Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ)
Jurnal Kebidanan “Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ)” adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Lembaga Penelitian, Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda. Adapun ruang lingkup/topik dalam Jurnal Ilmiah Kebidanan adalah bidang Kebidanan, Kandungan dan Pendidikan Kebidanan. Dalam setiap edisinya, Jurnal Kebidanan “Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ)” menerbitkan 5 hingga 8 (delapan) artikel/ hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke Jurnal Kebidanan “Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ)” tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Kebidanan Bunga Husada (Akbid Bunda) saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles
450 Documents
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Video Youtube Terhadap Pengetahuan Ibu Tentang Stunting
Sugiyanto, Sugiyanto;
Cheristina, Cheristina
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 7 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54100/bemj.v7i2.207
Stunting adalah suatu kondisi kegagalan tumbuh dan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh kekurangan gizi akibat pemberian makanan yang tidak mencukupi atau tidak tepat dalam jangka waktu lama. Keterlambatan pertumbuhan disebabkan oleh kombinasi kekurangan energi, protein, mikronutrien sejak janin hingga usia 2 tahun, yang akan meningkatkan angka kematian bayi atau anak dan menurunkan sistem secara umum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konseling menggunakan media YouTube terhadap pengetahuan ibu tentang stunting. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan one group pre test and post test. Sampel diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 49 responden. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor responden sebelum diberikan pendidikan kesehatan (Pre test) adalah 11,08 dan setelah diberikan pendidikan kesehatan (Post Test) adalah 13,35. Hasil uji Wilcoxon mempunyai nilai P value 0,000 yang berarti terdapat pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan video youtube terhadap tingkat pengetahuan ibu stunting di Belopa Utara Kabupaten Luwu Tahun 2022. Pendidikan kesehatan oleh petugas kesehatan menggunakan video youtube media perlu dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang stunting.
Hubungan Pengetahuan Ibu Dengan Penanganan Awal Diare Pada Bayi Usia 0-12 Bulan
Dewiyanti, Dewiyanti;
Razak, Abd
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 7 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54100/bemj.v7i2.208
Penyakit diare hingga saat ini masih menjadi masalah kesehatan dunia terutama di Negara berkembang. Di Indonesia, diare masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat utama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengan penanganan awal diare pada bayi usia 0-12 bulan diwilayah kerja puskesmas Tomoni Timur Kabupaten Luwu Timur. Metode penelitian menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 31 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh populasi ibu yang membawa bayinya berobat ke Puskesmas sebanyak 31 orang yang diambil menggunakan teknik total sampling. Analisa data menggunakan uji data Chi- Square dengan tingkat kemaknaan yaitu p lebih kecil dari α (α = 0,05). Hasil uji statistik Pearson Chi-Square didapatkan p-value = 0.003 lebih kecil dari α = 0.05 artinya ada hubungan pengetahuan ibu dengan penanganan awal diare pada bayi usia 0-12 bulan diwilayah kerja puskesmas Tomoni Timur Kabupaten Luwu Timur. Diharapkan ibu dapat melakukan pencegahan ataupun penanganan awal diare pada anak dengan baik dan selalu menjaga kesehatan bayi dan anak
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny.H Di PMB Melita Sari,S.ST.Bdn
Ifayanti, Hikmah;
Haryati, Yeni;
Andriyani, Dian Tuti;
Abung, Sari Ideal;
Kristianingsih, Ani;
Qurniasih, Nila
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 7 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54100/bemj.v7i2.209
Continuity of Care (COC) merupakan pelayanan yang dilakukan bidan mulai dari kehamilan hingga program Keluarga Berencana (KB) untuk mencegah komplikasi dan memastikan tindakan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan asuhan kebidanan pada masa kehamilan hingga masa nifas dengan memberikan asuhan komprehensif dengan aromaterapi lavender untuk mengatasi nyeri persalinan dan pijat oksitosin untuk meningkatkan produksi ASI. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Responden dalam penelitian ini adalah Ny. H G1P0A0. Instrumen penelitian menggunakan metode dokumentasi SOAP dengan pola pikir manajemen Varney. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi pemeriksaan fisik, dan pencatatan data pada buku KIA. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada masalah selama kehamilan, bayi baru lahir, atau KB. Hasil yang saling melengkapi dengan intervensi aromaterapi lavender dapat menurunkan skala nyeri pada kala I persalinan. Sedangkan pijat oksitosin dapat meningkatkan produksi ASI pada masa nifas.
Pengaruh Edukasi Anemia dan Pemberian Buah Kurma Terhadap Peningkatan Hemoglobin Pada Remaja di SMA Katolik Frater Don Bosco Tarakan
Rita, Riska Marga;
Jalilah, Nurul Hidayatun;
Noviyanti, Nur Indah
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 7 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54100/bemj.v7i2.211
Anemia adalah kondisi sel darah merah lebih rendah dari biasanya akibat kekurangan nutrisi yang mempengaruhi pembentukan hemoglobin.Ada beberapa faktor mempengaruhi kejadian anemia pada remaja khususnya remaja putri yaitu pengetahuan tentang anemia dan pengetahuan tentang gizi. Pencegahan dan pengendalian anemia pada remaja putri memerlukan kerjasama antara negara, masyarakat dan orang tua. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi anemia dan pemberian buah kurma tehadap peningkatan hemoglobin. Untuk jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan desain penelitian Quasi eksperimental pretest-posttest one group. sampel yang digunakan adalah remaja SMA Katolik Frater Don Bosco Tarakan sebanyak 24 responden. Teknik pengambil sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Hasil yang didapati dari pemberian edukasi tentang anemia pada remaja di SMA Katolik Frater Don Bosco Tarakan di peroleh nilai p sama dengan 0,001 dengan nilai sig kurang dari 0,05. Rerata sebelum dan setelah pemberian edukasi tentang anemia adalah sebanyak 3,68. Artinya terdapat peningkatan hemoglobin sebelum dan setelah pemberian edukasi. Hasil yang didapati untuk kadar hemoglobin sebelum dan setelah pemberian kurma pada remaja SMA Katolik Frater Don Bosco Tarakan diperoleh nilai p sama dengan 0,001 dengan nilai sig kurang dari 0,05. Rerata sebelum dan setelah pemberian buah kurma sebanyak 3.68 gr/dl. Artinya terdapat peningkatan kadar hemoglobin sebelum dan setelah pemberian buah kurma. Berdasarkan hasil penelitian mengenai pengaruh edukasi anemia dan pemberian buah kurma terhadap peningkatan hemoglobin pada remaja di SMA Katolik Frater Don Bosco Tarakan, dapat disimpulkan bahwa, edukasi anemia memiliki peranan dan dampak yang baik dalam meningkatkan pengetahuan remaja mengenai anemia di SMA Katolik Frater Don Bosco Tarakan serta edukasi anemia dan pemberian buah kurma berperan terhadap peningkatan hemoglobin pada remaja Di SMA Katolik Frater Don Bosco Tarakan.
Implementasi Continuity of Care Pada Ny. N G1P0A0 di PMB Ana Maria, Amd.keb. Kabupaten Way Kanan
Puspitasari, Maya;
Susilawati, Susilawati;
Lizah, Relita;
Dari, Wulan
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 7 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54100/bemj.v7i2.213
Continuity of Care (COC) tercapai melalui hubungan yang berkelanjutan antara klien dan bidan. COC dimulai sejak masa kehamilan, persalinan, masa nifas, hingga pemilihan kontrasepsi. Pelayanan kebidanan yang berkelanjutan ini penting untuk mendeteksi dan mencegah komplikasi secara dini. Selama masa kehamilan, berbagai masalah dapat timbul karena perubahan fisiologis, seperti timbulnya nyeri punggung. Selain itu, pada periode nifas, penurunan produksi dan pelepasan ASI pada hari-hari awal setelah kelahiran dapat disebabkan oleh kurangnya hormon prolaktin dan oksitosin yang esensial untuk kelancaran laktasi. Dengan demikian, tujuan utama dari asuhan kebidanan yang berkelanjutan terhadap Ny.N di PMB Ana Maria, Amd.keb., adalah untuk memberikan intervensi tambahan yang sesuai. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan studi kasus. Penelitian ini menggunakan pendekatan tujuh langkah Varney dan pendekatan SOAP untuk kontinuitas perawatan dari kehamilan hingga pemilihan kontrasepsi. Hasil penelitian menunjukkan pada masa kehamilan terdapat penurunan skala nyeri punggung pada ibu dengan intervensi kompres hangat. Sementara pada masa nifas dengan intervensi pijat oksitosin mampu meningkatkan jumlah produksi ASI pada ibu. Selain itu tidak ditemukan kasus pasa masa persalinana, ayi baru lahir dan keluarga berencana.
Peranan Program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) Terhadap Personal Hygiene
Andolina, Nuari;
Nurhanisya, Sri
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 7 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54100/bemj.v7i2.215
Latar Belakang: Masa remaja adalah periode penting dalam kehidupan seseorang, di mana terjadi perubahan signifikan baik secara fisik, psikologis, maupun sosial. Personal hygiene yang baik sangat penting untuk mencegah berbagai penyakit dan menjaga kesehatan secara keseluruhan. Program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) merupakan inisiatif yang diluncurkan oleh pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kesehatan remaja, termasuk dalam hal personal hygiene. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peranan PKPR dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik personal hygiene di kalangan remaja. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 300 remaja berusia 12-18 tahun yang dipilih secara acak. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah divalidasi dan dianalisis menggunakan software statistik SPSS. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki pengetahuan yang baik tentang personal hygiene, dengan 90 persen mengetahui pentingnya mencuci tangan dan 86.7 persen mengetahui pentingnya kebersihan mulut. Sikap positif terhadap personal hygiene juga terlihat, dengan 93.3 persen setuju bahwa mencuci tangan penting dan 86.7 persen setuju bahwa mandi setiap hari penting. Namun, praktik personal hygiene seperti mencuci tangan sebelum makan (76.7 persen) dan menggosok gigi dua kali sehari (73.3 persen) masih perlu ditingkatkan. Partisipasi dalam program PKPR cukup tinggi, dengan 66.7 persen mengikuti sesi edukasi PKPR. Kesimpulan: PKPR memiliki peranan yang signifikan dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja terhadap personal hygiene. Namun, masih diperlukan upaya lebih lanjut untuk meningkatkan praktik personal hygiene di kalangan remaja. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengambil kebijakan dan praktisi kesehatan dalam merancang dan mengimplementasikan program kesehatan yang lebih efektif dan berkelanjutan untuk remaja.
Hubungan Kebiasaan Konsumsi Fast Food Dengan Kejadian Obesitas Pada Remaja Putri Yang Mengalami Gangguan Menstruasi Di SMAN 4 Batam
Fariningsih, Erika;
Fitriani, Fitriani;
Febiyanti, Jihan
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 7 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54100/bemj.v7i2.216
Remaja gemar mengkonsumsi fast food dikarenakan faktor lingkungan memainkan peran penting dalam kebiasaan konsumsi fast food seperti akses yang mudah, harga terjangkau, seta ajakan teman sebaya. Konsumsi fast food berlebihan dapat menyebabkan obesitas. Selain itu, kandungan asam lemak pada makanan cepat saji dapat menghambat metabolisme progesteron selama fase luteal siklus menstruasi sehingga mempengaruhi kelancaran siklus menstruasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan kebiasaan konsumsi fast food dengan kejadian obesitas pada remaja putri yang mengalami gangguan menstruasi di SMAN 4 Batam. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel peneltian adalah total sampling yaitu keseluruhan populasi remaja putri obesitas dijadikan sampel yang berjumlah 32 remaja. Didapatkan bahwa kebiasaan konsumsi fast food responden mayoritas dalam kategori sering 56,3 persen dan kejadian obesitas pada remaja putri yang mengalami gangguan menstruasi sebanyak 71,9 persen. Hasil uji chi-square didapatkan p-value 0,400. Tidak ada hubungan yang signifikan antara kebiasaan konsumsi fast food dengan kejadian obesitas pada remaja putri yang mengalami gangguan menstruasi di SMAN 4 Batam.
Pengaruh Edukasi Kesehatan Terhadap Tingkat Pengetahuan Siswa Tentang Pencegahan HIV/AIDS di SMAN 10 Depok
Wijaya, Rafika Dora;
Puspita, Ratumas Ratih;
Ma’muroh, Ma’muroh;
Sartika, Lani
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 7 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54100/bemj.v7i2.218
HIV/AIDS merupakan masalah kesehatan global yang menyerang seluruh rentang usia dan jenis kelamin. Menurut World Health Organization (WHO) 2021 memperkirakan di dunia ada sekitar 650.000 orang meninggal akibat terpapar virus HIV. Remaja merupakan kelompok yang rentan terapapar disebabkan oleh berbagai permasalahan yang komplek pada remaja serta informasi dan pengetahuan mereka yang masih kurang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan terhadap tingkat pengetahuan siswa tentang pencegahan HIV/AIDS di SMAN 10 Depok. Metode yang digunakan adalah Pre Eksperiment dengan rancangan one group pre test post tes design. Instrument yang digunakan berupa kuesioner HIV-KQ-18. Jumlah sampel sebanyak 170 siswa SMA 10 Depok, dengan teknik pengambilan sampel yaitu Simple Random Sampling. Hasil penelitian diperoleh rata-rata nilai pengetahuan siswa sebelum dilakukan edukasi kesehatan adalah 42,95 Kemudian setelah dilakukan edukasi kesehatan rata-rata nilainya meningkat menjadi 79,59 dan diperoleh nilai P value, yaitu 0,000 kurang lebih 0,05 jadi dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh edukasi kesehatan terhadap tingkat pengetahuan siswa tentang penceahan HIV/AIDS di SMAN 10 Depok. Saran dari hasil penelitian ini diharapkan setelah diberikan edukasi kesehatan tentang pencegahan HIV/AIDS agar para remaja bisa mendapatkan informasi yang baik dan melakukan pencegahan secara dini terhadap penyakit infeksi menular HIV/AIDS
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kelelahan Kerja Pada Tenaga Kesehatan
Ningrum, Sri Hutami Ayu;
Adam, Arlin;
Sainuddin, Sudirman;
Zamli, Zamli
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 7 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54100/bemj.v7i2.219
Penelitian ini membahas Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kelelahan Kerja Pada Tenaga Kesehatan Di Puskesmas Basse Sangtempe Utara. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Hasil penelitian terdapat pengaruh pada jalur I dimana t tabel 1.696 sedangkan t hitung pada variable bebean kerja nilai t hitung 1,918 dan nilai signifikansi 0.001, umur nilai t hitung 1888 dan nilai signifikansi 0,002, waktu kerja nilai t hitung 1.719 dan nilai signifikansi 0.000. hal ini menunjukkan terdapat pengaruh dimana nilai t hitung < nilai t table, nilai signifikansi > 0.05.pada uji analisis pada jalur II diketahui terdapat pengaru dimana nilai t hitung pada variable kelelahan kerja nilai t hitung 2.050 dan nilai signifikasi 0.003, variable umur nilai t hitung 2.343 dan nilai signifikasi 0.006. variable waktu kerja nilai t hitung 3.123 dan nilai signifikasi 0.004.variabel lam kerja nilai t hitung 1.808 dan nilai signifikasi 0.007.Pada uji sobel test terdapat pengaruh antara variable beban kerja terhadap kelelahan kerja melalui lama kerja dimana nilai t hitung 3.1549 dan nilai signifikansi 0.007. variable umur terhadap kelelahan kerja melalui lama kerja dimana nilai t hitung 2.7007 dan nilai signifikansi 0.006. variable waktu kerja terhadap kelelahan kerja melalui lama kerja dimana nilai t hitung 3.6349 dan nilai signifikansi 0.002. Pimpinan harus lebih peduli terhadap pegawai puskesmas, untuk selalu memperhtikan beban kerja pegawai. Sebaiknya buat pegawai yang usianya > 35 tahun dan yang memegang program agar tugas dalam memegang pasien lebih dikurangi, mengingat mereka memilii beban kerja ganda.
Hubungan Pengaruh Teman Sebaya Dengan Kejadian Perilaku Kekerasan Seksual Pada Remaja Di SMKN X Kota Batam
Adhyatma, Aminah Aatinaa;
Panggabean, Septi Maisyaroh Ulina;
Sinaga, Mey Dilla Sari
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 7 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54100/bemj.v7i2.220
Latar Belakang: Peningkatan aktivitas seksual remaja yang tidak diimbangi dengan edukasi yang tepat, dapat meningkatkan risiko remaja menjadi pelaku kekerasan seksual atau menjadi korban pelaku kekerasan seksual. Kekerasan seksual pada remaja dapat mengakibatkan dampak baik jangka pendek maupun jangka panjang, termasuk psikopatologi di kemudian hari. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa dan siswi SMK Negeri X sebanyak 74 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan Simple Random sampling. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner tentang pengaruh teman sebaya dan perilaku kekerasan seksual yang sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan analisis Univariat dan Bivariat menggunakan uji statistik Chi Square. Hasil: Hasil uji statistik diperoleh bahwa p value 0,000 kurang dari α (0,05), hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengaruh teman sebaya dengan kejadian perilaku kekerasan seksual pada remaja.