Mekaar dan mengidentifikasi tipe-tipe modal sosial yang terbentuk melalui mekanisme tanggung renteng di Kelurahan Gajah Sakti, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Subjek utama penelitian adalah empat ketua kelompok yang dipilih secara purposive sampling, dilengkapi dengan empat anggota tambahan dari masing-masing kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial terbentuk melalui tiga unsur utama, yaitu norma, kepercayaan, dan jaringan sosial. Norma berfungsi sebagai aturan bersama dalam kedisiplinan pembayaran dan pelaksanaan tanggung renteng, kepercayaan muncul melalui keterbukaan dan tanggung jawab antar anggota, sedangkan jaringan sosial berkembang dari hubungan pertemanan, kekerabatan, dan interaksi rutin kelompok. Tiga tipe modal sosial juga muncul berbeda pada setiap kelompok, yaitu bonding social capital tampak kuat pada kelompok dengan solidaritas tinggi seperti kelompok Jalan Jawa dan Nusa Indah, bridging social capital muncul pada kelompok yang terbuka terhadap anggota baru dari kelompok lain seperti kelompok Cempaka Putih, sedangkan linking social capital terlihat pada kelompok yang memiliki hubungan yang baik dengan pendamping PNM seperti kelompok Jalan Jawa dan Cempaka. Temuan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman teoritis tentang modal sosial dan memberikan implikasi praktis bagi nasabah PNM Mekaar agar mekanisme tanggung renteng dapat berjalan dengan efektif.
PRESERVASI BAHAN KOLEKSI TEXTBOOK UNTUK KENYAMANAN PEMUSTAKA DI PERPUSTAKAAN SEKOLAH Nursamsi, Aris; Nur Sabila, Novika; Nasihin, Anwar; Nalar Sari, Puji; Zaeni Achmad Syam, Rifqi
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 12 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i12.2025.4640-4646

Abstract

Penelitian ini berjudul “Preservasi Bahan Koleksi Textbook untuk Kenyamanan Pemustaka di Perpustakaan Sekolah.” Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas dan hambatan dalam pelaksanaan kegiatan preservasi yang dilakukan oleh SMK Negeri 13 Bandung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, telaah dokumen, dan pengamatan langsung terhadap koleksi buku teks di SMK Negeri 13 Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua informan yang merupakan pejabat struktural sekaligus penanggung jawab perpustakaan. Berdasarkan temuan, kegiatan preservasi di perpustakaan SMK Negeri 13 Bandung belum pernah dilaksanakan secara khusus. Upaya yang dilakukan hanya mencakup pemberian sampul plastik pada sebagian buku paket (bukan buku teks), pengaturan lokasi penyimpanan koleksi, pengendalian suhu ruangan, serta penyesuaian pencahayaan. Adapun hambatan yang menyebabkan kegiatan preservasi belum dapat dilakukan secara optimal meliputi kurangnya pustakawan profesional, keterbatasan alat preservasi, minimnya anggaran, serta tidak tersedianya ruang khusus untuk kegiatan preservasi.
POTENSI PENERAPAN KECERDASAN BUATAN UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI ADMINISTRASI: STUDI PADA RUANG ADMINISTRASI POLITEKNIK NEGERI BANDUNG Akbar Anggara, Imam; Aufa Nurdzaky Farhan, Delta; Chaniago, Harmon
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 13, No 1 (2026): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v13i1.2026.79-85

Abstract

Proses administrasi di perguruan tinggi vokasi masih banyak bertumpu pada cara kerja manual yang memakan waktu dan kurang efisien. Situasi ini terlihat pula pada ruang administrasi di Politeknik Negeri Bandung, di mana sebagian tugas harian sering terhambat oleh pencatatan yang berulang, pengarsipan yang sulit ditelusuri, serta komunikasi internal yang belum terkoordinasi dengan baik. Berangkat dari kondisi tersebut, penelitian ini mencoba melihat sejauh mana kecerdasan buatan (AI) sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk membantu pekerjaan administrasi. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif, dengan lima petugas administrasi sebagai informan melalui wawancara langsung dan pengamatan sederhana terhadap kegiatan mereka.Temuan penelitian menunjukkan bahwa para petugas memiliki beban kerja yang cukup tinggi dan kerap terkendala oleh aktivitas-aktivitas rutin yang memerlukan ketelitian. Dari pengalaman mereka, muncul beberapa area yang dinilai paling mungkin dibantu oleh AI, seperti pencatatan otomatis, penelusuran arsip digital, pengelompokan dokumen, serta pengingat tugas dan jadwal. Meskipun AI belum diterapkan secara nyata, para informan menilai bahwa teknologi tersebut berpotensi mempercepat pekerjaan dan mengurangi kesalahan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peluang penerapan AI dalam administrasi cukup terbuka, terutama untuk pekerjaan berulang yang membutuhkan kecepatan dan akurasi, sekaligus memberikan dasar awal bagi pengembangan model penerapan yang sederhana dan realistis untuk lingkungan vokasi.
PENERAPAN PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) UNTUK MENCEGAH RISIKO INFEKSI PADA TENAGA KESEHATAN DI RUMAH SAKIT Citra Kartika Wardani, Ratu; Kerta Widana, I Dewa Ketut; Pujiati, Herni
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 13, No 1 (2026): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v13i1.2026.301-308

Abstract

Rumah sakit merupakan tempat kerja dengan risiko tinggi terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja, terutama infeksi nosokomial yang dapat menimpa tenaga kesehatan. Kurangnya penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dapat meningkatkan risiko paparan terhadap bahan infeksius, cedera akibat alat medis, maupun kelelahan kerja. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis penerapan program K3 di rumah sakit dalam upaya mencegah risiko infeksi pada tenaga kesehatan. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan menganalisis hasil penelitian terlebih dahulu, kebijakan pemerintah serta pedoman K3 rumah sakit yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan dan WHO. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan program K3 yang efektif, termasuk penggunaan alat pelindung diri (APD), pelatihan rutin, sistem pelaporan insiden, serta monitoring kesehatan tenaga kerja, mampu menurunkan angka kejadian infeksi dan meningkatkan kualitas layanan rumah sakit. Temuan ini menegaskan pentingnya komitmen manajemen rumah sakit dalam menerapkan K3 sebagai bagian dari sistem manajemen mutu, yang tidak hanya melindungi tenaga kesehatan tetapi juga meningkatkan keselamatan pasien secara keseluruhan.
DINAMIKA KELUARGA DALAM PEMBENTUKAN KEBIASAAN IBADAH ANAK DI DESA TANJUNG BUNGA KABUPATEN LEBONG Pernando, Erik; Yusro, Ngadri; Wanto, Deri
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 12 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i12.2025.4572-4582

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas dinamika keluarga dalam membentuk kebiasaan ibadah anak di Desa Tanjung Bunga, Kabupaten Lebong. Latar belakang penelitian adalah adanya lingkungan sosial religius yang seharusnya mendukung praktik keagamaan anak, namun pola pengasuhan keluarga tidak selalu konsisten. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi dinamika keluarga muslim dalam membentuk kebiasaan sholat dan mengaji, menganalisis faktor pendukung serta penghambat, dan menggali strategi keluarga dalam menanamkan kebiasaan ibadah. Metode yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta analisis data model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika keluarga meliputi peran orang tua, waktu bersama anak, konsistensi, keteladanan, serta pengaruh pekerjaan orang tua. Kebiasaan ibadah anak terlihat dari kemampuan sholat, membaca Al-Qur’an, dan minat mengaji. Strategi keluarga dalam pembiasaan ibadah antara lain memberi teladan, membiasakan sejak dini, menjadikan ibadah rutinitas, menciptakan lingkungan religius, menggunakan pendekatan positif, media edukatif, aturan, reward, serta melibatkan anak dalam ibadah. Faktor pendukung antara lain keterlibatan orang tua, lingkungan religius, fasilitas dan kegiatan keagamaan, serta dukungan sekolah. Faktor penghambat meliputi kurangnya konsistensi orang tua, pengaruh teknologi, rendahnya kesadaran anak, keterbatasan tenaga pengajar, dan minimnya program dari pemerintah desa.

Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 1 (2026): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 12 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL Vol 12, No 11 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL Vol 12, No 10 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL Vol 12, No 9 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 8 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 7 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 6 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 5 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 4 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 3 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL Vol 12, No 2 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL Vol 12, No 1 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL Vol 11, No 12 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL Vol 11, No 11 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL Vol 11, No 10 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL Vol 11, No 9 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 8 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 7 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 6 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 5 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 4 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 3 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 2 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL Vol 11, No 1 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 12 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 11 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 10 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 9 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 8 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 7 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 6 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 5 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 4 (2023): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL Vol 10, No 3 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 2 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 1 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 10 (2022): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 9 (2022): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 8 (2022): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 7 (2022): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 6 (2022): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 5 (2022): NUSANTARA :Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 4 (2022): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 3 (2022): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 2 (2022): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 1 (2022): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 8, No 8 (2021): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 8, No 7 (2021): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 8, No 6 (2021): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 8, No 5 (2021): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 8, No 4 (2021): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 8, No 3 (2021): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 8, No 2 (2021): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 8, No 1 (2021): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 7, No 4 (2020): (SI) NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 7, No 3 (2020): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 7, No 2 (2020): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 7, No 1 (2020): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 6, No 3 (2019): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 6, No 2 (2019): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 6, No 1 (2019): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 5, No 1 (2018): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 4, No 1 (2018): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 3, No 1 (2017): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 1, No 2 (2017): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 1, No 1 (2016): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial More Issue