JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI
Jurnal Pendidikan Tambusai is Jurnal Electronic which contains the results of research and literature studies related to the field of education, including; regulation of education, learning activities, learning strategies, teacher professionalism, students, education and education personnel, issues of educational institutions, educational environment and parenting.
Articles
26,490 Documents
Analisis Semiotik Makna dalam Uis Beka Buluh Pakaian Adat Suku Batak Karo
Tampubolon, Aditia;
Mahulae, Grecya Elisabeth;
Tarigan, May Grace Karennina;
Sinulingga, Jekmen
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14157
Informasi paling penting yang harus saya miliki adalah ini, beserta metode optimalnya. Anda tidak perlu khawatir dengan keadaan di rumah Anda. Metode penetrasi sebelumnya juga dapat digunakan. Analisis semiotik ini mengidentifikasi jenis Kain Uis Beka Buluh. Tersedia berbagai macam benda yang dimanfaatkan di bagian lain rumah dengan menggunakan berbagai bahan dengan berbagai tema yang mengandung berbagai bahan. Kain Uis Fungsi Bagi nenek moyang Suku Batak Karo yang diperuntukkan bagi generasi muda. Makna Uis Beka Buluh sendiri sangat erat kaitannya dengan sifat kepuasan, kekokohan, dan keanggunan. Putra Karo ditampilkan bermartabat dan kuat dengan jubah adatnya. Kain Uis ditandai dengan gorga, rukun, bintang, garis, warna, dan tikar. Arti penting cinta yang mempererat ikatan persaudaraan, itulah yang disimpulkan para peneliti. Selanjutnya peneliti mengolah hasil perolehan data tersebut dan menggunakan metode pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara, dengan memanfaatkan literatur unggulan yang terdapat di website dan kamus budaya. Oleh karena itu, inilah rangkaian kajian kualitatif semiotika kain Uis Beka Buloh yang merupakan gambaran kehidupan masyarakat Indonesia, khususnya suku Batak Karo, salah satu dari berbagai peradaban yang terdapat di seluruh pulau.
Motif dan Makna Motif Tenun Ulos Sadum Batak Mandailing di Sumatera Utara dalam Kajian Semiotik
Ritonga, Salsabila Amelia;
Sipayung, Jay Benhard Novrijal;
Sinulingga, Jekmen
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14158
Seni tenun Ulos Sadum Batak Mandailing dari Sumatera Utara menjadi pusaka budaya yang kaya akan makna dan motif. Meskipun saat ini masih banyak yang belum mengenal secara mendalam bentuk dan kegunaan ulos tenun Batak Mandailing, penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan keindahan dan filosofi yang terdapat di dalamnya. Metode kualitatif diterapkan dalam penelitian ini dengan memanfaatkan studi pustaka dan pencarian daring untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ulos tenun Batak Mandailing, khususnya Ulos Sadum, memiliki bentuk geometris dan dekoratif yang memikat. Meskipun beragam jenis ulos yang ada, setiap motif dan warna yang dihasilkan memiliki makna yang mendalam. Salah satu makna yang terkandung dalam motif tenun Batak Mandailing adalah dorongan untuk terus membaur dalam kebahagiaan dalam setiap aktivitas sehari-hari, khususnya dalam lingkup keluarga. Dengan menggali keunikan dan filosofi ulos tenun Batak Mandailing ,diharapkan artikel ini dapat membantu pembaca mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang keanekaragaman budaya Indonesia. Pemeliharaan dan pemahaman terhadap seni tenun ini menjadi penting dalam menjaga warisan budaya yang kaya dan kompleks, serta mengajak generasi saat ini untuk terus menghargai dan melestarikan kekayaan tradisional yang dimiliki oleh masyarakat Batak Mandailing.
Kajian Feminisme: Eksistensi Perempuan Batak Toba dalam Pelestarian Ulos
Sihotang, Anggraeni Permata;
Valencia, Rachel;
Sirait, Naomi Sephania;
Silitonga, Mega Uli Arta;
Sinulingga, Jekmen
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14160
Keanekaragaman budaya di Nusantara dipengaruhi oleh banyak hal, dan perbedaan kondisi geografis adalah salah satu yang paling signifikan. Melalui pengaruhnya sehingga melahirkan perbedaan warisan kebudayaan antara suku-suku. Melihat kondisi demikian, masing-masing suku memiliki identitasnya tersendiri dan mudah dikenali oleh khalayak ramai. Salah satu identitas hasil perkembangan peradaban paling terkenal dari Sumatera Utara adalah kain Ulos yang diagungkan oleh masyarakat suku Batak. Kain ulos adalah salah satu kain tradisional Indonesia yang memiliki banyak corak serta motif dengan arti yang berbeda. Ulos biasanya digunakan dalam upacara-upacara adat dan dipersiapkan oleh pihak perempuan. Dalam upaya pelestariannya, maka peran perempuan dibutuhkan dalam hal ini. Namun, kehidupan masyarakat Batak tak lekang oleh suatu isu sistem yang diciptakan oleh masyarakat itu sendiri. Posisi perempuan masih seringkali dinomorduakan. Hal ini erat kaitannya dengan isu gender dan patriarki. Maka, untuk menganalisa penelitian ini dibutuhkan kajian feminis dengan metode deskriptif kualitatif untuk menilik langsung isu yang terdapat dalam kehidupan masyarakat Batak dan kaitannya dengan peranan perempuan dalam pembuatan Ulos. Dari hasil analisa yang ditemukan, perempuan memegang peranan penting dalam menjaga kesinambungan budaya dan menjadi pilar utama dalam mewariskan kain Ulos ke generasi yang akan datang.
Semiotika Ulos Bintang Maratur pada Acara Adat Pitu Bulanan dalam Adat Batak Toba
Afrilla, Shafa Della;
Istahsina, Fadia Nur;
Pardede, Billy Christian;
Sinulingga, Jekmen
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14161
Indonesia merupakan negara kaya akan keberagaman suku bangsa, salah satunya yaitu suku batak toba yang memiliki berbagai macam tradisi dalam upacara adat. Salah satu tradisi ini melibatkan pemberian atau penggunaan ulos sebagai simbol penghormatan kepada mereka yang mengikuti adat dan sebagai bentuk penghargaan kepada tamu. Tradisi ini telah ada sejak zaman nenek moyang dan diteruskan hingga sekarang. Dalam adat Batak Toba, terdapat acara adat Pitu Bulanan yang menggunakan Ulos Bintang Maratur sebagai ungkapan kegembiraan atas usia kehamilan tujuh bulan sang ibu. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk mengamati makna dan nilai yang terdapat dalam Ulos Bintang Maratur pada acara adat Pitu Bulanan suku Batak Toba. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi nilai dan makna dalam Ulos Bintang Maratur dalam acara Pitu Bulanan suku Batak Toba, dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan teknik analisis semiotika oleh Charless Sanders Peirce. Hasilnya menunjukkan bahwa Ulos Bintang Maratur menjadi simbol kegembiraan yang tak terpisahkan dari kehidupan suku Batak Toba, dan diharapkan dapat meningkatkan pemahaman, terutama di kalangan generasi muda, mengenai makna semiotika Ulos Bintang Maratur dalam Acara Adat Pitu Bulanan budaya Batak Toba.
Eksistensi Ulos Tujung pada Upacara Kematian Adat Batak Toba
Rachel, Hilda Aura Safitri;
Pakpahan, Elysa Masdalifah;
Simanjuntak, Jolie Rachel;
Hutajulu, Delma Novia D;
Sinulingga, Jekmen
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14162
Abstrak ini mengulas tentang eksistensi Ulos Tujung, sebuah kain tradisional suku Batak Toba, dalam konteks upacara kematian adat mereka. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk mengeksplorasi peran serta makna yang terkandung dalam penggunaan Ulos Tujung selama prosesi pemakaman. Disebut Ulos Tujung sebab ditujung atau diletakkan diatas kepala pada saat proses pemasangan. Ulos Tujung diberikan kepada suami atau istri yang ditinggalkan pasangannya meninggal dunia dalam keadaan masih memiliki anak yang belum menikah. Ulos Tujung dipasangkan oleh orang tua dari pasangan tersebut yang sedang berduka. Ini memberikan makna bahwasannya suami atau istri yang ditinggalkan tidak dapat menikah lagi kecuali dilaksanakkannya upacara adat yang lainnya. Metode penelitian melibatkan pengamatan langsung serta wawancara mendalam dengan tokoh-tokoh adat dan anggota komunitas Batak Toba yang terlibat dalam upacara kematian. Hasilnya menunjukkan bahwa Ulos Tujung tidak hanya berfungsi sebagai pakaian seremonial, tetapi juga memiliki nilai simbolis yang mendalam dalam mewarisi identitas budaya, menghormati leluhur, dan memperkuat ikatan sosial di dalam masyarakat Batak Toba. Selain itu, Ulos Tujung mampu beradaptasi dengan perubahan zaman serta kain ini juga mampu mengalami evolusi yang memungkinkannya tetap relevan dalam kehidupan modern meskipun tetap mempertahankan akar tradisionalnya. Dalam perubahan zaman diharapkan keberadaan Ulos Tujung mampu melestarikan identitas budaya suku Batak Toba, dari sisi simbolisme, kontinuitas nilai budaya, hingga kemampuannya beradaptasi dengan dinamika zaman.
Analisis Semiotika UIS Beka Buluh Karo
Sirait, Lenni Herawati;
Lubis, Balqis Azwar;
Sinulingga, Jekmen
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14163
Cara Memahami Organisasi dari Internet dan KBBI Terbaru. Menurut KBBI, tekstil adalah kerajinan berupa bahan (kain) yang dibuat dengan cara memasukkan benang (kapas, sutra, dan lain-lain) secara mendatar ke dalam benang lusi (alat). Artikel ini menjelaskan tentang panjang, lebar, jenis dan kegunaan Uis Beka Buluh Karo. Uis Beka Buluh Kain kotak-kotak uis beka buluh, topi tradisional pria kotak-kotak, uis beka buluh juga merupakan simbol kewibawaan dan martabat serta sering dipakai sebagai mahkota hari raya adat. Uis Beka Buluh juga dipakai oleh pria Karo sebagai penutup kepala atau bulang-bulang di saat pernikahan. Beka Buluh juga dipakai oleh ibu dari kedua mempelai dan juga mempelai wanita. Mempelai wanita dan kedua ibu mempelai memakai uis beka buluh bukan sebagai selendang atau selempang, sedangkan sebagai lapis tudung atau jilbab yang dibuat dari kain yang berwarna hitam. Umumnya Uis Beka Buluh menandakan ketegasan dan kegembiraan dikarenakan warna umum Uis Beka Buluh seperti warna merah.
Makna Uis Nipes dalam Upacara Pernikahan Adat Suku Karo: Analisis Semiotik
Artika, Mutiara Romi;
Islamy, Mutiara;
Siahaan, Rachel Pratiwi;
Sembiring, Teresia Anjelina;
Sinulingga, Jekmen
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14164
Analisis semiotik menggunakan teori Roland Barthes digunakan untuk mengeksplor denotasi dan konotasi simbol-simbol yang terkandung dalam kain Uis Nipes, terkhususnya pada warna, motif, dan perannya dalam konteks budaya suku Karo. Penelitian ini memanfaatkan metode deskriptif kualitatif, dalam proses pengumpulan dan analisis data melalui penggunaan observasi dan dokumentasi. Hasil studi menunjukkan bahwa Uis Nipes bukan hanya berperan sebagai elemen pakaian, melainkan juga memuat nilai-nilai kekayaan alam, identitas budaya, keanggunan, dan kehormatan. Kesimpulan penelitian ini merujuk kepada tiga makna utama yang ditemukan, yaitu terkait dengan bahan kain, motif, serta signifikansi warna dalam konteks pernikahan suku Karo. Penelitian ini berkontribusi pada pemanahaman mendalam terhadap simbolisme budaya suku Karo melalui analisis semiotik Uis Nipes.
Sejarah dan Fungsi Hiou dalam Aspek Kehidupan Masyarakat Simalungun
Bahri, Melati Nifri;
Simanjuntak, Sulthan Abdharu;
Khairiyya, Nadhira;
Sinulingga, Jekmen;
Hum, M.
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14165
Artikel ini membahas tentang tradisi bertenun pada masyarakat Simalungun yang menghasilkan hasil tenunan yang dalam etnis Simalungun di sebut hiou. Hiou adalah sejenis pakaian seni yang terbuat dari potongan kain khas Batak, memiliki corak dan dimensi tertentu, dan dipakai sebagai bentuk perlindungan bagi tubuh dengan makna kasih sayang yang berlimpah. Artikel dengan judul “Sejarah dan Fungsi hiou dalam Aspek Kehidupan Masyarakat Simalungun” ini berfokus pada sejarah Hiou Simalungun beserta fungsinya dalam kehidupan sehari-hari. Metode penelitian yang digunakan pada artikel ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur atau studi pustaka. Sumber data yang diperoleh melalui studi literatur berupa jurnal karya ilmiah yang relevan dan berkaitan dengan topik yang dibahas, yaitu Hiou Simalungun, serta sumber data pendukung lainnya yakni artikel daring yang berkaitan. Simalungun memiliki berbagai jenis Hiou yang tak luput mempengaruhi aspek-aspek dalam kehidupan sehari-hari masyarakatnya, baik dari aspek sosial, aspek budaya, dan juga aspek ekonomi.
Fungsi dan Makna Ulos Pucca dalam Batak Toba Kajian Semiotika
Siallagan, Intan Putri;
Saragi, Mery Grace;
Sinulingga, Jekmen
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14166
Ulos merupakan kain tradisional yang berasal dari suku Batak. Kain ulos memiliki makna simbolis dalam berbagai upacara adat dan ritual, seperti pernikahan dan kematian, serta acara adat penting lainnya.Ulos Pucca merupakan salah satu kain khas Batak Toba yang dikerjakan dengan menggunakan tangan dan biasanya dikerjakan oleh perempuan. Artikel ini akan membahas tentang fungsi dan makna Ulos Pucca pada Batak Toba dengan menggunakan kajian semiotika oleh Roland Barthes. Menurut Roland Barthes, semiotika adalah bidang yang mempelajari tanda-tanda dan makna yang terkandung di dalamnya. Untuk itu, pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dalam artikel ini. Hasil dari penelitian ini ditemukan adanya fungsi Ulos Pucca yang terdiri atas enam yaitu upacara adat dan ritual, simbol status sosial, pemberian hadiah dan pertukaran budaya, perlindungan spiritual, identitas budaya, dan penghormatan kepada leluhur. sedangkan makna dari ulos pucca terdiri dari lima yaitu kesuburan dan kehidupan baru, perlindungan, status sosial, kehormatan dan persembahan, warisan budaya.
Hubungan Keaktifan Berorganisasi dan Prestasi Belajar Mahasiswa PGSD FIP UNM Kampus VI Bone
Sudarto, Sudarto
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14167
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidak adanya hubungan antara keaktifan mahasiswa dalam mengikuti kegiatan organisasi di kampus dan prestasi belajarnya. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa PGSD FIP UNM Kampus VI Bone Angkatan 2021 yang berjumlah 59 orang. Sampel berjumlah 31 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriprif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa :nilai koefisien korekasi = -0,499 dan nilai sig = 0,04 > ?/2. Kesimpualan: tidak ada hubungan yang signifikan antara keaktifan mahasiswa dalam kegiatan organisasi di kampus dan prestasi belajarnya.